<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Salafiyah Dan Solidaritas Muslim</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Apr 2012 02:44:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Jalaluddin</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-1346</link>
		<dc:creator>Jalaluddin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 12:07:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-1346</guid>
		<description>Dalam Islam kita diperintahkan Allah dan Rasulullah untuk selalu mengikhlaskan amal dan ibadah kita, salah satunya adalah tidak menceritakann amal dan perbuatan baik yg kita lakukan. Mungkin karena saudara-saudara kita tidak melihat bukti langsung amal perbuatan ini, sehingga mereka beranggapan bahwa salaf tidak ikut andil dalam melihat penderitaan saudaranya. Maka anggapan seperti ini keliru wahai saudaraku, kami pun sangat merasakan penderitaan saudara-saudara kami di palestina maupun di negara manapun. akan tetapi ingatlah bahwa amal dan perbuatab kita dituntut ikhlas, agar dapat diterima oleh Allah. Oleh karena itu kami tidak ikut serta dalam demonstrasi dan semacamnya. Oleh karena itu janganlah karena tidak melihat bukti, saudara-saudaraku menganggap kami tidak peduli dengan permasalahan kaum muslimin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Islam kita diperintahkan Allah dan Rasulullah untuk selalu mengikhlaskan amal dan ibadah kita, salah satunya adalah tidak menceritakann amal dan perbuatan baik yg kita lakukan. Mungkin karena saudara-saudara kita tidak melihat bukti langsung amal perbuatan ini, sehingga mereka beranggapan bahwa salaf tidak ikut andil dalam melihat penderitaan saudaranya. Maka anggapan seperti ini keliru wahai saudaraku, kami pun sangat merasakan penderitaan saudara-saudara kami di palestina maupun di negara manapun. akan tetapi ingatlah bahwa amal dan perbuatab kita dituntut ikhlas, agar dapat diterima oleh Allah. Oleh karena itu kami tidak ikut serta dalam demonstrasi dan semacamnya. Oleh karena itu janganlah karena tidak melihat bukti, saudara-saudaraku menganggap kami tidak peduli dengan permasalahan kaum muslimin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnu Yusuf</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-682</link>
		<dc:creator>ibnu Yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 12:45:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-682</guid>
		<description>Semoga Ahlussunnah/Salafiyun terhindar dari tudingan negatif, prasangka buruk orang2 yang dengki nan hasad..
Dan semoga saudara2 kami kaum muslim di negeri Palestina,Gaza, Iraq, Afghanistan, Iran yang teraniaya selalu mendapat perlindungan dan kekuatan dari Allah Azza wa Jalla..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga Ahlussunnah/Salafiyun terhindar dari tudingan negatif, prasangka buruk orang2 yang dengki nan hasad..<br />
Dan semoga saudara2 kami kaum muslim di negeri Palestina,Gaza, Iraq, Afghanistan, Iran yang teraniaya selalu mendapat perlindungan dan kekuatan dari Allah Azza wa Jalla..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ZAki</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-57</link>
		<dc:creator>ZAki</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 06:50:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-57</guid>
		<description>Alhamdulillah...terima kasih atas tanggapan ustad -semoga Allah merahmatih-. Penjelasan seperti ini yang sangat saya butuhkan. Informasi yang seperti ini jarang didapat dari sumber yang mengaku &quot;salafiun&quot;, mereka selalu berdalih,&quot;Tauhid dan aqidah kita lebih penting dari sekadar ngurusin yang gituan&quot;. Seakan Islam hanya persoalan aqidah, menistakan persoalan lainnya. Bagi ana ini penyempitan makna Islam yang kaffah. 

Maaf saya tidak anti dengan kaum &quot;salafiun&quot;. Ana hanya sedikit alergi dengan berbagai halaqoh, karena lebih berdampak perpecahan dibandingkan persatuan umat Islam. Mengapa kita tidak memakai saja nama &#039;kaum Muslim&#039; atau &#039;umat Islam&#039; sebagai identitas. Toh istilah &quot;salafiun&quot; atau &quot;salafiah&quot; tidak ada dalam indeks Al Quran? Maaf, -ini hanya menurut ana pribadi- istilah tersebut merupakan konvensi sebahagian umat Islam zaman sekarang ini. Bahkan para salaf terdahulu yang dimaksud pun tidak mengenal &quot;salafiah&quot;, yang ada hanya Islam yang berpedoman pada Allah SWT dan Rasul-Nya. Mengapa kita tidak seperti mereka?

