<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UstadzKholid.com</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2013 15:35:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Menyikapi Dunia Dengan Benar</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/menyikapi-dunia-dengan-benar/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/menyikapi-dunia-dengan-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2013 05:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2304</guid>
		<description><![CDATA[Telaah Hadis عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهِ عُمَرُ وَهُوَ عَلَى حَصِيرٍ قَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ لَوْ اتَّخَذْتَ فِرَاشًا أَوْثَرَ مِنْ هَذَا فَقَالَ مَا لِي وَلِلدُّنْيَا buy levitra 20mg مَا مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ سَارَ فِي يَوْمٍ صَائِفٍ فَاسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Telaah Hadis<br />
</strong></h2>
<p dir="RTL"><strong>عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ</strong><strong> </strong><strong>أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهِ عُمَرُ وَهُوَ عَلَى حَصِيرٍ قَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ لَوْ اتَّخَذْتَ فِرَاشًا أَوْثَرَ مِنْ هَذَا فَقَالَ مَا لِي وَلِلدُّنْيَا</p>
<div style="display: none"><a href=&#039;http://buy-levitra-on.com/&#039;>buy levitra 20mg</a></div>
<p> مَا مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ سَارَ فِي يَوْمٍ صَائِفٍ فَاسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا</strong><strong></strong></p>
<p><strong>Kosa kata /</strong><strong> </strong><strong>مفردات</strong><strong> :</strong></p>
<p>ظِلِّ شَجَرَةٍ : bayangan pohon   رَاكِب : Menjelaskan</p>
<p>يَوْمٍ صَائِفٍ : hari yang panas terik    رَاحَ : beristirahat.</p>
<p><strong>Takhrij Hadits / </strong><strong>تخريج الحديث</strong><strong></strong></p>
<p>Hadits ini dikeluarkan oleh imam Ahmad bin Hambal dalam kitab al-Musnad 1/301, ibnu Hibaan dalam kitab Shohih ibnu Hibban no. 2526, al-Haakim dalam kitab al-Mustadrak 4/309-310 dari sahabat dan saudara sepupu Rasulullah n yaitu Abdullah bin Abaas z .</p>
<p>Hadits ini dinilai shahih oleh Syeikh al-Albani dalam  kitab Shohih al-Jaami’ ash-Shaghir no. 5669.</p>
<p><strong>Terjemah hadits / </strong><strong>ترجمة الحديث</strong><strong> :</strong></p>
<p>Dari Abdullah bin Abas z bahwasanya Rasulullah n  pernah ditemui oleh Umar dalam keadaan beliau duduk diatas tikar, lalu Umar berkata: Wahai nabi Allah! Sebaiknya engkau menggunakan permadanai yang lebih baik dari ini. Maka beliaupun bersabda : Aku tidak butuh dunia, perumpamaan aku dengan dunia  tidak lebih seperti seorang yang berkendaraan berangkat berjalan di siang panas yang terik, lalu bernaung di bawah pohon beberapa saat dari siang hari, kemudian  beritirahat  dan meninggalkannya.<br />
<span id="more-2304"></span><br />
<strong>Penjelasan Hadits / </strong><strong>شرح الحديث</strong><strong> :</strong></p>
<p>Dalam hadits yang mulia ini Rasulullah n menjelaskan umur dunia dibandingkan akherat. Dunia ini ditempati beberapa saat saja dari waktu siang. Beliau n memberikan perumpamaan agar dapat tertanam dalam kalbu setiap muslim tentang hakekat dunia. Beliau menegaskan sikap yang benar terhadap dunia dengan ungkapan: perumpamaan aku dengan dunia  tidak lebih seperti seorang yang berkendaraan berangkat berjalan di siang panas yang terik, lalu bernaung di bawah pohon beberapa saat dari siang hari, kemudian  beristirahat dan meninggalkannya.</p>
<p>Demikianl</p>
<div style="display: none"><a href='http://buygenericzithromaxoonline.com/' title='buy generic zithromax online no prescription'>buy generic zithromax online no prescription</a></div>
<p>ah seharusnya seorang muslim bersikap seperti seorang yang sedang bepergian kesatu tempat, lalu karena kelelahannya akibat beratnya kehidupan dunia ini, ia beristirahat sebentar untuk mengembalikan kembali kebugarannya dengan mengambil dan memanfaatkan kenikmatan dunia sesuai kebutuhannya untuk melanjutkan perjalannya menuju akherat. Seorang Muslim tidak boleh terpedaya dengan kehidupan dan perhiasan dunia sebab dunia ini fana dan akan ia tinggalkan hanya dalam waktu beberapa saat saja, sebagaimana diungkapkan Rasulullah n dengan berisitirahat dibawah pohon.</p>
<p>Sudah seharusnya seorang muslim mencari penghidupan dunia dan kekayaannya dengan memenuhi dua hal:</p>
<p>Pertama: mencari dan memperolehnya dengan jalan yang telah disyariatkan islam dan tidak sama sekali melanggar larangan syari’at.</p>
<p>Kedua: Menjadikan dunia dan perhiasannya sekedar ada ditangannya tidak sampai masuk ke kalbunya. Hal ini berarti kekayaan dan harta</p>
<div style="display: none"><a href=&#039;http://ccialisonlinee.com&#039; title=&#039;cialis online&#039;>cialis online</a></div>
<p> duniawi dicari dan diperoleh dalam rangka mencari keridhaan Allah semata dan dikeluarkan hanya dijalan Allah. Sehingga kalbunya tetap berada diatas ketaatan Allah l walaupun kekayaan dan perhiasan dunia ada digenggamannya.</p>
<p>Marilah semua kekayaan dan harta yang kita miliki dipergunakan dijalan Allah, karena kehidupan dunia ini hanya sebentar saja dan perjalanan mencapai syurga Allah sangat panjang sekali.</p>
<p><strong>Beberapa Pelajaran dari Hadits ini.</strong></p>
<p>Kita dapat mengambil mutiara pelajaran dari hadits ini, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Dunia ini hanyalah sementara dan akan hilang, sebagaimana dijelaskan Allah ketika mengisahkan perkataan seorang mukmin dari keluarga dan pengikut Fir’aun yang mengatakan: H<em>ai kaumku, Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.</em> (Qs. Ghaafir/40 : 39).</li>
<li>Manusia hidup didunia ini hanya bagian dari perjalannya yang jauh menuju negeri akherat. Karena itu yang berhenti didunia ini dan menjadikannya sebagai tujuan maka akan tersesat dan tidak akan selamat dalam perjalanan tersebut.</li>
<li>Dunia dan kekayaannya boleh dinikmati dan dimiliki namun jangan sampai memalingkan pemiliknya dari ibadah kepada Allah yang merupakan tujuan keberadaannya.</li>
<li>Anjuran bersikap zuhud dengan menjadikan harta dan kekayaan dunia sebagai sarana mencapai kehidupan akherat yang abadi dengan mengeluarkan dan membelanjakannya dijalan Allah.</li>
<li>Bersikap waspada terhadap kecenderungan dan kecintaan terhadap dunia  serta lalai dari perjumpaan kepada Allah dihari kiamat.</li>
<li>Hendaknya sabar dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan hidup sampai berjumpa dengan Allah dialam akherat nanti.</li>
<li>Menggunakan perumpamaan dalam pengajaran merupakan satu perkara yang penting dalam menanamkan satu ilmu dan informasi kepada anak didik.</li>
</ol>
<p>(Ust Kholid S)</p>
<div style="display: none">zp8497586rq</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/menyikapi-dunia-dengan-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persaudaraan Hati bukan Tubuh</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/persaudaraan-hati-bukan-tubuh/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/persaudaraan-hati-bukan-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2013 09:34:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2278</guid>
		<description><![CDATA[Ketika membaca dan merenungkan kisah kehidupan para sahabat terkadang kita terharu dan berharap persaudaraan mereka tersebut bisa kita rasakan. buy metronidazole Satu persahabatan dan persaudaraan yang muncul dari hati dan iman yang memenuhi kalbu mereka, bukan sekedar bersatunya tubuh dan badan mereka. Ironisnya banyak orang memandang persaudaraan identik dengan kumpulnya tubuh dalam satu organisasi atau [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika membaca dan merenungkan kisah kehidupan para sahabat terkadang kita terharu dan berharap persaudaraan mereka tersebut bisa kita rasakan.</p>
<div style="display: none"><a href=&#039;http://flagylonlinee.com/&#039; title=&#039;buy metronidazole&#039;>buy metronidazole</a></div>
<p> Satu persahabatan dan persaudaraan yang muncul dari hati dan iman yang memenuhi kalbu mereka, bukan sekedar bersatunya tubuh dan badan mereka.</p>
<p>Ironisnya banyak orang memandang <a title="persaudaraan" href="http://ustadzkholid.com/persaudaraan-hati-bukan-tubuh" target="_blank"><em>persaudaraan</em></a> identik dengan kumpulnya tubuh dalam satu organisasi atau kelompok. Hal ini jelas keliru, sebab sebenarnya dasar persaudaraan iman adalah kesatuan hati kaum muslimin, bukan berkumpulnya tubuh mereka. Hal ini dapat dilihat pada petunjuk Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dalam al-Qur`aan yang mulia. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menjelaskan persaudaraan kaum muslimin dengan kalimat (فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ) tidak dengan kalimat (فَأَلَّفَ بَيْنَِكُمْ). Dengan demikian, Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> melihat persatuan hati menjadi sebab persaudaraan iman bukan kepada persatuan badan.</p>
