<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UstadzKholid.com &#187; Tauhid</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/category/tauhid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 02:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tashfiyah dan Tarbiyah Jalan Menuju Kejayaan Umat (Seri-3)</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 04:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2013</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana Dengan Zaman Ini?
Orang yang memperhatikan perjalanan para ulama ahlus sunnah di masa yang lalu dan sekarang akan mendapati bahwa para ulama ahlus sunnah menempuh jalan yang satu dalam berdakwah, di atas ilmu dan bashirah (hujjah/argumentasi yang nyata), seperti dijelaskan Allah,
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَآ أَنَا [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bagaimana Dengan Zaman Ini?</strong></p>
<p>Orang yang memperhatikan perjalanan para ulama <em>ahlus sunnah</em> di masa yang lalu dan sekarang akan mendapati bahwa para ulama <em>ahlus sunnah</em> menempuh jalan yang satu dalam berdakwah, di atas ilmu dan <em>bashirah</em> (<em>hujjah</em>/argumentasi yang nyata), seperti dijelaskan Allah,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَآ أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ</strong></p>
<p>“<em>Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah Subhanahu wa Ta’aladengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.</em>” (QS. Yusuf: 108)</p>
<p>Dakwah mereka mencakup ilmu, belajar (<em>ta’allum</em>) dan mengajar (<em>ta’liim</em>). Metode ini dibangun diatas tiga dasar: mengetahui kebenaran, berdakwah kepadanya, dan teguh di atasnya. Metode ini harus ditempuh dengan <strong><em>tashfiyah dan tarbiyah</em></strong>.<br />
<span id="more-2013"></span><br />
<em>Tashfiyah</em> (pemurnian) adalah memurnikan Islam pada semua bidangnya dari semua perkara yang asing dan jauh darinya.</p>
<p><em>Tarbiyah</em> (pembinaan) adalah membina generasi-generasi Islam di zaman ini, yang sedang tumbuh dengan Islam yang telah dimurnikan. (At-<em>Tashfiyah wat Tarbiyah</em>, hlm.19, karya Syekh Ali bin Hasan al-Halabi)</p>
<p><strong>Mengapa Harus Tashfiyah</strong></p>
<p>Bila kita perhatikan realita umat ini dan hadits-hadits Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang telah disampaikan di atas, kita mendapati bahwa ajaran Islam telah terkotori ke<em>bid’ah</em>an dan perkara-perkara yang justru menyelisihi hakikat ajaran Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang telah dipahami generasi pertama umat ini. Atas dasar itulah, sangat perlu dilakukan pembaruan dan pemurnian ajaran tersebut dari yang mengotorinya.</p>
<p>Syekh Muhammad al-Basyir al-Ibrahimi menjelaskan, “Setelah kita berpikir, meneliti, dan mengkaji keadaan umat dengan tempat tumbuh penyakit-penyakitnya, maka kita benar-benar mengetahui bahwa jalan-jalan <em>bid’ah</em> dalam Islam adalah sebab terpecahbelahnya kaum muslimin, dan kita mengetahui bahwa ketika kita melawannya berarti kita melawan seluruh keburukan.” (<em>Al-Ashalah</em>: 1/34)</p>
<p>Jelaslah, sebab munculnya perpecahan kaum muslimin adalah jauhnya mereka dari ajaran Islam yang benar. Ajaran yang telah menyatukan para sahabat yang sebelumnya mereka bercerai-berai dan saling memusuhi. Kemudian setelah bercampurnya ajaran tersebut dengan ke<em>bid’ah</em>an pada kaum muslimin, terjadilah perpecahan dan permusuhan di antara mereka hingga akhirnya mereka menjadi rendah dan hina seperti sekarang ini.</p>
<p>Sesungguhnya tersebarnya kesesatan akidah, <em>bid’ah-bid’ah</em> ibadah, dan perselisihan dalam agama menjadikan kaum muslimin lepas dari agamanya dan jauh dari dua pondasi utamanya. Itulah yang menjauhkan kaum muslimin dari keistimewaan-keistimewaan agama dan akhlaknya, sehingga sampai kepada kondisi yang kita lihat sekarang.</p>
