Perpecahan kaum muslimin menjadi kelompok-kelompok pemikiran yang banyak tidak dapat dipungkiri lagi. Semua itu tidak lepas dari jauhnya mereka dari ajaran Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya dalam beragama. Ini tampak jelas.
????????? ???? ?????? ???????? ????? ??????????? ???????? ???????????? ????????????? ?????????? ?????????? ????????? ?????? ???????? ?????? ???????? ?????????? ?????????? ????????? ???????????? ????????????? ??????????????? ??????? ????????? ??????????????
“Sungguh siapa diantara kalian yang hidup maka akan melihat perselisihan yang banyak dan berhati-hatilah kalian dari perkara yang baru, karena ia adalah kesesatan. Siapa dari kalian yang mendapatinya maka wajib komitmen kepada sunnahku dan Sunnah para khulafa` Rasyidin al Mahdiyin, gigitlah ia dengan gigi grahammu“. (HR At Tirmidzi).
Demikianlah sejarah membuktikan kebenaran wasiat beliau n ini, hingga tidak terjadi perselisihan dan perpecahan kecuali pada akhir khilaafah khulafa’rasyidin. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menyatakan, “Ketahuilah bahwa mayoritas kebid’ahan yang berhubungan dengan aqidah dan ibadah hanyalah terjadi di akhir-akhir khilafah khulafa’ rasyidin”1. Lalu beliau melanjutkan penjelasannya dengan menyatakan, “Ketika berlalu masa khulafa’ rasyidin dan kekuasaan berada di tangan raja, maka munculkan kelemahan pada para penguasa. Sehingga hal ini mesti akan tampak juga pada para ulamanya. Lalu muncul pada akhir kekhilafahan Ali dua kebid’ahan yaitu Khawarij dan Rafidhah, ketika itu kebid’ahannya berhubungan dengan imamah (kepemimpinan) dan khilafah serta amalan dan hukum-hukum syari’at yang muncul darinya . . . Kemudian setelah Yazid meninggal dunia maka umat islam terpecah belah; Ibnu Az Zubeir di Hijaaz, Bani Al Hakam di Syaam dan al-Mukhtaar bin Abi ‘Ubaid dan selainnya di Iraaq, ini terjadi diakhir masa sahabat dan masih tersisa sebagian mereka diantaranya Adullah bin ‘Abaas, Abdullah bin ‘Umar, Jaabir bin Abdillah, Abu Sa’id al-Khudri dan lain-lainnya. Muncullah bid’ah al-Qadariyah dan al-Murji’ah lalu sahabat yang masih hidup seperti Ibnu ‘Abaas, Ibnu ‘Umar, Jaabir, Waatsilah bin al-Asyqa’ dan selainnya membantah kebidahan ini. Sebagaimana mereka dan selainnya dahulu membantah kebidahan khawarij dan Rafidhah”2.
Munculnya kelompok murji’ah ini diawal masa tabi’in tepatnya setelah selesai pemberontakan atau fitnah Ibnu Al-Asy’ats, sebagaimana dinyatakan Qataadah bin Da’aamah As-Sadusi, “Irja’ (pemikiran murji’ah) munculnya setelah kekalahan Ibnu al-Asy’ats”3. Demikian juga Imam Al-Bukhaari Rahimahullah membawakan bukti otentik keberadaan murji’ah ini dimasa tabi’in dengan membawakan satu riwayat dari Zubaid Rahimahullah beliau berkata:
???????? ????? ??????? ???? ????????????? ??????? ?????????? ?????? ??????? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ??????? ??????????? ??????? ??????????? ??????
“Aku bertanya kepada Abu Waa’il tentang Al Murji’ah, lalu beliau menjawab: Telah mengkhabarkan kepadaku Abdullah bahwa Nabi n bersabda, Mencela muslim adalah fasik dan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR. Al Bukhari, kitab Al Iman, Bab Khouf al-Mu`min min An Yahbitho ‘Amaluhu Wahuwa La Yasy’urun no. 48)
Ibnu Hajar al-’Asqalani Rahimahullah mengomentari hadits ini dengan pernyataan, “Ucapan ( ???? ??? ???? ?? ??????? ) bermakna tentang pemikiran Murji`ah. Dalam riwayat Abu Daud al-Thayalisi Rahimahullah dari Syu’bah Rahimahullah dari Zubaid Rahimahullah beliau berkata: “Ketika muncul Murji`ah aku mendatangi Abu Waa’il Rahimahullah lalu aku sampaikan hal tersebut. Sehingga jelaslah bahwa pertanyaannya itu tentang keyakinan mereka dan itu dilakukan pada waktu kemunculan mereka. Abu Waa’il Rahimahullah wafat tahun 99 H dan ada yang berpendapat tahun 82 H. hal ini menunjukkan bahwa kebidahan murji`ah ini sudah lama sekali”4.
