<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UstadzKholid &#187; Sejarah Islam</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/category/sejarah-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 04:59:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Keluarga Abdul Muthalib</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 02:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam berasal dari keluarga terhormat bani Hasyim dari orang tua yang bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya Aminah bintu Wahb dari Bani Zuhrah. Demikian juga sekilas kisah Abdul Mutholib dan perannya dalam msyarakat Quraisy, khususnya dalam perang gajah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muhammad <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> berasal dari keluarga terhormat bani Hasyim dari orang tua yang bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya Aminah bintu Wahb dari Bani Zuhrah. Demikian juga sekilas kisah Abdul Mutholib dan perannya dalam msyarakat Quraisy, khususnya dalam perang gajah. Maka pada kesempatan ini dipaparkan sekilas tentang keluarganya yang memiliki hubungan langsung dengan kelahiran nabi Muhammad <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>.</p>
<p><span id="more-1554"></span></p>
<p><strong>Anak-anak Abdul Muthalib</strong></p>
<p>Abdul Muthalib seorang tokoh terkemuka Quraisy dari bani Hasyim memiliki beberapa putra dan putri, diantaranya:</p>
<ol>
<li><span style=text-decoration: underline;>Al Haarits bin Abdul Muthalib</span>, anak tertua beliau dan wafat dimasa hidup Abdul Muthalib. Dari anak-anak Al Harits yang masuk Islam adalah Ubaidah terbunuh di parang badar, Rabi’ah, Abu Sufyaan dan Abdullah.</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Az Zubair bin Abdul Muthalib,</span> saudara kandung Abdullah (ayahanda Rasulullah), ia adalah penglima bani Hasyim dan bani Al Muthalib dalam perang <em>Fijaar</em>, seorang terhormat dan penyair, namun tidak menjumpai masa-masa Islam. Diantara anaknya yang masuk Islam adalah Abdullah terbunuh dalam perang Ajnadain, Dhuba’ah, Majl, Shafiyah dan ‘Atikah.</li>
<li><em><span style=text-decoration: underline;>Hamzah bin Abdul Muthalib</span></em>, paman sekaligus saudara sesusuan Rasulullah yang masuk Islam dan menjadi pahlawan islam di perang Badar dan Uhud. Beliau terbunuh syahid di perang Uhud.</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Al Abaas bin Abdul Muthalib</span>, yang masuk islam dan menjadi pembela Rasulullah dalam memperjuangkan Islam. Beliau dilahirkan tiga tahun sebelum perang gajah dan meninggal tahun 32 H dalam usia 86 tahun.</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Abu Lahab bin Abdul Muthalib</span>, musuh besar dan penentang keras dakwah Rasululloh, sampai Allah turunkan firmanNya: Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar. (QS. 111:1-4) Ia mati setelah perang Badar. Diantara putra-putranya ‘Utaibah yang mati diterkam binatang buas, Utbah dan Mu’tib keduanya masuk islam pada hari penaklukan kota Makkah.</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Abu Thalib Abdul Manaf bin Abdul Muthalib</span>, paman Nabi yang memelihara dan membela beliau dalam penyebaran dakwah Islam, namun tidak mau masuk islam lantaran takut dicela kaumnya.</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Al Baidha’ Ummu Hakiem bintu Abdul Muthalib</span>, yang menikah dengan Kurz bin Rabi’ah bin Habieb bin Abdus Syams. Ia memiliki dua anak yang bernma Amir dan Arwa’, lalu Arwa ini menikah dengan Affaan bin Abu Al ‘Ash dan melahirkan <strong>Utsman bin Affan</strong> khalifah Rasyidin yang ketiga. Arwa’ ibunya Utsman bin Affaan ini hidup sampai masa kekhilafahan anaknya.</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Barrah binti Abdul Muthalib</span>, ibu sahabat Abu Salamah bin Abdul Aswad Al Makhzumi</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Shafiyah bintu Abdul Muthalib</span>, ibu sahabat Al Zubair bin Al Awaam, beliau menikah pertama kali dengan Al Haarits bin Harb, lalu ditinggal mati dan menikah lagi dengan Al ‘Awam dan melahirkan Al Zubair. Beliau masuk islam dan ikut berhijrah. Beliau wafat tahun 20 H di Madinah dan dimakamkan di Baqi’</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Arwa’</span>, ibu dari keluarga Jahsy yang memiliki anak-anak diantaranya: Abdullah, Abu Ahmad, Ubaidillah, Zainab dan Hamnah.</li>
<li><span style=text-decoration: underline;>Abdullah bin Abdul Muthalib</span>, ayah Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>.</li>
</ol>
<p>Demikianlah <a href=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/>anak-anak Abdul Muthalib</a> yang disebutkan para ulama sejarah islam.</p>
<p><strong>Pernikahan Abdullah dan Aminah</strong></p>
<p>Sudah menjadi ketetapan sejarah, bahwa Abdullah bin Abdul Muthalib menikahi Aminah bintu Wahb wanita Bani Zuhrah. Bani Zuhrah masih termasuk kerabat bani Hasyim, bahkan Abdul Muthalib juga menikahi salah seorang wanita Bani Zuhrah yaitu Haalah bintu Wuhaib dan Wuhaib paman Aminah pun dipelihara di rumah Abdul Muthalib. Tidak ada penukilan sejarah peroncian pernikahan Abdullah ini yang dapat dijadikan sandaran sejarah, sedangkan riwayat yang menjelaskan perincian kisah pernikahannya semuanya lemah dan tidak dapat dijadikan sandaran sama sekali.[1]</p>
<p><strong>Abdullah Wafat</strong></p>
<p>Abdullah sakit dan wafat serta dikuburkan di kota Madinah ditempat keluarga neneknya Bani Adi bin Najaar, ketika melakukan perjalanan pulang berdagang dikota Madinah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits mursal dari Imam Al Zuhri yang menyatakan:</p>
<p>?????? ????? ?????????? ?????? ????? ???? ?????? ???????????? ????????? ??????? ???? ?????????? ?????????? ?????? ????? ????? ?? ???????? ??????? ???????? ????? ?????? ???? ?????? ?????? ????????????</p>
<p><em>Abdul Muthalib mengutus Abdullah membeli kurma di Yatsrieb (Madinah), lalu ia meninggal disana, lalu Aminah melahirkan Rasulullah lalu beliau dipelihara Abdul Muthalib</em>.</p>
<p>Riwayat diatas lemah dari sisi sanad periwayatan karena riwayat mursal Az Zuhri, namun ini sama dengan hadits yang diriwayatkan Qais bin Makhramah seorang sahabat Nabi ketika mengisahkan <a href=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%E2%80%98alaihi-wasallam/>kelahiran Rasulullah</a> dalam pernyataan beliau:</p>
<p>????????? ???????? ?? ??????? ??????? ????<br />
<em>Bapak beliau meninggal dunia dalam keadaan ibunya mengandung beliau (Rasulullah)</em>.[2]</p>
<p>Demikianlah pendapat ulama yang dirajihkan Ibnu Ishaaq dan Ibnu Sa’ad dan inilah yang masyhur. Dengan demikian hal ini sesuai dengan firman Allah <em>Ta’ala </em>(yang artinya):</p>
<p><em>Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu</em>. (QS. Ad Dhuha: 6)</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/&amp;title=Keluarga+Abdul+Muthalib" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/&amp;title=Keluarga+Abdul+Muthalib" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/&amp;t=Keluarga+Abdul+Muthalib" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Keluarga+Abdul+Muthalib+-+http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/&amp;title=Keluarga+Abdul+Muthalib" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/&amp;title=Keluarga+Abdul+Muthalib" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Keluarga+Abdul+Muthalib+-+http://b2l.me/n8eh2&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Keluarga+Abdul+Muthalib&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Muhammad%20Shallallahu%27alaihi%20Wasallam%20berasal%20dari%20keluarga%20terhormat%20bani%20Hasyim%20dari%20orang%20tua%20yang%20bernama%20Abdullah%20bin%20Abdul%20Muthalib%20dan%20ibunya%20Aminah%20bintu%20Wahb%20dari%20Bani%20Zuhrah.%20Demikian%20juga%20sekilas%20kisah%20Abdul%20Mutholib%20dan%20perannya%20dalam%20msyarakat%20Quraisy%2C%20khususnya%20dalam%20perang%20gajah" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/keluarga-abdul-muthalib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Persusuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 08:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[siroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=905</guid>
		<description><![CDATA[Halimah berkata kepada suaminya Al Haarits bin Abdiluzaa:
"Demi Allah aku tidak ingin kembali tanpa membawa anak susuan, akan aku kembali kepada bayi tersebut dan mengambilnya"...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Di Pedalaman Bani Sa’ad</strong></p>
<p>Sudah menjadi adat kebiasaan wanita Arab perkotaan mencari ibu susuan bagi anak bayinya dan wanita yang mengasuhnya di daerah pedalaman. Hal ini dilakukan sebagai usaha preventif menjauhkan anak-anak tersebut dari penyakit-penyakit yang biasa menjalar di perkotaan dan memperkuat dan memperkokoh kekuatan tubuh mereka. Juga sebagai usaha membiasakan dan membina mereka untuk memiliki sikap kemandirian dan percaya diri sejak kecil dan meluruskan lisan mereka dari kesalahan berbahasa sehingga mereka menjadi orang Arab yang fasih. Demikian juga Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>setelah disusukan Tsuwaibah beberapa hari lamanya maka Aminah pun mencari ibu susuan bagi beliau yang dapat membawa beliau ke pedalaman dan mendapatkan Halimah bintu Abu Dzu’aib Al Sa’diyah dari bani Sa’ad. Halimah As Sa’diyah mengisahkan persusuan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> ini dalam satu riwayat yang diriwayatkan ibnu Ishaq dan disampaikan Ibnu Hisyam dalam tahdzibnya, namun riwayat ini dilemahkan Syeikh Al Albani. Walaupun demikian persusuan beliau kepada Halimah merupakan satu hal yang benar adanya.<span id="more-905"></span></p>
<p><strong>Ringkasan kisah tersebut adalah:</strong></p>
<p>“Halimah mendatangi kota Makkah bersama para wanita dari bani Sa’d bin Bakr mencari anak susuan. Dalam tahun peceklik dan kekurangan ia berangkat mengendarai onta betina yang sudah lemah bersama suami dan bayinya serta disertai seekor onta tua untuk diperas susunya. Ia menyatakan: <em>“Demi Allah kami tidak tidur malam itu seluruhnya bersama bayi kami tersebut, Kami tidak mendapati air susu yang mencukupi dan tidak juga ada pada ontaku makanan yang dapat dimakan”,</em> lalu sampai rombongannya kekota Makkah, mencari anak susuan. Ia menyatakan kembali: “Demi Allah aku tahu seluruh wanita dalam rombongan kami telah ditawari Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan ketika tahu ia seorang anak yatim, maka mereka tidak mau. Kami beranggapan bahwa apa yang dapat diberikan ibunya kepada kami, kami melakukan ini hanya karena mengharap pemberian dari bapak bayi, adapun ibunya apa yang bisa ia perbuat? Demi Allah seluruh wanita rombongan kami, telah mendapat anak susuan kecuali aku. Ketika aku tidak mendapatkan yang lainnya maka aku berkata kepada suamiku Al Haarits bin Abdiluzaa:<em> &#8220;Demi Allah aku tidak ingin kembali tanpa membawa anak susuan, akan aku kembali kepada bayi tersebut dan mengambilnya&#8221;.</em> Maka suamikupun mengizinkannya. Demi Allah aku mangambilnya hanya karena tidak mendapatkan yang lainnya.</p>
<p>Lalu Halimah membawa Muhammad ke kendaraannya untuk pulang dan iapun menyusuinya seketika itu air susuku menjadi banyak dan diminumnya sampai kenyang demikian juga anakku. Sedangkan suamiku mengambil onta tua milik kami dan ternyata onta tersebut mengeluarkan susu yang dapat diperas untuk aku dan suamiku minum sampai kenyang sehingga kami bias tidur nyenyak malam tersebut. Suamiku berkata: <em>&#8220;Wahai Halimah, demi Allah aku melihat engkau telah mengambil anak yang penuh barokah, bukankah engkau lihat kebaikan yang menyelimuti kita malam ini setelah kita mengambilnya?&#8221;,</em> Demikianlah Allah terus memberikan kebaikan kepada kami sampai kami keluar untuk pulang kekampung kami. Halimah berkata:<em> &#8220;Demi Allah onta betina yang kami kendarai dapat berjalan kencang meninggalkan yang lainnya sampai-sampai teman-temanku menyatakan: Wahai anak permpuan Abu Dzu’aib apakah ini adalah onta betina yang kami gunakan ketika pergi bersama kami? Saya menjawab: Ya, demi Allah. Sampai kemudian kami tiba diperkampungan bani Sa’ad&#8221;.</em></p>
<p><strong>Diperkampungan Bani Sa’ad</strong></p>
<p>Halimah menceritakan bahwa tanah bani Sa’ad sangat gersang sekali, namun kambing-kambingnya keluar dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang dan penuh susunya sehingga ia dapat memerasnya sesuka hati, beda dengan kambing-kambing lainnya yang kelaparan dan tidak mengeluarkan susu sedikitpun, sampai-sampai orang-orang berkata: lihatlah dimana kambing bintu Abu Dzu’aib digembalakan, maka gembalakanlah bersamanya! Lalu merekapun menggembalakan kambing-kambingnya ditempat kambing Halimah di gembalakan, namun mereka pulang dengan membawa kambing yang kelaparan dan tidak dapat diperas susunya. Barokah ini terus berlanjut sampai Muhammad berusia dua tahun dan tumbuh cepat tidak seperti anak-anak biasanya. Kemudian setelah dua tahun Halimah membawa kembali Muhammad kekota Makkah dan ketika bertemu ibunya, Halimah menyampaikan kepada ibundanya, Biarlah ia tetap bersama kami tahun ini, karena kami khawatir terkena penyakit di kota Makkah. Halimah terus meminta sampai ibunda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> menyetujuinya. (Diringkas dari kitab As Siroh An Nabawiyah karya Muhammad Abdulqadir, Dar Al Furqan, hal 103-105)</p>
<p><strong>Faedah kisah ini:</strong></p>
<p>1. Adanya barokah anak susuan (Muhammad) bagi Halimah</p>
<p>2. Hikmah barokah ini adalah agar keluarga Halimah mencintai, menyayangi dan mendidik serta memeliharanya dengan baik. Demikianlah Halimah sangat menyayanginya melebihi anak-anaknya.</p>
<p>3. Yang terbaik adalah yang telah ditetapkan Allah.</p>
<p>4. Diantara pengaruh tinggalnya beliau di pedalaman ini adalah:</p>
<p>a. Pendidikan hidup sederhana tanpa kemewahan dan berlebih-lebihan<br />
b. Memperoleh fisik yang kuat<br />
c. Memperoleh kemampuan berbahasa yang fasih dan baik<br />
d. Mendidik keberanian dan kesabaran beliau<br />
e. Mendidik kemandirian dan percaya diri pada beliau yang tinggi.</p>
<p>Demikian mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi Lc</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-‘alaihi-wasallam/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Kisah+Persusuan+Nabi+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Kisah+Persusuan+Nabi+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;t=Kisah+Persusuan+Nabi+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Kisah+Persusuan+Nabi+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam+-+http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Kisah+Persusuan+Nabi+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Kisah+Persusuan+Nabi+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Kisah+Persusuan+Nabi+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam+-+http://b2l.me/n9228&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Kisah+Persusuan+Nabi+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Halimah%20berkata%20kepada%20suaminya%20Al%20Haarits%20bin%20Abdiluzaa%3A%0D%0A%22Demi%20Allah%20aku%20tidak%20ingin%20kembali%20tanpa%20membawa%20anak%20susuan%2C%20akan%20aku%20kembali%20kepada%20bayi%20tersebut%20dan%20mengambilnya%22..." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kisah-persusuan-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 02:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[siroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari senin, tepat di tahun gajah, sedangkan tanggal dan bulannya masih diperselisihkan para ulama, diantara mereka ada yang merojihkan tanggal 9 Rabi’ul Awal diantaranya Al Mubarakfuri dan Mahmud Basya al Falaki dan mensetarakan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M dan ada yang menyatakan tanggal 10 dan 12 Rabui’ul Awal.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Abdulah bin Abdil Mutholib meninggal dunia di kota Madinah dan meninggalkan Aminah dalam keadaan hamil mengandung Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallam,</em> maka diriwayatkan adanya beberapa beberapa peristiwa ajaib yang dialaminya sebelum dan ketika kelahiran beliau, namun banyak sekali yang tidak shohih periwayatannya. Diantara riwayat yang tidak shohih dalam berita tentang hal tersebut adalah:</p>
<p>1. Riwayat yang menyatakan bahwa ibu beliau tidak merasa berat dalam mengandung beliau.</p>
<p>2. Riwayat yang menyatakan bahwa ibunya mengenakan jimat dari besi lalu putus.</p>
<p>3. Riwayat yang menyatakan bahwa ibunya mendapat wangsit dalam mimpi akan ketinggian kedudukan beliau dan diperintahkan memberi nama beliau dengan nama Muhammad.<span id="more-888"></span></p>
<p>4. Riwayat yang menyatakan bahwa beliau lahir dalam keadaan bersandar kepada kedua tangan beliau dan menengadah kepalanya kearah langit.</p>
<p>5. Riwayat yang menyatakan bahwa bersama kelahiran beliau sepuluh balkon istana kisra runtuh dan api yang disembah orang majusi padam serta beberapa gereja disekitar daerah Buhairoh runtuh setelah ambles kedalam tanah. (Lihat: keterangan jelas tentang riwayat ini dalam kitab Al Sirah Al Shohihah karya DR. Akram Dhiya’ Al Umari 1/99-101).</p>
<p>Semua riwayat diatas diriwayatkan dengan jalur periwayatan yang sangat lemah sekali, sehingga tidak dapat dijadikan sandaran kuat untuk menetapkan kejadian tersebut. Adapun riwayat yang dapat dijadikan sandaran mengenai peristiwa sebelum kelahiran beliau yang menimpa ibunya adalah kisah yang diriwayatkan Ibnu Sa’ad, bahwa ibunda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> berkata: <em>Saya melihat ketika akan melahirkan bayiku cahaya yang keluar dari kemaluanku menyinari istana-istana Busyra’ di negeri Syam.</em> (Kisah ini diriwayatkan dengan sanad hasan, lihat Al Sirah Al Shohihah 1/101).</p>
<p><strong>Waktu kelahiran beliau</strong></p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dilahirkan pada hari senin, sebagaimana beliau jelaskan sendiri dalam sabdanya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">???????? ???? ?????? ?????? ???????????? ????? ????? ?????? ???????? ????? ???????? ???????? </span></p>
<p><em>Dan beliau ditanya tentang puasa hari senin, lalu menjawab: itu adalah hari kelahiranku dan hari diutusnya aku (menjadi nabi).</em>HR Muslim.</p>
<p> Dan tepat di tahun gajah , sebagaimana ditunjukkan oleh pernyataan Qais bin Makhramah :</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">???????? ????? ????????? ??????? ?????? ????? ???????? ????????? ????? ???????? ???????? ??????? ????????? ????????? ????????</span></p>
<p><em>Aku dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lahir di tahun gajah sehingga kami Liddaan, kami lahir dalam satu waktu yang </em>sama. HR Ahmad</p>
<p>Sedangkan tanggal dan bulannya masih diperselisihkan para ulama, diantara mereka ada yang merojihkan tanggal 9 Rabi’ul Awal diantaranya Al Mubarakfuri dan Mahmud Basya al Falaki dan mensetarakan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M dan ada yang menyatakan tanggal 10 dan 12 Rabui’ul Awal. Sedangkan yang masyhur dikalangan kaum muslimin adalah tanggal 12 Rabi’ul Awal dan ini pendapat Ibnu Ishaaq.</p>
<p><strong>Sambutan Sang Kakek atas kelahiran cucu laki-lakinya</strong></p>
<p>Demikianlah kelahiran beliau ditunggu keluarga dan kerabatnya, sehingga setelah Aminah melahirkan maka diutuslah seseorang memberitahukan kabar gembira ini kepada Abdul Mutholib kakek beliau. Tentunya Abdul Mutholib datang dalam keadaan berbahagia kemudian membawanya keka’bah seraya berdo’a dan bersyukur. Lalu memberi nama Muhammad, nama yang tidak dikenal dan popular dikalangan bangsa Quraisy. Ia ketika ditanya tentang sebab tidak sukanya beliau menamakan bayi tersebut dengan nama-nama keluarga dan kerabatnya maka ia menjawab bahwa ia ingin Allah memuji bayi tersebut dilangit dan orang-orang memujinya juga di permukaan bumi ini. Demikianlah sambutan kakek beliau dengan kelahiran ini. Kemudian kakeknya mengkhitannya dihari ketujuh beliau setelah kelahiran beliau sebagaimana umumnya adat kebiasan bangsa Arab waktu itu.dan menyiapkan pesta makanan untuk mensyukuri kelahiran di hari tersebut.<br />
Memang ada sebagian ulama siroh yang menyatakan bahwa beliau lahir sudah dalam keadaan dikhitan, bahkan sebagian ulam besar seperti imam Adz Dzahabi menguatkan pendapat ini, namun riwayat yang menjadi sandaran mereka sangat lemah sekali sedangkan kebahagian kakek beliau Abdul Mutholib atas kelahiran cucu laki-lakinya dan apa yang ia lakukan seperti mengkhitan, mangadakan walimah makan-makan seperti adat kebiasaan kaumnya tidak butuh dalil keabsahannya, sebab itulah adat yang berkembang ketika itu. Sehingga mengambil pendapat yang menyatakan kakeknyalah yang memberi nama, mengkhitan dan mengadakan walimah makan-makan tersebut lebih pas dan kuat. Wallahu A’lam.</p>
<p><strong>Ibu Susuan beliau</strong></p>
<p>Kemudian setelah itu beliau disusui oleh Tsuwaibah budak perempuan paman beliau Abu Lahab yang sedang menyusui anaknya yang bernama Masruuh dan sebelumnya Tsuwaibah ini juga pernah menyusukan paman beliau Hamzah bin Abdul  Mutholib serta menyusukan Abu Salamah bin Abdulasad Al makhzumie setelah menyusukan beliau. Sehingga beliau <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> memiliki saudara sesusuan melalui Tsuwaibah ini Pamannya Hamzah bin Abdul Mutholib dan sahabat beliau Abu Salamah bin Abdilaswad Al makhzumi yang juga masih saudara sepupu beliau, sebab ibu Abu Salamah ini adalah bibi Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>yang bernama Barrah bin Abdil Mutholib.<br />
Kisah tentang Tsuwaibah ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya dengan lafadz:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">???? ???? ????????? ?????? ????? ????????? ???????? ??????? ??? ??????? ??????? ??????? ??????? ?????? ????? ????????? ??????? ?????????????? ?????? ???????? ?????? ?????? ???? ???????????? ????????? ???? ?????????? ??? ?????? ??????? ??????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ?????? ??? ??????? ??? ?????? ???????? ????????? ??????? ??????? ???? ???????? ?????? ????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ?????? ?????? ??????? ???? ???????? ???? ?????? ?????????? ??? ??????? ??? ??????? ??? ???????? ????????? ????? ???? ???????????? ????????????? ??????? ???????? ?????????? ????? ?????????? ??????? ???????????? ????? ?????????????? ????? ???????? ??????????? ????????? ??????? ?????? ????? ????? ?????? ??????????? ???????????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ?????????</span></p>
<p>Dari Ummu Habibah bintu Abu Sufyan beliau berkata:<em> saya berkata: Wahai Rasulullah nikahilah saudari saya putri Abu Sufyaan lalu beliau menjawab: apakah kamu menyukai hal itu?</em> Ia menjawab<em>: Ya, sayakan tidak sendirian menjadi istrimu dan saya ingin saudariku tersebut juga merasakan bersama saya dalam kebaikan. </em>Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:<em> Sesungguhnya itu tidak halal bagiku, </em>lalu saya berkata lagi<em>: sesunguhnya telah sampai kepada kami bahwa engkau ingin menikahi putri Abu Salamah, </em>Rasulullah menyatakan<em>: Putrinya Ummu Salamah?</em> Saya menjawab<em>: Ya, , </em>maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata lagi:<em> seandainya ia bukan anak istriku yang dalam pangkuanku maka iapun tidak halal bagiku, karena ia adalah anak saudaraku sepersusuan. Tsuwaibah telah menyusukan aku dan Abu Salamah, maka janganlah kamu tawari aku dengan anak-anak kalian dan tidak juga saudari-saudari kalian.</em> Urwah bin Zubair (perawi hadits) berkata<em>: Tsuwaibah adalah budak perempuan Abu Lahab yang dimerdekakan, lalu menyusukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam</em>. (HR Al Bukhari)</p>
<p>Dijelaskan Al Hafiz Ibnu hajar <em>rahimahullah</em> dalam Fathul Bari bahwa putri Abu Sufyaan tersebut namanya Urwah.</p>
