<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UstadzKholid.com &#187; Fiqih Muslimah</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/category/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 02:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bapak Angkat Mahramkah?</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[TanyaUstadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2016</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan :
Assalamu&#8217;alaikum, ustadz ana punya bapak angkat, bapak angkat ana itu adiknya bapak kandung ana tapi lain bapak. Apakah bapak angkat ana itu mahram, katanya ana nanti kebagian warisan,berhakkah ana? Kalau iya berapa bagian punya ana, ana takut kalau mereka salah karena mereka masih awam. Jazakallakhair
&#8220;ummu_XXXXXX@XXX.com&#8221; (ummu_ikhwan@ovi.com)

Jawaban:
Wa’alaikumussalam.
Memang masih banyak kesalahpahaman dalam permasalahan kedudukan anak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan :</strong></p>
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum</em>, ustadz ana punya bapak angkat, bapak angkat ana itu adiknya bapak kandung ana tapi lain bapak. Apakah bapak angkat ana itu mahram, katanya ana nanti kebagian warisan,berhakkah ana? Kalau iya berapa bagian punya ana, ana takut kalau mereka salah karena mereka masih awam. <em>Jazakallakhair</em></p>
<p><em>&#8220;ummu_XXXXXX@XXX.com&#8221; (ummu_ikhwan@ovi.com)</em><br />
<span id="more-2016"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam.</em></p>
<p>Memang masih banyak kesalahpahaman dalam permasalahan kedudukan anak yang diasuh dan diadopsi oleh seseorang.</p>
<p>Permasalahan anak angkat atau bapak angkat merupakan satu masalah besar yang banyak tidak diketahui kaum muslimin dewasa ini. Hasilnya banyak problem dan kezaliman terjadi dengan sebab hal ini. Yang berhak mewarisi terhalang haknya dan yang tidak berhak mewarisi malah mengambil bagian warisan terbanyak. Juga menyangkut perwalian nikah dan kemahroman. Berapa banyak peristiwa dan kejadian buruk yang diakibatkan karena merasa dekat dan telah berjasa besar dalam memeliharanya. Pergaulan layaknya anak kandung dengan orang tua kandungnya pun jadi hal yang biasa padahal Islam tidak mengakui adanya bapak angkat dalam pengertian menggantikan kedudukan orang tua aslinya dalam nasab dan lain-lainnya.</p>
<p>Disini Hukum Islam tidak mengenal lembaga anak angkat atau dikenal dengan adopsi dalam arti terlepasnya anak angkat dari kekerabatan orang tua asalnya dan beralih ke dalam kekerabatan orang tua angkatnya. Adopsi seperti ini termasuk budaya jahiliyah yang dihapus Allah dengan menurunkan surat Al-Ahzab ayat 4 dan 5 yang artinya,</p>
<p>“<em>Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu itu sebagai anak-anakmu sendiri, yang demikian itu adalah omongan-omonganmu dengan mulut-mulutmu, sedang Allah berkata dengan benar dan Dia-lah yang menunjukkan ke jalan yang lurus. Panggillah mereka (anak-anak) itu dengan bapak-bapak mereka, sebab dia itu lebih lurus di sisi Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka mereka itu adalah saudaramu seagama dan kawan-kawanmu.</em><em>&#8220;</em></p>
<p>Dengan turunnya ayat tersebut, maka Islam telah menghapus seluruh pengaruh yang ditimbulkan oleh aturan jahiliyah, misalnya tentang warisan dan dilarangnya kawin dengan bekas isteri anak angkat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 75 yang artinya,</p>
<p><em>“Keluarga sebagian mereka lebih berhak terhadap sebagian menurut Kitabullah.</em><em>”</em></p>
<p>Dan surat An-Nisa’ ayat 24 yang artinya,</p>
<p><em>“Dan bekas isteri-isteri anakmu yang berasal dari tulang rusukmu sendiri.</em><em>”</em></p>
<p>Secara panjang lebar Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menjelaskan tentang halalnya mengawini bekas isteri anak angkat, yaitu ketika Rasulullah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> ragu dan takut bertemu dengan orang banyak ketika akan mengawini Zainab binti Jahsy, karena Zainab adalah mantan isteri Zaid bin Haritsah, atau dikenal dengan Zaid bin Muhammad. Hal ini sebagaimana difirmakan-Nya dalam surat Al-Ahzab ayat 37 – 40.</p>
<p>Namun dalam kasus ini ternyata bapak angkat yang mengasuh anda tersebut masih tiri bapak seibu yang berarti dalam istilah kita adalah saudara tiri bapak.</p>