<p>Syeikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin t menjelaskan hal ini dengan menyatakan: Persatuan hati adalah poros ukhuwah imaniyah (persaudaraan iman) bukan persatuan badan. Berapa banyak umat yang berkumpul tubuhnya namun hati mereka berpecah belah, sebagaimana firman Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> tentang orang Yahudi:</p>
<p><em>Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah.</em>(QS al-Hasyr/15:13).<br />
<span id="more-2278"></span><br />
Tidak ada faedah dari berkumpulnya badan dengan hati yang berpecah belah. Faedah bersatunya hati adalah berkumpulnya hati walaupun badannya saling berjauhan. Berapa banyak orang yang memiliki hubungan cinta dan persahabatan denganmu namun ia jauh darimu. Berapa banyak juga orang yang sebaliknya. Kamu merasa ia bermuka dua dan tidak ada diantaramu dengannya kecintaan dan persahabatan. Padahal ia berdampingan denganmu seperti benda dengan bayangannya. Jadi yang penting adalah hati. Oleh karena itu Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p>فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ</p>
<p><em>Maka Allah mempersatukan hatimu,</em> (QS Alimran/3:103)</p>
<p>Jelaslah persaudaraan terjadi dengan adanya keterikatan antar kaum muslimin yang dilandasi ikatan agama islam. Ikatan yang mengikat kuat hati kaum muslimin seperti satu tubuh yang digambarkan Rasulullah shallallahu &#039;alaihi wa sallamdalam sabdanya:</p>
<p>الْمُؤْمِنُونَ كَرَجُلٍ وَاحِدٍ إِنْ اشْتَكَى رَأْسُهُ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ</p>
<p><em>Kaum mukminin seperti satu orang, jika kepalanya sakit maka seluruh tubuh merasakan deman dan tidak</p>
<div style="display: none"><a href='http://buycheapviagraoonline.com/' title='buy cheap generic viagra'>buy cheap generic viagra</a></div>
<p>bisa tidur.</em> (Riwayat Muslim).</p>
<p>Persaudaraan ini bukan persaudaraan karena nasab atau fanatisme golongan (hizbiyah) tapi persaudaraan aqidah dan iman. Oleh karena itu Syeikh Muhammad al-Amiin as-Syingqiti <em>rahimahullah</em> menyatakan: Secara umum tidak ada perbedaan pendapat diantara kaum muslimin bahwa ikatan yang mengikat individu penduduk bumi anata mereka dan yang mengikat antara penduduk bumi dan langit adalah kalimat<strong><em> La ilaaha Illa Allah</em></strong>.</p>
<p>Ikatan persaudaraan kaum muslimin adalah bersatunya hati mereka dalam menegakkan kalimat Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> . Kalimat tersebut ditegakkan dengan iman dan ketakwaan yang menjadi sebab Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menyatukan hati mereka.</p>
<h2><strong>Persaudaraan Iman anugerah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> .</strong></h2>
<p><em>Tidak ada seorangpun yang dapat menyatukan hati manusia satu dengan lainnya baik itu nabi maupun para ulama atau yang lainnya. Hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala semata yang menyatukan hati-hati tersebut dengan hikmah dan kemaha perkasaan-Nya. Betapa tidak, Dia lah yang telah menyatakan hal itu kepada Nabi Muhammad n dalam firman-Nya:</em><em> Dan (Allah) Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.</em> (QS Al Anfal/8:62-63).</p>
<p>Syeikh Abdurrahman bin Naashir as-Sa&#039;di rahimahullah menuturkan: Mereka bersatu dan bersaudara serta bertambah kuat dengan sebab persatuan tersebut. Itu bukanlah hasil usaha seorang dan dengan satu kekuatan selain kekuatan Allah. Walaupun kamu telah membelanjakan emas dan perak serta selainnya yang ada dibumi ini seluruhnya untuk menyatukan hati mereka setelah perselisihan dan perpecahan yang parah tersebut. Tentulah kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Karena yang mampu menpersatukan hati hanyalah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> .</p>
<p>Oleh karena itulah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> terangkan dengan sangat jelas dalam firmanNya:</p>
<p><em>Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara;</em> (QS Alimran/3:103)</p>
<p>Jelaslah disini dengan rahmat-Nya, Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> mempersatukan hati kaum mukminin diatas ketaatan dan manhaj-Nya. Pantaslah disyukuri atas nikmat ini dengan cara cinta mencintai karena Allah dan berpegang teguh dengan tali Nya yang kokoh (islam).</p>
<p>Demikianlah persaudaraan tersebut Allah karuniakan kepada kaum mukminin yang bertaqwa dan berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah. Tidak dikaruniakan kepada orang-orang yang melanggar ajaran syari&#039;at Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> , sehingga tidak akan terwujudkan dengan mengorbankan aqidah dan agama.</p>
<div style="display: none">zp8497586rq</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/persaudaraan-hati-bukan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakekat Wara’</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/hakekat-wara/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/hakekat-wara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2012 01:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2247</guid>
		<description><![CDATA[Sikap wara’dalam mencari rezeki dan kehidupan sudah jarang disebut dan diperhatikan kaum muslimin. Kita lihat kaum muslimin sangat menggampangkan masalah ini sehingga terjerumus dalam perbuatan tercela dalam memenuhi kebutuhannya. viagra discount Riba, dusta, menipu dan perbuatan haram lainnya di lakukan tanpa merasa berdosa hanya untuk dalih memenuhi kebutuhan hidup. Apa hakekat Wara’ Para ulama memberikan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sikap wara’</strong>dalam mencari rezeki dan kehidupan sudah jarang disebut dan diperhatikan kaum muslimin. Kita lihat kaum muslimin sangat menggampangkan masalah ini sehingga terjerumus dalam perbuatan tercela dalam memenuhi kebutuhannya.</p>
<div style="display: none;"><a title="viagra discount" href="http://cheapviagracanadas.com/">viagra discount</a></div>
<p>Riba, dusta, menipu dan perbuatan haram lainnya di lakukan tanpa merasa berdosa hanya untuk dalih memenuhi kebutuhan hidup.</p>
<h2><strong>Apa hakekat Wara’</strong></h2>
<p>Para ulama memberikan definisi wara’ dengan beberapa ungkapan, diantaranya:</p>
<ol start="1">
<li><em>Wara’</em> adalah meninggalkan semua yang meragukan dirimu dan menghilangkan semua yang membuat jelek dirimu dan mengambil yang lebih baik.</li>
<li><a title="wara'" href="http://ustadzkholid.com/hakekat-wara" target="_blank">Wara’</a> adalah ibarat dari tidak tergesa-gesa dalam mengambil barang-barang keduniaan atau meninggalkan yang diperbolehkan karena khawatir terjerumus dalam perkara yang dilarang.</li>
</ol>
<p><span id="more-2247"></span><br />
Sedangkan syeikhul islam ibnu Taimiyah menggambarkan sikap wara’ ini dengan ungkapan: “sikap hati-hati dari terjerumus dalam perkara yang bwerakibat bahaya yaitu yang jelas pengharoman dan yang masih diragukan keharomannya. Dalam meninggalkan perkara tersebut tidak ada mafsadat yang kebih besar dari mengerjakannya”. (majmu’ Fatawa 10/511) Hal ini disimpulkan secara ringkas oleh murid beliau imam Ibnu al-Qayim dengan ungkapan: Wara’ adalah meninggalkan semua yang dikhawatirkan merugikan akheratnya. (al-Fawaaid hlm 118).</p>
<p>Jelaslah sikap wara’ adalah sikap meninggalkan semua yang meragukan dirimu dan menghilangkan semua yang membuat jelek dirimu. Hal ini dengan meninggalkan perkara syubuhat dan berhati-hati berjaga dari semua larangan Allah. Seorang tidak dikatakan memiliki wara’ sampai menjauhi perkara syubuhat (samar hukumnya) karena takut terjerumus dalam keharoman dan meninggalkan semua yang dikhawatirkan merugikan akheratnya. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah n :</p>
<p dir="RTL"><strong>الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ <u style='display:none'><a href='http://buyviagrac.com/' title='viagra without prescription'>viagra without prescription</a></font> لَا يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الْمُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ كَرَاعٍ يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلَا إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ</strong></p>
