<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apa Syarat Diterimanya Taubat?</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 09:03:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Sukamto Nuri</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-1779</link>
		<dc:creator>Sukamto Nuri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 14:52:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-1779</guid>
		<description>Mohon ijin, tulisan ini akan saya ambil untuk bahan khutbah Jum&#039;at. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon ijin, tulisan ini akan saya ambil untuk bahan khutbah Jum&#8217;at. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nie ulul azmie</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-1776</link>
		<dc:creator>nie ulul azmie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 03:20:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-1776</guid>
		<description>السلام عليكم  ustadz indi sual ?
ustadz...apa wanita yg bercadar ketika dia sholat harus melepas cadarnya ketika dia berada diluar rumah...(dimasjid)ketika sdang berpergian...padahal disitu ada ikwan.....kalw seandainya ta&#039;dibuka bagaimana dgan sholat yg harus terlihat hanya muka dan telapak tangan...syukron....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>السلام عليكم  ustadz indi sual ?<br />
ustadz&#8230;apa wanita yg bercadar ketika dia sholat harus melepas cadarnya ketika dia berada diluar rumah&#8230;(dimasjid)ketika sdang berpergian&#8230;padahal disitu ada ikwan&#8230;..kalw seandainya ta&#8217;dibuka bagaimana dgan sholat yg harus terlihat hanya muka dan telapak tangan&#8230;syukron&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pengharap ampunanNya</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-1774</link>
		<dc:creator>pengharap ampunanNya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 22:05:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-1774</guid>
		<description>ana ingin menanyakan sebuah permasalahan untuk mendapatkan jalan keluar,...
tak ada manusia yang luput dari kekhilafan bahkan seorang alim (tholabul &#039;ilmi) pun, ada yang tergelincir pada maksiat yang ia sendiripun sebenarnya tak ingin jatuh pada perbuatan keji itu, tapi nasi sudah menjadi bubur, penyesalan memang datang di akhir waktu, tapi alhamdulillah masih ada rasa kegelisahan dan keresahan yang mendalam di lubuk hatinya saat ia terus-terusan melakukan perbuatan keji itu, 
intinya ia sudah tak tahan lagi dengan kemaksiatan (pacaran) yang ia lakukan ia ingin berhenti dari perbuatan keji itu, namun jika ia berhenti laki-laki itu mengancamnya bahwa aib yang telah mereka berdua lakukan akan disebar luaskan baik pada orang tua ataupun teman-temannya, yang jelas mencoreng perempuan (akhwat) itu, keluarga dan agamanya, dan laki-laki itu akan mengancam bahwa jika dia memutuskan hubungan itu ia akan membuat hidup perempuan  itu tak tenang, tak akan diterima ditempat manapun, dan perempuan ini ingin hijrah dari tempat dimana sekarang ia menuntut ilmu di bangku kuliah, ia merasa tertekan dengan keadaannya, disisi lain ia harus tetep kuliah di kota itu yang dimana ia mendapat ancaman itu jika tidak menuruti keinginan laki-laki itu, disisi lain ia tak tahan jika kehidupan beragamanya selalu terancam dan terusik, ia sudah pernah membicarakan baik -baik dengan laki-laki itu dengan harapan hubungannya ini dapat disudahi tanpa ada pergolakan, namun laki-laki itu tak bisa menerima, ia sudah pernah minta pada orang tua untuk dihijrahkan ke pondok, yang dimaksudkan untuk memperbaiki dirinya dari dosa -dosa yang telah ia lakukan, dan lebih ingin mendekatkan diri pada Rabbnya, dan pergi dari laki-laki dan segala yang mengingatkan kenangan-kenangannya, tapi ia tak bilang masalah yang sebenarnya pada orang tua, karena ia takut orang tuanya akan marah besar,  atas perbuatan keji yang telah ia lakukan, orang tuanya sangat perasa jadi ia takut menyakiti ,dan mengecewakan kedua orang tuanya kalau putrinya sudah tak suci lagi, orang tua pasti shock mengetahui kenyataan pahit itu, apalagi putrinya itu dikenal baik, tapi tetep saja sekarang tergelincir seperti itu.perempuan itu lebih mengkhawatirkan keadaan orang tuanya nanti jika ancaman