Pengajian Yang Dituduh Sururi
Assalaamu’alaikum,
Ana baru kenal manhaj Salaf setelah beberapa kali ikut taklim di masjid agung Sigli, tapi setelah itu ana dikasih tahu sama ikhwan yang lain bahwa kita harus hati-hati, karena ada kelompok SURURY yang mirip SALAFY. Ana jadi bingung apalagi setelah ana ikut pengajian di masjid lain yang kebetulan ada mahasiswa dari Madinah yang ngisi taklim, tapi justru kawan-kawan yang lain menyarankan agar tidak usah ikut, karena ustadz (madinah) tsb kawan-kawannya adalah orang-orang salafy surury. mohon penjelasan dari Ustadz. Jazakumullohu khoir
Najib
Alamat: Pidie – ACEH
Email: epetpy***@gmail.com
Ustadz Kholid menjawab :
Iblis sangat bahagia dan senang dengan adanya permusuhan diantara orang yang ingin meniti kebenaran. Berapa banyak orang yang terhalangi dari kebenaran hanya karena tahdzir tanpa bukti dan dasar. Oleh karena itu kita semua diperintahkan berpegang teguh kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan tidak mengikuti kelompok-kelompok tertentu, ketika tidak ada jamaah muslimin dan imam yang menyatukan mereka. Sebagaimana disabdakan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika Hudzaifah bin al-Yaman bertanya:
فَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ عَلَى أَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ
Artinya: “Apabila tidak ada jamaah dan tidak ada imam? Beliau menjawab: ‘Tinggalkan semua kelompok-kelompok semuanya walaupun harus menggigit pokok pohon hingga kematian menjemputmu dalam keadaan demikian’ ” (HR Muslim).
Pohon yang dimaksud disini adalah kebenaran yang didasarkan kepada al-Qur`an dan sunnah serta telah difahami oleh generasi salaf shalih dari kalangan sahabat dan yang mengikuti manhaj mereka.
Oleh karena itu nasehat saya kepada para da’I dan kaum muslimin, mari belajar kembali ajaran islam yang telah difilterisasi dari semua bentuk kebid’ahan dan bina diri kita masing-masing diatas ajaran tersebut serta ajak kaum muslimin mengikuti ajaran kebenaran yang pernah membuat jaya kaum muslimin tersebut. Bersihkanlah hati kita dari rasa dengki dan kebencian kepada kaum muslimin, mudah-mudahan dengan demikian kita bisa bersatu diatas iman.
Tentang ukhuwah dan persatuan diatas keimanan ini silahkan melihat kepada mabhats (bahasan utama) dalam majalah Assunnah edisi 1 tahun XIII yang akan terbit insya Allah awal April ini.
Tulisan Terkait:

dampak dengan cara-cara mereka katakan awas” kelompok SURURY ” hal ini perlu ustadz2 tanggapi dalam kajian-kajian, masalahnya dikala hal ini di biarkan tanpa ada solusi, yang pada awalnya mengaji kepada ustadz yang dituduh kelompok SURURY beralih kepada kelompoknya,agar fitnah tersebut terkounter setelah berhadapan dengan mereka bisa bersikap dengan ilmiah. Ini perlu ustadz.. untuk membentengi cara-cara lama yang sebenarnya telah usang. hal ini banyak di jumpai.
ustadz, ana pnh baca daftar ustadz yg berbahaya dlm sbuah milis dan blog, yg pngen ana tnykan, gmn menyikapi hal tsb ? pdhl setau ana smwa di antara mreka yg d anggap berbahaya it smwana uda bermanhaj sama, aqidah jg sama.. bgmn batasan kita bwt mentahdzir seseorang ? krna dlm tulisan tsb ngaku mentahdzir, tp smwa it lebi condong pd ghibah . jazakumullah
Assalamualaykum, ustadz tolong beri ana penjelasan tentang situs ini dammajhabibah.wordpress.com
Assalamuàlaykum warohmatulloh
Mereka berdalih bahwa karena ustadz ato ma’hadnya menerima bantuan dr jumiah Ihya atTurots, al Sofwah dan al Irsyad yg menurut mereka berpaham surury. Yg saya tanyakan bgmn kedudukan yayasan2 tsb? Dan apakah sudah ada penengah dr masyayekh Arab saudi, yaman maupun jordan?