<p>Demikian kisah kelahirannya dan bersambung dengan kisah beliau dengan Halimah Al Sa’diyah Insya Allah.</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi Lc</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-‘alaihi-wasallam/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Kelahiran+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Kelahiran+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;t=Kelahiran+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Kelahiran+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam+-+http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Kelahiran+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Kelahiran+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Kelahiran+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam+-+http://b2l.me/n8emb&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Kelahiran+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Beliau%20shallallahu%20%E2%80%98alaihi%20wasallam%20dilahirkan%20pada%20hari%20senin%2C%20tepat%20di%20tahun%20gajah%2C%20sedangkan%20tanggal%20dan%20bulannya%20masih%20diperselisihkan%20para%20ulama%2C%20diantara%20mereka%20ada%20yang%20merojihkan%20tanggal%209%20Rabi%E2%80%99ul%20Awal%20diantaranya%20Al%20Mubarakfuri%20dan%20Mahmud%20Basya%20al%20Falaki%20dan%20mensetarakan%20dengan%20tanggal%2020%20atau%2022%20April%20571%20M%20dan%20ada%20yang%20menyatakan%20tanggal%2010%20dan%2012%20Rabui%E2%80%99ul%20Awal." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kelahiran-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Masjid Al Haram</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 00:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[siroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Al Haram adalah masjid yang ada padanya ka’bah, dahulu masjid ini tidak bertembok akan tetapi dikelilingi oleh rumah-rumah penduduk dari semua arah dan perluasan yang pertama terjadi pada masjid ini setelah datangnya islam yaitu pada masa pemerintahan Umar bin Al Khothob radhiyallahu 'anhu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/#more-457"><span style="color: #000000;"><strong>Sejarah Pembangunan Ka&#8217;bah dan Masjid Al Haram</strong></span></a></p>
<p>Bicara kota Makkah tidak lepas dari dua tempat suci nan istimewa yaitu Ka&#8217;bah dan Masjid al-Haram. Tidaklah lengkap bicara sejarah kota Makkah tanpa bicara sejarah pembangunan Ka&#8217;bah dan Masjid al-Haram.<span id="more-457"></span></p>
<p><strong>Pembangunan Ka&#8217;bah</strong></p>
<p>Ka’bah merupakan tempat tertinggi dan terhormat bagi kaum muslimin baik kaya atau miskin, pribadi atau masyarakat dan dimana saja mereka berada sehingga sepanjang sejarah Islam ka’bah inni terpelihara kesucciaan dan kehormataannya dan tetap menjadi pusat perhatian para pelayannya. Adapun riwayat-riwayat dalam buku-buku sejarah dan siroh yang mengungkap tentang pembangunan dan pemeliharaan ka’bah walaupun sebagian riwayat-riwayat tersebut tidak otentik ditinjau dari sudut periwayatannya telah memberikan penjelasan bahwa telah terjadi beberapa kali pembangunan dan pendirian ka’bah, yaitu:</p>
<p>1. Pembangunan dan pemeliharaan para malaikat sebagaimana yang diriwayatkan Al Azrooqy. (Lihat: Akhbaru Makkah 1/2 dan lihat As Suhaily dalam Raudhul Unfi 1/222-223 dan Ibnu Hajar dalam Fathul Baari13/144 serta Al Baihaqy dalam Ad Dalail 2/44)</p>
<p>2. Pembangunan dan pemeliharaan adam sebagaimana yang diriwayatkan Al Baihaqy dan yang lainnya. (lihat Fathul Bari 13/144)</p>
<p>3. Pembangunan dan pemeliharaan anak-anak adam sebagaimana yang diriwayatkan Al Azrooqy dan yang lainnya dari Wahb bin Munabih,dan menurut As Suhaily yang membangun adalah Syiets bin Adam. (Lihat: Akhbar Makah 1/8, Assiroh Asy Syamiyah 1/172 dan Raudhu Unfi 1/221Bidayah wan Nihayah 1/178)</p>
<p>4. Pembangunan dan pemeliharaan Ibrohim dan anaknya Ismail. Hal ini dijelaskan AlQur’an dan hadits-hadits bahkan riwayat-riwayat tersebut menjelaskan bahwa Ibrohim dan Ismail lah orang pertama yang mendirikan dan membangun ka’bah walaupun tempat ka’bah yaitu satu dataran yang tinggi lagi menonjol dari sekitarnya telah dikenal para malaikat dan para Nabi sebelum Ibrohim dan dia adalah tempat yang ditinggikan dan diagungkan dari zaman terdahulu sampai datangnya Ibrohim dan membangun pondasi serta bangunannya bersama anaknya Ismail. Adapun riwayat-riwayat yang menjelaskan bahwa ka’bah telah diabngun sebelumnya hampir semuanya mauquf kepada para shohabat atau tabi’in dan hanya diriwayatkan oleh ahli sejarah dan siroh seperti Al Azroqy, Al Fakihany dan sebagian ahli tafsir dan ahli hadits yang mereka itu tidak berpegang teguh dalam meriwayatkannya syarat-syarat keotentikannya,sehingga berkata Ibnu Katsir setelah memastikan bahwa Ibrohim dan Ismail lah orang pertama yang membangun ka’bah: <em>”Dan tidak ada stupun khobar (riwayat) yang absah (otentik) dari Al Ma’shum (Nabi) yang menjelaskan baahwa ka’bah telah dibangun sebelum Al Kholil (Ibrohim)”</em> . (Lihat: Bidayah wan Nihayah 1/178)<br />
Berkata Abu Syuhbah setelah merajihkan pendapat Ibnu Katsir <em>rahimahullah</em> :</p>
<p><em>”Tidaklah apa yang telah kami rajihkan dan ambil sebagai pendapat kami bertentangan dengan riwayat yang mengatakan bahwa tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah berhaji ke baitullah (Ka’bah)&#8221; </em>dan riwayat yang dikeluarkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dengan sanad kepada Ibnu Abbas <em>radhiyallahu ‘anhu</em> beliau berkata:</p>
<p><em>“Rasulullah telah berhaji, ketika sampai di wadi asfaan,beliau berkata:”Wahai abu bakar, wadi apa ini? Berkata Abu Bakar:”Ini adalah wadi asfaan kemudian beliua berkata:”Sungguh telah melewati wadi ini nuh, hud dan ibrahim diatas onta-onta merah mereka yang dikendalikan dengan tali kekang dan sarung-sarung mereka dari Aba’ dan selendang-selendang mereka dari nimaar berhaji ke Al Bait Al Atiiq (ka’bah)”.</em><br />
Dan apa yang telah dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dengan sanad kepada Ibnu Abbas beliau berkata:<br />
<em>“Ketika Rasulullah melewati wadi asfaan saat beliau berhaji beliau berkata:”Wahai abu bakar wadi apa ini? Berkata Abu Bakar: ”Ini adalah wadi asfaan&#8221;</em> kemudian beliau berkata: <em>”Sungguh telah melewati wadi ini hud dan soleh diatas onta-onta merah mereka yang dikendalikan dengan tali kekang dan sarung-sarung mereka dari Aba’ dan selendang-selendang mereka dari nimaar bertalbiah dan berhaji ke Al Bait Al Atiiq (ka’bah)”</em> Karena maksudnya adalah berhaji ketempat nya walaupun belum ada disana bangunannya.</p>
<p>5. Pembangunan bangsa amaaliq dan jurhum sebagaimana yang dinukil oleh As Syami dari riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ishaq bin Rahuyah dalam musnadnya, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Al Baihaqy dalam Ad Dalail dari Ali. (lihat Subul Huda wa Rasyad 1/172)<br />
Berkata As Suhaily: <em>”Dan disebutkan bahwa ka’bah dibangun dizaman jurhum sekali atau dua kali karena banjir yang telah menghancurkan tembaok ka’bah,dan itu bukan termasuk pembangunanya akan tetapi itu hanyalah perbaikan (pemugaran) dari sesuatu yang ada” </em>(Lihat: Raudhu Unfi 1/222)</p>
<p>6. Pembangunan Qushay bin Kilaab, berkata Aas Saamy: <em>”Hal itu dinukil olehAz Zubair bin Bakaar dalam kitab An Nasab dan ditegaskan hal itu oleh Abu Ishaaq Al Mawardy dalam Al Ahkaam As Sulthoniyah&#8221;.</em> (Lihat: Subul huda war rosyad 1/192)</p>
<p>7. Pembangunan bangsa Qurays dan tentang hal ini akan dijelaskan secara khusus kemudian.</p>
<p>8.Pembangunan Abdullah bin Az Zubair, sebagaimana diriwayatkan oleh Syaeikhon. (Lihat: Subul huda war rosyad 1/192)</p>
<p>Ketika Ibnu Az Zubair menetapkan rencana pembangunan kembali ka’bah yang sesuai dengan asas dan bentuk yang telah dibangun Ibrohim dan Ismail sebelum adanya perubahan dari kaum Quraisy, maka beliau sampaikan kepada kaum muslimin yang akhirnya disetujui dan kaum muslimin langsung ikut serta dalam menghancurkan bangunan ka’bah yang ada sampai rata dengan tanah lalu mereka mencari asas pondasi bangunan ka’bah yang dibangun oleh ibrohim setelah menemuinya maka mereka menegakkan tiang-tiang disekitarnya dan menutupinya dengan penutup dan mulailah mereka membangun dan meninggikan bangunan ka’bah bersama-sama serta menambah tiga hasta yang telah dikurangi kaum quraisy dan menambah tinggi ka’bah sepuluh hasta lalu membuat dua pintu dari arah timur dan barat satu untuk masuk dan yang lain untuk keluar. Hal itu sesuai dengan hadits Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> yang diriwayatkan oleh Syaikhan ( Bukhari dan Muslim), yang berbunyi:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times,times new roman,serif; font-size: large;">?? ????? ???? ?? ???? ????? ??? ??????? ????? ?????? ???? ?????? ??? ?? ???? ??? ? ?????? ?????? ? ???? ?? ???? ????? ? ???? ????? ????? ?? ???? ???????</span></p>
<p><em>Wahai Aisyah kalau bukan karena kaummu baru lepas dari kejahiliyahan sungguh aku perintahkan untuk membangun ka’bah lalu dihancurkan dan aku masukkan padanya apa yang telah dikeluarkan darinya dan aku akan rendahkan (tempelkan pintunya) dengan tanah serta aku buatkan pintu timur dan barat dan aku sesuaikan dengan asas pondasi Ibrohim.</em></p>
<p><em></em>Kemudian Al Azraqy dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Ibrohim membangun ka’bah dengan tinggi 9 hasta, panjang 32 hasta dan lebar 22 hasta tanpa atap penutup.sedang As Suhaily mengisahkan bahwa tinggi ka’bah adalah 9 hasta dari zaman Ismail, lalu ketika dibangun quraisy sebelum islam ditambah 9 hasta, maka menjadi 18 hasta lalu mereka meninggikan pintunya dari tanah sehingga tidak naik kecuali dengan tangga, kemudian ketikaa dibangun oleh Ibnu Az Zubair maka dia menambah 9 hasta sehingga menjadi 27 hasta dan ini masih sampai sekarang. (Lihat:  Tarikh Makkah 1/64, dan Raudhul Unfi 1/221)</p>
<p>10. Pembangunan Al Hajaaj bin Yusuf Ats Tsaqafy atas perintah Kholifah Abdul Malik bin Marwan Al Umawy, sebagimana diriwayatkan oleh Imam Muslim (2/972/H 1333/402) hal itu terjadi karena keraguan Abdul Malik terhadap pendengaran Abdullah bin Az Zubaair dari Aisyah hadits Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>:</p>
<p>Kalau bukan karena kaummu yang baru dari kejahiliyahan atau berkata ke kufuraan sungguh aku akan menghancurkannya (Ka’bah) dan menjadikan untuknya pintu dan aku tempelkan pintunya ketanah serta aku masukkah padanya hijir ismail.<br />
Kemudian Al Haarits bin abdullah bin Abi Robi’ah menguatkan dan membenarkan pendengaran Abdullah bin Az Zubair dihadapan Abdul Malik,maka kemuidian beliau menyesal akan penghancuran bangunan Ka’bah yang telah dibangun Abdullah bin Az Zubair dan pembangunannya kembali sebagaimana yang ada sebelumnya. (Muslim 2/972/H1333/403) Demikian juga diriwayatkan bahwa Kholifah Harun Ar Rosyid telah berencana untuk menghancurkan ka’bah dan membangunnya kembali sebagaimana bangunan Abdullah bin Az Zubair, akan tetapi Imam Malik bin Anas berkata kepadanya: <em>”Aku bersumpah demi Allah wahai amirul mukminin janganlah kamu menjadikan ka’bah ini sebagai permainan para raja setelah engkau sehingga tidaklah seorang dari mereka yang ingin merubahnya kecuali dia akan merubahnya dan kemudian hilanglah kewibawaannya dari hati-hati kaum muslimin”.</em> Lalu beliau menggagalkan rencana tersebut,sehingga ka’bah masih seperti itu sampai sekarang ini.</p>
<p><strong>Pembangunan Masjid al-Haram</strong></p>
<p>Masjid Al Haram adalah masjid yang ada padanya ka’bah, dahulu masjid ini tidak bertembok akan tetapi dikelilingi oleh rumah-rumah penduduk dari semua arah dan perluasan yang pertama terjadi pada masjid ini setelah datangnya islam yaitu pada masa pemerintahan Umar bin Al Khothob <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> ketika beliau melihat bahwa masjid tidak bisa menampung para jamaah haji dan orang yang berziarah lalu beliau membeli rumah-rumah yang ada disekitarnya untuk perluasan dan mendirikan tembok atau dinding disekeliling ka’bah setinggi manusia. (lihat Tarikh Makkah 2/28-29)<br />
Dan pada masa pemerintahan Utsman terjadi lagi perluasan demikian juga pada masa Abdullah bin Az Zubair, lalu pada masa pemerintahan bani Umayah,Walid bin Abdil Malik menambah sebidang tanah untuk masjid dan merenovasi dengan membangunnya melengkung dan menghiasinya dengan kepingan-kepingan batu dan didukung dengan tonggak-tonggak dari marmer yang dibawa dari mesir dan syiria.kemudian semasa pemerintahan bani Abassiyah,khalifah Abu Ja’far Al Manshur menambah sebidang tanah lagi untuk masjid dan membangun serambi bundar, dan ketika kholifah Al Mahdy melaksanakan haji tahun 776 H, beliau membeli rumah-rumah yang berada disekitar masjid dan tempat sa’i (mas’a) dan meratakan rumah-rumah tersebut dan menambahkannya kedalam masjid sehingga luas masjid menjadi 1200.000 hasta persegi kemudian pada masa kholifah Al Mu’tadid billah dan Al Mu’tadir billah pun terjadi perluasan akan teytapi perluasan yang cukup besar terjadi pada tahun 306 H/918 M dan setelah itutidak terjadi perluasan sampai pada pemerintahan kerajaan Saudi Arabiyah akan tetapi terjadi renovasi dan restorasi diantara masa-masa tersebut. (lihat dua kota suci, terbitan kementerian penerangan informasi luar negeri KSA, hal.10)<br />
Pemerintah Saudi Arabiyah sebagaimana pemerintah yang lainnya yang berkuasa di makkah telah memberikan perhatian yang sangat baik termasuk masjid haram sehingga pada masa raja Saud bin Abdul Aziz ditetapkan pelaksanaan perluasan besar-besaran atas masjid Al Haram yang dilaksanakan mulai dari tahun 1375 H/1955 M dan dibagi menjadi beberapa tahap:</p>
<p>1. Tahap pertama dimulai tahun 1375 H/1955 M yang mencakup beberapa realisasi pembangunan yang terpenting diantaranya:<br />
- Membongkar fasilitas tempat tinggal dan perdagangan yang berlokasi didekat tempat sa’I (mas’a) dan bangunan-bangunan yang terleetak sebelah timur Marwa serta membangun jalan baru yang membentangsepanjang shafa dan marwa ke Qarwa,Qarara dan Syamiyah.<br />
- Membangun tempat sa’i dua tingkat dengan panjang dari dalam 394,5 meter dan lebar 20 meter untuk mengakomodasi orang yang sholat dalam jumlah yang lebih banyak dengan tinggi lantai dasar 12 meter dan lantai atas 9 meter.<br />
- Membangun ditengah-tengah mas’a sebuah pagar pembatas panjang hingga menjadi dua bagian.salah satunya untuk pelaksanaan sa’i dari shafa ke marwa dan yang lain dari marwa ke shofa,guna menghindari tabrakan ketika pelaksanaan sa’i.<br />
- Membuat 16 pintu yang menghadap ke timur mas’a.dua tempat masuk untuk lantai atas: satu untuk shafa dan satu untuk marwa. Dari dalam telah dibangun dua jenjang masuk dari dalam masjid, satu dekat pintu (bab) al-shofa dan yang lain dekat pintu (bab) al-salam dan dibawah tanah dibangun ruangan setinggi 3,5 meter .<br />
- Membangun saluran khusus untuk mencegah banjir.</p>
<p>2. Tahap kedua dimulai tahun 1379 H/1959 M, diantaranya:<br />
- Membangun fondasi serambi bagian timur dan dindingnya dilapisi marmer,sementara kubah dan plafon dengan batu-batu pahatan.<br />
- Menyelesaikan bagian yang belum selesai pada pembuatan saluran air pencegah banjir.<br />
- Membangun gang melingkar diatas shofa yang sesuai dengan tingkat atas serambi bagian timur mas’a dan antara serambi dan mas’a dihubungkan dengan plafon bundar yang berbentuk kubah.gang ini dikhususkan untuk mereka yang masuk melalui pintu (bab) al-Shofa yang baru menuju ke kedua lantai.</p>
<p>3. Tahap ketiga dimulai pada tahun 1318 H/1981 M diantaranya adalah:<br />
- Membangun bagian kedua serambi barat daya dan menyelesaikan lantai bawahnya.<br />
- Membangun serambi utama didaerah yang membentang dari pintu (bab) Al-Umroh ke pintu (bab) Al-Salam.<br />
- Menyelesaikan pembangunan bawah tanah yang dibangun di bawah masjid al-haram, kecuali mas’a.</p>
<p>Setelah mas’a dimasukkan ke masjid al-haram, luas lantai atas dan lantai bawah masing-masing 8.000 m2 lima halaman masjid untuk umum juga telah dibangun sekitar masjid yang sekarang mempunyaoi 64 pintu, serta sejumlah terowongan dari semua jurusan yang dilengkapi dengan toilet dan tempat-tempat berwudhu.areal masjid haram setelah diperluas menjadi 193.000m2. sebelumnya seluas 29.127 m2, yaitu bertambah seluas 131.041 m2.ini membuat masjid mempu menampung 400.000 orang yang sholat. Perluasan ini meliputi restorasi ka’bah, areal tempat tawaf (al-mathof) dan merenovasi Maqom Ibrohim. Kemudian pada pemerintahan raja Fahd bin Abdul Aziz terdapat perluasan dan perbaikan arsitektur masjid haram termasuk menggabungkan bagian baru kepada masjid yang sekarang dari arah barat diareal pasar kecil antara pintu (bab) al-umroh dengan pintu (bab) al-malik. Areal perluasan bangunan ini seluas 57.000 m2 yang terdiri dari lantai bawah tanah, lantai dasar dan lantai satu. Areal ini dapat menampung 190.000 orang sholat.<br />
Proyek ini termasuk menyelesaikan halaman-halaman luar yang terdiri dari halaman yang tertinggal dekat pasar kecil dan halaman yang berlokasi sebelah timur mas’a dengan areal seluas 59.000 m2. Areal ini dapat mengakomodasikan 130.000 orang sholat. Maka areal masjid setelah perluasan sekarang, atap dan halaman seluas 328.000 m2 yang dapat mengakomodasikan 730.000 orang shalat.<br />
Perluasan bangunan ini memiliki satu pintu masuk utama dan 18 pintu biasa. Disamping itu, bangunan yang yang telah ada memiliki 3 pintu masuk utama dan 27 pintu biasa. Dalam merancang bangunan perluasan ini adalah dengan membangun dua pintu masuk untuk ruang bawah tanah di samping 4 pintu masuk yang telah ada. Bangunan perluasan ini juga mempunyai dua menara setinggi 89 meter yang didisain arsitektur dan materialnya sama dengan tujuh menara sebelumnya.Untuk fasilitas jalan masuk orang-orang sholat ke atap bangunan perluasan pada musim-musim tertentu, telah dibangun 2 eskalator, satu terletak sebelah utara dan yang lain sebelah selatan dengan areal masing-masing 375 m2. Kedua bangunan ini mempunyai 2 set eskalator yang masing-masing berkapasitas 15.000 orang per jam. Ini disamping dua set eskalator dalam bangunan itu yang masing-masing berada dekat dengan pintu masuk utama. Eskalator-eskalator ini ditambah dengan 8 buah tangga dibangun untuk mempermudah gerakan jamaah haji dan orang sholat. Maka masjid haram dan perluasan bangunannya telah memiliki tujuh eskalator, tersebar diseluruh penjuru masjid guna melayani pengunjung lantai pertama. Setiap lantai bangunan memiliki 492 tiang yang semuanya dilapisi dengan marmar dengan tinggi 4,3 meter untuk lantai dasar dan 4,7 meter untuk lantai pertama. Dasar tiang-tiang berbentuk segi enam. Bagian muka bangunan perluasan, tinggi 20,96 meter dihiasi dengan prasasti Islami terbuat dari marmer dan batu-batu buatan.<br />
Masjid Al-Haram sekarang terdiri dari 3 lantai, lantai bawah tanah tingginya 4 meter, lantai dasar dan lantai satu masing-masing setinggi 10 meter. Atap perluasan masjid semuanya dilantai dengan marmer hingga dapat dipergunakan untuk sholat.<br />
Tiga kubah bagi perluasan masjid itu berlokasi di tengah-tengah sejajar dengan pintu masuk utama, tingginya 13 meter, dan sekitarnya dibuat jendela-jendela celah. Bentuk luar kubah-kubah ini sama dengan kubah-kubah yang telah ada.<br />
Perluasan yang dilakukan oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz terus dilakukan dengan memperluas masjid dengan pengembangan horisontal dari lantai-latai yang sudah ada: ruang bawah tanah, lantai dasar, lantai satu dan atap. Ruangan awah tanah semuanya terletak dibawah permukaan tanah secara mekanis telah diperlengkapi dengan ventilasi udara . Sementara itu lantai dasar dan lantai satu berada diatas permukaan tanah. Ventilasi udaranya dibuat alami melalui jendela yang saling berlawanan.</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi Lc</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid.com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/&amp;title=Mengenal+Masjid+Al+Haram" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/&amp;title=Mengenal+Masjid+Al+Haram" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/&amp;t=Mengenal+Masjid+Al+Haram" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Mengenal+Masjid+Al+Haram+-+http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/&amp;title=Mengenal+Masjid+Al+Haram" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/&amp;title=Mengenal+Masjid+Al+Haram" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Mengenal+Masjid+Al+Haram+-+http://b2l.me/n8vyn&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Mengenal+Masjid+Al+Haram&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Masjid%20Al%20Haram%20adalah%20masjid%20yang%20ada%20padanya%20ka%E2%80%99bah%2C%20dahulu%20masjid%20ini%20tidak%20bertembok%20akan%20tetapi%20dikelilingi%20oleh%20rumah-rumah%20penduduk%20dari%20semua%20arah%20dan%20perluasan%20yang%20pertama%20terjadi%20pada%20masjid%20ini%20setelah%20datangnya%20islam%20yaitu%20pada%20masa%20pemerintahan%20Umar%20bin%20Al%20Khothob%20radhiyallahu%20%27anhu" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masijid-al-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Makkah</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 02:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[siroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah perkembangan kota makkah berawal dari hijrohnya Ibrohim 'alaihis salaam dari Iraq ke Syam, kemudian dari Syam ke Mesir dengan membawa risalah tauhid dan beliau ditemani oleh istrinya yang setia lagi cantik jelita saarah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><P><A href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/#more-428"><FONT color=#000000><STRONG>1. Letak Kota Makkah.</STRONG></FONT></A></P></p>
<p>Kota Makkah terletak di perut lembah, yang dikelilingi oleh bukit-bukit dari segala arah, dari sebelah timur membentang bukit Abu Qubais (Jabal Abu Qubais) dan dari barat dibatasi oleh dua bukit (gunung) Qa’aiqa’ dan keduanya berbentuk bulan sabit mengelilingi perkampungan Makkah. <span id="more-428"></span>Dan dikenal bagian yang rendah dari lembah tersebut dengan Al-Bathhaa’ yang ada padanya Ka’bah dan dikelilingi oleh rumah-rumah orang Quraisy, sedangkan bagian yang tinggi dikenal dengan Al-Mu’alaah dan pada bagian ujung-ujung kedua bukit yang berbentuk bulan sabit tersebut dibangun rumah-rumah sederhana milik orang Quraisy Dzawaahir yaitu orang-orang pedalaman (A’rob) Quraisy yang miskin dan merupakan serdadu-serdadu perang, akan tetapi mereka ini dibawah kaum Quraisy Bathhaa’ (yang tinggal di bathhaa’) dalam kebudayaan, kekayaan dan martabatnya. (lihat <em>As Siroh An Nabawiyah As Shahihah</em> oleh Akrom Dhiya&#8217; Al Umary hal:1/77).</p>
<p><strong>2. Sejarah Perkembangan kota makkah</strong></p>
<p>Sejarah perkembangan kota makkah berawal dari hijrohnya Ibrohim &#8216;<em>alaihis salaam </em>dari Iraq ke Syam, kemudian dari Syam ke Mesir dengan membawa risalah tauhid dan beliau ditemani oleh istrinya yang setia lagi cantik jelita saarah.<br />
Di mesir terdapat seorang raja yang sangat rakus terhadap wanita cantik, sehingga tidak ada seorang wanita cantik yang masuk mesir kecuali dia akan mengambilnya, tetapi Allah <em>ta’ala </em>menghendaki keselamatan Saarah dari kerakusan sang raja, sehingga akhirnya sang raja menghadiahkannya seorang wanita untuk membantunya yang bernama Haajar. ( Lihat Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari oleh Ibnu Hajar13/134-135)<br />
Dan ketika Ibrohim telah memasuki usia senja dan rambutnya telah memutih, sedangkan Saarah mandul, maka Saarah menghadiahkan Haajar kepada suaminya agar dinikahi, dengan harapan mudah-mudahan Allah ta’ala memberikan keturunan yang sholih untuknya dan dengan kehendak Allah <em>ta’ala</em> lahirlah seorang anak dari Haajar yang diberi nama Isma’il. (Lihat: Akhbar Makkah 1/54,dengan sanad yang lemah)<br />
Kemudian hal itu membuat Saraah cemburu, hingga bersumpah akan memotong-motong Haajar menjadi tiga bagian. ( Lihat Fathul Bari 13/134-135). Lalu Haajar lari bersama suami dan anaknya yang masih menyusui, sampai berada disuatu tempat yang didirikan padanya Kaabah (Makkah), di tenda diatas Zam-zam, dan tidak ada seorangpun di makkah ketika itu, dan tidak ada juga air padanya, lalu Ibrohim memberikan bekal satu kantung kulit yang berisi korma dan satu kantung air yang berisi air minum, lalu beliau pergi meninggalkan Haajar, lalu Haajar mengikutinya, dan berkata: <em>&#8220;Wahai</em> <em>Ibrohim, kemana Engkau pergi, dan meninggalkan kami di lembah yang tidak ada seorang manusiapun dan tidak ada jua yang lain? &#8220;</em> dan dia mengulangi pertanyaaannya tersebut berkali-kali, dan Ibrohim tidak menoleh kepadanya sedikitpun,sampai berkata Haajar: <em>”Apakah Allah ta’ala yang memerintahkan Engkau berbuat demikian? ”</em>Ibrohim menjawab : <em>”benar”</em>, lalu berkata Haajar: <em>”Kalau begitu Allah tidak akan membiarkan kami!”.</em> Kemudian Haajar pulang kembali ketempatnya, lalu pergilah Ibrohim, sesampainya dia di Ats-Tsaniyah , dia menghadapkan wajahnya ke tempat Ka’bah, kemudian berdo’a:<em></em></p>
<p><em>”Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”.</em> (Surat Ibrohim 14:37)</p>