<p>Dalam Islam saudara seibu dari bapak juga masuk dalam kategori paman (<em>al-‘am</em>) sehingga masih menjadi mahram karena masuk dalam firman Allah,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ الاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَآئِبُكُمُ الاَّتِي فِي حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ الاَّتِي دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُوا دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلاَجُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلآَئِلُ أَبْنَآئِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ وَأَن تَجْمَعُوا بَيْنَ اْلأُخْتَيْنِ إِلاَّ مَاقَدْ سَلَفَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا</strong></p>
<p><em>Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, <strong>saudara-saudara bapakmu</strong> yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</em> (QS. An-Nisaa’:23).</p>
<p>Sedangkan masalah warisan maka saudari termasuk putri saudara seibu dari bapak angkat saudari. Dalam hal ini saudari <strong>tidak termasuk ahli warisnya</strong> sehingga tidak berhak menerima warisan dari bapak angkat tersebut.</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><strong>DiJawab oleh Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.<br />
Artikel <a href="http://www.ustadzkholid.com/" target="_blank">www.UstadzKholid.com</a></strong></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/&amp;title=Bapak+Angkat+Mahramkah%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/&amp;title=Bapak+Angkat+Mahramkah%3F" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/&amp;t=Bapak+Angkat+Mahramkah%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Bapak+Angkat+Mahramkah%3F+-+http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/&amp;title=Bapak+Angkat+Mahramkah%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/&amp;title=Bapak+Angkat+Mahramkah%3F" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Bapak+Angkat+Mahramkah%3F+-+http://bit.ly/pmV8Z1&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Bapak+Angkat+Mahramkah%3F&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Pertanyaan%20%3A%0D%0A%0D%0AAssalamu%27alaikum%2C%20ustadz%20ana%20punya%20bapak%20angkat%2C%20bapak%20angkat%20ana%20itu%20adiknya%20bapak%20kandung%20ana%20tapi%20lain%20bapak.%20Apakah%20bapak%20angkat%20ana%20itu%20mahram%2C%20katanya%20ana%20nanti%20kebagian%20warisan%2Cberhakkah%20ana%3F%20Kalau%20iya%20berapa%20bagian%20punya%20ana%2C%20ana%20takut%20kalau%20mereka%20salah%20karena%20mereka%20masih%20a" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/buka-muhrim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Adab dan Etika Bagi Dokter Wanita?</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 17:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[cadar]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[TanyaUstadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1304</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana adab-adab dan etika menjadi seorang dokter wanita? Sebentar lagi saya akan menjalani pendidikan dokter muda di rumah sakit, apa saja yang hendaknya dilakukan mengingat disana banyak terjadi khalwat dan ikhtilat. Mohon berkenan menjawabnya dengan lengkap. Jazakallah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana adab-adab dan etika menjadi seorang dokter wanita? Dan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan dasar syariat? Sebentar lagi saya akan menjalani pendidikan dokter muda di rumah sakit, apa saja yang hendaknya dilakukan mengingat disana banyak terjadi <em>khalwat</em> dan <em>ikhtilat</em>. Mohon berkenan menjawabnya dengan lengkap. <em>Jazakallah</em></p>
<p><em>roosarina<br />
Alamat: Jl. Blora<br />
Email: withroosaxxxx@yahoo.com</em><span id="more-1304"></span></p>
<p><strong>Al Akh Yulian Purnama menjawab:</strong><br />
Berikut ini kami sampaikan nasehat dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em> bagi wanita yang bekerja sebagai dokter:</p>
<p>بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله وصلى الله وسلم على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه أما بعـد</p>
<p>Wanita diperbolehkan bekerja sebagai dokter walaupun terdapat laki-laki, asalkan:</p>
<ul>
<li>Tidak terjadi <em>khulwah</em> (berdua-duaan) dengan salah seorang laki-laki</li>
<li>Tidak menampakkan bagian tubuhnya, bahkan wanita tersebut wajib berhijab</li>
<li>Menjaga dirinya pada keadaan-keadaan darurat</li>
<li>Tidak membahayakan dirinya</li>
</ul>
<p>Namun, jika beresiko terjadi <em>khulwah</em> atau beresiko tersingkapnya aurat maka tidak dibolehkan. Jika demikian keadaannya, sebaiknya wanita tersebut menyibukkan diri pada lahan kedokteran yang khusus bagi wanita dan tidak terdapat laki-laki di sana. Dengan demikian ia akan lebih jauh dari bahaya dan dapat lebih baik dalam menjaga agama dan kehormatannya.</p>
