Orang Tua Tak Merestui Hubungan Kami

Kategori: Curahan Hati Tanggal: Feb 8, 2010 | 9 Komentar

Ustadz, Saya sedang bimbang, karena orang tua tidak menyukai lelaki pilihan saya, dengan alasan secara fisik tidak pantas bersanding dengan saya. Saya diminta putus padahal sudah 7 tahun saya jalani. Perlu diketahui, pasangan saya bertubuh sangat kurus dan berkulit hitam, namun dia sudah bekerja dan beragama muslim. Apa yg harus saya lakukan ustad?

Terima Kasih.

Seorang Muslimah
Alamat: Surabaya
Email: aldya_xxxxx@yahoo.com

Ustadz Musyaffa Ad Darini, Lc. menjawab:

Pertama: Ukhti… Perlu kita ingat kembali bahwa hukum wanita menjalin hubungan dengan laki-laki yang bukan mahrom (pacaran) adalah haram, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama. Allah Ta’ala berfirman:

??? ?????? ????? ??? ??? ?????, ???? ?????

Dan janganlah kalian mendekati zina, karena ia merupakan suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk“. (QS. Al-Isra’: 32)

Ayat ini melarang dan mengharamkan kita untuk mendekati zina, apapun bentuknya. Dan diantara bentuk perbuatan mendekati zina adalah pacaran.

Ingat pula sabda Nabi -Shallallahu’alaihi Wasallam-:

?? ???? ??? ??? ??? ??? ??? ?? ?????? ???? ??? ?? ?????? ???? ????? ?????? ???? ?????? ??????? ?????? ???? ??????? ?????? ?????? ??? ??? ???????? (???? ??????? 6243, ????? 2657)

Sesungguhnya Alloh mentakdirkan untuk anak adam, bagian zina yang ia pasti akan melakukannya. Maka zinanya mata adalah melihat, zinanya lisan adalah dengan bertutur kata, dan hatinya berangan-angan dan menyenangi sesuatu. Sedang kemaluannya, bisa jadi ia menuruti semua itu, dan bisa juga ia tidak menurutinya”. (HR. Bukhari no.6243, Muslim no.2657)

??? ???? ?? ??? ????? ????? ?? ???? ??? ?? ?? ?? ??? ????? ?? ??? ?? (???? ???????? ????? ???????? ?? ??????? 226)

Andai saja kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan penusuk dari besi, itu lebih baik bagi dia, daripada memegang wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Thabarani, dan di-shahih-kan oleh Albani dalam Silsilah Shahihah, hadits no: 226)

Dan Islam tidak melarang sesuatu, kecuali karena adanya banyak mafsadah di dalamnya, atau mafsadah-nya lebih besar dari pada manfaatnya. Baik mafsadah itu kita rasakan langsung atau tidak.

Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada Alloh dan bertaubatlah, karena Rasul -Shallallahu’alaihi Wasallam- juga bersabda:

?? ??? ??? ????? ???? ???????? ???????? (???? ??????? 2499, ????? ????????)

Setiap anak adam itu banyak salahnya, dan sebaik-baik orang yang banyak salahnya itu mereka yang banyak taubatnya”. (HR. Tirmidzi: 2499, dan di-hasan-kan oleh Al Albani)

Kedua: Jangan kita lupakan pula, bahwa kita terlahir di dunia, -dari bayi yang tidak tahu apa-apa, hingga dewasa sehingga kaya ilmu-, adalah atas jasa orang tua kita. Oleh karena itulah Islam sangat menekankan masalah berbakti kepada orang tua, membahagiakan mereka, dan tidak durhaka pada mereka. Bahkan Nabi -Shallallahu’Alaihi Wasallam- bersabda:

??? ???? ?? ??? ???????? ???? ???? ?? ??? ????????

Keridhaan Allah itu terletak pada keridhaan kedua orang tua, dan (sebaliknya) kemurkaaan Allah (juga) terletak pada kemurkaan kedua orang tua“.

Apalagi, kita juga nantinya akan menjadi orang tua bagi anak-anak kita, bukankah ketika itu, kita juga ingin agar anak kita berbakti pada kita, membahagiakan kita, dan tidak mendurhakai kita?! Jika kita nantinya ingin seperti ini, maka hendaklah sekarang kita melakukannya untuk orang tua kita, karena balasan sesuatu itu sesuai dengan amalan yang kita lakukan. (fal jaza’u min jinsil amal)

Ketiga: Islam sangatlah menghormati wanita, dan melindunginya dari segala sesuatu yang merugikan dan membahayakannya. Oleh karena itulah, ia tidak boleh menikah kecuali dengan izin dari walinya, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu’alaihi Wasallam-:

???? ????? ???? ???? ??? ????? ??????? ????

Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batal (tidak sah)”

Dan jika bapak anti masih ada, beliaulah yang harus menjadi wali. Maka bagaimana anti akan menikah dengan sah, jika bapak anti tidak mengizinkannya?!