Dengan demikian kebid’ahan murji`ah ini telah muncul pada masa-masa terbaik umat ini.
Pemikiran Irja’, satu kebidahan dan kesesatan
Para ulama sepanjang masa telah menetapkan Murji`ah sebagai kelompok bid’ah yang sesat dan mengingkari serta membantah mereka, diantara mereka adalah:
Oleh karena itu para ulama terdahulu sampai sekarang memberikan perhatian serius dalam membantah Murji`ah dan penganutnya. Mereka menjadika masalah ini sebagai satu topic pembahasan khusus dalam kitab-kitab aqidah, bahkan menulis karya tulis khusus tentang bantahan terhadap mereka seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan selainnya.
Bahaya dan Implikasi Buruk Murji`ah
Melihat pengingkaran dan peringatan keras para ulama diatas, sudah seharusnya kita berhati-hati terhadapa bahaya yang muncul dari kebid’ahan Murji`ah ini dan menjelaskan bahaya dan dampak buruknya terhadap umat. Khususnya di zaman kiwari ini dikala umat islam jauh dan bodoh terhadap ajaran Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.
Diantara bahaya dan dampak buruknya adalah:
????? ???? ?????????? ???? ?????? ?????????? ??????????? ????? ?????????? ??????????? ??????? ??????? ?????? ?????????? ???????????? ????? ??????? ??????????? ????????? ??????????? ??? ???????? ??????????? ??? ?????????? ?????? ????????????
“Sesungguhnya orang sebelum kalian dari ahli kitab telah berpecah belah dalam 72 golongan dan sungguh umat ini akan pecah menjadi 73 golongan; 72 golongan di neraka dan satu disyurga yaitu al-Jama’ah” (HR Abu Daud).
membuat banyak hukum islam yang hilang yang merupakan satu sebab hilangnya syari’at dan membuat kerusakan pada keindahan islam yang merupakan sebab orang berpaling dan tidak mengagungkan syari’at Allah17. Ini merupakan salah satu dampak buruk kebid’ahan secara umum dan Murji`ah masuk didalamnya.
???? ?????? ????????? ??????????? ????????????? ???? ???????????? ??????????? ??????? ?????????? ????????????? ??????? ??????????? ????????????? ? ????? ??? ???????????
“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu” (QS. Al-Jatsiaat: 21) dan firman Allah Ta’ala :
???? ???????? ????????? ??????? ?????????? ????????????? ???????????????? ??? ????????? ???? ???????? ????????????? ?????????????
“Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma’siat?” (QS. Shaad: 28)
Hal-hal ini disampaikan Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts ‘Ilmiyah wa al-Ifta` dalam fatwa mereka no. 21436 tanggal 8 Rabi’ ats-Tsani 1421H tentang fenomena pemikiran Murji`ah dizaman ini. Mereka menyatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa pemikiran ini (Murji`ah) adalah batil dan sesat yang nyata, menyelisihi al-Qur`an, Sunnah dan ijma’ ahlus Sunnah wa al-Jama’ah sejak dahulu sampai sekarang. Pemikiran Murji`ah ini membuka pintu bagi orang-orang jelek dan rusak untuk lepas dari din al Islam dan tidak terikat dengan perintah dan larangan syari’at, rasa takut dan khawatir dari Allah Ta’ala. juga menghilangkan sisi jihad fisabilillah dan amar ma`ruf nahi mungkar dan menyamakan antara yang shalih dengan yang thalih (tidak shalih), yang taat dengan yang maksiat dan yang istiqamah diatas agama Allah Ta’ala dengan yang fasik yang lepas dari perintah dan larangan syari’at selama amalan-amalan mereka tersebut tidak mempengaruhi iman seperti pernyataan versi mereka . . . Syaikhul Islam Rahimahullah berkata, ‘Para salaf terdahulu sangat keras pengingkaran mereka terhadap Murji`ah karena mereka mengeluarkan amalan dari iman dan tidak diragukan lagi bahwa pernyataan Murji`ah yang menyamakan iman manusia termasuk kesalahan yang sangat besar. Yang benar manusia tidak sama dalam tashdiq, cinta, takut dan ilmu bahkan berbeda-beda tingkatannya dari sisi yang banyak’”.