<p><strong>Oleh karena itu, kaum muslimin tidak mungkin selamat dari bid’ah, kesesatan, atau penyimpangan-penyimpangan kecuali dengan <em>tashfiyah</em> terhadap agama dan hal-hal yang terkait dengannya, dari seluruh noda dan perkara asing yang masuk padanya.</strong></p>
<p><strong>Bidang-Bidang yang Di-<em>tashfiyah</em></strong></p>
<p>Begitu banyak bidang yang perlu di-<em>tashfiyah</em> karena betapa banyak hal baru, kebiasaan dan penyelewengan yang masuk, baik dalam perkara <em>ushuluddin</em> (perkara pokok dalam agama) maupun <em>furu’</em> (cabang)nya.</p>
<p>Syekh Ali bin Hasan al-Halabi <em>hafidzuhullah</em> menyebutkan contoh bidang-bidang yang perlu di<em>tashfiyah</em>, yaitu: (1) Akidah, (2) Hukum, (3) Sunnah, (4) Fikih, (5) Tafsir, (6) Tazkiyah, (7) Pemikiran, (8) Tarikh, (9) Dakwah, dan (10) Bahasa Arab.</p>
<p><strong>Yang Melakukan <em>Tashfiyah</em></strong></p>
<p>Tentulah <em>tashfiyah</em> tersebut dilakukan oleh para ulama yang telah mapan ilmunya. Adapun masyarakat Islam, mereka mengikuti penjelasan ulama. Sesungguhnya, ulama <em>rabbaniyin</em> akan tetap ada sampai akhir zaman yang dikehendaki oleh Allah. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ : يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ وَ إِنْتِحِالَ الْمُبْطِلِيْنَ</strong></p>
<p><em>“Ilmu agama ini akan dibawa oleh orang-orang yang terpercaya pada setiap generasi: mereka akan menolak tahrif (perubahan) yang dilakukan oleh orang-orang yang melewati batas, ta’wil (penyimpangan arti) yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh, dan kedustaan yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat kepalsuan.” </em>(Riwayat Ibnu ‘Adi, Al-Baihaqi, Ibnu ‘Asakir, Ibnu Hibban, dll,; dinyatakan berderajat <em>hasan</em> oleh Syekh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam <em>Hilyatul ‘Alim Al-Mu’allim</em>, hlm.77, juga oleh Syekh Ali bin Hasan di dalam <em>At-Tashfiyah wat Tarbiyah</em>)</p>
<p>Para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “orang-orang yang terpercaya” dalam hadits ini adalah para ulama ahli hadits di setiap zaman.</p>
<p><strong>Mengiringi <em>Tashfiyah</em> dengan <em>Tarbiyah</em></strong></p>
<p><em>Nah</em>, jalan menuju kejayaan harus dimulai dengan mengembalikan ajaran Islam ini seperti <strong><em>perkara pertama</em></strong>nya dengan melakukan <em>tashfiyah, </em>hingga kembali sebagaimana yang dijalani Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya, baik dalam akidah, ibadah, <em>suluk</em> (jalan hidup) dan seluruh perkara yang berkaitan dengan syariat. Namun, tidak hanya berhenti sampai di sini. Hal tersebut harus dilanjutkan dengan <em>tarbiyah</em> (pembinaan) umat di atas dasar ilmu yang sudah <em>shahih</em> dan sudah di-<em>tashfiyah </em>(dimurnikan).</p>
<p>Syekh al-Albani <em>rahimahullah</em> menyatakan, “Apabila kita ingin kejayaan dari Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dan kerendahan diangkat dari kita, serta kita dimenangkan dari musuh-musuh kita, maka untuk mencapai itu semua, seluruh hal yang telah saya isyaratkan&#8211;dari kewajiban meluruskan pemahaman dan menghilangkan pemikiran-pemikiran yang menyelisihi dalil-dalil syar’i&#8211;tidaklah cukup …. Disana ada hal lain yang sangat penting sekali-–inilah inti yang sebenarnya&#8211;dalam meluruskan pemahaman, yaitu beramal; karena ilmu adalah sarana untuk beramal. Apabila seseorang telah belajar dan ilmunya sudah ter-<em>tashfiyah</em>, kemudian dia tidak mengamalkan ilmu tersebut, maka sangat otomatis terjadi ilmu tersebut tidak menghasilkan buah. Oleh karena itu, ilmu harus disertai dengan amalan. Sudah menjadi kewajiban para ulama untuk mengurus pembinaan kaum muslimin yang baru di atas dasar ketetapan yang ada dalam Alquran dan Assunah. Jangan membiarkan manusia berada di atas pemikiran dan kesalahan yang mereka warisi. Sebagiannya pasti batil menurut kesepakatan para ulama, sebagiannya masih diperselisihkan dan memiliki kekuatan dalam penelitian dan ijtihad serta <em>ra’yu </em>(pendapat pribadi), dan sebagian ijtihad dan <em>ra’yu</em> ini menyelisihi sunnah. Setelah dilakukan <em>tashfiyah </em>terhadap perkara-perkara ini dan menjelaskan semua kewajiban memulai dan berjalan padanya, maka harus ada <em>tarbiyah </em>(pembinaan) terhadap orang-orang baru di atas ilmu yang shahih ini. Pembinaan inilah yang akan membentuk masyarakat Islam yang bersih untuk kita dan kemudian akan tegak daulah Islam untuk kita. Tanpa dua hal ini, yaitu ilmu yang shahih dan pembinaan yang benar di atas ilmu yang shahih ini, mustahil-–menurut keyakinan saya&#8211;tiang-tiang Islam akan tegak atau hukum Islam atau negara Islam.” (<em>At-Tashfiyah wat Tarbiyah wa Haajat an-Naas Ilaihaa,</em> hlm.29-31)</p>