<p>Tidak lama kemudian habislah perbekalan air yang dimiliki Haajar, lalu mereka berdua kehausan, lalu beliau tidak ingin melihat anaknya yang sedang dalam keadaan kehausan, maka dia berjalan sampai tegak berdiri diatas bukit yang paling dekat darinya, yaitu Shofa, kemudian menghadap ke lembah untuk melihat apakah ada orang yang lewat, ketika tidak melihat seorangpun, dia turun dari Shofa hingga jika sampai lembah beliau mengangkat ujung pakaiannya kemudian berlari kencang sampai melewati lembah tersebut, kemudian dia menaiki bukit Marwa kemudian menghadap ke lembah untuk melihat apakah ada orang yang lewat, dan tidak melihat seorangpun, lalu dia melakukannya tujuh kali dan pada akhir yang ketujuh,datanglah Jibril dan mulai mencari dengan tumitnya atau dengan sayapnya tempat Zamzam, sampai tampak airnya,kemudian Haajar langsung mengeruknya dan mengambil airnya dengan kedua telapak tangannya untuk minum dan zam-zam tersebut berceceran setelah diambil oleh Haajar. Dan  Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda:</p>
<p align="right"><span style="font-size: large; font-family: times, times new roman, serif;">????? ???? ???????? ???? ?????? ????????????? ????????????? ?????????? ???? ?????? ????????????? ????????? ?? ???????? ???? ?????? ????????? ????????? ?? ???????? ???? ???????? ?????? ??????? ?? ???????????? ???? ?????? ???????.</span></p>
<p><em>Semoga Allah merahmati Ummu Isma’il, kalaulah tidak tergesa-gesa maka niscaya Zamzam menjadi sumber air yang mengalir </em>(Hadits Shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari, lihat Fathul Bari 13/140,No. 3362).</p>
<p>Kemudian Haajar minum dan menyusui anaknya Isma’il, dalam keadaan yang seperti ini, lewatlah sekelompok orang dari kabilah Jurhum dari Yaman dari Arab Qohthoniyah, ketika mereka mendapatkan air tersebut,maka mereka meminta izin kepada Haajar untuk diperbolehkan tinggal menetap bersamanya, maka Haajar mengizinkan mereka, lalu mereka memanggil keluarga mereka agar supaya menetap di Makkah dan merekapun tinggal di Makkah dan Ismail tumbuh menjadi pemuda diantara mereka. Dan belajar bahasa arab dari mereka kemudian setelah dewasa mereka menikahkannya dengan seorang wanita dari mereka. Setelah itu Ibrohim ke Makkah akantetapi tidak mendapatkan Ismail dirumahnya, dan istri Ismail menceritakan bahwaIsmail sedang keluar untuk satu keperluan,dan ketika beliau menanyakan tentang kehidupannya, mengadulah istri Ismail akan pahitnya kehidupan yang mereka berdua hadapi dari kesulitan dan kemiskinan, lalu Ibrohim mewasiatkan agar menyampaikan salam kepada Ismail dan mengatakan supaya dia merubah ambang pintu rumahnya. Ketika Ismail pulang, istrinya menceritakan apa yang telah terjadi dan Ismail mengetahui bahwa itu adalah bapaknya danfaham maksud pesan-pesan bapaknya, lalu beliau menceraikan istrinya tersebut dan menikah lagi dengan wanita lain. Dan agak lama kemudian Ibrohim mengunjungi anaknya di Makah dan tidak mendapatkan Ismail dirumahnya dan bertanya kepada istrinya tentang kehidupan mereka berdua, lalu dia memuji Allah ta’ala atas segala limpahan yang diberikan kepada keduanya dari keluasan rizki. Kemudian Ibrohim berwasiat agar menyampaikan salam kepada Ismail dan mengatakan supaya dia menetapkan ambang pintu rumahnya. Dan ketika beliau datang, maka istrinyapun menceritakan apa yang telah terjadi dan mengertilah Ismail itu adalah bapaknya dan mengerti pula pesan-pesannya.<br />
Kemudian sekian lama Ibrohim tidak mengunjungi Makkah, lalu kembali mengunjungi anaknya Ismail dan mendapatkan anaknya di belakang zamzam sedang memperbaiki panahnya dibawah tenda yang besar dekat dengan zam-zam, dan ketika beliau melihatnya maka Ismail menyambut bapaknya sebagaimana layaknya seorang anak yang telah sangat lama tidak berjumpa dengan bapaknya dan demikian juga Ibrohim bersikap seperti itu. Lalu Ibrohim meminta anaknya Ismail untuk membantunya melaksanakan perintah Allah yaitu membangun Ka’bah ditempat yang agak tinggi di dekat zamzam, maka waktu itu Ibrohim yang membangunnya dan Ismail yang membantu membawakan batu-batunya kepada bapaknya sampai meninggi bangunan tersebut, lalu beliau membawakan batu Maqom untuk berpijak bagi Ibrohim, dan berpijaklah Ibrohim padanya, kemudian keduanya berdo’a dan keduanya sedang membangun:</p>
<p><em>Ya Rabb kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui</em>. (Surat AL Baqorah. 2:127)</p>
<p>Dan ketika selesai keduanya dari membangun ka’bah, Allah <em>ta’ala</em> perintahkan Ibrohim untuk menyeru manusia melaksanakan haji, dengan firmanNya:</p>
<p><em>Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,niscaya mereka akan datang kepadamudengan berjalan kaki,dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. </em>(Surat Al Hajj. 22:27)</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ibrohim mendaki bukit Abi Qubais atau Al hijr atau Ash Shofa dan memanggil dengan nama Allah sambil berkata: ”<em>Wahai manusia ! sesungguhnya Robb kalian telah membangun untuk kalian rumah, maka berhajilah kepadanya”</em>.</p>
<p>Lalu Allah memperdengarkan panggilannya kepada semua makhluk dan siapa yang Allah telah mudahkan untuk berhaji sampai hari kiamat akan menjawab panggilan tersebut dengan mengatakan:</p>
<p align="right"><span style="font-size: large; font-family: times, times new roman, serif;">???? ????? ????</span></p>
<p><em>“Saya terima panggilan Engkau wahai Allah, saya terima panggilan Engkau”</em></p>
<p>Demikainlah Ismail hidup berdampingan dengan ka’bah bersama keluarga mertuanya yaitu Jurhum sampai Allah utus belia sebagi Rasul untuk mereka dan seluruh Hijaz dari kabilah ‘amaliq dan Ahli Yaman. (Lihat Al Bidayah oleh Ibnu Katsir 1/209 dengan tanpa sanad).</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman:</p>
<p><em>Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam al-Qur&#8217;an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.</em> (Surat Maryam 19:54)</p>
<p>Dari perkawinan Ismail dengan putrinya Mudhoodh lahirlah dua belas putra yaitu: Naabit atau Nabaayut, Qaidaar, Adbaa’iil, Mabsyaam, Masymaa’, Dumaa, Misyaa, Hadad, Yatma, Yathur dan Nafiis serta Qaidamaan. Dari mereka inilah kemudian berkembang anak turunan Ismail menjadi dua belas kabilah, yang semuanya menetap di makkah dengan mata pencahariannya adalah berdagang dari negeri-negeri Yaman sampai negeri Syam dan Mesir. Akan tetapi dari anak turunan Ismail ini hanya Naabit dan Qaidaar lah yang masih dapat terdeteksi sejarahnya.<br />
Naabit adalah anak Isma’il yang Allah pilih untuk menjadi bapak yang akan menurunkan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> kelak dikemudian hari, akan tetapi silsilah nasab antara dia dengan Adnan itu tidak dapat di pastikan keakuratannya. Dan Rasulullah telah menetapkan nasab beliau sampai Adnan saja, adapun nasab Adnan sampai Isma’il masih dalam perselisihan para ulama. Ketika Isma’il meninggal beliau dimakamkan disisi ibunya,dan umur beliau 137 tahun,dan seluruh Arab Hijaz berintisab kepada Qaidzar dan Naabi (Lihat: Al Bidayah 1/210).<br />
Adnan adalah kakek yang ke dua puluh satu dari silsilah nasab Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> kemudian lahir dari beliau Ma’ad dan dari Ma’ad Nizar, lalu Nizar memiliki empat orang anak yang kemudian berkembang menjadi empat kabilah besar yaitu: Iyad, Anmar, Rabi’ah dan Mudhor. Dan dari dua kabilah besar yang terakhir inilah lahir banyak marga dan suku-suku, dari Rabi’ah ada Asad, Anzah, Abdul Qais, Wail dan dua anaknya Bakr dan Taghlib, Hanifah dan lain-lainnya.<br />
Sedangkan kabilah Mudhor berkembang menjadi dua masyarakat yang besar Yaitu: Qais ‘Ailaan bin Mudhor dan Marga-marga Ilyas bin Mudhor. Dari Qais’Ailaan ada Bani Saliim, Bani Hawaazin, Bani Ghothofan dan dari ghothofan ada ‘Abs, dzibyaan, Asyja’ dan Ghony bin A’shar. Dan dari Ilyas bin Mudhor ada amim bin Murroh, Hudzai bin Mudrikah, Bani Asad bin Khuzaimah dan marga-marga Kinanah bin Khudzaimah,dan dari Kinanah ada Quraisy yaitu anak turunan Fihr bin Maalik bin Nadhor bin Kinanah<br />
Quraisy terbagi menjadi beberapa kabilah, yang terkenal adalah: Jumah, Sahm, Ady, Makhzum, Taim, Zahroh dan suku-suku Qushay bin Kilab yaitu Abdud-Dar bin Qushay, Asad bin Abdul Uzza bin Qushay dan Abdi Manaf bin Qushay. Abdi Manaf memiliki empat anak yaitu: Abdis Syams, Naufal, Al Muthalib dan Hasyim dan Hasyim adalah keluarga yang dipilih Allah untuk lahir darinya Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wasallam</em>, beliau bersabda:</p>
<p align="right"><span style="font-size: large; font-family: times, times new roman, serif;">????? ???? ???????? ???? ?????? ????????????? ????????????? ?????????? ???? ?????? ????????????? ????????? ?? ???????? ???? ?????? ????????? ????????? ?? ???????? ???? ???????? ?????? ??????? ?? ???????????? ???? ?????? ???????.</span></p>
<p><em>Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari anak Ibrohim dan memilih kinanah dari anak Ismail dan memilih Quraisy dari bani kinanah dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan memilihku dari Bani Hasyim. </em>(Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim dan At Tirmidzi).</p>
<p>Telah kita ketahui bahwa asal penduduk Makkah adalah bangsa Jurhum,yang tinggal bersama Haajar dan Isma’il dan mereka memerintah Makkah setelah Isma’il, akan tetapi mereka tidak dapat menjaga kehormatan kota suci tersebut, maka tersebarlah kejahatan dan kerusakan padanya dan banyak diantara mereka yang merampok harta Kabah. Ketika sebagian bangsa Arab Yaman berpencar-pencar setelah terjadi bencana banjir yang dahsyat yang dikenal dengan nama Sailil Arim, berhijrahlah Tsa’labah bin ‘Amr bin ‘Aamir bersama kaumnya ke Makkah akan tetapi mereka ditolak oleh Jurhum,maka terjadilah pertempuran yang sengit diantara mereka dan diakhiri dengan kekalahan Jurhum. Dan akhirnya mereka menetap di Makkah. Ketika Tsa’labah sakit dia pindah ke Syam dan yang memerintah Makkah dan menjaga Ka’bah adalah saudaranya yaitu Rabi’ah bin Haaritsah bin ‘Amr yang terkenal dengan Luhay, dan dikenal kaumnya dengan nama Khuzaa’ah, dan bergabung bersama mereka anak turunan Isma’il bin Ibrohim yang mereka itu tidak ikut dalam pertempuran dengan Jurhum.<br />
Berkuasa Khuzaa’ah di Makkah sekitar 300 tahun dan pada masa mereka inilah terjadi awal penyembahan berhala di Hijaz, dengan sebab pemimpin mereka ‘Amr bin Luhay ketika mengunjungi Syam menjumpai ‘Amaliq di Mu’ab satu tempat dari negeri Al Balqa’ menyembah berhala dan mereka berkata kepadanya bahwa mereka menyembah berhala-berhala itu karena mereka meminta hujan kepadanya maka dia turunkan hujan, mereka meminta pertolongan maka dia menolong mereka,lalu dia meminta sebuah berhala dari mereka dan mereka memberikannya berhala Hubal,kemudian ‘Amr bin Luhay membawanya ke Makkah dan memerintahkan manusia untuk menyembahnya dan mengkramatkannya,dan merekapun mentaatinya lantaran ‘Amr bin Luhay adalah pemimpin mereka yang mereka taati.<br />
Rasulullah <em>shallallahu’alaih wasallam</em> bersabda tentang Amr bin Luhay:</p>
<p align="right"><span style="font-size: large; font-family: times, times new roman, serif;">???? ???? ?? ??? ??? ???? ?? ?????</span></p>
<p><em>Aku telah melihat ‘Amr bin Luhay menarik-narik ususnya di neraka.<br />
</em>Hadits riwayat Muslim 4/21911,No:2856.</p>
<p>Dan dari sinilah penduduk Makkah mulai mengenal penyembahan berhala dan akhirnya merebak dan menjadi suatu pemahaman agama yang sangat kuat pada mereka. Dan ketika anak turunan Ismail menyebar kenegeri-negeri mereka membawa batu-batu makkah untuk mereka keramatkan, dimana mereka tinggal mereka latakkan dan mereka thowafi seperti mereka thowaf di Ka’bah sampai akhrnya mereka menyembah semua batu-batuan yang mereka sukai dan kagumi, kemudian terjadi pergantian generasi dan mereka lupa dengan agama nenek moyang mereka Ibrohim ‘alaihis salaam. (Lihat: Al Bidayah 2/205). Pada masa kekuasaan Khuza’ah ini, kaum Quraisy masih berpecah-pecah sampai dipimpin oleh Qushay bin Kilaab dan beliau berhasil menyatukan kaum Quraisy dan memerangi Khuzaa’ah dengan dibantu oleh Qudhaa’ah dalam merebut kekuasaan ka’bah dan bangsa arab yang lainnya pun ikut intervensi dalam permasalahan ini,sampai akhirnya terjadi peradilan dan dimenangkan oleh Qushay bin Kilaab. Dan dari sinilah terangkat kedudukan kaum Quraisy diantara bangsa arab Al Azraaq, (Lihat: Akhbar Makkah 1/103-107).<br />
Berkata Al Mubarokfury: <em>”Tentang diri Qushay ini dikisahkan bahwa bapaknya meninggal dunia saat beliau masih kecil dalam asuhan ibunya.Lalu ibunya kawin lagi dengan seorang laki-laki dari bani Udzrah,yaitu Rabi’ah bin Haraam,yang kemudian membawanya ke perbatasan Syam. Setelah Qushay menginjak remaja,dia kembali ke Makkah,yang saat itu dipimpin oleh Hualil bin Hubsyah dari bani Khuzaa’ah,lalu Qushay melamar putri Hulail yang bernama Hubba dan ternyata lamarannya diterima dengan baik olehnya. Maka dia menikah dengan putri Hulail. Setelah Hulail meninggal, terjadi peperangan antara Khuza’ah dengan Quraisy,yang akhirnya membawa Qushay menjadi pemimpin Makkah dan menangani urusan Baitul Haram.<br />
Ada tiga riwayat yang menjelaskan sebab meletusnya peperangan ini,yaitu:<br />
1. Setelah Qushay mempunyai banyak anak dan hartanyapun berlimpah ruah, bersamaan dengan itu Hulail meninggal dunia,maka dia merasa bahwa dialah yang lebih berhk berkuasa di Makkah dan menangani urusan Ka’bah dari pada Bani Khuzaa’ah dan Bani Bakr, sedangkan Quraisy adalah pemimpin dan pelopor anak keturunan Isma’il.Maka dia melobi pemuka-pemuka Quraisy dan Bani Kinanah agar mengusir bani Khuzaa’ah dan bani Bakr,lalu mereka menerima hal tersebut.<br />
2. Sesungguhnya Hulail -menurut pengakuan Khuzaa’ah- telah mewasiatkan kepada Qushay untuk menangani urusan Ka’bah dan Makkah.<br />
3. Sebenarnya Hulail telah menunjuk putrinya Hubba sebagai pemegang urusan Ka’bah,dan Abu Ghibsyaan Al Khuza’y sebagai wakilnya,lalu Abu Ghibsyaan melaksanakan tugas pemeliharaan Ka’bah sebagai wakil dari Hubba.Ketika Hulail meninggal dunia, Qushay membeli kewenangan mengurus Ka’bah dari Abu Ghibsyaan dengan satu kendi besar khamar(Arak) dan Bani Khuzaa’ah tidak menerima jual beli tersebut dan berusaha mencegah Qushay dari kekuasaan mengurus Ka’bah,lalu Qushay mengumpulkan pemuka-pemuka Quraisy dan Bani Kinanah untuk mengusir mereka dari Makkah dan mereka menyetujuinya.”</em> (Lihat: Rahiqul Makhtum hal 29-30).</p>
<p>Apapun sebabnya, yang jelas setelah meninggalnya Hulail terjadi pertempuran antara Khuza’ah dengan Quraisy, yang akhirnya membawa Qushay menjadi pemimpin Makkah dan menangani urusan Baitul Haram, setelah melalui pertumpahan darah dari kedua kelompok,dan dikisahkan bahwa mereka mengangkat Ya’mar bin Auf dari bani Bakr sebagai hakim untuk mendamaikan mereka dan dia menetapkan bahwa Qushay lah orang yang berhak untuk menangani urusan Ka’bah dan berkuasa atas Makkah.<br />
Qushay berkuasa di Makkah dan menangani Ka’bah pada pertengahan abad kelima Masehi ,tepatnya pada tahun 440 M. Lalu dia menjadikan Makkah sebagai pemukiman kaum Quraisy dan tinggallah semua suku dari kam Quraisy serta didirikan rumah-rumah mereka di Makkah. Dan mengaturnya serta membangun Darun Nadwah disebelah utara Ka’bah yang dijadikan sebagai tempat pertemuan orang-orang Quraisy untuk membicarakan masalah-masalah penting mereka. Kemudian dia memiliki kepemimpinan yang utuh dalam pengaturan kota Makkah dan dalam masalah agama,sehingga dia menjadi pemimpin agama di Baitul-harom,yang menjadi tujuan kedatangan semua bangsa Arab dari segala penjuru.<br />
Dengan demikian Qushay telah memimpin beberapa jabatan dan wewenang yaitu:<br />
1. Sebagai pemimpin di Darun Nadwah. Ditempat ini para pemimpin Quraisy mengadakan musyawarah untuk membicarakan dan memecahkan masalah-masalah penting yang mereka hadapi dan juga untuk menikahkan anak-anak putri mereka<br />
2. Sebagai pemegang panji atau bendera perang (liwa’)<br />
3. Sebagai pemegang jabatan Hijabah (wewenang menjaga pintu Ka’bah),maka tidak ada seorangpun yang boleh membuka pintu Ka’bah kecuali dia.<br />
4. Sebagai pemberi minum orang-orang yang menunaikan haji (Saqaaah)<br />
5. Sebagai penerima dan penjamu orang-orang yang menunaikan haji (Rifaadatul Hajj).</p>
<p>Ketika menginjak usia tua, Qushay menyerahkan semua urusan kewenangan dan kepemimpinan kepada anaknya yang tertua Abdud-Dar. Dimasa hidupnya semua perbuatan Qushay tidak pernah ditentang dan dibantah, demikian juga setelah matinya,sehingga semua itu seperti layaknya agama yang harus diikuti oleh kaum Quraisy sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa dan ketinggian martabatnya.<br />
Setelah meninggalnya Qushay, segala tugas dan wewenang tersebut dilaksanakan oleh anak-anaknya tanpa ada perselisihan sedikitpun,akan tetapi setelah meninggalnya Abdud-Dar dan saudara-saudaranya yaitu Abdi Manaf, Abdi Syams, Abdul ‘Uza, terjadi perselisihan dan perseteruan diantara anak-anak mereka, kemudian pecah menjadi dua kelompok, kelompok pertama membela bani Abdudar dan yang lain membela bani Abdumanaf. Lalu kelompok pembela bani Abdumanaf bersumpah setia dengan memasukkan tangan mereka ke bejana yang berisi minyak wangi, kemudian tangan-tangan tersebut mengusap rukun-rukun kabah, maka mereka disebut Hilpul Muthibiin. Sedangkan bani Abdudar dan pendukung-pendukungnya,mereka mengeluarkan bejana yang penuh berisi darah, lalu mereka melakukan apa yang telah dilakukan bani Abdumanaf dan pendukung-pendukungnya,maka mereka dinamakan Al Ahlaaf. Kemudian akhirnya kekuasaan dibagi-bagi,bani Abdumanaf mendapat kekuasaan atas Saqayah, Rifadah dan Qiyadah, sedangkan yang lainnya untuk bani Abdudar.<br />
Kekuasaan-kekuasaan ini terus dipegang mereka turun-temurun hingga datangnya <em>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.</em></p>
<p>(Disarikan dari kitab Assiroh Annabawiyah Fi Dhu’i Al Mashodir Al Ashliyah oleh Mahdi Rizqullah Ahmad hal 47-50 dan Rohiqul Makhtum 29-34)</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi Lc</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/&amp;title=Kota+Makkah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/&amp;title=Kota+Makkah" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/&amp;t=Kota+Makkah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Kota+Makkah+-+http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/&amp;title=Kota+Makkah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/&amp;title=Kota+Makkah" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Kota+Makkah+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Too many connections&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Kota+Makkah&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Sejarah%20perkembangan%20kota%20makkah%20berawal%20dari%20hijrohnya%20Ibrohim%20%27alaihis%20salaam%20dari%20Iraq%20ke%20Syam%2C%20kemudian%20dari%20Syam%20ke%20Mesir%20dengan%20membawa%20risalah%20tauhid%20dan%20beliau%20ditemani%20oleh%20istrinya%20yang%20setia%20lagi%20cantik%20jelita%20saarah." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/kota-makkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Sebelum Kenabian</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 07:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[siroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

<P align=right><FONT face="times, times new roman, serif" size=5>??????? ????? ?????? ????? ?????? ????????? ???????????? ?????????? ???????????? ?????? ???????? ???? ?????? ??????????</FONT></P>

Sesungguhnya Allah melihat kepada penduduk bumi kemudian mereka baik Arab maupun Ajamnya kecuali sebagian kecil dari kalangan ahli kitab. Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al Jannah Wa Sifat Na’imiha, hadits No.5109.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/#more-388"><span style="color: #000000;"><strong>Keadaan Alam Ketika Diutusnya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em></strong></span></a></p>
<p>Manusia pada abad ke-6 dan ke-7 masehi, hidup dalam kegelapan dan kebodohan, ketika telah tersebar merata paganisme, khurafat, fanatisme kebangsaan, rasialisme dan kesenjangan antara tingkatan kehidupan manusia dalam tatanan sosial kemasyarakatan dan politik serta penyimpangan-penyimpangan yang sangat jauh dari fitrahnya mereka.<span id="more-388"></span> Kemudian semua pemikiran dan ajaran yang membawa kepada perbaikan manusia baik yang datang dari para Nabi dan Rasul yang diturunkan kepada mereka ataupun dari para tokoh cendikiawan dan ahli hikmah yang masih berada diatas fithrohnya yang benar telah tersimpangkan dan dibuang jauh-jauh dari kehudupan mereka, sehingga benar-benar mereka menjadi masyarakat yang rusak dan jauh dari kebenaran. Keadaan ini merata kecuali pada sekelompok ahli kitab yang masih berpegang teguh dengan agama mereka yang benar dan belum tersimpangkan, namun mereka inipun telah habis seluruhnya atau sebagian besarnya menjelang kenabian Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>. Hal ini digambarkan oleh Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> dalam sabdanya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">??????? ????? ?????? ????? ?????? ????????? ???????????? ?????????? ???????????? ?????? ???????? ???? ?????? ??????????</span></p>
<p><em>Sesungguhnya Allah melihat kepada penduduk bumi kemudian mereka baik Arab maupun Ajamnya kecuali sebagian kecil dari kalangan ahli kitab.</em> Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al Jannah Wa Sifat Na’imiha, hadits No.5109.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> berkata: <em>“Ketahuilah sesungguhnya Allah ta’ala telah mengutus nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam kepada seluruh makhluk pada zaman fatroh dalam keadaan telah murka kepada penduduk bumi baik arab atau a’jamnya kecuali sisa ahli kitab. Merekapun telah meninggal dunia seluruhnya atau hampir seluruhnya menjelang kenabiannya. Manusia ketika itu, adalah satu dari dua keadaan: Ahli kitab yang berpegang teguh kepada kitab, ada kalanya sudah dirubah dan dihapus hukumnya dan ada kalanya agama yang telah lenyap, yang sebagiannya tidak diketahui dan yang lainnya ditinggalkan, atau ummi (buta huruf) dari orang arab dan a’jam yang senang beribadah kepada apa saja yang ia anggap baik dan bermanfaat, berupa bintang, berhala, kuburan, patung atau yang lainnya.<br />
Manusia dalam keadaan jahiliah yang sangat bodoh, menyakini pernyataan dan pendapatnya sebagai ilmu ternyata itu adalah kebodohan dan menyakini amalan-amalannya sebagai amalan sholeh ternyata rusak. Paling baiknya mereka dalam ilmu dan amal adalah memiliki sedikit ilmu warisan para Nabi ‘alahis shalatu wassalaam terdahulu yang telah bercampur antara kebenaran dan kebatilannya atau melakukan sedikit amalan yang disyari’atkan dan kebanyakan amalannya bid’ah yang hampir tidak memberikan pengaruh dalam kebaikannya walaupun sedikit atau bersungguh-sungguh meneliti seperti kesungguhan para filosof lalu seluruh pikirannya lebur dalam perkara materi dan hitungan serta perbaikan akhlak,  setelah susah payah yang tidak dapat disifatkan kepada sedikit kata yang membingungkan, tidak mendapatkan ilmu ilahi, kebatilannya lebih banyak berlipat-lipat dari kebenarannya jika berhasil. Namun bagaimana bisa berhasil dengan banyaknya perselisihan diantara ahlinya dan kebingungan serta tidak adanya dalil dan sebab”.</em> (lihat: Iqtidha’ Al Shirat AL Mustaqiem Li Mukhalafati Ashhabi AL Jahim, oleh Ibnu Taimiyah , Cetakan ke-5 tahun 1417 H, tahqiiq DR. Nashir bin Abdilkarim Al Aql, maktabah Al Rusyd, Riyaadh, KSA 1/63-64).<br />
Demikianlah keadaan dunia menjelang kelahiran Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, namun dalam pembahasan kita ini, kita hanya membatasinya dengan pembahasan mengenai jazirah Arabiyah dan kondisinya agar dapat terlihat jelas hikmah dan nikmat yang Allah karuniakan kepada kita semua.</p>
<p><strong>I.	Jazirah Arab</strong></p>
<p>Siroh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> tidak lepas dari tempat dan bangsa yang hidup bersama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga perlu digambarkan terlebih dahulu keadaan jazirah arab sebagai tempat diutusnya beliau dan bangsa Arab sebelum Islam dan perkembangannya sebagai satu kaum yang Allah ta’ala persiapkan untuk menerima dakwah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> yang pertama kali.</p>
<p><strong>I.1. Nama, Letak geogarfis Dan Iklim Jazirah Arabiyah</strong></p>
<p>Banyak nama menunjukkan  kemulian sesuatu, demikian menurut istilah bangsa Arab, oleh karena itu jazirah Arabiyah memiliki nama yang cukup banyak, diantaranya Jazirah Al Arab, Al Jazirah Al Arabiyah, Ardhu Al Arab, Diyaar Al Arab, Syibhu Jazirat Al Arab, Syibhu Al Jaziroh Al Arabiyah. (lihat: Khashaaish Jazirah Al Arab, oleh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Cetakan ke-3 tahun 1421, Mathobi’ Adhwa’ Al bayaan, KSA, hal 13).<br />
Jazirah bermakna daerah yang terpisah dari lautan dan dinamakan jazirah karena terpisah dari kebanyakan bumi. Sedangkan Arab secara etimologi berarti padang pasir, tanah gundul dan gersang yang tidak ada air dan tanaman. Sebutan ini telah diberikan sejak dahulu kala kepada jazirah Arab.<br />
