Post Type

Peringatan Isra' Mi'raj

Bulan Rajab, bulan yang dihormati manusia. Bulan ini termasuk bulan haram (Asyhurul Hurum). Banyak cara manusia menghormati bulan ini, ada yang menyembelih hewan, ada yang melakukan sholat khusus Rajab dan lain-lainnya.

Di bulan ini juga, sebagian kaum muslimin memperingati satu peristiwa yang sangat luar biasa, peristiwa perjalanan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian ke sidratul muntaha menghadap Pencipta alam semesta dan Pemeliharanya. Itulah peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

Peristiwa ini tidak akan dilupakan kaum muslimin, karena perintah sholat lima waktu sehari semalam diberikan oleh Allah pada saat Isra’ dan Mi’raj. Tiang agama ini tidak akan lepas dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam .

Akan tetapi, haruskah peristiwa itu diperingati? Apakah peringatan Isra’ mi’raj yang dilakukan kaum ini merupakan hal yang baik ataukah satu hal yang merusak agama? Simaklah pembahasan kali ini, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk memahaminya dan menerima kebenaran.

Kapan Isra’ dan Mi’raj terjadi?
Ketika mendengar sebuah peristiwa besar, mestinya ada satu pertanyaan yang akan segera timbul dalam hati si pendengar yaitu masalah waktu terjadi. Begitu pula kaitannya dengannya peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam .

Kapan sebenarnya Isra’ dan Mi’raj terjadi, benarkah pada tanggal 27 Rajab atau tidak? Untuk bisa memberikan jawaban yang benar, kita perlu melihat pendapat para ulama seputar masalah ini. Berikut kami nukilkan beberapa pendapat para ulama:

Pertama: Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqaalaniy Rahimahullah 1 berkata: “Para ulama berselisih tentang waktu Mi’raj. Ada yang mengatakan sebelum kenabian. Ini pendapat yang aneh, kecuali kalau dianggap terjadinya dalam mimpi. Kebanyakan para ulama berpendapat bahwa peristiwa itu terjadi setelah kenabian. Para ulama yang mengatakan peristiwa Isra’ dan Mi’raj terjadi setelah kenabian juga berselisih, diantara mereka ada yang mengatakan setahun sebelum hijrah. Ini pendapat Ibnu Sa’ad dan yang lainnya dan dirajihkan (dikuatkan) oleh Imam An Nawawiy dan Ibnu Hazm, bahkan Ibnu Hazm berlebihan dengan mengatakan ijma’ (menjadi kesepakatan para ulama’) dan itu terjadi pada bulan Rabiul Awal. Klaim ijma’ ini tertolak, karena seputar hal itu ada perselisihan yang banyak lebih dari sepuluh pendapat.”2

Kemudian beliau menyebutkan pendapat para ulama tersebut satu persatu.

  • Pendapat pertama mengatakan: “setahun sebelum hijroh, tepatnya bulan Rabi’ul Awal”. Ini pendapat Ibnu Sa’ad dan yang lainnya dan dirajihkan An Nawawiy
  • Kedua mengatakan: “delapan bulan sebelum hijroh, tepatnya bulan Rajab”. Ini isyarat perkataan Ibnu Hazm, ketika berkata: “Terjadi di bulan rajab tahun 12 kenabian”.

  • Ketiga mengatakan: “enam bulan sebelum hijroh, tepatnya bulan Romadhon”. Ini disampaikan oleh Abu Ar Rabie’ bin Saalim.
  • Keempat mengatakan: “sebelas bulan sebelum hijroh tepatnya di bulan Robiul Akhir”. Ini pendapat Ibrohim bin Ishaq Al Harbiy, ketika berkata: “Terjadi pada bulan Rabiul Akhir, setahun sebelum hijroh”. Pendapat ini dirojihkan Ibnul Munayyir dalam syarah As Siirah karya Ibnu Abdil Barr.
  • Kelima mengatakan: “setahun dua bulan sebelum hijroh”. Pendapat ini disampaikan Ibnu Abdilbar.
  • Keenam mengatakan: “setahun tiga bulan sebelum hijroh”. Pendapat

    ini disampaikan oleh Ibnu Faaris.

  • Ketujuh mengatakan: “setahun lima bulan sebelum hijroh”. Ini pendapat As Suddiy.

  • Kedelapan mengatakan: “delapan belas bulan sebelum hijroh, tepatnya dibulan Ramadhan”. Pendapat ini disampaikan Ibnu Sa’ad, Ibnu Abi Subrah dan Ibnu Abdilbar.
  • Kesembilan mengatakan: ” Bulan Rajab tiga tahun sebelum hijroh”. Pendapat ini disampaikan Ibnul Atsir

    Kesepuluh mengatakan: “lima tahun sebelum hijroh”. Ini pendapat imam Az Zuhriy dan dirojihkan Al Qadhi ‘Iyaadh. 3

Oleh karena banyaknya perbedaan pendapat dalam masalah ini, maka benarlah apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah Rahimahullah , bahwa tidak ada dalil kuat yang menunjukkan bulannya dan tanggalnya. Bahkan pemberitaannya terputus serta massih diperselisihkan, tidak ada yang dapat memastikannya.4

Bahkan Imam Abu Syaamah mengatakan, “Dan para ahli dongeng menyebutkan Isra’ dan Mi’raj terjadi di bulan Rajab. Menurut ahli ta’dil dan jarh (Ulama Hadits) itu adalah kedustaan”. 5

Hukum Memperingati Isra’ dan Mi’raj.
Mungkinkah Islam agama yang sempurna ini mensyariatkan sesuatu yang belum jelas ketentuan waktunya? Cukuplah ini sebagai indikator kuat akan bid’ahnya peringatan Isra’ dan Mi’raj yang banyak diadakan kaum muslimin. Apalagi kita telah tahu bahwa para ulama salaf telah sepakat (konsensus) menggolongkan peringatan yang dilakukan berulang-ulang (musim) yang tidak ada syariatnya termasuk kebidahan yang dilarang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam . berdalil dengan sabda beliau:

???????????? ????????????? ?????????? ??????? ????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ?????????