<p>Jika terdapat kondisi darurat yang sulit menghindari adanya <em>ikhtilath</em> (campur-baur dengan lelaki), maka:</p>
<ul>
<li>Tidak boleh ber-<em>khalwat</em> (berduaan) dengan salah seorang lelaki. Sebaiknya terdapat banyak orang di sana.</li>
<li>Tidak boleh menampakkan bagian tubuhnya yang dapat menimbulkan fitnah. seperti wajah, dada, kepala atau semacamnya. Bahkan wajib memakai hijab dan niqab. Hanya boleh menampakkan satu atau dua matanya.</li>
<li>Mengerjakan peran wanita saja (tidak mengerjakan peran lelaki, pent.)</li>
</ul>
<p>Jika syarat-syarat ini dipenuhi, mudah-mudahan tidak mengapa <em>Insya Allah</em>, dikarenakan terdapat kondisi darurat”.</p>
<p>[Sampai di sini penjelasan beliau, teks asli silakan lihat di <a href="http://www.binbaz.org.sa/mat/11109" target="_blank">http://www.binbaz.org.sa/mat/11109</a>]</p>
<p>Perlu kami beri catatan bahwa hukum memakai cadar atau <em>niqab</em> (penutup wajah), diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian ulama mewajibkan, sebagaimana Syaikh Abdul Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em>. Sebagian ulama berpendapat hukumnya <em>mustahab</em> (dianjurkan) dan tidak wajib. Lebih jelasnya simak artikel berikut:</p>
<ul>
<li><a rel="bookmark" href="http://kangaswad.wordpress.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1/" target="_blank">Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Mewajibkan (1)</a></li>
<li><a rel="bookmark" href="http://kangaswad.wordpress.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-2/" target="_blank">Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Mewajibkan (2)</a></li>
<li><a rel="bookmark" href="http://kangaswad.wordpress.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-tidak-mewajibkan-3/" target="_blank">Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Tidak Mewajibkan (3)</a></li>
<li><a rel="bookmark" href="http://kangaswad.wordpress.com/muslimah/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-tidak-mewajibkan-3/" target="_blank">Hukum Cadar: Dalil-Dalil Ulama yang Tidak Mewajibkan (4)</a></li>
</ul>
<p>Bagi dokter wanita yang telah menelaah dalil-dalil tersebut dan mantap dengan pendapat ulama yang mewajibkan, maka wajib baginya untuk tetap menutup wajahnya sebagaimana dinasehatkan oleh Syaikh Ibnu Baz di atas. Bagi dokter wanita yang telah menelaah dalil-dalil tersebut dan mantap dengan pendapat ulama yang tidak mewajibkan, maka boleh baginya membuka wajah. Namun tentu menutup wajah lebih utama untuk menghindari fitnah, sebagaimana juga dijelaskan oleh para ulama yang tidak mewajibkan memakai cadar. Mengingat sabda Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>:</p>
<p>ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء</p>
<p>“<em>Sepeninggalku, tidak ada fitnah (bencana) yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain fitnah wanita</em>” (HR. Bukhari no.5096, Muslim no.2740)<br />
<em>Wallahu’alam</em>.</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Yulian Purnama<br />
Artikel <a href="http://ustadzkholid.com/">UstadzKholid.Com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/&amp;title=Bagaimana+Adab+dan+Etika+Bagi+Dokter+Wanita%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/&amp;title=Bagaimana+Adab+dan+Etika+Bagi+Dokter+Wanita%3F" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/&amp;t=Bagaimana+Adab+dan+Etika+Bagi+Dokter+Wanita%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Bagaimana+Adab+dan+Etika+Bagi+Dokter+Wanita%3F+-+http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/&amp;title=Bagaimana+Adab+dan+Etika+Bagi+Dokter+Wanita%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/&amp;title=Bagaimana+Adab+dan+Etika+Bagi+Dokter+Wanita%3F" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Bagaimana+Adab+dan+Etika+Bagi+Dokter+Wanita%3F+-+http://b2l.me/n8kgw&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Bagaimana+Adab+dan+Etika+Bagi+Dokter+Wanita%3F&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagaimana%20adab-adab%20dan%20etika%20menjadi%20seorang%20dokter%20wanita%3F%20Sebentar%20lagi%20saya%20akan%20menjalani%20pendidikan%20dokter%20muda%20di%20rumah%20sakit%2C%20apa%20saja%20yang%20hendaknya%20dilakukan%20mengingat%20disana%20banyak%20terjadi%20khalwat%20dan%20ikhtilat.%20Mohon%20berkenan%20menjawabnya%20dengan%20lengkap.%20Jazakallah" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-muslimah/bagaimana-adab-dan-etika-bagi-dokter-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

