<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Mewajibkan (1)</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Apr 2012 02:44:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Ummu Aisyah</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-3503</link>
		<dc:creator>Ummu Aisyah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 00:44:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-3503</guid>
		<description>&#039;afwan Ustadz,ada koreksi mengenai Radionya,maksudnya Radio RODJA Cileungsi 756 AM ya Ustadz...

ukhtiy Dija bisa mendengarkan melalui streaming lewat alamat ini : http://www.radiorodja.com/live-streaming/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;afwan Ustadz,ada koreksi mengenai Radionya,maksudnya Radio RODJA Cileungsi 756 AM ya Ustadz&#8230;</p>
<p>ukhtiy Dija bisa mendengarkan melalui streaming lewat alamat ini : <a href="http://www.radiorodja.com/live-streaming/" rel="nofollow">http://www.radiorodja.com/live-streaming/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ummu Aisyah</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-3502</link>
		<dc:creator>Ummu Aisyah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 00:37:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-3502</guid>
		<description>&#039;afwan Ustadz mau nanya mengenai maksud hadits ini : 

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, “Allah memerintahkan kepada istri-istri kaum mukminin, jika mereka keluar rumah karena suatu keperluan, hendaklah mereka menutupi wajah mereka dengan jilbab (pakaian semacam mukena) dari kepala mereka. Mereka dapat menampakkan satu mata saja.”(Syaikh Mushthafa Al-Adawi menyatakan bahwa perawi riwayat ini dari Ibnu Abbas adalah Ali bin Abi Thalhah yang tidak mendengar dari ibnu Abbas. Lihat Jami’ Ahkamin Nisa IV/513)

dan ini : 