Hati-hatilah dari hal yang baru, karena setiap hal yang baru itu bid’ah dan setiap kebidahan itu sesat. (Riwayat At Tirmidziy dan Ibnu Majah)

dan

. ???? ???????? ??? ????????? ????? ??? ?????? ????? ?????? ?????

Siapa yang membuat-buat dalam perkaraku (agamaku) ini, sesuatu yang bukan darinya maka dia tertolak. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

serta:

???? ?????? ??????? ?????? ???????? ????????? ?????? ?????

Siapa yang beramal satu amalan yang tidak ada perintahku padanya mak dia tertolak. (Riwayat Muslim).

Peringatan Isra’ dan Mi’raj adalah perkara baru yang tidak pernah dilakukan para sahabat dan tabiin maupun orang-orang alim setelah mereka dari para salaf umat ini. Padahal mereka adalah orang yang paling semangat mencari kebaikan dan paling semangat mengamalkan amal sholeh.6

Untuk itu berkata Syeikhil Islam Ibnu Taimiyah ketika beliau ditanya tentang keutamaan malam Isra’ dan Mi’raj dan malam qadar, “… Dan tidak diketahui seorangpun dari kaum muslimin menjadikan malam Isra’ dan Mi’raj memiliki keutaman atas selainnya, apalagi diatas malam qadar. Demikian juga para sahabat g dan orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak sengaja mengkhususkan satu amalan di malam Isra’ dan Mi’raj dan mereka juga tidak memperingatinya, oleh karena itu tidak diketahui kapan malam tersebut. Peristiwa isra’ merupakan keutamaan beliau Shallallahu’alaihi Wasallam yang besar, namun demikian, tidak perintahkan mengkhususkan (mengistimewakan) malam tersebut dan tempat kejadian tersebut dengan melakukan satu ibadah syar’i. Bahkan gua Hiro’ yang merupakan tempat turun wahyu pertama kali dan merupakan tempat pilihan Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam sebelum diutus menjadi Nabi, tidak pernah sengaja di kunjungi oleh beliau Shallallahu’alaihi Wasallam ataupun salah seorang sahabatnya selama berada diMakkah. Tidak pula mengkhususkan (mengistimewakan) hari turunnya wahyu dengan satu ibadah tertentu atau yang lainnya. Tidak pula mengkhususkan tempat pertama kali turun wahyu dengan sesuatu. Maka barang siapa mengkhususkan (mengistimewakan) tempat-tempat dan waktu-waktu yang diinginkan dengan melakukan satu ibadah tertentu karena termotivasi oleh peristiwa diatas atau yang sejenisnya, maka dia sama dengan ahli kitab yang telah menjadikan hari kelahiran Isa q musim dan ibadah seperti hari natal dan lain sebagainya”7

Untuk lebih memperjelas masalah hukum peringatan Isra’ Mi’raj, kami sampaikan fatwa beberapa ulama tentang hukum peringatan ini.

Pertama: An Nahaas rahimahullah 8

Beliau berkata, “Peringatan malam Isra’ dan Mi’raj adalah bid’ah besar dalam agama dan kebid’ahan yang dibuat oleh teman-teman Syaithon.”9

Kedua: Ibnul Haaj.10

Beliau berkata, “Diantara kebid’ahan yang mereka buat pada bulan Rajab adalah malam dua puluh tujuh yang merupakan malam Isra’ dan Mi’raj “11

Ketiga: Fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy Syaikh rahimahullah 12 dalam jawaban beliau atas undangan yang disampaikan kepada Robithoh Alam Islamiy untuk menghadiri salah satu peringatan Isra’ dan Mi’raj setelah beliau ditanya tentang hal itu. Lalu beliau menjawab,”Ini tidak disyariatkan, dengan berdasarkan Al-Qur’an, As-sunnah, Istishhab dan akal”.

Dalil Al Qur’an

Firman Allah:

????????? ?????????? ?????? ????????? ???????????? ?????????? ????????? ????????? ?????? ???????????? ??????

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridha Islam itu jadi agamamu. (QS. Al Maidah : 3)

dan firmanNya:

??????????? ????????? ????????? ????????? ????? ??????????? ?????????? ????????? ????????? ??????? ????? ????????????? ??? ?????? ?????????? ????? ????? ????????????

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An Nisa’ 59)

kembali kepada Allah maksudnya kembali kepada Al Quran, kembali kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam maksudnya merujuk ke Sunnahnya setelah beliau meninggal dunia.

Demikian juga firmanNya:

???? ??? ??????? ?????????? ????? ?????????????? ???????????? ????? ?????????? ?????? ??????????? ??????? ???????? ?????????

Katakanlah (hai Muhammad), “Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Imran: 31)

dan firmanNya:

???????????? ????????? ???????????? ???? ???????? ??? ??????????? ???????? ???? ??????????? ??????? ???????

maka orang-orang yang menyalahi perintah-Nya hendaklah mereka takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. An Nur: 63)

Dalil Sunnah

Pertama : Hadits shahih dalam shohihain dari Aisyah z bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

???? ???????? ??? ????????? ????? ??? ?????? ????? ?????? ?????

Siapa yang membuat-buat dalam perkaraku (agamaku) ini, sesuatu yang bukan darinya maka dia tertolak. (Riwayat Bukhari dan Muslim),

dan hadits shahih dalam Kitab Shahih Muslim

???? ?????? ??????? ?????? ???????? ????????? ?????? ?????

Barangsiapa yang melakukan satu amalan yang tidak kami perintahkan maka dia tertolak (Riwayat Muslim).

Kedua: Hadits riwayat Ibnu Majah, At Tirmidziy dan dianggap shohih oleh beliau serta diriwayatkan pula oleh Ibnu Hibban dalam shohihnya dari Irbaadh bin Saariyah Radhiallahu’anhu , beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

???????????? ????????????? ?????????? ??????? ????? ?????????? ????????

Hindarilah hal-hal yang baru, karena setiap hal yang baru itu bidah.

