<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UstadzKholid &#187; Bantahan</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/category/bantahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 04:59:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (2)</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 05:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hurairah]]></category>
		<category><![CDATA[Syiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=968</guid>
		<description><![CDATA[Karena seringnya ia meriwayatkan hadits, Ummul Mukminin 'A'isyah dan para sahabat yang utama menuduh Abu Hurairah radhiallahu'anhu berbicara tak karuan (mazzah), berbohong (kadzdzab) dan lain-lain. Benarkah?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencela dan melecehkan para sahabat dengan penghinaan dan tuduhan ngawur merupakan cara-cara pengikut iblis dan musuh-musuh Islam. Tujuan mereka sebenarnya hanyalah berusaha mencela dan merendahkan para saksi kebenaran islam dan hendak mencela Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam dengan menyatakan beliau memiliki sahabat-sahabat yang jelek dan tidak memilih sahabat yang baik saja. Akhirnya dengan cara ini mereka ingin menghancurkan agama islam dan memadamkan cahayanya. Namun Allah tidak ingin cahaya agamaNya padam, bahkan Allah menyempurnakan cahaya agamaNya walaupun kaum kafir pengikut iblis tidak suka dan marah. Biarlah mereka menghadap Alllah dengan membawa kemarahan dan kedengkiannya.</p>
<p>Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel <a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/">Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu&#8217;anhu (1)</a>.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Syubhat 6</span></strong></p>
<p><strong>Mereka menyatakan: &#8220;Karena seringnya ia meriwayatkan hadits, Ummul Mukminin &#8216;A&#8217;isyah dan para sahabat yang utama menuduhnya sebagai berbicara tak keruan (<em>mazzah</em>), berbohong (<em>kadzdzab</em>) dan lain-lain.</strong></p>
<p><strong>Umar mengancam akan memukul dan mengasingkannya apabila ia meriwayatkan hadits. Ia sendiri mengaku tidak berani mengucapkan sebuah hadits di </strong><strong>zaman Umar. Ummul Mukminin &#8216;A&#8217;isyah mengatakan bahwa ia tidak pernah mendengar Rasul bercerita seperti yang disampaikan Abu Hurairah. &#8216;Ali menamakannya pembohong umat. Demikian juga tokoh-tokoh yang terdahulu.</strong><a name="_ftnref1"></a><strong></strong></p>
<p align="left"><span id="more-968"></span></p>
<p><strong>Juga menyatakan: &#8220;Hadits-hadits yang disampaikan Abu Hurairah, menurut Abu Muhammad bin Hazm berjumlah 5374 buah. Bila dibandingkan dengan seluruh hadits yang disampaikan oleh keempat Khulafa&#8217;ur-Rasyidin, jumlah ini sangat banyak. Abu Bakar, misalnya, menyampaikan 142 hadits (yang dimasukkan dalam Bukhari, 22), &#8216;Umar 537 hadits (yang dianggap shahih, 50), &#8216;Utsman 146 (Bukhari memasukkan 9 hadits, Muslim 5), dan &#8216;Ali 586 hadits (yang diangap shahih 50); semuanya hanya 1411 hadits dan itu berarti Cuma 21 % dari jumlah hadits yang disampaikan Abu Hurairah seorang diri. Dan jumlah ini hampir sama dengan jumlah ayat-ayat Al Qur&#8217;an.</strong></p>
<p><strong>Sebagai perbandingan, maka seluruh hadits yang disampaikan Abu Bakar selama 20 tahun pergaulannya dengan Rasul, hanya diperoleh Abu Hurairah dalam 16,7 hari duduk di Shuffah setelah ia menganut Islam, &#8216;Umar dalam 63,1 hari, &#8216;Utsman dalam 17,1 hari, &#8216;Ali dalam 68,9 hari, Tholhah bin &#8216;Ubaidilah dalam 4,4 hari, Salman al-Farisi dalam 7 hari. Zubair bin al Awaam dalam 1,1 hari, &#8216;Abdurraohman bin &#8216;Auf dalam 1 hari. Dan seluruh haditsnya baru diucapkannya hampir 30 tahun sesudah Rasul Allah SHALLALLAHU&#8217;ALAIHI WASALLAM wafat, sebagaimana pengakuannya, karena sekembalinya dari Bahrain dia tidak diperkenankan mengobral haditsnya.</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bantahan:</span></p>
<p>Apakah benar para sahabat utama menuduh Abu Hurairah berdusta? Sebagaimana dituduhkan diatas. Itu semua tidak benar, sebab para sahabat besar seperti Abu Bakar, &#8216;Umar dan lain-lainnya memberikan pengakuan dan menerima hadits Abu Hurairah. Sedangkan riwayat mereka menuduh Abu Hurairah berdusta diriwayatkan dari <strong>Al Nadzam</strong> atau <strong>Bisyr Al Mirrisi</strong> atau <strong>Abu Ja&#8217;far Al Iskafi</strong> yang merupakan musuh besar penentang Ahlus Sunnah Wal Jamaah.</p>
<p>Adapun yang dinisbatkan kepada &#8216;Umar bahwa beliau mengancam akan memukul dan mengasingkannya apabila ia meriwayatkan hadits diambil dari kitab lbnu &#8216;Asakir, bahwa Umar bin Al Khaththab <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berkata kepada Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>: &#8220;Engkau akan sungguh-sungguh tidak meriwayatkan hadits dari Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, atau aku pulangkan anda ke negeri Daus?&#8221; Dan kitab Ibnu &#8216;Asakir termasuk yang banyak memuat hadits-hadits <em>dhaif </em>(lemah), bahkan <em>maudhu&#8217; </em>(palsu). Jika benar pernyataan tersebut, dapat difahami, bahwa kekhawatiran Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> itu terhadap hadits-hadits yang terkadang dibuat oleh orang (yang diletakkan) bukan pada tempatnya, disebabkan mereka banyak membicarakan hadits-hadits yang mengandung masalah <em>rukhsah </em>(keringanan dari Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>), juga karena (dikhawatirkan) jika seseorang memperbanyak meriwayatkan hadits mungkin terjadi kesalahan atau kekeliruan, lalu orang-orang meriwayatkannya atau yang semisalnya<a name="_ftnref2"></a>. Namun, tampaknya <em>zhahir</em> kisah ini menunjukkan, bila hadits ini merupakan kepalsuan yang dilakukan oleh <strong>Rafidhah</strong> yang ingin menampakkan kesan