Abu ‘Ubaidah As-Salmani dan lainnya mempraktekkan cara mengulurkan jilbab itu dengan selendangnya, yaitu menjadikannya sebagai kerudung, lalu dia menutupi hidung dan matanya sebelah kiri, dan menampakkan matanya sebelah kanan. Lalu dia mengulurkan selendangnya dari atas (kepala) sehingga dekat ke alisnya, atau di atas alis. (Riwayat Ibnu Jarir, dishahihkan oleh Syaikh Mushthafa Al-Adawi di dalam Jami’ Ahkamin Nisa IV/513)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;afwan Ustadz mau nanya mengenai maksud hadits ini : </p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, “Allah memerintahkan kepada istri-istri kaum mukminin, jika mereka keluar rumah karena suatu keperluan, hendaklah mereka menutupi wajah mereka dengan jilbab (pakaian semacam mukena) dari kepala mereka. Mereka dapat menampakkan satu mata saja.”(Syaikh Mushthafa Al-Adawi menyatakan bahwa perawi riwayat ini dari Ibnu Abbas adalah Ali bin Abi Thalhah yang tidak mendengar dari ibnu Abbas. Lihat Jami’ Ahkamin Nisa IV/513)</p>
<p>dan ini : </p>
<p>Abu ‘Ubaidah As-Salmani dan lainnya mempraktekkan cara mengulurkan jilbab itu dengan selendangnya, yaitu menjadikannya sebagai kerudung, lalu dia menutupi hidung dan matanya sebelah kiri, dan menampakkan matanya sebelah kanan. Lalu dia mengulurkan selendangnya dari atas (kepala) sehingga dekat ke alisnya, atau di atas alis. (Riwayat Ibnu Jarir, dishahihkan oleh Syaikh Mushthafa Al-Adawi di dalam Jami’ Ahkamin Nisa IV/513)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Apa Hukum Menjadi Dokter Wanita?</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-1343</link>
		<dc:creator>Apa Hukum Menjadi Dokter Wanita?</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 07:45:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-1343</guid>
		<description>[...] Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Mewajibkan (1) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Mewajibkan (1) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dija</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-916</link>
		<dc:creator>dija</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 17:43:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-916</guid>
		<description>Assalamualaikum wr wb,
Terimakasih atas dukungan Ustad dan saudara/i ku semua. An makin semangat untuk memantabkan ke-islaman serta niat untuk berhijab dgn lebih sempurna. Meski belum lama mendalami islam, an terus belajar semampunya dari bacaan,internet, dan ingin mengaji di majelis tqlm bersama2 dengan ukhti2 yang telah berhijab maupun berniqab...Di jkt ataupun sby, dimanakan an dpt bergabung dengan ukhti? Wass wr wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb,<br />
Terimakasih atas dukungan Ustad dan saudara/i ku semua. An makin semangat untuk memantabkan ke-islaman serta niat untuk berhijab dgn lebih sempurna. Meski belum lama mendalami islam, an terus belajar semampunya dari bacaan,internet, dan ingin mengaji di majelis tqlm bersama2 dengan ukhti2 yang telah berhijab maupun berniqab&#8230;Di jkt ataupun sby, dimanakan an dpt bergabung dengan ukhti? Wass wr wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kholid syamhudi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-859</link>
		<dc:creator>kholid syamhudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 03:53:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-859</guid>
		<description>wa&#039;alaikumussalam
@akh sandi jazakumullahu khoiran atas infonya dan mudah2an menambah semangat kita untuk mengamalkan syariat ini dengan kaafah
@khti dija. saya salut dengan semangat ukhti untuk berubah baik, namun perlu sekali ukhti melakukan komunikasi terbuka dan hangat kepada suami akan pentingnya agama bagi rumah tangga dan hubungan antar keluarga. ajaklah suami mengaji baik mellui buku-buku bermanfaat, radio -(klo di Solo bisa mendengarkan Radio Suara Qur`an (RSQ) 94,4 Fm)- atau radio online seperti radio muslim dan kalau dijakarta bisa dengar radio Radja di prekwensi am. 
sebab pemahaman suami terhadap agama sangat berperan penting dalam keistiqamahan ukhti dan itu sudah ukhti rasakan. 
nasehat saya kepada ukhti selain yang diatas adalah:
1. bersabar dan meyakini bahwa suami demikian karena rendahnya tingkat keilmuannya terhadap agama sehingga ukhti harus mengajaknya untuk faham agama tentunya dengan cara yang baik dan memperbaiki cara bergaul dengannya dalam keseharian. 
2. buatlah suami penasaran dengan sikap lembut dan mulianya ukhti sehingga mau bertanya mengapa berbuat demikian. lalu ukhti menjawabnya dengan baik dan mengena
3. untuk mewujudkan dua diatas ukhti harus lebih intensif belajar dan menguasai ilmu agama sehingga dapat menjawab semua bayangan buruk yang ada dimata suami terhadap wanita yang berpegang teguh kepada syariat islam
4. sebagai penutup marilah memperbanyak do&#039;a untuk suami ukhti dan ukhti sendiri agar dimudahkan Allah untuk istiqamah diatas agama yang mulia secara benar. sesungguhnya Allah akan mengabulkan semua do&#039;a hambaNya yang sungguh-sungguh dan penuh harapan serta kekhusyu&#039;an
semoga yang sedikit ini bermanfaat.
wabillahi taufiq
@Rasaarina jazakillahu khoiran atas partisipasinya mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing kita dijalan yang lurus</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wa&#8217;alaikumussalam<br />
@akh sandi jazakumullahu khoiran atas infonya dan mudah2an menambah semangat kita untuk mengamalkan syariat ini dengan kaafah<br />
@khti dija. saya salut dengan semangat ukhti untuk berubah baik, namun perlu sekali ukhti melakukan komunikasi terbuka dan hangat kepada suami akan pentingnya agama bagi rumah tangga dan hubungan antar keluarga. ajaklah suami mengaji baik mellui buku-buku bermanfaat, radio -(klo di Solo bisa mendengarkan Radio Suara Qur`an (RSQ) 94,4 Fm)- atau radio online seperti radio muslim dan kalau dijakarta bisa dengar radio Radja di prekwensi am.<br />
sebab pemahaman suami terhadap agama sangat berperan penting dalam keistiqamahan ukhti dan itu sudah ukhti rasakan.<br />
nasehat saya kepada ukhti selain yang diatas adalah:<br />
1. bersabar dan meyakini bahwa suami demikian karena rendahnya tingkat keilmuannya terhadap agama sehingga ukhti harus mengajaknya untuk faham agama tentunya dengan cara yang baik dan memperbaiki cara bergaul dengannya dalam keseharian.<br />
2. buatlah suami penasaran dengan sikap lembut dan mulianya ukhti sehingga mau bertanya mengapa berbuat demikian. lalu ukhti menjawabnya dengan baik dan mengena<br />
3. untuk mewujudkan dua diatas ukhti harus lebih intensif belajar dan menguasai ilmu agama sehingga dapat menjawab semua bayangan buruk yang ada dimata suami terhadap wanita yang berpegang teguh kepada syariat islam<br />
4. sebagai penutup marilah memperbanyak do&#8217;a untuk suami ukhti dan ukhti sendiri agar dimudahkan Allah untuk istiqamah diatas agama yang mulia secara benar. sesungguhnya Allah akan mengabulkan semua do&#8217;a hambaNya yang sungguh-sungguh dan penuh harapan serta kekhusyu&#8217;an<br />
semoga yang sedikit ini bermanfaat.<br />
wabillahi taufiq<br />
@Rasaarina jazakillahu khoiran atas partisipasinya mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing kita dijalan yang lurus</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Rusli</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-840</link>
		<dc:creator>Muhammad Rusli</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 17:24:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-840</guid>
		<description>Segala puji bagi Allah yang telah menyatukan kita dalam ikatan keislaman.dan para ukhti yang telah berhijab saya ucapkan selamat dan agar tetap beristiqomah di jalan al-Qur&#039;an dan Hadits.Serta Jangan berputus asa karna sungguh orang2 terdahulu lebih berat lagi cobaan yang diberikan kpd mereka.Jangan pernah bosan ber Amar Ma&#039;ruf Nahi Mungkar.maju terus para ikhwa dan akhwat tegakkanlah syiar2 Islam.

