<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UstadzKholid &#187; Ushul Fiqih</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/category/ushul-fiqih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 04:59:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ijma Sumber Hukum Islam</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 06:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ushul Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ijma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1428</guid>
		<description><![CDATA[Ijma' adalah salah satu dasar yang menjadi sumber rujukan, pedoman dan sumber dasar hukum syari'at yang mulia ini setelah Al Qur`an dan Sunnah. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewasa ini kaum muslimin banyak belum mengerti dan memahami hakekat sumber hukum yang menjadi rujukannya dalam beragama. Ironisnya pernyataan sumber hukum Islam adalah al-Qur`an dan sunnah serta Ijma’dan Qiyas merupakan hal yang sudah umum di masyarkat. Namun itu hanya sekedar slogan tanpa diketahui hakekatnya sehingga banyak para da’I dan tokoh agama berfatwa menyelisihi sumber-sumber hukum tersebut.</p>
<p>Padahal sudah sangat jelas kedudukan Ijma&#8217; dalam agama ini, karena ijma&#8217; adalah salah satu dasar yang menjadi sumber rujukan, pedoman dan sumber dasar hukum syari&#8217;at yang mulia ini setelah Al Qur`an dan Sunnah. Ijma&#8217; bersumber dari Al Qur`an dan Sunnah, menjadi penguat kandungan keduanya dan penghapus perselisihan yang ada diantara manusia dalam semua perselisihan mereka.</p>
<p>Syeikh Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: &#8220;Ijma’ adalah sumber hukum ketiga yang dijadikan pedoman dalam ilmu dan agama, mereka menimbang seluruh amalan dan perbuatan manusia baik batiniyah maupun lahiriyah yang berhubungan dengan agama dengan ketiga sumber hokum ini&#8221;. (lihat <em>Syarh al-‘Aqidah al-Wasithiyah</em>, Khalid al-Mushlih hal. 203)<span id="more-1428"></span></p>
<p>Ijma’ menjadi sesuatu yang <em>ma’shum</em> dari kesalahan dengan dasar firman Allah dan Sabda Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. lihatlah firman Allah:</p>
<p>&#8220;<em>Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu&#8217;min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali</em>&#8220;. (QS. An-Nisaa’ 4:115)</p>
<p>dan sabda Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> :</p>
<p>?? ????? ??? ????? ??? ?</p>
<p>&#8220;Umatku tidak akan berkumpul (sepakat) diatas kesesatan&#8221;. (HR. Asy-Syafi’I dalam <em style="padding: 0px; margin: 0px;">Ar-Risalah</em>)</p>
<p>Karenanya Syaikhul Islam menyatakan: &#8220;Agama kaum muslimin dibangun diatas ittiba’ kepada al-Qur`an dan Sunnah Rasululloh serta kesepakatan umat (ijma’). Maka ketiga ini adalah sumber hukum yang ma’shum&#8221;. (lihat <em>Dar’u Ta’arudh al-‘Aql wa an-Naql</em>, 1/272).</p>
<p>Demikianlah Allah Ta&#8217;ala menyatukan hati umat ini dengan Ijma&#8217; sebagai rahmat dan karunia dariNya. Ijma&#8217; umat ini dalam mayoritas dasar dan pokok agama dan banyak dari masalah furu&#8217;nya menjadi sebab kesatuan kaum muslimin, penyempitan lingkaran perselisihan dan pemutus perbedaan pendapat diantara orang yang berbeda pendapat.</p>
<p>Oleh karena itu,wajib bagi orang yang ingin selamat dari ketergelinciran dan kesalahan untuk mengetahui ijma&#8217; (konsensus) kaum muslimin dalam permasalahan agama agar dapat berpegang teguh (komitmen) dan mengamalkan tuntutannya setelah benar-benar selamat dari penyimpangan (<em>tahrif</em>) dan memastikan kebenaran penisbatannya (penyandarannya) kepada syari&#8217;at serta tidak dibenarkan menyelisihinya setelah mengetahui ijma&#8217; tersebut.</p>