Ketiga: Riwayat Ahmad, Al bazaar dari Ghadhiif bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

??? ??????? ?????? ???????? ?????? ?????? ????????? ???? ??????????

Tidaklah satu kaum berbuat bid’ah kecuali dihilangkan sepertinya dari Sunnah. Dan diriwayatkan oleh Ath Thabraaniy akan tetapi dengan lafadz:

??? ???? ??????? ??????????? ?????? ?????????? ?????? ????????? ????????? ???? ??????????

Tidak ada umat yang melakukan kebidahan setelah nabinya kecuali dihilangkan sunnah seukuran bid’ahnya.

Keempat: Riwayat Ibnu Majah, Ibnu Abi Ashim dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda

????? ????? ???? ???????? ?????? ??????? ???????? ?????? ?????? ??????????

Allah tidak akan menerima amalan pelaku bid’ah sampai ia meninggalkan perbuatan bid’ahnya.

Dan dalam riwayat Ath Thabraniy dengan lafadz

????? ????? ?????? ??????????? ???? ????? ??????? ???????? ?????? ?????? ??????????

Sesungguhnya Allah menutup taubat dari semua pelaku bid’ah sampai ia meninggalkan perbuatan bid’ahnya.

Dalil Istishhaab

Hal ini tidak ada dasar perintahnya. Pada dasarnya, ibadah itu tauqifiyah, sehingga tidak boleh kita mengatakan, “Ibadah ini disyariatkan” kecuali ada dalil dari Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’, dan tidak boleh pula mengatakan, “Ini diperbolehkan karena termasuk dalam maslahat mursalah, istihsaan (anggapan baik), qiyas (analogi) atau ijtihad” karena permasalahan aqidah, Ibadah dan hal-hal yang telah ada ukurannya (dalam Syariat) seperti pembagian warisan dan pidana adalah perkara yang tidak ada tempat bagi ijtihad atau sejenisnya.

Dalil Akal

Jika perayaan Isra’ dan Mi’raj bertujuan untuk mengagungkan peristiwa Isra’ dan Mi’raj itu sendiri, kita katakan, “seandainya hal ini disyari’atkan, tentunya Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam merupakan orang pertama yang melaksanakannya”.

Jika perayaan itu untuk mengagungkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan mengenang perjuangan Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam seperti pada maulid Nabi, maka tentulah Abu Bakr Radhiallahu’anhu adalah orang yang pertama melakukannya , lalu Umar, Utsman, Ali, kemudian orang-orang setelah mereka. Disusul kemudian oleh para tabiin selanjut para imam. Padahal tidak ada seorangpun dari mereka yang diketahui melakukan hal tersebut meskipun sedikit. Maka cukuplah bagi kita untuk melakukan apa yang menurut mereka cukup.”13

Beliaupun berfatwa di dalam fatawa wa rasail beliau, “Peringatan Isra’ dan Mi’raj adalah perkara batil dan satu kebidahan. Ini termasuk sikap meniru-niru orang yahudi dan nashrani dalam mengagungkan hari yang tidak diagungkan syari’at. Pemilik kedudukan tinggi Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam lah yang menetapkan syariat. Dialah yang menjelaskan halal dan harom. Sementara para khulafa’ rasyidin dan para imam dari para sahabat dan tabiin tidak pernah diketahui melakukan peringatan tersebut.” Kemudian berkata lagi, “Maksudnya perayaan peringatan Isra’ dan Mi’raj adalah bid’ah. Maka tidak boleh bekerjasama dalam hal tersebut.”14

Keempat: Fatwa Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baaz rahimahullah 15:

“Tidak disangsikan lagi, Isra’ mi’roj merupakan tanda kebesaran Allah Ta’ala yang menunjukkan kebenaran Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan ketinggian derajat Beliau disisi Allah Ta’ala . Sebagaimana Isra’ dan Mi’raj termasuk tanda-tanda keagungan Allah dan ketinggianNya atas seluruh makhluk. Allah Ta’ala berfirman:

????????? ??????? ??????? ?????????? ??????? ????? ??????????? ?????????? ????? ??????????? ?????????? ??????? ?????????? ???????? ?????????? ???? ??????????? ??????? ???? ?????????? ??????????

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Al Isra’ : 1)

Dan telah telah diriwayatkan secara mutawatir dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa Beliau diangkat ke langit dan dibukakan pintu-pintunya sampai Beliau melewati langit yang ketujuh. Lalu RobNya berbicara kepadanya dengan sesuatu yang dikehendakinya dan diwajibkan padanya sholat lima waktu. Allah Ta’ala pertama kali mewajibkan padanya lima puluh sholat, lalu senantiasa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam meminta keringanan sampai dijadikan lima sholat. Itulah lima sholat yang diwajibkan tapi pahalanya lima puluh, karena satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Allah k zat yang harus dipuji dan disyukuri atas segala nikmatNya.

Tidak ada dalam hadits yang shohih penentuan malam terjadinya Isra’ dan Mi’raj. Semua hadits yang menjelaskan penentuan malamnya menurut ulama hadits adalah hadits yang tidak shohih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Allah Ta’ala memiliki hikmah dalam melupakan manusia tentangnya. Seandainya ada penentuannya yang absahpun kaum muslimin tidak boleh mengkhususkannya dengan satu ibadah tertentu, tidak boleh mereka merayakan peringatannya, karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya tidak memperingatinya dan tidak pula mengkhususkan ibadah tertentu padanya. Seandainya peringatannya adalah perkara yang disyariatkan, tentunya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah menjelaskannya kepada umatnya, baik dengan ucapan atau perbuatan Beliau. Seandainya pernah dilakukan niscaya akan iketahui serta akan dinukilkan oleh para sahabatnya g kepada kita. Karena mereka telah menyampaikan segala sesuatu yang dibutuhkan umat dan tidak melalaikan urusan agama ini sedikitpun, bahkan mereka berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan.