Keempat: Keputusan menikah adalah keputusan yang sangat besar dalam perjalanan hidup anti, dan konsekuensinya akan anti rasakan seumur hidup. Oleh karena itu, hendaklah ekstra hati-hati dalam menghadapi masalah ini. Bertukar pendapatlah dengan orang yang paling berhak dijadikan rujukan, yakni orang tua kita. Biasanya mereka lebih jernih dalam melihat keadaan dari pada kita, karena mereka lebih pengalaman dalam mengarungi kehidupan, dan lebih matang pikirannya. Tentunya keputusan yang diambil dari kesepakatan antara kita dengan mereka, itu lebih baik dan lebih matang dari pada keputusan dari satu pihak saja.

Ditambah lagi, jika kita menjalani suatu keputusan atas restu dari orang tua, tentunya mereka akan selalu mendoakan kebaikan bagi kita, dan tidak diragukan lagi, doa mereka akan sangat mustajab dan menjadikan hidup kita penuh berkah, tentram, dan bahagia dunia akhirat.

Kelima: Cobalah membayangkan jika anti berada di posisi orang tua, mungkin anti juga akan mengambil langkah yang sama. Karena seringkali orang tua lebih menghargai anaknya, dari pada kita sendiri. Oleh karena itu, mungkin orang tua merasa tidak pantas anaknya mendapatkan orang yang kurang memenuhi standar dalam pandangannya. Disinilah pentingnya komunikasi, tukar pendapat, dan saling memberi informasi.

Keenam: Ingat pula sabda Nabi -Shallallahu alaihi Wasallam- tentang pentingnya agama calon kita, tentunya orang yang agamanya kuat, lebih kita dahulukan dari pada orang yang agamanya lemah, karena orang yang agamanya kuat, akan lebih mengetahui hak dan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.

Ketujuh: mungkin solusi berikut bisa menjadi pertimbangan anti:

  • Adakan komunikasi yang lebih baik dan lebih terbuka dengan orang tua.
  • Jelaskan alasan yang mendasari langkah anti, dan kelebihan yang ada pada pilihan anti.
  • Jelaskan kerugian yang timbul, jika anti meninggalkan pilihan anti.
  • Jika satu kesempatan tidak cukup, teruslah komunikasi dalam kesempatan-kesempatan lainnya.
  • Mungkin orang tua ada pandangan lain, cobalah untuk menjajakinya
  • Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Alloh, terutama ketika sujud dalam sholat, dan ketika sepertiga malam terakhir, agar dimudahkan urusan anti, dan diberikan solusi terbaik.
  • Jangan lupa juga untuk sholat istikhoroh, dan memohon petunjuk Alloh, apakah calon anti itu baik bagi masa depan anti di dunia dan akhirat, atau tidak?… Karena hanya Dia-lah yang maha mengetahui apa yang tersembunyi dari hambanya… Petunjuk dari sholat istikhoroh, tidak harus berupa mimpi, tapi bisa juga dengan perasaan hati, atau yang lainnya.

Pesan terakhir, ingatlah selalu dan jangan sampai lupa, bahwa langkah untuk menikah adalah langkah besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita melangkah, kecuali semuanya sudah clear, serta orang tua setuju dan merestui langkah besar ini…

Sekian… Mohon ma’af bila ada kata yang kurang berkenan… Semoga anti bisa tabah dan sabar dalam menghadapi masalah ini… Dan diberikan taufiq oleh Alloh untuk meraih yang terbaik bagi anti, di dunia ini hingga di akhirat nanti… amin.

Dari hamba yang sangat membutuhkan maghfiroh dari-Nya, Musyaffa’ ad-Dariny

Penulis: Ustadz Musyaffa Ad Darini, Lc.
Artikel UstadzKholid.Com

Tidak ada tulisan terkait

9 Komentar

Mendaftar RSS Komentar?

  1. 1943 BMW R75 says:

    thanks pencerahannya

  2. eko says:

    assalamualaikum
    pak saya mau tanya. nama saya eko umur 26 saya sudah pacaran 7 tahun tetap pada saat saya mau ngelamar pacar saya ayah pavar saya tidak memperbolehkan jika saya menikah dengananaknya dengan alasan adat jawa. tetapi ibunya merestui kami. apa yang harus saya lakukan pak ustad? apakah saya harus menghamili pacar saya dulu baru bisa dpat restu?
    wasalamualaikum

  3. #Eko
    Hendaknya anda takut kepada Allah. Coba baca artikel di atas dengan baik, Insya Allah ada solusinya.