Ya RABB satukanlah dakwah mubarokah ini di atas al Haq.
#Sofyan at Tawansary
Assalamu’alaikum
Banyak ustadz yang tidak hubungan dengan organisasi tersebut juga ditahdzir. Itu hanya alasan yang dibuat buat. intinya sudah banyak ulama bicara masalah bantuan tersebut diantaranya Syeikh Abdulmuhsin al-Abad dan anak beliau Syeikh Abdurrazaq, syeikh Ibrohim bin ‘Amir ar-Ruhaili dllnya.
Tapi mereka anggap itu tidak mu’tabar dan hanya mengambil yang mendukung mereka. Wallahu a’lam bish-Showaab.
biarlah waktu yang akan membuktikan kebenarannya.
wassalamu’alaikum
Assalamu’alaikum
Barookallohu fiiq….
Untuk akhi Abdurrohman di bumi Alloh…
Ana nasehati antum untuk lebih berhati-hati lagi membuka milis2 yang tujuan nya untuk menghancurkan dakwah “Aswaja” atau dakwah salaf di indonesia.
Alahmdulillah ana sudah berkecimpung ke manhaj salaf sejak tahun 1996 (waktu itu ana SMA kelas 3), dan ana tahu betul fitnah di kalangan salaf itu sudah lama pada tahun 1997.
Dan sekarang ini, ada salah seorang ustadz yang tetap tidak mau berpaling atas kesalahannya. bahkan dia membuat website, yang isinya mentahdzir para ustadz-ustadz bahkan membuat judul “ustadz-ustadz yang paling berbahaya di Indonesia”, Ana bahkan berpikir dalam website ini dan dapat menganalisa dan sekaligus masukan buat mereka, bahwa ustadz-ustadz yang mereka maksudkan adalah “ustadz-ustadz yang paling berbahaya buat mereka” bukan paling berbahaya buat kaum muslimin pada umumnya dan kaum salaf pada khususnya.
Ana nasehati ke antum semangatlah untuk tholibul ilmi, jangan menyibukkan diri untuk mencari kesalaham bebarapa ustadz. kita masih kurang dalam belajar ilmu tauhid, hadits dan lain2. dan terakhir antum tetap selalu berdiskusi dengan ustadz Kholid lewat milis ini. semoga ini bermanfaat buat antum dan semua para pembaca sekalian, agar kita tahu mana yang haq dan mana yang bathil….
Jazakallahu khoiron katsiro….
wassalamu’alaikum
==MENYUMPAL SUARA BEGUNDAL==
PANDANGAN AL-MUHADDITS ‘ABDULLÂH AL-‘UBAILÂN TENTANG JUM’IYAH IHYÂ` AT-TURÔTS KUWAIT
Fadhîlatu asy-Syaikh, Assalâmu’alaykum Warohmatullâhi Wabarokâtuh
Alloh tahu bahwa saya benar-benar mencintai Anda. Akan tetapi, di sela-sela kunjunganku hari ini di situs Anda, ada sebuah rekaman yang berjudul “ad-Da’wah al-Islâmiyah Wâqi’ wa Thumûhât” (Dakwah Islam antara Realita dan Angan-Angan). Ketika mendengarkan awal kajian ini, saya dapati bahwa ceramah ini merupakan jawaban undangan dari Jum’iyah Ihyâ` at-Turôts, padahal sejauh pengetahuan saya, bahwa jum’iyah ini adalah jum’iyah hizbiyah (lembaga sektarianisme/partisan) yang menyokong kaum hizbiyyun (partisan). Saya mengharap syaikh yang mulia sudi menjelaskan hal yang telah membuatku menjadi bingung ini. Sebab, saya dengar bukan hanya seorang ulama salafiyin saja yang telah menvonis bid’ah jum’iyah ini, seperti : Syaikh Rabî’ al-Madkhalî, Syaikh Muqbil al-Wâdi’î, Syaikh ‘Ubaid al-Jâbirî dan Syaikh Falâh Ismâ’îl Mandakâr dan masih banyak lagi selain mereka.