Maka seandainya peringatan malam Isra’ dan Mi’raj disyariatkan niscaya mereka orang pertama yang melakukannya, apalagi Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam adalah orang yang sering menasehati umatnya. Beliau telah menyampaikan risalah agama sebaik-baiknya serta telah menunaikan amanah yang diembannya. Maka seandainya mengagungkan dan memperingati malam tersebut termasuk ajaran agama, maka tentunya Beliau tidak melalaikan dan menyembunyikannya.

Karena Nabi tidak mengagungkan dan memperingati malam tersebut, maka jelaslah peringatan dan pengagungan malam tersebut bukan termasuk ajaran Islam.

Begitulah Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama Islam dan menyempurnakan nikmat untuk umatnya serta mengingkari orang yang menambah-nambah syariat Islam dengan sesuatu yang tidak diizinkanNya. Allah berfirman dalam Al Qur’an

????????? ?????????? ?????? ????????? ???????????? ?????????? ????????? ????????? ?????? ???????????? ??????

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. (QS. Al Maidah : 3)

Demikian juga dalam firmanNya

???? ?????? ??????????? ???????? ????? ????? ???????? ??????? ??????? ???? ????? ????????? ???????? ????????? ???????? ?????????? ??????? ????????????? ?????? ??????? ????????

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan (selain Allah) yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan.Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. (QS. Asy Syura :21)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits-hadits yang shohih telah memperingatkan bahaya bid’ah dan menjelaskan bahwa bid’ah itu sesat. Untuk memperingatkan umat ini dari besarnya bahaya bidah dan untuk menghindarkan mereka dari membuat bid’ah. Kami akan sampaikan beberapa hadits, diantaranya hadits yang shohih dalam shohihain dari Aisyah x dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam , Beliau bersabda

???? ???????? ??? ????????? ????? ??? ?????? ????? ?????? ?????

Siapa yang membuat-buat dalam perkaraku (agamaku) ini, sesuatu yang bukan darinya maka dia tertolak. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

dan dalam riwayat Muslim

???? ?????? ??????? ?????? ???????? ????????? ?????? ?????

Siapa yang beramal satu amalan yang tidak ada perintahku padanya mak dia tertolak. (Riwayat Muslim).

Dan dalam shohih Muslim dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkhutbah pada hari jum’at dan mengatakan:

????? ?????? ???????? ?????? ??????????? ??????? ??????? ?? ?????? ????????? ?????? ????????? ??????? ????????? ?????????????? ??????? ???????? ?????????

Ama Ba’du; sesungguhnya sebaik ucapan adalah kitabullah dan sebaik contoh adalah contoh petunjuk Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam , sejelek-jeleknya perkara adalah perkara yang dibuat-buat, dan setiap kebidahan adalah sesat.

Dalam sunan dari Al Irbaadh bin Saariyah Radhiallahu’anhu , beliau berkata

????????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????????? ????????? ???????? ??????? ?????????? ?????????? ??????? ?????????? ????????? ??? ??????? ??????? ?????????? ?????????? ????????? ??????????? ????? ?????????? ????????? ??????? ??????????? ???????????? ?????? ???????? ?????????? ?????? ????????? ???? ?????? ???????? ????????? ??????????? ???????? ???????????? ?????????? ????????? ???????????? ????????????? ??????????????? ???? ???????? ????????????????? ????????? ????????? ?????????????? ???????????? ????????????? ?????????? ??????? ????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ?????????

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah menasehati kami dengan nasehat yang mendalam, hati bergetar dan mata meneteskan airmata. Lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam seakan-akan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat!. Lalu beliau berkata: “aku wasiatkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah ,patuh dan taat, walaupun kalian dipimpin seorang budak, karena siapa yang hidup dari kalian, maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka kalian harus berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnahnya para khulafa rasyidin yang memberi petunjuk setelahku. Berpeganglah kalian dan gigitlah dia dengan gigi graham kalian serta hati-hatilah dari hal yang baru, karenasetiap hal yang baru itu bidah dan setiap kebidahan itu sesat. (Riwayat At Tirmidziy dan Ibnu Majah).

Dan banyak hadits yang lain yang semakna dengan ini.

Demikian juga peringatan dan ancaman dari perbuatan bid’ah telah ada dari sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para salaf sholih setelah mereka. Karena perbuatan bid’ah adalah penambahan dalam agama dan syariat yang tidak diizinkan Allah Ta’ala serta meniru-niru kaum Yahudi dan Nashroni musuh Allah. Melakukan bid’ah berarti pelecehan terhadap agama Islam dan menuduh Islam tidak sempurna. Dengan demikian jelas menimbulkan kerusakan dan kemungkaran yang besar, karena Allah telah menyatakan kesempurnaan agama ini melalui firmanNya

????????? ?????????? ?????? ?????????

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu (QS. Al Maidah 3)

Perbuatan bid’ah juga secara terang-terangan menyelisihi hadits-hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang memperingatkan dan mengancam kebid’ahan.

Mudah-mudahan apa yang telah kami jelaskan dari dalil-dali tersebut cukup memuaskan pencari kebenaran dalam mengingkari dan mengingatkan kebidahan ini- yaitu peringatan malam Isra’ dan Mi’raj -. Sesungguhnya dia bukanlah dari syariat Islam sedikitpun.16

Demikianlah keterangan para ulama seputar hukum merayakan peringatan Isra’ dan Mi’raj. Keterangan yang cukup jelas dan gamblang disertai dalil-dalil yang kuat bagi pencari kebenaran. Kemudian masihkah kita melakukannya, padahal peringatan tersebut satu kebidahan dan bukan termasuk ajaran Islam. Bahkan itu merupakan penambahan syariat dalam Islam dan menyerupai kelakuan ahli kitab yang telah membuat bid’ah dalam agama mereka, sehingga menjadi rusak dan hancur.

Sudahkan kita merenungkan bahaya kebidahan terhadap islam?

Cukuplah peringatan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam , para sahabat dan ulama Islam sebagai peringatan bagi kita untuk sadar dan bangkit memperbaiki kondisi kaum muslimin demi mencapai kejayaan Islam.