itu benar-benar laki-laki itu lakukan, karena memang laki-laki itu dikenal nekad. Demikianlah paparan masalah saudari kita, semoga ustad dapat membantu memberikan solusi dan dorongan atas masalah yang ia hadapi, dan semoga kita bisa memahami dengan pikiran jernih masalah ini, dan tidak selalu menghujat pelaku kemaksiatan yang ingin bertaubat atas kekhilafannya yang telah lalu, karena sesungguhnya mereka butuh dorongan untuk menguatkan mereka lepas dari kemaksiatannya, atau paling tidak, tidak selalu menyalahkan kekhilafannya yang dulu, karena sekarang ia ingin kembali, menyesal dan ingin bertaubat. semoga ustad dapat memberikan solusi dari masalah ini, dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa saudara/i kita yang pernah tergelincir pada kesalahan dan dosa. Semoga Allah memberikan kemudahan dan jalan keluar dari masalah-masalah saudara/i muslim kita yang sedang diuji oleh Allah, semoga senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, keteguhan, keberanian dalam keistiqomahan dalam melaksanakan syariat-syariatNya. Wallahu musta&#039;an
wassalamu&#039;alikum warohmatullah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ana ingin menanyakan sebuah permasalahan untuk mendapatkan jalan keluar,&#8230;<br />
tak ada manusia yang luput dari kekhilafan bahkan seorang alim (tholabul &#8216;ilmi) pun, ada yang tergelincir pada maksiat yang ia sendiripun sebenarnya tak ingin jatuh pada perbuatan keji itu, tapi nasi sudah menjadi bubur, penyesalan memang datang di akhir waktu, tapi alhamdulillah masih ada rasa kegelisahan dan keresahan yang mendalam di lubuk hatinya saat ia terus-terusan melakukan perbuatan keji itu,<br />
intinya ia sudah tak tahan lagi dengan kemaksiatan (pacaran) yang ia lakukan ia ingin berhenti dari perbuatan keji itu, namun jika ia berhenti laki-laki itu mengancamnya bahwa aib yang telah mereka berdua lakukan akan disebar luaskan baik pada orang tua ataupun teman-temannya, yang jelas mencoreng perempuan (akhwat) itu, keluarga dan agamanya, dan laki-laki itu akan mengancam bahwa jika dia memutuskan hubungan itu ia akan membuat hidup perempuan  itu tak tenang, tak akan diterima ditempat manapun, dan perempuan ini ingin hijrah dari tempat dimana sekarang ia menuntut ilmu di bangku kuliah, ia merasa tertekan dengan keadaannya, disisi lain ia harus tetep kuliah di kota itu yang dimana ia mendapat ancaman itu jika tidak menuruti keinginan laki-laki itu, disisi lain ia tak tahan jika kehidupan beragamanya selalu terancam dan terusik, ia sudah pernah membicarakan baik -baik dengan laki-laki itu dengan harapan hubungannya ini dapat disudahi tanpa ada pergolakan, namun laki-laki itu tak bisa menerima, ia sudah pernah minta pada orang tua untuk dihijrahkan ke pondok, yang dimaksudkan untuk memperbaiki dirinya dari dosa -dosa yang telah ia lakukan, dan lebih ingin mendekatkan diri pada Rabbnya, dan pergi dari laki-laki dan segala yang mengingatkan kenangan-kenangannya, tapi ia tak bilang masalah yang sebenarnya pada orang tua, karena ia takut orang tuanya akan marah besar,  atas perbuatan keji yang telah ia lakukan, orang tuanya sangat perasa jadi ia takut menyakiti ,dan mengecewakan kedua orang tuanya kalau putrinya sudah tak suci lagi, orang tua pasti shock mengetahui kenyataan pahit itu, apalagi putrinya itu dikenal baik, tapi tetep saja sekarang tergelincir seperti itu.perempuan itu lebih mengkhawatirkan keadaan orang tuanya nanti jika ancaman itu benar-benar laki-laki itu lakukan, karena memang laki-laki itu dikenal nekad. Demikianlah paparan masalah saudari kita, semoga ustad dapat membantu memberikan solusi dan dorongan atas masalah yang ia hadapi, dan semoga kita bisa memahami dengan pikiran jernih masalah ini, dan tidak selalu menghujat pelaku kemaksiatan yang ingin bertaubat atas kekhilafannya yang telah lalu, karena sesungguhnya mereka butuh dorongan untuk menguatkan mereka lepas dari kemaksiatannya, atau paling tidak, tidak selalu menyalahkan kekhilafannya yang dulu, karena sekarang ia ingin kembali, menyesal dan ingin bertaubat. semoga ustad dapat memberikan solusi dari masalah ini, dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa saudara/i kita yang pernah tergelincir pada kesalahan dan dosa. Semoga Allah memberikan kemudahan dan jalan keluar dari masalah-masalah saudara/i muslim kita yang sedang diuji oleh Allah, semoga senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, keteguhan, keberanian dalam keistiqomahan dalam melaksanakan syariat-syariatNya. Wallahu musta&#8217;an<br />