kebencian Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> kepada hadits-hadits Rasul <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. Kemudian pernyataan Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> sendiri menjadi bukti yang menunjukkan adanya kontradiksi isi kandungannya. Artinya, ancaman Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> kepada Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> dengan mengasingkannya ke negeri Daus tanah airnya tidaklah perlu, sebab pengasingan itu tidak tepat. Juga, periwayatan hadits-hadits tidak membutuhkan nasihat Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, jika dimaksudkan untuk menjaga hadits-hadits Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. Bila yang diriwayatkan Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> itu tidak <em>shahih</em>, tidak benar pula Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> menghindari daerah Daus, sebuah negeri yang juga dapat melindunginya? Jika hadits-hadits Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> itu tidak <em>shahih</em> menurut pandangan Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, niscaya ia akan secepatnya memotong lisan Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> dan tidak perlu mengasingkannya ke negeri kaumnya atau ke daerah lainnya<a name="_ftnref3"></a>.</p>
<p>Dan terdapat kisah &#8216;Umar menerima persaksian dan riwayat Abu Hurairah, diantaranya kisah yang diriwayatkan Imam Al Bukhari <em>rahimahullah</em> dari Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, ia berkata :</p>
<p>?????? ?????? ??????????? ?????? ??????? ??????? ???????????? ????????? ???? ?????? ???? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??? ????????? ??????? ????? ?????????? ???????? ???????? ??? ??????? ?????????????? ????? ???????? ????? ??? ???????? ????? ???????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ??? ???????? ????? ??????????????</p>
<p>&#8220;Umar mendatangi seorang wanita yang bertato, lalu ia berdiri seraya berkata,<em>&#8220;Bersumpahlah kalian dengan nama Allah. Siapa diantara kalian yang mendengar dari Nabi Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam tentang tato?&#8221;</em> Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berkata: Akupun bangkit dan berdiri, seraya berkata, <em>&#8220;Saya mendengarnya, wahai Amirul Mukminin.&#8221;</em> Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> bertanya,<em>&#8220;Bagaimana yang engkau dengar?&#8221;</em> Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> menjawab,<em>&#8220;Aku mendengar Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam bersabda: &#8216;Janganlah kalian bertato dan meminta untuk ditato&#8217; </em>&#8220;<a name="_ftnref4"></a></p>
<p>Ini semua merupakan bantahan langsung dari perbuatan &#8216;Umar atas berita bohong yang dinisbatkan kepadanya.</p>
<p>Demikian juga kisah &#8216;Aisyah <em>Radhiallahu&#8217;anha</em> yang disebutkan dalam tuduhan mereka diatas adalah pernyataan beliau :</p>
<p>????? ?????????? ????? ?????????? ????? ???????? ????? ??????? ????????? ????????? ???? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????????? ?????? ???????? ????????? ??????? ?????? ???? ???????? ????????? ?????? ???????????? ?????????? ???????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???? ?????? ???????? ?????????? ?????? ??????????<strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Tidakkah Abu Hurairah membuatmu heran, datang lalu duduk di samping kamarku menyampaikan hadits dari Rasulullah memperdengarkannya kepadaku dan aku sedang shalat sunnah, lalu ia pergi sebelum aku menyelesaikan shalat sunnahku. Seandainya aku mendapatinya tentu aku akan membantahnya.</em> <em>Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam tidak menyampaikan hadits seperti penyampaian kalian.&#8221;</em><a name="_ftnref5"></a></p>
<p>Inilah sebab pengingkarannya, Aisyah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> tidak melemahkannya dan tidak juga menuduhnya sebagai pendusta sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian penuduhnya. Sekalipun demikian, &#8216;Aisyah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> tetap mengakui, bahwa Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> meninggalkan tempat sebelum ia <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> selesai dari shalatnya. Padahal waktu shalat bukanlah waktu yang lama.</p>
<p>Adapun pernyataannya <em>&#8220;Jika aku menjumpainya, niscaya aku akan menjawabnya,&#8221;</em> yakni niscaya aku akan menegurnya dan menjelaskannya, pelan dalam menyampaikan hadits itu lebih baik daripada memaparkannya secara cepat<a name="_ftnref6"></a>. Perkataan Aisyah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> &#8220;<em>Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam tidak menyampaikan hadits seperti penyampaian kalian,</em>&#8221; yaitu menyampaikan hadits dengan pelan dan tersusun rapi, berurutan (menyelesaikan yang satu, kemudian baru yang lainnya), agar tidak bercampur bagi yang mendengarnya.</p>
<p>Tidak ada dalam pernyataan &#8216;A&#8217;isyah yang menunjukkan ia menolak hadits Abu Hurairah atau menuduhnya telah berdusta atas nama Nabi atau membuat-buat hadits palsu. Bahkan &#8216;A&#8217;isyah menerima dan membenarkan periwayatan Abu Hurairah sebagaimana dalam hadits Khobaab yang bertanya kepada Ibnu Umar:</p>
<p>??? ?????? ??????? ???? ?????? ????? ???????? ??? ??????? ????? ?????????? ??????? ?????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ???? ?????? ???? ????????? ???? ????????? ???????? ????????? ????? ????????? ?????? ???????? ????? ???? ??????????? ???? ?????? ????? ???????? ?????? ?????? ?????? ?????? ????????? ????? ?????? ????? ???? ???? ????????? ?????? ?????? ?????????? ????? ?????? ????????? ????? ????????? ??????????? ???? ?????? ????? ?????????? ????? ???????? ???????? ???????????? ??? ??????? ???????? ????? ?????? ???????? ???? ????????? ??????????? ???????????? ??? ?????? ?????? ?????? ???????? ?????????? ??????? ??????? ????????? ?????? ????? ?????????? ???????? ????? ?????? ?????????? ??????? ????? ??? ?????? ????????? ????? ????? ?????? ?????????? ??? ?????????? ?????????</p>