<p>Para imam (ulama besar) umat ini telah sepakat memvonis sesat orang yang menyelisihi konsensus umat ini dalam satu permasalahan agama. Bahkan bisa menjadi sebab vonis kafir dan murtad dalam beberapa keadaan tertentu.</p>
<p>Karena itulah para ulama juga telah memperhatikan hal ini secara sempurna, tinggal kita semua kembali merujuk kepada keterangan mereka tentang ijma’ yang benar.</p>
<p>Semoga dengan kita menimbang semua amalan perbuatan yang berhubungan dengan agama kepada ketiga sumber diatas kaum muslimin dapat bersatu. <em>Amien</em>.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.<br />
Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid.Com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/&amp;title=Ijma+Sumber+Hukum+Islam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/&amp;title=Ijma+Sumber+Hukum+Islam" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/&amp;t=Ijma+Sumber+Hukum+Islam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Ijma+Sumber+Hukum+Islam+-+http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/&amp;title=Ijma+Sumber+Hukum+Islam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/&amp;title=Ijma+Sumber+Hukum+Islam" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Ijma+Sumber+Hukum+Islam+-+http://b2l.me/n8es9&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Ijma+Sumber+Hukum+Islam&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Ijma%27%20adalah%20salah%20satu%20dasar%20yang%20menjadi%20sumber%20rujukan%2C%20pedoman%20dan%20sumber%20dasar%20hukum%20syari%27at%20yang%20mulia%20ini%20setelah%20Al%20Qur%60an%20dan%20Sunnah.%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/ijma-sumber-hukum-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Ushul Fikih Versi Ahlu sunnah wa al-Jama’ah</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 16:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu ubaidillah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ushul Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[madzhab]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[syafi'i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu ushul fikih menurut ahlu sunnah wal jama’ah sebagaimana bidang keilmuan lainnya mengalami dan melalui beberapa tahapan penting.
1.    Marhalah Tadwin (kodefikasi) atau penulisan dasar-dasar ilmu ushul fikih yang dipelopori oleh imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i
2.    Marhalah Ittijaah al-Haditsi (ushul fikih dengan metodologi hadits) yang dipelopori imam Al-Khothib al-Baghdadi dan Ibnu Abdilbarr.
3.    Marhalah Ishlah dan pelurusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmu ushul fikih menurut ahlu sunnah wal jama’ah sebagaimana bidang keilmuan lainnya mengalami dan melalui beberapa tahapan penting.<br />
1.    <strong>Marhalah Tadwin</strong> (kodefikasi) atau penulisan dasar-dasar ilmu ushul fikih yang dipelopori oleh imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i<br />
2.    <strong>Marhalah Ittijaah al-Haditsi</strong> (ushul fikih dengan metodologi hadits) yang dipelopori imam Al-Khothib al-Baghdadi dan Ibnu Abdilbarr.<br />
3.    <strong>Marhalah Ishlah</strong> dan pelurusan yang tidak benar dalam ilmu ushul fikih yang dipelopori imam Ibnu Taimiyah dan Ibnu al-Qayyim.<span id="more-180"></span></p>
<p><strong>Marhalah-marhalah perkembangan ilmu ushul fikih.</strong><br />
1.    <span style="text-decoration: underline;">Marhalah pertama dimulai pada masa imam asy-Syafi’i dan berakhir kurang lebih sekitar akhir abad ke empat hijriyah</span>. Keistimewaan marhalah ini adalah penulisan kaidah ilmu ushul fikih oleh imam asy-Syafi’i dan keadaan serta kondisi yang berhubungan langsung dengan penulisan ini.<br />
