search
top

Orang Tua Tak Merestui Hubungan Kami

Ustadz, Saya sedang bimbang, karena orang tua tidak menyukai lelaki pilihan saya, dengan alasan secara fisik tidak pantas bersanding dengan saya. Saya diminta putus padahal sudah 7 tahun saya jalani. Perlu diketahui, pasangan saya bertubuh sangat kurus dan berkulit hitam, namun dia sudah bekerja dan beragama muslim. Apa yg harus saya lakukan ustad?

Terima Kasih.

Seorang Muslimah
Alamat: Surabaya
Email: aldya_xxxxx@yahoo.com

Ustadz Musyaffa Ad Darini, Lc. menjawab:

Pertama: Ukhti… Perlu kita ingat kembali bahwa hukum wanita menjalin hubungan dengan laki-laki yang bukan mahrom (pacaran) adalah haram, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama. Allah Ta’ala berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

Dan janganlah kalian mendekati zina, karena ia merupakan suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk“. (QS. Al-Isra’: 32)

Ayat ini melarang dan mengharamkan kita untuk mendekati zina, apapun bentuknya. Dan diantara bentuk perbuatan mendekati zina adalah pacaran.

Ingat pula sabda Nabi -Shallallahu’alaihi Wasallam-:

?? ???? ??? ??? ??? ??? ??? ?? ?????? ???? ??? ?? ?????? ???? ????? ?????? ???? ?????? ??????? ?????? ???? ??????? ?????? ?????? ??? ??? ???????? (???? ??????? 6243, ????? 2657)

Sesungguhnya Alloh mentakdirkan untuk anak adam, bagian zina yang ia pasti akan melakukannya. Maka zinanya mata adalah melihat, zinanya lisan adalah dengan bertutur kata, dan hatinya berangan-angan dan menyenangi sesuatu. Sedang kemaluannya, bisa jadi ia menuruti semua itu, dan bisa juga ia tidak menurutinya”. (HR. Bukhari no.6243, Muslim no.2657)

??? ???? ?? ??? ????? ????? ?? ???? ??? ?? ?? ?? ??? ????? ?? ??? ?? (???? ???????? ????? ???????? ?? ??????? 226)

Andai saja kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan penusuk dari besi, itu lebih baik bagi dia, daripada memegang wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Thabarani, dan di-shahih-kan oleh Albani dalam Silsilah Shahihah, hadits no: 226)

Dan Islam tidak melarang sesuatu, kecuali karena adanya banyak mafsadah di dalamnya, atau mafsadah-nya lebih besar dari pada manfaatnya. Baik mafsadah itu kita rasakan langsung atau tidak.

Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada Alloh dan bertaubatlah, karena Rasul -Shallallahu’alaihi Wasallam- juga bersabda:

?? ??? ??? ????? ???? ???????? ???????? (???? ??????? 2499, ????? ????????)

Setiap anak adam itu banyak salahnya, dan sebaik-baik orang yang banyak salahnya itu mereka yang banyak taubatnya”. (HR. Tirmidzi: 2499, dan di-hasan-kan oleh Al Albani)

Kedua: Jangan kita lupakan pula, bahwa kita terlahir di dunia, -dari bayi yang tidak tahu apa-apa, hingga dewasa sehingga kaya ilmu-, adalah atas jasa orang tua kita. Oleh karena itulah Islam sangat menekankan masalah berbakti kepada orang tua, membahagiakan mereka, dan tidak durhaka pada mereka. Bahkan Nabi -Shallallahu’Alaihi Wasallam- bersabda:

??? ???? ?? ??? ???????? ???? ???? ?? ??? ????????

Keridhaan Allah itu terletak pada keridhaan kedua orang tua, dan (sebaliknya) kemurkaaan Allah (juga) terletak pada kemurkaan kedua orang tua“.

Apalagi, kita juga nantinya akan menjadi orang tua bagi anak-anak kita, bukankah ketika itu, kita juga ingin agar anak kita berbakti pada kita, membahagiakan kita, dan tidak mendurhakai kita?! Jika kita nantinya ingin seperti ini, maka hendaklah sekarang kita melakukannya untuk orang tua kita, karena balasan sesuatu itu sesuai dengan amalan yang kita lakukan. (fal jaza’u min jinsil amal)

Ketiga: Islam sangatlah menghormati wanita, dan melindunginya dari segala sesuatu yang merugikan dan membahayakannya. Oleh karena itulah, ia tidak boleh menikah kecuali dengan izin dari walinya, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu’alaihi Wasallam-:

???? ????? ???? ???? ??? ????? ??????? ????

Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batal (tidak sah)”

Dan jika bapak anti masih ada, beliaulah yang harus menjadi wali. Maka bagaimana anti akan menikah dengan sah, jika bapak anti tidak mengizinkannya?!

Keempat: Keputusan menikah adalah keputusan yang sangat besar dalam perjalanan hidup anti, dan konsekuensinya akan anti rasakan seumur hidup. Oleh karena itu, hendaklah ekstra hati-hati dalam menghadapi masalah ini. Bertukar pendapatlah dengan orang yang paling berhak dijadikan rujukan, yakni orang tua kita. Biasanya mereka lebih jernih dalam melihat keadaan dari pada kita, karena mereka lebih pengalaman dalam mengarungi kehidupan, dan lebih matang pikirannya. Tentunya keputusan yang diambil dari kesepakatan antara kita dengan mereka, itu lebih baik dan lebih matang dari pada keputusan dari satu pihak saja.

Ditambah lagi, jika kita menjalani suatu keputusan atas restu dari orang tua, tentunya mereka akan selalu mendoakan kebaikan bagi kita, dan tidak diragukan lagi, doa mereka akan sangat mustajab dan menjadikan hidup kita penuh berkah, tentram, dan bahagia dunia akhirat.

Kelima: Cobalah membayangkan jika anti berada di posisi orang tua, mungkin anti juga akan mengambil langkah yang sama. Karena seringkali orang tua lebih menghargai anaknya, dari pada kita sendiri. Oleh karena itu, mungkin orang tua merasa tidak pantas anaknya mendapatkan orang yang kurang memenuhi standar dalam pandangannya. Disinilah pentingnya komunikasi, tukar pendapat, dan saling memberi informasi.

Keenam: Ingat pula sabda Nabi -Shallallahu alaihi Wasallam- tentang pentingnya agama calon kita, tentunya orang yang agamanya kuat, lebih kita dahulukan dari pada orang yang agamanya lemah, karena orang yang agamanya kuat, akan lebih mengetahui hak dan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.

Ketujuh: mungkin solusi berikut bisa menjadi pertimbangan anti:

  • Adakan komunikasi yang lebih baik dan lebih terbuka dengan orang tua.
  • Jelaskan alasan yang mendasari langkah anti, dan kelebihan yang ada pada pilihan anti.
  • Jelaskan kerugian yang timbul, jika anti meninggalkan pilihan anti.
  • Jika satu kesempatan tidak cukup, teruslah komunikasi dalam kesempatan-kesempatan lainnya.
  • Mungkin orang tua ada pandangan lain, cobalah untuk menjajakinya
  • Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Alloh, terutama ketika sujud dalam sholat, dan ketika sepertiga malam terakhir, agar dimudahkan urusan anti, dan diberikan solusi terbaik.
  • Jangan lupa juga untuk sholat istikhoroh, dan memohon petunjuk Alloh, apakah calon anti itu baik bagi masa depan anti di dunia dan akhirat, atau tidak?… Karena hanya Dia-lah yang maha mengetahui apa yang tersembunyi dari hambanya… Petunjuk dari sholat istikhoroh, tidak harus berupa mimpi, tapi bisa juga dengan perasaan hati, atau yang lainnya.

Pesan terakhir, ingatlah selalu dan jangan sampai lupa, bahwa langkah untuk menikah adalah langkah besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita melangkah, kecuali semuanya sudah clear, serta orang tua setuju dan merestui langkah besar ini…

Sekian… Mohon ma’af bila ada kata yang kurang berkenan… Semoga anti bisa tabah dan sabar dalam menghadapi masalah ini… Dan diberikan taufiq oleh Alloh untuk meraih yang terbaik bagi anti, di dunia ini hingga di akhirat nanti… amin.

Dari hamba yang sangat membutuhkan maghfiroh dari-Nya, Musyaffa’ ad-Dariny

Penulis: Ustadz Musyaffa Ad Darini, Lc.
Artikel UstadzKholid.Com

No related posts.