Wassalâmu’alaikum.
Jawaban :
Perkara ini adalah masalah ijtihâdîyah yang diperselisihkan para ulama. Masyaikh kibâr (senior) seperti Samâhatu asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azîz bin Bâz, Syaikh Muhammad al-‘Utsaimîn, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd, Syaikh Shâlih al-Fauzân dan selain mereka, masih menganggap jum’iyah ini sebagai jum’iyah salafiyah. Bahkan yang mengarahkanku untuk memberikan ceramah dan pelajaran (di kegiatan) yang diadakan oleh jum’iyah di Kuwait ini adalah Samâhatu asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azîz bin Bâz ketika beliau menjabat sebagai penanggung jawab urusan dakwah di Kerajaan, dan saya saat itu adalah mudîr (direktur) Markaz ad-Da’wah (Islamic Center) di Ha`il. Saya telah pergi (memberikan ceramah) berulang kali dan saya tidak melihat melainkan hanya kebaikan.
Adapun adanya sebagian du’at yang bekerjasama dengan jum’iyah ini dan keadaan mereka diperbincangkan, maka hal ini juga ditemukan di (negeri) kita ini, adanya orang-orang yang berafiliasi dengan sejumlah institusi ilmiah seperti universitas atau perhimpunan dakwah, sedangkan mereka tidak berada di atas metodologi para ulama senior. Kendati demikian, kita tidak mengatakan bahwa Kerajaan (Arab Saudi) mengadopsi manhaj Ikhwânî dan keluar dari metodologi salafiyah.
Jadi, hal ini termasuk perkara ijtihadiyah (debatable) yang hanya diketahui oleh orang-orang yang mendalami dan sudah berpengalaman dengan dakwah, serta mengetahui metodologi syariah di dalam menimbang mashlahat dan mafsadat. Bukanlah pemahaman (fiqih) itu, Anda hanya mengetahui keburukan dan kebaikan saja, namun pemahaman itu adalah Anda dapat mengetahui yang terbaik dari dua kebaikan dan yang terburuk dari dua keburukan.
Sampai detik ini, saya belum pernah tahu bahwa Jum’iyah Ihyâ at-Turôts mengadopsi atau menyeru kepada selain dakwah salafiyah di dalam cetakan (buku-bukunya) atau publikasi-publikasinya. Kemudian, hendaklah difahami bahwa Jum’iyah Ihyâ at-Turôts ini tidaklah beraktivitas secara independen, namun ia termasuk jum’iyah al-khairiyah (lembaga sosial) di negara Kuwait. Hal ini perlu untuk direnungkan. Aktivitas dan upayanya di dalam membendung kristenisasi dan menyebarkan tauhid dan sunnah di puluhan negeri di Asia, Afrika dan selainnya, tidak ada yang mengingkarinya kecuali oleh orang-orang yang menentang.
Semoga Alloh memberikan taufik-Nya kepada kita semua kepada yang dicintai dan diridhai-Nya.