Adapun letak geografisnya, jazirah Arab dibatasi oleh laut merah dan gurun sinai disebelah barat, teluk Arab dan sebagian besar negara iraq bagian selatan disebelah timur, laut Arab yang bersambung dengan samudra hindia disebelah selatan, negeri Syam dan sebagian kecil dari negeri iraq disebelah utara, dan luas jazirah Arab diperkirakan membentang antara satu juta mil sampai satu juta seribu tiga ratus mil<br />
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah </em>berkata: <em>“Nama Arab pada asalnya adalah nama untuk satu kaum yang memiliki tiga hal:<br />
Pertama: Bahasa mereka bahasa Arab.<br />
Kedua: Mereka keturunan Arab.<br />
Ketiga: Tempat tinggal mereka adalah Jazirah Al Arab membentang dari laut Qalzuum sampai Laut Bashrah dan dari ujung hijr Yamamah sampai permulaan negeri Syam, dimana yaman termasuk dalam wilayah mereka dan Syam tidak masuk dalam wilayahnya.  Diwilayah inilah bangsa Arab bermukim ketika diutus Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam&#8230;”.</em> (Lihat:  Iqtidha Al Shirath AL Mustaqim oleh Ibnu Taimiyah, op.cit 1/406).</p>
<p>Sehingga dapat disimpulkan bahwa jazirah Arab dibatasi oleh tiga laut yaitu disebelah barat, selatan dan timur. Jazirah Al Arab dibatasi oleh laut Qalzuum (laut merah) disebelah barat, laut Arab atau laut Yaman disebelah selatan dan teluk Bashrah atau teluk Arab disebelah timur. Inilah batasan yang telah disepakti para muhaditsin, Fuqaha, Ahli sejarah dan Geografie serta yang lainnya. Sedangkan sebelah utaranya dibatasi oleh pinggiran laut merah sebelah timur laut dari pinggiran negeri Syam dan sekitarnya yang sekarang dikenal dengan Yordania. (Lihat Khashaaish Jazirah AL Arab, oleh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, hlm 15-16).<br />
Jazirah Arab memiliki arti penting yang strategis, karena letak geologis dan geografisnya, sedangkan dilihat dari kondisi internalnya, jazirah Arab hanya dikelilingi oleh gurun dan pasir dari segala sudut, oleh karena itu jadilah dia sebuah benteng yang kokoh yang mencegah masuknya orang asing yang ingin menjajahnya, dan ini menyebabkan mereka bisa hidup merdeka dan bebas dari segala urusan sejak dahulu kala, padahal mereka bertetangga dengan dua imperium besar yang tidaklah mereka mampu menahan serangannya andaikan tidak ada benteng pertahanan yang kokoh ini<br />
Adapun dilihat dari kondisi hubungan eksternal, maka jazirah Arab terletak diantar benua-benua yang terkenal dalam dunia lama, dan dia mempertemukan benua-benua tersebut daratan ataupun lautan, karena sebelah barat laut merupakan pintu masuk benua Afrika, dan sebelah timur laut merupakan kunci masuk benua eropa, dan sebelah timur merupakan pintu masuk bangsa-bangsa A’jam (Non Arab), timur tengah dan timur dekat, dan terus membentang ke India dan Cina, demikianlah jaziroh Arab merupakan tempat pertemuan laut antar benua, sehingga menjadi bandara yang ramai.<br />
Adapun iklimnya terbagi menjadi 5 bagian:<br />
1.	Iklim Tihaamah<br />
2.	Iklim Hijaz<br />
3.	Iklim najd<br />
4.	Iklim Al Yaman<br />
5.	Iklim Al ‘Arudh dan dinamakan juga Al Yamaamah<br />
6.	Iklim Omaan dan ini masuk dalam iklim Al Yaman<br />
Diantara Iklim ini yang sangat bersinggungan langsung dengan kehidupan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> adalah iklim Hijaz, walaupun seluruh iklim ini memiliki hubungan yang tidak kalah penting dengan sirah Nabawiyah dan perkembangan Islam didunia.</p>
<p><strong>I.2. Kaum-Kaum Bangsa Arab</strong></p>
<p>Para ahli sejarah membagi bangsa Arab ditilik dari asal muasalnya menjadi 3 bagian, yaitu:<br />
a. <strong>Arab Baa’idah</strong>, yaitu bangsa Arab kuno,yang sukar untuk diketahui perincian sejarahnya, seperti kaum ‘Ad, Tsamud, jadis dan ‘Amlaaq<br />
b. <strong>Arab ’Aaribah</strong>, yaitu bangsa Arab yang berasal dari keturunan Ya’rib bin Yasyjab bin Qahthon, yang dikenal dengan Arab Qohthoniyah<br />
c.  <strong>Arab Musta’robah</strong>, yaitu bangsa Arab yang berasal dari keturunan Isma’il bin Ibrohim, yang dikenal dengan Arab Adnaniyah<br />
Sedangkan Arab ‘Aaribah atau bangsa Qahthon tempat asalnya adalah Yaman, lalu berkembang menjadi kabilah-kabilah yang banyak. Diantara yang terkenal adalah :<br />
a. Himyar , dan dari suku-sukunya yang terkenal: Zaid Al Jumhur, Qadho’ah dan Al Sakaasik.<br />
b. Kahlan, dan diantara suku-sukunya yang terkenal: Hamdaan, Anmaar, Thoi, Madzhaj, Kindah, Lakhm, Jidzaam, Al Azd, Al Aus, Al Khodzroj dan anak turunan Jafnah penguasa-penguasa Syam.<br />
Suku-suku dari kabilah kahlan  berhijrah dari yaman dan tersebar di Jazirah Arab, dan kebanyakan hijrah mereka terjadi sebelum terjadinya banjir (sail arim) ketika mereka gagal dalam perdagangannya, karena tekanan dari Rumawi dan kekuasaannya terhadap jalur-jalur perdagangan laut serta pengrusakan (bangsa Rumawi) jalan-jalan darat setelah mereka menguasai negeri mesir dan Syam. Apalagi tidak tertutup kemungkinan adanya persaingan yang keras antara kabilah Kahlan dengan Himyar yang menyebabkan hijrahnya Kahlan dari Yaman. (Disarikan dari kitab Rahiiqul Makhtum oleh Shafiyur Rahman Al Mubarakfury hal.15-16).</p>
<p><strong>I.3. Karekteristik Dan Keutamaan Jazirah Arabiyah.</strong></p>
<p>Diantara keutamaan dan kekhususan Jazirah Arab secara umum adalah :<br />
1.	Jazirah Arab adalah tanah suci Islam (haramul Islam). (Lihat: Fatwa Lajnah Daimah no 21413 pada tanggal 1 Robiul Tsanie 1421 H).<br />
2.	Syaitan putus asa mengajak penghuninya menyembah selain Allah, sebagaimana sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ???????????? ???? ?????? ???? ?????????? ????????????? ??? ????????? ????????? ???????? ??? ???????????? ??????????</span></p>
<p><em>Sesungguhnya Syaitan putus asa disembah oleh orang-orang yang sholat di jazirah Arab akan tetapi berusaha memecah belah mereka.</em> Riwayat Muslim dalam Shahihnya kitab Shifat Al Qiyamah wal Jannah wa Al Naar, bab Tahrisy Al Syaithan, no. 2812 dan Imam Tirmidzi dalam sunannya kitab Al Bir Wash Shilah ‘An Rasulillah, Bab: Ma ja’a fi Tabaghudh no. 1937 dan Ahmad dalam Musnadnya 3/313 dan 354.<br />
Makna hadits ini, syaitan putus asa dari bersatunya ahli jazirah Arab untuk berbuat syirik. Sebagian ulama memandang keumuman hadits ini kepada seluruh umat Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, seperti pernyataan Ibnu Rajab <em>rahimahullah</em>: <em>“Yang dimaksud adalah putus asa mengajak umat Islam seluruhnya bersatu berbuat kesyirikan besar”</em>. Dengan dasar makna ini maka penyebutan jazirah Arab dalam hadits ini karena keutamaan dan keistimewaannya sebagai asal negara islam dan penduduknya adalah asal kaum muslimin.<br />
3.	Jazirah Arab adalah wakaf islam untuk pemeluknya dan peninggalan nabi untuk umatnya agar mereka menjaganya dalam wasiat terakhir beliau.<br />
4.	Islam ketika ditekan di negaranya diluar jazirah akan berlindung ke jazirah Arab dan kembali kesana, lalu mendapatkan sambutan hangat setelah terasingkan, sebagaimana sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ???????????? ?????? ???????? ??????????? ???????? ????? ?????? ?????? ???????? ?????? ??????????????? ????? ???????? ?????????? ??? ?????????</span></p>
<p><em>Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awalnya dan ia akan kembali kedaerah diantara dua masjid sebagaimana ular kembali kelubangnya.</em> Diriwayatakan Imam Muslim dalam Shahihnya kitab Al Imaan bab Bayaan Ana Al Islam Bada’a Ghariban. No. 146.</p>
<p><strong>I.4. Karekteristik Dan Keutamaan Bangsa Arab.</strong></p>
<p>Bangsa Arab adalah bangsa besar yang menimbang dan mengukur kehidupan ini dengan timbangan yang berbeda dengan umat lainnya, mereka menimbangnya pada satu etika yaitu kemuliaan dan nama baik.  Memang bangsa Arab dahulu sebelum diutusnya Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> merupakan umat yang memiliki akhlak terbaik, karena mereka memiliki sebagian akhlak mulia yang menjadi warisan agama nabi Ibrohim, namun mereka kufur dari banyak syari’at nabi Ibrahim. Karena itulah Allah  mengutus Muhammad  <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> untuk menyempurnakan akhlak mereka dengan membersihkan jiwa mereka dari akhlak yang buruk, sehingga menjadi umat yang bertakwa. Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ??????? ?????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ????????????</span></p>
<p><em>Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.</em> Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad bin Hambal dengan lafadz ini dalam Musnadnya 2/381, imam Al Haakim dalam Mustadraknya 2/613, Imam Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrad no. 273 dan Tarikh Al Kabiir 4/1/188, Ibnu Sa’ad dalam Thabaqatnya 1/192, Al Qadha’iy dalam Musnad Asy Syihaab no. 1165, Al Kharaaithiy dalam Makarimul Akhlak Wa Ma’alimiha hal 2 dan Ibnu ‘Asaakir dalam Tarikh Dimasqi 6/267/1.</p>
<p>Islam mempertahankan akhlak mulia yang dimiliki bangsa Arab, seperti dermawan, memuliakan tamu dan lain-lainnya, lalu menyempurnakannya dengan menghapus akhlak buruk mereka.<br />
Demikianlah Allah memilih kemunculan Islam pada mereka, tentu itu karena keistimewaan yang dimiliki bangsa Arab dan jazirahnya. Allah memilih Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dari mereka, sehingga kenabian berasal dari keturunan mereka lalu mereka terpilih sebagai pengemban tugas menyebarkan risalah Islam yang pertama dan jadilah keyakinan akan keutamaan mereka sebagai salah satu pokok aqidah seorang muslim. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah </em>berkata:<br />
<em> “Diantara ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah meyakini jenis Arab adalah lebih utama dari jenis A’jam baik jenis  Ibrani, Suryani, Rumawi, farsi dan selainnya dan Quraisy adalah suku terbaik Arab dan bani Hasyim adalah bani terbaik Quraisy dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah anggota bani Hasyim yang paling utama, dialah makhluk terbaik dalam pribadi dan nasabnya. Bukanlah sekedar keutamaan Arab, kemudian Quraisy kemudian bani Hasyim itu hanya dikarenkan nabi dari mereka &#8211; walaupun ini satu keutamaan-, namun sebenarnya mereka sendiri itu terbaik. Dengan demikian terbuktilah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam adalah orang yang paling utama diri dan nasabnya&#8221;.</em> (lihat: Iqtidha’ Al Shirath Al Mustaqim  karya Ibnu Taimiyah  1/274-275).</p>
<p>Syaikh Thohir bin ‘Asyuur memberikan pernyataan tentang hal ini dalam pernyataan beliau di kitab Maqaashid Al Syari’at Al Islamiyah hal. 93:<em> “Allah memiliki hikmah yang agung dalam memilih seorang Arab untuk mengemban risalah islam ini. Sekarang bukanlah tempat menjelaskan pengetahuan saya tentang hikmahnya dan Allah telah berfirman:</em></p>
<p><em>“Allah lebih mengetahui ketika menjadikan risalahNya”.</em></p>
<p>Kami berkata : Sungguh Rasul ketika beliau seorang arab maka secara otomatis berbicara dengan bahasa Arab, sehingga mengharuskan orang yang menerima syariatnya memiliki kemampuan bahasa Arab. Maka Arablah pengemban risalah islam kepada sekalian orang yang berbahasa Arab dan mereka termasuk dalam kumpulan ini. Kemudian Allah memilih mereka untuk memanggul amanah ini, karena mereka memiliki keistimewaan dari seluruh umat yang ada dengan berkumpulnya empat sifat yang tidak dimiliki umat lain dalam sejarah. Sifat tersebut adalah kejernihan pikiran, kuat hafalan, peradaban dan syariat yang sederhana dan jauhnya dari percampuran umat dunia yang lainnya.<br />
Mereka dengan sifat pertama mampu memahami dan menerima agama dan dengan sifat kedua mampu menghafalnya dan tidak ada kebimbangan dalam menerimanya. Dengan sifat ketiga mampu cepat berakhlak dengan akhlaknya; karena mereka lebih dekat kepada fithrah yang selamat dan tidak memiliki syari’at yang baku dan mewakili sehingga mereka sungguh-sungguh bela mati-matian dan dengan sifat keempat mampu bergaul dengan seluruh umat, kare tidak terdapat permusuhan diantara mereka dengan umat lain, karena perseteruan Arab tidak lain hanya ada diantara kabilah mereka berbeda dengan bangsa farsi dengan rumawi dan seperti Al Qibthie dengan orang-orang Israil. (Dinukil dari khashaaish Jazirah Al Arab karya Syeikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, hal 60-61).</p>
<p><strong>1.5. Kondisi Politik, Keagamaan Dan Sosial Di Jazirah Arabiyah</strong></p>
<p>Ketika kita akan berbicara tentang kondisi bangsa Arab sebelum Islam, tampaknya perlu memberikan gambaran sekilas tentang kondisi politik, keagamaan dan social mereka sehingga memudahkan kita mengenal keadaan yang ada ketika islam muncul.</p>
<p><strong> 1.5.1. Sistem Pemerintahan dan Politik</strong></p>
<p>Pemerintahan Arab sebelum datangnya Islam dapat dibagi menjadi dua ; kerajaan, namun tidak merdeka penuh dan kepemimpinan kepala suku yang sama dengan kekuasaan seorang raja. Bangsa Arab hampir seluruhnya merdeka dibawah pimpinan kepala suku dan sebagian lainnya dibawah kekuasaan kerajaan.<br />
Kerajaan ini dapat diwakili oleh kerajaan Yaman, Alighasaan (di Syam) dan Al Hirah.</p>
<p><strong>1. Kerajaan di Yaman.</strong></p>
<p>Bangsa Arab Al Aribah yang terdahulu yang dapat diketahui beritanya adalah kaum Saba’ yang disebutkan dalam Al Qur’an. Allah berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">???????? ?????? ??????? ??????? ??????? ????????? ?????? ???? ?????????? ??? ?????? ???????? ??????? ?????? ???????? ????????? ???????????? ??????????? ??? ????? ?????? ??????? ?????? ??????? ??????????? ??????????? ??????????? ?????????? ??? ????? ????? ????????? ?????? ???????????? ????????????? ??????????? ???? ?????????? ?????? ?????????????? ???????????????? ????? ??????? ???????? ????????? ??? ????????????? ??????????? ?????????? ???????????? ???????????????? ????? ???????? ?????????? ????? ????????? ?????????? ????? ????????? ?????????? ???? ????? ???? ????????????? ?????? ??????????? ????? ?????????? ?????????? ????? ??????? ???????? ???????? ?????? ??????????? ??????? ??????????? ?????????? ?????? ???????? ??????? ??????? ??????? ??????? ??? ??????????? ????????? ?????? ????? ??????????? ?????????? ?????????????? ??????? ?????????? ??????????? ??????? ??????????? ?????????? ?????????? ??? ??????? ???????? ????????? ??????? ?????? ??????????? ??????? ?????? ??????? ??????? ?????????? ?????? ??????? ??????????? ???????? ????????? ?????? ?????????? ??????? ????? ?????????? ????? ???????? ???????? ???????????? ?????????? ????????? ????????? ????????? ?????????? ??????????? ???????? ?????????? ????????? ??????????? ??????????? ???? ???????? ?????????????? ???????? ????? ??????????? ????? ?????????????? ??????? ????? ?????????? ????? ?????? ??????? ????????? ???? ?????? ??????????????? ??????????? ??????? ?????????? ?????????????????? ????????? ?????????? ????? ????? ?????????????????? ???????? ????????? ?????? ?????????? ????? ??????????? ?????????? ????????? ?????????? ??????????? ?????? ??? ?????????? ??????????? ????? ????????? ????? ???????? ????? ???????? ???? ?????? ??? ??????? ??? ?????????? ???????? ???????? ????????? ??????? ????? ??????? ??????? ?????? ????? ?????????? ????? ???????? ???? ?????? ??? ????????? ???????? ???????? ???????? ??????? ???????????? ??????? ????? ????? ??? ?????? ?????? ????????????? ?????????? ???? ???????? ????? ?????? ?????????? ???????? ?????????? ????? ?????? ??????? ?????? ??????? ??????? ????? ????????? ????? ????????? ??????? ??????????? ???? ??????? ???? ????????? ?????????????? ???????? ??????? ????? ????????? ???????? ??????? ????????? ???? ??????????? ????????? ??? ????????? ???????? ??????????? ?????????? ?????????? ???????? ??? ????? ????? ???????? ??????? ??? ?????? ?????????? ????? ????? ???????? ????????? ???????? ???????? ?????????? ??????? ?????????? ???? ?????????? ????? ??????? ?????? ?????????? ???? ?????????? ??????? ?????? ???????? ??????? ???????????? ???? ??????????? ????? ????? ?????????????</span></p>
<p><em>Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: &#8220;Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Rabb Yang mempunyai&#8217;Arsy yang besar&#8221;. Berkata Sulaiman:&#8221;Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan&#8221;. Berkatalah ia (Balqis):&#8221;Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya:&#8221;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri&#8221;. Berkatalah dia (Balqis):&#8221;Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)&#8221;. Mereka menjawab:&#8221;Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan&#8221;. Dia berkata:&#8221;Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu&#8221;. Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata:&#8221;Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta Maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah kepada mereka sungguh Kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina&#8221;. Berkata Sulaiman:&#8221;Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri&#8221;. Berkata &#8216;Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin:&#8221;Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya&#8221;. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab:&#8221;Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip&#8221;.Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata:&#8221;Ini termasuk kurnia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia&#8221;. Dia berkata:&#8221;Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)&#8221;. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya:&#8221;Serupa inikah singgasanamu&#8221; Dia menjawab:&#8221;Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri&#8221;. Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir. Dikatakan kepadanya:&#8221;Masuklah ke dalam istana&#8221;.Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya.Berkatalah Sulaiman:&#8221;Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca&#8221;. Berkatalah Balqis:&#8221;Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam&#8221;. </em>(QS. An Naml 27: 22-44)</p>
<p>Mereka diketahui dalam penelitian ahli sejarah telah hidup sejak abad ke-25 sebelum masehi (SM) dan terus berkembang dan memiliki kekuasaan besar sampai abad ke-11 SM. (Lihat: Al Rahiqul Al Makhtum karya Shofiyurrahman Al Mubarakfuri, cetakan ke-6 tahun 1418 H, Rabithah Al Alaam Al Islami, Jeddah, KSA. Hal 28 dan Al Siroh Al Nabawiyah Fi Dhu’i Al Mashodir Al Asliyah op.cit hal 59)</p>
<p>Dapat kita ringkas sejarah kerajaan Yaman ini kedalam perkiraan dibawah ini:<br />
1.	Masa sebelum tahun 250 SM raja-raja saba’ dizaman ini bergelar Makrib Saba’ dan ibukotanya Shorwaah yang terdapat peninggalannya di sebelah barat kota Ma’rib sejauh perjalanan sehari. Tempat ini dikenal dengan nama Khoribah. Dizaman inilah dimulai pembangunan bendungan tertua yang dikenal dengan Sad Ma’rib (bendungan Ma’rib).<br />
2.	Sejak tahun 250 SM sampai tahun 115 SM berubah gelar raja-raja mereka dengan gelar Muluk Saba’ (raja-raja Saba’) dengan ibukotanya Ma’rib. Peninggalannya masih ada disebelah timur kota Shon’a berjarak 60 mil.<br />
3.	Sejak tahun 115 SM sampai 300 M kabilah Himyaar dapat mengalahkan kerajaan Saba’ dan menjadikan kota Ridaan sebagai ibukotanya menggantikan Ma’rib. Kemudian kota Radaan ini dikenal dengan kota Dzifaar dan peninggalannya masih ada disekitar pegunungan dekat kota Yariem. Pada masa ini mulailah kerajaan Yaman mundur dan mulailah suku-suku Al Qahthoniyah melakukan imigrasi kedaerah-daerah sekitarnya. Diantara sebab kemunduran ini adalah munculnya kekuasaan Al Anbaath (anak keturunan Nabiet bin Ismail) yang menguasai yang telah menguasai utara Hijaaz dan kekuasaan Rumawie yang telah menguasai jalur perdagangan laut setelah menguasai Mesir, Suria dan sebelah utara Hijaaz serta adanya persaingan diantara suku-suku Arab Yaman.<br />
4.	sejak tahun 300 M sampai islam masuk ke Yaman. Dalam masa ini terjadi keguncangan politik dan kudeta berdarah yang berturut-turut serta perang saudara yang membawa Yaman tunduk dibawah imperalis asing. Pada masa ini Rumawi berhasil menduduki ‘Aden dengan dengan bantuan mereka kerajaan Habasyah berhasil menduduki Yaman pertama kali pada tahun 340 M dengan memanfaatkan perseteruan antara suku Hamadaan dan Himyaar dan berlangsung pendudukan ini sampai tahun 378 M kemudian Yaman merdeka kembali. ( Lihat As Siroh An Nabawiyah Fi Dhu’i Al Mashodir Al Asliyah hal 59 dan Rahiqul Makhtum karya Shofiyurrohman Al Mubarakfuri, hal: 28-29). Namun terjadi musibah besar setelah itu yaitu hancurnya bendungan Ma’rib yang menjadi sumber kenikmatan dan kemakmuran mereka, peristiwa ini dikenal dengan Sail Al ‘Ariem pada tahun 450 atau 451M. (Dinukil dari kitab Al Tarikh karya Al Ya’qubie oleh penulis kitab As Siroh AnNabawiyah Fi Dhu’i Al Mashodir Al Asliyah hal 59).  Peristiwa ini Allah abadikan dalam Al Qur’an dalam firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">?????? ????? ???????? ??? ???????????? ??????? ?????????? ??? ??????? ????????? ?????? ??? ??????? ????????? ??????????? ???? ???????? ????????? ??????? ??????? ???????????? ????????????? ?????????? ?????? ????????? ???????????????? ??????????????? ??????????? ????????? ?????? ?????? ???????? ???????? ???? ?????? ??????? ?????? ???????????? ????? ???????? ?????? ???????? ?????? ??????????</span></p>
<p><em>Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.(kepada mereka dikatakan):&#8221;Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Rabb-mu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabb-mu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun&#8221;. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka.Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.</em> (QS. Saba’ 34:15-17)</p>
<p>Pada tahun 523 M Raja Yaman yeng bernama Dzu Nuwaas berusaha memalingkan orang-orang nashroni dari agama mereka, ketika mereka enggan maka mereka dibakar di dalam parit yang telah disediakan. Kejadian ini menurut ahli sejarah adalah kejadian yang Allah abadikan dalam Al Qur’an dalam firmanNya:</p>
<p><em>Telah dibinasakan orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk disekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orangyang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu&#8217;min itu melainkan karena orang yang mu&#8217;min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Alllah Maha Menyaksikan segala sesuatu.</em> (QS. Al Buruj 85:5-9)</p>
<p>Ini menjadi sebab yang digunakan Rumawi untuk memprovokasi kerajaan Habasyah untuk menguasai Yaman yang kedua kali dibawah pimpinan Aryaath tahun 525 H. ia tetap memimpin sampai dibunuh Abrahah. Kemudian Abrahah memimpin Yaman dan berusaha menghancurkan Ka’bah.</p>
<p>Dalam Kitab Rahiqul Makhtum karya Shofiyurrahman Al Mubarakfuri disebutkan setelah meninggalnya Abrahah, bangsa Yaman meminta bantuan Farsi untuk mengusir orang habasyah dan dibantu sehingga tahun 575 H dibawah pimpinan Ma’dikarib bin Saif bin Dzi Yazin Al Himyarie berhasil mengusirnya  dan menjadi raja Yaman lalu ia terbunuh dan akhirnya Yaman dipimpin seorang Farsi yang bernama Baadzaan bin Saasaan yang memeluk Islam pada bulan Jumada Ula tahun ke-7 H atau 628 M,  kemudian Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>mengangkat anaknya yang bernama Syahr bin Baadzaan sebagai penggantinya.<br />
Ibnul Qayyim <em>rahimahullah </em>menjelaskan tentang hal ini dalam pernyataan beliau: <em>&#8220;Diantara amir-amir yang diangkat Nabi shallalllahu &#8216;alaihi wasallam adalah Baadzaan bin Saasaan dari keturunan Bahram Jur. Rasulullah </em><em>shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkatnya sebagai amir seluruh Yaman setelah kematian kisra’. Beliau adalah amir yaman pertama yang masuk Islam dan raja A’jam pertama yang masuk Islam. Kemudian setelah kematian Baadzaan, Rasulullah </em><em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> mengangkat anaknya yang bernama Syahru bin Baadzaan sebagai amir Shon’a dan sekitarnya”. (Lihat: Zaadul Ma’ad Fi Hadyi Khoir Al Ibaad, karya Ibnul Qayyim, tahqiq Syu’aib Al Arnauth dan Abdul Qadir Al Arnauth, cetakan ke-3 tahun 1421 H, Muassasat Al Risalah 1/121).</p>
<p><strong>2. Kerajaan di Al Hierah</strong></p>
<p>Farsie menguasai Iraq dan sekitarnya sejak disatukan kekuatan mereka oleh Quruusy Agung tahun 557-529 S.M, kemudian dihancurkan oleh Iskandar Agung Al Makedonie tahun 326 SM lalu yang berkuasa hanyalah kerajaan kecil sampai tahun 330 M. Pada masa raja-raja kecil inilah bangsa Arab Qahthoniyah berimigrasi dan menetap di sebagian kecil wilayah rief (pinggiran selatan) Iraq lalu disusul Al Adnaniyah dan berhasil menempati satu wilayah dari Jazirah Al Furatiyah.<br />