Mudah-mudahan Allah meudahkan kita untuk memahami tulisan ini dan mudah-mudahan Allah menolong kita dalam menjalankan ketaatan kepadaNya dan untuk meninggalkan perayaan yang telah menghabiskan harta dan tenaga yang banyak akan tetapi justru merusak agama dan amalan kita semua.

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Artikel UstadzKholid.Com

Catatan Kaki

1 Beliau bernama Ahmad bin Ali bin Muhammad Al Kinaaniy Al Asqaalaniy, seorang ulama besar dalam hadits dan fiqih, pengarang kitab Fathul Bariy Syarah Shahih Bukhari, meninggal tahun 852 H.

2 Ibnu Hajar, Fathul Bari 7/203.

3 ibid

4 lihat Zaadul Ma’aad 1/57.

5 Al Baa’its, hal 171.

6 Lihat Al Bida’ Al Hauliyah hal. 274.

7 Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad 1/58-59.

8 Beliau bernama Abu Zakariya Ahmad bin Ibrahim bin Muhammad Ad Dimasyqiy, dikenal dengan Ibnu Nahaas, seorang ulama besar yang meninggal dalam perang menghadapi Perancis tahun 814 H.

9 lihat Al Bida’ Al Hauliyah hal 279.

10 Beliau bernama Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Al Haaj, Abu Abdillah Al “Abdariy Al Faasiy, meninggal tahun 737 H.

11 lihat Al bida’ Al Hauliyah hal. 275, menukil dari Al Madkhal 1/.294.

12 Beliau bernama Muhammad bin Ibrahim bin Abdillathif bin Abdirrohman bin Hasan bin Muhammad bin Abdil Wahaab, dilahirkan di Riyadh tahun 1311 H dan meninggal di bulan Ramadhan 1398 H. Beliau pernah menjabat sebagai ketua Rabithah Alam Islamiy, Rektor Jami’ah Islamiyah dan Mufti agung kerajaan Saudi Arabia sebelum Syaikh Ibnu Baaz.

13 Lihat Al Bida’ Al Hauliyah hal. 276-279 menukil dari Fatawa wa Rasail Asy Syaikh Muhammad bin Ibrahim 3/97-100.

14 Ibid 3/103.

15 Beliau bernama Abdulaziz bin Abdillah bin Abdirrahman bin Baaz, dilahirkan tahun 1330 H di Riyadh. Beliau seorang alim besar abad ini dan menjadi mufti agung Kerajaan Saudi Arabia menggantikan Syeikh Muhammad bin Ibrahim Ali Asy Syaikh sampai meninggal tahun 1420 H.

16 Lihat catatan kaki kitab Fatawa Lajnah Daimah 3/64-66.

About The Author

34 comments

  1. Ustadz, mungkin bisa disampaikan atau ditautkan (di link) siapakah dan dan latar belakang para Ulama yang memberikan pandangan Isra’ Mi’raj adalah sebuah bid’ah. ane khawatir mereka yang awam menjadi apriori dengan pendapat tersebut hanya karena mereka tidak mengetahui siapakah para ulama tersebut. Demikian ustdaz. terima kasih banyak.

  2. Pertanyaan :
    -Disurat mana ayat berapa secara TEGAS ada kaitan antara Penerimaan Perintah Sholat dengan Isra?
    -Disurat mana ayat berapa secara TEGAS ada kata Mi’raj (bukan Isra)Nabi?
    -Wajarkah mengartikan Masjidil Aqso sebagai Baitul Maqdis di Palestine? Apa keistimewaannya hingga PANTAS disejajarkan dengan masjidil Harom?
    -Mungkinkah Perintah ALLAH bisa ditawar-menawar makhluknya terkait pengurangan waktu sholat dari 50 jadi 5 alias cuma 10%-nya saja?

    Jujur ane percaya Nabi di-ISRA-kan dari Masjidil Harom (dimekkah) ke Masjidil Aqso (di Sidratul Muntaha) secara “Fisik&Ruh Beliau”, dan menerima wahyu ALLAH yg difirmankan sebagai “Tanda-Tanda Kekuasaan ALLAH” sesuai QS 17 ayat 1.

    Mohon Penjelasan Berdasar Ayatun Mubin. Syukron.

  3. saya mau tanya juga, apa hukum merayakan hari kemerdekaan, hari ulang tahun dan lain-lainnya. dan apabila itu juga bidah kenapa anda mengikutinya, berarti anda juga dari lahir melakukan bidah, kalau menurut saya isra` mi`raj itu boleh-boleh saja, karena biar kita mengingat hari isra` mi`raj tersebut, kita lihat zaman sekarang sangat jauh berbeda, dan kita lihat juga sunan kali jaga, dengan wayangnya dia menyebarkan islam.

  4. Wah wah, klo perkara2 dalam Islam ditafsirkan dengan kaidah “menurut saya”, mau jadi apa umat ini? Lama kelamaan, org akan menganggap wajar sholat dzuhur 5 rakaat karena “menurut saya” kan yg penting menambah raka’at itu niatnya bagus.

    Klo saya sih pilih, jika tidak ada tuntunan dr Rasulullah, buat apa repot2 melaksanakan? Perkara agama apalagi ibadah bukan perkara main2 dan tidak bisa ditafsirkan dengan kaidah “menurut saya”. Mesti ada dalil yg jelas (qoth’i) mensyari’atkannya. Sudah jelas Rasulullah bersabda, “barangsiapa membuat perkara baru yg tidak ada tuntunan dalam agama ini, maka ia tertolak.”

    Merayakan hukum kemerdekaan sudah dibahas disini : http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/hukum-merayakan-hari-kemerdekaan/

  5. setuju dgan tommi,,ngapain yg tidak ada amalan atau tuntunan dari nabi kita kerjakan,,bukan kah ???