<p>Perkara halal sudah jelas dan yang harampun sudah jelas. Diantara keduanya (halal dan haram ini) ada perkara syubuhat (samar hukumnya) yang banyak orang tidak mengetahuinya. Siapa yang menjauhi perkara syubuhat ini maka ia telah menjaga agamanya dan kehormatannya. Siapa yang terjerumus dalam perkara syubuhat ini seperti seorang gembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkanNya. (Muttafaqun ‘Alaihi).</p>
<h3><strong>Jenis dan tingkatan Wara’</strong></h3>
<p>Imam ar-Raaghib al-Ashfahani membagi sikap wara’ dalam tiga tingkatan:</p>
<ol start="1">
<li>Wajib yaitu menjauhi larangan Allah dan ini wajib untuk semua orang.</li>
<li>Sunnah yaitu berhenti pada perkara syubuhat. Ini untuk orang yang pertengahan</li>
<li>Fadhilah (keutamaan) yaitu menahan diri dari banyak perkara yang mubah dan mencukupkan dengan mengambil sedikit darinya untul sekedar memenuhi kebutuhan primernya saja. Ini untuk para nabi, shiddiqin, syuhada dan sholihin. (lihat kitab adz-Dzari’ah Ila Makaarim al-Syari’at hlm 323).</li>
</ol>
<h3><strong>Faedah dan manfaat sikap wara’</strong></h3>
<p>Sikap wara’ memiliki banyak sekali faedah, diantaranya adalah:</p>
<ol start="1">
<li>Wara’ termasuk martabat tertinggi dari iman dan terutama dalam martabat ihsaan.</li>
<li>Memberikan kepada seorang mukmin perasaan lega dan ketenangan jiwa.</li>
<li>Masyarakat yang memiliki sikap wara’ akan menjadi masyarakat yang baik dan bersih.</li>
<li>Allah mencintai orang yang bersikap wara’ dan juga para makhlukpun demikian.</li>
<li>Sikap wara’ bisa menjadi sebab ijabah do’a.</li>
</ol>
<p>Semoga Allah memberikan kepada kita sikap wara’ yang benar dan tepat dalam menghadapi gelombang fitnah dunia yang demikian besarnya ini.</p>
<p>Mari berusaha menanamkannya dalam diri kita agar kita menjadi hamba-Nya yang beruntung!</p>
<p><strong>Artikel <a title="ustadz kholid" href="http://ustadzkholid.com/hakekat-wara" target="_blank">www.ustadzkholid.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/hakekat-wara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab-Sebab Kerasnya Kalbu</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sebab-sebab-kerasnya-kalbu/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sebab-sebab-kerasnya-kalbu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2012 04:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2235</guid>
		<description><![CDATA[Sesuatu  ada tentunya dengan adanya sebab. Mengenal sebab merupakan satu perkara penting dalam mengobati dan menerapi satu penyakit. Berapa banyak dokter atau tabib yang gagal memberikan obat yang pas karena tidak mengetahui sebab penyakit te natural viagra rsebut. Kalbu yang keras  adalah penyakit berbahaya yang terjadi tentunya dengan sebab-sebab tingkah laku pemiliknya. Diantara sebab-sebab kerasnya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuatu  ada tentunya dengan adanya sebab. Mengenal sebab merupakan satu perkara penting dalam mengobati dan menerapi satu penyakit. Berapa banyak dokter atau tabib yang gagal memberikan obat yang pas karena tidak mengetahui sebab penyakit te</p>
<div style="display: none;"><a title="natural viagra" href="http://viagrapills.name/">natural viagra</a></div>
<p>rsebut.</p>
<p><a title="kalbu yang keras" href="http://ustadzkholid.com/sebab-sebab-kerasnya-kalbu" target="_blank"><strong>Kalbu yang keras</strong> </a> adalah penyakit berbahaya yang terjadi tentunya dengan sebab-sebab tingkah laku pemiliknya. Diantara sebab-sebab kerasnya kalbu adalah:</p>
<p><strong>1. Ketergantungan Kalbu kepada Dunia serta Melupakan Akhirat.</strong> Kalau yang sudah keterlaluan mencintai dunia melebihi akhirat, maka kalbu tergantung terhadapnya, sehingga lambat laun keimanan menjadi lemah dan akhirnya merasa berat untuk menjalankan ibadah.<br />
<span id="more-2235"></span><br />
<strong>2. Lalai.</strong> Lalai pada asalnya adalah lupa yang terjadi karena tidak sadar. Allah l jelaskan hal ini dalam firmanNya:</p>
<p><em>Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam <strong>kelalaian</strong> lagi berpaling (daripadanya).</em> (QS. Al-Anbiya’ :1).</p>
<p>Imam asy-Syaukani menjelaskan pengertian Ghaflah (lalai) dalam ayat ini dengan menyatakan: “Pengertiannya mereka berada dalam kelalaian oleh dunia dan berpaling dari akherat tidak bersiap-siap dengan kewajiban mereka berupa iman kepada Allah dan melaksanakan kewajiban serta menjauhi semua larangan” (Fathu al-Qadir 3/566).</p>
<p>Sebab ini memiliki pengaruh langsung dalam mengerasnya kalbu. Sehingga imam ibnu al-Qayyim t menyatakan: “semakin kuat sifat lalai dalam kalbu semakin membuatnya keras” (al-Waabil ash-Shaib hal 99).</p>
<p>Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah menjalar di dalam kalbu dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga kalbu akhirnya menjadi keras dan terkunci<br />
Allah berfirman, yang artinya  &#8221;<em>Mereka itulah orang-orang yang kalbu, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itu lah orang-orang yang lalai</em>&#8221; (QS.16:108)</p>
<p>dalam ayat diatas Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> memberitahukan, bahwa orang yang lalai adalah mereka yang memiliki kalbu keras membatu, tidak mau lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasehat. Kalbu yang keras bagaikan batu atau bahkan lebih keras lagi, karena mereka punya mata, namun tak mampu melihat kebenaran dan hakikat setiap perkara&#8221;.</p>
<p>Karena itulah imam al-Alusi menyatakan: Kerasnya kalbu (qaswah al-Qalbu) adalah sumber keburukan dan ia bersumber dari panjangnya kelalaian terhadap Allah  (Ruuh al-Ma’ani 27/181).</p>
<p><strong>3. Kawan yang buruk.</strong> Ini juga salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya kalbu dan jauhnya seseorang dari Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> . Orang yang hidupnya di tengah-tengah manusia yang banyak berkubang dalam kemaksiatan dan kemungkaran tentulah akan terpengaruh. Sebab teman yang buruk akan berusaha menjauhkannya dari keistiqamahan dan menghalanginya dari mengingat Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> , sholat dan berakhlak mulia. Oleh karena itu didapatkan dalam al-Qur`an perintah A</p>
<p>llah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> kepada Rasul-Nya untuk bergauk dengan orang-orang shalih, sebagaimana firman-Nya, yang artinya:</p>
<p><em>Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.</em> (QS al-kahfi:28)</p>
<p><strong>4. Terbiasa dengan kemaksiatan dan kemungkaran.</strong></p>
<div style="display: none"><a href='http://genericviagrain.com/'>online canadian pharmacy</a></div>
<p> Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah<em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>.  Ia merupakan pembegal perjalanan dan membalikkan arah perjalanan yang lurus. Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan lain yang lebih besar dari yang pertama. Maka melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam kalbu, dan melemah pula jalannya kalbu menuju Allah dan kampung akhirat sehingga menjadi terhalang dan bahkan terhenti tak mampu lagi bergerak. Lihatlah keterangan rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dalam sabdanya:</p>
<p dir="RTL"><strong>إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ </strong><strong>نُكْتَةٌ سَوْدَاء</strong><strong>ُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ</strong><strong> </strong><strong>{ كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }</strong></p>
<p><em>Seorang hamba apabila berbuat dosa karena kalbunya diwarnai dengan titik hitam. Apabila ia menginggalkannya dan beristighfar serta bertaubat maka kalbunya dibersihkan dan bila mengulang maka ditambahkan padanya (titik hitam) hingga mendominasi kalbunya. Inilah dia Raan yang Allah jelaskan dalam firman-Nya:</em></p>
<p><em><strong>Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka</strong>.</em> (QS al-Muthafifin :14).</p>
<p><strong>5. Berpaling dari mengingat Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> </strong>, kematian, Sakarat, Kubur dan Kedahsyatannya, sehingga seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal, mahsyar, shirath, Surga dan Neraka, semua telah hilang dari ingatan dan kalbunya. Demikianlah akibat lalainya manusia dari mengingat Allah karena kesibukan yang menenggelamkan mereka dalam urusan dan kenikmatan dunia yang fana ini. Memang tidak dipungkiri membicarakan permasalahan dan urusan dunia adalah perkara mubah, namun tenggelam dan menghabiskan waktunya hanya utuk urusan tersebut menjadikan kalbu keras, karena hilangnya kalbu dari zikir kepada-Nya. Oleh karena itulah hati ini telah mati sebelum kematian tubuh. Rasululloh pernah bersabda :</p>