Sumber : http://www.obailan.net/news.php?action=show&id=370
Sungguh sangat menyedihkan perilaku orang-orang belakangan ini(jama’ah Tahdzir). Mereka menjadikan sempit apa yang sebenarnya luas bagi kaum muslimin (Ahlus-Sunnah). Sikap keras (baca : sok keras) yang mereka ada-adakan adalah wujud dari sikap tidak mau melihat realitas perbedaan pendapat di kalangan ulama. Jika mereka membahas fiqh murni, bahasan perbedaan pendapat (khilaf ijtihadiyyah) ini ada mereka tampilkan. Tapi giliran membahas al-jarh wat-ta’dil – terutama dalam kasus kontemporer – bahasan ini menjadi lenyap bagai tertelan bumi. Padahal kedudukan dua hal ini adalah sama. Mereka menginginkan bahwa penyelisihan (khilaf) yang pantas diberikan pemakluman padanya adalah penyelisihan yang terjadi di kalangan orang-orang tertentu saja, terutama pihak-pihak yang mereka tokohkan. Namun jika penyelisihan itu terjadi pada orang-orang tidak mereka kehendaki, maka penyelisihan itu mereka anggap seakan-akan merupakan penyelisihan terhadap nash atau ijma’ yang tidak diberikan ruang pemakluman. Hal itu diperparah dengan sikap menyembunyikan fakta karena mengikuti hawa nafsu.
Kedangkalan penyikapan itu juga dikarenakan oleh sebab akut mereka yang tidak bisa membedakan antara perselisihan yang lahir dari penyimpangan prinsip ilmu dengan perselisihan yang lahir dari perbedaan memandang realitas. Dalam hal ushul ilmu, mereka (para ulama Ahlus-Sunnah) tidak berbedalah berbeda. Mereka semua sama dalam hal ushul-ilmu tentang kewajiban memegang manhaj salaf, membenci sikap hizbiyyah dan orang-orang hizbiyyin, serta membenci perpecahan dan mencintai persatuan (dengan dasar ’aqidah dan manhaj). Perselisihan mereka (terutama dalam masalah al-jarh wat-ta’dil) adalah perselisihan tentang jenis kesalahan tertentu yang telah dilakukan oleh seorang ulama apakah cukup membuatnya keluar dari lingkaran Ahlus-Sunnah atau tidak ? Jika perselisihannya adalah dalam perkara ini, maka tidak seharusnya menjadi sebab tafaarruq di kalangan Ahlus-Sunnah !!
Semoga kita terhindar dari berbagai macam fitnah dan bukan termasuk orang yang menjadikan fitnah yang ada bertambah besar. Hanya kepada Allah lah kita mengadu dan memohon pertolongan. Wallaahu a’lam
Sungguh indah ungkapan Imam Malik:
????? ??? ???
“Apa-apa yang (dilakukan) karena Allah akan langgeng …
Maka insya Allah hanya dakwah yang mengharapkan ridho Allah lah yang akan langgeng selama-lamanya.
http://salehlove87.jeeran.com/archive/2008/3/509052.html
Saya baru2 ini knal dan ngaji salaf. Awalnya lewat teman. Kini dia lebih cinta berziarah ke makam para wali9. Padahal dia ngaji bersama ustadz2.
Ustadz kini hub. saya dan teman2 yang dulu dikenalkan oleh teman saya sangat jauh, seakan perbedaan antara siang dan malam. Kalo yg ngaji (murid) nya saja sudah begitu tajam, bagaimana dgn ustadz2 sebagai guru yg mengajarkanya. Apakah ada yg salah? Apakah memang sudah tidak bisa di persatukan?
assalamu alaikum..mohon bantuan untuk bahan makalah tentang korupsi yang merajalela di negara ini.bukankah itu sudah dikabarkan nabi akibat dari meninggalkan agama.syukron
assalamu’alaikum kita turut prihatin dgn kejadian tsb ana nasehatkan pada ikhwan-ikhwan yang masih merasa bingung bahwa dakwah salafiyah sudah jelas dan dakwah sururiyah juga sudah jelas maka bandingkanlah jika kita mendatangi sebuah kajian yang mendakwahkan dakwah salafiyah maka telitilah adakah pernyataan yang mendakwahkan dakwah sururiyah???????????
jika terbukti memang ada maka rujuk pada kebenaran adalah kemuliaan
dan jika tidak terbukti maka sibukkanlah dirimu dengan ilmu
pesan terakhir : “kenalilah kebenaran engkau akan tahu siapa saja yang
menempuhnya”
wassalamu’alaikum
Assalamu’alaykum. . .