    “Siapa yang membuat-buat dalam perkaraku (agamaku) ini, sesuatu yang bukan darinya maka dia tertolak”. (Riwayat Bukhari dan Muslim)
    jadi ngapain,.,dah jelas dari dalil yg jelas knpa mesti ada yg disesastkan.,

  6. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    ust sy m tny, -afwan sebelumnya tanya tdk di form ptnyaan blog ni soalnya image validasi form ptnyaan ga muncul-

    tentang membeli suatu barang ustadz:
    bagaimana hukumnya membeli suatu barang yg mereknya, mungkin jg modelnya rada serupa (meski kalo diteliti betul pasti berbeda) dg barang lain yg telah ada terlebih dahulu, dimana masing-masing barang tsb berasal dari produsen yg berbeda? Sdgkan salahsatu produsen yg telah lebih dahulu memproduksi barang tsb telah mengklaim pemegang hak atas merek tersebut secara hukum. Contoh ust: 2 celana: dua2nya bermerek ‘Celn’ satu made in China, satu lg made in Jepang. Pemegang hak merek yg diakui hukum ada di made in Jepang. Bagaimana hukum membeli celana made ini China itu karena harganya jauh lebih murah dari made in Jepang? Itu saja ustadz, Terima kasih.

    Assalamu’alaikum warahmatullahi warabakatuh.

  7. Bismillah.. Afwan stadz.. Ana dr tdi nyari forum pertanyaan.. Tp ga ktemu2.. Akhirnya trpksa nanya lg disini.. Min samahatikum utk dijawab ke email.. Jazakumullahu khairan..

    Sekarang telah ada rokok elektrik yg ktanya “ Sehat” krn tdk mengandung nikotin dan tar.. Rokok elektrik ini menggunakan elemen pemanas untuk menguapkan suatu pengganti nikotin yang ktanya “ dapat memberikan kenikmatan merokok lebih sehat begitu tersambung pada colokan USB”. Bisa antm liat selengkapnya di http://rumahteknologi.com/ rokok-elektrik-keren-dan- sehat-147.html atau jg di http://rokokelektrik.net/ index.html Pertanyaan: 1. Apa hukum rokok sprti ini? 2. Bgmn cara menjelaskan kpd org lain bilamana rokok elektrik ini dihukumi haram.. Mohon penjelasan yg detil sehingga dpt diterima masyarakat ‘awwam.. Baarakallaahu fiekum..

  8. @akh ahmad fadilah:
    Pertanyaan antum, (afwan) mengkesankan antum hanya mau menerima alqur’an dan tidak mau menerima hadits-hadits rasulullah? benarkah?

  9. kharil hasan says:
    August 25 09 at 12:05 am

    saya mau tanya juga, apa hukum merayakan hari kemerdekaan, hari ulang tahun dan lain-lainnya. dan apabila itu juga bidah kenapa anda mengikutinya, berarti anda juga dari lahir melakukan bidah, kalau menurut saya isra` mi`raj itu boleh-boleh saja, karena biar kita mengingat hari isra` mi`raj tersebut, kita lihat zaman sekarang sangat jauh berbeda, dan kita lihat juga sunan kali jaga, dengan wayangnya dia menyebarkan islam.

    ASSALAMU’ALAIKUM
    UNTUK KHAIRIL HASAN SEANDAINYA ANDA MASIH MEMBACA SEMUA ARTIKEL DI USTADZKHOLID.COM MAKA ANDA BISA MEMBACA ARTIKEL DI MUSLIM.OR.ID:
    -Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun
    -Mengenal Seluk Beluk BID’AH (1): Pengertian Bid’ah
    -Mengenal Seluk Beluk BID’AH (2): Adakah BID’AH HASANAH?
    -Mengenal Seluk Beluk BID’AH (3): Berbagai Alasan Dalam Membela Bid’ah
    -Mengenal Seluk Beluk BID’AH (4): Dampak Buruk BID’AH

    SEMOGA ANDA BERSIFAT ILMIAH DALAM MEMAHAMI ISLAM. JAZAKALLAH.

  10. ana bersyukur kpd Allah masih ada ustadz yang masih konsisten memegang sunnah dan berani mengungkapkan kebenaran sesuai dengan al qur’an dan assunnah , karena ana amat sedih banyak ustadz atau kiyai ditempat ana (banten) bukannya mengajari umat sepaya cerdas dalam beribadah sesuai dengan sunnah Rosul malah sebaliknya yang ada hanya pembodohan umat,sehingga mereka hanya manut pada apa yang diucapkan para ustadz atau kiyai saja (taqlid buta) tanpa diberi pengetahuan dalil-dalil mengenai peringatan tersebut walhasil mereka senantiasa bertasyabu kepada orang yahudi,kristen dan majusi akibat doktrin pembodohan yang diberikan kepada sebagian umat islam.

  11. INi teks lengkapnya dari Ibnu Hajar di Kitab Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari Kitab Manaqib Bab al-Mi’raj. Beliau mendapati perselisihan yang banyak lebih dari 10 pendapat, berikut kutipannya:

    ??? ????? ?? ??? ??????? ???? ??? ??? ??????? ??? ??? ??? ?? ??? ??? ??? ??? ????? ?? ?????? ??? ????? ???? ?????? ??? ??? ??? ??? ???????.? ?? ??????? ???? ??? ?????? ???? ???? ??? ??? ????? ??? ??? ??????? ????? ??? ??? ???? ??????? ???? ??? ????? ??? ?? ??? ??????? ????? ???? ??? ???? ?????? ????
    1) ?? ???? ??? ?????? ??? ??? ????? ??????? ?????
    2) ???? ???? ???? ???? ??? ?????? ??? ?????? ?? ????? ???? ??? ??? ????? ???? ???? ???? ????:? ??? ?? ??? ??? ????? ???? ?? ???????
    3) ???? ???? ??? ???? ??? ?? ??????? ?????? ??? ????:? ??? ?? ???? ????? ??? ?????? ????? ????? ??? ?????? ?? ??? ?????? ???? ??? ?????
    4) ???? ??? ?????? ???? ?????? ???? ??? ??? ????
    5) ???? ????? ???? ?????? ???? ???? ??? ?????
    6) ???? ???? ????? ???? ???? ????? ?????? ?? ????? ?????? ????????? ???? ??? ??? ?? ????? ?? ?? ????? ??? ????? ??????? ???
    7) ??? ???? ????? ??? ??? ????????
    8) ???? ????? ????? ?? ???? ??? ????? ????? ??? ??? ???? ??? ??? ????? ??????? ??? ?????
    9) ???? ??? ??? ?? ??? ??? ???? ??? ??? ?? ????? ??? ?????? ??????? ??? ?????
    10) ???? ??? ?? ??? ???? ??? ??? ???? ???? ?? ?????? ?? ???????
    11) ???? ??? ?????? ????? ???? ???? ??? ???????
    12) ???? ???? ????? ??????? ??????? ?? ?????? ??? ??? ??? ?????? ???? ???? ????? ???? ??? ???? ????? ???? ?? ???? ?? ????? ??? ??? ??? ??? ??????? ??? ???? ???? ????? ??? ?????? ??? ????? ?? ????? ???? ????? ??? ???? ?? ??? ?????? ??? ???? ????????.? (??? ?????? ??? ???? ??????? – ?????? ???????????? – ??? ???????)