<p style="text-align: right;"><strong>مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ</strong><strong></strong></p>
<p><em>Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dan yang tidak berzikir seperti perumpamaan orang yang hidup dan mayat (yang mati)</em>. (Muttafaqun ‘alaihi)</p>
<p>Demikianlah beberapa sebab kerasnya hati agar kita semua dapat menghindarinya.</p>
<p><strong>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com/" target="_blank">www.UstadzKholid.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sebab-sebab-kerasnya-kalbu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda-Tanda Kerasnya Hati</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanda-tanda-kerasnya-hati/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/tanda-tanda-kerasnya-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2012 07:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2217</guid>
		<description><![CDATA[Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut : 1. Malas Melakukan Kataatan dan Amal Kebaikan. Kita lihat sekarang banyak sekali diantara kita yang malas sholat lima waktu berjamaah dengan alasan kesibukan dunia. Bahkan ada yang meninggalkan sholat jum’at tanpa udzur syar’i. Padahal Rasululloh n pernah bersabda: لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a title="hati yang keras" href="http://ustadzkholid.com/tanda-tanda-kerasnya-hati" target="_blank"><strong>Hati yang keras</strong></a> memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :</p>
<p><strong>1. Malas Melakukan Kataatan dan Amal Kebaikan.</strong></p>
<p><strong></strong> Kita lihat sekarang banyak sekali diantara kita yang malas sholat lima waktu berjamaah dengan alasan kesibukan dunia. Bahkan ada yang meninggalkan sholat jum’at tanpa udzur syar’i. Padahal Rasululloh n pernah bersabda:</p>
<p dir="RTL"><strong>لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ</strong></p>
<p><em>Hendaknya kaum tersebut berhenti meninggalkan shalat jum’at atau Allah akan keraskan hati mereka kemudian mereka menjadi orang-orang yang lalai.</em> (HR Muslim).</p>
<p>Juga berapa banyak orang yang enggan berzakat dengan alasan banyak pengeluaran pribadi dan lainnya. Mereka lupa kalau hati mereka telah mengeras dan telah memiliki sifat-sifat munafiqin yang di jelaskan dalam firman-Nya, yang artinya, &#8220;<em>Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan</em>.&#8221; (At-Taubah : 54)<br />
<span id="more-2217"></span><br />
<strong>2. Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur&#8217;an dan tidak dapat mengambil pelajaran.</strong> Berapa banyak kita membaca al-Qur`aan bahkan mengkhatamkannya sekali atau dua kali namun kalbu kita tidak tersentuh dan bergetar sedikitpun. Berbeda dengan hati yang sehat dan lembut Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mau khusyu&#8217; atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Qur&#8217;an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedang kan Allah <em>Subhannahu wa Ta&#8217;ala</em> telah memperingatkan, artinya, &#8220;<em>Maka beri peringatanlah dengan al-Qur&#8217;an orang yang takut kepada ancaman-Ku.</em>&#8221; (Qaaf : 45)</p>
<p><strong>3. Tidak Tersentuh dengan Ayat .</strong> Tidak tergerak kalbu kita dengan terjadinya peristiwa dan kejadian alam, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Padahal semua itu menunjukkan kemaha kuasaan Allah atas seluruh makhluknya. Kita memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat. Lihatlah firman Allah yang artinya: &#8220;<em>Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?</em>&#8221; (At-Taubah :126)</p>
<p><strong>4. Mendahulukan kelezatan Dunia dari Akhirat.</strong> Kalbu yang tidak tersentuh dengan ayat-ayat Allah baik berupa al-Qur`an ataupun ayat-ayat kauniyah akan mendahulukan dunia dari akherat. Bahkan kadang semangat dan keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata . Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.</p>
<p>Kita lihat banyak orang yang mendengar kumandang adzan tapi tidak segera bersiap ke masjid karena lezatnya tidur dibalik selimta atau mengakhirkan sholat karena menonton pertandingan sepak bola. Padahal Allah telah berfirman yang artinya:</p>
<p><em>Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.</em> (QS al-A’laa: 16-17).</p>
<p><strong>5. Kurang Mengagungkan.</strong> Kalbu yang mengeras akan kehilangan rasa cemburu, kekuatan iman padanya melemah dan tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran.</p>
<p>Setelah itu ia tidak dapat mengenal yang ma&#8217;ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa. Hal ini mengakibatkan kalbu tidak lagi mengagungkan Allah dan kekuasaanNya.</p>
<p><strong>6. Kemaksiatan dan kezhaliman Berantai</strong> karena kezhaliman muncul dari kegelapan kalbu, sebagaimana disampaikan ibnu al-jauzi dalam ugkapan beliau: kezhaliman muncul dari kegelapan kalbu, karena seandainya kalbu mengambil cahaya petunjuk (Hidayah), tentulah ia akan memandang akibatnya, (lihat Fathu alBaari 5/100). Demikian juga kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan.</p>
<p>Inilah sebagian tanda kerasnya hati akibat perbuatan dosa dan kemaksiatan, agar kita semua dapat introspeksi diri dan merubah diri menjadi insan kamil yang didam-idamkan.</p>
<p><em>Wabillahi taufiq</em> (bersambung dengan sebab-sebab mengerasnya kalbu –insya Allah-).</p>
<p>Kegersangan kalbu, kesempitan dada, mengalami kegoncangan, tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. <u style='display:none'><a href='http://buycialisonline-khui.com/' >cialis online</a></font> Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu.</p>
<p><strong>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">www.UstadzKholid.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/tanda-tanda-kerasnya-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Karena Allah</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/cinta-karena-allah/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/cinta-karena-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2012 04:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2203</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Amalan menggapai cinta ilahi عَنْ مُعَاذ بْنِ جَبَلٍ رَِضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْ لُ الله صلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ viagra purchase فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْْمُتَوَاصِلِين فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ ;الْمُتَحَابُّوْنَ فِيَّ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<h2>Amalan menggapai cinta ilahi</h2>
<p class="arab" style="text-align: right;">عَنْ مُعَاذ بْنِ جَبَلٍ رَِضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْ لُ الله صلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ</p>
<div style="display: none;"><a title="viagra purchase" href="http://www.viagrapurchase.info/">viagra purchase</a></div>
<p>فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْْمُتَوَاصِلِين فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ ;الْمُتَحَابُّوْنَ فِيَّ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ يَغْبِطُهُمْ</p>
<div style="display: none"><a href='http://moviedownloadmanager.com/' title='online video downloader'>online video downloader</a></div>
<p> بِمَكَانِهِمُ النَّبِيُّوْنَ وَ الصِّدِّيْقُوْنَ وَ الشُّهَدَاءُ .</p>
<p><strong>Kosa kata / مفردات :</strong></p>
<p>حَقَّتْ : pasti diberikan</p>
<p>مَحَبَّتِي : cintaKu</p>
<p>لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ : orang yang saling cinta karena Aku</p>
<p>لِلْْمُتَوَاصِلِين فِيَّ : menyambung persaudaraan karena Aku</p>
<p>لِلْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ : saling menasehati karena Aku</p>
<p>لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ : yang saling berkorban karena Aku</p>
<p>يَغْبِطُهُمْ : iri ingin memiliki</p>
<p><strong>Terjemah hadits / ترجمة الحديث :</strong></p>
<p>Dari Mu’adz bin jabal –<em>Radhiyallahu ‘anhu</em>- beliau berkata: Telah bersabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> : Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;al</em>a berfirman : <em>Orang yang saling mencintai karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku, orang yang saling menyambung kekerabatannya karena-Ku pasti diberikan cintaKu dan orang yang saling menasehati karena-Ku pasti diberikan cintaKu serta orang yang saling berkorban karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku. Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku (nanti di akherat) berada di mimbar-mimbar dari cahaya. Para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang mati syahid merasa iri dengan kedudukan mereka ini.&#8221; </em>(Riwayat imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dan dishahihkan al-Albani dalam kitab Shahih Jami’ ash-Shaghir no. 4198).<br />