Ustad benar bila menyatakan bahwa ana &quot;cemburu&quot; dalam hal ini. Ya ana sangat cemburu kepada siapa saja yang soleh dan berilmu seperti Ustad. Karena itu ana bertanya agar lebih paham Quran dan Sunnah.

Maaf bila ada kata yang tidak berkenan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230;terima kasih atas tanggapan ustad -semoga Allah merahmatih-. Penjelasan seperti ini yang sangat saya butuhkan. Informasi yang seperti ini jarang didapat dari sumber yang mengaku &#8220;salafiun&#8221;, mereka selalu berdalih,&#8221;Tauhid dan aqidah kita lebih penting dari sekadar ngurusin yang gituan&#8221;. Seakan Islam hanya persoalan aqidah, menistakan persoalan lainnya. Bagi ana ini penyempitan makna Islam yang kaffah. </p>
<p>Maaf saya tidak anti dengan kaum &#8220;salafiun&#8221;. Ana hanya sedikit alergi dengan berbagai halaqoh, karena lebih berdampak perpecahan dibandingkan persatuan umat Islam. Mengapa kita tidak memakai saja nama &#8216;kaum Muslim&#8217; atau &#8216;umat Islam&#8217; sebagai identitas. Toh istilah &#8220;salafiun&#8221; atau &#8220;salafiah&#8221; tidak ada dalam indeks Al Quran? Maaf, -ini hanya menurut ana pribadi- istilah tersebut merupakan konvensi sebahagian umat Islam zaman sekarang ini. Bahkan para salaf terdahulu yang dimaksud pun tidak mengenal &#8220;salafiah&#8221;, yang ada hanya Islam yang berpedoman pada Allah SWT dan Rasul-Nya. Mengapa kita tidak seperti mereka?</p>
<p>Ustad benar bila menyatakan bahwa ana &#8220;cemburu&#8221; dalam hal ini. Ya ana sangat cemburu kepada siapa saja yang soleh dan berilmu seperti Ustad. Karena itu ana bertanya agar lebih paham Quran dan Sunnah.</p>
<p>Maaf bila ada kata yang tidak berkenan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kholid Syamhudi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-55</link>
		<dc:creator>kholid Syamhudi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 10:56:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-55</guid>
		<description>Wa&#039;alaikumus salam
al Akh Zaki -Rahimakumullahu- jazakumullah khoiran atas komentar antum dalam hal ini dan juga berterimakasih atas ghiroh (kecemburuan)antum dalam hal ini. terus terang ana yakin setiap orang yang mencintai Allah dan RasulNya pasti akan mencintai saudaranya seiman apalagi yang mengenal bagaimana bentuk sikap empat dan kasih sayang yang ada dikalangan para salaf dahulu. semua merasakan penderitaan dan kepiluan atas peristiwa yang terjadi di jalur Gaza atau di Iraaq atau di afghanistan. namun apakah perasaan tersebut membuat kita bertindak dan melakukan aktivitas yang berakibat buruk bagi kaum muslimin yang sedang tertimpa musibah atau yang belum tertimpa musibah. apalagi sampai terjerumus dalam kemaksiatan dan kebid&#039;ahan. ini perkara penting yang harus diperhatikan.&#039;
statemen dan pernyataan alhamdulillah telah disebarkan dalam Muslim.or.id berupa fatwa mufti agung kerajaan saudi arabia yang ana terjemahkan dalam upaya memberikan pencerahan dan pemberitahuan sikap yang benar dalam masalah ini. sebab dalam masalah besar seperti ini kita wajib kembali kepada para ulama yang mengerti bagaimana syariat memberikan solusi dengan mempertimbangkan kaedah mashlahat dan madhorat yang sudah dikenal dikalangan para ulama syari&#039;at sejak dahulu kala hingga saat ini. bantuan materi dan immateri dari kalangan salafiyun didunia tidak dapat dihitung hanya dengan angka-angka. namun yang perlu diingat amalan sholeh yang utama adalah yang hanya diketahui dirinya dan sang penciptanya. jangan cepat menghukumi tidak ada sebelum meneliti benar memang itu tidak ada. perlu diketahui berapa banyak para ulama salafiyun menjadi perintis dan pelopor jihad didunia ini. ambil contoh Abdulhamid bin Badies seorang ulama salafi di al-Jazair dan pendiri Jum&#039;iyah ulama disana adalah pelopor jihad di al-Jazair menghadapi penjajah hingga akhirnya ALlah memberikan kepada mereka kemerdekaan. diafghanistan muncul seorang ulama salafi namanya Muhammad Husein (sebagaimana nama ini diceritakan putra beliau kepada ana di Universitas Islam Madinah) yang dikenal dengan Syeikh Jamilurrahman seorang saudagar kayu yang kaya kemudian mempelopori jihad diafghanistan. juga dalam jihad Palestina dikenal tokoh salafi yang bernama &#039;Izzuddin al-Qasaam menjadi pelopor jihad disana. (dalam hal ini lihat bukti-buktinya dalam kitab Salafiyun wa Qadhaya Falestin karya Syeikh Masyhur Hasan salman). tahulah orang yang tahu dan tidak tahulah orang yang tidak tahu. Syeikh DR. Muhammad al-Khudhairi pernah bercerita kepada ana sendiri dan kedua telinga yang ada sekaranglah yang dipakai dulu untuk mendengarnya bahwa Syeikh ibnu Baaz seorang ulama dan mufti saudi arabia terdahulu -semoga Allah merahmatinya- walaupun sudah sepuh (usia tua) dan tidak dapat melihat namun memberikan peran besar dengan fatwa dan harta beliau. Syeikh DR Muhammad menceritakan bahwa beliau mengifakkan gaji bulanannya untuk kepentingan jihad di afghanistan dahulu.