<p><em>&#8220;</em><em>Wahai Abdullah bin Umar tidakkah engkau mendengar apa yang disampaikan Abu Hurairah, bahwa beliau mendengar Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em><em> bersabda: &#8220;Barangsiapa yang keluar bersama jenazah dari rumahnya dan menyolatkannya kemudian mengiringinya sampai dikubur, maka ia mendapat pahala  dua Qiraath. Setiap Qirath seperti gunung uhud. Barang siapa yang menyolatkan jenazah kemudian pulang, maka mendapat pahala seperti gunung uhud&#8221;. Lalu Ibnu Umar mengutus Khobaab ke &#8216;A&#8217;isyah untuk menanyakan perkataan Abu Hurariroh tersebut kemudian kembali kepadanya memberitahu pernyataan &#8216;A&#8217;isyah. Lalu Ibnu Umar mengambil segenggam ke</em><em>rikil masjid yang ia bolak-balikkan ditangannya sampai data</em><em>ng utusan beliau tersebut. Lalu berkata utusan tersebut: &#8221;A&#8217;isyah berkata: &#8216;Sungguh benar Abu Hurairah&#8217;. Lalu Ibnu Umar membuang kerikil-krikil yang ada ditangannya ke tanah, kemudian berkata: &#8216;Kita telah kehilangan banyak qiraath&#8217;.</em><a name="_ftnref7"></a><em> </em></p>
<p>Sedangkan pernyataan Imam &#8216;Ali yang mereka kemukakan diatas merupakan kedustaan sebagaimana disampaikan penulis kitab <em>Difa&#8217; &#8216;An Abu Hurairah</em>: &#8220;Tidak ada referensi yang valid dan terpercaya yang menunjukkan adanya pernyataan yang menyakinkan, bahwa Ali <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> menuduh Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> telah berdusta, atau melarangnya meriwayatkan hadits. Akan tetapi, sebagian musuh Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berusaha berargumen dengan mengambil riwayat dari Abu Ja&#8217;far Al Iskaafi, bahwa ketika mendengar hadits Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, (maka) Ali <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berkata: <em>&#8220;Ketahuilah, sesungguhnya sedusta-dusta orang&#8230;,&#8221;</em> atau ia berkata: <em>&#8220;Sedusta-dusta orang terhadap Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam ialah Abu Hurairah Ad Dausi&#8221;</em>.</p>
<p>Riwayat ini adalah <em>dhaif </em>(lemah) dan tertolak. Sebab, jalur <em>sanadnya</em> dari Al Iskaafi; ia seorang pengikut hawa nafsu, sekaligus menyeru orang menuhankan hawa nafsunya. Disamping itu, ia juga seorang rawi yang tidak <em>tsiqah.</em><a name="_ftnref8"></a> Bahkan demikian ini merupakan dusta besar yang telah disingkap kebohongannya, berdasarkan kesepakatan sebagian besar putra, sahabat dan  para panglima Ali <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, serta sejumlah tokoh Syi&#8217;ah generasi awal dan anak keturunan Al Hasyimi tetap diam dan terus meriwayatkan dari Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, atau meriwayatkan haditsnya melalui jalan periwayatan orang-orang terpercaya (<em>tsiqat</em>) jika mereka tidak mendengarnya langsung dari Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>.&#8221;<a name="_ftnref9"></a></p>
<p>Seandainya ada peringatan dan pengingkaran para sahabat terhadap banyaknya riwayat Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, maka ini menunjukkan kepada kita, bahwa mereka selalu mengutamakan kehati-hatian, ketelitian, kejelian dalam meriwayatkan dan menyandarkan cara periwayatannya. Mereka tidak memperbanyak (menyampaikan hadits), karena takut terjatuh pada kekeliruan.</p>
<p>Ketika Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> memaparkan apa yang beliau dengar, tidak ada perasaan takut seperti mereka. Hal ini, karena kepercayaan Abu Hurairah terhadap hafalan serta daya ingatnya. Sehingga, bukanlah sesuatu yang aneh dan salah, jika kita mendapatkan ada orang yang memandang penting memperbanyak riwayat, sedangkan yang lain membatasi dengan mengingkari banyaknya riwayat Abu Hurairah. Khususnya, apabila seorang sahabat mendapatkan <em>dhahir</em> hadits-hadits yang memerintahkan untuk membatasi dalam meriwayatkan hadits dengan <em>merajihkannya</em> dari hadits-hadits lain, yang memerintahkan untuk menyampaikan dan memperbolehkan meriwayatkan hadits (secara bebas) -atau barangkali- belum mendengar hadits-hadits lainnya.<a name="_ftnref10"></a></p>
<p>Kemudian mereka mulai mempertanyakan kenapa Abu Hurairah banyak menyampaikan hadits melebihi para sahabat besar lainnya, seperti <em>K</em><em>ha</em><em>lifah Al Rasyidin</em>. Usaha membandingkan riwayat Abu Hurairah dengan riwayat <em>K</em><em>hulafa&#8217; Ar </em><em>Rasyidin</em> dalam jumlah hadits yang diriwayatkan mereka merupakan satu kesalahan yang besar, dengan dasar-dasar sebagai berikut:</p>
<p>Memang benar bahwa <em>Khulafa&#8217; A</em><em>r</em><em> Rasyidin</em> telah mendahului Abu Hurairah dalam persahabatan dan keislaman serta penerimaan hadits. Namun mereka sibuk mengurus permasalahan negara dan pengaturan hukum serta pengiriman para ulama, ahli qur&#8217;an dan <em>Qadhi&#8217;</em>(hakim). Sehingga mereka telah menunaikan amanat yang mereka emban sebagaimana mereka telah menunaikan amanat mengurus permasalahan umat. Sebagaimana kita tidak mencela Khalid bin Al Walid dengan sedikitnya periwayatan beliau dari Rasululllah karena sibuk dengan jihad. Demikian juga tidak mencela Abu Hurairah dengan banyaknya periwayatan beliau karena sibuk dengan ilmu. Setiap orang dimudahkan Allah kepada yang terbaik baginya.</p>
<p>Abu Hurairah meluangkan seluruh waktu dan pikirannya kepada ilmu dan pengajaran tanpa ikut serta dalam politik. Ditambah dengan kebutuhan orang kepada beliau karena usia panjang beliau. Hal ini membuat perbandingan antara beliau dengan sahabat-sahabat besar atau <em>K</em><em>hulafa&#8217; Ar</em><em> Rasyidin</em> tidak benar.<a name="_ftnref11"></a></p>