Inilah konsekuensi pernyataan mereka bahwa amalan tidak termasuk iman. Karena itu muncul pernyataan mereka bahwa iman Abu Bakar Radhiallahu’anhu dan iman Iblis adalah satu18. Demikian inilah penyebab Murji`ah jauh dan berpaling dari penjelasan al-Qur`an, Sunnah dan pernyataan para sahabat, tabi’in dan ulama besar umat ini dan bersandar kepada pemikiran mereka dan yang mereka fahami dari bahasa Arab semata19.
Demikianlah sebagian dari bahaya dan dampak buruk pemikiran Murji`ah, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wabillahi Taufiq.
Referensi
Catatan Kaki
1 Majmu’ Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, tanpa cetakan dan tahun, 10/354
2 Majmu’ Fatawa, 10/356-357
3 Al Ibaanah ‘An al-Syari’at al-Firqat al-Najiyah Wa Mujaanabat al-Furqah al-Madzmumah, Muhammad bin Bathah al-’Akbari, tahqiq Ridha bin Na’saan Mu’thi, cetakan kedua tahun 1415H, Dar al-Raayah 2/889
4 Fathul Bari, Ibnu Hajar Al ‘Asqalani, tanpa cetakan dan tahun, al-Maktabah al-Salafiyah 1/112
5 dibawakan al-Lalika’I dalam Syarh Ushul I’tiqaad, dinukil dari al-Muntaqa Min Syarhi Ushul I’tiqaad Ahli as-Sunnah wa al-Jamaa’ah, Abu Mu’adz Mahmud bin Imam bin Manshur AliMuwaafi, cetakan pertama tahun 1415H, Maktabah al-Sahabat, Jeddah, KSA hlm 211
6 Al Ibaanah, 2/885
7 Ibid
8 Ibid, 2/886
9 Ibid
10 Manhaj al-Imam Maalik Fi Itsbaat al-Aqiedah, Saa’ud bin Abdulaziz al-Da’jaan, cetakan pertama tahun 1416H, Maktabah Ibnu Taimiyah, hlm 507
11 dinukil dari kitab Firaq Mu’asharah Tantasibu Ila al-Islam, DR. Gholib bin Ali ‘Awaaji, cetakan ketiga tahun 1418H, Dar Lienah, 2/975-976
12 Al Ibaanah, 2/893.
13 Ibid, 2/899
14 Lihat Silsilah al-Ahadits al-Shohihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, cetakan pertama tahun 1417H, Maktabah al-Ma’aarif, Riyaadh, KSA 6/1274
15 Fatwa ini juga ada dalam lampiran pelengkap dalam kitab al-Tibyaan Li’alaqaat al-Amal bimusamma al-Iman, Ali bin Ahmad bin Suyuuf, cetakan pertama tahun 1425H, Maktabat al-’Ulum wa al-Hikam, hlm 282-287.
16 Lihat al-Bid’ah Asbaabha wa Madharuha, Syaikh Mahmud Syaltuut, Tahqiq Syaikh Ali Hasan, cetakan kedua tahun 141H, Dar Ibnu al-Jauzi, hlm 58
17 Ibid, hlm 68
18 lihat al-Muntaqa min Syarhu Ushul I’tiqaad, hlm 215.
19 Lihat Fatwa Lajnah ad-Daa`imah lil Buhuts ‘al-Ilmiyah wa al-Ifta` no. 21436 tanggal 8 Rabi’ ats-Tsani 1421H.
—
Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Artikel UstadzKholid.Com
Tidak ada tulisan terkait
1 Komentar
Mendaftar RSS Komentar?
artikel bagus sekali,
saya minta idzin nyontek artikel buat diposting ulang di blog saya, syukran jazakumullahu khairan
Trackbacks / Pingbacks
show trackbacks