Dalam kitab As Siroh An Nabawiyah Fi Dhu’i Al Mashodir Al Asliyah disebutkan bawa Ardatsier adalah pendiri kerajaan Sasaaniyah yang mengumpulkan kekuatan farsie sejak 226 M dan berhasil menyatukan farsi dan menguasai bangsa Arab yang tinggal disekitar wilayah kerajaannya. Inilah yang menyebabkan suku Qudha’ah berimigrasi ke Syam sedang penduduk Al Hierah dan Al Anbaar bergabung dengan Ardasyier. pada zaman Ardasyier ini yang memimpin bangsa Arab di Al Hierah adalah Jadziemah Al Wadhaah, tampaknya Ardasyier memandang tidak akan mampu memimpin langsung bangsa Arab dan tidak mampu menghalau mereka menggangu wilayah kerajaannya kecuali dengan mengangkat seorang raja dari mereka yang memiliki loyalitas kepadanya, disamping itu ia ingin menggunakan mereka melawan kerajaan Rumawie. Ia menempatkan satu battalion pasukan berkudanya untuk membantu raja Arab tersebut dalam memimpin dan mengatur bangsa Arab agar dapat menghadang kepentingan Romawi dan Arab Syam. Kemudian setelah wafatnya Jazimah kekuasaan Arab pindah ke suku Lakhm dengan rajanya Amru bin ‘Adie Al Lakhmie pada masa kisra Saabuur bin Ardasyier sampai masa kekuasaan Qabaadz bin Fairuz.<br />
Dalam Rahiqul Makhtum hal 31-32 disebutkan bahwa diantara raja-raja Al Hierah yang terkenal adalah Al Nu’maan bin Al Mundzir yang berhasil mengalahkan pasukan Farsi dalam perang Dzi Qaar setelah kelahiran Nabi. Kejadian ini adalah kemenangan pertama Arab atas A’jam, sehingga Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ?????? ?????? ????????? ????????? ?????? ???? ????????? ?????? ?????????</span></p>
<p><em>Inilah hari pertama kemenangan Arab dari A’jam dan dengan sebabku mereka menang.</em> Hadits diriwayatkan Imam Ath Thabari dalam tarikhnya 1/206-207dan Al Ya’qubie dalam Tarikhnya 1/215 tanpa sanad,  Namun hadits ini lemah (dho’if).</p>
<p><strong>3. Kerajaan Syam.</strong></p>
<p>Pada masa imigrasi Arab dari negeri mereka, beberapa suku dari Qudha’ah berimigrasi ke pinggiran Syam dan menetap disana. Mereka ini berasal dari bani Salieh bin Halwaan yang melahirkan bani Dhaj’am bin Salieh yang dikenal dengan Dhaja’amah yang dimanfaatkan Romawi  untuk melawan Arab pedalaman berbuat keonaran dan untuk senjata melawan Farsi. Lalu mereka mengangkat seorang raja untuk mereka, kemudian silih berganti raja Dhaja’imah ini sampai dikalahkan suku Ghasaasinah. Kemudian Ghosaasinah ini mejadi penguasa boneka Romawi sampai terjadi perang Yarmuk tahun 12 H (634 M) dan raja terakhir mereka yang bernama Jabalah bin Al Aiham masuk Islam pada masa pemerintahan Umar bin Al Khothob. (Diterjemahkan dari Kitab As Siroh An Nabawiyah Fi Dhu’i Al Mashodir Al Asliyah hal 61).</p>
<p><strong>4. Selain ketiga kerajaan ini.</strong></p>
<p>Adapun bangsa Arab lainnya mereka dipimpin oleh kepala suku atau kepala kabilah. Mereka ini layaknya seperti raja dan memiliki hak-hak khusus seperti Al Marbaa’ (hak mengambil seperempat dari ghonimah rampasan perang), As Shofaa (harta yang dipilih kepala kabilah tersebut sebelum pembagian harta rampasan perang), An Nasyithoh (harta yang didapatkan kepala suku di jalan sebelum sampai ke tengah-tengah kaumnya) dan Al Fudhul (harta sisa pembagian yang tidak dapat dibagi kembali kepada para prajurit perangnya, seperti onta, kuda dan lain-lainnya). Para kabilah ini sangat mematuhi segala titah dan perintah kepala sukunya yang didasari oleh kesatuan fanatis golongan dan keluarga.</p>
<p><strong>1.5.2. Keadaan keagamaan.</strong></p>
<p><strong></strong>Adapun agama dan kepercayaan yang berkembang di Jazirah Arab sebelum Islam ada empat:</p>
<p><strong>1.	Yahudiyah</strong></p>
<p>Agama Yahudi dianut orang-orang yahudi yang berhijroh ke Jazirah Arab, diantara mereka ada yang tinggal di Madinah, sebagiannya di Khaibar, Fadk, Wadi Al Qura dan Taima’. (Lihat: As Siroh AnNabawiyah karya Muhammad Abdulqadir Abu Faaris, hlm: 82). Agama yahudi juga sampai ke Yaman.dan dianut raja Dzu Nuwas Al Himyari kemudian tersebar pada bani Kinanah, Bani Al Haarits bin Ka’ab dan Kindah. (lihat: As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’ie Al Mashodir Al Ashliyah hlm 71).</p>
<p><strong>2.	Nashroniyah (Kristen)</strong></p>
<p>Agama nashroni masuk ke kabilah-kabilah Ghasasinah dan Al Munadzirah dan memiliki beberapa gereja besar yang terkenal, diantaranya Gereja Hindun Al Aqdam, Al Laj dan Haaroh Maryam. Demikian juga masuk diselatan jazirah Arab dan berdiri gereja di Dzufaar dan yang lain di ‘And demikian juga di daerah Nejron. Sedangkan diantara kabilah Quraisy yang menganut agama nashroni adalah bani Asad bin Abdiluzaa. Demikian juga dianut oleh bani imriil Qais dari Tamiem, bani Taghlib dari Kabilah Rabi’ah dan sebagian kabilah Qudho’ah. Nampaknya mereka manganut agama ini melalui perantara imperium Romawi.</p>
<p><strong>3.	Majusiyah</strong></p>
<p>Sebagian sekti Majusi juga masuk kejazirah Arab dibani Tamim, diantaranya Zaraarah dan Haajib bin Zaraarah. Demikian juga Al Aqra’ bin Haabis dan Abu Sud- kakek Waki’ bin Hisan- termasuk yang menagnut ajaran majusi ini. Majusiyah juga masuk ke daerah Hajar di Bahrain.</p>
<p><strong>4.	Syirik</strong></p>
<p>Kebanyakan bangsa Arab menyembah patung berhala, bintang-bintang dan matahari yang mereka jadikan sesembahan selain Allah. Penyembahan bintang-bintang juga bermunculan di Jazirah Arab khususnya di Haraan, Bahrain dan diMakkah tersebar diantara bani Lakhm, Khuza’ah dan Quraisy. Sedangkan penyembahan matahari ada dinegeri Yaman, sebagaimana diisyaratkan Al Qur’an dalam firmanNya dalam surat An Naml ayat 22-23:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">?????? ???????? ????????? ???????????? ??????????? ??? ????? ?????? ??????? ?????? ??????? ??????????? ??????????? ??????????? ?????????? ??? ????? ????? ????????? ?????? ???????????? ????????????? ??????????? ???? ?????????? ?????? ??????????????</span></p>
<p><em>Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. </em></p>
<p><em></em>Dahulu kebanyakan bangsa Arab mengikuti agama nabi Ibrahim dan dakwah nabi Isma’il, mereka menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dalam seluruh peribadatan sehingga berlalu beberapa masa dan lupa ajaran nabi mereka. Namun mereka masih memiliki tauhid dan sebagian syiar agama nabi Ibrohim sampai kota Makkah dikuasai bani Khuza’ah. Bani Khuza’ah menguasai ka’bah selama kurang lebih tiga ratus tahun dan ada yang menyatakan lima ratus tahun. Ketika bani khuza’ah dipimpin Amru bin Luhai Al Khuza’ie mulailah terjadi penyembahan berhala (paganisme) dikalangan bangsa Arab.<br />
Adapun kisahnya disampaikan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab An Najdi <em>rahimahullah</em> dalam pernyataan beliau: “Adapun kisah Amru bin Luhai dan perubahan agama nabi Ibrahim, maka ia seorang yang berkembang dalam sifat baik dan dermawan seta memiliki semangat agama yang tinggi sehingga orang-orang sangat mencintainya dan mengikutinya karena perkara tersebut sampai mengangkatnya sebagai penguasa mereka. Kemudian ia menjadi penguasa Makkah dan Ka’bah dan bangsa Arab menganggapnya sebagai ulama besar dan wali. Pada satu waktu ia bepergian kenegeri Syam lalu melihat mereka (ahli Syam) menyembah patung berhala, kemudian ia menganggap hal itu baik dan menyangkanya satu kebenaraan, karena Syam adalah tempat para rasul dan turunnya kitab suci, sehingga mereka memiliki keutamaan dalam hal itu dari ahli Hijaz dan yang lainnya. Kemudian ia kembali ke Makkah membawa patung Hubal dan menempatkannya di dalam Ka’bah serta mengajak ahli Makkah untuk berbuat syirik. Ajakan itu mereka terima. Sedangkan ahli Hijaaz mengikuti ahli Makkah dalam agama, karena ahli Makkah adalah pemilik Ka’bah dan penduduk tanah suci’.(Lihat: Mukhtashor Sirah Ar Rasul karya Muhammad bin Abdulwahab At Tamimi <em>rahimahullah</em>, tahqiq Hana’ Muhammad Jazamaati, cetakan keenam tahun 1421H, Dar Al Kitab Al Arabi, Bairut, hlm15.)<br />
Kemudian Amru bin Luhai mendapatkan patung-patung kaum nabi Nuh yang telah terpendam akibat banjir taufan dan membagi-bagikan patung tersebut kepada kabilah-kabilah Arab. Hal ini diceritakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dalam pernyataan beliau <em>rahimahullah</em> : <em>“Amru bin Luhai adalah seorang dukun yang memiliki jin, lalu jin tersebut berkata kepadanya: &#8220;Percepat perjalana dan kepergianmu dari Tuhamah dengan kebahagian dan keselamatan, datangilah Jeddah, nanati kamu dapati patung-patung yang telah jadi, lalu bawalah ke Tuhamah dan jangan hadiahkan. Serulah bangsa Arab untuk menyembahnya nanti mereka akan menerimanya&#8221;. Lalu ia mendatangi Jeddah dan mencari patung-patung tersebut kemudian membawanya ke Tuhamah. Ketika datang musim haji maka ia mengajak bangsa Arab untuk menyembahnya”.</em></p>
<p><em></em> Oleh karena itu Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">???????? ??????? ???? ??????? ???? ??????? ????????????? ??????? ???????? ??? ???????? ??????? ??????? ???? ??????? ????????????</span></p>
<p><em>Aku melihat Amru bin A’mir bin Luhai mengeluarkan ususnya dineraka dan ia adalah orang pertama yang membuat-buat ajaran Al sayaaib (onta yang tidak boleh diberikan beban dan dikhususkan untuk nadzar sehingga dilepas makan dan minum apa saja dan tidak ditunggangi).</em> HR Al Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Al Manaqib Bab Qishoh Khuza’ah no. 3260.</p>
<p>Patung-patung tersebut adalah patung Wadd, Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr, sebagaimana Allah namakan dalam Al Qur’an ketika mengisahkan kisah kaum nabi Nuh dalam firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????????? ??? ????????? ????????????? ?????????????? ?????? ????????????? ???????????? ????????? ?????????</span></p>
<p><em>Dan mereka berkata:&#8221;Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) ilah-ilah kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa&#8217;, yaghuts, ya&#8217;uq dan nasr. </em>(QS. 71:23)</p>
<p>Kemudian tersebarlah paganisme ini keseluruh bangsa Arab, sehingga setiap rumah memiliki berhala sendiri-sendiri dari berbagai macam benda; ada yang dari batu, kayu, tanah sampai tepung terigu. Mereka menyembah batu yang mereka bawa dan ketika melihat batua lain yang lebih bagus maka ia melempar yang pertama dan mengambil yang kedua sebagai sesembahanya. Sebagian mereka bila tidak menemukan batuan mengumpulkan tanah lalu diberi air susu kambing kemudian menthowafinya, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Ar Raja’ Al ‘Athorisiy, beliau berkata:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">?????? ???????? ????????? ??????? ????????? ??????? ???? ???????? ?????? ????????????? ??????????? ???????? ??????? ???? ?????? ??????? ????????? ???????? ???? ??????? ????? ??????? ?????????? ????????????? ???????? ????? ??????? ????</span></p>
<p><em>Kami menyembah sebuah batu, jika kami dapati batu lain yang lebih bagus maka kami buang dan kami ambil yang kedua. Jika kami tidak mendapati batu maka kami kumpulkan tanah dan kami bershadaqah dengan susu dan kami thowafi (kumpulan tanah tersebut). </em>HR Al Bukhari dalam Shahihnya Kitab Al Maghazi bab Wafd bani Hanifah Wa Hadits Tsumamah bin Atsaal no. 3027.</p>
<p>Diantara mereka ada yang menyembah pohon atau malaikat dan menyatakan malaikat adalah anak perempuan Allah, sebagaimana dikisahkan Al Qur’an dalam firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">???? ???? ?????????? ???????? ??????????</span></p>
<p><em>Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki. </em>(QS.At Thuur 52:39)</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">???????? ????????? ?????? ?????????</span></p>
<p><em>Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan. </em>(QS. An Najm 53:21).</p>
<p>Sebagian mereka ada yang menyembah jin, lalu jinnya masuk islam dan penyembahnya masih menyembahnya. Sebagaimana disampaikan Ibnu Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em>:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ????? ???? ????????? ??????????? ?????? ???? ???????? ?????????? ???????? ??????????? ????????? ???????????</span></p>
<p><em>Dulu ada sejumlah orang yang menyembah sejumlah jin, lalu jin tersebut masuk Islam dan mereka (para penyembahnya) tetap berada pada agama mereka. Lalu turunlah firman Allah:</em></p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">?????????? ????????? ????????? ??????????? ????? ????????? ???????????? ????????? ???????? ??????????? ?????????? ???????????? ????????? ????? ??????? ??????? ????? ??????????</span></p>
<p><em>Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya, sesungguhnya azab Rabbmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti. </em>(QS. Al Isra’ 17:57).</p>
<p>Tentang penyembahan mereka pada malaikat dan jin telah Allah kisahkan dalam firman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">???????? ???????????? ???????? ????? ??????? ??????????????? ?????????? ?????????? ??????? ??????????? ??????? ??????????? ????? ?????????? ??? ???????? ???? ??????? ??????????? ???????? ??????????? ????? ????????????</span></p>
<p><em>Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat:&#8221;Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?&#8221; Malaikat-malaikat itu menjawab:&#8221;Maha Suci Engkau.Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.</em> (QS. Saba’ :40-41).</p>
<p>Bangsa Arab memiliki thaghut-thaghut berupa rumah keramat menyamai ka’bah, diantaranya Al Laata dan Uzza. Mereka perlakukan sebagaimana memperlakukan ka’bah.<br />
Demikianlah keadaan agama di jazirah Arabiyah sebelum datangnya Islam. Walaupun demikian mereka masih mengimani rububiyah Allah dan menganggap Allah sebagai sesembahannya juga, namun keyakinan ini semua tidak dapat menyelamatkan mereka dari siksaan Allah ta’ala.</p>
<p><strong>Patung-patung yang terkenal dikalangan Arab Jahiliyah.</strong></p>
<p>Diantara sekian banyak patung berhala dikalangan bangsa Arab sehingga Ka’bah saja dikelilingi lebih dari tiga ratus enam puluh patung berhala. Namun pada kesempatan kali ini kita akan menjelaskan secara singkat berhala-berhala bangsa Arab jahiliyah.</p>
<p><strong>1.Wadd</strong></p>
<p>Wadd adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang berasal dari nama seorang sholih dari mereka. Ditemukan kembali oleh Amru bin Luhai di Jeddah dan diberikan kepada Auf bin ‘Adzrah dan ditempatkan di Wadi Al Quraa di Dumatul Jandal dan disembah oleh bani kalb bin Murrah. Patung ini ada sampai datangnya Islam kemudian dihancurkan Khalid bin Walid dengan perintah Rasululloh <em>shallallahu ‘alaihi wasallam.</em> (Lihat: As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’ie Al Mashodir Al Ashliyah hlm: 66).</p>
<p><strong>2.Suwaa’</strong></p>
<p>Dalam Kitab Mukhtashar Sirah Ar Rasul hal: 50, dijelaskan bahwa yang dimaksud Suwaa’ adalah salah satu patung kaum nabi nuh yang ditemukan kembali dan diberikan kepada Mudhor bin Nizaar dan diserahkan kepada bani Hudzail serta ditempatkan di Rohaath sekitar 3 mil dari Makkah</p>
<p><strong>3.Yaghuts</strong></p>
<p>Yaghuts adalah salah satu patung kaum nabi nuh yang ditemukan kembali dan diberikan kepada Na’im bin Umar Al Muradi dari Majhaj dan ditempatkan di Akmah atau Jarsy di Yaman, disembah oleh bani Majhaj dan bani An’am dari kabilah Thaiyi’.</p>
<p><strong>4.Ya’uq</strong></p>
<p>Ya’uq adalah salah satu patung kaum nabi nuh yang ditemukan kembali dan diberikan kepada kabilah Hamadan dan ditempatkan di Khaiwaan, disembah oleh orang-orang Hama.</p>
<p><strong>5. Nasr</strong></p>
<p>Nasr adalah salah satu patung kaum nabi nuh yang ditemukan kembali dan diberikan kepada kabilah Himyar dan ditempatkan di Saba’ disembah oleh bani Dzi Al Kilaa’ dari kabilah Himyar dan sekitarnya.</p>
<p><strong>6. Manaah</strong></p>
<p>Manaah adalah salah satu patung berhala yang ditempatkan di pantai laut dari arah Al Musyallal (bukit yang memanjang sampai Qadid dari arah laut) di Qadid antara Makkah dan Madinah. Patung ini sangat diagungkan oleh suku Al Aus dan Al Khazraj. Dengan sebab itulah Allah turunkan firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ???????? ????????????? ??? ????????? ????? ?????? ????? ????????? ???? ????????? ????? ??????? ???????? ??? ?????????? ??????? ????? ????????? ??????? ??????? ????? ??????? ???????</span></p>
<p><em>Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syi&#8217;ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber&#8217;umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa&#8217;i di antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. </em>(QS. Al Baqarah :158).</p>
<p>Tentang hal ini dikisahkan oleh Aisyah  <em>radhiyallahu ‘anha </em>dalam haditsnya yang berbunyi:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ???????? ???????? ????????? ?????? ?????? ??????? ???????? ????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ????? ???????? ????????????? ???? ????????? ?????? ?????? ????? ????????? ???? ????????? ????? ??????? ???????? ???? ?????????? ??????? ??????? ????? ?????? ?????????? ??? ???????????? ??????? ?????? ???? ?????????? ?????????? ????????? ???????????? ??????? ??????? ?????????????? ?????? ???????????? ??????? ???? ??????? ??????????? ???? ??????? ?????????? ????????????? ???????? ?????????? ???????? ??????? ?????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???? ?????? ??????? ??? ??????? ?????? ?????? ?????? ??????????? ???? ??????? ?????? ???????? ????????????? ?????????? ?????? ???????? ?????? ????????</span></p>
<p><em>Urwah berkata: Aku bertanya kepada Aisyah: bagaimana pendapat engkau tentang surat Al baqarah ayat 158. beliau menjawab: sesungguhnya ayat ini diturunkan pada orang Anshor, mereka dahulu sebelum masuk islam berihrom untuk thoghut Manaah yang mereka sembah di Al Musyallal. Maka orang yang berihrom disana maka tidak mau taowaf di Shafa dan marwa. Ketika mereka masuk islam, mereka bertanya kepada Rasulullah tentang hal itu, mereka berkata: wahai Rasulullah sesungguhnya kami enggan thawaf di shafa dan marwa, maka turunlah ayat ini. </em>HR Al Bukhari dalam Shahihnya, kitab Al Hajj Bab Waujub Al Shofa Wal Marwa Wa Ja’luha Min Sya’airillah No. 1534.</p>
<p>Lalu Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> mengutus Ali bin Abi Thalib <em>radhyiallahu ‘anhu </em>untuk menghancurkannya pada penaklukan kota Makkah. (Lihat: Mukhtashar Sirah Ar Rasul hlm 51-52)</p>
<p><strong>7. Laata</strong></p>
<p>Laata adalah kuburan orang shalih yang ada di Thaif yang dibangun dengan batu persegi empat, diberi bangunan oleh bani Tsaqif dan yang menjadi penjaganya dari bani Syaibaan dari suku Saliem. Bangsa Arab seluruhnya sangat mengagungkannya dan menamainya Zaid Al Laata atau Taim Al Laata dan sekarang tempatnya adalah di menara masjid Thaif. Ada yang mengatakan bahwa Laata adalah nama seorang yang membuat masakan Sawiiq untuk jamaah haji, lalu ia meninggal kemudian kuburannya disembah. Ketika bani Tsaqif masuk Islam maka Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> mengutus Al Mughirah bin Syu’bah <em>radhiyallahu &#8216;anhu </em>untuk menghancurkannya dan kuburan ini dibakar habis.</p>
<p><strong>8. Al ‘Uzza</strong></p>
<p>Al ‘Uzza adalah satu pohon yang disembah sebagai berhala. Ia lebih baru dari Al Laata, ditempatkan di Wadi Nakhlah di atas Dzatu ‘Irqin dan dibangun bangunan disekelilingnya. Mereka dulu mendengar suara keluar dari Al Uzza ini dan yang menjaga berasal dari bani mu’tib dari Tsaqif. Al Uzza ini sangat diagungkan Quraisy dan Kinaanah. Ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> menaklukan Makkah maka beliau mengutus Khalid bin Al Walid <em>radiyallahu &#8216;anhu </em>untuk menghancurkannya ternyata ada tiga pohon dan ketiak dirobohkan yang ketiga, tiba-tiba muncul wanita hitam berambut kusut dalam keadaan meletakkan kedua tangannya di bahunya menampakkan taringnya dan dibelakangnya ada juru kuncinya. Kemudian Kholid penggal lehernya dan pecah, ternyata ia adalah seekor merpati, lalu Kholid bin Al Walid membunuh juru kuncinya.</p>
<p>Ketiga berhala ini (Manaah, Al Uzza dan Al Laata) disebutkan dalam Al Qur’an dalam firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">?????????????? ???????? ??????????? ????????? ???????????? ??????????</span></p>
<p><em>Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-Uzza,dan Manaah yang ketiga</em> (QS.An Najm:19-20)</p>
<p><strong>9. Hubal</strong></p>
<p>Hubal adalah patung yang paling besar di ka’bah yang disimpan di tengah ka’bah. patung ini terbuat dari batu ‘aqiq merah dalam bentuk manusia dibawa Amru bin Luhai dari Syam. Patung inilah yang dikatakan Abu Sufyaan ketika selesai perang Uhud:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ?????? ??????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????????? ??????? ??? ??????? ????? ??????? ????? ??????? ????????? ????? ????? ????????? ????? ????????? ????? ?????? ?????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ????????? ?????????? ??????? ??? ??????? ????? ??????? ????? ?????????? ????? ??????? ?????? ????? ????? ????????? ?????? ???????? ?????? ??????????? ???????</span></p>
<p><em>Hubal yang jaya, maka Rasulullah berkata: ‘Jawablah oleh kalian!’ maka mereka menjawab: ‘Apa yang kami akan katakan?’ beliau berkata: ‘Katakan; ‘Allah maha tinggi dan agung’ Abu Sufyan berkata lagi: ‘Kami memiliki Al Uzza dan kalian tidak memiliki Uzza’. Maka Rasulullah menyatakan: ‘Jawablah!’ mereka menyatakan: ‘Apa yang kami akan katakana?’ Rasulullah menyatakan: ‘katakanlah: ‘Allah adalah maula kami dan kalian tidak punya maula’. Lalu Abu Sufyan berkata: ‘ Hari ini pembalasan hari Badr dan peperangan akan terus berlanjut. </em>HR Al Bukhari dalam Shahihnya Kitab Al Maghazi, Bab Ghazwah Uhud No.3737.</p>
<p><strong>10. Isaaf dan Naailah</strong></p>
<p>Dua patung berhala yang ada di dekat sumur Zamzam. Dua patung ini berasal dari sepasang orang Jurhum yang masuk ke Ka’bah dan berbuat fujur, lalu dikutuk menjadi dua batu, lama kelamaan keduannya disembah. Aisyah berkata:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">?? ??????? ???????? ????? ???????? ?? ????????? ?????? ??????? ?? ????????? ???? ???????? ????????? ???? ??????????? ????????????? ???? ??????????</span></p>
<p><em>Kami senantiasa ingat bahwa Isaaf dan Naailah adalah laki-laki dan wanita dari Jurhum berbuat dosa di Ka’bah lalu Allah rubah mereka menjadi dua batu. </em>HR Ibnu Ishaaq dengan sanad yang Hasan lihat Siroh Ibnu Hisyam 1/127 dinukil dari As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’ie Al Mashadir Al Ashliyah, hlm 67.</p>
<p><strong>11. ‘Am Anas atau ‘Amiya Anas</strong></p>
<p>Ini adalah berhala bani Khaulaan. Mereka membagi-bagi hasil ternak dan pertaniannya menjadi dua bagian; sebagian untuk Allah dan sebagian untuk berhalanya ini, sehingga Allah turunkan firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">?????????? ???? ?????? ?????? ???? ????????? ?????????????? ???????? ????????? ????? ???? ???????????? ??????? ?????????????? ?????????? ??????????????? ??????????? ????? ????? ?????????? ???? ?????? ?????? ????? ????????????? ????? ??????????????</span></p>
<p><em>Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bahagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka:&#8221;ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami&#8221;. Maka sajian-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan sajian-sajian yang diperuntukan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu.</em> (QS. Al An’aam 136)</p>
<p><strong>12. Sa’ad</strong></p>
<p>Ini adalah berhala milik bani Mulkaan bin Kinaanah.</p>
<p><strong>13. Dzul Kholashah</strong></p>
<p>Ini adalah berhala milik kabilah Khots’am, Bajilah dan Daus yang berada di Tubaalah daerah antara Makkah dan Yaman. Bentuknya rumah patung yang Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>katakan kepada Jarir bin Abdillah Al Bajali <em>radhiyallahu ‘anhu</em> :</p>
<p align="right"><span style="font-family: ”times; font-size: large;">????? ?????????? ???? ??? ??????????? ??????? ??????? ??? ???????? ???????? ???????? ?????????????? ????? ????????????? ??? ????????? ????????? ??????? ???? ???????? ????????? ????????? ?????? ????? ???????? ??? ???????? ????? ????????? ???????? ??? ??????? ?????? ???????? ?????? ??????????? ??? ??????? ??????? ?????????? ????????? ??????????? ???????? ?????????? ??????????? ????????? ??????????? ????????????</span></p>
<p><em>Bebaskanlah aku dari Dzul Kholashah. Dzul Kholashah adalah rumah berhala di Khots’am dinamai dengan nama ka’bah yamaniyah. Beliau berkata: Aku berangkat bersama 150 tentara berkuda dari suku Ahmas dan mereka adalah ahli penunggang kuda. Beliau berkata lagi: sedang aku tidak pandai mengendarai kuda perang, maka Rasulullah memukul dadaku sampai aku melihat bekas pukulannya di dadaku dan menyatakan: Ya Allah tetapkanlah ia dan jadikanlah ia dai yang memberi petunjuk dan mengambil petunjuk. Maka akupun berangkat dan menghancurkan serta membakarnya.</em> Diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya Kitab Al Jihad Wa Al Siyar Bab Harqu Al Dur Wa Al Nakhiil no 2797.</p>