Assalamu Alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Segala puji bagi Allah yang telah menyatukan kita dalam ikatan keislaman.dan para ukhti yang telah berhijab saya ucapkan selamat dan agar tetap beristiqomah di jalan al-Qur&#8217;an dan Hadits.Serta Jangan berputus asa karna sungguh orang2 terdahulu lebih berat lagi cobaan yang diberikan kpd mereka.Jangan pernah bosan ber Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar.maju terus para ikhwa dan akhwat tegakkanlah syiar2 Islam.</p>
<p>Assalamu Alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Roosarina</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-835</link>
		<dc:creator>Roosarina</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 03:11:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-835</guid>
		<description>saudariku dija yang mudah2an senantiasa dirahmati Alloh,
semoga ukhty sabar atas semua ini. Dorongan untuk kita menjadi semakin lebih baik adalah bersumber dari hidayah yang diberikan Alloh. Bermohonlah untuk yang terbaik, karena semua dalam genggaman-Nya, semua mudah bagi-Nya.
Dipikirkan baik baik manfaat dan positif negatifnya dan tetep terus mengaji. Kalau ukhty di solo, bisa langsung konsul ke us.Kholid di Radio Suara Qur&#039;an 94,4 FM dalam acara SMS Berjawab(karena ini acara favorite saya (^-^), kalo pas bukan bulan Ramadhan biasanya sabtu malam jam8an.kalo bulan ramadhan ini pindah jam siar, jadi hari senin, afwan lupa jamnya krn slma prub jam siar blm pny ksmptn dgrin lg..Tapi telponnya cepat2 ya, karena yang ngantri spertinya banyak,
Semangat ya,saudariku dija
keep istiqomah..
dan ingat: g cm anti yang demikian
semangat!!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saudariku dija yang mudah2an senantiasa dirahmati Alloh,<br />
semoga ukhty sabar atas semua ini. Dorongan untuk kita menjadi semakin lebih baik adalah bersumber dari hidayah yang diberikan Alloh. Bermohonlah untuk yang terbaik, karena semua dalam genggaman-Nya, semua mudah bagi-Nya.<br />
Dipikirkan baik baik manfaat dan positif negatifnya dan tetep terus mengaji. Kalau ukhty di solo, bisa langsung konsul ke us.Kholid di Radio Suara Qur&#8217;an 94,4 FM dalam acara SMS Berjawab(karena ini acara favorite saya (^-^), kalo pas bukan bulan Ramadhan biasanya sabtu malam jam8an.kalo bulan ramadhan ini pindah jam siar, jadi hari senin, afwan lupa jamnya krn slma prub jam siar blm pny ksmptn dgrin lg..Tapi telponnya cepat2 ya, karena yang ngantri spertinya banyak,<br />
Semangat ya,saudariku dija<br />
keep istiqomah..<br />
dan ingat: g cm anti yang demikian<br />
semangat!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dija</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-806</link>
		<dc:creator>dija</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 18:21:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-806</guid>
		<description>saya memimpikan suami yg kukuh dlm menjalankan syariat agama shg dapat menjadi pemimpin bagi keluarga. namun harapan saya belum dikabulkan Allah. Suami tidak seperti yg saya harapkan,dalam hal ibadah maupun pandangannya ttg wanita. Dalam hal busana;lbh menyenangi saya tampil modis,dan mengharap saya aktif berkarir. Kondisi ini tidak mampu meredam keinginan saya untuk menjadi muslimah yg lebih baik,hingga 1,5 thn yll saya mendapat hidayah dan nekad ber&quot;jilbab&quot; (jilbab biasa saja),meski suami tidak mendukung. Saat ini,muncul keinginan,entah datang dr mana,seperti mengejar2 saya,serasa tidak terbendung lagi.Saya sangaaaaaat ingin berhijab dengan sempurna,jika mampu hingga berniqab.Saya juga ingin menyempurnakannya dengan berhenti bekerja.Mengabdi sepenuhnya pd suami (maaf,sampe2 terpikir,entah suami yg mana).Saya gundah sekali,krn suami penganut agama biasa saja dan pasti akan menentang. Apa yg harus sy lakukan?sementara saya sementara ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga... mohon dengan sangat pendapatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya memimpikan suami yg kukuh dlm menjalankan syariat agama shg dapat menjadi pemimpin bagi keluarga. namun harapan saya belum dikabulkan Allah. Suami tidak seperti yg saya harapkan,dalam hal ibadah maupun pandangannya ttg wanita. Dalam hal busana;lbh menyenangi saya tampil modis,dan mengharap saya aktif berkarir. Kondisi ini tidak mampu meredam keinginan saya untuk menjadi muslimah yg lebih baik,hingga 1,5 thn yll saya mendapat hidayah dan nekad ber&#8221;jilbab&#8221; (jilbab biasa saja),meski suami tidak mendukung. Saat ini,muncul keinginan,entah datang dr mana,seperti mengejar2 saya,serasa tidak terbendung lagi.Saya sangaaaaaat ingin berhijab dengan sempurna,jika mampu hingga berniqab.Saya juga ingin menyempurnakannya dengan berhenti bekerja.Mengabdi sepenuhnya pd suami (maaf,sampe2 terpikir,entah suami yg mana).Saya gundah sekali,krn suami penganut agama biasa saja dan pasti akan menentang. Apa yg harus sy lakukan?sementara saya sementara ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga&#8230; mohon dengan sangat pendapatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sandhi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-620</link>
		<dc:creator>sandhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 06:44:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-620</guid>
		<description>Selanjutnya saya memiliki tulisan ttg cadar di Indonesia dan bagi ikhwan / akhwat yang ingin mengetahuinya menghubungi saya via email sandhi.kusuma@yahoo.com atau novitakartikasari@ymail.com . Insya Allah akan saya kirimkan tulisannya via email.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selanjutnya saya memiliki tulisan ttg cadar di Indonesia dan bagi ikhwan / akhwat yang ingin mengetahuinya menghubungi saya via email <a href="mailto:sandhi.kusuma@yahoo.com">sandhi.kusuma@yahoo.com</a> atau <a href="mailto:novitakartikasari@ymail.com">novitakartikasari@ymail.com</a> . Insya Allah akan saya kirimkan tulisannya via email.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sandhi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-619</link>
		<dc:creator>sandhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 06:27:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-619</guid>
		<description>Jadi, untuk saudari-saudariku muslimah, janganlah gentar jika sudah memiliki tekad untuk memakai cadar, ataupun khawatir dianggap aliran aneh, sempalan, kelompok sesat dll, karena sesungguhnya cadar telah dikenal di negeri ini sejak dahulu. 
Terbukti cadar dibahas di kitab-kitab rujukan mereka seperti Al-Umm, Kifayatul Akhyar, Tafsir Jalalain, Fathul Qarib, Hasyiah al-Bajuri ‘ala Fathul Qarib bahkan telah diputuskan di dalam MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA (NU)di Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 Tentang HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN
TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA sebagai pendapat yang mu&#039;tamad (kuat dan dipegangi).