<p>Hal ini dijabarkan oleh Syekh Abdurrahman bin Yahya al-Mu&#8217;allimi dalam pernyataan beliau, &#8220;Orang-orang yang mengenal Islam dan ikhlas terhadapnya telah banyak melaporkan bahwa kelemahan dan kemunduran yang menimpa umat Islam hanyalah disebabkan jauhnya mereka dari hakikat Islam.  Aku melihat bahwa hal itu kembali kepada tiga perkara:</p>
<p>-       Pertama: Bercampurnya sesuatu yang bukan berasal dari agama (Islam) dengan sesuatu yang berasal dari agama (Islam).</p>
<p>-       Kedua: Lemahnya keyakinan terhadap sesuatu yang termasuk bagian dari agama (Islam).</p>
<p>-       Ketiga: Tidak mengamalkan hukum-hukum agama (Islam).</p>
<p>Berdasarkan ini, maka mengetahui adab-adab yang benar yang diajarkan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di dalam ibadah dan mu&#8217;amalah, tinggal dan bersafar, bergaul dengan orang lain dan sendirian, gerakan dan diam, bangun dan tidur, makan dan minum, berbicara dan diam, dan selain itu yang ada pada kehidupan manusia, dengan berusaha mengamalkannya sesuai dengan kesanggupan, itu adalah obat satu-satunya untuk penyakit-penyakit itu. Sesungguhnya banyak dari adab-adab itu mudah pada jiwa, maka jika seseorang mengamalkan sesuatu yang mudah baginya, dengan meninggalkan hal yang menyelisihinya, <em>insyaAllah Subhanahu wa Ta’ala </em>tidak lama (kemudian) dia ingin menambah. Sehingga mudah-mudahan tidaklah lewat satu masa tertentu kecuali dia telah menjadi teladan bagi orang lain di dalam hal itu.</p>
<p>Dengan mengikuti petunjuk Nabi yang lurus itu, dan berakhlak dengan akhlak yang agung itu, walaupun sampai batas tertentu, hati akan bersinar, dada akan longgar, jiwa akan tenang, sehingga keyakinan menjadi mendalam, dan amalan menjadi baik. Jika banyak orang yang meniti jalan ini, tidak lama penyakit-penyakit itu akan hilang, <em>insyaallah</em>&#8220;. (Mukaddimah pada kitab <em>Fadhlullahis Shamaad</em> 1/17; dinukil dari <em>At-Tashfiyah wat Tarbiyah</em>, hlm: 19-20, karya Syekh Ali bin Hasan al-Halabi)</p>
<p>Demikian kemudahan yang diberikan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> kepada penulis, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p><em>Alhamdulillaahi Rabbil &#8216;Aalam</em><em>iiin</em></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.<br />
Artikel <a href="http://www.ustadzkholid.com/" target="_blank">www.UstadzKholid.com</a></strong></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;t=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29+-+http://bit.ly/r3ZQ81&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagaimana%20Dengan%20Zaman%20Ini%3F%0D%0A%0D%0AOrang%20yang%20memperhatikan%20perjalanan%20para%20ulama%20ahlus%20sunnah%20di%20masa%20yang%20lalu%20dan%20sekarang%20akan%20mendapati%20bahwa%20para%20ulama%20ahlus%20sunnah%20menempuh%20jalan%20yang%20satu%20dalam%20berdakwah%2C%20di%20atas%20ilmu%20dan%20bashirah%20%28hujjah%2Fargumentasi%20yang%20nyata%29%2C%20seperti%20dijelaskan%20Allah%2C%0D%0A%D9%82%D9%8F%D9" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanamkan Rasa Yakin dalam Diri!</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 03:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1850</guid>
		<description><![CDATA[Ketakwaan sangat penting bagi seorang muslim yang ingin mencapai kebahagian dunia dan akherat. Namun tentunya hal ini membutuhkan rasa yakin yang tinggi terhadap Allah, janji-janjinya serta semua yang Allah tetapkan sebagai hadiah ketakwaaan.