<p>Rasa aneh dan tuduhan memperbanyak hadits telah dijawab oleh Abu Hurairah sendiri dalam pernyataannya:</p>
<p>????? ????? ?????????? ?????? ??????? ?????? ????? ????????? ?????????? ????? ????? ?????????? ???????? ?????????? ???? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????????? ??? ????? ??????????????? ?????????????? ??? ???????????? ???? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ??????? ????? ?????????? ??????? ????????? ???? ??????????????? ????? ???????????? ?????? ?????????????? ???????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ?????? ??????? ?????????? ????? ??????? ?????????? ????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???? ???????????? ?????? ????????????? ???????? ??????? ?????????? ???? ?????????? ?????????? ????? ????? ??????????</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Abu Hurairah berkata: &#8216;Kalian akan menyatakan, bahwa Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadits. <strong>Dan Allahlah tempat (untuk membuktikan) janji</strong>. Juga mengatakan &#8216;Mengapa orang-orang Al Muhajirin dan Anshor tidak banyak meriwayatkan hadits, seperti periwayatan Abu Hurairah?&#8217; Sungguh, saudara- saudaraku dari Muhajirin disibukkan dengan jual-beli di pasar. Sedangkan saudara- saudaraku dari Anshor disibukkan oleh pengelolaan harta mereka. Adapun aku seorang miskin yang selalu mengikuti Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam <strong>selama perutku berisi</strong>. Aku hadir saat mereka tidak hadir, dan aku ingat dan paham saat mereka lupa.&#8221;</em><a name="_ftnref12"></a></p>
<p>Dalam lafadz Imam Ahmad: &#8220;<em>Sedang aku adalah seorang yang i&#8217;tikaf (berdiam diri di masjid (Ahlus Sifah), dan paling banyak turut serta dalam majelis-majelis Rasul Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Aku hadir saat mereka tidak hadir, dan aku menghafalnya ketika mereka lupa.&#8221;</em><a name="_ftnref13"></a></p>
<p>Dalam lafadz Al Hakim: &#8220;<em>Sungguh, isteri ataupun jual-beli di pasar tidak menyibukkan kami dari turut serta bersama Rasul Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam, melainkan aku meminta kepada Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam satu kalimat yang Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam ajarkan kepadaku atau sesuap makanan yang Beliau berikan kepadaku</em>&#8220;.<a name="_ftnref14"></a></p>
<p>Kita lihat dalam pernyataan dan sejarah Abu Hurairah, beliau telah mencurahkan seluruh potensinya untuk mendengar, menghafal dan menyaksikan seluruh peristiwa pada Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam </em>ditambah dengan kemampuan beliau menghafal yang demikian kuat dan waktu mulazamahnya setelah berdatangan orang untuk masuk Islam. Tentunya hal ini meembuatnya dapat menghafal hadits-hadits yang tidak ada dikalangan sahabat lain.</p>
<p>Hal ini terbukti. Kita dapati sebagian besar <em>kibaar sahabat </em>(tokoh-tokoh besar sahabat) telah menyadari dan mengakui, bahwa mereka telah disibukkan dengan jual beli di pasar dari pada mendengarkan sebagian hadits-hadits Rasul <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> sebagaimana yang dilukiskan oleh Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>. Lihatlah, Al Faruq Umar bin Khaththab mendengar sebuah hadits dari Abu Musa Al Asy&#8217;ari, lalu ia mengingkarinya, sampai Abu Said Al Khudri bersaksi menguatkan Abu Musa Al Asy&#8217;ari, bahwa ia mendengar hadits itu juga, lalu Umar (pun) berkata:</p>
<p>&#8220;<em>Aku belum tahu hadits ini termasuk perkara Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Jual-beli di pasar telah melalaikanku dari mendengar hadits ini&#8221;</em> <a name="_ftnref15"></a>.</p>
<p>Bahkan tidak hanya jual-beli yang melalaikan Beliau <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> semata. Juga tempat tinggal Beliau yang berada di &#8216;<em>Awaali</em><a name="_ftnref16"></a> Madinah. Tidak seperti Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> yang hanya beberapa langkah dari kamar Aisyah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>. Jika demikian, maka tidaklah aneh jika Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh sahabat-sahabat lama (tokoh besar sahabat). <a name="_ftnref17"></a></p>
<p>Dengan demikian tertolaklah tuduhan orang-orang yang beralasan dengan sedikitnya hadits yang diriwayatkan oleh <em>kibarush shahabah</em> (sahabat senior) untuk menolak dan mendustakan riwayat-riwayat Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> yang telah banyak meriwayatkan hadits. Tidak lain mereka sendirilah yang berdusta. Sedikitnya riwayat dari sahabat senior Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, tak lain karena mereka telah wafat sebelum dibutuhkan oleh umat. Dan yang banyak riwayatnya, hanyalah dari Umar bin Al Khathab dan Ali bin Abi Thalib. Sebab, keduanya dijadikan pemimpin (kaum muslimin), sehingga ditanya dan memutuskan perkara kaum muslimin.</p>