37 Responses to “Orang Tua Tak Merestui Hubungan Kami”

  1. eko says:

    assalamualaikum
    pak saya mau tanya. nama saya eko umur 26 saya sudah pacaran 7 tahun tetap pada saat saya mau ngelamar pacar saya ayah pavar saya tidak memperbolehkan jika saya menikah dengananaknya dengan alasan adat jawa. tetapi ibunya merestui kami. apa yang harus saya lakukan pak ustad? apakah saya harus menghamili pacar saya dulu baru bisa dpat restu?
    wasalamualaikum

  2. #Eko
    Hendaknya anda takut kepada Allah. Coba baca artikel di atas dengan baik, Insya Allah ada solusinya.

  3. Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    @ eko, janganlah saudara tambahkan kesalahan yg sdh dilakukan selama 7 tahun dengan perbuatan nista yg namanya zina, apalagi sampai hamil. Berapa banyak konsekwensi dan implikasi buruk yg akan menimpa saudara, wanita dan anak yg akan lahir nantinya bila telah hamil diluar nikah.
    Maka cobalah bersama keluarga yg telah setuju melakukan lobi ke bapak tsb agar mau merestui pernikahan dan menyudahi pacaran yg sdh saudara lakukan tsb.
    Ingat jodoh ditangan Allah bila belum berjodoh apapun usaha anda belum tentu menghasilkan seperti yg anda inginkan. Berapa banyak orang yg sdh tinggal mengucapkan ijab qabul yg gagal dgn sebab tertentu.
    Tidak boleh tujuan menghalalkan segala cara.
    Insya Allah dgn ketakwaan saudara Allah akan memudahkan urusan dan kesulitan yang ada. Belajarlah kembali syariat islam dgn benar akan saudara dapatkan keindahan dan kebahagian disana.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  4. yue says:

    bismillah,afwan ustadz ana mau tanya apabila datang seorang ikhwan yg ana ketahui agamanya baik tapi pihak orang tua ana menolak ikhwan itu dengan alasan ikhwan tersebut lulusan pondok,ana terpaksa memutuskan lamaran ikhwan tersebut karena orang tua ana sangat marah,ana takut akan terjadi fitnah setelah gagal proses dengan alasan yang sangat sepele orang tua ana bilang laki2 tu pasti teroris,ana minta pendapat dari ustadz.jazakumulloh khoiron katsiron

  5. Hamba Allah says:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    Afwan, ana pengen nanya sesuatu…
    Begini,Ana punya teman seorang ikhwan yang sudah ingin nikah. Makanya dia nyari akhwat yang sesuai pilihan hatinya, yang menutup aurat dengan sempurna (bercadar). Tapi ketika dia menyampaikan keepada orang tuanya, ibunya tidak setuju, karena ternyata ibu sudah memiliki calon buat si ikhwan, sebenarnya calon yang dipilihkan ibunya juga berjilbab tapi belum sesuai syariat (jilbab gaul).
    Pertanyaan ana, apakah ikhwan tersebut durhaka jika menentang ibunya dan tetap memilih akhwat pilihan hatinya? Atau apakah ikhwan tersebut harus menerima permintaan ibunya, dengan alasan ridho Allah terletak pada ridho orang tua? Atau ustads punya saran yang lebih baik? Si ikhwan insyaAllah sudah sering istikarah, tapi belum ditampakkan jawaban yang terbaik..
    Ana juga memohon agar ikhwan tersebut dido’akan agar diberikan yang terbaik…
    Atas penjelasannya dan do’anya, ana ucapkan jazakallah khaer…
    Jazakallah khaer sbelum n sesudahx.

  6. abu faruq says:

    Assalamu’alaikum ustadz..

    1)ana mau nanya, gimana adab-adab ta’aruf?

    2)ana mau melamar seorang akhwat. bolehkah ana menggunakan perantara sahabat ana (lelaki) yang belum menikah kerana ana nggak tau gimana lagi caranya mau sampaikan hajat pada akhwat tersebut memandangkan ana tidak kenal kaum kerabat akhwat tersebut.

    3) bolehkah hadis dimana Rasulullah mengutus hathib bin ali baltaah r.a utk melamar Ummul Mu’minin Ummu Salamah dijadikan dalil bagi perbuatan ana dalam melamar akhwat tersebut?
    namun ana musykil ttg syarah hadis di atas…bisa utk janda sahaja kah? ana mau melamar anak gadis…jadi bisa nggak ana guna hadis t’sebut?

    jazakallah ustadz

  7. GaL says:

    Sebenarnya dalam islam kriteria seperti apa yang mendasar untuk memilih pasangan hidup?
    Bagaimana kalau ORTU tidak merestui niat pasangan untuk menikah, dikarenakan alasan latar belakang calon yg laki-laki. (si laki-laki memiliki Ibu yang gagal berumah tangga dua kali -bercerai)

    Calon laki-laki sangat mandiri, mampu hidup meski ibunya single parent, punya pendidikan baik, dan pekerjaan mapan.