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi, untuk saudari-saudariku muslimah, janganlah gentar jika sudah memiliki tekad untuk memakai cadar, ataupun khawatir dianggap aliran aneh, sempalan, kelompok sesat dll, karena sesungguhnya cadar telah dikenal di negeri ini sejak dahulu.<br />
Terbukti cadar dibahas di kitab-kitab rujukan mereka seperti Al-Umm, Kifayatul Akhyar, Tafsir Jalalain, Fathul Qarib, Hasyiah al-Bajuri ‘ala Fathul Qarib bahkan telah diputuskan di dalam MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA (NU)di Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 Tentang HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN<br />
TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA sebagai pendapat yang mu&#8217;tamad (kuat dan dipegangi).</p>
<p>Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sandhi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-618</link>
		<dc:creator>sandhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 06:19:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-618</guid>
		<description>Disebutkan oleh Imam Asy-Syafi&#039;i di dalam Al-Umm Kitab Haji Bab Pakaian yang Dipakai Seorang Perempuan :


??????????? ??????????? ????????? ????????? ??????????? ??? ????????? ??????????? ????????? ??? ???????? ????????? ?????????? ?????????? ???????? ??????? ???? ?????? ????????? ????? ??????? ?????? ???????????? ????????? ???????????? ???? ??????? ????????? ??????? ????????? ???? ???????? ???? ???????? ???????????? ???? ?????? ?????????? ???? ?????? ?????? ???? ?????????? ???? ?????? ????????? ???????????? ???? ????????? ?????? ????????? ????????? ???????????? ??????????? ????? ????????? ????? ??????? ????? ???? ?????????? 

“Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki di dalam ihram adalah perempuan pada wajahnya dan laki-laki pada kepalanya. Laki-laki-laki boleh menutup wajahnya setiap saat tanpa ada hal darurat, akan tetapi hal ini terlarang bagi perempuan”.  
“Adapun seorang perempuan (dalam ihram) bila wajahnya dalam keadaan terbuka dan ia ingin menutupinya dari manusia; maka hendaknya ia menurunkan jilbabnya atau sebagian kerudungnya atau kain lainnya dari pakaiannya dari atas kepalanya ke depan wajahnya (tidak menempel) sehingga MENUTUPI WAJAHNYA seperti penutup pada  wajah namun tidak seperti niqob (yang menempel pada wajah). ”  


Juga di Kitab Fiqh Kifayatul Akhyar yang ditulis oleh al-Imam Taqiyuddin Abu Bakr bin Muhammad al-Husaini al-Hisni ad-Dimsyaqi asy-Syafi’i ???? ???? , seorang ulama’ masyhur mazhab Syafi’i . Kitab fiqh Kifayatul Akhyar ini digunakan di hampir seluruh dunia, di pelosok daerah dan pondok-pondok pesantren di Indonesia sejak masa dahulu. Pembahasan cadar senantiasa menghiasi kitab ini ketika membahas tentang aurat wanita; di antaranya : 

a.	Pada Kitab Shalat Bab Syarat-Syarat Shalat Sebelum Mengerjakannya , yaitu : 