<p>Seluruh sahabat Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> adalah para pemimpin tauladan yang dicontoh dan dikenang seluruh amalan yang mereka kerjakan. Mereka dimintai fatwa dan berfatwa; mereka mendengar hadits-hadits Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> lalu menyampaikannya. Sehingga banyak sahabat-sahabat senior yang lebih sedikit haditsnya dibanding dengan lainnya; seperti: Abu Bakar, Utsman, Thalhah, Az Zubair, Sa&#8217;ad bin Abi Waqash, Abdul Rahman bin Auf, Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Sa&#8217;ad bin Zaid bin Amr bin Naufal, Ubay bin Ka&#8217;ab, Sa&#8217;ad bin Ubadah, Ubadah bin Ash Shamith, Usaid bin Khudhair, Muadz bin Jabal dan lainnya yang segenerasi dengan mereka <em>radiyallahu&#8217;anhum</em>. Kita tidak mendapatkan mereka banyak meriwayatkan hadits sebagaimana para sahabat-sahabat muda, seperti: Jabir bin Abdullah, Abu Sa&#8217;id Al Khudri, Abdullah bin Umar bin Al Khaththab, Abdullah bin Amr bin Al Ash, Abdullah bin Abbas, Rafi&#8217; bin Khudaij, Anas bin Malik, Al Barra&#8217; bin Azib dan yang segenerasi dengan mereka; sebab mereka hidup (setelah para tokoh tua sahabat)  dan berumur panjang, sehingga orang-orang membutuhkan mereka. Sementara itu, banyak para sahabat sebelum dan setelahnya meninggal bersama ilmunya. Sebagian mereka ada yang tidak menyampaikan satu haditspun dari Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, yang mungkin lebih lama bersahabat, belajar dan mendengar hadits Beliau <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dibandingkan dengan orang yang meriwayatkan hadits. Akan tetapi kita memahami hal ini, karena mereka sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadits. Atau yang bersangkutan tidak perlu menyampaikan, karena banyaknya sahabat-sahabat Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> (yang telah meriwayatkan hadits). Atau karena kesibukkan mereka dengan ibadah dan pergi berjihad di jalan Allah hingga mereka wafat, dan tidak satu pun hadits yang diriwayatkan darinya.</p>
<p>Al Mu&#8217;allimi <em>rahimahullah</em> berpendapat, disana ada dua tugas. Yang pertama menerima hadits dan penjelasan langsung dari Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. Yang kedua adalah tugas menyampaikan. Adapun menerima hadits dan penjelasan langsung dari Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> (<em>talaqqi</em>), maka para sahabat tidak mampu terus-menerus <em>bermulazamah </em>(mengikuti Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>) dengan konsisten; sedangkan Anas dan Abu Hurairah <em>radiyallahu&#8217;anhuma</em> secara terus-menerus mengikuti Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> untuk melayani Beliau <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. Hal itu menunjukkan secara pasti, bahwa keduanya menerima langsung dari Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> lebih banyak, dibandingkan dengan <em>talaqqi</em> para shahabat yang sibuk dengan perdagangan dan pertaniannya. Disamping itu, Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> memiliki antusiasme yang tinggi terhadap ilmu, juga <em>talaqqi </em>hadits-hadits yang dihafal orang-orang yang telah mendahuluinya dalam bersahabat dengan Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, sehingga terkadang beliau meriwayatkannya dari mereka.<a name="_ftnref18"></a></p>
<p>Adapun dalam hal menyampaikan. Sesungguhnya Abu Bakar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> hanya hidup pada masa penyampaian hadits selama kurang lebih dua tahun, dan dalam keadaan sibuk melaksanakan tugas menata permasalahan kaum muslimin. Sedangkan Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, pada masa Abu Bakar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, (ia) disibukkan dengan tugas kementerian (pendamping Abu Bakr) dan perdagangan. Setelah wafatnya Abu Bakar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> ia sibuk menata dan mengatur urusan kaum muslimin.</p>
<p>Diriwayatkan dalam kitab <em>Al Mustadrak</em>, bahwa Muadz bin Jabal <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> mewasiatkan sahabat-sahabatnya untuk mencari ilmu. Lalu beliau menyebutkan kepada mereka nama-nama: Abu Darda&#8217;, Salman, Ibnu Mas&#8217;ud dan Abdullah bin Sallam, <em>radiyallahu&#8217;anhum</em>. Lalu Yazid bin Umairah berkata,<em>&#8220;Lalu (bagaimana) Umar bin Al Khathab?&#8221;</em> Muadz <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> menjawab,<em>&#8220;Janganlah anda bertanya kepada Umar, sebab ia orang yang sibuk.&#8221; </em></p>
<p>Demikian juga Utsman dan Ali <em>radhiyallahu&#8217;anhuma</em> pada masa hidupnya disibukkan dengan tugas-tugas kementerian (pendamping Khalifah) dan lainnya, kemudian disibukkan dengan tugas sebagai khalifah dan menghadapi berbagai macam fitnah dan ujian. Orang yang semangat dan gemar mencari ilmu, mengejar mereka dan yang semisalnya; memandang seluruh shahabat adalah orang-orang yang <em>tsiqah</em> (terpercaya). Karenanya mereka menganggap cukup dengan kedudukan sahabat- sahabat. Para sahabat generasi senior memandang, bukan menjadi suatu keharusan yang mendesak atas mereka untuk menyampaikan (hadits), kecuali jika dibutuhkan. Juga memandang cukup, jika amal sudah dilakukan berdasarkan hal tersebut, sehingga tidak ada sedikitpun dari Sunnah Nabi yang diabaikan. Disebabkan para sahabat masih sangat banyak dan masa tinggal serta kehidupan mereka akan panjang. Begitu pula berbagai kegiatan yang membutuhkan <em>tabligh </em>(penyampaian hadits) amatlah banyak. Atas itu semua, Allah <em>Ta&#8217;ala</em> telah berjanji menjaga syariatNya. Meskipun demikian, mereka pun sangat hati-hati terhadap dirinya, karena takut salah. Mereka juga berpendapat, jika ada salah seorang diantara mereka keliru saat dibutuhkan menyampaikan (hadits), maka yang bersangkutan termaafkan; (ini) berbeda jika menyampaikannya sebelum dibutuhkan lalu ia keliru. Sekalipun demikian, mereka sangat suka orang lain yang mencukupkannya. Walaupun demikian adanya, mereka tetap meriwayatkan berbagai macam hadits. Sampai kepada mereka dari sebagiannya, bahwa Abu Hurairah telah banyak meriwayatkan hadits dan tidak ada yang mengingkarinya. Yang ada, hanyalah kisah yang menunjukkan, bahwa memperbanyak riwayat menyalahi yang utama.<a name="_ftnref19"></a></p>