Imam asy-Syafi’i hidup dimasa berkembangnya dua madrasah yang setiap dari madrasah ini tegak diatas manhaj yang tidak sama dengan yang lainnya. Dua madrasah ini adalah madrasah hadits yang berada di Madinah dengan tokoh besarnya adalah imam Malik bin Anas bin Malik al-Ashbahi (w 179 H) dan kedua adalah madrasah ar-Ra’yi yang berada di Irak dengan tokoh besarnya adalah para murid Abu Hanifah.</p>
<p>Madrasah hadits dikenal sangat kental dan dekat dengan riwayat, karena kota Madinah adalah tempat berkumpulnya para sahabat dan tempat turunnya wahyu. Sebaliknya madrasah ar-Ra’yi sangat kental nuansa akalnya karena tidak memiliki sebab-sebab riwayat seperti di Madinah, ditambah lagi banyaknya fitnah dan pemalsuan hadits di sana. Yang perlu diperhatikan bahwa kedua madrasah ini sepakat mewajibkan untuk menerima dan mengamalkan al-Qur`an dan sunnah dan tidak mendahulukan akal dari kedua sumber tersebut.</p>
<p>Dalam hal ini imam asy-Syafi’i mampu mengkompromikan kedua madrasah ini dan memperoleh keistimewaan yang dimiliki masing-masing madrasah tersebut. Beliau menyatukan fikih imam Malik di Madinah – yang beliau sendiri adalah murid imam Malik – dan fikih Abu Hanifah di Irak, karena beliau berguru langsung kepada imam Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibani (w 189 H) ditambah dengan fikih ahli Syam dan Mesir karena beliau pun mengambil ilmu dari para ulama pakar fikih di sana. Ditambah lagi dengan Madrasah Makkah yang memiliki perhatian lebih besar dalam tafsir al-Qur`an dan sebab turunnya.  Dimana beliau belajar langsung di Makkah kepada para ulama fikih dan ulama hadits disana hingga mendapatkan kedudukan sebagai mufti. Semua ini didukung dengan kepakaran beliau dalam bahasa Arab yang beliau dapatkan dari pedalaman Arab pada kabilah Hudzail yang termasuk suku terfasih dalam berbahasa Arab. Dengan anugerah besar yang dimiliki inilah –dengan taufiq dari Allah- beliau mampu meletakkan ushul dan kaidah dalam ber-<em>istimbath</em> (pengambilan hukum dari dalil) serta ketentuan berijtihad. Juga beliau mampu menjadikan fikih diambil dari sumber hukum yang jelas dan pasti. Dengan sebab itu beliau membuka pandangan ulama fikih dan memberikan contoh kepada para mujtahid setelah beliau untuk bertindak seperti yang telah beliau lakukan dan menyempurnakan yang ditemui mereka nantinya. Demikianlah imam asy-Syafi’i menulis kitab “<em>ar-Risaalah</em>” yang menjadi kitab pertama dalam ushul fikih.</p>
<p>Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal (w 241 H) berkata: Dahulu fikih itu terkunci pada ahlinya saja hingga Allah bukakan dengan asy-Syafi’i. (lihat <em>Tahdzieb al-Asma’  wa al-Lughaat </em>1/61)</p>
<p>Beliau juga menyatakan: Dahulu peradilan kami berada di tangan para sahabat Abu Hanifah tidak dapat diganggu gugat hingga kami melihat imam asy-Syafi’i. Beliau orang terpakar dalam al-Qur`an dan sunnah Rasululloh <em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Dan ahli hadits tidak akan pernah kenyang dari kitab-kitab asy-Syafi’i. (lihat <em>Muqaddimah kitab ar-Risalah </em>hal. 6 ). Juga berkata: Kalau bukan imam asy-Syafi’i maka kami tidak mengenal fikih hadits.</p>
<p>Imam asy-Syafi’i telah meletakkan pondasi pertama penulisan dan kodefikasi ilmu ushul dan menjelaskan ketentuan ilmu ini serta memperjelas gambarannya.</p>
<p>Imam Syafi’i dalam upaya beliau menyusun ilmu ushul fikih mengikuti jejak langkah orang sebelum beliau dan bersandar kepada al-Qur`an dan sunnah serta siroh para sahabat dan atsar para imam besar. Juga mengambil faedah dari ilmu bahasa Arab dan sejarah manusia, serta penggunaan akal dan qiyas.</p>
<p>Kemudian setelah beliau, bermunculan upaya para ulama ahli sunnah, namun baru berkisar pada permasalahan komitmen dengan Al-Qur`an dan sunnah. Diantaranya adalah:<br />
a.    Risalah imam Ahmad tentang ketaatan kepada Rasululloh <em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</em>.<br />