    Bagaimana mengambil jalan tengah untuk menjelaskan ke ORTU perempuan?agar dibukakan pikirannya dan bisa menerima hingga merestui?

  8. Abdullah salim says:

    Assalamu’alaikum ustadz,ana prnh dcintai seorang wanita janda muda punya anak satu,krna ana kasihan melihat keadaan ekonomi dia yg miskin dan dia sudah tak memiliki orang tua,ana bersedia untuk menikahinya,tapi orang tua ana dan saudara2 ana tdk setuju semua.Apa yg hrs ana lakukan ustadz?syukron.

  9. roohman says:

    pak,,,uztad

  10. putra wibisono says:

    pak ustad….atau syapapun….aq putra 25th,aq pacaran ma elisa udah 1th,krn aq melihat secara lahir&bathin aq siap,aq udah putuskan klo aq mau menikahi pasangan saya,tapi orang tua ngag merestui hanya gara2 dia adalah karyawan saya…tapi saya sangat sayang ma dia…walau dia cuma seorang karyawan tp di sangatlah mengerti dengan saya..&bisa menerima semua kekurangan saya…saya pingen bantuan bapak agar bgaimana caranya orang tua saya bisa menerima pasangan saya..amin.
    tolong bantu saya….klo sampai january orang tua tetep ngag menyutujui hanya satu yg bisa saya lakukan….pergi meninggalkan rumah&tempat usahaq….untuk bekerja di teman saya,diluar negeri..sampai saatnya tiba aq akan menikahi dia -+nya satu taun lagi,walau tanpa restu orang tua….ini adalah seriuz…..tolong beri saya solusi yang terbaik.mksh

  11. vonny says:

    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….ustadz saya mau tanya saya punya pacar yang usiananya jauh diatas saya,dia baik,sholeh,tanggung jawab,dan mapan,kami sudah berpacaran hampir 2 tahun,tapi sayangnya orang tua pacar saya tidak merestui hubungan kami dengan alasan sodara saya lebih banyak dari pada sodara pacar saya,tapi kalau dari ortu saya menyetujuinya,segala cara udah saya lakukan tapi tidak ada hasilnya,
    yang ingin saya tanyakan:
    1.apa yang harus saya lakukan untuk meluluhkan hati orang tua pacar saya,?
    2.sholat dan doa apa untuk membuka pintu hati mereka?
    3.berupa apakah setelah saya melakukan sholat dan doa tersebut?

  12. hotman says:

    ustadz,sy sedang bimbang,Karena orang tua mengiginkan sy untuk menikahi seorang perempuan pilihan mereka,tp sy suka pd seorang perempuan,bagi sy Dia perempuan yg baik,rajin sholat,berakhlak baik dan dia selalu menggunakan kerudung setiap keluar rumah,dan setiap hari kamis ibunya selalu ikut Pengajian.
    padahal perempuan yg saya sukai ini sudah kerja sebagai perawat,dan sy jg Kerja sebagai anggota POLISI. Dan sy memilih dia karena ALLAH…dan yg pasti,sy ingin memantapkan AGAMA saya dan juga sunnah Rosulullah.
    yg jadi pertanyaan sy ” Apakah sy dosa,kalo seandainya sy tidak memilih perempuan pilihan kedua Orang tua sy ini “

  13. Riki says:

    Assalamu Alaikum Wr.Wb
    Sebelumnya saya Mohon Ampun Kepada Allah SWT atas dosa besar yg telah saya lakukan selama ini.

    saya punya persoalan yg amat pelik yg selalu menghantui hari-hari saya selama beberapa bulan ini, kalau saya bisa katakan ini merupakan petakabuat saya dan Mudah2an Allah mengampuni dosa kami berdua.