<p>Yang aneh bin ajaib, ada orang yang kaget dengan banyaknya hadits Abu Hurairah dan lebih aneh lagi dibahas pada abad kedua puluhan ini! Apakah kaget dengan hafalan Abu Hurairah yang mampu menghafal 5374 hadits? Atau kaget beliau menghafal sejumlah ini dari Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> selama tiga tahunan? Jika kaget dengan kuatnya hafalan beliau, maka ini bukanlah sarana untuk mencelanya, karena banyak orang Arab yang telah menghafal lebih banyak dari hafalan Abu Hurairah. Kita lihat banyak para sahabat yang telah hafal Al Qur&#8217;an, hadits dan syair-syair. Lalu apa katanya tentang mereka? Apa yang ia katakan tentang hafalan Abu Bakar tentang nasab Arab? Apa yang dikatakannya tentang Hammaad Al Raawiyah orang yang paling tahu sejarah, syair, berita, nasab dan bahasa orang Arab? Apa yang dikatakan padanya jika ia menyampaikan untuk setiap huruf hija&#8217;iyah seratus qasidah yang panjang dari syair jahiliyah saja? Apa yang dikatakannya tentang hafalan hibrul umat Ibnu Abaas dan hafalan imam Az Zuhriy, Asy Sya&#8217;bi dan Qatadah bin Da&#8217;amah Al Sadusi? Jadi hafalan Abu Hurairah bukanlah baru dan aneh. Apalagi bila diketahui bahwa hadits-hadits yang berjumlah 5374 itu tidak semuanya shahih. Sehingga Abu Hurairah tidak dapat dituduh melalui hafalan dan banyaknya hadits beliau ini. Jika ia kaget dengan kemampuan Abu Hurairah menerima hadits-hadits yang banyak ini dari Rasulullah selama 3 tahun, maka ia telah lupa bahwa Abu Hurairah bersahabat dengan Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> di tahun-tahun yang penting. Masa terjadinya peristiwa-peristiwa sosial, politik dan pensyari&#8217;atan secara umum sehingga memungkinkan beliau menghafal seluruhnya tersebut.<a name="_ftnref20"></a></p>
<p><strong>Penutup.</strong></p>
<p>Tuduhan dan syubhat yang dilontarkan musuh Islam seputar sahabat Abu Hurairah masih sangat banyak, namun sebagaian yang telah dibantah diatas mudah-mudahan dapat menjadi ibroh bagi kaum muslimin dan menjadi peringatan terhadap bahaya yang mengancam mereka.</p>
<p>Sebagai penutup kami bawakan pernyataan Ibnu Khuzaimah yang dinukil Dr. Muhammad &#8216;Ajaaj Al Khathib dalam kitab <em>As Sunnah Qabla Al Tadwiin</em> dari <em>Al Mustadrak &#8216;Ala Al Shahihain</em> karya imam Al Hakim. Nashnya sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Orang yang telah buta hatinya mencela Abu Hurairah hanya karena ingin menolak hadits beliau. Karena mereka tidak faham maknanya. Orang tersebut adakalanya seorang <em>mu&#8217;aththil jahmi </em>(pengikut alirat sesat Jahmiyah (pen)) yang mendengar hadits-hadits beliau yang menyelisihi madzhab mereka yang kufur, lalu mencela Abu Hurairah dan menuduhnya dengan tuduhan yang Allah telah sucikan darinya dalam rangka membuat opini pada orang awam dan rendahan bahwa hadits-hadits beliau tidak benar. Adakalanya ia seorang khowarij yang mengangkat pedang kepada kaum muslimin dan tidak memandang kewajiban mentaati khalifah dan imam. Jika ia mendengar hadits-hadits Abu Hurairah dari Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> menyelisihi madzhabnya yang sesat, tidak dapat cara menolak berita-berita beliau ini dengan hujjah maka ujungnya mencela Abu Hurairah. Atau seorang <em>Qadariy</em> (pengikut aliran sesat <em>Qadariyah) </em>yang meninggalkan islam dan kaum muslimin dan mengkafirkan kaum muslimin yang mengikuti takdir yang telah ditakdirkan Allah dahulu dan tetapkan sebelum hamba itu melakukannya. Jika melihat hadits-hadits yang beliau sampaikan dari Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dalam menetapkan taqdir, tidak mendapatkan hujjah yang mendukung pendapat mereka yang merupakan kekufuran dan kesyirikan, maka hujahnya adalah menyatakan bahwa berita-berita Abu Hurairah tidak boleh dipakai sebagai hujjah. Atau seorang bodoh   yang ingin menjadi faqih dan mencarinya bukan dari tempatnya, jika mendengar berita Abu Hurairah menyelisihi pendapat madzhab orang yang dipilihnya dengan taklid tanpa hujjah, maka   mencela Abu Hurairah dan menolak hadits-haditsnya yang menyelisihi madzhab mereka dan berhujah dengan hadits-hadits Abu Hurairah atas orang yang menyelisihinya jika haditsnya tersebut sesuai dengan madzhabnya!!!&#8221;<a name="_ftnref21"></a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid.Com</a></p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1"></a> Saqifah op.cit hlm 14.</p>
<p><a name="_ftn2"></a> <em>Al Bidayah Wa An Nihayah</em>, oleh Ibnu Katsir VIII/106.</p>
<p><a name="_ftn3"></a> <em>Zhulumaatu Abi Ar Rayyah</em>, halaman 43.</p>
<p><a name="_ftn4"></a> Al Bukhari, dalam Shahihnya kitab Al Libaas bab Al Mustawsyimah no. 5490 hlm VII/214</p>
<p><a name="_ftn5"></a> <em>Muslim</em>, dalam Shahihnya kitab AL Ilmu Bab Sardu Al Hadits no. 3303</p>
<p><a name="_ftn6"></a> <em>Fathul Bari,</em> VII/389-390.</p>
<p><a name="_ftn7"></a> Muslim dalam Shahihnya kitab Al Jana&#8217;iz Bab Fadhlu &#8216;Ala Al Sholat Waittiba&#8217;uha no. 1574.</p>
<p><a name="_ftn8"></a> <em>Abu Hurairah Rawiyatul Islam</em>, halaman 278, yang dikutip apa yang dituduhkan oleh Al Iskaafi dari <em>Syarhu Nahji Al Balaghah</em>, I/468 Cet. Beirut.</p>
<p><a name="_ftn9"></a> Difa&#8217; &#8216;An Abi Hurairoh, op.cit hlm 123</p>
<p><a name="_ftn10"></a> ibid hlm 87 dengan perubahan.</p>
<p><a name="_ftn11"></a> Al Sunnah Qabla Al Tadwiin op.cit hlm 450.</p>
<p><a name="_ftn12"></a> <em>Al Bukhari</em>,dalam Shahihnya, kitab Al Buyu&#8217; Bab Ma Ja&#8217;a Fi Qaulihi Ta&#8217;ala Faidza Qadhaita Al Sholat no. 1906 &#8211; III/135. dan Ahmad bin Hambal dalam <em>Musnad Ahmad</em> hadits no. 7273</p>
<p><a name="_ftn13"></a> <em>Al Musnad,</em> XIV/122.</p>
<p><a name="_ftn14"></a> <em>Al Mustadrak,</em> III/510 dengan <em>sanad</em> yang <em>shahih</em>.</p>
<p><a name="_ftn15"></a> <em>Muslim</em>, VI/179.</p>
<p><a name="_ftn16"></a> Nama daerah di kota Madinah. Hingga kini masih dikenal dengan nama tersebut.</p>
<p><a name="_ftn17"></a> Difa&#8217; &#8216;An Abi Hurairoh op.cit hlm 72-75 secara singkat.</p>
<p><a name="_ftn18"></a> <em>Al Anwaa&#8217;u Al Kasyifah</em>, halaman 141. kami nukil dari Difa&#8217; &#8216;An Abi Hurairoh op.cit hlm 91</p>
<p><a name="_ftn19"></a> Difa&#8217; &#8216;An Abi Hurairoh op.cit hlm 91.</p>