<p><strong>5.	Al Hunafa’</strong></p>
<p>Walaupun demikian meratanya paganisme dan keberhalaan di jaziroh Arab namun masih terdapat sedikit orang yang berada dalam agama yang hanif yang masih menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dan menunggu datangnya kenabian. Mereka ini dikenal dengan istilah Al Hanafiyun atau Al Hunafa’. Diantara mereka adalah Qiss bin Sa’idah Al Iyaadiy, Zaid bin ‘Amru bin Nufail, Waraqah bin Naufal, Umayah bin Abi Sholt, Abu Qais bin Abi Anas, Kholid bin Sinaan, Al Nabighoh Al Dzibyaaniy, Zuhair bin Abi Salma, Ka’ab bin Luai bin Gholib, Arbaab bin Ri’aab, penyair Suwaid bin Amir Al Mushtholiqie, As’ad Abu karb Al Himyarie, Wakie’ bin Salamah bin Zuhair Al Iyadie, Umair bin Haidab Al Juhanie, ‘Adi bin Zaid Al ‘Ibadie, Abu Qais Shurah bin Abu Anas Al Bukhorie, Saif bin Dzi Yazin Al Himyarie, Amir bin Al Thorb Al ‘Adwaanie, penyair Abdu Al Thoonijah bin Tsa’lab bin Wabrah bin Qudha’ah, ‘Alaaf bin Syihaab Al Tamiemie, AL Multamis bin Umayah Al Kinaanie, penyair Zuhair bin Abi Salmaa, Kholid bin Sinaan bin Ghaits Al ‘Abasie, Abdullah Al Qudhaa’ie, Ubaid bin Al Abrash Al Asadie, Utsman bin Al Huwairits, Amru bin ‘Abasah Al Sulamie, dan Aktsam bin Shoifibin Robaah. (Lihat As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’ie Al Mashadir Al Ashliyah hlm 72 dan 77).</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi Lc</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/&amp;title=Masa+Sebelum+Kenabian" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/&amp;title=Masa+Sebelum+Kenabian" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/&amp;t=Masa+Sebelum+Kenabian" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Masa+Sebelum+Kenabian+-+http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/&amp;title=Masa+Sebelum+Kenabian" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/&amp;title=Masa+Sebelum+Kenabian" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Masa+Sebelum+Kenabian+-+http://b2l.me/n9gud&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Masa+Sebelum+Kenabian&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Rasulullah%20shallallahu%20%E2%80%98alaihi%20wasallam%20bersabda%3A%0D%0A%0D%0A%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%20%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%3F%0D%0A%0D%0ASesungguhnya%20Allah%20melihat%20kepada%20penduduk%20bumi%20kemudian%20mereka%20baik%20Arab%20maupun%20Ajamnya%20kecuali%20sebagian%20kecil%20dari%20kalangan%20ahli%20kitab.%20Hadits%20riwayat%20Muslim%20dalam%20Shahihnya%2C%20kitab%20Al%20Jannah%20Wa%20Sifat%20Na%E2%80%99imiha%2C%20hadits%20No.5109." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/masa-sebelum-kenabian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumber Pengambilan Siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 05:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[siroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Adapun arti pentingnya buku-buku hadits dalam pengambilan siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah kumpulan ucapan, perbuatan, persetujuan dan sifat-sifat baik fisik ataupun akhlaq beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">(Lanjutan Dari &#8220;<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-‘alaihi-wasallam/"><span style="color: #663300;">Mengenal Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam </span></a>&#8220;)</p>
<p><strong>2. Buku-buku Hadits (hadits -hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam)</strong><br />
Adapun arti pentingnya buku-buku hadits dalam pengambilan siroh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> kembali kepada apa yang terkandung dalam buku-buku tersebut dari kumpulan ucapan, perbuatan, persetujuan dan sifat-sifat beliau<em> shallallahu ‘alaihi wasallam</em> baik fisik ataupun akhlaq, karena hadits-hadits tersebut menceritakan kehidupan beliau sehari-hari sehingga memiliki hubungan yang erat sekali dalam pengambilan siroh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.<span id="more-343"></span> Dan tidak diragukan lagi bahwa madah (isi materi) siroh dalam buku-buku hadits adalah akurat dan wajib di jadikan sandaran dalam pengambilan siroh Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dan di dahulukan dari riwayat-riwayat yang ada dibuku-buku sejarah dan yang lainnya.</p>
<p>Diantara buku-buku hadits yang penting dan banyak menceritakan kejadian-kejadian sejarah siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Shohih Bukhory, Shohih Muslim, Jami’ At Tirmidzy, Sunan Abi Daud, Musnad Ahmad bin Hambal, Sunan An Nasa’i, Sunan Ibnu Majah dan Mushanaf Ibnu Ab Syaibah serta yang lain-lainnya.</p>
<p>Misalnya Imam Bukhori <em>rahimahullah </em>telah memberikan perhatian yang besar dalam hal ini sehingga membuat beberapa kitab dan bab yang khusus menjelaskan sejarah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> sebelum dan sesudah diutusnya beliau sebagai Nabi dan Rasul, peperangan dan navigasi militernya, delegasi dan surat-menyurat beliau , keutamaan shohabat dan istri-istri beliau. Demikian juga Imam Muslim dalam Shohih Muslim seperti kitab <em>al jihad was siar</em>, <em>Fadhooil Nabi</em>,<em> Fadhoil shohabat</em>, <em>Imaroh </em>dan banyak tersebar riwayat-riwayat siroh yang beliau sampaikan dalam kitab tersebut.</p>
<p><strong>3. Buku-buku Syamaail</strong></p>
<p>Buku-buku Syamaail adalah buku-buku yang dikarang untuk menjelaskan sifat-sifat Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wasallam</em>. Buku-buku ini sangat penting dalam melengkapi siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga sebagian ulama menulis buku-buku ini terpisah dari buku-buku hadits. Padahal kalau dilihat kembali, sebenarnya sebagian besar hadits-hadits yang berhubungan dengan hal itu ada dalam buku-buku hadits. Diantara ulama-ulama tersebut adalah Imam At Tirmidzy dalam kitabnya <em>Syamaail Muhammadiyah</em>,yang telah diringkas oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albany <em>rahimahullah</em>. Demikian pula Imam Al Baghowy dalam kitab Al Anwaar fi Syamaail An Nabi Al Mukhtar dan Ibnu Katsier dalam buku<em> Syamaail Al Rasul</em> serta Syeikh Muhammad Jamil Jainu dalam buku <em>Quthb Min Al Syamaail Muhammadiyah Wa AL Akhlaq Al Nabawiyah Wa Al Adab Al Islamiyah</em> yang telah diterjemahkan dengan judul Pribadi dan Akhlak Rasululullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<p>Akan tetapi dalam kitab-kitab ini belum seluruhnya berisi hadits-hadits shohih, sehingga sehingga mengharuskan kita untuk memilah-milahnya kembali. Namun Para ulamapun tidak berdiam diri dalam hal ini, mereka mulai memilah-milahnya sehingga memudahkan kita untuk membacanya, diantara ulama yang telah melakukan hal itu adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani <em>rahimahullah </em>dalam ringkasan beliau diatas dan Syaikh Muhammad Jamil Jainu <em>hafizhahullah </em>dalam buku beliau tersebut.</p>
<p><strong>4. Buku-buku <em>Dalaail An Nubuwah</em></strong></p>
<p>Buku-buku ini adalah buku-buku yang dikarang untuk menjelaskan bukti kebenaran kenabian dan mu’jizat-mu’jizat yang terjadi padanya.<br />
Diantara buku-buku ini adalah kitab <em>Dalaail An Nubuwah</em> karangan Abu Nu’aim Al Ashbahany dan Dalaail An Nubuwah karangan Al Baihaqy.demikian juga Imam Syuyuthy menulis kitab <em>Al Khoshooishul Kubro</em>. Akan tetapi kitab-kitab ini pun membutuhkan satu perhatian yang sangat serius agar lebih dapat di manfaatkan.</p>
<p><strong>5. Buku-buku Maghozy dan siroh</strong></p>
<p>Buku-buku Maghozy ini menampilkan kejadian-kejadian siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, peperangan beliau, pengiriman saraya (pasukan perang yang tidak dipimpin langsung oleh beliau/ Navigasi militer) dan marhalah (tingkatan) dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan buku-buku ini merupakan referensi (rujukan) yang sangat penting dalam mempelajari siroh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<p>Demikian juga buku-buku siroh yang khusus menjelaskan siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah dikarang oleh para ulama sejak abad pertama hijriyah, dan diantara ulama-ulama pertama yang terkenal memiliki perhatian khusus dalam penulisan siroh secara umum adalah: Abdullah bin Abbas (Wafat tahun 78 H), Sa’id bin Sa’ad bin Ubadah, Sahl bin Abi Hatsmah (wafat di zaman Muawiyah), Urwah bin Zubair (wafat tahun 92 atau 94 H), Said bin Musayyib (wafat tahun 94 H), Aban bin Utsman bin Affan (wafat tahun 87 atau 105 H) dan Abu Fadhoolah Abdullah bin Kaab bin Maalik Al Anshory (wafat tahun 97 H).dan dalam abad kedua Hijriyah: Al Qashim bin Muhammad bin Abi Bakr As Shiddiq (wafat tahun 107H), Wahab bin Munabbih (wafat tahun 114 H), Syarahbiil bin Said (wafat Tahun 123 H), Abu Ruh Yazid bin Rumaan Al Asady (wafat tahun 130 H), Abul Aswad Muhammad bin Abdur-Rahman bin Naufal Al Asady (Wafat tahun 131 H), Abdullah bin Abi Bakr bin Hazm (wafat antara tahun 130 &#8211; 135 H), Musa bin Uqbah (wafat tahun 141 H), Muhammad bin Ishaaq Al Muthaliby (wafat tahun 151 H), Yunus bin Yazid Al Aily (wafat tahun 152 H), Ma’mar bin Rasyid Al Bashry(wafat tahun 154 H), Abu Ma’syar As Sindy (wafat setelah tahun 170 H), Abu Ishaaq Al Fazaary (wafat tahun 187 H) dan Al Walid bin Muslim Ad Dimasyqy (wafat tahun 195 H). Sedangkan dalam abad ketiga hijriyah muncul ulama-ulama siroh seperti : Muhammad bin Umar Al Waqidy (wafat tahun 207 H), Abdur-Razaq bin Hammaam As Shon’any (wafat tahun 211 H), Sa’id bin Al Mughiroh bin As Shoyaad Al Mushishy (wafat tahun 220 H), Ahmad bin Muhammad Al Warroq (wafat tahun 227 H), Muhammad bin Saad bin Manii’ Az Zuhry (wafat tahun 230 H), Muhammad bin Aidz Al Qurasyi (wafat tahun 224 H), Sulaiman bin Thorkhaan At Taimy (wafat tahun 245 H), Hisyam bin Ammar (wafat tahun 245 H), Said bin Yahya Al Umawy (wafat tahun 249 H),dan Umar bin Syabah bin Ubaid (wafat tahun 262 H) <em>rahimahumullah</em>.</p>
<p>Sebagian ulama sejarah telah mengklasifikasikan para ulama penulis siroh menjadi beberapa kelompok tingkatan,yaitu pertama, kedua, dan ketiga dengan tokoh-tokoh yang termasyhur dari mereka:</p>
<p>Kelompok tingkatan yang pertama dengan tokoh-tokohnya yang terkenal Abaan, Urwah, Syarahbiil dan Ibnu Munabbih dan buku-buku mereka tidak ada yang sampai kepada kita akan tetapi banyak riwayat-riwayat siroh mereka yang dapat ditemui di buku-buku ulama setelah mereka dan Prof.Dr. Muhammad Mushthofa Al A’dzomy mengumpulkan riwayat-riwayat Urwah dalam siroh dengan melalui riwayat Abil Aswad darinya dan dicetak dengan judul <em>Maghozi Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam li Urwah bin Az Zubair –bi riwayat Abil Aswad yatiim urwah</em>.</p>
<p>Kelompok tingkatan yang kedua dengan tokoh-tokohnya yang terkenal Abdullah bin Abi Bakar, ashim, dan Az Zuhry dan buku-buku mereka tidak ada yang sampai kepada kita akan tetapi banyak riwayat-riwayat siroh mereka yang dapat ditemui di buku-buku ulama setelah mereka dan sebagian penulis dan peneliti siroh Nabi pada masa kini mulai mengumpulkan riwayat-riwayat tersebut dalam satu buku, seperti Dr. Suhail zikaar mengumpulkan riwayat-riwayat Az Zuhry dari buku-buku yang ada dan memberi judul<em> Al Maghozy An Nabawiyah</em>.</p>
<p>Kelompok tingkatan yang ketiga dengan tokoh-tokohnya yang terkenal Ibnu Uqbah, Ibnu Raasyid, Ibnu Ishaaq, Al Fazaary, Al waalid, Al Waaqidy, Abdurrozaaq, Al Mushishy, Ibnu Saad, Al Waraq, Ibnu Aidz, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Thorkhon, Ibnu Ammaar, dan Al Umawy dan telah sampai kepada kita beberap juz dari kebanyakan buku-buku mereka,seperti sebagian juz dari maghozy Ibnu Uqbah dan itu berupa satu bagian yang ditemukan Edward S. dan diterbitkan dengan terjemahan bahasa jerman pada tahun 1904 M, beberapa juz dari siroh Ibnu Ishaaq dan yang terpenting adaalah bagian yang terkenal dengan <em>siroh Ibnu Hisyaam</em> kemudian juz yang diberi nama <em>As Siyar wal Maghozy</em> yang diterbitkan dengan tahqiq Dr.Muhammad Hamidullah Al Haidaraabady dan yang lain ditahqiq oleh Dr. Suhai Zikaar, sirotur Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam karangan Al fazaary yang ditemukan dua juz dari kitab tersebut di Universitas Al Qorawiin di Maroko yang akan ditahqiq oleh Dr. Faruuq Hammadah, <em>Maghozy Al Waqidy</em> yang dicetak tiga jilid dengan tahqiq M.John, dan juga sampai kepada kita kitab siroh karya Abdurrazaaq yang digabung dengan kitab beliau Al Mushannaf dan itu telah dicetak dan tersebar serta kitab <em>Ath Thobaqaat Al Kubro</em> karya Ibnu Saad yang dicetak dalam tujuh jilid ,pada jilid pertama dan keduanya merupakan riwayat siroh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, akan tetapi kebanyakan riwayat-riwayatnya dalam siroh diambil dari gurunya Al Waaqidy dan beliau telah menukil darinya sebanyak 143 riwayat.demikian juga ditemukan transkrip dari kitab Ibnu ‘Aaidz di Musium Nasonal Inggris di London, transkrip tarikh Ibnu Abi Syaibah di Universitas Islam Madinah.<br />
Akan tetapi dari mereka semuanya ini hanya beberapa saja yang sampai sekarang masih terkenal dan tersohor dalam siroh, diantaranya Ibnu Ishaaq, Al Waqidy dan Ibnu Sa’ad. Khususnya Ibnu Ishaaq yang telah dikenal oleh kebanyakan orang hal itu mungkin disebabkan oleh faktor-faktor berikut:</p>
<p>1. Penyampaian siroh dengan mengurutkan waktu kejadian (<em>Tasalsul Zamani</em>)<br />
2. Mengumpulkan semua berita yang sampai kepadanya tentang satu kejadian dan membawakannya dalam satu penyampaian tanpa melihat kepada pengkhususan riwayat seorang dari yang lainnya.<br />
3. Keluasan ilmu dan kedudukan serta ketinggian bahasa (kefasihan) beliau dalam penyampaian<br />
4. Khidmah Ibnu Hisyam dengan menyusun ulang kitab tersebut yang membuat kitab tersebut menjadi lebih baik dan bagus sehingga banyak membuat ulama memperhatikannya dengan meneliti,mensyarah dan memberikan komentar ilmiyah kepadanya. Kitab siroh Ibnu Hisyam ini telah diterjemahkan dengan judul Siroh Ibnu Hisyam.</p>
<p><strong>6. Buku-buku yang dikarang dalam sejarah dua tanah suci yaitu Makkah dan Madinah.</strong></p>
<p>Para Ulama telah menulis karangan yang khusus tentan dua kota suci ini dalam rangka menjelaskan sejarah kedua kota ini sebeum dan sesudah islam, sehingga banyak membantu dalam memahami siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,sehingga dengan demikian juga merupakan satu referensi (rujukan) yang sangat penting dalam siroh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.<br />
Diantara buku-buku tersebut yang telah diterbitkan pada masa ini adalah: Taarikh Makkah oleh Abul Walid Muhammad bin Abdullah Al Azrooqy (wafat tahun 250 H) dicetak dengan tahqiq As Syeikh Rusydi Ash Sholih, Taarikh Makkah wa ma Jaa fiha min al atsar dan kitab <em>Ad Duroh AtsTsaminah Fi Akhbaril Madinah </em>oleh Ibnu Najjaar,<em> Akhbaar madinah Rasulullah wa taarikh Makkah</em> oleh Al Faakihany (wafat tahun 280 H), <em>Syifaul Gharam Bi Akhbaar balad Allah Al Haraam</em> oleh Muhammad bin Ahmad Al Faasy (wafat tahun 832 H) di tahqiq oleh Dr. Umar Abdusalam tadmury, <em>Tarikh Al Madinah</em> karya Ibnu Zubaalah (wafat tahun 200 H) dicetak dengan tahqiq Abdul Malik bin duhaisy, Tarikh Al Madinah karya Ibnu Bakkaar (wafat tahun 256 H),Tarikh Al Madinah karya Umar bin Syabah (wafat tahun 262 H) dicetaak oleh As Sayid habib mahmud ahmad dengan tahqiq Fuhaim syaltut, dan buku-buku ini seperti buku-buku yang lainnya dapat dimanfaatkan dengan sempurna dan baik setelah dilihat kembali keabsahan berita yang ada.</p>
<p><strong>7. Buku-buku taarikh umum.</strong></p>
<p>Buku-buku ini memaparkan sejarah umat manusia dan negara serta tokoh-tokoh sejarah secara umum sejak sebelum islam sampai di masa penulisnya, seperti <em>Taarikh al Umam wa Ar Rausul wa Al Muluk</em> oleh Ibnu Jarir Aththobary dan Tarikh Kholifah bin Khiyath Al Ushfury (wafat tahun 240 H), <em>Al Badu wa At Taarikh</em> karya Ibnu Thohir (wafat tahun 355 H), <em>Futuuh Al buldan</em> karya Ahmad bin Yahya Al Balaadzary (wafat tahun 279 H), <em>Tarikh Al Ya’quby</em> karya Ahmad bin Ja’far bin Wahb (wafat tahun 292), <em>Muruj Al Madzhab</em> dan At tambiih Wal Isyraaf karya Abul Hasan Ali bin Husein Al Mas’udy, <em>Taarikh Damaskus Al Kabir</em> karya Abul Qashim Ali bin Al Hasan bin Asaakir (wafat tahun 571.M) dan lain-lainnya.<br />
Buku-buku ini merupakan referensi penting dalam memahami siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena menceritakan kejadian-kejadian yang ada pada waktu itu secara umum. Demikian juga kitab <em>Al Bidayah Wa Al Nihayah</em> karya Ibnu Al Qayim.</p>
<p><strong>8. Buku-buku sastra arab (Adab).</strong></p>
<p>Ini merupakan referensi pelengkap dalam siroh, karena berisikan syair-syair yang banyak mengisahkan hal-hal yang terjadi dimasa-masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sekitarnya. Diantara buku-buku tersebut adalah <em>Al Aghoony</em> karya Abul Faraj Ali bin Hasein Al Ashbahany, <em>Al Kamil fi Al Lughoh wal Adab</em> karya Al Mubarid, <em>Al Waqf wal Ibtida’ wal Adhdhad </em>karya Al Anbary dan <em>Al Aqdul Fariid</em> karya Abu Umar Ahmad bin Muhammad bin Adurrobih Al Qurthuby</p>
<p><strong>9. Buku-buku pelengkap lainnya</strong></p>
<p>Buku-buku geografi dan buku-buku yang membahas perkembangan Jaziroh Arabiyah dan sekitarnya juga sangat membantu dalam memberikan gambaran jelas keadaan dan kondisi daerah dan sosialnya, sehingga lebih memberi kejelasan himah diturunkannya Rasululloh di jaziroh Arabiyah, seperti buku <em>Khashais Jaziroh Arabiyah</em> karya Syaikh bakr bin Abdillah Abu Zaid. Disamping buku-buku siroh karya para ulama zaman ini yang sangat banyak sekali.</p>
<p>Inilah referensi-referensi yang bisa kita jadikan rujukan dalam mempelajari siroh <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dengan melihat kembali keabsahan berita yang tertuangkan dalam buku-buku tersebut. Sudah sepantasnyalah kita memberikan perhatian yang lebih terhadap buku-buku yang menjelaskan keabsahan dan keotentikan berita dan data yang ada padanya dengan tetap melihat kepada metode para ulama islam seputar hal tersebut, mudah-mudah dengan demikian dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kehidupan beliau <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<p><strong>E. Bagaimana Memahami Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.</strong></p>
<p>Seorang yang ingin memahami siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan benar dan akurat harus kembali mempelajari, merenungkan dan meneliti sumber-sumber pengambilan siroh tersebut dengan memperhatikan metode-metode penulisan siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah ditulis para ulama dengan memandang hal-hal sebagai berikut:</p>
<p>1. Meyakini bahwa As Sunnah An Nabawiyah adalah wahyu dari Allah taala dan siroh merupakan bagian dari Sunnah tersebut<br />
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p align="right"><span style="font-size: large; font-family: times, times new roman, serif;">????? ??????? ?????????? ?????????? ?? ???????? ??????</span></p>
<p>“Ketahuilah bahwa diturunkan kepadaku Al Qur’an dan yang semisalnya bersamanya”</p>
<p>2. Mengetahui bahwa Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika terjun memperbaiki umat manusia bukanlah sekedar pembaharu sosial yang bersandar kepada kepakaran dan kehebatannya semata akan tetapi dia adalah seorang Rasul yang diutus Allah dengan wahyu sehingga keberhasilan beliau adalah tauufiq dari Allah,oleh karena itu seluruh aspek kehidupannya berada dibawah bimbingan dan arahan dari Allah.dan dengan demikian kita akan melihat siroh Nabi sebagai siroh yang maksum dan dapat mengarahkan akal kita untuk memahami konsep ini.</p>
<p>3. Memahami siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai siroh yang komprehensif (menyeluruh) dan sempurna yang menggambarkan satu pribadi yang sempurna</p>
<p>4. Mempelajarinya untuk dapat mengambil faedah dan pelajaran yang dapat digunakan dalam mengarungi kehidupan ini.</p>
<p><strong>F. Metode Mempelajari Siroh Nabi</strong></p>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa dalam mempelajari siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dibutuhkan satu metode yang sesuai dengan konsep islam dalam memahami siroh dan sesuai dengan metodologi para Muhaditsin (Ahli Hadits) dalam pembahasan kandungan siroh tersebut. Dari sini para ulama menetapkan metode mempelajari siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu metode kritik dan pembuktian kebenaran.<br />
Metode ini adalah metode yang ditetapkan dan diterapkan para Muhadditsin dalam menerima segala khobar dengan melihat dan mempelajari sanad dan matan (isi) berita untuk dapat menguji keotentikan dan keakuratan berita tersebut.</p>
<p><strong>1. Penelitian dan kritik Sanad atau Isnad</strong></p>
<p>Isnad atau sanad adalah rangkaian para periwayat yang menyampaikan suatu khabar (berita) dari satu perawi kepada perawi berikutnya secara berangkai, hingga sampai pada sumber khabar yang diriwayatkan itu. (Lihat: <em>Al Manhaj Al Islaamy fi AlJarh Wa Ta’dil</em> hal. 231).<br />
Dalam konsep islam, sanad dipandang sebagai tulang punggung berita, dia merupakan media kritik terhadap satu berita, karena dengan diketahui siapa-siapa yang meriwayatkannya maka akan dapat diketahui pula nilai berita tersebut. Sanad yang bersambung lagi shohih merupakan karakteristik (kekhususan) umat Islam. Kegunaannya ialah untuk memberikan rasa tentram dan percaya pada berita yang diriwayatkan dengan cara seperti ini, karena didalamnya terhimpun sejumlah bukti dan pendukung berupa perawi-perawinya bersifat adil, tsiqaat dan dhobit. Dari sejumlah pendukung itulah keshahihan suatu berita yang diriwayatkan menjadi kokoh. Kegunaan lainnya, bahwa riwayat-riwayat yang disandarkan pada sanad jauh lebih utama dibandingkan riwayat atau khobar yang disampaikan dengan tanpa sanad,karena sanad dalam suatu riwayat itu dapat digunakan untuk melacak keotentikan riwayat tersebut. Mekanisme kritik dan pengujiannya juga dapat dilakukan dengan cara yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan khabar-khabar atau riwayat yang tidak bersanad. (Lihat: Akrom dia&#8217;ul Umary ,dirasat tarikhiyah hal 26 dan di ringkas dan dirubah dari fitnah kubro karya Prof DR M. Amhazun yang diterjemahkan oleh Daud Rasyid dari hal.39-79 dengan beberapa perubahan dan penambahan).</p>
<p>Dengan demikian tujuan penetapan sanad adalah memastikan keshahihan (keotentikan) suatu nash (teks) atau berita, serta melenyapkan kepalsuan dan kebohongan yang mungkin ada padanya.</p>
<p>Nilai penting atau urgensi sanad tidak hanya terbatas untuk hadits-hadits Nabawi saja, lebih dari itu juga masuk pada sejumlah cabang ilmu-ilmu lainnya seperti Tafsir ,tarikh, sastra, bahkan sepertinya telah mendominasi metode pengkodifikasian ilmu-ilmu keislaman yang beraneka ragam.<br />
Dalam bidang siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, penyebutan sanad akan banyak membantu pelacakan kebenaran suatu riwayat dan kritik informasi, oleh karena itu para ulama tetap mempertahan keberadaan sanad ini dan terus melakukan pengumpulan, penelitian dan penulisannya. Mereka telah memperhatikan hal ini sejak dini dan terus melakukan usaha keras untuk meluruskan dan membongkar kedustaan yang ada dalam khabar (berita) dengan melalui dua aspek yaitu:<br />
1. Aspek teoritis, yaitu penetapan kaidah-kaidah yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kedustaan<br />
2. Aspek praktis, yaitu penjelasan tentang pribadi-pribadi yang disinyalir sebagai pendusta dan seruannya pada umat manusa agar bersikap hati-hati terhadap mereka.</p>
<p>Dalam aspek teoritis, metode kritik para ulama telah berhasil sampai pada peletakan kaidah-kaidah ilmu periwayatan yang canggih dan sangat teliti sebagai puncak kreasi yang dihasilkan oleh kemampuan manusia. Untuk mengetahui ketelitian metode ilmiyah yang diikuti ulama yang berkecimpung ibidang ini, maka cukuplah kita baca karya-karya yang mereka hasilkan dalam bentuk kaidah-kaidah Al Jarh dan At Ta&#8217;dil, pengertian istilah-istilah yang tercakup dalam dua kategori itu, urutan hirarkhisnya yang dimuali dari yang teratas -Ta&#8217;dil- sampai tingkat yang terbawah –jarh-,syarat-syarat penerimaan suatu riwayat,dimana mereka tetapkan dua syarat pokok terhadap perawi yang bisa diterima periwayatannya, yaitu :<br />