    Saya mempunyai pacar seorang janda yg tidak beranak, setahun lebih kamu pacaran, yg lebih parah lagi, baru ketemu dan kenal 3 hari saya dengan beraninya berbuat Zina dengannya, dan hampir setiap ada kesempatan saya melakukan nafsu syetan saya dengan dia walau kadang ia menolaknya namun saya tetap melakukannya…

    Persoalan saya yg saya sangat perlukan jawaban dari Ustad yang mulia adalah :
    1. Saya ada niat memperistrinya dan dia sudah sangat berharap saya perisitri, dia melakukan zina dengan saya karena alasan percaya dengan saya akan memperistinya kelak, dan saya juga demikian, namun begitu saya menyampaikan niat saya itu kepda ibu saya, kontan ibu dan keluarga besar saya menolak dengan alasan janda, dan lain2.
    2. Pacar saya sering menangis dan terus berharap menjadi istri saya karena alasan desakan orang tua yg sudah tua, walau kedua orang tua kami masing2 tidak mengetahui perbuatan zina kami ini.
    3. Ibu saya mengultimatum, jika saya ttp menikah dengannya saya tidak akan direstui selamanya dan jangan pernah hubungi dia lagi, dan saya tidak mau hal itu terjadi karena akan menjadi anak durhaka.

    Pertanyaan saya, wajibkah saya menikahinya pak Ustad?
    Manakah yg saya utamakan, perintah orang tua saya untuk menikahi wanita pilihan orang tua saya atau tetap menikahinya?
    Manakah kewajiban yang utama bagi saya, bertanggung jawab atas wanita itu atau perintah ibu saya.

    Saya sudah sudah berusaha berniat untuk bertaubat kepada Allah…

  14. yatno says:

    Assalamu’alaikum ustadz, Ustad jangan menyarankan kita harus taat sama orang tua aja…tapi harus dilihat maunya orang tua benar atau tidak dulu baru kita ikuti. Tidak turut sama orang tua bukan berarti kita durhaka kalau kemauan ortu tidak sesuai ajaran Islam/syareat. tapi tetap harus hormat karena gimana pun dia ortu.

  15. syifa says:

    pak saya mau tanya,knapa saya tidak di perbolehkan pacaran?

    padahal sayyah pngend sprti tmn”seusia sayyah yg sudah boleh pacaran

  16. doni says:

    menurut ajaran agama islam bagaimana ustad bila kedua calon mempelai bnr2 suka niat baik bina keluarga,tetapi orang tua tdk merestui,dosakah orang tua trs?selain dr pandangan agama,mnurut hkum indonesia anak jg mempunyai hak untuk memilih pasangan hdup,ustad adakah amalan ilmu yang ampuh agar orang tua cepat merestui trs saya bs lekas menikah,krn niat qt baik,membina keluarga yg sakinah mawaddah warohma

  17. aisyah says:

    Assalamu’alaikum ustadz. Usia ana skrg 30 thn, ibu ana tidak merestui ana menikah dgn alasan calon ana berasal dari keluarga miskin, tidak satu suku dan juga bukan pekerja kantoran tp calon ana orgnya alim dan juga kuliah sambil kerja part time ngajar Bhs Arab. Ana takut jika ana menolak akan terjadi bencana dikemudian hari. Ibu ana pernah bilang jika tetap memaksa akan tetap dinikahkan tp tidak boleh bertemu ibu lg seumur hidup. Keinginan ana untuk menikah sgt bsr. Menurut Ustadz gmn? Berdosakah ana jika tetap menikah tetapi tetap menjaga hub baik dgn orgtua?

  18. azlan says:

    @ all – pertanyaan yg diajukan pada dasarnya sama dgn pertanyaan yg sdh djwb oleh ustadz hafidhallohuma. Kenapa kita tdk mengambil pelajaran dari situ?

  19. marisa says:

    assalammualikum ustadz kholid,
    saya marisa,
    saya ingin tanya ustadz,
    apakah allah akan menakdirkan kta berjodoh dengan yang beda agama?
    karena saya dekat dengan laki2 kristen yang menurut teman2 saya dan saya pun merasakan kalau pertemuan saya antara laki2 non muslim itu sangat kebetulan dan menakjubkan, saya tidak pernah merasakan pertemuan dengan laki2 lain seperti pertemuan saya dengan laki2 kristen tersebut, saya juga merasa getaran yang ada di hati saya waktu saya pertama kali bertemu dengan laki2 itu dan begitu pun laki2 itu juga merasakan sesuatu yang tidak peranh dirasakannya ketika bertemu dengan saya, dan pada saat bertemu saya belum tau kalau laki2 itu non muslim, apa yang harus saya lakukan ustadz? saya sudah mencoba untuk mengenalkannya kepada agama islam namun laki2 itu tidak tertarik sepertinya, saya sudah mencoba juga untuk meninggalkannya berkali2, namun laki2 itu selalu datang lagi di hidup saya ustadz, saya tidak ingin allah cemburu karena hubungan kami ini ustadz, mohonn beri saya bimbingan ustadz, saya sangat ingin melupakan nya, sukron ustadz,,,