Apa itu rasa yakin?
 Yakin yang bagaimana yang dituntut dari seorang hamba dalam mencapai keimanan dan ketakwaannya? Satu pertanyaan yang mungkin dianggap ringan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketakwaan sangat penting bagi seorang muslim yang ingin mencapai kebahagian dunia dan akherat. Namun tentunya hal ini membutuhkan rasa yakin yang tinggi terhadap Allah, janji-janjinya serta semua yang Allah tetapkan sebagai hadiah ketakwaaan.</p>
<p><strong>Apa itu rasa yakin?</strong></p>
<p><strong> </strong>Yakin yang bagaimana yang dituntut dari seorang hamba dalam mencapai keimanan dan ketakwaannya? Satu pertanyaan yang mungkin dianggap ringan namun ternyata masih banyak orang yang tidak mampu menjawabnya.</p>
<p>Yakin adalah tingkatan tertinggi dan sempurna dari ilmu, yaitu kekuatan dalam ilmu yang dibangun diatas dalil yang benar dan pemahaman yang tepat. (Lihat <em>Nasihatun Lisy Syabab,</em> Syeikh Ibrahim Ar- Ruhaili hal. 9).</p>
<p><span id="more-1850"></span>Sehingga dikatakan ia adalah ilmu pengetahuan yang tidak ada sedikitpun keraguan dan keyakinan yang sesuai dengan realitasnya. (<em>Bahjah An-Nazhirin</em>, 1/149).</p>
<p>Dapat juga dikatakan ia adalah kekuatan iman dan keistiqamahan yang dimiliki seseorang sehingga dengan rasa yakin yang kuat ia seakan-akan melihat sesuatu yang diyakininya itu seperti melihatnya secara langsung.</p>
<p>Hal ini dapat digambarkan dengan kejadian yang menimpa para sahabat Nabi <em>shallallahu &#8216;alahi wa sallam</em> dalam perang <em>Ahzab</em> yang Allah abadikan dalam firman-Nya,</p>
<p><em>“Dan tatkala orang-orang mu&#8217;min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: &#8220;Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita&#8221;.Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.’</em>”   (QS. Al-Ahzab: 22).</p>
<p>Lihatlah pernyataan mereka ketika mereka dikepung pasukan sekutu Quraisy yang menunjukkan keyakinan yang kuat akan pertolongan Allah dan kemenangan.</p>
<p><strong>Tingkatan Yakin</strong></p>
<p>Yakin memiliki tiga tingkatan,</p>
<ol>
<li><em>Ilmu Yaqin</em>, yaitu keyakinan yang dibangun dengan ilmu dan pengetahuan seperti menyakini adanya syurga dan neraka</li>
<li><em>&#8216;Ainul Yaqin,</em> yaitu yakin yang dibangun dengan melihat langsung seperti langsung melihat syurga dan meraka</li>
<li><em>Haqul Yaqin</em>, yaitu yakin yang dibangun dengan langsung merasakannya seperti merasakan langsung kenikmatan syurga dan pedihnya neraka. Inilah tingkatan yakin yang tertinggi.</li>
</ol>
<p><strong>Urgensi Yakin dalam Islam</strong></p>
<p>Sikap yakin ini memiliki kedudukan tinggi dalam Islam dan dalam kehidupan seorang muslim. Hal ini dapat dilihat dari hal berikut ini:</p>
<p><em><strong>1.	Yakin sebagai satu syarat syahadatain</strong>.</em></p>
<p>Seorang yang mengucapkan <em>syahadatain</em> harus merasa yakin dan tidak ragu dengan kata-kata yang diucapkannya. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya,</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.”</em> (QS. Al-Hujuraat:15)</p>
<p>Demikian juga Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alahi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ لَا يَلْقَى اللَّهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فِيهِمَا إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ</p>
<p><em>“Asyhadu An Laa Ilaha Illa Allah Wa anni Rasululloh, tidaklah seorang hamba menjumpai Allah dengan syahadatain ini dalam keadaan yakin tanpa ada keraguan padanya kecuali ia akan masuk syurga.”</em> (HR. Muslim).</p>
<p><strong><em>2.	Yakin adalah ruh dari iman.</em></strong></p>
<p>Ibnu al Qayyim menyatakan, &#8221; <em>Yakin dari iman seperti kedudukan ruh dari jasadnya. Orang bertingkat-tingkat keimanannya dengan perbedaan rasa yakin ini&#8221;. </em>(<em>Madarij As Salikin,</em> 2/397).</p>
<p>Hal ini karena Yakin adalah ruh amalan hati yang menjadi ruh bagi amalan anggota tubuh lainnya. Bahkan yakin adalah iman itu sendiri seperti dinyatakan sahabat Ibnu Mas&#8217;ud dalam penuturan beliau, <em>&#8220;Yakin adalah iman seluruhnya, agama kita seluruhnya adalah yakin kepada Allah, yakin kepada janji-janji Allah, yakin dengan semua yang disiapkan Allah untuk orang-orang yang bertakwa didalam syurga dan yang disiapan untuk orang-orang kafir di Neraka&#8221;.</em></p>