<span id="more-2203"></span><br />
<strong>Penjelasan Hadits / شرح الحديث :</strong></p>
<p>Semua orang merasa mencintai Allah, tidak terkecuali pengikut agama Yahudi ataupun Nashrani. Semua merasa telah mencintai Allah dan beragamapun karena ingin mencintai Allah. Orang yang beragama Kristen ingin menciptakan kecintaan kepada Allah kadang ada dengan sesuai kehendak Allah dan bisa juga menyelisihi kehendak Allah. Orang yahudi mencintai Allah dan muslimin yang jahil juga mencintai Allah namun mereka tidak dicintai Allah kecuali bila mereka berada diatas perkataan dan amalan yang membuat Allah cinta dan ridha kepadanya.</p>
<p>Sebagian salaf menyatakan: yang penting bukan mencintai namun yang sangat penting sekali adalah bagaimana dicintai.</p>
<p>Kalau demikian, seorang akan berusaha mencapai dan mendapat kecintaan Allah. Kecintaan Allah kepada manusia adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua orang. Namun hal ini hanya dapat tercapai dengan semangat mencari ilmu dan mengenal amalan dan perkataan yang Allah cintai dan ridhai. Sebab bila kamu mengetahui bagaimana Allah mencintai hambanya atau mengetahui sebab-sebab Allah mencitai hamba-Nya maka akan muncul usaha untuk mendapatkan kecintaan Allah.</p>
<p>Dalam hadits yang mulia ini Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>menjelaskan amalan yang dapat mendatangkan kecintaan dari Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;al</em>a yang langsung dengan ungkapan firman Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;al</em>a . Hadits demikian dinamakan para ulama dengan hadits qudsi.</p>
<p>Dalam hadits qudsi ini Allah S<em>ubhanahu wa Ta&#8217;al</em>a memerintahkan kita untuk mewujudkan empat hal yang menjadi sebab kita menjadi hamba-Nya yang dicintai.</p>
<p>a. Perintah saling mencintai karena Allah</p>
<p>b. Perintah saling menasehati karena Allah</p>
<p>c. Perintah saling menyambung persaudaraan karena Allah</p>
<p>d. Perintah saling berkorban karena Allah.</p>
<p>Demikianlah Allah tunjukkan kepada kita empat amalan menggapai kecintaan ilahi.<br />
Diantara langkah-langkah mewujudkannya adalah:</p>
<p>1. Memperbaiki aqidah dan iman a the end of the message was kita menjadi sempurna</p>
<p>2. Mengingat keempat amalan ini dicintai dan diridhai Allah</p>
<p>3. Menelaah benar siroh (sejarah kehidupan) Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan para salaf ash-shalih dan mempraktekkannya. Caranya dengan mengetahui konsep dan tuntunan ajaran mereka sehingga akan muncul keinginan dan kecintaan untuk meniti dan mengikuti jejak langkah mereka.</p>
<p>4. Mengingat akibat baik dan pahala yang didapatkan dari empat amaklan ini.</p>
<p>Semoga kita dapat mewujudkannya.</p>
<p><strong>Beberapa Pelajaran dari Hadits ini.</strong></p>
<p>1. Saling mencintai, menasehati, menyambung persaudaraan dab berkorban karena Allah adalah 4 amalan menggapai cinta ilahi</p>
<p>2. Urgensi empat amalan ini yang akan memperkokoh barisan, menyatukan langkah dan mempertautkan hati.</p>
<p><em>Wallahu a’lam</em></p>
<p>Artikel <a title="ustadz kholid" href="http://ustadzkholid.com" target="_blank"><strong>www.ustadzkholid.com</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/cinta-karena-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Iman Menjadi Sempurna</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/agar-iman-menjadi-sempurna/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/agar-iman-menjadi-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2012 04:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2191</guid>
		<description><![CDATA[Anda ingin sejuk hati dan bahagia? Capailah dengan menyempurnakan iman dan menghindari semua yang menghambat kesempurnaannya. Telah lalu dijelaskan iman itu bertambah sempurna dan berkurang. Bertambah sempurna bila melaksanakan sebab-sebab kesem buy cheap viagra soft purnaan iman. Juga harus dilengkapi dengan menjauhi sebab-sebab yang melemahkan dan menghancurkan iman. Karena itu mengenal sebab pertambahan dan pelemahan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p> Anda ingin sejuk hati dan bahagia? Capailah dengan menyempurnakan iman dan menghindari semua yang menghambat kesempurnaannya.</p>
<p>Telah lalu dijelaskan iman itu bertambah sempurna dan berkurang. Bertambah sempurna bila melaksanakan  sebab-sebab kesem</p>
<div style="display: none"><a href='http://buysoftviagra.com/' title='buy cheap viagra soft'>buy cheap viagra soft</a></div>
<p>purnaan iman. Juga harus dilengkapi dengan menjauhi sebab-sebab yang melemahkan dan menghancurkan iman. Karena itu mengenal sebab pertambahan dan pelemahan iman memiliki manfaat dan menjadi sangat penting sekali.</p>
<p>Sudah sepantasnya seorang muslim mengenal hal-hal ini, kemudian menerapkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar bertambah sempurna dan kuat imannya. Juga untuk menjauhkan diri dari lawannya yang menjadi sebab berkurangnya iman sehingga dapat menjaga diri dan selamat didunia dan akherat.<br />
<span id="more-2191"></span><br />
Syeikh Abdurrahman as-Sa’di t menerangkan bahwa seorang hamba yang mendapatkan taufiq dari Allah l selalu berusaha melakukan dua perkara:</p>
<ol start="1">
<li>Merealisasikan iman dan canag-cabangnya dan menerapkannya baik
<div style="display: none"><a href='http://buylevitraonlinee.com/'>vardenafil</a></div>
<p> secara ilmu dan amal secara bersama.</li>
<li>Berusaha menolak semua yang menentang dan menghapus iman atau menguranginya dari fitnah-fitnah yang Nampak dan yang tersembunyi, mengobati kekurangan dari awal dan mengoati yang seterusnya dengan taubat nasuha serta mengetahui satu perkara sebelum hilang.<a title="" href="file:///C:/Documents%20and%20Settings/yufid/My%20Documents/Downloads/ustadz%20kholid/Agar%20Iman%20Menjadi%20Sempurna(l-fata%20maret%2010).doc#_ftn1">[1]</a></li>
</ol>
<p>Mewujudkan iman dan mengokohkannya dilakukan dengan mengenal sebab-sebab bertambahnya iman dan melaksanakannya. Sedangkan berusaha menolak semua yang menghapus dan menentangnya dilakukan dengan mengenal sebab-sebab berkurangnya iman dan berhati-hati dari terjerumus padanya.</p>
<h2>Ilmu sebagai satu sebab kesempurnaan iman.</h2>
<p>Diantara sebab-sebab yang menjadikan iman menjadi lebih sempurna, sebagaimana yang disampaikan para ulama adalah:</p>
<p>Belajar ilmu yang manfaat yang bersumber dari al-Qir`aan dan assunnah. Hal ini menjadi sebab pertambahan iman yang terpenting dan bermanfaat, karena ilmu menjadi sarana beribadah kepada Allah l dan mewujudkan tauhid dengan benar dan pas.</p>
<p>Demikianlah ilmu bukanlah tujuan akhir tapi hanya sarana untuk amal. Sehingga seluruh ilmu syar’i (ilmu agama) dituntut dan dipelajari karena menjadi sarana beribadah kepada Allah. Hal ini dapat dijelaskan dengan beberapa hal berikut:</p>
<p>1. Tujuan ditetapkannya syari’at dan diutusnya para nabi dan rasul adalah untuk mewujudkan ibadah. Sebagaimana dalam firman Allah yang artinya:</p>
<p>Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha tahu (QS Hud : 1) dan firman Allah yang artinya:</p>
<p>Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: &#8220;Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku&#8221;.(QS. al-Anbiya’ : 25)</p>
<p>2. Banyak dalil yang menunjukkan bahwa ruh ilmu adalah amal. Ilmu tanpa amal tidak dianggap ilmu manfaat. Allah berfirman yang artinya:</p>
<p>Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (QS Faathir: 28)</p>
<p>3. Adanya ancaman berat dan keras pada orang yang tidak mengamalkan ilmunya dan seorang alim ditanya apa yang ia amalkan dari ilmunya.</p>
<p>Kesempurnaan iman yang didapatkan dari ilmu bisa terjadi dari beraneka ragam sisi, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Sisi keluarnya ahli ilmu dalam mencari ilmu</li>
<li>Duduknya mereka dalam halaqah ilmu</li>
<li>Mudzakarah (diskusi) diantara mereka dalam masalah ilmu</li>
<li>Penambahan pengetahuan terhadap Allah dan sayriatNya</li>
<li>Penerapan ilmu yang telah mereka pelajari</li>
<li>Tambahan pahala dari orang yang belajar dari mereka</li>
</ol>
<h3>Diantara pintu-pintu ilmu syar’i yang dapat menyempurnakan iman adalah:</h3>
<ol start="1">
<li>Membaca dan merenungkan (tadabbur) al-Qur`an. Imam ibnu al-Qayyim t menjelaskan hal  ini dengan ungkapan: Secara garis besar , tidak ada yang lebih manfaat bagi kalbu melebihi baca al-Qur`an dengan tadabbur dan tafakkur. (Miftaah Dar as-Sa’adah hlm 204).