  20. riri says:

    Assalamu’alaykum,

    Alhamdulillah, terima kasih karena sudah memberikan pencerahan sbg pengingat dan peringatan bagi kita semua. ana hanya ingin memberikan sedikit pandangan bahwa memang sungguh anak2 yang lahir dan dibesarkan oleh orang tua yg beriman dan baik tingkat ketakwaannya mesti banyak2 bersyukur.. karena dalam kenyataannya tidak semua anak dianugerahkan kebaikan yg demikian. banyak anak2 (mukallaf dan berilmu) yang menuju kearah keshalihan tapi sungguh kesulitan dalam hijrahnya dikarenakan masih bergantungnya mereka pada keputusan, penguasaan dan keinginan orang tua yg tidak se-pandangan/se-prinsip (mis. anak menolak pacaran, tp ortu malah menyetujui, sampai masalah nafkah yg lbh dipentingkan utk dicari daripada beramar ma’ruf, dsb.). mohon sangat kiranya agar ulama dapat memperhatikan hal tsb. agar kefasikan dan kezaliman itu tidak menjadi sesuatu yg tersistematis dan mendarah daging. sungguh benar orang tua harus diikuti dan disyukuri, namun dlm sejarah manusia, orang tua pun banyak yg berseberangan aqidah dan tidak luput dari salah dan dosa. sungguh sangat kasihan dgn anak2 yg terjebak dalam dilema besar antara keinginan utk senantiasa berbakti tapi dilain sisi juga ingin menjadi hamba yg diridhoi-Nya. faghfirlii… semoga Allah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya bagi kita semua serta menguatkan kita dalam kesabaran. wallahu a’lam.

  21. aris says:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    pak ustad….mohon pertanyaan dari rekan rekan tadi diberi pencerahan.
    karena di sekitarku buanyak banget masalah seperti yang rekan rekan tanyakan.
    dan gimana dengan orangtua yang egois?????
    bukan bermaksud ingin menang sich…tapi jaman sekarang sifat orang tua memang semakin lucu…malah kadang g mungkin menuruti kemauannya..bagaimana tu coba???????
    sekian.maaf atas kelancangannya???pencerahannya sangat ditunggu.
    wassalamu’alaikum wr.wb.

  22. qurota ayyun says:

    assalamualaikum ..
    Ustadz, saya ingin bertanya ..
    Saya punya mantan pacar yg keluaran pesantren juga seperti saya tapi saya hanya 3tahun sdangkan ia selama 6 tahun, kami pernah berpacaran selama 2 tahun .. Tiba2 ia memutuskan hubungan dg alasan tidak ingin berdosa karna pacaran dan ia bilang berulang kali ingin bertobat.. Saya hargai kenginannya padahal waktu itu saya belum bsa mengiklasankannya, Baru putus 3 hari ia malah berpacaran dg wanita yg tidak berjilbab dan umurnya 5 thun lebih tua darinya ..
    Yg saya ingin tanyakan, bukankah ia berdosa karna berpacaran dg wanita yg tdak berjilbab padahal ia tau agama? Bukankah ia berdosa karna membohongi saya dg alasan bertobat?
    Sampai sekarang pun saya bingung lihat hubungannya di facebook, karna menurut saya pcaran.a sama saja seperti yg lain, sering berboncengan motor dll.. Tetapi kalau saya bahas ia marah dan sampai skg ia menghindar dg alasan pacarnya marah krna smsan dg saya.. Tapi alhamdulillah saya sudah ikhlas tapi saja saya tdak suka dg caranya seperti itu kpada saya..
    Trimakasih ustadz..
    Wassalamualaikum..