    Berkata al-Imam al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani ???? ???? :
    “Dan sungguh telah berselisih para ulama di dalam menentukan waktu mi’raj. Ada yang mengatakan sebelum kenabian, pendapat ini ganjil kecuali kalau dianggap terjadi di dalam mimpi. Dan kebanyakan ulama yang lain berpendapat setelah kenabian. Pendapat inipun terjadi perselisihan, ada yang mengatakan satu tahun sebelum hijrah. Demikian pendapat Ibnu Sa’ad dan yang lainnya. Pendapat ini dikuatkan oleh an-Nawawi dan Ibnu Hazm telah berlebihan dengan menukil ijma’ tentang hal ini. Klaim bahwa pendapat ini sebagai ijma’ adalah tertolak karena sesungguhnya terdapat perselisihan yang banyak lebih dari 10 pendapat, di antaranya:

    1. Apa yang dikisahkan oleh Ibnul Jauzi bahwa mi’raj terjadi pada 8 bulan sebelum hijrah.
    2. Pendapat kedua, dikatakan terjadi pada 6 bulan sebelum hijrah dari Abu ar-Rabi’ bin Salim. Ibnu Hazm telah mengisahkan bahwa hal ini berarti terjadi sebelumnya, di mana ia berkata,”Terjadinya pada bulan Rajab, 12 tahun dari kenabian (nubuwwah).”
    3. Dikatakan 11 bulan sebelum hijrah – ini ditetapkan oleh Ibrahim al-Harbi ketika berkata,”Terjadi pada Rabi’ul Akhir, setahun sebelum hijrah.” Pendapat ini dikuatkan Ibnu Munayyir di dalam Syarh as-Siirah karya Ibnu Abdil Barr.
    4. Dikatakan 1 tahun 2 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Abdil Barr.
    5. Dikatakan 1 tahun 3 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Faaris.
    6. Dikatakan 1 tahun 5 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh as-Suddiy, yang dikeluarkan dari jalan ath-Thabary dan al-Baihaqi, dan terjadi pada bulan Syawwal atau Ramadhan, dengan mengabaikan 2 pecahan (hari) terakhir dari bulan-bulan tersebut.
    7. Terjadi pada Rabi’ul Awwal, sebagaimana ditetapkan oleh al-Waqidi.
    8. Secara jelas, sesuai dengan apa yang dinyatakan Ibnu Qutaibah, dan Ibnu Abdil Barr mengisahkan bahwa terjadinya 18 bulan sebelum hijrah.
    9. Dan Ibnu Sa’ad dari Ibnu Abi Subrah menyatakan bahwa terjadinya pada bulan Ramadhan, tepatnya 18 bulan sebelum hijrah.
    10. Dikatakan terjadi pada bulan Rajab –dikisahkan Ibnu Abdil Barr-, an-Nawawi menetapkannya di dalam Ar-Raudhah.
    11. Dikatakan terjadi pada bulan Rajab, 3 tahun sebelum hijrah, dan ini kisahkan oleh Ibnu Atsir.
    12. Dikatakan pula 5 tahun sebelum hijrah, pendapat ini diikuti al-Qurthubi dan an-Nawawi dari Imam az-Zuhri dan dikuatkan oleh al-Qadhi ‘Iyaadh dan yang mengikutinya. Mereka berargumen dengan tidak adanya perselisihan bahwa Khodijah shalat bersama Nabi ? setelah adanya kewajiban shalat, dan tidak ada perselisihan bahwa Khodijah wafat sebelum hijrah, baik 3 tahun atau kurang-lebihnya atau 5 tahun; dan tidak ada perselisihan bahwa kewajiban shalat terjadi pada malam isra’.”
    Selesai kutipan.

    Lantas atas dasar apakah kita menetapkan secara pasti tanggal 27 Rajab adalah Isra’ Mi’raj dan untuk kemudian merayakannya setiap tahun? Wal ‘ilmu ‘indallah.

  12. ustadz minta link tentang hukum bekerja di bank syariah.. atau kalau belum ada mohon penjabarannya .. trima kasih..