<div style="display: none"><a href='http://comprarviagragenerico.org/'>comprar viagra online</a></div>
<p>  Lebih lanjut syeikh Muhammad Rasyid Ridho menjelaskan bahwa kekuatan agama dan kesempurnaan iman dan yakin tidak akan diperoleh kecuali dengan memperbanyak ak-Qur`an dan mendengarkannya dengan tadabbur denga niat memberikan petunjuk kepada mereka dan megamalkan seluruh amal kewajiban dan amal larangan.</li>
<li>Mengenal nama dan sifat Allah yang maha sempurna dan agung. Seorang yang mengetahui keesaan Allah dalam memberikan manfaat dan madharat, rezeki, kehidupan dan kematian akan membuatnya selalu bertawakkal kepada Allah dalam segala keadaan. Sehingga semakin luas dan dalam pengetahuannya terhadap nama dan sifat Allah ini akan membuatnya semakin dekat dan hatinya semakin tenang dan sejuk.</li>
<li>Mempelajari dan merenungi sejarah Nabi n yang penuh dengan pelajaran berharga dan kesempurnaan akhlak.</li>
<li>Mengetahui dan meneliti kemulian dan kesempurnaan agama islam.</li>
<li>Membaca sejarah kehidupan para pendahulu kita yang shalih (Salaf ash-Shalih) yang memenuhi kehidupannya dengan amal shalih dan ketakwaan.</li>
</ol>
<p>Bila kita telah belajar sungguh-sungguh  melalui pintu-pintu ilmu ini maka insya Allah akan mendapatkan ilmu yang manfaat yang menambah kesempurnaan iman kita.</p>
<p>Bila sempurna iman pasti muncul kebahagian dan kesejukan hati.</p>
<p>Mau coba?</p>
<p><strong>Artikel <a title="situs ustadz kholid" href="http://ustadzkholid.com/" target="_blank">www.ustadzkholid.com</a></strong></p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="file:///C:/Documents%20and%20Settings/yufid/My%20Documents/Downloads/ustadz%20kholid/Agar%20Iman%20Menjadi%20Sempurna(l-fata%20maret%2010).doc#_ftnref1">[1]</a> At-taudhih wa al-Bayaan Lisyajarat al-Imaan hlm 38</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/agar-iman-menjadi-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarah kitab Bulughul Maram</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/syarah-kitab-bulughul-maram/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/syarah-kitab-bulughul-maram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2012 12:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2155</guid>
		<description><![CDATA[Kesucian Sisa Bekas Makan Minum Kucing &#8220;عَنْ أَبي قَتَادَةَ رضي الله عنه؛ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ ـ فِي الْهِرَّةِ ـ: «إنَّها لَيْسَتْ بِنَجَسٍ، إنَّمَا هِيَ viagra sales مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ». أَخْرَجَهُ الأرْبَعَةُ، وَصَحَّحَهُ الترْمِذِيُّ، وَابْنُ خُزَيمَةَ. Terjemah Hadits. Dari Abu Qatadah radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="RTL" align="center"><strong>Kesucian Sisa Bekas Makan Minum Kucing</strong></p>
<p dir="style=">&#8220;عَنْ أَبي قَتَادَةَ رضي الله عنه؛ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ ـ فِي الْهِرَّةِ ـ: «إنَّها لَيْسَتْ بِنَجَسٍ، إنَّمَا هِيَ</p>
<div style="display: none"><a href='http://ukviagrasales.com/' title='viagra sales'>viagra sales</a></div>
<p>مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ». أَخْرَجَهُ الأرْبَعَةُ، وَصَحَّحَهُ الترْمِذِيُّ، وَابْنُ خُزَيمَةَ.</p>
<ol>
<li>Terjemah Hadits.</li>
</ol>
<p>Dari Abu Qatadah radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda –tentang kucing–: <strong>“Sesungguhnya kucing itu tidak najis, hanyasanya kucing itu binatang yang biasa hidup disekelilingmu.”</strong></p>
<p>Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidziy, Nasaa-i, dan Ibnu Majah, dan telah dishahihkan oleh Tirmidziy dan Ibnu Khuzaimah</p>
<ol>
<li>Biografi Sahabat Perawi Hadits.</li>
</ol>
<p>Beliau adalah Abu Qatadah al-Haarits bin Rib’i al-Anshari al-Khazroji ikut serta perang uhud dan setelahnya. Beliau dijuluki sebagai Faaris Rasulullah sebagaimana ada dalam shohih Muslim 1807. Meninggal di kota Madinah tahun 54  H.</p>
<p><span id="more-2155"></span></p>
<ol>
<li>Takhrij Hadits</li>
</ol>
<p>Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no: 75), Tirmidziy (no: 92), Nasaa-i (1/55,178), Ibnu Majah (no: 367), Ahmad (5/303,309), Ibnu Khuzaimah (no: 104), dan lain-lain dari jalan imam Maalik dari Ishaaq bin Abdillah bin Abi Thalhah dari Humaidah binti Ubaid bin Rifaa’ah dari Kabsyah bintu Ka’ab bin Maalik – dahulu istri ibnu Abi Qatradah-, beliau berkata:</p>
<p dir="RTL" align="right"><strong>أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ فَسَكَبَتْ لَهُ وَضُوءًا فَجَاءَتْ هِرَّةٌ فَشَرِبَتْ مِنْهُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ قَالَتْ كَبْشَةُ فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْجَبِينَ يَا ابْنَةَ أَخِي فَقُلْتُ نَعَمْ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ</strong></p>
<p>Sungguh Abu Qatadah masuk lalu Kabsyah menyiapkan air wudhu baut beliau. Lalu datanglah seekor kucing lalu minum darinya (air wudhu tersebut). Lalu Abu Qatadah menyodorkan bejananya hingga kucing itu minum. Kabsyah menyatakan: Beliau melihat aku memandang kepadanya, lalu ia berkata: Wahai anak saudaraku apakah kamu merasa heran? Kabsyah menjawab: Ia. Lalu Abu Qatadah menyatakan: Sesungguhnya Rasulullah berkata: sesungguhnya kucing itu tidak najis sungguh kucing itu termasuk hewan yang sering bersama kalian.</p>
<p>Hadits ini telah di-shahih-kan oleh para imam ahli hadits, diantaranya: imam Malik, Syafi’i, Bukhari, Tirmidziy, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Daruquthni, Hakim, Baihaqiy, Al Baghawi, Adz Dzahabi, Ibnu Hajar dan lain-lain.</p>
<p>Imam at-tirmidzi menyatakan: Hadits Hasan Shahih. Imam Maalik telah baik dalam menyampaikan hadits ini dari Ishaaq bin Abdillah bin Abi Talhah dan tida seorangpun yang menyampaikan secara lebih sempurna dari imam Maalik.</p>
<p>Imam ibnu Hajar dalam kitab talkhish al-habier 1/54 menyatakan: Hadits ini dishahihkan oleh imam al-Bukhori, at-Tirmidzi, al-Aqili dan ad-Daraquthni.</p>
<p>Demikian juga ibnu Khuzaimah menshahihkan hadits ini sebagaimana disampaikan setelah hadits yang dibahas ini.</p>
<p>Selain itu hadits ini telah mempunyai beberapa jalan (thuruq) disampaikan oleh imam ad-Daraquthni dalam al-Ilal (6/160).</p>
<p>Imam ibnu Mandah menlemahkan hadits ini –sebagaimana dinukilkan ibnu Daqiqil ‘ied – dengan sebab adanya Ummu Yahya Humaidah dan bibinya Kabsyah istri Abdullah bin Abi Thalhah dan beliau tidak mengetahui keduanya memiliki riwayat hadits kecuali hadits ini. Alasan pelemahannya adalah adanya jahaalah (perawi yang tidak dikenal).</p>
<p>Alasan ini dibantah oleh ibnu al-Mulaqin bersandar kepada penshahihan para ulama terhadap hadits ini. Beliau membantah alasan jahaalah Humaidah dan Kabsyah ini. (lihat al-badrul Munir 2/342).</p>
<p>Pernyataan ibnu Mandah bahwa beliau tidak mengetahui riwayat lain untuk Humaidah adalah pernyataan yang lemah karena beliau meriwayatkan hadits ini dan hadits tasymit al-‘Aathis (dalam sunan Abi dauwud no. 5036 dan at-Tirmidzi no. 2744 serta juga hadits Rihaanulkhoil yang diriwayatkan Abu Nu’aim dalam kitan Ma’rifat ash-Shahabat (lihat al-badrul munir 2/344).</p>
<p>Sedangkan pernyataan beliau tentang Kabsyah memang ada benarnya. Beliau memang hanya memiliki satu hadits ini, namun hal ini tidak masalah bagi Kabsyah karena dia seorang tsiqah.</p>
<p>Kalau seandainya sebab pelemahan haditsnya adalah Humaidah seorang yang tidak dikenal, maka hal ini tidak benar sebab telah meriwayatkan dari beliau tiga orang:</p>
<ol>
<li>Suaminya yang bernama Ishaaq bin Abdillah bin Abi Thalhah dalam hadits su’r al-Hirrah ini.</li>
<li>Anaknya yang bernama Yahya bin Ishaaq dalam hadits Tasymit al-‘Aathis</li>
<li>Anaknya yang lain bernama Umar bin Ishaaq saudara dari Yahya sebagaimana disampaikan ibnu Hibba dalam kitab ats-Tsiqaat 6/250.</li>
</ol>
<p>Sedangkan Kabsyah dijelaskan oleh ibnul Mulaqqin : Saya tidak mengetahui seorangpun meriwayatkan hadits dari beliau kecuali Humaidah, namun imam ibnu Hibaan menyebutkan dalam ats-tsiqaat dan imam ibnu al-Qathaan menyatakan: Sesungguhnya seorang perawi apabila di hukumi tsiqah maka hilanglah sifat jahalah (tidak dikenalnya) walaupun hanya seorang yang meriwayatkan hadits darinya. (al-badrulmunir 2/345-346 dan lihat Tsiqaat 3/257 serta at-Thabaqaat 8/351)</p>
<p>Dengan demikian jelaslah haditsnya shahih. Oleh karena itu syeikh al-Albani dalam shohih sunan abu dawud menyatakan: Hadits hasan shohih.</p>
<ol>
<li>Syarah kosa kata</li>
</ol>
