Beranda » Fiqih, TanyaUstadz

Hukum Pakaian Yang Terkena Najis

25 January 2009 17 Komentar Download PDF

Assalamualaikum,

Ustadz bagaimana hukumnya pakaian yang kena cipratan air kencing sampai basah kemudian dibiarkan kering sendiri dengan dijemur dan tidak dibasuh air, apakah pakaian tersebut menjadi suci setelah kering atau tetap najis?

syukron

Mubarok
Alamat: Semarang
Email: mubaroxxx@plasa.com

Wa’alaikum salam
Najis dapat disucikan dengan air atau yang lainnya. Benda yang terkena najis bisa dikatakan suci lagi bila zat najisnya telah hilang, baik dengan air atau dengan matahari atau yang lainnya. Untuk mengetahui hilang atau tidaknya najis tersebut dilihat dengan ada atau tidak adanya sifat-sifat najis yang mencakup bau, rasa dan warnanya. Apabila ini semua telah hilang dari baju atau yang lainnya maka telah suci. Jadi pakaian yang saudara tanyakan tersebut dapat dihukumi suci bila telah hilang semua sifat-sifat kencing tersebut.

Wabillahi at-taufiq
Wassalam


Bookmark tulisan ini
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • Print
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
  • LinkedIn
  • Ping.fm
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Tulisan Terkait:

  1. Jumlah Najis Yang Dimaafkan
  2. Bolehkan Menjual Kotoran Ternak?
  3. Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Mewajibkan (1)
  4. Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Tidak Mewajibkan (3)
  5. Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Mewajibkan (2)

17 Komentar »

  • arif fazlur rahman berkomentar:

    Assalamu’alaikum pak ustad, saya mau tanya, saya merasa kalau sudah buang air kecil dg tuntas, air kencingnya keluar lagi, karena kalau kita kencingkan yang di basuh cuma bagian ujung saja, sementara bagian saluran dalam tidak, jadikan masih ada yang menempel didalam saluran, nah ini yang saya merasa keluar lagi tanpa kita sadari atau kita sadar,JADI APAKAH NAJIS /AIR KENCING YANG KELUAR ITU DIMAAFKAN KALAU KENA PAKAIAN DALAM?ATAU APAKAH ADA CARA LAIN LAGI,ATAU SAYA HARUS GIMANA?SOALNYA SAYA MRASA TERGANGGU AKIBAT PERASAAN INI.SAYAMOHONJAWABANNYA PAK. Wassalam

  • kholid syamhudi (penulis) berkomentar:

    Wa’alaikumus salam
    air kencing yang najis adalah yang telah keluar darinya, sedangkan yang dalam tidak selama belum keluar. maka hendaknya kencing hingga tuntas. namun bila kemuudian terkena penyakit tidak bisa menghabiskan atau malahan tidak mampu menahannya sehingga sholat 1 rakaat udah keluar lagi tetesannya maka sebaiknya setelah anda tuntaskan kencingnya anda menggunakan kapas atau softeks (pembalut) yang menahan air kencing menempel kepakaian kita. setelah itu sholatlah dan tinggalkanlah rasa was-was anda.
    mudah-mudahan bermanfaat
    Wassalam

  • arif fazlur rahman berkomentar:

    as, pak ustad najis yang sedikitkan dimaafkan,berapa jumlah/besarnya najis yang di maafkan baik yang kering ataupun cair?

  • gusti berkomentar:

    Assalamualaikum pak ustadz.
    saya mau tanya, saya punya teman dia tinggal ditempat kos2′an.
    Dan teman satu kos nya ada yang beragama kristen, lalu suatu hari temannya itu masak daging babi di kos2′annya itu.Memakai barang2 yang biasa mereka pakai untuk memasak.
    Dia bingung, karena apabila barang yang sudah terkena najis kan hukumnya haram.Jadi bagaimana cara mensucikannya lagi?
    Dan apa do’a nya?
    Mohon jawabannya ya pak…
    Wassalam…

  • kholid syamhudi (penulis) berkomentar:

    Wa’alaikumussalam
    bersihkan saja bekas alat ang dipakai hingga tidak tersisa bekasnya. tidak ada do’a tertentu
    wassalam

  • abiesuman berkomentar:

    assalamualaikum ustad..

    mau nanya, kalo hukumnya pakaian yang terkena najis hukmi bagaimana?
    apakah dimaafkan dan dapat digunakan untuk shalat?

    bagaimana hukumnya membersihkan/mensucikan lantai yang terkena najis?
    apakah jika kita mengepel dengen air di ember yang bolak-balik kita pakai untuk membilas kain pel dapat mensucikan najis?

    saya pernah membaca tentang air mutannajis..
    apakah (misalnya) jika kita mengalirkan air pada kaki kita yang terkena percikan air kencing, lalu aliran air tersebut dihukumi najis pula? dan jika mengenai pakaian kita walaupun tidak ada warna,bau dan rasanya di pakaian tersebut, maka tidak sah untuk dipakai shalat?

    saya sering was-was, mungkin syaitan telah membisiki saya atau mungkin karena kecetekan ilmu fikih yang saya miliki..

    mohon bantuan ustad..

    jazzakullah..

    wass.