<p><a name="_ftn20"></a> Dinukil secara bebas dari <em>Al Sunnah Qabla Al Tadwiin</em> op.cit hlm 449.</p>
<p><a name="_ftn21"></a> <em>As Sunnah Qabla Tadwiin</em> op.cit hlm 467-468.</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu’anhu-2/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/&amp;title=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/&amp;title=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/&amp;t=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%282%29+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/&amp;title=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/&amp;title=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%282%29+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Can't connect to local MySQL server through socket '/var/run/mysqld/mysqld.sock' (11)&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%282%29&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Karena%20seringnya%20ia%20meriwayatkan%20hadits%2C%20Ummul%20Mukminin%20%27A%27isyah%20dan%20para%20sahabat%20yang%20utama%20menuduh%20Abu%20Hurairah%20radhiallahu%27anhu%20berbicara%20tak%20karuan%20%28mazzah%29%2C%20berbohong%20%28kadzdzab%29%20dan%20lain-lain.%20Benarkah%3F" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (1)</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 08:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hurairah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Syiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Abu Hurairah -Radhiallahu'anhu- dituduh orang yang mengikuti Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam hanya untuk mencari makan, dituduh pembohong Islam, dan diragukan periwayatan haditsnya. Simak  artikel yang menghempas tuduhan itu semua.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencela dan melecehkan para sahabat dengan penghinaan dan tuduhan <em>ngawur</em> merupakan cara-cara pengikut iblis dan musuh-musuh Islam. Tujuan mereka sebenarnya hanyalah berusaha mencela dan merendahkan para saksi kebenaran islam dan hendak mencela Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dengan menyatakan beliau memiliki sahabat-sahabat yang jelek dan tidak memilih sahabat yang baik saja. Akhirnya dengan cara ini mereka ingin menghancurkan agama islam dan memadamkan cahayanya. Namun Allah tidak ingin cahaya agamaNya padam, bahkan Allah menyempurnakan cahaya agamaNya walaupun kaum kafir pengikut iblis tidak suka dan marah. Biarlah mereka mampus dengan kemarahan dan kedengkiannya.</p>
<p>Mereka hendak memadamkan sunnah Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dengan slogan yang tampak luarnya <em>rahmah</em> dan ilmiah namun di dalamnya menyimpan dendam kesumat dan penipuan besar serta kepandiran. Slogan studi kritis hadits, studi ilmiyah dan kebebasan berpendapat, ini semua hanyalah semu dan fatamorgana, tujuannya hanya satu menghancurkan Islam dengan segala cara. Oleh sebab itu berhati-hatilah wahai kaum muslimin dari racun yang mereka tebarkan dimana-mana untuk merusak aqidah dan syariat kita.</p>
<p>Diantara para sahabat yang mereka serang adalah perawi hadits Nabi terbanyak Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> dengan melemparkan tuduhan <em>ngawur</em> dan kritikan tanpa dasar, namun dibungkus dengan kata-kata indah dan ilmiyah sehingga banyak menipu kaum muslimin yang belum mengenal aqidah dan syariat islam. Maka dalam makalah singkat ini kita coba mengungkap beberapa tuduhan yang dilontarkan musuh islam kepada tokoh besar kita Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> yang terzahlimi dengan mencoba membantah dan membedahnya dengan tetap terus memohon kepada Allah kemudahan dan petunjuknya.<span id="more-963"></span></p>
<p>Diantara syubhat yang dilontarkan dengan zhalim oleh para musuh Islam<a name="_ftnref1"></a> adalah;</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Syubhat 1</span></strong></p>
<p><strong>Mereka </strong><a name="_ftnref2"></a><strong>menyatakan: &#8220;Berbeda dengan para sahabat lain, para ahli sejarah tidak dapat memastikan nama sebenarnya dari Abu Hurairah, namanya dizaman jahiliyah maupun dizaman Islam. Begitu pula asal usulnya.&#8221;.</strong><a name="_ftnref3"></a><strong> Juga menyatakan : &#8220;Abu Hurairah bukan sahabat besar, bukan dari kaum muhajirin bukan Anshor, bukan penyair Rasul, bukan keluarga Rasul, malah asal-usulnya, orang tuanya, bahkan nama aslinyapun tidak diketahui orang.&#8221;</strong><a name="_ftnref4"></a><strong></strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bantahan </span></p>
<p>Memang Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> terkenal dengan <em>kun-yah</em> (julukannya) melebihi namanya. Namun pernyataan diatas tidak benar seluruhnya dan tidak dapat dijadikan alasan untuk melecehkan Abu Hurairah. Adapun sejarah Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> pada masa jahiliyah memang tidak dikenal, namun, demikian itu satu kewajaran, karena bangsa Arab -seluruhnya- tenggelam dalam ke-<em>jahiliyah</em>-an dan terkungkung di wilayah jazirahnya saja. Mereka tidak peduli dengan keadaan dunia. Begitu juga dunia tidak peduli dengan keadaan dan kondisi mereka, kecuali yang berhubungan dengan perniagaan, karena melintasi wilayah mereka.</p>
<p>Baru, ketika Islam datang, Allah memuliakan dan menjadikan mereka sebagai pengemban risalahNya, jadilah setiap individu dari mereka memiliki sejarah yang ditulis menjadi bahan pembicaraan. Dan para <em>perawi</em>, selalu memperhatikan berita mereka, serta mereka memiliki murid yang mengambil ilmu dan petunjuk dari mereka.</p>
