Post Type

Ijma Sumber Hukum Islam

Dewasa ini kaum muslimin banyak belum mengerti dan memahami hakekat sumber hukum yang menjadi rujukannya dalam beragama. Ironisnya pernyataan sumber hukum Islam adalah al-Qur`an dan sunnah serta Ijmadan Qiyas merupakan hal yang sudah umum di masyarkat. Namun itu hanya sekedar slogan tanpa diketahui hakekatnya sehingga banyak para daI dan tokoh agama berfatwa menyelisihi sumber-sumber hukum tersebut.

Padahal sudah sangat jelas kedudukan Ijma' dalam agama ini, karena ijma' adalah salah satu dasar yang menjadi sumber rujukan, pedoman dan sumber dasar hukum syari'at yang mulia ini setelah Al Qur`an dan Sunnah. Ijma' bersumber dari Al Qur`an dan Sunnah, menjadi penguat kandungan keduanya dan penghapus perselisihan yang ada diantara manusia dalam semua perselisihan mereka.

Syeikh Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Ijma adalah sumber hukum ketiga yang dijadikan pedoman dalam ilmu dan agama, mereka menimbang seluruh amalan dan perbuatan manusia baik batiniyah maupun lahiriyah yang berhubungan dengan agama dengan ketiga sumber hokum ini”. (lihat Syarh al-Aqidah al-Wasithiyah, Khalid al-Mushlih hal. 203)

Ijma menjadi sesuatu yang mashum dari kesalahan dengan dasar firman Allah dan Sabda Rasululloh Shallallahu'alaihi Wasallam. lihatlah firman Allah:

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali“. (QS. An-Nisaa 4:115)

dan sabda Rasululloh Shallallahu'alaihi Wasallam :

?????? ?????????? ?????????

????? ???

About The Author

One comment

  1. Ustadz, bagaimana dengan orang yang mengatakan bahwa dakwah parlemen adalah ijmak kaum muslimin saat ini dengan dalih bahwa Umatku tidak akan berkumpul (sepakat) diatas kesesatan?
    Mungkinkah pada kondisi sekarang terjadi ijmak? Utamanya dalam hal2 kontemprorer?

Comments for this article are now closed.