1. <strong>Al Adalah</strong> (keadilan) yaitu seorang perawi itu harus muslim, baligh, berakal, jujur, terbebas dari sebab-sebab kefasikan dan terhindar dari hal-hal yang merusak muru’ah (martabat diri)<br />
2. <strong>Adh Dhobt </strong>yaitu seorang perawi harus menguasai apa yang diriwayatkannya, hafal atas apa yang diriwayatkan kalau dia meriwayatkannya dengan metode hafalan, cermat dengan kitabnya kalau dia meriwayatkannya dengan melalui kitabnya.</p>
<p>Diantara kaidah-kaidah periwayatan itu adalah menghindari pengambilan riwayat (informasi) dari nara sumber yang lemah (dhoif) dan sebaliknya selalu memilih riwayat dari perawi yang amanah (tsiqat), mensyaratkan kejujuran, karena kebodohan dan kedustaan itu menyebabkan gugurnya sifat Al Adalah (adil) , tidak meriwayatkan dari orang yang kacau dan berubah-ubah hafalannya dan tidak menjadikan riwayat-riwayat dari mereka sebagai hujjah. juga tidak menjadikan sebagai hujjah, hadits-hadits yang berasal dari perawi-perawi yang banyak keliru dan kesalahan dalam periwayatan dan menghindari periwayatan dari ahlil hawa.</p>
<p>Adapun dari aspek praktis adalah seperti penyebutan para perawi (curruculum vitae-nya) serta penjelasan kualitas atau penilaian terhadapnya.untuk kepentingan ini terdapat para ulama yang khusus menyusun sejumlah besar karya yang menjelaskan hal tersebut.dan sudah menjadi satu hal yang tidak diragukan lagi bahwa karya-karya tentang kaedah-kaedah periwayatan dan tentang para perawi itu telah memberi andil yang cukup besar dan penting dalam pemurnian islam dan pelurusan siroh dan sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam serta Islam pada umumnya.</p>
<p><strong>2. Kritik Dan Penelitian Matan.</strong></p>
<p>Secara bahasa matan adalah sesuatu yang keras atau terjal dan mencuat dari tanah (Lihat: Al Qamus Al Muhiith). Sedangkan menurut Istilah, matan merupakan susunan kalimat yang tercantum pada akhir sanad pada umumnya dan terkadang ditulis sebelum sanad, yang berarti teks dari khabar itu sendiri. Dan yang dimaksudkan dengan studi matan disini adalah mempelajari nash-nash (teks khabar) dari berbagai seginya:</p>
<p>(1) Ada yang memfokuskan pada penelitian di seputar keshohihannya, apabila tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah dan kaidah-kaidah yang sudah pasti (qath’iy) alias tidak berlawanan dengan watak zaman dimana peristiwa itu terjadi, tradisi mesyarakat dan nilai-nilainya, dan tidak bertentangan dengan watak alami sesuatu dan informasi-informasi kesejarahan yang telah valid, atau tidak mengandung sesuatu yang tidak mungkin atau kemustahilan, dan lain-lain.</p>
<p>(2) Ada yang memfokuskan studi matan tersebut pada upaya pemahaman makna nash itu sendiri, baik menyangkut pemahaman atas muatan hukumnya, dalalah (konotasi) nya, atau pemahaman segi bahasa dan lafadznya.</p>
<p>Dalam penelitian hadits dan sumber-sumber siroh ini, para ulama tidak berhenti hanya meneliti dan memfokuskan penelitian pada sanad akan tetapi juga memberikan perhatian serius pada penelitian matan, karena illat (cacat) satu riwayat dapat terjadi di sanad dan di matan. Atas dasar inilah didapatkan para ulama menghukum satu hadits dengan kelemahan sanadnya tidak mesti menunjukkan matannya pun lemah demikian juga sebaliknya, karena boleh jadi ada hadits yang sanadnya lemah tetapi matannya shohih karena ada riwayat dari sanad yang lain yang mendukung keshohihannya, sebagaimana mungkin juga sanadnya shohih tetapi matannya tidak shohih, karena adanya penyelisihan terhadap yang lebih kuat dan shohih (syudzudz) dan illat (cacat yang tidak nampak yang merusak) dalam matan itu.</p>
<p>(Keterangan: <em>Ilaat </em>adalah faktor yang tersembunyi, merusak keshohihan hadits kendatipun dari luar tampak tidak ber masalah, lihat karya Ibnul Madini, ilal al hadits wa Ma’rifat al Rijal hal.10).</p>
<p>Disini terbukti bahwa para ulama hadits telah memberikan perhatian yang serius pada studi matan sebagaiman mereka memperhatikan studi sanad. Demikian pula mereka tidak hanya menggunakan metode ini pada hadits saja akan tetapi metode ini juga relefan untuk bidang-bidang keislaman yang lainnya seperti tarikh Islam, apalagi pada siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang merupakan satu perwujudan dari kehidupan beliau dan masyarakat pada masa itu.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan ini akan semakin jelas tujuan dan target kita dalam mempelajari siroh Nabawiyah, sehingga membawa kita semua kepada kesempurnaan dalam meneladani Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Bersambung Insya Allah …</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid.com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-‘alaihi-wasallam/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Sumber+Pengambilan+Siroh+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Sumber+Pengambilan+Siroh+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;t=Sumber+Pengambilan+Siroh+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Sumber+Pengambilan+Siroh+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam+-+http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Sumber+Pengambilan+Siroh+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Sumber+Pengambilan+Siroh+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Sumber+Pengambilan+Siroh+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam+-+http://b2l.me/pawdt&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Sumber+Pengambilan+Siroh+Rasulullah+shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Adapun%20arti%20pentingnya%20buku-buku%20hadits%20dalam%20pengambilan%20siroh%20Rasulullah%20shallallahu%20%E2%80%98alaihi%20wasallam%20adalah%20kumpulan%20ucapan%2C%20perbuatan%2C%20persetujuan%20dan%20sifat-sifat%20baik%20fisik%20ataupun%20akhlaq%20beliau%20shallallahu%20%E2%80%98alaihi%20wasallam." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/sumber-pengambilan-siroh-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Siroh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 18:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[siroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Mengetahui siroh (sejarah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan satu kewajiban yang dibebankan kepada umat ini karena beliau adalah perantara dan penafsir Alquran secara perkataan dan perbuatan, sehingga tidaklah mungkin kita dapat memahami ajaran agama kita tanpa mengetahui siroh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> sebagai sosok teladan yang baik merupakan pribadi yang harus kita ketahui perjalanan hidupnya sejak beliau lahir sampai wafat. Mengetahui siroh (sejarah) beliau <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> merupakan satu kewajiban yang dibebankan kepada umat ini karena beliau adalah perantara dan penafsir Alquran secara perkataan dan perbuatan, sehingga tidaklah mungkin kita dapat memahami ajaran agama kita tanpa mengetahui siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam.</span></p>
<p>Oleh karena itu, kaum muslimin sejak masa-masa pertama perkembangan Islam telah sibuk mempelajari siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> dengan merekam kejadian-kejadian yang terjadi pada beliau dan pada masa-masa beliau hidup serta bersungguh-sungguh menukil hal-hal tersebut dengan penukilan yang teliti dan akurat baik dalam buku-buku hadits dan siroh, atau buku-buku sejarah umum.<span id="more-266"></span></p>
<p>Sudah tidak diragukan lagi bahwa siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> merupakan bidang yang sangat penting yang digeluti kaum muslimin dahulu dan sekarang, dan dengan izin Allah <span style="font-style: italic;">ta’ala</span> senantiasa menjadi tempat perhatian kaum muslimin karena siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> merupakan aplikasi kongkrit dari syariat Ilahi dan penjelas hukum-hukumnya. Dan dari sini muncullah perhatian yang sangat besar dari kalangan ulama Islam untuk mempelajari, meneliti, dan menulis buku-buku dan referensi sejarah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan macam ragam metode penulisan dan penelitian yang mereka pakai sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam.</span></p>
<p><span style="font-weight: bold;">A.	Pengertian Siroh Nabi</span><span style="font-style: italic; font-weight: bold;"> shallallahu ‘alaihi wasallam</span></p>
<p>Untuk meluruskan persepsi tentang siroh Nabi <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> diperlukan satu pengertian yang benar terhadap siroh tersebut. Siroh Nabi <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> yang dimaksud di sini adalah kumpulan berita-berita yang diriwayatkan atau dikisahkan berisi peri kehidupan Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span>? yang meliputi nasab, kandungan beliau di perut ibunya, kelahirannya dan keadaan kehidupan yang menyertainya, pemeliharaannya, masa kecilnya, masa remaja dan kedewasaan beliau, pengangkatan beliau sebagai Nabi, turunnya wahyu kepada beliau dan permulaan dakwahnya, masa-masa dakwah di Makkah dan setelah hijrohnya ke Madinah, pembentukan negara di Madinah dan pembelaan beliau terhadap negara tersebut, jihad beliau melawan musuh-musuh agama di dalam negara dan di luarnya, pengiriman duta, utusan-utusan dan angkatan perang, kepemimpinan beliau<span style="font-style: italic;"> shallallahu ‘alaihi wasallam</span>, perang-perang penting, pengembangan dakwah Islam di Jaziroh Arab dan di luarnya, sakit dan kematian beliau dan pengaruhnya terhadap para shahabat radhiyallahu ‘anhu sampai perawatan jenazah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. (Lihat: <span style="font-style: italic;">As-Siroh An-Nabawiyah</span> oleh Muhammd Abdul Qadir Abu Faaris, cetakan pertama, Dar Al furqaan, Ammaan, Yordania hlm. 49).</p>
<p><span style="font-weight: bold;">B.	Target dan Faedah Mempelajari Siroh Nabi </span><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span></p>
<p>Di antara target dan faedah mempelajari siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> adalah:</p>
<p>1.	Mendapatkan dan menemukan aplikasi kongkrit (pengejawantahan) dari hukum-hukum Islam yang terkandung dalam ayat-ayat Alquran dan hadits-hadits Nabi <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span>dalam ragam bidang kehidupan.</p>
<p style="text-align: left;">2.	Mencontoh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> menuntut seorang untuk mengetahui sifat-sifat dan keadaan kehidupan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dalam segala bidang kehidupan karena beliau adalah suri teladan yang baik yang harus dicontoh, sebagaimana firman Allah ta’ala:</p>
<p style="text-align: right;"><span style=";font-family:times,times new roman,serif;font-size:180%;">?????? ????? ?????? ??? ??????? ????? ???????? ???????? ?????? ?????  ???????? ????? ??????????? ????????? ???????? ?????  ????????</span></p>
<p>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. 33:21)</p>
<p>3.	Mencontoh dan mengikuti Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> merupakan tanda kecintaan seseorang terhadap Allah ta’ala dan yang melakukannya akan mendapatkan kecintaan Allah dan ampunan-Nya,  sebagaimana firman Allah<span style="font-style: italic;"> ta’ala</span>:</p>
<p style="text-align: right;"><span style=";font-family:times,times new roman,serif;font-size:180%;">???? ??? ??????? ?????????? ????? ?????????????? ???????????? ?????  ?????????? ?????? ??????????? ??????? ??????? ???????? </span></p>
<p>Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Imron 3:31)</p>
<p>4.	Mendapatkan dan menemui dalil-dalil mukjizat yang dapat menguatkan dan menambah iman.</p>
<p>5.	Menguatkan azzam kaum mukminin yang mengikuti jalannya Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> dan memantapkan mereka dalam membela agama dan kebenaran serta memberikan ketenangan dalam hati mereka dengan mengenal apa yang terdapat dan terkandung dari siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> berupa sikap-sikap keimanan dan kekuatan aqidah beliau dalam menghadapi cobaan dan musuh-musuhnya.</p>
<p>6.	Dalam siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> terdapat pelajaran dan nasehat serta hikmah-hikmah yang bisa diambil oleh semua muslim baik penguasa atau rakyat untuk membentuk manusia yang baik.</p>
<p>7.	Siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> merupakan gambaran contoh yang tinggi yang dimiliki seorang manusia yang sempurna dari segala sisi.</p>
<p>8.	Siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> berisikan pelajaran-pelajaran yang banyak bagi segala lapisan masyarakat manusia dan meringankan mereka dalam menghadapi segala cobaan dan ujian hidup yang mereka hadapi terlebih lagi para dai.</p>
<p>9.	Membantu memahami Alquran dan sunnah Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span>.</p>
<p>10.	Mendapatkan banyak pengetahuan yang benar tentang bermacam-macam ilmu-ilmu keislaman berupa aqidah, syariat, akhlaq, tafsir, hadits, politik, pendidikan dan sosial kemasyarakatan dan yang lain-lainnya.</p>
<p>11.	Mengenal perkembangan dan pertumbuhan dakwah Islam dan apa yang terjadi pada<br />
Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> dan sahabat-sahabatnya <span style="font-style: italic;">radhiyallahu &#8216;anhum</span> dalam menegakkan kalimat Allah serta apa yang dihadapi para sahabat dari kesulitan-kesulitan dan bagaimana mereka bersikap serta solusi pemecahannya.</p>
<p>12.	Mengenal sebab turunnya ayat-ayat Alquran dan korelasi ucapan-ucapan Rasulullah shallallahu <span style="font-style: italic;">‘alaihi wasallam </span>dan sahabat-sahabatnya <span style="font-style: italic;">radhiyallahu &#8216;anhum</span>.</p>
<p>13.	Mengenal naskh dan mansukh dalam Alquran dan hadits</p>
<p>14.	Mengenal dengan baik mukjizat-mukjizat yang Allah karuniakan kepada Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span></p>
<p>15.	Menanamkan kecintaan kepada Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam.<br />
</span><br />
<span style="font-weight: bold;">C.	Keistimewaan Siroh Nabi </span><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span></p>
<p>Siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> merupakan siroh (sejarah) yang memiliki banyak keistimewaan sehingga terasa nikmat untuk dipelajari dan ditelaah dibandingkan dengan siroh-siroh yang lainnya, sebagaimana juga ia merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh seorang ulama syariat dan dai Islam dan orang yang merasa bertanggung jawab terhadap perbaikan umat manusia karena dengan mencontoh gaya dan cara dakwah Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> akan menjadikan dakwah mereka benar dan berhasil.<br />
Di antara keistimewaan siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> adalah sebagai berikut:</p>
<p>1.	Siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> merupakan siroh yang paling absah dan otentik yang menceritakan sejarah para nabi dan rasul, atau tokoh-tokoh pembaharuan umat manusia, karena siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> sampai kepada kita melalu jalan penyampaian yang paling benar dan paling kuat sehingga membuat kemudahan-kemudahan dalam mengenal kejadian-kejadian bersejarah yang ada di dunia ini.<br />
Dan keistimewaan ini tidak terdapat pada siroh selain beliau <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span>. Kita lihat siroh Nabi Musa <span style="font-style: italic;">‘alaihis salam</span> telah tercampur antara kejadian-kejadian yang benar-benar terjadi pada beliau dengan hal-hal yang dimasukkan oleh orang Yahudi dari penyimpangan dan kesesatan, sehingga kita tidak bisa menjadikan Taurot sebagai sumber pengambilan siroh beliau <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> yang akurat dan benar. Demikian juga siroh Nabi Isa ‘alaihis salam karena beredarnya injil-injil yang banyak yang tidak sama isi kitab yang satu dengan yang lainnya, sehingga kita tidak bisa mengambil siroh beliau <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> dengan terjamin keotentikannya.</p>
<p>2.	Kehidupan Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span>adalah kehidupan yang sangat jelas dalam setiap marhalah-nya (tingkatan), sejak menikah orang tua beliau sampai wafatnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga dapat diketahui kelahirannya, masa kecil dan remajanya, kehidupannya sebelum kenabian dan setelah kenabian sampai wafatnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga berkata seorang pengkritik barat (orientalis) :”sesungguhnya Muhammad  adalah satu-satunya orang yang dilahirkan (jelas seperti) terangnya sinar matahari”.</p>
<p>3.	Sesungguhnya siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> menceritakan siroh seorang manusia yang dimuliakan Allah sebagai Rasul dengan tidak mengeluarkannya dari sifat kemanusiaannya dan tidak ada padanya dongeng-dongeng yang tidak benar.</p>
<p>4.	Siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> menyeluruh kepada seluruh sisi-sisi kehidupan beliau, karena dia mengisahkan kepada kita sejarah kehidupan beliau <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> dimasa muda sebelum menjadi Nabi dan juga menceritakan kepada kita tentang beliau sebagai seorang pembawa bendera dakwah yang memiliki gaya dan cara yang efektif dan akurat dalam menyampaikan isi dakwahnya, sebagaimana juga mengisahkan beliau sebagai seorang pemimpin negara dan sebagai pemimpin rumah tangga dan pendidik serta politikus sejati.</p>
<p>Ringkasnya siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> meliputi seluruh sisi kehidupan sosial kemanusiaan dalam suatu tatanan kemasyarakatan yang menjadikan beliau sebagai tauladan yang baik bagi da’i, panglima, bapak, suami, teman, pendidik, politikus, pemimpin negara dan yang lain-lainnya.</p>
<p>5.	Siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> memberikan kepada kita tanda kebenaran risalahnya dan kenabiannya. (Disarikan dari <span style="font-style: italic;">As-Siroh An-Nabawiyah</span>: Durus wa ‘Ibar oleh Musthofa As-Siba’i hlm. 15-20).</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D.	Sumber Pengambilan Siroh Rasulullah </span><span style="font-style: italic; font-weight: bold;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span><span style="font-weight: bold;">. </span></p>
<p>Sesungguhnya siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span>- secara hakikatnya- adalah ibarat dari risalah yang beliau bawa kepada masyarakat manusia, oleh karena itu sudah selayaknya untuk ditayangkan dalam bentuk yang benar, akurat dan terperinci, sehingga bisa bermanfaat bagi kaum muslimin seluruhnya, maka untuk mencapai hal itu perlu kita menengok kembali kepada sumber-sumber pengambilan siroh tersebut.</p>
<p>Adapun sumber-sumber pengambilan siroh Rasulullah <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span> yang menjadi sumber rujukan para ulama dalam menjelaskan siroh tersebut dapat diglobalkan menjadi delapan sumber, yaitu:</p>
<p>1.	Alquran</p>
<p style="text-align: left;">Sesungguhnya dalam Alquran terkandung banyak kejadian dari siroh Nabi, <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span>baik ketika pada masa Makkah atau Madinah. Demikianlah Alquran telah mengisahkan kepada kita keadaan beliau di masa kecilnya ketika dalam keadaan yatim dan faqir sebagaimana yang ada di dalam firman Allah ta’ala:</p>
<p style="text-align: right;"><span style=";font-family:times,times new roman,serif;font-size:180%;">?????? ???????? ???????? ???????? ?????????? ??????? ???????  ?????????? ???????? ????????? </span></p>
<p><span style="font-style: italic;">Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan lalu Dia memberikan kecukupan? </span>(QS. Al Dhuha 93:6-8)</p>
<p style="text-align: left;">Dan menceritakan pula kisah turunnya wahyu di Gua Hiro’ dalam firman-Nya:</p>
<p style="text-align: right;"><span style=";font-family:times,times new roman,serif;font-size:180%;">??????? ??????? ??????? ??????? ?????? ?????? ?????????? ???? ??????  ??????? ????????? ??????????? ??????? ??????? ???????????? ??????? ???????????  ??????? ????????</span></p>
<p><span style="font-style: italic;">Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.</span> (QS. Al ‘Alaaq 96: 1-5)</p>
<p style="text-align: left;">Dan tentang mukjizat isra’ dan mi’roj dalan firman-Nya:</p>
<p style="text-align: right;"><span style=";font-family:times,times new roman,serif;font-size:180%;">????????? ??????? ??????? ?????????? ??????? ????? ???????????  ?????????? ????? ??????????? ?????????? ??????? ?????????? ???????? ??????????  ???? ??????????? ??????? ???? ?????????? ??????????</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-style: italic;">Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjid Al-Haram ke Al-Masjid Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. </span>(QS. Al Isra: 17:1)</p>
<p>Dan tentang hijroh beliau <span style="font-style: italic;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span> bersama Abu Bakar <span style="font-style: italic;">radhiyallahu &#8216;anhu</span> dalam firman-Nya:</p>
<div style="text-align: right;"><span style=";font-family:times,times new roman,serif;font-size:180%;">?????? ?????????? ?????? ???????? ????? ?????????????? ?????????  ???????? ??????? ????????? ????????? ??? ???????? ??????????? ???????????  ??????????? ????? ????? ??????? ????????? ????? ??????????? ???????? ???????????  ????????? ????? ????????? ???????? ???????? ????????? ???????? ??????????  ?????????? ????? ???? ?????????? ??????? ??????? ???????</span></div>
<p><span style="font-style: italic;">Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, pada waktu dia berkata kepada temannya, ‘Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita.’ Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.</span> (QS. At Taubah 9:40)</p>
<p>Serta Allah <span style="font-style: italic;">ta&#8217;ala</span> menceritakan pula kisah perang Ahzab dalam firman-Nya:</p>
<div style="text-align: right;"><span style=";font-family:times,times new roman,serif;font-size:180%;">??????????? ????????? ????????? ????????? ???????? ????? ??????????  ???? ??????????? ??????? ????????????? ?????????? ?????? ?????????? ?????  ????????? ??????? ????? ????? ??????????? ???????? ???? ????????? ????  ?????????? ?????? ???????? ??????? ?????? ??????? ???????????? ??????????  ?????????? ???????????? ???????????? ??????? ??????????? ????????? ?????????  ?????????????? ???????????? ?????????? ???????? ?????? ??????? ???????????????  ??????????? ??? ?????????? ??????? ????????????? ????? ???????????  ?????????????? ?????? ?????? ?????????? ????????? ????????? ???????? ??????????  ?????? ??????????? ?????????????? ??????? ????????? ?????????? ?????????? ?????  ?????????? ???????? ????????? ?????????? ??? ?????????? ?????? ???????? ??????  ???????? ????????? ????? ???????????? ????? ???????? ??????????? ??????????  ???????????????? ????? ?????? ???????? ???????? ??????? ????????? ????? ???  ?????? ????????????? ???????????? ??????? ?????? ????? ?????????? ??? ????  ??????????? ?????????? ??? ????????? ????? ????????? ???? ????????? ???????  ???????????????? ?????? ???????? ???? ??? ??? ??????? ??????????? ????? ?????  ???? ??????? ?????? ?????? ???? ??????? ?????? ???????? ?????????????? ?????  ???? ????? ????? ???????? ????????????? ???? ???????? ????? ???????????????  ??????? ??????????????? ?????????????? ??????? ????????? ??????????????  ????????? ?????? ???????? ????????? ?????????? ??????? ????? ?????????  ???????????? ?????????? ???????? ??????? ???????????? ????????? ??????? ????????  ???? ????????? ??????? ?????? ????????? ?????????? ???????????? ???????  ????????? ????? ????????? ?????????? ???? ?????????? ?????????? ?????  ????????????? ??????? ?????? ????? ????? ???????? ??????????? ???????????? ????  ?????????? ????? ?????? ???????????? ????????? ???? ???????? ???????? ???  ???????????? ??????????? ???? ???????????? ?????? ??????? ?????? ???? ?????????  ?????? ???????? ??????? ????? ?????? ??? ??????? ????? ???????? ???????? ??????  ????? ???????? ????? ??????????? ????????? ???????? ????? ???????? ????????  ????? ?????????????? ???????????? ??????? ????? ???????????? ????? ???????????  ???????? ????? ??????????? ?????????????? ???? ?????????  ????????????</span></div>