demikianlah berapa banyak murid syeikh al-Albani ikut serta dalam perang afghanistan yang pertama-tama sebelum mereka perang saudara. jadi janganlah terburu-buru menuduh bila belum mendapatkan bukti dan ceritanya.
sebenarnya ini terpaksa ana sampaikan kepada antum semua agar tidak ada kezholiman dan keduataan dipertahankan setiap sa&#039;atnya. janganlah perasaan menyeret kita kepada perkara negatif.
maaf atas komentar panjang inin, mudah-mudahan bermanfaat.
wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikumus salam<br />
al Akh Zaki -Rahimakumullahu- jazakumullah khoiran atas komentar antum dalam hal ini dan juga berterimakasih atas ghiroh (kecemburuan)antum dalam hal ini. terus terang ana yakin setiap orang yang mencintai Allah dan RasulNya pasti akan mencintai saudaranya seiman apalagi yang mengenal bagaimana bentuk sikap empat dan kasih sayang yang ada dikalangan para salaf dahulu. semua merasakan penderitaan dan kepiluan atas peristiwa yang terjadi di jalur Gaza atau di Iraaq atau di afghanistan. namun apakah perasaan tersebut membuat kita bertindak dan melakukan aktivitas yang berakibat buruk bagi kaum muslimin yang sedang tertimpa musibah atau yang belum tertimpa musibah. apalagi sampai terjerumus dalam kemaksiatan dan kebid&#8217;ahan. ini perkara penting yang harus diperhatikan.&#8217;<br />
statemen dan pernyataan alhamdulillah telah disebarkan dalam Muslim.or.id berupa fatwa mufti agung kerajaan saudi arabia yang ana terjemahkan dalam upaya memberikan pencerahan dan pemberitahuan sikap yang benar dalam masalah ini. sebab dalam masalah besar seperti ini kita wajib kembali kepada para ulama yang mengerti bagaimana syariat memberikan solusi dengan mempertimbangkan kaedah mashlahat dan madhorat yang sudah dikenal dikalangan para ulama syari&#8217;at sejak dahulu kala hingga saat ini. bantuan materi dan immateri dari kalangan salafiyun didunia tidak dapat dihitung hanya dengan angka-angka. namun yang perlu diingat amalan sholeh yang utama adalah yang hanya diketahui dirinya dan sang penciptanya. jangan cepat menghukumi tidak ada sebelum meneliti benar memang itu tidak ada. perlu diketahui berapa banyak para ulama salafiyun menjadi perintis dan pelopor jihad didunia ini. ambil contoh Abdulhamid bin Badies seorang ulama salafi di al-Jazair dan pendiri Jum&#8217;iyah ulama disana adalah pelopor jihad di al-Jazair menghadapi penjajah hingga akhirnya ALlah memberikan kepada mereka kemerdekaan. diafghanistan muncul seorang ulama salafi namanya Muhammad Husein (sebagaimana nama ini diceritakan putra beliau kepada ana di Universitas Islam Madinah) yang dikenal dengan Syeikh Jamilurrahman seorang saudagar kayu yang kaya kemudian mempelopori jihad diafghanistan. juga dalam jihad Palestina dikenal tokoh salafi yang bernama &#8216;Izzuddin al-Qasaam menjadi pelopor jihad disana. (dalam hal ini lihat bukti-buktinya dalam kitab Salafiyun wa Qadhaya Falestin karya Syeikh Masyhur Hasan salman). tahulah orang yang tahu dan tidak tahulah orang yang tidak tahu. Syeikh DR. Muhammad al-Khudhairi pernah bercerita kepada ana sendiri dan kedua telinga yang ada sekaranglah yang dipakai dulu untuk mendengarnya bahwa Syeikh ibnu Baaz seorang ulama dan mufti saudi arabia terdahulu -semoga Allah merahmatinya- walaupun sudah sepuh (usia tua) dan tidak dapat melihat namun memberikan peran besar dengan fatwa dan harta beliau. Syeikh DR Muhammad menceritakan bahwa beliau mengifakkan gaji bulanannya untuk kepentingan jihad di afghanistan dahulu.<br />
demikianlah berapa banyak murid syeikh al-Albani ikut serta dalam perang afghanistan yang pertama-tama sebelum mereka perang saudara. jadi janganlah terburu-buru menuduh bila belum mendapatkan bukti dan ceritanya.<br />
sebenarnya ini terpaksa ana sampaikan kepada antum semua agar tidak ada kezholiman dan keduataan dipertahankan setiap sa&#8217;atnya. janganlah perasaan menyeret kita kepada perkara negatif.<br />
maaf atas komentar panjang inin, mudah-mudahan bermanfaat.<br />
wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ZAki</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-48</link>
		<dc:creator>ZAki</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 13:14:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-48</guid>
		<description>Alhamdulillah...ternyata banyak tanggapan yang sungguh berarti....