 (???? ?????? ????? ????? ??????? ??? ???? ????). ??? ????? ?????? ??????? ?? ??????? ??? ??? ???? ??? ?????? ????? ?????? ??? ?? ?????? ??????? ??? ??????… ??????? ?????? ??? ?? ???? ?? ????? ????? ????? ?? ??????? ?? ?????? ??? ??? ?? ????? ????? ?? ??? ??? ?????? ??? ????? ??? ?????? ???? ???? ?? ????? ??????? ???? ??????? ???? ???? ????? ????? ??????? ???. 
“{Dan menutup aurat dengan pakaian yang suci, dan berdiri di tempat yang suci}. -Adapun perkara pakaian dan tempat harus suci dari najis, telah diterangkan sebelumnya. Adapun menutup aurat adalah wajib secara mutlak bahkan di tempat sepi sekalipun, menurut pendapat yang kuat. . . . 
Bagi wanita hukumnya WAJIB dia mengenakan penutup muka (cadar), kecuali jika berada di dalam masjid. Jika di masjid itu banyak laki-laki yang tidak mau menjaga matanya dari melihat wanita dan dikhawatirkan dapat menarik kepada kerusakan maka wanita itu HARAM  membuka wajahnya.
Dalam hal ini banyak sekali wanita yang membuka penutup wajahnya terutama di tempat-tempat ziarah seperti di Baitul Maqdis,-semoga Allah menambah kemuliaannya-, maka perbuatan semacam itu (membuka wajah) harus dijauhi.”    

b.	Pada Kitab Haji Bab Hal yang Haram di dalam Berihram, yaitu : 

????? ??? ?????? ???? ?????: ??? ?????? ?????? ????? ?? ????? ?????? ?? ?????? . . . ??? ??? ?? ?????. ???? ?????? ?????? ?? ???? ???? ????? ????? ???? ????? ?????? ??????? ???? ?? ???? ????? ???? ?? ???? ???? ??? ??? ????? ???? ??? ????? ?? ???? ???? ?? ?? ?? ??? ?? ??? ????? ???? ??? 

…“Dan diharamkan atas orang yang berihram melakukan 10 perkara, yaitu (1) memakai pakaian yang berjahit, (2) menutup kepala bagi laki-laki dan (3) menutup muka bagi wanita.” 
 “… dan itu semua bagi laki-laki, adapun wanita, maka hukum wajahnya sama dengan hukum kepala bagi laki-laki. Wanita boleh menutupi seluruh badannya dan kepalanya dengan pakaian yang berjahit. Dan juga bagi wanita agar menutupi  wajahnya dengan kain atau sobekan kain, dengan syarat kain tersebut tidak menyentuh mukanya. Baik menutupi wajahnya itu karena suatu hajat, seperti kepanasan, kedinginan, atau karena takut terjadi fitnah (syahwat) dan lain-lain ataupun juga tanpa sebab hajat apapun.”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Disebutkan oleh Imam Asy-Syafi&#8217;i di dalam Al-Umm Kitab Haji Bab Pakaian yang Dipakai Seorang Perempuan :</p>
<p>??????????? ??????????? ????????? ????????? ??????????? ??? ????????? ??????????? ????????? ??? ???????? ????????? ?????????? ?????????? ???????? ??????? ???? ?????? ????????? ????? ??????? ?????? ???????????? ????????? ???????????? ???? ??????? ????????? ??????? ????????? ???? ???????? ???? ???????? ???????????? ???? ?????? ?????????? ???? ?????? ?????? ???? ?????????? ???? ?????? ????????? ???????????? ???? ????????? ?????? ????????? ????????? ???????????? ??????????? ????? ????????? ????? ??????? ????? ???? ?????????? </p>
<p>“Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki di dalam ihram adalah perempuan pada wajahnya dan laki-laki pada kepalanya. Laki-laki-laki boleh menutup wajahnya setiap saat tanpa ada hal darurat, akan tetapi hal ini terlarang bagi perempuan”.<br />
“Adapun seorang perempuan (dalam ihram) bila wajahnya dalam keadaan terbuka dan ia ingin menutupinya dari manusia; maka hendaknya ia menurunkan jilbabnya atau sebagian kerudungnya atau kain lainnya dari pakaiannya dari atas kepalanya ke depan wajahnya (tidak menempel) sehingga MENUTUPI WAJAHNYA seperti penutup pada  wajah namun tidak seperti niqob (yang menempel pada wajah). ”  </p>
<p>Juga di Kitab Fiqh Kifayatul Akhyar yang ditulis oleh al-Imam Taqiyuddin Abu Bakr bin Muhammad al-Husaini al-Hisni ad-Dimsyaqi asy-Syafi’i ???? ???? , seorang ulama’ masyhur mazhab Syafi’i . Kitab fiqh Kifayatul Akhyar ini digunakan di hampir seluruh dunia, di pelosok daerah dan pondok-pondok pesantren di Indonesia sejak masa dahulu. Pembahasan cadar senantiasa menghiasi kitab ini ketika membahas tentang aurat wanita; di antaranya : </p>
<p>a.	Pada Kitab Shalat Bab Syarat-Syarat Shalat Sebelum Mengerjakannya , yaitu : </p>
<p> (???? ?????? ????? ????? ??????? ??? ???? ????). ??? ????? ?????? ??????? ?? ??????? ??? ??? ???? ??? ?????? ????? ?????? ??? ?? ?????? ??????? ??? ??????… ??????? ?????? ??? ?? ???? ?? ????? ????? ????? ?? ??????? ?? ?????? ??? ??? ?? ????? ????? ?? ??? ??? ?????? ??? ????? ??? ?????? ???? ???? ?? ????? ??????? ???? ??????? ???? ???? ????? ????? ??????? ???.<br />
“{Dan menutup aurat dengan pakaian yang suci, dan berdiri di tempat yang suci}. -Adapun perkara pakaian dan tempat harus suci dari najis, telah diterangkan sebelumnya. Adapun menutup aurat adalah wajib secara mutlak bahkan di tempat sepi sekalipun, menurut pendapat yang kuat. . . .<br />
Bagi wanita hukumnya WAJIB dia mengenakan penutup muka (cadar), kecuali jika berada di dalam masjid. Jika di masjid itu banyak laki-laki yang tidak mau menjaga matanya dari melihat wanita dan dikhawatirkan dapat menarik kepada kerusakan maka wanita itu HARAM  membuka wajahnya.<br />
Dalam hal ini banyak sekali wanita yang membuka penutup wajahnya terutama di tempat-tempat ziarah seperti di Baitul Maqdis,-semoga Allah menambah kemuliaannya-, maka perbuatan semacam itu (membuka wajah) harus dijauhi.”    </p>
<p>b.	Pada Kitab Haji Bab Hal yang Haram di dalam Berihram, yaitu : </p>
<p>????? ??? ?????? ???? ?????: ??? ?????? ?????? ????? ?? ????? ?????? ?? ?????? . . . ??? ??? ?? ?????. ???? ?????? ?????? ?? ???? ???? ????? ????? ???? ????? ?????? ??????? ???? ?? ???? ????? ???? ?? ???? ???? ??? ??? ????? ???? ??? ????? ?? ???? ???? ?? ?? ?? ??? ?? ??? ????? ???? ??? </p>
<p>…“Dan diharamkan atas orang yang berihram melakukan 10 perkara, yaitu (1) memakai pakaian yang berjahit, (2) menutup kepala bagi laki-laki dan (3) menutup muka bagi wanita.”<br />
 “… dan itu semua bagi laki-laki, adapun wanita, maka hukum wajahnya sama dengan hukum kepala bagi laki-laki. Wanita boleh menutupi seluruh badannya dan kepalanya dengan pakaian yang berjahit. Dan juga bagi wanita agar menutupi  wajahnya dengan kain atau sobekan kain, dengan syarat kain tersebut tidak menyentuh mukanya. Baik menutupi wajahnya itu karena suatu hajat, seperti kepanasan, kedinginan, atau karena takut terjadi fitnah (syahwat) dan lain-lain ataupun juga tanpa sebab hajat apapun.”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sandhi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-617</link>
		<dc:creator>sandhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 04:37:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-617</guid>
		<description>Tambahan lagi dari Kitab Tafsir Jalalain :