  23. andri prasetanyo says:

    assalamualaikum wr wb
    nama saya andri laki-laki usia 22 tahun,,
    saya sudah berkerja,saya no 3 dr 4 bersaudara.saya ingin tanya ustadz saya ingin nikah dengan pacar saya.saya jalani hubungan sudah 3 bulan
    saya juga sudah tunangan dengan dia,
    tapi dari pihak orang tua saya masih belom iklas melepas saya untuk menikah.sedangkan orang tua dr pihak perempuan sudah menanyakan untuk hari akad nikah nya,orang tua saya berharap saya nikah d usia 24 tahun sedangkan saya berusia 22 tahun,saya sudah mapan untuk jalani nikah,dan saya juga masih sangat bersedia membantu orang tua saya,colon mertua saya juga siap membantu hidup saya dmn klo masih ada kurangnya d kehidupan kami nanti,
    bagaimana saya meyakinkan orang tua saya untuk nikah??
    Kami sudah saling mencintai,saya tidak mau terbelenggu,,,dan saya tidak mau nikah saya tidak jadi krn hubungan keluarga dgn pacar saya sudah seperti keluarga saya sendiri,,
    tolong di bantu saya ustadz

    • kholid says:

      wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
      buktikan dengan sesuatu yang real kepada orang tua bahwa saudara sudah mampu berumah tangga. kami berdoa semoga ALlah membukakan mata hati orang tua saudara untuk merestui pernikahan yang saudara harapkan tersebut. wabillahittaufiq

  24. lithree says:

    allhamdulillah ustad atas masukannya
    tapi sedikit saya mau tanyakan ustad ,gimana bila orang tua tidak merestui pernikahan anaknya hanya dengan alasan beda suku,apakah itu disar’i secara Agama, misalnya saya tetap harus nikah meski ortu tak merestui tujuan saya tetap nikah satu supaya saya tidak terjerumus kedalam zina dan saya tidak memutus tali silaturrahim yang memutuskan talisilaturramih ortu tsb kami menikah dengan wali hakim itu gimana ustad,sedangkan didalam surat albaqarah ayat 232 di jelaskan yang artinya jaganlah kamu(Para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya,apabli telah dapat kerelaan diantara mereka dengan cara makruf.itulah yang dinasehatkan orang-orang beriman diantara kamu kepada allah dan hari kemudian.itu lebih baik bagimu dan lebih suci ALLAH mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.
    mohon bimbinganya ustad trimakasih wasssalam

    • kholid says:

      wa’alaikumussalam
      apabila orang tua tdk merestui tanpa alasan yang dibenarkan maka perwalian bisa dipindahkan kepada wali yang agak jauh seperti kakek atau yang lainnya. saudara bisa mengajukan hal tersebut kepada pengadilan agama atau yang berkompeten dalam hal ini untuk diselesaikan persengketaan masalah pernikahan tersebut sehingga perwalian dipindahkan ke wali lainnya.

  25. rara says:

    Assalamu’alaykum ustad.

    ana seorang akhwat yg saat ini sedang ta’aruf dengan seorang ikhwan. alhamdulillah ikhwan ini pengikut sunnah dan cukup aktif ikut kajian salafi. ikhwan tsb sudah datang kerumah dan bertemu orang tua dan keluarga ana.keluarga setuju untuk melanjutkan proses ta’aruf tsb. namun,suatu hari diketahui bahwa ikhwan ini telah berbohong kpd keluarga ana mengenai kakak laki-laki nya. ia mengatakan bahwa kakak nya tsb sudah menikah dan memiliki 2 anak.namun kenyataannya kakaknya itu blm menikah. ketika si ikhwan diklarifikasi mengenai hal ini ia mengakui kebohongannya dan mengatakan bahwa alasannya berbohong adalah takut jika nanti orang tua ana bertanya perihal mengapa kakak nya tsb belum menikah (padahal sudah cukup umur) sehingga ia berfikiran hal ini dapat menghambat proses ta’aruf. orang tua ana marah atas kebohongan ikhwan ini. namun ortu ana menyerahkan keputusannya kpd ana,apakah masih ingin dilanjutkan atau di stop. keputusan apa yang harus ana ambil ustad? ana bingung,karena ana sudah merasa yakin dngn ikhwan ini. namun disatu sisi ana kecewa atas keberaniannnya membohongi keluarga ana dgn alasan yg tidak dapat diterima. ikhwan ini sudah memohon maaf dan sangat menyesali tindakan brbohongnya itu, ia menyesal mengapa harus berbohong dan tdk berfikir panjang. afwan jika kepanjangan ustad. ana bnr2 bingung untuk mengambil keputusan.
    syukran ustad, barakallahu fiik