Tidak ada maksud meremehkan ataupun merendahkan suatu kaum ataupun golongan...terlebih &quot;salifun&quot;. Maaf ana pakai &quot;salifun&quot; (tanda kutip)karena tidak sedikit masyarakat mengaku &quot;salifun&quot; tersebut terjebak pada satu fokus masalah sehingga melupakan/lalai masalah lainnya. Misal, sibuk persoalan Isbat tapi datang selalu telat, sibuk mempertahankan jenggot tapi amanat selalu khilaf.

Komentar ana terdahulu meminta tanggapan Ustad Kholid (sesuai tema yg beliau sampaikan) lebih aktual dan faktual dengan mencontohkan kasus Palestine....

Ana termasuk manusia yg selemah2nya Iman...hanya mampu menangis meratap ketika saudaranya terluka. Meratapi dunia Islam yang terkapar lemah tersuntik racun zionis. Terpecah belah hanya karena sebutir prasangka dusta. Ana bertanya karena berharap sodaraku dapat memberikan solusi konkrit atas masalah tersebut. Ana bukan &quot;harokiyyun hizbiyyun&quot; atau yang lainnya.... Ana hanya mustadafin yang bersyahadah...manusia bodoh, lemah dan mungkin dihinakan.

Syukron buat saudaraku semua........maaf bila terbaca kasar..tiada maksud bermusuh ato berburuk sangka..

Terimakasih telah dikirimin email...sungguh berharga...Allahhu Akbar

Hormat ana pada Ustad, Abu Aufa dan a moslem ....semoga kita meraih Taqwa dan menjadi umat Rasullulloh SAW yang ber Akhlakul Karimah