Kitab Tafsir Jalalain ditulis oleh Syaikh Jalaluddin ibn Muhammad Al-Mahalli ???? ???? dan Syaikh Jalaluddin ibn Abi Bakrin as-Suyuthi ???? ????. Kitab tafsir ini digunakan di hampir seluruh dunia dan pondok-pondok pesantren di Indonesia sejak masa dahulu. Pembahasan cadar di dalam kitab ini di antaranya dalam:
a.	Tafsir surat An-Nuur ayat 31 :    ????? ?????????? ????????????? ????? ??? ?????? ???????
(... dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.), yaitu :  
? ?? ????? ? ?????? ????? ???? ?????? ?? ?? ??? ???? ?? ??? ????? ? ????? ???? ???? ???? ?????? ? ??? ???? ????? 
“yaitu wajah dan kedua telapak tangan, maka dibolehkan terlihat lelaki asing jika tidak takut terjadi fitnah; pada satu pendapat. Pendapat kedua, diharamkan terlihat (wajah dan telapak tangan) karena dapat mengundang fitnah, (pendapat ini) kuat untuk memutus pintu fitnah itu.”    

b.	Tafsir QS.Al-Ahzaab : 59 tentang jilbab, ? ????????????? ??? ????????? ?????????  (...Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…), : 