Ustadz, ‘afwan sebelumnya, ana ngaji di dua tempat, yang satu di tempat yang dikatakan surury dan yang satunya di tmpt yang di blg mereka keras. Tapi alhamdulillah selama ana ikt di tmpt yang diblg keras itu ana tdk menemukan kekarasan. Juga ana menemukan perbadaan yang sangat mencolok, yaitu ditmpt yang diblg keras itu pakaian peserta kajian yg dtg berbeda dengan kajian yg disbut surury, di kajian yg dsbt surury ana jarang melihat orang yang berjubah atau memakai imamah, bahkan ada yang shalat memamakai celana, yg sering dsbt pantalon.
Mohon penjelasannya ustadz, karena saya skrg tinggal di dkt pondok yg dblg surury itu, dan saya telah bnyk mengamati akan hal itu, barakallahu fiikum
assalamualaikum….
ana yg gak tau menahu urusan inipun kena getahnya, ustadz……
Ana pun dituduh sururi, hanya karena ana tidak deket dengan ikhwan2 yg sering menuduh sururi itu…..
Apa pula ini ustadz…??
%$%$$*&(*)(_&&^%$#*)(+_)+_
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bersabar dan mintalah pahala dari hal itu
Assalamu’alaikum
sebenarnya saya tidak mau mikir yang ruwet-ruwet dengan adanya fitnah ini sebagaimana nasehat ustadz-ustadz yang saya baca di internet untuk tidak menyibukkan diri dengan perdebatan yang tidak dipahami orang awam seperti saya ini, cuma beberapa waktu lalu saya melihat di bukutamu yang membuat saya gak enak di sebuah situs resmi “yang pengelolanya sangat anti dengan orang yang “dituduh sururi”" dan saya hanya ingin menasehatkan di bukutamu untuk pengelolanya sebagaimana nasehat untuk pengelola web agar lebih hati-hati dari Syeikh Robi’ yang pernah saya baca di beberapa situs, akan tetapi dijawab dengan fatwa syeikh Robi’ tentang sebuah Yayasan yang sangat mereka benci dan mungkin saya dianggap sangat fanatik dengan yayasan tersebut, yang saya sayangkan sebenarnya mereka langsung menyebut nama dengan judul “bongkar kedok si ini dan si itu”, padahal yang saya baca tulisan-tulisan ustadz-ustadz yang mereka bilang punya kedok jahat yang ditulis adalah ini qur’an ini sunnah ini bid’ah dengan dalil kalaupun punya kesalahan saya yakin seyakin yakinnya tidak ada orang yang ma’shum di zaman ini dan anehnya para ustad penanggung jawab situs tersebut membiarkan, yah… mungkin itu yang bisa saya sampaikan… semoga menjadi pelajaran bagi saya dan yang lain. semoga Allah mengampuni saya…
Assalamu’alaykum. . .
afwan,saya mau tanya,apakah dibenarkan kita menggunakan pernyataan sbb berikut;
“biarlah waktu yang akan membuktikan kebenarannya.”
kenapa tidak “biarlah Allah subhanahu wa ta ‘ala yang akan membuktikan kebenarannya.”
mohon sekali penjelasannya.
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
mungkin maksud ustadz adalah seiring berjalannya waktu,Alloh subhanahu wata’ala yang akan membuktikan kebenarannya,waLlohu a’lam.
assalamualaikum…
kalo majalah qiblati termasuk salaf yg mana ya????krn saya dengar ada yg mengatakan majalah tsb memuat hadist2 dhoif djadikan hujjah.
tp kl dr bahasannya cukup menarik dan dalil2 yg dimuat juga shohih
Ahalussunah itu siapa saja yang mengikuti Sunnah Nabi dan Sunnah Sahabat meskipun dia sendirian, berbeda tempat dan negeri dengan yang lain, berbeda kelompok maupun organisasi maupun negara.