  4. Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    @ eko, janganlah saudara tambahkan kesalahan yg sdh dilakukan selama 7 tahun dengan perbuatan nista yg namanya zina, apalagi sampai hamil. Berapa banyak konsekwensi dan implikasi buruk yg akan menimpa saudara, wanita dan anak yg akan lahir nantinya bila telah hamil diluar nikah.
    Maka cobalah bersama keluarga yg telah setuju melakukan lobi ke bapak tsb agar mau merestui pernikahan dan menyudahi pacaran yg sdh saudara lakukan tsb.
    Ingat jodoh ditangan Allah bila belum berjodoh apapun usaha anda belum tentu menghasilkan seperti yg anda inginkan. Berapa banyak orang yg sdh tinggal mengucapkan ijab qabul yg gagal dgn sebab tertentu.
    Tidak boleh tujuan menghalalkan segala cara.
    Insya Allah dgn ketakwaan saudara Allah akan memudahkan urusan dan kesulitan yang ada. Belajarlah kembali syariat islam dgn benar akan saudara dapatkan keindahan dan kebahagian disana.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  5. yue says:

    bismillah,afwan ustadz ana mau tanya apabila datang seorang ikhwan yg ana ketahui agamanya baik tapi pihak orang tua ana menolak ikhwan itu dengan alasan ikhwan tersebut lulusan pondok,ana terpaksa memutuskan lamaran ikhwan tersebut karena orang tua ana sangat marah,ana takut akan terjadi fitnah setelah gagal proses dengan alasan yang sangat sepele orang tua ana bilang laki2 tu pasti teroris,ana minta pendapat dari ustadz.jazakumulloh khoiron katsiron

  6. Hamba Allah says:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    Afwan, ana pengen nanya sesuatu…
    Begini,Ana punya teman seorang ikhwan yang sudah ingin nikah. Makanya dia nyari akhwat yang sesuai pilihan hatinya, yang menutup aurat dengan sempurna (bercadar). Tapi ketika dia menyampaikan keepada orang tuanya, ibunya tidak setuju, karena ternyata ibu sudah memiliki calon buat si ikhwan, sebenarnya calon yang dipilihkan ibunya juga berjilbab tapi belum sesuai syariat (jilbab gaul).
    Pertanyaan ana, apakah ikhwan tersebut durhaka jika menentang ibunya dan tetap memilih akhwat pilihan hatinya? Atau apakah ikhwan tersebut harus menerima permintaan ibunya, dengan alasan ridho Allah terletak pada ridho orang tua? Atau ustads punya saran yang lebih baik? Si ikhwan insyaAllah sudah sering istikarah, tapi belum ditampakkan jawaban yang terbaik..
    Ana juga memohon agar ikhwan tersebut dido’akan agar diberikan yang terbaik…
    Atas penjelasannya dan do’anya, ana ucapkan jazakallah khaer…
    Jazakallah khaer sbelum n sesudahx.

  7. abu faruq says:

    Assalamu’alaikum ustadz..

    1)ana mau nanya, gimana adab-adab ta’aruf?

    2)ana mau melamar seorang akhwat. bolehkah ana menggunakan perantara sahabat ana (lelaki) yang belum menikah kerana ana nggak tau gimana lagi caranya mau sampaikan hajat pada akhwat tersebut memandangkan ana tidak kenal kaum kerabat akhwat tersebut.

    3) bolehkah hadis dimana Rasulullah mengutus hathib bin ali baltaah r.a utk melamar Ummul Mu’minin Ummu Salamah dijadikan dalil bagi perbuatan ana dalam melamar akhwat tersebut?
    namun ana musykil ttg syarah hadis di atas…bisa utk janda sahaja kah? ana mau melamar anak gadis…jadi bisa nggak ana guna hadis t’sebut?

    jazakallah ustadz

  8. GaL says:

    Sebenarnya dalam islam kriteria seperti apa yang mendasar untuk memilih pasangan hidup?
    Bagaimana kalau ORTU tidak merestui niat pasangan untuk menikah, dikarenakan alasan latar belakang calon yg laki-laki. (si laki-laki memiliki Ibu yang gagal berumah tangga dua kali -bercerai)

    Calon laki-laki sangat mandiri, mampu hidup meski ibunya single parent, punya pendidikan baik, dan pekerjaan mapan.

    Bagaimana mengambil jalan tengah untuk menjelaskan ke ORTU perempuan?agar dibukakan pikirannya dan bisa menerima hingga merestui?

  9. Abdullah salim says:

    Assalamu’alaikum ustadz,ana prnh dcintai seorang wanita janda muda punya anak satu,krna ana kasihan melihat keadaan ekonomi dia yg miskin dan dia sudah tak memiliki orang tua,ana bersedia untuk menikahinya,tapi orang tua ana dan saudara2 ana tdk setuju semua.Apa yg hrs ana lakukan ustadz?syukron.

Trackbacks / Pingbacks

show trackbacks

Mau Berkomentar?

XHTML: Tag-tag berikut dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please note: Komentar yang anda masukan barusan sebenarnya belum muncul, komentar akan dimoderasi oleh admin terlebih dahulu.