<p><strong><em>3.	Yakin kunci  mendapatkan keimaman dalam agama.</em></strong></p>
<p>Anda ingin mendapatkan derajat imam dalam agama maka tanamkan dan sempurnakan sikap yakin ini dalam diri anda. Sebab dengan berbekal kesabaran dan keyakinan yang benar dan sempurna anda mendapatkkannya sebagaimana dijanjikan Allah dalam firmanNya,</p>
<p><em>&#8220;Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.&#8221;</em> (QS. As-Sajdah:24).</p>
<p>Syeikhul Islam ibnu Taimiyah menyatakan,<em> &#8221; Dengan sabar dan Yakin, keimaman dalam agama dapat dicapai&#8221;.</em></p>
<p><em><strong>4.	Allah mengkhususkan orang yang yakin yang dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat-Nya.</strong></em></p>
<p>Seperti dijelaskan dalam firman Allah,<br />
<em>&#8220;Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.&#8221; </em> (QS. Adz-Dzaariyat: 20).</p>
<p><strong><em>5.	orang yang yakin mendapatkan petunjuk, keberuntungan dan rahmat dari Allah.</em></strong></p>
<p>Sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya,</p>
<p><em>&#8220;Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al-Qur&#8217;an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya,dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al Baqorah 2:45) dan firmanNya:<br />
al-Qur&#8217;an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.&#8221;</em> (QS. Al-Jaatsiyah: 20).</p>
<p>dari sini jelaslah betapa pentingnya sikap yakin ini ditumbuhkan dalam jiwa kita semuanya.<br />
Semoga bermanfaat.</p>
<p>Penulis Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.<br />
Artikel www.ustadzkholid.com</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/&amp;title=Tanamkan+Rasa+Yakin+dalam+Diri%21" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/&amp;title=Tanamkan+Rasa+Yakin+dalam+Diri%21" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/&amp;t=Tanamkan+Rasa+Yakin+dalam+Diri%21" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Tanamkan+Rasa+Yakin+dalam+Diri%21+-+http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/&amp;title=Tanamkan+Rasa+Yakin+dalam+Diri%21" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/&amp;title=Tanamkan+Rasa+Yakin+dalam+Diri%21" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Tanamkan+Rasa+Yakin+dalam+Diri%21+-+http://bit.ly/h3tCwV&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Tanamkan+Rasa+Yakin+dalam+Diri%21&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Ketakwaan%20sangat%20penting%20bagi%20seorang%20muslim%20yang%20ingin%20mencapai%20kebahagian%20dunia%20dan%20akherat.%20Namun%20tentunya%20hal%20ini%20membutuhkan%20rasa%20yakin%20yang%20tinggi%20terhadap%20Allah%2C%20janji-janjinya%20serta%20semua%20yang%20Allah%20tetapkan%20sebagai%20hadiah%20ketakwaaan.%0D%0A%0D%0AApa%20itu%20rasa%20yakin%3F%0D%0A%0D%0A%20Yakin%20yang%20bagaimana%20yang%20ditu" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/tauhid/tanamkan-rasa-yakin-dalam-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakekat dan Pilar Ibadah</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 06:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian salaf menyatakan: “Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan kecintaan (Rasa Hubb) semata, mak ia seorang zindiq. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa harap (Roja’) semata, mak ia seorang murji’. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa takut (Khouf) semata, maka ia seorang Haruriy. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala dengan kecintaan, rasa takut dan rasa harap, maka ia seorang mukmin muwahid”

Sebagian salaf menyatakan: “Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan kecintaan (Rasa Hubb) semata, mak ia seorang zindiq. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa harap (Roja’) semata, mak ia seorang murji’. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa takut (Khouf) semata, maka ia seorang Haruriy. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala dengan kecintaan, rasa takut dan rasa harap, maka ia seorang mukmin muwahid”