wassalamu&#8217;alikum warohmatullah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rashid</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-1709</link>
		<dc:creator>rashid</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 17:09:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-1709</guid>
		<description>saya selalu lakukan dosa, tapi jauh d sudut hati mahu bertaubat dan tidak mahu ulanginya, tetapi nafsu selalu menguasai akal. dan sy sering tewas..bagaimana cara lagi untuk saya menghalanginya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya selalu lakukan dosa, tapi jauh d sudut hati mahu bertaubat dan tidak mahu ulanginya, tetapi nafsu selalu menguasai akal. dan sy sering tewas..bagaimana cara lagi untuk saya menghalanginya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Catur</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-907</link>
		<dc:creator>Catur</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 15:04:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-907</guid>
		<description>Assalammu&#039;alaikum,Wr.Wb
Wahai sdriku Dina mencintai sesama jenis dosa,perbuatan tsb adalah perbuatan kaum Luth.Sebaiknya Dina berdo&#039;a meminta pertolongan-Nya agar dijauhkan dari perbuatan buruk
Semoga Allah menolonng Dina,semoga Allah memberi hidayah-Nya kpd org2 yg masih berkecimpung dalam perbuatan yg hina dina</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaikum,Wr.Wb<br />
Wahai sdriku Dina mencintai sesama jenis dosa,perbuatan tsb adalah perbuatan kaum Luth.Sebaiknya Dina berdo&#8217;a meminta pertolongan-Nya agar dijauhkan dari perbuatan buruk<br />
Semoga Allah menolonng Dina,semoga Allah memberi hidayah-Nya kpd org2 yg masih berkecimpung dalam perbuatan yg hina dina</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kholid syamhudi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-898</link>
		<dc:creator>kholid syamhudi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 06:23:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-898</guid>
		<description>Wa&#039;alaikumussalam Warahmatullahiwabarakatuh
keempat hadits tersebut tidak ada yang bertentangan bahkan saling menguatkan bahwa batasan waktunya adalah terbit fajar dan adzan hanya sekedar tanda yang mudah bagi kaum muslimin dalam mengetahui masuknya waktu subuh dan terbitnya fajar. sehingga yang menjadi standarnya adalah terbitnya fajar subuh. adzan yang terlalu cepat atau lambat tidak dijadikan patokan namun bila adzan dikumandangkan muadzdzin yang senantiasa memperhatikan waktu terbitnya Fajar seperti ibnu Ummi Maktum dalm hadits diatas maka ia dapat dijadikan patokan dalam meninggalkan sahur. sedangkan hadits Zaid bin Tsabit hanya menunjukkan Nabi mengakhirkan makan sahurnya sebatas waktu tersebut sebelum terbit fajar.
wallahu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikumussalam Warahmatullahiwabarakatuh<br />
keempat hadits tersebut tidak ada yang bertentangan bahkan saling menguatkan bahwa batasan waktunya adalah terbit fajar dan adzan hanya sekedar tanda yang mudah bagi kaum muslimin dalam mengetahui masuknya waktu subuh dan terbitnya fajar. sehingga yang menjadi standarnya adalah terbitnya fajar subuh. adzan yang terlalu cepat atau lambat tidak dijadikan patokan namun bila adzan dikumandangkan muadzdzin yang senantiasa memperhatikan waktu terbitnya Fajar seperti ibnu Ummi Maktum dalm hadits diatas maka ia dapat dijadikan patokan dalam meninggalkan sahur. sedangkan hadits Zaid bin Tsabit hanya menunjukkan Nabi mengakhirkan makan sahurnya sebatas waktu tersebut sebelum terbit fajar.<br />
wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aryokhalid</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-886</link>
		<dc:creator>aryokhalid</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 03:15:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-886</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum Warahmatulloh Wabarokatuh