<p>-          Sabda nabi : (أنه قال في الهرة) al-Hirrah adalah betina dari kucing /al-Qithath (القطط). Bentuk jamak (plurals) nya adalah Hirarun (هِرَرٌ) sama dengan wazan : سِدْرة سِدَر . sedangkan kucing jantannya dalam bahasa Arab adalah Hirrun (هِرٌّ) dengan bentuk jamaknya Hiraratun (هِررة)</p>
<p>-          Sabda beliau (إنها ليست بِنَجَسٍ) kata Najasun dengan difathahkan huruf jimnya bermakna zat najis oleh karena itu Allah berfirman :</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis (at-Taubah 28)</p>
<p>sedangkan dengan dikasrohkan jimnya (an-najis) adalah sesuatu yang menjadi najis karena terkena najis.</p>
<p>-          Sabda Nabi (إنما هي من الطوافين عليكم) bermakna ta’lil (alasan) ketidak najisan kucing. Hal ini timbul karena seringnya kucing berada dan masuk dirumah. Tentunya hal ini menyusahkan pemilik rumah untuk menjaga bejana dari tersentuh olehnya, sehingga Allah menjadikannya suci karena rahmat dan kasih sayangnya kepada hamba-Nya dan untuk menghilangkan kesusahan yang terjadi.</p>
<p>-          Sabda beliau (الطوافين). Kucing diserupakan dengan orang-orang yang sering keluar masuk rumah seperti pembantu rumah tangga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Penjelasan Umum</li>
</ol>
<p>kucing adalah binatang yang banyak berada dirumah dan banyak bersentuhan dengan manusia. Ia masuk rumah dan sangat dekat dengan bejana-bejana yang digunakan untuk minum dan digunakan manusia juga. Hadits ini memiliki sebab yaitu kisah Abu Qatadah yang menyerahkan air kepada seekor kucing, Lalu Kabsyah seorang menantunya merasa heran atas perbuatan Abu Qatadah. Ketika beliau melihat rasa heran tersebut maka beliau menyatakan bahwa beliau telah mendengar Rasulullah bersabda: Sungguh kucing itu bukanlah benda najis, Ia termasuk yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita (Thawaafin). Hal ini menunjukkan sahabat yang mulia Abu Qatadah memahaminya seperti yang terjadi pada Rasulullah. Rasulullah menjelaskan bahwa kucing itu bukan najis dzatnya dan ia termasuk yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita (Thawaafin). Inilah yang menyebabkan kucing tersebut tidak najis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Faedah
<div style="display: none"><a href='http://cheapponlinepharmacy.com/'>canadian pharmacy</a></div>
<p> Hadits</p>
<ol>
<li>1.Air liur Kucing dan mulutnya tidak najis menurut kesepakatan ulama, dengan alasan:</li>
<li>2.Keadaan kucing sebagai thawwafin (yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita).</li>
<li>3.Keterangan jelas dan gamblang bahwa ia bukanlah benda najis</li>
<li>4.Kebolehan wudhu dari bekas sisa minum kucing dibejana tersebut.</li>
<li>5.Disukai bagi kita dari jurusan kebersihan untuk mencuci bejana yang berisi air yang dijilat oleh kucing sebanyak satu kali.</li>
<li>6.Ketetapan atau ketentuan suatu benda itu najis harus datang keterangan yang shahih dan tegas dari Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam.</li>
<li>7.Kucing adalah binatang yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita.</li>
<li>8.Air yang telah dijilat oleh kucing tetap suci dan mensucikan dan dapat dipakai untuk menghilangkan hadats kecil atau besar dan berwudlu.</li>
<li>9.Seluruh anggota tubuh kucing adalah suci menurut pendapat yang rojih. Berbeda dengan pendapat yang menyatakan bahwa kesucian kucing hanya terbatas pada bekas dan yang telah terkena mulutnya saja, sedangkan anggota tubuh lainnya adalah najis. Pendapat ini lemah karena menyelisihi pengertian hadits dan ini termasuk dalam kaedah (المشقة تجلب التيسير). Banyaknya kucing berada disekeliling kita dan ini mengena seluruh manusia menjadikan semua yang tersentuhnya suci walaupun dalam keadaan basah.Imam ibnu Qudamah menyatakan setelah menyampaikan hadits ini: Hadits ini dengan lafazhnya menunjukkan tidak adanya larangan dari sisa kucing. Dengan sebab tidak makruhnya ini maka yang selainnya dari hewan yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita juga tidak makruh. (al-Mughni 1/11)Dengan demikian hukum ini tidak terbatas hanya pada kucing, namun juga kepada semua hewan yang banyak berada disekeliling kehidupan rumah yang serupa dengannya atau lebih kecil lagi bentuknya, selama masih termasuk thawaafin.</li>
<li>10.Indahnya cara pendidikan rasulullah ketika menghubungkan hukum dengan sebab hukum tersebut. Hal ini memiliki banyak manfaat diantaranya:
<ol>
<li>a.Menjadi dasar atas ketinggian dan kesempurnaan syari’at Islam</li>
<li>b.Menguatkan imam dengan hukum tersebut bila mengerti sebab hukumnya</li>
<li>c.Hukum ini berkembang kepada semua masalah yang memiliki sebab hukum yang sama dengannya.</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>semoga bermanfaat<br />
<strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/syarah-kitab-bulughul-maram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Iman Dan Dosa</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/antara-iman-dan-dosa/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/antara-iman-dan-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Oct 2012 22:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2145</guid>
		<description><![CDATA[Sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : وَعَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : &#8221; مَا اْلإِيْمَانُ قَالَ إِذَا سَرَّتْكَ ح viagra price َسَنَتُكَ وَسَاءَتْكَ سَيْئَتُكَ فَأَنْتَ مُؤْمِنٌ قَالَ ياَ رَسُوْلَ اللهِ فَمَا الإِثْمُ قَالَ إِذَا حَاكَ فِيْ نَفْسِكَ شَيْءٌ فَدَعْهُ &#8221; . رواه أحمد Kosa Kata: حَاكَ [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>
Sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> :</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>وَعَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : &#8221; مَا اْلإِيْمَانُ قَالَ إِذَا سَرَّتْكَ ح</p>
<div style="display: none"><a href='http://viagraprice.name/' title='viagra price'>viagra price</a></div>
<p>َسَنَتُكَ وَسَاءَتْكَ سَيْئَتُكَ فَأَنْتَ مُؤْمِنٌ قَالَ ياَ رَسُوْلَ اللهِ فَمَا الإِثْمُ قَالَ إِذَا حَاكَ فِيْ نَفْسِكَ شَيْءٌ فَدَعْهُ &#8221; . رواه أحمد</strong></p>
<h2>Kosa Kata:</h2>
<p class="arab"><strong>حَاكَ :</strong>  membuat keraguan</p>
<p class="arab"><strong>فَدَعْهُ :</strong> Tinggalkanlah.</p>
<h2>Terjemah:</h2>
<p><em>Dari Abu Umamah radhiallahu &#8216;anhu sesungguhnya seorang tekah bertanya kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : Apakah iman itu? Beliau menjawab: Apabila kebaikanmu menggembirakanmu dan kejelekannya menyusahkanmu, maka kau seorang mukmin. Ia bertanya lagi: Wahai rasulullah n apa itu dosa? Beliau menjawab: Apabila sesuatu membuat ragu dalam dirimu maka tinggalkanlah!</em><br />
<span id="more-2145"></span></p>
<h2>Takhrij</h2>
<p>Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab al-Musnad dan dinilai shahih oleh Syeikh al-Albani dalam kitab Shohih al-Jaami’ no 484.</p>
<h2>Syarah Hadits</h2>
<p>Hadits yang agung ini menjelaskan bahwa seorang muslim yang benar-benar beriman memiliki keistimewaan dapat membedakan perbuatan yang dilakukannya. Demikianlah Allah l anugerahkan hal ini karena ketakwaan yang senantiasa ia jaga dan perbaiki. Anugerah ini merupakan janji yang Allahl sampaikan dalam firmanNya:</p>
<p>Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (pembeda antara kebenaran dan kebatilan).(Qs.al-Anfaal/8:29).</p>
<p>Imamnya membuat dirinya merasa gembira, suka cita dan lapang ketika mengerjakan ketaatan dan kebaikan yang mendekatkan dirinya kepada Allah l . Sebaliknya ia merasa sempit dada dan susah apabila melaksanakan kemaksiatan dan kejahatan yang memutuskan dan menjauhkan dirinya dari Allah .</p>
<p>Iman tersebut membuatnya selalu berpegang teguh kepada kebenaran, tenteram dan senantiasa selalu condong kepadanya. Disamping itu apabila ada dosa yang bersemayam didalam dirinya ia selalu berusaha untuk melepaskan dirinya dan gelisah tidak bisa tenang.<br />
Demikian kalbu seorang mukmin yang dipenuhi iman dan terbina diatas keimanan. Selalu merasa tenang bila mendapatkan kebaikan dan ketaatan dan selalu ragu dan malu bila berbuat kemaksiatan dan dosa.</p>
<p>Hadits juga dijelaskan dalam hadits lainnya dari an-Nuwaas bin Sam’aan <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> bahwa Rasulullah bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ</strong></p>