Assalammualaikum ..............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230;ternyata banyak tanggapan yang sungguh berarti&#8230;.</p>
<p>Tidak ada maksud meremehkan ataupun merendahkan suatu kaum ataupun golongan&#8230;terlebih &#8220;salifun&#8221;. Maaf ana pakai &#8220;salifun&#8221; (tanda kutip)karena tidak sedikit masyarakat mengaku &#8220;salifun&#8221; tersebut terjebak pada satu fokus masalah sehingga melupakan/lalai masalah lainnya. Misal, sibuk persoalan Isbat tapi datang selalu telat, sibuk mempertahankan jenggot tapi amanat selalu khilaf.</p>
<p>Komentar ana terdahulu meminta tanggapan Ustad Kholid (sesuai tema yg beliau sampaikan) lebih aktual dan faktual dengan mencontohkan kasus Palestine&#8230;.</p>
<p>Ana termasuk manusia yg selemah2nya Iman&#8230;hanya mampu menangis meratap ketika saudaranya terluka. Meratapi dunia Islam yang terkapar lemah tersuntik racun zionis. Terpecah belah hanya karena sebutir prasangka dusta. Ana bertanya karena berharap sodaraku dapat memberikan solusi konkrit atas masalah tersebut. Ana bukan &#8220;harokiyyun hizbiyyun&#8221; atau yang lainnya&#8230;. Ana hanya mustadafin yang bersyahadah&#8230;manusia bodoh, lemah dan mungkin dihinakan.</p>
<p>Syukron buat saudaraku semua&#8230;&#8230;..maaf bila terbaca kasar..tiada maksud bermusuh ato berburuk sangka..</p>
<p>Terimakasih telah dikirimin email&#8230;sungguh berharga&#8230;Allahhu Akbar</p>
<p>Hormat ana pada Ustad, Abu Aufa dan a moslem &#8230;.semoga kita meraih Taqwa dan menjadi umat Rasullulloh SAW yang ber Akhlakul Karimah</p>
<p>Assalammualaikum &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: a moslem</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-46</link>
		<dc:creator>a moslem</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:57:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-46</guid>
		<description>kepada saudaraku ZAki dan yang lainnya...

Mohon, janganlah kita meremehkan suatu kebaikan. Doa adalah suatu ibadah yang besar dan agung. Betapa banyak permasalahan yang bisa diselesaikan dengan doa. Bahkan terkadang hanya doa satu-satunya jalan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Maka janganlah meremehkan doa.

Anda mau ataupun tidak, doa termasuk salah satu bentuk kepedulian kita kepada mereka. Begitu pula memberikan sumbangan berupa harta benda. Bukankah jihad juga perlu harta benda?

Jika yang Anda maksud adalah kepedulian dengan berangkat jihad ke Palestin, maka perlu ditanyakan apakah orang yang berkomentar seperti Anda juga telah berangkat ke sana?

Sungguh Allah memberikan syariat ini atas dasar kemampuan manusia. Maka bertakwalah kepada ALlah sesuai dengan kemampuan.

Adapun negara yang anda sebut kuat finansial dst... apakah layak disebut muslim?
Jika maksud Anda negara saudi, maka negara tersebut telah berbuat banyak dalam permasalahan seperti ini. Sebagai contoh,

&quot;Khadim al-Haramain Raja Saudi Abdullah Ali Saud dan putera mahkota Sultan bin Abdul Aziz juga telah memberikan sumbangan sebesar 40 juta riyal untuk bantuan saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana, dan juga turut menggalang dana bantuan dari para warga, lebih dari sembilan juta riyal Saudi&quot; diambil dari http://www.alsofwah.or.id/cetakakhbar.php?id=833

Bagaimana mungkin kita katakan negara saudi bukan negara islam? padahal kita ketahui hukum yang berlaku di sana adalah hukum islam.
Negara saudi membawahi dua kota suci, salah satunya adalah Makkah, kota tempat baitulloh, Ka&#039;bah, yang telah dijanjikan oleh Rasululloh shallallahu alaih wa sallam akan senantiasa dalam keadaan Islam dengan sabdanya, &quot;Laa hijrota ba&#039;dal Fath&quot; Tidak ada hijrah setelah Fathu mekah.