Sebagian salaf menyatakan: “Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan kecintaan (Rasa Hubb) semata, mak ia seorang zindiq. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa harap (Roja’) semata, mak ia seorang murji’. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa takut (Khouf) semata, maka ia seorang Haruriy. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala dengan kecintaan, rasa takut dan rasa harap, maka ia seorang mukmin muwahid”

Sebagian salaf menyatakan: “Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan kecintaan (Rasa Hubb) semata, mak ia seorang zindiq. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa harap (Roja’) semata, mak ia seorang murji’. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa takut (Khouf) semata, maka ia seorang Haruriy. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala dengan kecintaan, rasa takut dan rasa harap, maka ia seorang mukmin muwahid”

Sebagian salaf menyatakan: “Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan kecintaan (Rasa Hubb) semata, mak ia seorang zindiq. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa harap (Roja’) semata, mak ia seorang murji’. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa takut (Khouf) semata, maka ia seorang Haruriy. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala dengan kecintaan, rasa takut dan rasa harap, maka ia seorang mukmin muwahid”

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Insan kamil akan terealisasikan dalam ibadah, semakin sempurna ibadah seseorang semakin sempurna sifat kemanusiaannya. Oleh karenanya perlu sekali dijelaskan tentang hakekat dan pilar ibadah.</p>
<p><strong>Makna Dan Macam Ibadah</strong></p>
<p>Ibadah secara etimologi bahasa Arab bermakna merendahkan diri dan tunduk. Asal makna ibadah adalah kerendahan diri, sebagaimana perkataan orang Arab <span style="font-family: Times; font-size: small;">(???????? ?????????)</span> berarti jalan yang dihinakan dan diinjak-injak oleh manusia. Sedangkan secara terminology, para ulama mengungkapkan banyak ibarat tentang makna ibadah ini, namun yang paling lengkap adalah definisi yang diungkapkan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> yaitu: Ibadah adalah satu nama yang meliputi segala perbuatan dan perkataan yang Allah <em>ta’ala</em> cintai dan ridhoi, baik yang dzohir ataupun yang batin.</p>
<p>Dengan demikian ibadah terbagi menjadi tiga, yaitu: Ibadah hati, Ibadah lisan dan Ibadah anggota badan.<span id="more-948"></span></p>
<p><strong>a. Ibadah Hati</strong></p>
<p>Ibadah hati meliputi perkataan dan perbuatan hati. Perkataan hati adalah pembenaran dan keyakinan, seperti firman Allah:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ</span></p>
<p><em>Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Rabb mereka.Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik.</em> Azzumar: 33-34</p>
<p>Dan firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ</span></p>
<p><em>Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) dilangit dan dibumi, dan ( Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin.</em>  Al An’am :75</p>
<p>Serta firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ</span></p>
<p><em>Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.</em>  Al Hujurat: 15</p>
<p>Demikian juga firman Allah <em>ta’ala</em> dalam mengisahkan orang munafiq:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">يَقُولُونَ بِأَفْواهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ</span></p>
<p><em>Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.</em> Ali Imran : 167</p>
<p>Sedangkan perbuatan hati berupa niyat, ikhlash, cinta, ketundukan, tawakal dan yang sejenisnya. Allah berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ</span></p>
<p><em>Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal.</em>  Al Anfaal: 2</p>
<p><strong>b. Ibadah lisan</strong></p>
<p>Ibadah lisan meliputi perkataan dan perbuatan lisan. Perkataan lisan berupa mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah <em>ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ</span></p>