  26. vian says:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    ustadz saya pnya pasangan dia wanita muslimah,baik hati,tapi memang dia dari keluarga yg kurng mampu,, keluarga besar hamba dan orang tua tdak ska krna dya tdk sprt yg mrka ingn,yg berharta,cantik dsb. mrka tdk ska krna almarrhum ayh’y dlu bkas pemabuk tp ayh’y baik dan saya kenal baik dgn ayh’y,, sya mnghrgai kel psangan sya yg lbih bsa bjak n tdk mlhat org dr seblh mta wlau keluarga’y memng tdk lbh baik dr kelrga sya,,d saat org tua sya tdk setuju sya brsaha untk mnjlskan tp mrka ttp tdk mnrma krna pndngn psangn sya dan kelurga’y.tp wlau psangan sya tdk sprti yg mrka ingn tp mnrt sya dia org yg baik yg dan smg dya d prtmkan dgn hmba oleh allah utk jdoh sya dunia akhirat.
    1 lgi yg sya ingn tnykan,slh kh sya trus brsma psngn sya?? bkan hnya krna sya ingn brsma’y sja tpi sya pun ingn mmbka mata kelrga bsar sya bhwa kta sbgai umt islm tdk lh hrus mlht org dr appun aplgi kjlkan’y,krna mnrt sya sprti appn org itu blm tntu org itu se jlk yg mrk kra.. mhn jwabn’y..

    • kholid says:

      tidak mengapa maksud baik saudara namun ingat jangan sampai melanggar norma-norma susila dalam hal ini. jangan nekat berzina agar bisa dinikahkan. namun cobalah bertanya kepada pengadilan agama atau KUA adakah solusi menikahinya dengan menekan orang tua agar merestu pernikahan nantinya. kami berdoa semoga anda sukses

  27. Hamba Allah says:

    hidup benar2 penuh dengan anugerah dari yang maha kuasa…ya. Masalah hati pun sampai serumit ini…jawabannya nih…
    - ambil ibrohnya serta hikmahnya
    - introspeksi diri dan jadikan evaluasi tuk meningkatkan ketaqwaan
    wassalam

  28. dea says:

    pak ustadz.. bagaimana kalo ibu saya tdk merestui dgn alasan fisik.. sementara kami sudah berniat untuk menikah untuk menghindari hal2 yg tdk diinginkan… selama ini kami berusaha bersikap baik, tetapi ibu saya sangat meremehkan calon saya.. bahkan melihat pun tidak mau.. apakah bisa dibenarkan ibu saya yg mempersulit keinginan kami untuk menikah.. sementara kami punya niat baik untuk menikah..

    • kholid says:

      saudari bisa mengalihkan perwalian kepada kerabat lainnya atau langsung ke KUAdan pengadilan Agama untuk konsultasi pemecahan masalah saudari. sebab orang tua tidakpeduli dengan saudari. secara islam bila ibu dan bapak sebagai wali terdebkat tidak melihat calon tanpa alasan jelas dan bisa memberikan madharat buat kebahgaian anaknya makasang anbak bisa memindahkan perwalian kepada kerabat terdekat atau ke wali hakim (wakil pemerintah)

  29. Rispa Sirait says:

    Ustad saya ingin bertanya, ada seorang janda memiliki anak perempuan menikah dengan seorang duda yang memiliki anak laki-laki, pertanyaan saya adalah bolehkah anak mereka menikah, tolong ustad disertai ayat/hadis,
    makasih sebelumnya..

  30. Ayu says:

    Selamat pagi ustad,

    Ustad, saya dan clon suami saya berencana untuk menikah bulan depan. Calon saya tersebut sudah tidak memiliki orang tua, namun iya memiliki kakak perempuan. Yang saya mau tanyakan apakah pada saat melamar calon suami saya tersebut harus mengajak orang yang sudah pernah menikahkan anaknya untuk memulai lamaran ato kakaknya saja yang belum pernah menikahkan orang atopun anaknya? Mohon bantuannya ya ustad. terimakasih sebelumnya

    • kholid says:

      Wa’alaikumussalam
      lamaran pihak lelaki tidak disyaratkan membawa orang tua. cukup sah bila ia sendiri yang datang melamar kepada orangtua saudari. hanya saja sebaiknya ada dari pihak kerabatnya atau tokoh masyarakat yang kenal dengannya untuk mendampinginya agar kesan sungguh dan ortu saudari merasi dihormati dengan datangnya pendamping tersebut.
      semoga Allah mudahkan saudari menikah dengannya dan mendapatkan kebahagian rumah tangga yang langgeng.
      selamat!

Leave a Reply

top