INTINYA:
Kami memohon kepada saudara-saudara kita yang bersemangat untuk membela saudara Islam yang terzholimi...
Janganlah semangat kita membawa diri kita bersikap tidak adil kepada saudara Islam kita yang lain, dengan mengatakan bahwa doa atau sumbangan dana tidaklah mencukupi untuk dikatakan sebagai bentuk kepedulian. Padahal itulah yang mereka mampui. Ini adalah ketidakadilan.
...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kepada saudaraku ZAki dan yang lainnya&#8230;</p>
<p>Mohon, janganlah kita meremehkan suatu kebaikan. Doa adalah suatu ibadah yang besar dan agung. Betapa banyak permasalahan yang bisa diselesaikan dengan doa. Bahkan terkadang hanya doa satu-satunya jalan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Maka janganlah meremehkan doa.</p>
<p>Anda mau ataupun tidak, doa termasuk salah satu bentuk kepedulian kita kepada mereka. Begitu pula memberikan sumbangan berupa harta benda. Bukankah jihad juga perlu harta benda?</p>
<p>Jika yang Anda maksud adalah kepedulian dengan berangkat jihad ke Palestin, maka perlu ditanyakan apakah orang yang berkomentar seperti Anda juga telah berangkat ke sana?</p>
<p>Sungguh Allah memberikan syariat ini atas dasar kemampuan manusia. Maka bertakwalah kepada ALlah sesuai dengan kemampuan.</p>
<p>Adapun negara yang anda sebut kuat finansial dst&#8230; apakah layak disebut muslim?<br />
Jika maksud Anda negara saudi, maka negara tersebut telah berbuat banyak dalam permasalahan seperti ini. Sebagai contoh,</p>
<p>&#8220;Khadim al-Haramain Raja Saudi Abdullah Ali Saud dan putera mahkota Sultan bin Abdul Aziz juga telah memberikan sumbangan sebesar 40 juta riyal untuk bantuan saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana, dan juga turut menggalang dana bantuan dari para warga, lebih dari sembilan juta riyal Saudi&#8221; diambil dari <a href="http://www.alsofwah.or.id/cetakakhbar.php?id=833" rel="nofollow">http://www.alsofwah.or.id/cetakakhbar.php?id=833</a></p>
<p>Bagaimana mungkin kita katakan negara saudi bukan negara islam? padahal kita ketahui hukum yang berlaku di sana adalah hukum islam.<br />
Negara saudi membawahi dua kota suci, salah satunya adalah Makkah, kota tempat baitulloh, Ka&#8217;bah, yang telah dijanjikan oleh Rasululloh shallallahu alaih wa sallam akan senantiasa dalam keadaan Islam dengan sabdanya, &#8220;Laa hijrota ba&#8217;dal Fath&#8221; Tidak ada hijrah setelah Fathu mekah.</p>
<p>INTINYA:<br />
Kami memohon kepada saudara-saudara kita yang bersemangat untuk membela saudara Islam yang terzholimi&#8230;<br />
Janganlah semangat kita membawa diri kita bersikap tidak adil kepada saudara Islam kita yang lain, dengan mengatakan bahwa doa atau sumbangan dana tidaklah mencukupi untuk dikatakan sebagai bentuk kepedulian. Padahal itulah yang mereka mampui. Ini adalah ketidakadilan.<br />
&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu aufa</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-45</link>
		<dc:creator>abu aufa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:42:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-45</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
menanggapi komentar dari akh zaki...
ana sudah menyangka bahwa itulah sikap yang akan selalu ditunjukkan oleh orang2 harokiyyun..
selalu berprasangka buruk terhadap salafiyyun..
akh zaki..salafiyyun tidak perlu berkoar2 untuk menunjukkan solidaritasnya kepada seluruh kaum muslimin.
semua tahu bagaimana kiprah salafiyyun di dalam menghadapi tragedi ambon yang telah lalu (baik yg bergabung dengan laskar jihad ataupun tidak). 
juga bagaimana dulu di afganistan banyak ikhwah2 salafi yg berjihad disana..
salafiyyun jelas tidak akan melakukan cara2 yg digunakan harokiyyun hizbiyyun dgn berdemontrasi sambil membawa bendera dan menggunakan atribut partai..(Maklum mau pemilu..)
apa karena kami tidak seperti harokiyyun lalu dengan mudah antum menyangka kami tidak ada solidaritas??
salah wahai akhi..
solidaritas tidak mesti dilakukan seperti yang antum lakukan??
antum sendiri sudah memberikan kontribusi apa??apa antum ikut berjihad ke palestina membantu kaum muslimin di sana?? lebih baik intropeksi diri sendiri wahai akhi..
kami memang tidak pernah melakukan aksi massa yang notabene menggalang dukungan terhadap partai/golongan seperti yg antum biasa lakukan..
antum juga menyebut syiah sebagai bagian dari manhaj islam... syiah bukan islam akhi..
berhati2lah klo menilai sesuatu itu akhi..
lebih baik akhi menuntut ilmu lebih banyak lagi..
syukron..
wassalamualaikum..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
menanggapi komentar dari akh zaki&#8230;<br />
ana sudah menyangka bahwa itulah sikap yang akan selalu ditunjukkan oleh orang2 harokiyyun..<br />
selalu berprasangka buruk terhadap salafiyyun..<br />
akh zaki..salafiyyun tidak perlu berkoar2 untuk menunjukkan solidaritasnya kepada seluruh kaum muslimin.<br />
semua tahu bagaimana kiprah salafiyyun di dalam menghadapi tragedi ambon yang telah lalu (baik yg bergabung dengan laskar jihad ataupun tidak).<br />
juga bagaimana dulu di afganistan banyak ikhwah2 salafi yg berjihad disana..<br />
salafiyyun jelas tidak akan melakukan cara2 yg digunakan harokiyyun hizbiyyun dgn berdemontrasi sambil membawa bendera dan menggunakan atribut partai..(Maklum mau pemilu..)<br />
apa karena kami tidak seperti harokiyyun lalu dengan mudah antum menyangka kami tidak ada solidaritas??<br />
salah wahai akhi..<br />
solidaritas tidak mesti dilakukan seperti yang antum lakukan??<br />
antum sendiri sudah memberikan kontribusi apa??apa antum ikut berjihad ke palestina membantu kaum muslimin di sana?? lebih baik intropeksi diri sendiri wahai akhi..<br />
kami memang tidak pernah melakukan aksi massa yang notabene menggalang dukungan terhadap partai/golongan seperti yg antum biasa lakukan..<br />
antum juga menyebut syiah sebagai bagian dari manhaj islam&#8230; syiah bukan islam akhi..<br />
berhati2lah klo menilai sesuatu itu akhi..<br />
lebih baik akhi menuntut ilmu lebih banyak lagi..<br />
syukron..<br />
wassalamualaikum..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ZAki</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-40</link>
		<dc:creator>ZAki</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 05:46:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-40</guid>
		<description>Assalammualaikum warohmatullahiwabarokatuh......