??? ????? ? ?? ??????? ???? ????? ??? ?????? ?? ????? ????? ??? ?????? ??? ???? ??????? ??? ???? ?????
 “Bentuk jamak dari jilbab, yaitu pakaian besar yang menyelubungi perempuan, yaitu menurunkan sebagiannya ke atas wajah-wajah mereka ketika keluar untuk suatu keperluan hingga tidak menampakkannya kecuali hanya satu mata saja.”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan lagi dari Kitab Tafsir Jalalain :</p>
<p>Kitab Tafsir Jalalain ditulis oleh Syaikh Jalaluddin ibn Muhammad Al-Mahalli ???? ???? dan Syaikh Jalaluddin ibn Abi Bakrin as-Suyuthi ???? ????. Kitab tafsir ini digunakan di hampir seluruh dunia dan pondok-pondok pesantren di Indonesia sejak masa dahulu. Pembahasan cadar di dalam kitab ini di antaranya dalam:<br />
a.	Tafsir surat An-Nuur ayat 31 :    ????? ?????????? ????????????? ????? ??? ?????? ???????<br />
(&#8230; dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.), yaitu :<br />
? ?? ????? ? ?????? ????? ???? ?????? ?? ?? ??? ???? ?? ??? ????? ? ????? ???? ???? ???? ?????? ? ??? ???? ?????<br />
“yaitu wajah dan kedua telapak tangan, maka dibolehkan terlihat lelaki asing jika tidak takut terjadi fitnah; pada satu pendapat. Pendapat kedua, diharamkan terlihat (wajah dan telapak tangan) karena dapat mengundang fitnah, (pendapat ini) kuat untuk memutus pintu fitnah itu.”    </p>
<p>b.	Tafsir QS.Al-Ahzaab : 59 tentang jilbab, ? ????????????? ??? ????????? ?????????  (&#8230;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…), : </p>
<p>??? ????? ? ?? ??????? ???? ????? ??? ?????? ?? ????? ????? ??? ?????? ??? ???? ??????? ??? ???? ?????<br />
 “Bentuk jamak dari jilbab, yaitu pakaian besar yang menyelubungi perempuan, yaitu menurunkan sebagiannya ke atas wajah-wajah mereka ketika keluar untuk suatu keperluan hingga tidak menampakkannya kecuali hanya satu mata saja.”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Doni</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-590</link>
		<dc:creator>Doni</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 14:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-590</guid>
		<description>Askm.saya sangat setuju dng artikel ini,yg tela mempaparkan tentang pentingnya hijab bagi seoarang muslimah.tapi mungkn disini saya mau sedikt  bertanya
1.apakh ada rhukhsoh bagi seorang muslimah yang ada di indonesi khususnya,karna sangat beda adatnya,kalau di bandingkn di negara arab,saudi,yaman misalnya.?
2.kalau memang tidak bagaimana mengantisipasi diri kita dr gunjingan masyarakt,khussnya di keluarga kita,yang memang awam dalam hal ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Askm.saya sangat setuju dng artikel ini,yg tela mempaparkan tentang pentingnya hijab bagi seoarang muslimah.tapi mungkn disini saya mau sedikt  bertanya<br />
1.apakh ada rhukhsoh bagi seorang muslimah yang ada di indonesi khususnya,karna sangat beda adatnya,kalau di bandingkn di negara arab,saudi,yaman misalnya.?<br />
2.kalau memang tidak bagaimana mengantisipasi diri kita dr gunjingan masyarakt,khussnya di keluarga kita,yang memang awam dalam hal ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: awaluddin</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-557</link>
		<dc:creator>awaluddin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 15:11:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-557</guid>
		<description>semoga ini bisa menyadarkan ahwat agar bisa menutup auratnya tidak setengah-tengah....amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga ini bisa menyadarkan ahwat agar bisa menutup auratnya tidak setengah-tengah&#8230;.amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sandhi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/comment-page-1/#comment-516</link>
		<dc:creator>sandhi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 09:07:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=960#comment-516</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr. wb.
Ustadz, ternyata, cadar bukanlah hal asing. Muktamar NU telah menyebutkannya bahwa pendapat yang mu&#039;tamad adalah yang bercadar. Kebetulan ana ada buku kumpulan muktamar NU itu. Berikut salinan keputusannya: 


MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA
Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 
Tentang
HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN 
TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA

Pertanyaan : 
Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh? Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)

Jawaban : 
Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad ( yang kuat dan dipegangi - penj ). 
Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi, demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya, APABILA TIDAK ADA FITNAH. 

Keterangan : 

(a) Kitab Maraqhil-Falah Syarh Nurul-Idlah (yang membolehkan):

(?????????? ?????? ?????????? ???????? ????? ????????? ??????????????). ???????????? ?????????????? ???? ?????????? ?????? ????????????. ?? ??????? ?????????? ???????? ???? ??????? ???????????? ?????? ??????????. ?????? ?????? ?????????? ?????? ?????????? (??) ?????? (???????????) ???? ??????? ???????????????? ???????????? ?????????????? ??????????? ???????????? ??????? ???? ??????????? ???????? ?????????? ?????? ??????????????? ???????? ???? ?????????? ?????????? ??????????

Seluruh anggota badan wanita merdeka itu aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, baik bagian dalam maupun luarnya, menurut pendapat yang tersahih dan dipilih. Demikian pula lengannya termasuk aurat. Berbeda dengan pendapat Abu Hanifah yang tidak menganggap lengan tersebut sebagai aurat. Menurut salah satu riwayat yang sahih, kedua telapak kaki wanita itu tidak termasuk aurat baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Sedangkan rambutnya sampai bagian yang menjurai sekalipun, termasuk aurat, demikian fatwa atasnya. 

(b) Kitab Bajuri Hasyiah Fatchul-Qarib Jilid. II Bab Nikah (yang mengharamkan) :

(???????? ????? ??????????????) ??? ????? ?????? ???? ?????????? ??????????????? ??? ?????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ?????? ????????? ?????????????? ?????????? ????????? ????????? ?????? ???? ?????? ???????? ???? ?????? ???????? ????? ??????????? ????? ???? ???????????? ?????????? ????? ???? ????? ???????? ??? ???????? ?????????? ???????? &quot; ????? ????????? ???????????? ?????? ??? ?????? ???????&quot; ?????? ????????? ??????????? ?????????????? ??????????????? ??????????. ????? ?????? ???????????? ??????????? ??????????? ???? ????? ?????????? ???????? ?????? ?????? ???????? ?????????? ???? ????????? ?????????????? ???????? ?????? ??????? ????????? ???????????.