<p><span style="font-style: italic;">Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ketenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.’ Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, ‘Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu.’ Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, ‘Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).’ Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari. Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan menunda untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat. Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, ‘Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur).’ Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. Katakanlah, ‘Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.’ Katakanlah, ‘Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu.’ Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya:&#8221;Marilah kepada kami&#8221;.Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar. Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan.Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya.Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu.dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Dan tatkala orang-orang mu&#8217;min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata:&#8221;Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita&#8221;.Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. </span>(QS. Al Ahzaab 33:9-22)</p>
<p>Dan firman Allah ta’ala :</p>
<div style="text-align: right;"><span style=";font-family:times,times new roman,serif;font-size:180%;">????????? ????????? ??????????? ????? ?????? ?????????? ???  ???????????? ???????? ??? ??????????? ????????? ???????? ???????????  ????????????? ???????? ?????????????? ?????????? ????????????? ???????????????  ????????? ????? ?????????? ??????? ????? ????? ????? ?????? ???????? </span></div>
<p><span style="font-style: italic;">Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka.Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. </span>(QS. Al Ahzaab 33:26-27)</p>
<p>Dan kisah-kisah lainnya yang cukup banyak, akan tetapi untuk dapat mengambil faidah yang sempurna dari Alquran harus melihat kembali kepada buku-buku tafsir yang terpercaya seperti Tafsir bil ma’tsur yaitu Tafsir yang membawakan hadits-hadits yang bersanad periwayatan dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran seperti Tafsir ath Thobary dan Tafsir Ibnu Katsir dan buku-buku yang menjelaskan Naasikh dan Mansukh serta buku-buku yang menjelaskan sebab-sebab turunnya ayat-ayat Alquran dengan selalu melihat bahwa hadits-hadits tersebut tidak diterima begitu saja akan tetapi harus dilihat ke absahannya.<br />
(Disarikan dari kitab <span style="font-style: italic;">As-Siroh An-Nabawiyah As-Shahihah</span> oleh Akrom Dhiya’ Al-Umary, cetakan ketiga, Maktabah Al ‘Ubaikaan Riyadh, KSA  hlm. 47-50 dan kitab <span style="font-style: italic;">As-Siroh An-Nabawiyah Fi Dhau’i Al-Mashodir Al-Ashliyah</span> oleh Mahdi Rizqullah Ahmad, cetakan pertama, Pecetakan Markaz Al Malik Faishol Lil Buhuts Wa Al Dirasat Al Islamiyah, Riyaadh, KSA hlm 15-46 serta <span style="font-style: italic;">As-Siroh An-Nabawiyah</span> oleh Muhammd Abdul Qadir Abu Faaris op.cit hlm. 51-56)</p>
<p>Bersambung Insya Allah &#8230;</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">ustadzkholid.com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-‘alaihi-wasallam/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Mengenal+Siroh+Nabi+Shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Mengenal+Siroh+Nabi+Shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;t=Mengenal+Siroh+Nabi+Shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Mengenal+Siroh+Nabi+Shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam+-+http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Mengenal+Siroh+Nabi+Shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/&amp;title=Mengenal+Siroh+Nabi+Shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Mengenal+Siroh+Nabi+Shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam+-+http://b2l.me/pawdw&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Mengenal+Siroh+Nabi+Shallallahu+%E2%80%98alaihi+wasallam&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Mengetahui%20siroh%20%28sejarah%29%20Rasulullah%20shallallahu%20%E2%80%98alaihi%20wasallam%20merupakan%20satu%20kewajiban%20yang%20dibebankan%20kepada%20umat%20ini%20karena%20beliau%20adalah%20perantara%20dan%20penafsir%20Alquran%20secara%20perkataan%20dan%20perbuatan%2C%20sehingga%20tidaklah%20mungkin%20kita%20dapat%20memahami%20ajaran%20agama%20kita%20tanpa%20mengetahui%20siroh%20beliau%20shallallahu%20%E2%80%98alaihi%20wasallam." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/sejarah-islam/mengenal-siroh-nabi-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wasallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permusuhan Yahudi Pada Islam Dalam Sejarah</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[freemason]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[salibis]]></category>
		<category><![CDATA[sirah]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[zionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Permusuhan Yahudi terhadap Islam bukanlah hal baru, bahkan sudah ada sejak zaman Rasulullah <i>Shallallahu'alaihi Wasallam</i>. Namun dewasa ini banyak usaha menciptakan opini bahwa permusuhan yahudi dan islam hanyalah sekedar perebutan tanah dan perbatasan Palestina dan wilayah sekitarnya, bukan permasalahan agama dan sejarah kelam permusuhan yang mengakar dalam diri mereka terhadap agama yang mulia ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Permusuhan Yahudi terhadap Islam sudah terkenal dan ada sejak dahulu kala. Dimulai sejak dakwah Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dan mungkin juga sebelumnya bahkan sebelum kelahiran beliau. Hal ini mereka lakukan karena khawatir dari pengaruh dakwah islam yang akan menghancurkan impian dan rencana mereka.</p>
<p>Namun dewasa ini banyak usaha menciptakan opini bahwa permusuhan yahudi dan islam hanyalah sekedar perebutan tanah dan perbatasan Palestina dan wilayah sekitarnya, bukan permasalahan agama dan sejarah kelam permusuhan yang mengakar dalam diri mereka terhadap agama yang mulia ini.<span id="more-93"></span></p>
<p>Padahal pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan eksistensi, bukan persengkataan perbatasan. Musuh-musuh islam dan para pengikutnya yang bodoh terus berupaya membentuk opini bahwa hakekat pertarungan dengan Yahudi adalah sebatas pertarungan memperebutkan wilayah, persoalan pengungsi dan persoalan air. Dan bahwa persengketaan ini bisa berakhir dengan (diciptakannya suasana) hidup berdampingan secara damai, saling tukar pengungsi, perbaikan tingkat hidup masing-masing, penempatan wilayah tinggal mereka secara terpisah-pisah dan mendirikan sebuah Negara sekuler kecil yang lemah dibawah tekanan ujung-ujung tombak zionisme, yang kesemua itu (justru) menjadi pagar-pagar pengaman bagi Negara zionis. Mereka semua tidak mengerti bahwa pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan lama semenjak berdirinya Negara islam di Madinah dibawah kepemimpinan utusan Allah bagi alam semesta yaitu Muhammad <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>.<br />
Demikianlah permusuhan dan usaha mereka merusak Islam sejak berdirinya Negara islam bahkan sejak Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. hijrah keMadinah sampai saat ini dan akan berlanjut terus. Walaupun tidak tertutup kemungkinan mereka punya usaha dan upaya memberantas islam sejak kelahiran beliau<em> Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> . hal ini dapat dilihat dalam pernyataan pendeta Buhairoh terhadap Abu Tholib dalam perjalanan dagang bersama beliau diwaktu kecil.  Allah l telah jelas-jelas menerangkan permusuhan Yahudi dalam firmanNya:</p>
<p style="font-size: 18px;text-align: right;">????? ??? ????? ????? ????? ????? ?????? ?????? ??????</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik&#8221;</em>. (QS. 5:82)</p>
<p>Melihat demikian panjangnya sejarah dan banyaknya bentuk permusuhan Yahudi terhadap Islam dan Negara Islam, maka kami ringkas dalam 3 marhalah;</p>
<p><strong>Marhalah pertama: Upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah Islam di masa awal perkembangan dakwah islam dan cara mereka dalam hal ini.</strong></p>
<p>Diantara upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah islam dimasa-masa awal perkembangannya adalah:</p>
<ol>
<li> <strong>Pemboikotan (embargo) Ekonomi</strong>Kaum muslimin ketika awal perkembangan islam di Madinah sangat lemah perekonomiannya. Kaum muhajirin dating keMadinah tidak membawa harta mereka dan kaum Anshor yang menolong merekapun bukanlah pemegang peekonomian Madinah. Oleh karena itu Yahudi menggunakan kesempatan ini untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka dan melakukan embargo ekonomi.Para pemimpin Yahudi enggan membantu perekonomian kaum muslimin dan ini terjadi ketika Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. mengutus Abu Bakar menemui para pemimpin Yahudi untuk meminjam dari mereka harta yang digunakan untuk membantu urusan beliau dan berwasiat untuk tidak berkata kasar dan tidak menyakiti mereka bila mereka tidak memberinya. Ketika Abu Bakar masuk Bait Al Midras (tempat ibadah mereka) mendapati mereka sedang berkumpul dipimpin oleh Fanhaash –tokoh besar bani Qainuqa&#8217;- yang merupakan salah satu ulama besar mereka didampingi seorang pendeta yahudi bernama Asy-ya&#8217;. Setelah Abu Bakar menyampaikan apa yang dibawanya dan memberikan surat Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> kepadanya. Maka ia membaca sampai habis dan berkata: Robb kalian butuh kami bantu! Tidak hanya sampai disini saja, bahkan merekapun enggan menunaikan kewajiban yang harus mereka bayar, seperti hutang, jual beli dan amanah kepada kaum muslimin. Berdalih bahwa hutang, jaul beli dan amanah tersebut adanya sebelum islam dan masuknya mereka dalam islam menghapus itu semua. Oleh karena itu Allah berfirman:
<p style="font-size: 18px;text-align: right;">??? ??? ?????? ?? ?? ????? ?????? ???? ???? ????? ?? ?? ????? ?????? ?? ???? ???? ??? ?? ??? ???? ????? ??? ????? ????? ??? ????? ?? ??????? ???? ??????? ??? ???? ????? ??? ??????</p>
<p><em>Di antara Ahli Kitab ada orang yang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaranmereka mengatakan:&#8221;Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui</em>. (QS. 3:75).</li>
<li><strong>Membangkitkan fitnah dan kebencian.</strong>Yahudi dalam upaya menghalangi dakwah islam menggunakan upaya menciptakan fitnah dan kebencian antar sesama kaum muslimin yang pernah ada dihati penduduk Madinah dari Aus dan Khodzraj pada masa jahiliyah. Sebagian orang yang baru masuk islam menerima ajakan Yahudi, namun dapat dipadamkan oleh Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. diantaranya adalah kisah yang dibawakan Ibnu Hisyam dalam Siroh Ibnu Hisyam (2/588) ringkas kisahnya: Seorang Yahudi bernama Syaas bin Qais mengutus seorang pemuda Yahudi untuk duduk dan bermajlis bareng dengan kaum Anshor, kemudian mengingatkan mereka tentang kejadian perang Bu&#8217;ats hingga terjadi pertengkaran dan mereka keluar membawa senjata-senjata masing-masing. Lalu hal ini sampai pada Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> . maka beliau <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> segera berangkat bersama para sahabat muhajirin menemui mereka dan bersabda:
<p style="text-align: right; font-size: 18px">??? ??????? ?????????????? ?????? ??????????? ??????????????? ?? ????? ?????? ????????????<br />
?????? ???? ????????? ????? ???????????? ?? ???????????? ???? ?? ?????? ???? ?????? ??????????????? ????????????????? ???? ???? ????????? ?? ??????? ?????? ????????????</p>
<p><em>&#8220;Wahai kaum muslimin alangkah keterlaluannya kalian, apakah (kalian mengangkat) dakwah jahiliyah padahal aku ada diantara kalian setelah Allah tunjuki kalian kepada Islam dan muliakan kalian, memutus perkara Jahiliyah dan menyelamatkan kalian dari kekufuran dengan Islam serta menyatukan hati-hati kalian.&#8221;</em><br />
Lalu mereka sadar ini adalah godaan syetan dan tipu daya musuh mereka, sehingga mereka mengangis dan saling rangkul antara Aus dan Khodzroj. Lalu mereka pergi bersama Rasululloh n dengan patuh dan taat yang penuh. Lalu Allah turunkan firmanNya:</p>
<p style="text-align: right; font-size: 18px">?? ?? ??? ?????? ?? ????? ?? ???? ???? ?? ??? ??????? ???? ????? ????? ??? ???? ????? ??? ??????</p>
<p><em>Katakanlah:&#8221;Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan. Katakanlah:&#8221;Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan&#8221;. Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan</em>. (QS. 3:99)</li>
<li><strong>Menyebarkan keraguan pada diri kaum muslimin</strong>Orang Yahudi berusaha memasukkan keraguan dihati kaum muslimin yang masih lemah imannya dengan melontarkan syubhat-syubhat yang dapat menggoyahkan kepercayaan mereka terhadap islam. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya:
<p style="font-size: 18px;text-align:right">????? ????? ?? ??? ?????? ????? ????? ???? ??? ????? ????? ??? ?????? ??????? ???? ????? ??????</p>
<p><em>&#8220;Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): &#8220;Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu&#8217;min) kembali (kepada kekafiran)&#8221;</em>. (QS. 3:72)<br />
Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan pernyataan: Ini adalah tipu daya yang mereka inginkan untuk merancukan perkara agama islam kepada orang-orang yang lemah imannya. Mereka sepakat menampakkan keimanan di pagi hari (permulaan siang) dan sholat subuh bersama kaum muslimin. Lalu ketika diakhir siang hari (sore hari) mereka murtad dari agama Islam agar orang-orang bodoh menyatakan bahwa mereka keluat tidak lain karena adanya kekurangan dan aib dalam agama kaum muslimin.</li>
<li><strong>Memata-matai kaum Muslimin</strong>Ibnu Hisyam menjelaskan adanya sejumlah orang Yahudi yang memeluk Islam untuk memata-matai kaum muslimin dan menukilkan berita Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. dan yang ingin beliau lakukan kepada orang Yahudi dan kaum musyrikin, diantaranya: Sa&#8217;ad bin Hanief, Zaid bin Al Lishthi, Nu&#8217;maan bin Aufa bin Amru dan Utsmaan bin Aufa serta Rafi&#8217; bin Huraimila&#8217;.  Untuk menghancurkan tipu daya ini Allah berfirman:
<p style="text-align: right;font-size: 18px">?? ???? ????? ????? ?? ?????? ????? ?? ????? ?? ??????? ????? ???? ?? ???? ?? ??? ??????? ?? ??????? ??? ???? ?????? ???? ?? ???? ??? ?????? ?? ???? ?????? ?? ???? ????? ??????? ??? ??????? ??????? ??????? ??? ???? ????? ????? ???? ???? ???? ???? ????? ??????? ?? ????? ?? ????? ?????? ?? ???? ???? ???? ??????</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:&#8221;Kami beriman&#8221;; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka):&#8221;Marilah kamu karena kemarahanmu itu&#8221;. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.&#8221; </em>(QS. 3:118-119).</li>
<li><strong>Usaha memfitnah Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</strong>Orang Yahudi tidak pernah henti berusaha memfitnah Rasululloh n . diantaranya adalah kisah yang disampaikan Ibnu Ishaaq bahwa beliau berkata: Ka&#8217;ab bin Asad, Ibnu Shaluba, Abdullah bin Shurie dan Syaas bin Qais saling berembuk dan menghasilkan keputusan berangkat menemui Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> untuk memfitnah agama beliau. Lalu mereka menemui Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. dan berkata: Wahai Muhammad engkau telah tahu kami adalah ulama dan tokoh terhormat serta pemimpin besar Yahudi, Apabila kami mengikutimu maka seluruh Yahudi akan ikut dan tidak akan menyelisihi kami. Sungguh antara kami dan sebagian kaum kami terjadi persengketaan. Apakah boleh kami berhukum kepadamu lalu engkau adili dengan memenangkan kami atas mereka? Maka Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> enggan menerimanya. Lalu turunlah firman Allah:
<p style="text-align: right;font-size: 18px">??? ???? ????? ??? ???? ???? ??? ???? ??????? ??????? ?? ?????? ?? ??? ?? ???? ???? ???? ??? ????? ????? ???? ???? ???? ?? ?????? ???? ?????? ??? ????? ?? ????? ???????</p>
<p><em>&#8220;Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.&#8221;</em> (QS. 5:49)</li>
</ol>
<p>Semua usaha mereka ini gagal total dihadapan Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. dan Allah membalas makar mereka ini dengan menimpakan kepada mereka kerendahan dan kehinaan.</p>
<p><strong>Marhalah kedua: Masa perang senjata antara Yahudi dan Muslimin dizaman Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> </strong></p>
<p>Orang Yahudi tidak cukup hanya membuat keonaran dan fitnah kepada kaum muslimin semata bahkan merekapun menampakkan diri bergabung dengan kaum musyrikin dengan menyatakan permusuhan yang terang-terangan terhadap islam dan kaum muslimin. Namun Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. tetap menunggu sampai mereka melanggar dan membatalkan perjanjian yang pernah dibuat diMadinah. Ketika mereka melanggar perjanjian tersebut barulah Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> melakukan tindakan militer untuk menghadapi mereka dan mengambil beberapa keputusan untuk memberikan pelajaran kepada mereka. Diantara keputusan penting tersebut adalah:</p>
<ol>
<li>Pengusiran Bani Qainuqa&#8217;</li>
<li>Pengusiran bani Al Nadhir</li>
<li>Perang Bani Quraidzoh</li>
<li> Penaklukan kota Khaibar.</li>
</ol>
<p>Setelah terjadinya hal tersebut maka orang Yahudi terusir dari jaziroh Arab.</p>
<p><strong>Marhalah ketiga: Tipu daya dan makar mereka terhadap islam setelah wafat Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> .</strong></p>
<p>Orang Yahudi memandang tidak mungkin melawan islam dan kaum muslimin selama Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> masih hidup. Ketika Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. wafat orang Yahudi melihat adanya kesempatan untuk membuat makar kembali terhadap Islam dan muslimin. Mereka mulai merencanakan dan menjalankan tipu daya mereka untuk memalingkan kaum muslimin dari agamanya. Namun tentunya mereka lakukan dengan lebih baik dan teliti dibanding sebelumnya. Sebagian target mereka telah terwujud dengan beberapa sebab diantaranya:</p>
<ol type="a">
<li> Kaum muslimin kehilangan Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>.</li>
<li> Orang Yahudi dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dari usaha-usaha mereka terdahulu sehingga dapat menambah hebat makar dan tipu daya mereka.</li>
<li> Masuknya sebagian orang Yahudi kedalam Islam dengan tujuan memata-matai kaum muslimin dan merusak mereka dari dalam tubuh kaum muslimin.</li>
</ol>
<p>Memang berbicara tentang tipu daya dan makar Yahudi kepada kaum Muslimin sejak wafat Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> hingga kini membutuhkan pembahasan yang panjang sekali. Namun rasanya cukup memberikan 3 contoh kejadian besar dalam sejarah Islam untuk mengungkapkan permasalahan ini. Yaitu:</p>
<ol>
<li>Fitnah pembunuhan kholifah Utsman Ini adalah awal keberhasilan Yahudi dalam menyusup dan merusak Islam dan kaum muslimin. Tokoh yahudi yang bertanggung jawab terjadinya peristiwa ini adalah Abdullah bin Saba&#8217; yang dikenal dengan Ibnu Sauda&#8217;. Kisahnya cukup masyhur dan ditulis dalam kitab-kitab sejarah Islam.</li>
<li>Fitnah Maimun Al Qadaah dan perkembangan sekte BathiniyahKeberhasilan Abdullah bin Saba&#8217; membuat fitnah dikalangan kaum Muslimin dan mengajarkan saba&#8217;isme membuat orang Yahudi semakin berani. Sehingga belum habis fitnah Sabaiyah mereka sudah memunculkan tipu daya baru yang dipimpin seorang Yahudi bernama Maimun bin Dieshaan Al Qadaah dengan membuat sekte Batiniyah di Kufah tahun 276 H.Imam Al Baghdadi menceritakan: Diatara orang yang membangun sekte Bathiniyah adalah Maimun bin Dieshaan yang dikenal dengan Al Qadaah seorang maula bagi Ja&#8217;far bin Muhammad Al Shodiq yang berasal dari daerah Al Ahwaaz dan Muhammad bin Al Husein yang dikenal dengan Dandaan. Mereka berkumpul bersama Maimun Al Qadah di penjara Iraaq lalu membangun sekte Bathiniyah.Tipu daya Yahudi ini terus berjalan dalam bentuk yang beraneka ragam sehingga sekte ini berkembang menjadi banyak sekali sektenya dalam kaum muslimin, sampai-sampai menghalalkan pernikahan sesama mahrom dan hilangnya kewajiban syariat pada seseorang.</li>
<li>Penghancuran kekhilafahan Turki Utsmani ditangan gerakan Masoniyah dan akibat yang ditimbulkan berupa perpecahan kaum muslimin.Orang Yahudi mengetahui sumber kekuatan kaum muslimin adaalh bersatunya mereka dibawah satu kepemimpinan dalam naungan kekhilafahan Islamiyah. Oleh karena mereka segera berusaha keras meruntuhkan kekhilafahan yang ada sejak zaman Khulafa&#8217; rosidin sampai berhasil menghapus dan meruntuhkan negara Turki Utsmaniyah.Orang Yahudi memulai konspirasinya dalam meruntuhkan Negara turki utsmaniyah pada masa sultan Murad kedua (tahun 834-855H) dan setelah beliau pada masa sultan Muhammad Al Faatih (tahun 855-886H) yang meningal diracun oleh Thobib beliau seorang Yahudi bernama Ya&#8217;qub Basya. Demikian juga berhasil membunuh Sultan Sulaiman Al Qanuni (tahun 926-974H) dan para cucunya yang diatur oleh seorang Yahudi bernama Nurbaanu. Konspirasi Yahudi ini terus berlangsung di masa kekhilafahan Utsmaniyah lebih dari 400 tahunan hingga runtuhnya ditangan Mushthofa Kamaal AtaaTuruk.</li>
</ol>
<p>Orang Yahudi dalam menjalankan rencana tipu daya mereka menggunakan kekuatan berikut ini:</p>
<ol>
<li><strong>Yahudi Al Dunamah</strong>. Diantara tokohnya adalah Madhaat Basya dan Mushthofa Kamal Ataturk yang memiliki peran besar dan penting dalam penghancuran kekhilafahan Utsmaniyah.</li>
<li><strong>Salibis eropa</strong> yang sangat membenci islam dan kaum muslimin dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa Negara eropa yaitu Bulgaria, Rumania, Namsa, Prancis, Rusia, Yunani dan Italia.</li>
<li><strong>Organisasi bawah tanah /rahasia</strong>, khususnya Masoniyah yang terus berusaha merealisasikan tujuan dan target Zionis.</li>
</ol>
<p>Usaha-usaha Musthofa Kamal Basya Ataturk dalam menghancurkan kekhilafahan setelah berhasil menyingkirkan sultan Abdulhamid kedua adalah:</p>
<ol type="a">
<li>Pada awal November 1922 M ia menghapus kesultanan dan membiarkan kekhilafahan</li>
<li>Pada tanggal 18 November 1922M ia mencopot Wahieduddin Muhammad keenam dari kekhilafahan.</li>
<li>Pada Agustus 1923 M ia mendirikan Hizb Al Sya&#8217;b Al Jumhuriah (Partai Rakyat Republik) dengan tokoh-tokoh pentingnya kebanyakan dari Yahudi Al Dunamah dan Masoniyah.</li>
<li>Pada tanggal 20 oktober 1923 M Republik Turki diresmikan dan Al Jum&#8217;iyah Al Wathoniyah (Organisasi nasional) memilih Musthofa Kamal sebagai presiden Turki.</li>
<li>Pada tanggal 2 Maret 1924 M Kekhilafahan dihapus total.</li>
</ol>
<p>Demikianlah sempurna sudah keinginan orang-orang Yahudi untuk menjadikan kekhilafahan sebagai Negara sekuler yang dipimpin seorang Yahudi yang berkedok muslim.</p>
<p>Mudah-mudahan ringkas sejarah permusuhan Yahudi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadi pelajaran bagi kaum muslimin.</p>
<p>Penulis: Ustadz Khalid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com/">UstadzKholid.com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/&amp;title=Permusuhan+Yahudi+Pada+Islam+Dalam+Sejarah+" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/&amp;title=Permusuhan+Yahudi+Pada+Islam+Dalam+Sejarah+" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/&amp;t=Permusuhan+Yahudi+Pada+Islam+Dalam+Sejarah+" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Permusuhan+Yahudi+Pada+Islam+Dalam+Sejarah++-+http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/&amp;title=Permusuhan+Yahudi+Pada+Islam+Dalam+Sejarah+" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/&amp;title=Permusuhan+Yahudi+Pada+Islam+Dalam+Sejarah+" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Permusuhan+Yahudi+Pada+Islam+Dalam+Sejarah++-+http://b2l.me/n828r&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Permusuhan+Yahudi+Pada+Islam+Dalam+Sejarah+&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Permusuhan%20Yahudi%20terhadap%20Islam%20bukanlah%20hal%20baru%2C%20bahkan%20sudah%20ada%20sejak%20zaman%20Rasulullah%20Shallallahu%27alaihi%20Wasallam.%20Namun%20dewasa%20ini%20banyak%20usaha%20menciptakan%20opini%20bahwa%20permusuhan%20yahudi%20dan%20islam%20hanyalah%20sekedar%20perebutan%20tanah%20dan%20perbatasan%20Palestina%20dan%20wilayah%20sekitarnya%2C%20bukan%20permasalahan%20agama%20dan%20sejarah%20kelam%20permusuhan%20yang%20mengakar%20dalam%20diri%20mereka%20terhadap%20agama%20yang%20mulia%20ini." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/permusuhan-yahudi-pada-islam-dalam-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