b.    Kitab <em>Akhbaar Ahaad</em> dan kitab <em>al-I’tishom</em>, keduanya bagian dari shohih al-Bukhori.<br />
c.    Kitab <em>Ta’wiel Musykil al-Qur`an</em> dan kitab <em>Ta’wiel Mukhtalaf al-Hadits</em> keduanya karya Ibnu Qutaibah.<br />
d.    Dan kitab lainnya yang dikarang para ulama salaf lainnya.</p>
<p>Pada marhalah ini kodefikasi ilmu usul fikih telah sempurna melalui karya imam asy-Syafi’i kemudian datang para ulama setelah beliau menyempurnakan upaya yang telah beliau mulai khususnya yang berhubungan dengan komitmen kepada Al-Qur`an dan sunnah. Semua upaya ini merupakan benang merah manhaj ahli sunnah dan kaedah umum dalam ushul fikih versi ahlu sunnah. Marhalah ini memiliki pengaruh besar dan penting bagi para ulama setelah mereka.</p>
<p>2.    <span style="text-decoration: underline;">Marhalah kedua berawal dari awal abad kelima hijriyah hingga sekitar akhir abad ketujuh Hijriyah. </span>Dalam masa ini muncullah dua imam besar, yaitu:<br />
a.    Imam ahli sunnah ditimur al-Khothib al-Baghdadi penulis kitab <em>Tarikh Baghdad</em><br />
b.    Imam ahli sunnah di Barat Abu Umar bin Abdilbarr penulis kitab <em>at-Tamhied</em>.<br />
Al-Khothib al-Baghdadi menulis dalam bidang ushul fikih kitab <em>al-Faqieh wa al-Mutafaqqih</em> yang beliau buat sebagai nasehat kepada ahli hadits. Kitab ini termasuk pengembangan dari kitab <em>ar-Risaalah</em> karya imam asy-Syafi’i dengan beberapa penambahan seperti permasalahan <em>jidaal </em>dan pembahasan yang berhubungan dengan adab fikih.</p>
<p>Sedangkan Ibnu Abdilbarr menulis kitab <em>Jaami’ Bayaan al-Ilmi wa Fadhlihi </em>sebagai jawaban bagi orang yang bertanya tentang beberapa pertanyaan yaitu:<br />
-    Pengertian ilmu.<br />
-    Pengokohan hujjah dengan ilmu.<br />
-    Penjelasan salahnya orang yang berbicara dalam agama Allah tanpa pemahaman yang benar.<br />
-    Larangan memvonis tanpa hujjah.<br />
-    Apa yang diperbolehkan dan yang dibenci dalam adu hujjah dan debat.<br />
-    Pemikiran akal mana yang dicela dan mana yang dipuji?<br />
Muncul dalam marhalah ini juga dua kitab yaitu:<br />
-    Kitab <em>Taqwiem al-Adilah</em> karya Abu Zaid ad-Dabuusy. Ibnu Kholdun mengomentari kitab ini dengan menyatakan: Adapun metodologi versi madzhab Abu Hanifah, maka para ulamanya telah menulis banyak sekali karya tulis dan yang terbaik untuk <em>mutaqaddimin </em>adalah karya Abu Zaid ad-Dabuusi. (Muqadimah <em>Ibnu Kholdun </em>hal. 361)<br />
-    Kitab <em>al-Mustashfa </em>karya al-Ghazali. Kitab ini diringkas oleh Ibnu Qudamah dalam kitab <em>Raudhah an-Naazhir Wa Jannat al-Manaazhir</em><br />
Marhalah ini memiliki karakteristik banyaknya materi ushul yang dibangun dari hadits nabi dan atsar shohih dari sahabat dan tabi’in dan masuknya metodologi hadits yang dapat dilihat dari penyampaian riwayat dengan sanadnya. Metodologi ini tidak hanya sebatas pada riwayat dan penyampaian hadits namun juga padanya istimbath, fikih, penetapan qiyas dan ijtihad serta lainnya.</p>
<p>Marhalah ini merupakan pengembangan dari marhalah sebelumnya yang diwakili dengan kitab <em>ar-Risaalah</em>. Ibnu Abdilbarr dan al-Khothib al-Baghdadi serta Abu Manshur as-Sam’aani sendiri mengambil faedah dari peninggakan asy-Syafi’i. Sedangkan kitab Raudhah an-Naazhir memberikan gambaran baru yang nampak sekali pengaruh manhaj <em>mutakallim </em>(ahli kalam) dengan tetap menjaga konsep dasar manhaj salaf padanya secara umum.</p>
<p>3.    <span style="text-decoration: underline;">Marhalah ketiga yang dimulai pada awal abad kedelapan sampai sekitar akhir abad kesepuluh hijriyah.</span> Muncul dalam marhalah ini dua imam yaitu:<br />
a.    Ibnu Taimiyah<br />
b.    Ibnu al-Qayyim</p>
<p>Marhalah ini memiliki karekteristik yang dibangun diatas dua pokok :<br />