  • kholid syamhudi (penulis) berkomentar:

    Wa’alaikumussalam
    Karena agak panjang sebaoiknya diajukan di tanya jawab
    Wassalam

  • M.Raiza Ronaldo berkomentar:

    Assalamualaikum wr.wb
    suatu hari teman saya sedang memakan nasi goreng, tanpa ragu – ragu saya mencicipi nasi goreng tersebut. Dan ketika sudah selesai memakannya saya baru di beri tahu bahwa nasi goreng tersebut mengandung daging babi.
    pertanyaan saya : Apakah itu termasuk haram / tidak, karena saya tidak mengetetahui sama sekali mengenai campuran nasi goreng tersebut.
    dan, apabila haram bagaimana cara untuk mensucikannya??

    mohon di jawab..
    M. Raiza Ronaldo

  • abu khansa berkomentar:

    assalamualaikum ustad

    sama seperti pertanyaan pertama, saya juga bila kencing sering tidak bisa tuntas, dimana masih bisa keluar 1 atau 2 tetes kencing setelah beberapa lama berselang setelah kencing. Biasanya faktor yg memicu hal ini adalah posisi tubuh yg mneyebabkan perut tertekan seperti posisi sujud atau bangkit dari sujud. Hal ini sangat mengganggu saya. Bagaimana saya bisa sholat dgn kondisi seperti ini?
    Untuk sholat selanjutnya, cukupkah bila saya basahkan bagian yg terkena kencing dari celana dalam, saya peras dan saya pakai kembali, mengingat kejadian ini bisa terjadi dimana saja tanpa saya membawa celana dalam ganti, sehingga saya tinggal mencari toilet utk mebasahkan saja.

  • tri berkomentar:

    krn ’suatu hal’ sy mengeluarkn madzi. kemudian celana dalam sy cuci dan blm kering sy pakai lg. Setelah bbrp saat madzi keluar lg. Apakah seluruh bagian celana yg sdh basah menjadi najis? Ataukah hany bagian yg kena madzi sj yg najis?

  • Rizal berkomentar:

    Ass.wr.wb.insyaallah pak ustaz sehat2 aja.pak ustaz sy ingin kemukakan permasalahan sy waktu sy jemur pakaian dan pakaian sy jemur yg terakhir itu terdapat air mazi bgmn dng pakaian yg sbelumnya apakah dinyatakan najis at tidak.

  • Rian berkomentar:

    Assalamu’alaikum Pak Ustad?saya mau nanya,apakah air kencing yang sudah kering terus kena air najis lagi dan bisa nyalur?saya merasa was-was setiap kali saya menyentuh benda,bahkan saya sampai cuci tangan berkali-kali.mohon dijawab ya pak ustad soalnya perasaan saya merasa tidak tenang

  • MUNIRUDIN berkomentar:

    Assalamu

    Assalamu”alaikum.Pak Ustadz sya mau nanya,apakah bulu2 anjing yang sdh terlepas dr bdn anjingny itu termasuk najis mugholadoh?dan pabila saya mkn makanan dan piring atau gelasnya terkena bulu anjing apa makanan yang saya mkn najis jg?mhn di blz,saya sangat2lah membutuhkan jawaban ini.mhn bls ke email saya Munirudinudin@yahoo.co.id,klo bisa ke hp saya 085291635123.Terima kasih,Wassalam.

  • safira berkomentar:

    assalamualaikum pak ustadz, saya merasa selalu was-was dalam mencuci pakaian atau piring, dan ketika berwudlu. apakah najis yang dimaafkan kan karena saya selalu menganggap cipratan air cucian itu najis karena bekas membilas najis, sehingga saya sering ganti baju setiap selesai cuci baju.trimakasih pak atas jawabannya

  • DinhA berkomentar:

    Asslamualaikm ,,,
    Ustd cy mo nax ,,,apa yg sy hrs amalkan biar sy gak srg was2 ,??

  • kholid syamhudi (penulis) berkomentar:

    Wa’alaikumussalam
    hilangkan rasa was-was antum semua dengan belajar islam dengan baik. coba kalau kita pakai kaedah pada asalnya air yang tercampur najis itu tidak jadi najis sebelum diketahui adanya perubahan rasa, warna dan bau. bila tidak maka tetap berada dalam kesuciannya. sehingga walaupun bekas membilas najis tetap tidak akan menjadi air najis tanpa adanya perubahan sifat air tersebut.
    mudahan bermanfaat
    wassalamu’alaikum

  • totop berkomentar:

    asslm. pak ustadz, mau tanya. ada orang yang bilang, kalau setelah kencing juga ada istilah “tuma’ninah”nya jg, yaitu menunggu agar air kencing yang sedikit blm tuntas menjadi benar2 tuntas. apakah itu ada tuntunannya? terus apakah air kencing yang sedikit, tidak sampai menetes (hanya sedikit basah di ujung zakar) dimaafkan/tidak najis? jazzakalloh.

Silakan berkomentar

Kami berharap komentar anda sesuai dengan topik bahasan. Komentar SPAM tidak kami tampilkan.

Anda bisa menggunakan tag-tag berikut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>