<p><em>Kebaikan adalah akhlak yang mulia dan dosa adalah yang membuat keraguan di dadamu (kalbumu) dan kamu tidak suka orang lain mengetahuinya.</em> (HR Muslim).</p>
<p>Keistimewaan kalbu mukmin yang dipenuhi iman ini dijadikan sebagai standar oleh Rasulullah dalam mengenal kebaikan, sebagaimana diperintahkan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> kepada sahabat yang mulia Waabishah <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>يَا وَابِصَةُ اسْتَفْتِ قَلْبَكَ وَالْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ اْلقَلْبُ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِيْ القَلْبِ</strong></p>
<p><em>Wahai Waabishah tanyalah kalbumu! Kebaikan adalah yang jiwa dan kalbu tenteram dengannya dan dosa adalah yang membuat keraguan di kalbu.</em> (HR at-Tirmidzi dan dinilai Hasan Lighairihi oleh Syeikh al-Albani dalam kitab Shohih at-Targhib wa at-Tarhib hadits no. 1734).</p>
<p>Oleh karena itu Rasulullah n dalam hadits Abu Umamah ini memrintahkan kita untuk meninggalkan semua yang diragukan kalbu kita.<br />
Mari perbaiki kalbu kita dengan ketakwaan sehingga memiliki filter terhadap semua perbuatan dosa baik yang jelas maupun yang samar.</p>
<h2>Faedah Hadits:</h2>
<p>1. Keutamaan seorang mukmin</p>
<div style="display: none"><a href='http://cialis-generic-ed.com/'>cheap cialis</a></div>
<p> yang dipenuhi dengan ketakwaan.</p>
<p>2. Seorang muslim dalam masalah agama dan ibadah hendaknya melakukan perkara-perkara yang sudah jelas dan tenteram dikalbunya dan meninggalkan semua perkara yang tidak jelas dan meragukan.</p>
<p>3. Seorang mukmin yang bertakwa kepada Allah dan takut kepadaNya memiliki filter dalam mengenal kebenaran dan kebatilan dan sangat peka dengan perkara-perkara yang tidak jelas dalam agamanya.</p>
<p>4. Semangat para sahabat dalam mengenal perkara halal dan haram serta perkara agama lainnya, sehingga mereka selalu diatas ilmu dalam setiap amalannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/antara-iman-dan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesempatan Berubah dibulan Ramadhan!</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/kesempatan-berubah-dibulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/kesempatan-berubah-dibulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2012 09:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2123</guid>
		<description><![CDATA[Romadhon hampir tiba, tak terasa waktu berjalan dan berlalu hampir setahun dari romadhan yang lalu. Bulan yang selalu ditunggu-tunggu karena kemulian dan keutamaannya. Bagaimana tidak? Bulan ini adalah bulan pengampunan dan rahmat serta dimudahka viagra sale n beramal sholih padanya. Lihat saja sabda Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa sallam : إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Romadhon hampir tiba, tak terasa waktu berjalan dan berlalu hampir setahun dari romadhan yang lalu. Bulan yang selalu ditunggu-tunggu karena kemulian dan keutamaannya. Bagaimana tidak?</p>
<p>Bulan ini adalah bulan pengampunan dan rahmat serta dimudahka</p>
<div style="display: none;"><a title="viagra sale" href="http://saleviagrawithoutprescription.com/">viagra sale</a></div>
<p>n beramal sholih padanya. Lihat saja sabda Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa sallam :</p>
<p style="line-height: 30px; font-size: 20px; font-family: 'Traditional Arabic';" dir="RTL"><strong>إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ</strong><strong> </strong><strong>- وَفِيْ رِوَايَةٍ :</strong><strong> أَبْوَابُ الْجَنَّةِ-</strong><strong> وَفِيْ رِوَايَةٍ: </strong><strong> </strong><strong>أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ</strong><strong></strong></p>
<p>Apabila masuk bulan Romadhon maka dibukalah pintu langit –dalam satu riwayat dikatakan: pintu syurga dan dalam riwayat lainnya: pintu-pintu rahmat.- ditutup pintu-pintu jahannam dan para syaitan dibelenggu. (HR al-Bukhori dan Muslim).</p>
<p>Hal ini ada sejak awal romadhan sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat ibnu majah yang berbunyi:</p>
<p style="line-height: 30px; font-size: 20px; font-family: 'Traditional Arabic';" dir="RTL"><strong>إِذَا كَانَتْ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ</strong><strong></strong></p>
<p>Apabila masuk awal malam dari bulan romadhan maka para syeitan dan jin jahat dibelenggu dan ditutup pintu neraka jahannam.<br />
<span id="more-2123"></span><br />
Demikian juga sabda beliau:</p>
<p style="line-height: 30px; font-size: 20px; font-family: 'Traditional Arabic';" dir="RTL"><strong>مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</strong><strong></strong></p>
<p>Siapa yang menghidupkan malam qadar dalam keadaan iman dan mencari pahala maka Allah ampuni dosanya yang telah lalu dan siapa yang berpuasa dalam keadaan iman dan mencari pahala maka Allah ampuni dosanya yang telah lalu. (HR al-Bukhori).</p>
<p>Kalau demikian hendaknya kita jadikan bulan ramadhon ini sebagai kesempatan untuk melihat keadaan kita dan berfikir tentang realita yang ada, agar kita dapat introspeksi dan memperbaiki yang telah rusak dan menerapi yang sakit.</p>
<p>Jadikanlah bulan ini sebagai awal menuju kebaikan dimasa mendatang dan titik tolak perubahan dari yang ada menuju yang lebih baik dan sempurna.</p>
<p>Seandainya setiap orang merenungi dirinya dan memperhatikan kehidupan dan kondisinya, tentulah ia mendapatkan dirinya memiliki banyak pikiran dan sifat-sifat individu serta prilaku tertentu.</p>
<p>Pertanyaan yang wajib disampaikan kepada diri kita adalah:</p>
<p>Apakah kita ridho dengan keadaan kita sekarang ini ataukah tidak?</p>
<p>Apakah ia menganggap telah mencapai keadaan yang lebih baik dan sempurna atau malahan dalam keadaan lemah dan jauh dari kesempurnaan?</p>
<p>Apakah semua fikiran, sifat dan prilaku yang telah kita lakukan adalah sesuatu yang tidak bisa berubah dan sudah menjadi qudratnya ataukah kita sebagai manusia memiliki usaha dan ikhtiyar dalam merubahnya?</p>
<p>Semua ini membutuhkan muhaasabah (introspeksi diri) dari setiap kita. Inilah yang dianjurkan dalam syariat islam seperti diungkapkan kholifah Umar bin al-Khath-thab dalam pernyataan beliau: Muhasabahlah terhadap dirimu sebelum kamu dihisab dan timbang-timbanglah sebelum kamu ditimbang.</p>
<p>Demikian juga ungkapan kholifah Ali bin Abi Tholib: Alangkah perlunya seorang memiliki satu saat yang tidak disibukkan dengan kesibukan untuk intrrospeksi diri. Ia melihat apa yang dilakukannya berupa kebaikan dan keburukan diwaktu siang dan malamnya.</p>
<p>Sebenarnya introspeksi diri ini memberikan kesempatan kepada kita untuk mengetahui kesalahan dan titik kelemahan kita, lalu dapat mendorong kita menjadi lebih baik</p>
<div style="display: none"><a href='http://buycialis-online-ed.com/'>brand cialis online no prescription</a></div>
<p> lagi. Hal ini disampaikan kholifah Ali bin Abi Tholib: hasil dari introspeksi diri adalah perbaikan diri.</p>
<p>Nah tidak ada satu bulan yang menandingi Ramadhon dalam masalah ini. Romadhan adalah bulan terbaik dan pas untuk melakukan muhasabah. Bayangkan dibulan yang mulia ini kita-kita dilarang makan dan minum serta syahwat lainnya yang biasa kita lakukan keseharian. Hal-hal ini tentunya dapat menumbuhkan kesadaran dan memberikan kesempatan untuk perbaikan diri.</p>
<p>Demikian juga ibadah-ibadah yang ada pada bulan ini, seperti sholat malam adalah kesempatan untuk mendekat kepada Allah, membaca al-Qur`an yang dianjurkan dibulan ini akan membantu terciptanya suasana kondusif untuk perbaikan diri kita. Tapi hal ini bisa ada kalau dilakukan dengan tadabbur dalam membacanya dan memperhatikan isi kandungannya serta komitmen dengan perintah dan larangannya. Sehingga ketika membaca ia senantiasa mempertanyakan keadaannya dari kandungan ayat yang dibacanya.</p>
<p>Banyaknya berdoa dan ibadah dibulan ini tentunya memberikan pembinaan dan pendidikan ruhiyah kepada diri kita. Harapannya dengan melaksanakan amalan ibadah dibulan mulia ini kita semua bisa berubah menjadi lebih baik dan</p>
<div style="display: none"><a href='http://viagracheapeste.com/'>order generic viagra</a></div>
<p> mendapatkan ampunan ilahi.</p>
<p>Marilah kita gunakan kesempatan emas ini untuk mencapai kesuksesan dunia dan akherat.</p>
<p>Siapa yang mau?</p>
<p>sukoharjo : 26 Juni 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/kesempatan-berubah-dibulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