  13. Sejak peradaban manusia muncul,kisah-kisah yg menurut pemikiran yg layak itu tidak layak muncul, kenyataannya banyak beredar. Berawal dari kisah mistis Romawi ataupun Yunani kuno, ceritera Hindu semisal Mahabharata, di Mesir ttg Konshu atau Wali Songo di Indonesia menyisakan keyakinan yg kental bagi para pencintanya. Berbarengan dgn mytos Wadd, Suwaa’a, Yaghuuts, Ya’uuq dan Nasr pada periode nabi Nuh, disejajarkan dgn Al Laata, Al ‘Uzzaa dan Manah pada zaman Jahiliyyah. Disamping sosok-soknya yg serba aneh, demikian pula perilakunya, semisal Arjuna pergi ke kahiyangan untuk memberi pelajaran menari bagi para dewa-dewi dlm ceritera Mahabharata. Mytos Romawi ttg Hercules anak dewa Zeus dan seterusnya, menggambarkan bahwa dunia klenik telah menguasai hampir seluruh negara, dari dulu hingga kini. Pemikiran ttg agama yg mutakhir diluncurkan Al Quran dg menyodorkan fakta-fakta alam jg jelas atau rasional (Kehancuran kaum Aad, Tsamud atau Fir’aun, Pengembangan alam serta daya guna hujan), sekaligus menumpas kredo-kredo yg irrasional (Wadd, Suwaa’a, Al Lataa, Al ‘Uzzaa dst). Penghancuran terhadap kisah-kisah aneh oleh Al Quran, dihentikan oleh ummatnya sendiri. Bahwa ketika masa kanak-kanak nabinya pernah dibelah dadanya dan ketika menjelang perpindahan ke Madinah, ia menghadapi peristiwa yg spektakuler yakni Isra mikraj, PADAHAL AL QURAN TIDAK PERNAH MENCERITERAKAN KISAH ITU SEBAGAIMANA YG SAMPAI KPDA KITA SEKARANG, DG CARA MENGAITKAN SATU ATAU DUA AYAT AL QURAN, AGAR NAMPAK BAHWA KISAH ITU ADA DALAM AL QURAN. Inilah yg dimaksud menjelaskan ayat dgn cara AKAL-AKALAN, tidak dgn akal yg benar. Demikianlah sebagian besar ulama tidak pernah berpikir ulang ttg kisah ini, lantaran pamali atau takut doraka kalau mengkritisi ulama atau bapak-bapak mereka. Menonjolkan ketidak biasaan pada manusia biasa atau karomah, dijadikan landasan untuk mencapai keimanan/kebaikan di hadapan Allah. Sedangkan dalam BUKU BESAR ISLAM, AL QURAN AL KARIIM termaktub dlm QS7:188, QUL LAA AMLIKU LINAFSII NAF’AN WALAA DHARRAN ILLAA MASYAA ALLAH.WALAW KUNTU ‘A-LAMUL GHAYBA LAS-TAK-TSAR-TU MIN ALKHAYRI WA MAA MASSANIYASSUU-U, IN ANA ILLA NADZIRUN WA BASYIIRUN LIQAWMI YU-MINUUN, Artinya: Katakanlah (hai Muhammad kpd orang banyak):”Aku tidak berkuasa menarik kemanfa-atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan, kecuali apa yg telah Allah inginkan (apa yg telah didapat Rasulullah). Dan andaikan saja aku mengetahui (hal-hal) yg ghaib, tentu aku telah membuat kebaikan (yg menyenangkan) sebanyak mungkin, dan aku(pun) tidak (pernah) ditimpa kesengsaraan/ketidaksenangan. Sungguh, aku ini hanya sebatas pemberi peringatan (ttg siksa) dan penyampai kabar gembira (tentang kenikmatan/balasan baik) bagi kaum yg beriman”. Pengkultusan akan berakhir pada kemusyrikan. Mari kembali ke Al Quran.

  14. Assalamu’alaikum……… klo menrutyg Z dapat dari sekian banyak buku2 agama isra’mi’raj tu tmasuk bid’ah sklipun didlmX ,menganut tentang ajaran agama islam, atau tentnang seruan kpd kebaikan, krna amalan tu tdk pernah dicontohi baik Rasulullah,para sahabat2 rasulullah,tau tabi’tabin kan sudah jelasd di dalam hadistx yng brbnyi;Barang siapa ygh melakukan suatu amal2lan yang tdk pernah di contohi oleh rasulullah mka amaln tu di tolak. dan tentang bi’ad da yg mengatakan klo da bi’ah hasanah ‘Z ndsak sependapat ngan ni ,krna nda’ada bid’ah hasanah semuaX dhalalah atau sesat Z blo pernah menemukan yg di blng bid’ah hasnah baik dlm Al-qur’an maupun dlm hadits.tulah klo menurut Z . sekian mohon maaf klo da kata2q yg menyinggun tau tdk sesuai dngan pemehaman kita yg Z kluarkan sesuai dengan apa yg z tmukan. wassalam………..

  15. Pingback: Peringatan Isra’ Mi’raj « Madrasah Ibnu Abbas As-Salafy Kendari

  16. Pingback: MENYOROTI PERINGATAN ISRO’ MI’ROJ « - – ASSALAFIYYAH – -

  17. Assalamu’alaikum ustd…

    Bgmana kl ada kaum muslimin yg tetap mrayakan isra mi’raj dgn dalih mengajak umat untk mengikuti pengajian,kl tdk dgn nama isra mi’raj mana ada yg mau mengaji?
    Bgamana menyikapi tnggapan orng tsb?

    Jazzakalloh khoir

    • subhanallah islam tidak tegak dan mulia kecuali dengan ajaran rasulullah. sikapi dengan baik bila bisa dengan nasehat makanasehati dan bila mampu membantah syubhatnya maka bantahlah.

  18. Pingback: Peringatan Isra’ Mi’raj | PPI 148 Khalid Bin Walid

  19. ASS WR.. WB. SY bersyukur kpd Allah masih ada ustadz yang masih konsisten memegang sunnah dan berani mengungkapkan kebenaran sesuai dengan al qur’an dan assunnah , karena ana amat sedih banyak ustadz atau kiyai ditempat ana (banten) bukannya mengajari umat sepaya cerdas dalam beribadah sesuai dengan sunnah Rosul malah sebaliknya yang ada hanya pembodohan umat,sehingga mereka hanya manut pada apa yang diucapkan para ustadz atau kiyai saja (taqlid buta) tanpa diberi pengetahuan dalil-dalil mengenai peringatan tersebut walhasil mereka senantiasa bertasyabu kepada orang yahudi,kristen dan majusi akibat doktrin pembodohan yang diberikan kepada sebagian umat islam.

  20. Pingback: ISROMI’RAJ « dakwahdannasihat

  21. Pingback: Isra’ Mi’raj, Bolehkah Dirayakan? « Life2Pray

  22. Pingback: Isra’ dan Mi’raj | Isra' dan Mi'raj

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*