Ustad Kholid yang dirahmati Allah,
Ana ada pertanyaan seputar waktu imsak 
Bahwa nabi memiliki jarak antara sahur dan makan selama ± 10 - 15 menit, hadistnya sbb :
Hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas berkata, ”Berapa lama jarak antara adzan dan sahur kalian?” Kemudian Zaid berkata,”Sekitar 50 ayat”. (HR.Bukhari dan Muslim). Lima puluh ayat adalah waktu yang cukup singkat, sekitar 10-15 menit. 

Sedangkan dihadist lain nabi menganjurkan untuk makan sahur 
sampai adzan subuh berkumandang, ini sesuai dengan hadist2 sbb :
 
“Janganlah adzannya Bilal mencegah kalian dari sahur dan tidak pula cahaya putih ini sampai mendatar (horisontal). Dalam riwayat yang lain : yaitu cahaya yang mendatar bukan yang menjulang ke atas.(HR. Muslim , hadits no. 1093 ) 
 
Hadits Ibnu ‘Umar radhiAllahu ‘anhuma diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim, beliau mengatakan : 
“Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata : Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah sampai mendengar adzannya Ibnu Ummi Maktum.” (hadits no. 37-1092)

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari jalur periwayatan Aisyah radhiallahu ‘anha dengan lafazh : 
“Makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan karena dia tidak mengumandangkannya kecuali jika telah terbit fajar.”(Al-Bukhari Kitabush Shaum bab 17 hadits no. 1918, 1919)

Menurut ustad bagaimana menyikapi ke empat hadist tersebut
Jazakallah khoiron
Wassalamu&#039;alaikum Warahmatullah Wabarokatuh
 
aryokhalid@gmail.com
Semarang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum Warahmatulloh Wabarokatuh</p>
<p>Ustad Kholid yang dirahmati Allah,<br />
Ana ada pertanyaan seputar waktu imsak<br />
Bahwa nabi memiliki jarak antara sahur dan makan selama ± 10 &#8211; 15 menit, hadistnya sbb :<br />
Hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas berkata, ”Berapa lama jarak antara adzan dan sahur kalian?” Kemudian Zaid berkata,”Sekitar 50 ayat”. (HR.Bukhari dan Muslim). Lima puluh ayat adalah waktu yang cukup singkat, sekitar 10-15 menit. </p>
<p>Sedangkan dihadist lain nabi menganjurkan untuk makan sahur<br />
sampai adzan subuh berkumandang, ini sesuai dengan hadist2 sbb :</p>
<p>“Janganlah adzannya Bilal mencegah kalian dari sahur dan tidak pula cahaya putih ini sampai mendatar (horisontal). Dalam riwayat yang lain : yaitu cahaya yang mendatar bukan yang menjulang ke atas.(HR. Muslim , hadits no. 1093 ) </p>
<p>Hadits Ibnu ‘Umar radhiAllahu ‘anhuma diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim, beliau mengatakan :<br />
“Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata : Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah sampai mendengar adzannya Ibnu Ummi Maktum.” (hadits no. 37-1092)</p>
<p>Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari jalur periwayatan Aisyah radhiallahu ‘anha dengan lafazh :<br />
“Makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan karena dia tidak mengumandangkannya kecuali jika telah terbit fajar.”(Al-Bukhari Kitabush Shaum bab 17 hadits no. 1918, 1919)</p>
<p>Menurut ustad bagaimana menyikapi ke empat hadist tersebut<br />
Jazakallah khoiron<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Warahmatullah Wabarokatuh</p>
<p><a href="mailto:aryokhalid@gmail.com">aryokhalid@gmail.com</a><br />
Semarang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusuf</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-761</link>
		<dc:creator>yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 07:15:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-761</guid>
		<description>Assalammu Alaikum....