Ustad rahimahullah, judul di atas &quot;Salafiyah Dan Solidaritas Muslim&quot;, ya, saya belum melihat satu lembaga ataupun perseorangan yang mengaku &quot;salifun&quot; menunjukkan langkah nyata dalam menyaksikan kezoliman terhadap sodaranya di Palestin selain kumpul sumbangan semata. Meskipun kaya  dan berkuasanya para &quot;salifun&quot; tersebut namun sepertinya menutup mata terhadap sodaranya yang bersyahadat, berkitab dan ber-rasul sama. Atau karena mereka dianggap bukan &quot;salifun&quot; ?

Bukankah Rasul bersabda bahwa &quot;bukanlah dari golonganku bila tetangganya/saudaranya menderita tetapi kita tidak peduli?&quot;

Jadi siapa saja baik dia yang mengaku &quot;Salifun&quot;, &quot;Ahlul Sunnah&quot;, &quot;Khawariz&quot;, &quot;Syiah&quot;, &quot;Murjiah&quot; atau apapun manhaj Islamnya, bila tidak peduli saudaranya maka janganlah berkoar-koar kalau dia mencintai Rasululloh ! itu DUSTA. Rasul berlepas dari mereka.

Sedangkan hanya berdoa saja itupun adalah selemah-lemahnya iman?
Bagaimana dengan negara --yang ngakunya &quot;Manhaj Salaf&quot;, kuat finansial dan berkuasa namun tutup telinga atau cuma berteriak  mengecam itu-- ? masih layak disebut muslim?

Alangkah indahnya Islam bila tak terlepas dari QURAN dan SUNNAH.