<p><em>Katakanlah (hai orang-orang mu&#8217;min):&#8221;Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma&#8217;il, Ishaq, Ya&#8217;kub dan anak cucunya, dan apa yang telah diberikan kepada Musa dan &#8216;Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb-nya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.</em> Al Baqarah: 136</p>
<p>Sedangkan amalan lisan adalah amalan yang tidak dilakukan kecuali dengan lisan, seperti membaca Al Qur’an dan dzikir serta wirid. Allah <em>ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ</span></p>
<p><em>Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.</em> Faathir :29</p>
<p><strong>c. Ibadah anggota tubuh</strong></p>
<p>Ibadah anggota tubuh disini adalah amalan anggota tubuh selain lisan berupa amalan yang tidak dilakukan kecuali dengannya, seperti sujud, ruku’ dan lain-lainnya.</p>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ</span></p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, ruku&#8217;lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur&#8217;an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.</em>  Al Hajj: 77-78<br />
(Lihat tulisan Dr. Abdurrozaq Al ‘Abaad dalam kitab beliau Ziyadatul Iman Wa Nuqshanuhu, hal: 22-24).</p>
<p>Jadi ibadah meliputi seluruh amalan hamba yang diridhoi dan dicintai Allah.</p>
<p><strong>Dasar Dan Pilar Ibadah</strong></p>
<p>Ibadah adalah perkara tauqifiyah tidak diambil kecuali dari Al Qur’an dan Sunnah nabiNya. Semua ini karena ibadah merupakan hak khusus Allah Ta’ala, maka tidak boleh menetapkannya kecuali Allah <em>ta’ala</em> melalui wahyuNya yang diturunkan kepada Rasulullah<em> Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> baik berupa Al Qur’an ataupun Sunnah. Kalau demikian ibadah itu hanyalah mencontoh dan mentaati perintah Allah <em>ta’ala</em> dan rasulNya <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Sedangkan selainnya tertolak. Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">???? ?????? ??????? ?????? ???????? ????????? ?????? ?????</span></p>
<p><em>Barang siapa yang melakukan satu amalan (ibadah) yang tiada padanya perintah kami maka ia tertolak</em>. Hadits riwayat Muslim</p>
<p>Sedangkan pilar ibadah ada tiga yaitu cinta (hubb), takut (khaof) dan rasa harap (raja’). Rasa cinta harus dibarengi dengan ketundukan dan kerendahan diri kepada Allah <em>ta’ala</em> dan rasa takut harus dibarengi dengan rasa harap. Ini semua merupakan pilar ibadah dan porosnya yang beredar diatas perintah dan syari’at Allah <em>ta’ala</em> dan RasulNya <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Demikianlah Allah <em>ta’ala</em> menjelaskan sifat orang mukmin dalam firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</span></p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang mutad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mu&#8217;min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siap yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.</em> Al Maidah 5:54</p>
<p>Dan Allah <em>ta’ala </em>berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ</span></p>
<p><em>Maka Kami memperkenankan do&#8217;anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo&#8217;a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu&#8217; kepada Kami.</em> Al Anbiya’: 90</p>
<p>Sebagian salaf menyatakan: <em>“Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan kecintaan (Rasa Hubb) semata, mak ia seorang zindiq. Siapa yang menyembah Allah Ta’ala hanya dengan rasa harap (Roja’) semata, mak ia seorang murji’. Siapa yang menyembah Allah ta’ala hanya dengan rasa takut (Khouf) semata, maka ia seorang Haruriy. Siapa yang menyembah Allah ta’ala dengan kecintaan, rasa takut dan rasa harap, maka ia seorang mukmin muwahid”</em></p>
<p>Demikian pilar dan dasar ibadah. Jelaslah salah pernyataan yang menyatakan bahwa ibadah yang sempurna adalah ibadah yang dilakukan semata karena kecintaan, tanpa mengharap syurga dan takut adzab Allah <em>ta’ala.</em></p>