ustad, saya mau tanya, bagai mana caranya shalat yang khusuk.
dan kenapa setiap kali saya shalat, selalu saja terbayang masalah dunia.
saya udah berusaha, tapi tetep gak bisa..

ustad boleh gak saya minta no hp ustad,
saya bnr2 butuh bantuan ustad.
karna saya orang yang baru saja bertobat.

terimakasih ustad.

jazakalla khairon.. ustad.

wasalammualaikum.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu Alaikum&#8230;.</p>
<p>ustad, saya mau tanya, bagai mana caranya shalat yang khusuk.<br />
dan kenapa setiap kali saya shalat, selalu saja terbayang masalah dunia.<br />
saya udah berusaha, tapi tetep gak bisa..</p>
<p>ustad boleh gak saya minta no hp ustad,<br />
saya bnr2 butuh bantuan ustad.<br />
karna saya orang yang baru saja bertobat.</p>
<p>terimakasih ustad.</p>
<p>jazakalla khairon.. ustad.</p>
<p>wasalammualaikum&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dina</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-680</link>
		<dc:creator>dina</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 17:29:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-680</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum wr.wb..
maaf..saya seorang wanita.saya memiliki sedikit kelainan,,saya mencintai pria tp saya jg mencintai wanita..dan bahkan keterlaluan menyukai wanita dibanding pria. saya sdh berusaha menghilangkan perasaan itu tp dia muncul ketika saya dekat dg teman wanita. saya bahkan tahu itu dosa,tp ttp jg terpikirkan..bahkan saya terkadang berkhayal dan menganggap diri saya sbg pria
ustd,,ap yg harus saya lakukan?? dan amaln ap yg saya hrs kerjakan..??dosakah saya??
thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum wr.wb..<br />
maaf..saya seorang wanita.saya memiliki sedikit kelainan,,saya mencintai pria tp saya jg mencintai wanita..dan bahkan keterlaluan menyukai wanita dibanding pria. saya sdh berusaha menghilangkan perasaan itu tp dia muncul ketika saya dekat dg teman wanita. saya bahkan tahu itu dosa,tp ttp jg terpikirkan..bahkan saya terkadang berkhayal dan menganggap diri saya sbg pria<br />
ustd,,ap yg harus saya lakukan?? dan amaln ap yg saya hrs kerjakan..??dosakah saya??<br />
thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: madhyst</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/curahan-hati/apa-syarat-diterimanya-taubat/comment-page-1/#comment-400</link>
		<dc:creator>madhyst</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 06:13:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=789#comment-400</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum.....
ustadz... saya ingin belajar banyak dari ustadz. Ijinkan saya untuk belajar di sini, dan ijinkan juga saya untuk memasang link ustadz di blog saya, untuk mempermudah silaturahim. Jika berkenan juga, saya sangat mengharap ustadz untuk mengkoreksi tulisan-tulisan saya, untuk menjauhkan dari kesalahfahaman.
wassalamu&#039;alaikum...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum&#8230;..<br />
ustadz&#8230; saya ingin belajar banyak dari ustadz. Ijinkan saya untuk belajar di sini, dan ijinkan juga saya untuk memasang link ustadz di blog saya, untuk mempermudah silaturahim. Jika berkenan juga, saya sangat mengharap ustadz untuk mengkoreksi tulisan-tulisan saya, untuk menjauhkan dari kesalahfahaman.<br />
wassalamu&#8217;alaikum&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