Assalaamu,alaikum. Masalah tahdzir tntang as sofwah ada kaset rkaman antara ust. Abu haidar dgn muhammad umar as sewed. Ana pikir itu sudah jadi bukti bhwa tuduhan surury yg dialamatkan pd ustadz2 kita adalah tnpa bukti. Mungkin antum jg sudah pernah mendengar rekaman ini. Stlah itu ust. Abu haidar membri pernyataan sikap thd umar sewed
Jazakallaahu Khoiron.
Allahu Ta`ala A`lam.
semoga kita ditunjukiNya jalan yang lurus.
dan semoga kita diberi ilmu dan kesabaran dalam menghadapi fitnah.
Amin.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Masalah tahdzir ini sudah memakan banyak korban, terutama ikhwan-ikhwan yang baru mengenal salaf, sehingga mereka terpengaruh dan ikut ke dalam kelompok mereka,
Ada blog yang mudah-mudahan dengan blog ini ada sedikit pencerahan mengenai fitnah ini,
Blog itu adalah http://www.satusalafy.wordpress.com,
Kebetulan ana adalah salahsatu kontributornya,
Sedangkan admin yang satunya adalah ikhwan yang ngaji ke mereka, yang menginginkan terjadinya islah, tapi belum berani untuk mengenalkan identitasnya, karena situasi tidak memungkinkan, yaitu resikonya si ikhwan tersebut bisa-bisa langsung ditahdzir/di hajr, karena ikhwan tersebut berada di lingkungan yang ustadz-ustadznya memang menyikapi dengan sikap yang keras terhadap tertuduh sururi… yang berhubungan dengan atturats,
Ana juga minta pendapat ustadz tentang blog tersebut…
Jazakallahu khairan
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Bismillah,
sesungguhnya kebenaran itu tidak samar,siapa surury siapa salafy telah jelas.
Bermudah-mudah dalam sunnah rosulullah,adalah ciri golongan yang hizbi.
Maka barang siapa mengambil rukhsoh setiap ulama,maka akan terkumpul pada dirinya seluruh kejahatan,Na’udzubillahi min dzalik.
Barakallohu fiikum
setelah sekian lama mengamati ternyata yang menuduh sururi itulah yang sifat-sifatnya mirip dgn sururi,
adapun yg dituduh sururi alhamdulillah tidak merobah hakekatnya yg insya’Allah adalah tetap ahlussunnah wal jama’ah,
biarkan guguk menggonggong yg penting dakwah sunnah jalan terus
Silakan berkomentar
Konsultasi Syariah
Ada seorang anak yang sudah baligh, yang dulunya anak tersebut oleh orang tuanya belum diaqiqahi, kemudian setelah baligh orang tuanya ingin mengaqiqahi. Apakah hal ini diperbolehkan dalam syariat Islam? Kemudian apakah hukumnya wajib bagi orang tua untuk mengaqiqahi anaknya?
Quiz
Jawaban yang benar adalah: Umar bin Khathab Radhiallahu’ahu
Jawaban pertama yang paling benar dijawab oleh: Abu Luthfi, Komplek Departemen Agama, Jl. Walisongo I Blok D No. 3, Ds. Pabuaran, KEc. Bojonggede, Kab.Bogor
Tulisan Terbaru
Konsultasi Online
Layanan NewsLetter
Kategori
Radio Islami
Pasang radiobox ini di blog anda!
Keluarkan radiobox (pop up)
Banyak Dibaca
Tags
Komentar
Diperbolehkan untuk mengambil dan menyebarkan artikel di website ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyyah juga mencantumkan sumbernya

Situs ustadzKholid.com dibuat oleh Kang Aswad dengan theme Arthemia | Log in