<p><em>wabillahittaufiq</em></p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi Lc</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/&amp;title=Hakekat+dan+Pilar+Ibadah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/&amp;title=Hakekat+dan+Pilar+Ibadah" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/&amp;t=Hakekat+dan+Pilar+Ibadah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Hakekat+dan+Pilar+Ibadah+-+http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/&amp;title=Hakekat+dan+Pilar+Ibadah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/&amp;title=Hakekat+dan+Pilar+Ibadah" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Hakekat+dan+Pilar+Ibadah+-+http://b2l.me/n8f4v&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Hakekat+dan+Pilar+Ibadah&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Sebagian%20salaf%20menyatakan%3A%20%E2%80%9CSiapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20kecintaan%20%28Rasa%20Hubb%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20zindiq.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20harap%20%28Roja%E2%80%99%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20murji%E2%80%99.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20takut%20%28Khouf%29%20semata%2C%20maka%20ia%20seorang%20Haruriy.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20dengan%20kecintaan%2C%20rasa%20takut%20dan%20rasa%20harap%2C%20maka%20ia%20seorang%20mukmin%20muwahid%E2%80%9D%0D%0A%0D%0ASebagian%20salaf%20menyatakan%3A%20%E2%80%9CSiapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20kecintaan%20%28Rasa%20Hubb%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20zindiq.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20harap%20%28Roja%E2%80%99%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20murji%E2%80%99.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20takut%20%28Khouf%29%20semata%2C%20maka%20ia%20seorang%20Haruriy.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20dengan%20kecintaan%2C%20rasa%20takut%20dan%20rasa%20harap%2C%20maka%20ia%20seorang%20mukmin%20muwahid%E2%80%9D%0D%0A%0D%0ASebagian%20salaf%20menyatakan%3A%20%E2%80%9CSiapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20kecintaan%20%28Rasa%20Hubb%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20zindiq.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20harap%20%28Roja%E2%80%99%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20murji%E2%80%99.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20takut%20%28Khouf%29%20semata%2C%20maka%20ia%20seorang%20Haruriy.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20dengan%20kecintaan%2C%20rasa%20takut%20dan%20rasa%20harap%2C%20maka%20ia%20seorang%20mukmin%20muwahid%E2%80%9D%0D%0A%0D%0ASebagian%20salaf%20menyatakan%3A%20%E2%80%9CSiapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20kecintaan%20%28Rasa%20Hubb%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20zindiq.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20harap%20%28Roja%E2%80%99%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20murji%E2%80%99.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20takut%20%28Khouf%29%20semata%2C%20maka%20ia%20seorang%20Haruriy.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20dengan%20kecintaan%2C%20rasa%20takut%20dan%20rasa%20harap%2C%20maka%20ia%20seorang%20mukmin%20muwahid%E2%80%9D%0D%0A%0D%0ASebagian%20salaf%20menyatakan%3A%20%E2%80%9CSiapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20kecintaan%20%28Rasa%20Hubb%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20zindiq.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20harap%20%28Roja%E2%80%99%29%20semata%2C%20mak%20ia%20seorang%20murji%E2%80%99.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20hanya%20dengan%20rasa%20takut%20%28Khouf%29%20semata%2C%20maka%20ia%20seorang%20Haruriy.%20Siapa%20yang%20menyembah%20Allah%20Ta%E2%80%99ala%20dengan%20kecintaan%2C%20rasa%20takut%20dan%20rasa%20harap%2C%20maka%20ia%20seorang%20mukmin%20muwahid%E2%80%9D%0D%0A%0D%0A" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/tauhid/hakekat-dan-pilar-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

