<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Karakter Bank Syariah</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 09:03:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: abu kholil</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-1384</link>
		<dc:creator>abu kholil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 13:13:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-1384</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum, kalau keadaan bank syari&#039;ah di Indonesia belum pas dengan artikel di atas, apakah kita boleh mengambil keuntungan dari bagi hasil dengan bank tersebut?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum, kalau keadaan bank syari&#8217;ah di Indonesia belum pas dengan artikel di atas, apakah kita boleh mengambil keuntungan dari bagi hasil dengan bank tersebut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jati</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-1148</link>
		<dc:creator>Jati</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 06:02:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-1148</guid>
		<description>ass. Tadz, apakah boleh pinjam modal usaha di bank ribawi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass. Tadz, apakah boleh pinjam modal usaha di bank ribawi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fatoni</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-956</link>
		<dc:creator>Fatoni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 11:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-956</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum...

Ustadz, saya ingin bertanya tentang :

1. status hukum secara syar&#039;i untuk operasional bank-bank syariah saat ini ? sah, boleh, batal, dilarang, dijauhi, atau apa ??

2. Bagaimana Hukum meminjam uang ke bank syariah yang ada sekarang untuk membeli rumah atau perumahan, dan pembayarannya secara kredit ???
mengingat rumah termasuk kebutuhan pokok. sementara kenaikan harga rumah dan tanah setiap tahun tidak seimbang dengan jumlah uang tabungan yang dikumpulkan.

3. Mohon dijelaskan Alternatif Solusi pembelian rumah dengan dana minim (gaji bulanan)yang sesuai Syar&#039;i ??

Mohon penjelasan ustadz, JazakAllahu Khairan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum&#8230;</p>
<p>Ustadz, saya ingin bertanya tentang :</p>
<p>1. status hukum secara syar&#8217;i untuk operasional bank-bank syariah saat ini ? sah, boleh, batal, dilarang, dijauhi, atau apa ??</p>
<p>2. Bagaimana Hukum meminjam uang ke bank syariah yang ada sekarang untuk membeli rumah atau perumahan, dan pembayarannya secara kredit ???<br />
mengingat rumah termasuk kebutuhan pokok. sementara kenaikan harga rumah dan tanah setiap tahun tidak seimbang dengan jumlah uang tabungan yang dikumpulkan.</p>
<p>3. Mohon dijelaskan Alternatif Solusi pembelian rumah dengan dana minim (gaji bulanan)yang sesuai Syar&#8217;i ??</p>
<p>Mohon penjelasan ustadz, JazakAllahu Khairan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bagus</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-912</link>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 18:48:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-912</guid>
		<description>untuk pembiayaan, margin syariah saat ini lebih berlipat ganda daripada &#039;riba&#039; jadi margin syariah lebih riba dari riba, mohon bank syariah mentransformasi ini, jangan menjual nama syariah untuk keuntungan semata, nauzubillah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk pembiayaan, margin syariah saat ini lebih berlipat ganda daripada &#8216;riba&#8217; jadi margin syariah lebih riba dari riba, mohon bank syariah mentransformasi ini, jangan menjual nama syariah untuk keuntungan semata, nauzubillah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: NASRUDIN</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-905</link>
		<dc:creator>NASRUDIN</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 14:24:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-905</guid>
		<description>GET HAPPY WITH SHARA ECONOMY</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>GET HAPPY WITH SHARA ECONOMY</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: itha</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-885</link>
		<dc:creator>itha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 02:48:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-885</guid>
		<description>asslamualaikum Wr Wb.

terima kasih ustadz.

saat ini saya sedang bingung ditempat saya bekerja diwajibkan membuka tabungan yang ada dibank konvensional padahal saya tahu bahwa bank konvensional saat ini banyak mengandung riba, kira - kira apa yang harus saya lakukan mengenai masalah saya ini 

mohon bimbingan ustadz.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asslamualaikum Wr Wb.</p>
<p>terima kasih ustadz.</p>
<p>saat ini saya sedang bingung ditempat saya bekerja diwajibkan membuka tabungan yang ada dibank konvensional padahal saya tahu bahwa bank konvensional saat ini banyak mengandung riba, kira &#8211; kira apa yang harus saya lakukan mengenai masalah saya ini </p>
<p>mohon bimbingan ustadz.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: apriyandi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-837</link>
		<dc:creator>apriyandi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 09:40:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-837</guid>
		<description>Assalamualaikum Ustadz, 
Apakah ada buku2 atau contoh2 bank syariah yg telah mengamalkan fully syariah, sehingga perbankan syariah di Indonesia dapat mengaplikasikannya dan menjadi referensi, walaupun di perbankan syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah.