-    Penjelasan dan penampakan kaedah-kaedah ushul sesuai manhaj salaf</p>
<p>-    Pengarahan kritik dan pelurusan kesalahan yang ada pada <em>mutakallimin</em> (ahli kalam) dalam kaedah-kaedah ushul.<br />
Hal ini selesai melalui imam Ibnu Taimiyah dan Ibnu al-Qayyim. Keduanya membangun upaya besar tersebut diatas kekayaan ilmiyah yang ditinggalkan imam asy-Syafi’i dan ulama yang sejalan dengan beliau.<br />
Pada marhalah ini muncul juga karya-karya ilmiyah para ulama madzhab Hambali seperti Ibnu al-Lahaam, al-Mirdaawi, dan al-Fatuhi. Namun nampaknya semua adalah pengembangan dari kitab Ibnu Qudamah yang masih nampak pengaruh manhaj mutakallimnya. Walaupun mereka tentunya menerima dan mengambil faedah dari karya-karya Ibnu Taimiyah dan Ibnu al-Qayyim sehingga nampak sekali dengan jelas terpengaruhnya kitab-kitab ini dengan ketetapan kedua imam tersebut.</p>
<p>Inilah marhalah-marhalah yang dilewati ahlu sunnah dalam perjalanan pembentukan ilmu ushul fikih. Kemudian muncul juga beberpa karya tulis dari sebagian ulama ahli sunnah namun semuanya kembali kepada keterangan yang sudah dibuat dalam marhalah-marhalah diatas. Diantara karya ilmiyah tersebut adalah:<br />
1.    ?????? ??? ???? ?????? ???? ?? ???? karya syeikh Abdulqadir bin Badraan ad-Dumi ad-Dimasyqi (wafat tahun 1346 H)<br />
2.    &#8221;???? ?????? ??????&#8221; ??? ???? &#8220;???? ?????? ???? ???????&#8221;? karya beliau juga.<br />
3.    &#8221;????? ????? ?? ???? ?????&#8221; karya Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di (wafat tahun 1376 H)<br />
4.    &#8221;????? ?????? ??? ????? ??????&#8221; karya Haafizh bin Ahmad al-Hakami wafat tahun 1377 H<br />
5.    &#8221;????? ???? ????? ??? ???? ??????&#8221; karya Muhammad al-Amien asy-Syinqithi (wafat tahun 1393 H). dan lain-lainnya.<br />
Semoga bermanfaat.</p>
<p>Penulis: Ust. Kholid Syamhudi, Lc.<br />
Diringkas dari: <em>Ma&#8217;alim Ushul Fiqh &#8216;Inda Ahlis Sunnah wal Jama&#8217;ah</em></p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com/">ustadzkholid.com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama’ah/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/&amp;title=Sejarah+Ushul+Fikih+Versi+Ahlu+sunnah+wa+al-Jama%E2%80%99ah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/&amp;title=Sejarah+Ushul+Fikih+Versi+Ahlu+sunnah+wa+al-Jama%E2%80%99ah" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/&amp;t=Sejarah+Ushul+Fikih+Versi+Ahlu+sunnah+wa+al-Jama%E2%80%99ah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Sejarah+Ushul+Fikih+Versi+Ahlu+sunnah+wa+al-Jama%E2%80%99ah+-+http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/&amp;title=Sejarah+Ushul+Fikih+Versi+Ahlu+sunnah+wa+al-Jama%E2%80%99ah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/&amp;title=Sejarah+Ushul+Fikih+Versi+Ahlu+sunnah+wa+al-Jama%E2%80%99ah" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Sejarah+Ushul+Fikih+Versi+Ahlu+sunnah+wa+al-Jama%E2%80%99ah+-+http://b2l.me/n8r67&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Sejarah+Ushul+Fikih+Versi+Ahlu+sunnah+wa+al-Jama%E2%80%99ah&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Ilmu%20ushul%20fikih%20menurut%20ahlu%20sunnah%20wal%20jama%E2%80%99ah%20sebagaimana%20bidang%20keilmuan%20lainnya%20mengalami%20dan%20melalui%20beberapa%20tahapan%20penting.%0D%0A1.%C2%A0%C2%A0%20%C2%A0Marhalah%20Tadwin%20%28kodefikasi%29%20atau%20penulisan%20dasar-dasar%20ilmu%20ushul%20fikih%20yang%20dipelopori%20oleh%20imam%20Muhammad%20bin%20Idris%20asy-Syafi%E2%80%99i%0D%0A2.%C2%A0%C2%A0%20%C2%A0Marhalah%20Itti" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/ushul-fiqih/sejarah-ushul-fikih-versi-ahlu-sunnah-wa-al-jama%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