Mohon penjelasannya Ustad rahimahullah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammualaikum warohmatullahiwabarokatuh&#8230;&#8230;</p>
<p>Ustad rahimahullah, judul di atas &#8220;Salafiyah Dan Solidaritas Muslim&#8221;, ya, saya belum melihat satu lembaga ataupun perseorangan yang mengaku &#8220;salifun&#8221; menunjukkan langkah nyata dalam menyaksikan kezoliman terhadap sodaranya di Palestin selain kumpul sumbangan semata. Meskipun kaya  dan berkuasanya para &#8220;salifun&#8221; tersebut namun sepertinya menutup mata terhadap sodaranya yang bersyahadat, berkitab dan ber-rasul sama. Atau karena mereka dianggap bukan &#8220;salifun&#8221; ?</p>
<p>Bukankah Rasul bersabda bahwa &#8220;bukanlah dari golonganku bila tetangganya/saudaranya menderita tetapi kita tidak peduli?&#8221;</p>
<p>Jadi siapa saja baik dia yang mengaku &#8220;Salifun&#8221;, &#8220;Ahlul Sunnah&#8221;, &#8220;Khawariz&#8221;, &#8220;Syiah&#8221;, &#8220;Murjiah&#8221; atau apapun manhaj Islamnya, bila tidak peduli saudaranya maka janganlah berkoar-koar kalau dia mencintai Rasululloh ! itu DUSTA. Rasul berlepas dari mereka.</p>
<p>Sedangkan hanya berdoa saja itupun adalah selemah-lemahnya iman?<br />
Bagaimana dengan negara &#8211;yang ngakunya &#8220;Manhaj Salaf&#8221;, kuat finansial dan berkuasa namun tutup telinga atau cuma berteriak  mengecam itu&#8211; ? masih layak disebut muslim?</p>
<p>Alangkah indahnya Islam bila tak terlepas dari QURAN dan SUNNAH.</p>
<p>Mohon penjelasannya Ustad rahimahullah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sudiono</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/salafiyah-dan-solidaritas-muslim/comment-page-1/#comment-31</link>
		<dc:creator>sudiono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 01:09:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=110#comment-31</guid>
		<description>Maaf ya Ustadz...

Saat ini saudara-saudara kita di Pelastina sedang menghadapi mihnah, mereka dibantai oleh Yahudi la&#039;natulloh &#039;alaih, banyak komponen umat Islam di negeri yang bergerak untuk menggalang bantuan bagi saudara-saudara kita tsb, dari yang paling sederhana yaitu mendoakan sampai yang paling rumit yaitu menjadi calon-calon mujahid yang siap diberangkatkan ke sana.
Hanya saja saya belum mendengar aksi para salafiyun di negeri ini, sementara seperti yang saya baca di sebuah situs bagaimana seorang Aidh Al Qorni ( yang menurut saya juga seorang salafi )ketika ia berfatwa tentang Palestina, ia ditangkap oleh Pemerintah Saudi dan konon kini mendekam di balik jeruji besi di negeri nabi itu, apa yang terjadi dengan salafiyun Ya Ustadz ?
Saya berharap kita turut pula bergerak seperti saat perang di Ambon bagaimana salafiyun antusias untuk turut pula berjihad. Jika memang di Palestina tidak bisa diberlakukan seperti yang dilakukan di Ambon maka  di mana para tokoh Salafi negeri yang memberikan pernyataan resminya tentang Palestina ? Malah saya sempat menyaksikan di televisi bagaimana seorang Ustadz Ja&#039;far Umar Thalib malah tidak mendukung dikirimkan relawan jihad ke sana, tapi beliau tidak memberi pernyataan apapun selain itu.
Mohon menjadi perhatian
Syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf ya Ustadz&#8230;</p>
<p>Saat ini saudara-saudara kita di Pelastina sedang menghadapi mihnah, mereka dibantai oleh Yahudi la&#8217;natulloh &#8216;alaih, banyak komponen umat Islam di negeri yang bergerak untuk menggalang bantuan bagi saudara-saudara kita tsb, dari yang paling sederhana yaitu mendoakan sampai yang paling rumit yaitu menjadi calon-calon mujahid yang siap diberangkatkan ke sana.<br />
Hanya saja saya belum mendengar aksi para salafiyun di negeri ini, sementara seperti yang saya baca di sebuah situs bagaimana seorang Aidh Al Qorni ( yang menurut saya juga seorang salafi )ketika ia berfatwa tentang Palestina, ia ditangkap oleh Pemerintah Saudi dan konon kini mendekam di balik jeruji besi di negeri nabi itu, apa yang terjadi dengan salafiyun Ya Ustadz ?<br />
Saya berharap kita turut pula bergerak seperti saat perang di Ambon bagaimana salafiyun antusias untuk turut pula berjihad. Jika memang di Palestina tidak bisa diberlakukan seperti yang dilakukan di Ambon maka  di mana para tokoh Salafi negeri yang memberikan pernyataan resminya tentang Palestina ? Malah saya sempat menyaksikan di televisi bagaimana seorang Ustadz Ja&#8217;far Umar Thalib malah tidak mendukung dikirimkan relawan jihad ke sana, tapi beliau tidak memberi pernyataan apapun selain itu.<br />
Mohon menjadi perhatian<br />
Syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