Barakollah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Ustadz,<br />
Apakah ada buku2 atau contoh2 bank syariah yg telah mengamalkan fully syariah, sehingga perbankan syariah di Indonesia dapat mengaplikasikannya dan menjadi referensi, walaupun di perbankan syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah.</p>
<p>Barakollah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu khansa</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-664</link>
		<dc:creator>abu khansa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 09:16:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-664</guid>
		<description>Saya ingin memiliki rumah, tetapi bila saya ingin membeli kontan maka uang yg saya kumpulkan tidak akan pernah seimbang dengan kenaikan harga rumah. Maka alternativenya melalui sistim cicil.
Yang ingin saya tanyakan skrg bnyk bank2 syariah yg menggunakan sistem sewa beli utk penjualan rumah, apakah sistem ini sudah benar sesuai syariah mengingat adanya larangan Rasulullah akan adanya 2 akad dalam satu muamalah?
Kemudian selain itu bila saya bandingkan seluruh bank syariah dengan bank2 konvensional, utk pembelian barang yg sama dengan sistem cicilan maka bank2 syariah mengenakan cicilan yg lumayan lebih besar drpd bank2 konvensional. Tentunya hal ini sangat merugikan kita sebagai pembeli, bolehkah alasan ini menjadikan kita memilih bank konvensional saja?
Mengingat sistem yg digunakan sewa-beli (2 akad dalam 1 muamalah) dan cicilan yg lebih besar dr bank konvensional, sy menjadi cenderung memilih nyicil ke bank konvensional saja.
Saya bingung dgn bank2 yg katanya syariah, kenapa lebih mahal sehingga sepertinya sistem syariah cuma memberatkan saja buat masyarakat dan hanya cari untung sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin memiliki rumah, tetapi bila saya ingin membeli kontan maka uang yg saya kumpulkan tidak akan pernah seimbang dengan kenaikan harga rumah. Maka alternativenya melalui sistim cicil.<br />
Yang ingin saya tanyakan skrg bnyk bank2 syariah yg menggunakan sistem sewa beli utk penjualan rumah, apakah sistem ini sudah benar sesuai syariah mengingat adanya larangan Rasulullah akan adanya 2 akad dalam satu muamalah?<br />
Kemudian selain itu bila saya bandingkan seluruh bank syariah dengan bank2 konvensional, utk pembelian barang yg sama dengan sistem cicilan maka bank2 syariah mengenakan cicilan yg lumayan lebih besar drpd bank2 konvensional. Tentunya hal ini sangat merugikan kita sebagai pembeli, bolehkah alasan ini menjadikan kita memilih bank konvensional saja?<br />
Mengingat sistem yg digunakan sewa-beli (2 akad dalam 1 muamalah) dan cicilan yg lebih besar dr bank konvensional, sy menjadi cenderung memilih nyicil ke bank konvensional saja.<br />
Saya bingung dgn bank2 yg katanya syariah, kenapa lebih mahal sehingga sepertinya sistem syariah cuma memberatkan saja buat masyarakat dan hanya cari untung sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AHMAD</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-414</link>
		<dc:creator>AHMAD</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:55:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-414</guid>
		<description>ASSALAMUALAIKUM WR WB.
Terima kasih banyak USTADZ.. Saya baru melihat reply dari USTADZ. Entahlah USTADZ, saya sudah byk memohon bantuan di situs2/blog2 tapi hampir tdk ada yg merespon, bahkan ada blog yg menghapus posting saya. Saya berpikir mungkin orang2 menduga2 yg tidak baik tentang kami.. Yg ada merespon cuma di situs USTADZ H. LIHAN. Betapa celaka dan sia2 hidup kami bila tdk ada yg peduli membantu menyelamatkan kami dari jalan sesat ini.. Kami pun inginkan SURGA, tapi apakah kami ditakdirkan di Jalan menuju Neraka..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ASSALAMUALAIKUM WR WB.<br />
Terima kasih banyak USTADZ.. Saya baru melihat reply dari USTADZ. Entahlah USTADZ, saya sudah byk memohon bantuan di situs2/blog2 tapi hampir tdk ada yg merespon, bahkan ada blog yg menghapus posting saya. Saya berpikir mungkin orang2 menduga2 yg tidak baik tentang kami.. Yg ada merespon cuma di situs USTADZ H. LIHAN. Betapa celaka dan sia2 hidup kami bila tdk ada yg peduli membantu menyelamatkan kami dari jalan sesat ini.. Kami pun inginkan SURGA, tapi apakah kami ditakdirkan di Jalan menuju Neraka..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kholid syamhudi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-382</link>
		<dc:creator>kholid syamhudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 09:01:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-382</guid>
		<description>Wa&#039;alaikumussalam
Kami mengajak para visiter webb ini untuk dapat membantu saudara kita ini
Semoga Allah memudahkan urusan kita semua dan dijaukan dari riba
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Kami mengajak para visiter webb ini untuk dapat membantu saudara kita ini<br />