(PENDAPAT PERTAMA) (Perkataannya atas yang bukan mahram / asing) yakni, pada segala sesuatu pada diri wanita yang bukan mahramnya walaupun budak termasuk wajah dan kedua telapak tangannya, maka haram melihat semua itu walaupun tidak disertai syahwat ataupun kekhawatiran timbulnya adanya fitnah sesuai pendapat yang sahih sebagaimana yang tertera dalam kitab al-Minhaj dan lainnya. PENDAPAT LAIN (KEDUA) menyatakan atau dikatakan (qila) tidak haram sesuai dengan firman Allah “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (QS.An-Nuur : 31).
PENDAPAT PERTAMA (yang mengharamkan) LEBIH SAHIH, dan tidak perlu mengikuti pendapat kedua (yang tidak mengharamkan) terutama pada masa kita sekarang ini di mana banyak wanita keluar di jalan-jalan dan pasar-pasar. Keharaman ini juga mencakup rambut dan kuku. 

SUMBER : Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), h.123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. wb.<br />
Ustadz, ternyata, cadar bukanlah hal asing. Muktamar NU telah menyebutkannya bahwa pendapat yang mu&#8217;tamad adalah yang bercadar. Kebetulan ana ada buku kumpulan muktamar NU itu. Berikut salinan keputusannya: </p>
<p>MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA<br />
Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933<br />
Tentang<br />
HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN<br />
TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA</p>
<p>Pertanyaan :<br />
Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh? Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)</p>
<p>Jawaban :<br />
Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad ( yang kuat dan dipegangi &#8211; penj ).<br />
Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi, demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya, APABILA TIDAK ADA FITNAH. </p>
<p>Keterangan : </p>
<p>(a) Kitab Maraqhil-Falah Syarh Nurul-Idlah (yang membolehkan):</p>
<p>(?????????? ?????? ?????????? ???????? ????? ????????? ??????????????). ???????????? ?????????????? ???? ?????????? ?????? ????????????. ?? ??????? ?????????? ???????? ???? ??????? ???????????? ?????? ??????????. ?????? ?????? ?????????? ?????? ?????????? (??) ?????? (???????????) ???? ??????? ???????????????? ???????????? ?????????????? ??????????? ???????????? ??????? ???? ??????????? ???????? ?????????? ?????? ??????????????? ???????? ???? ?????????? ?????????? ??????????</p>
<p>Seluruh anggota badan wanita merdeka itu aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, baik bagian dalam maupun luarnya, menurut pendapat yang tersahih dan dipilih. Demikian pula lengannya termasuk aurat. Berbeda dengan pendapat Abu Hanifah yang tidak menganggap lengan tersebut sebagai aurat. Menurut salah satu riwayat yang sahih, kedua telapak kaki wanita itu tidak termasuk aurat baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Sedangkan rambutnya sampai bagian yang menjurai sekalipun, termasuk aurat, demikian fatwa atasnya. </p>
<p>(b) Kitab Bajuri Hasyiah Fatchul-Qarib Jilid. II Bab Nikah (yang mengharamkan) :</p>
<p>(???????? ????? ??????????????) ??? ????? ?????? ???? ?????????? ??????????????? ??? ?????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ?????? ????????? ?????????????? ?????????? ????????? ????????? ?????? ???? ?????? ???????? ???? ?????? ???????? ????? ??????????? ????? ???? ???????????? ?????????? ????? ???? ????? ???????? ??? ???????? ?????????? ???????? &#8221; ????? ????????? ???????????? ?????? ??? ?????? ???????&#8221; ?????? ????????? ??????????? ?????????????? ??????????????? ??????????. ????? ?????? ???????????? ??????????? ??????????? ???? ????? ?????????? ???????? ?????? ?????? ???????? ?????????? ???? ????????? ?????????????? ???????? ?????? ??????? ????????? ???????????.</p>
<p>(PENDAPAT PERTAMA) (Perkataannya atas yang bukan mahram / asing) yakni, pada segala sesuatu pada diri wanita yang bukan mahramnya walaupun budak termasuk wajah dan kedua telapak tangannya, maka haram melihat semua itu walaupun tidak disertai syahwat ataupun kekhawatiran timbulnya adanya fitnah sesuai pendapat yang sahih sebagaimana yang tertera dalam kitab al-Minhaj dan lainnya. PENDAPAT LAIN (KEDUA) menyatakan atau dikatakan (qila) tidak haram sesuai dengan firman Allah “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (QS.An-Nuur : 31).<br />
PENDAPAT PERTAMA (yang mengharamkan) LEBIH SAHIH, dan tidak perlu mengikuti pendapat kedua (yang tidak mengharamkan) terutama pada masa kita sekarang ini di mana banyak wanita keluar di jalan-jalan dan pasar-pasar. Keharaman ini juga mencakup rambut dan kuku. </p>
<p>SUMBER : Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), h.123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