Semoga Allah memudahkan urusan kita semua dan dijaukan dari riba<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AHMAD</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-377</link>
		<dc:creator>AHMAD</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 23:40:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-377</guid>
		<description>Mohon informasi bila ada yg dapat membantu kami keluar dari kesulitan ini, sebab kami adl keluarga MUSLIM yg telah sadar meminjam riba pun hukumnya HARAM. Kami punya penghasilan dan bisa sejahtera. Namun terjerumus ke meminjam utang riba sampai skrg sulit melepaskan diri. Sebab saat hrs &#039;gali lobang&#039;, sulit menemukan sumber pinjaman SYARIAH. Tolonglah kami agar terhindar dari Azab ALLAH SWT. HP: 081339804280</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon informasi bila ada yg dapat membantu kami keluar dari kesulitan ini, sebab kami adl keluarga MUSLIM yg telah sadar meminjam riba pun hukumnya HARAM. Kami punya penghasilan dan bisa sejahtera. Namun terjerumus ke meminjam utang riba sampai skrg sulit melepaskan diri. Sebab saat hrs &#8216;gali lobang&#8217;, sulit menemukan sumber pinjaman SYARIAH. Tolonglah kami agar terhindar dari Azab ALLAH SWT. HP: 081339804280</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AHMAD</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-338</link>
		<dc:creator>AHMAD</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 16:15:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-338</guid>
		<description>ASSALAMUALAIKUM WR WB..
USTADZ, keluarga  kami tlah belasan tahun terjebak utang riba sampai 120_an juta dari beberapa rentenir. Sangat parah sebab di antaranya ada setiap bulannya yg kami bayar hanya bunga riba tanpa mengikis utang pokok.. Yg kami tanyakan, kira2 adakah Pengusaha MUSLIM kaya atau Lembaga Keuangan ISLAM yg peduli utk menyelamatkan kami dgn memberi pinjaman SYARIAH yg pengembaliannya sesuai kemampuan kami tiap bulannya.. Sebab utk saat ini tinggal itu harapan kami bs selamat dari lilitan riba ini USTADZ.. WASSALAM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ASSALAMUALAIKUM WR WB..<br />
USTADZ, keluarga  kami tlah belasan tahun terjebak utang riba sampai 120_an juta dari beberapa rentenir. Sangat parah sebab di antaranya ada setiap bulannya yg kami bayar hanya bunga riba tanpa mengikis utang pokok.. Yg kami tanyakan, kira2 adakah Pengusaha MUSLIM kaya atau Lembaga Keuangan ISLAM yg peduli utk menyelamatkan kami dgn memberi pinjaman SYARIAH yg pengembaliannya sesuai kemampuan kami tiap bulannya.. Sebab utk saat ini tinggal itu harapan kami bs selamat dari lilitan riba ini USTADZ.. WASSALAM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kholid syamhudi</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-306</link>
		<dc:creator>kholid syamhudi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 04:41:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-306</guid>
		<description>Wa&#039;alaikumussalam
Tentunya belum bisa dipastikan tergantung muamalah dan aktivitasnya
Wassalamu&#039;alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Tentunya belum bisa dipastikan tergantung muamalah dan aktivitasnya<br />
Wassalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu ibrohim</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-304</link>
		<dc:creator>abu ibrohim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 13:59:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-304</guid>
		<description>Bismillah

Afwan Ustd apakah Baitul Mal wat Tanwil dapat dijadikan sebagai dasar membuat bank syariah

Jazakallah atas jawabannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah</p>
<p>Afwan Ustd apakah Baitul Mal wat Tanwil dapat dijadikan sebagai dasar membuat bank syariah</p>
<p>Jazakallah atas jawabannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Noor Cholis</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/karakter-bank-syariah/comment-page-1/#comment-272</link>
		<dc:creator>Noor Cholis</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 02:19:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=330#comment-272</guid>
		<description>apakah artikel tersebut bisa dikirim ke email ana?
atau tolong diberikan penjelasan secukupnya saja mengenai bagian mana yang belum sesuai dengan syariat.
Supaya saya bisa memberikan penjelasan ke saudara...
Syukron ustadz
Jazakallahu khairan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah artikel tersebut bisa dikirim ke email ana?<br />
atau tolong diberikan penjelasan secukupnya saja mengenai bagian mana yang belum sesuai dengan syariat.<br />
Supaya saya bisa memberikan penjelasan ke saudara&#8230;<br />
Syukron ustadz<br />
Jazakallahu khairan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