<p>Para ahli sejarah sudah memahami, bahwa terkenalnya seseorang dengan gelar atau julukan merupakan perkara biasa dan wajar. Bahkan, terkadang seseorang berselisih dalam hal nama dan <em>kun</em><em>-</em><em>yah</em> (julukan)nya, sebagaimana terjadi atas khalifah pertama, beliau dikenal dengan gelarnya Abu Bakar. Begitu juga dengan Abu Ubaidah, Abu Dujanah dan Abu Darda&#8217;. Mereka merupakan tokoh besar dan pahlawan dari kalangan sahabat. Namun lebih dikenal dengan gelar-gelar mereka, hingga sebagian besar manusia tidak mengetahui nama mereka yang sebenarnya. Belum pernah kita dengar pada kurun waktu tertentu, bahwa kedudukan dan keturunan dapat menentukan penghargaan intelektualitas<a name="_ftnref5"></a>. Karenanya, celaan dan pelecehan terhadap julukan Abu Hurairah dan ketenaran beliau dengannya melebihi namanya adalah tidak benar. Apalagi para ulama Islam telah me-<em>ra</em><em>jih</em>-kan nama beliau di zaman Jahiliyah adalah Abdus Syamsi dan setelah masuk Islam adalah <strong>Abdurrahman</strong>. Kemudian tuduhan beliau tidak jelas asal usulnya juga satu kebodohan dari mereka (para penuduh ini) karena asal-usul dan nasabnya cukup terhormat.</p>
<p>Apakah ihwal Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> dalam hal ini berbeda dengan ihwal sahabat-sahabat Nabi lainnya? Lalu, mengapa ketiak-jelasan sejarah kehidupan Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> pada masa <em>jahiliyah</em> merusak kedudukan dan menghancurkan posisi beliau dalam Islam? Apakah ada dalam Kitabullah, bahwa orang yang tidak dikenal sejarahnya sebelum Islam harus direndahkan dan dilecehkan posisi dan kedudukannya serta meragukan terhadap semua riwayatnya dari hadits-hadits Rasul? Maha Suci Allah, sesungguhnya ini merupakan tuduhan dan tipu daya yang besar.<a name="_ftnref6"></a></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Syubhat 2</span></strong></p>
<p><strong>Mereka menyatakan: &#8220;Abu Hurairah ada di Madinah hanya 1 tahun 9 bulan di Shuffah. Abu Hurairah datang kepada Rasulullah pada bulan Safar tahun 7 Hijriyah, setelah perang Khaibar dan tinggal di emperan masjid Madinah (Shuffah) sampai bulan Zulqaidah tahun 8 Hijriyah, karena pada bulan itu ia disuruh Rasul ke Bahrain menemani Al Ala&#8217; Al Hadhrami sebagai <em>Muadzdzin</em>&#8220;.</strong><a name="_ftnref7"></a><strong> </strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bantahan</span><span style="text-decoration: underline;">:</span></p>
<p>Pernyataan ini tidak benar, sebab Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> bersahabat dengan Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em><em> </em>sekitar 4 tahun lebih.<a name="_ftnref8"></a> Sebagaimana ditegaskan oleh Humaid bin Abdurrahman Al Himyari dalam pernyataannya<em>,</em></p>
<p dir="rtl">??????? ??????? ?????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ??????? ????? ???????? ????? ?????????? <em></em></p>
<p><em>&#8220;Aku berteman dan berjumpa dengan orang-orang yang bersahabat dengan Nabi sebagaimana persahabatan Abu Hurairah dengan Nabi </em><em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em><em> selama empat tahun.&#8221;</em><a name="_ftnref9"></a><em>. </em></p>
<p><em>S</em>edang kepergiannya menemani Al &#8216;Alaa&#8217;  Al Hadhrami tidak menunjukkan beliau menetap di sana sampai Rasulullah meninggal, apalagi adanya riwayat yang menyatakan beliau ber-<em>mulazamah</em> dengan Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> selama empat tahun di atas. Demikian juga pendapat yang didukung riwayat otentik menunjukkan beliau ikut serta perang Khaibar walaupun tidak seluruhnya<a name="_ftnref10"></a> dan mengikuti haji bersama Abu Bakar Ash Shidiq <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> tahun 9 H.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Syubhat 3</span></strong></p>
<p><strong>Mereka menyatakan : &#8220;Ia sendiri menceritakan bahwa ia mendatangi Rasul bukan karena ia mendapat hidayah atau karena kecintaannya kepada Nabi seperti yang lain, tapi untuk mendapatkan makanan. Dalam riwayat Ahmad, Bukha</strong><strong>ri dan Muslim, Abu Hurairah berkata: &#8220;Aku adalah seorang miskin, aku bersahabat dengan Rasul Allah untuk mengisi perutku.&#8221; Dan dalam riwayat lain: &#8220;U</strong><strong>ntuk memenuhi perutku yang lapar.&#8221; Dalam riwayat Muslim: &#8220;Aku melayani Rasul Alllah untuk mengisi perutku.&#8221; Atau Aku menetap dengan Rasul Allah untuk mengisi perutku&#8221;</strong><a name="_ftnref11"></a><strong> kemudian menyatakan lagi : &#8220;Ia juga punya hobi makan, karena kesukaannya yang berlebihan akan makanan, maka sering juga disebut sebagai pembawa &#8216;hadist lesung&#8217; (lesung -<em>al-mihras</em>- , alat untuk menumbuk dan mengulek makanan. Lihat, &#8220;Hadits Lalat&#8221; dan &#8220;Hadits Pundi-pundi&#8221;)</strong><a name="_ftnref12"></a><strong></strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bantahan:</span></p>
<p>Riwayat-riwayat yang dipakai mereka sebagai dasar tuduhan mereka terhadap Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, bahwa beliau melakukan aktivitas mendengar hadits Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> hanya untuk mencari sesuap nasi yang mengenyangkan perutnya dalam kata lain melakukannya hanya karena sedikit dunia yang rendah, memang diriwayatkan secara shahih dengan lafadz:</p>
<p dir="rtl">????? ????? ?????????? ?????? ??????? ?????? ????? ????????? ?????????? ????? ????? ?????????? ???????? ?????????? ???? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????????? ??? ????? ??????????????? ?????????????? ??? ???????????? ???? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ??????? ????? ?????????? ??????? ????????? ???? ??????????????? ????? ???????????? ?????? ?????????????? ???????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ?????? ??????? ?????????? ????? ??????? ?????????? ????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???? ???????????? ?????? ????????????? ???????? ??????? ?????????? ???? ?????????? ?????????? ????? ????? ??????????</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Abu Hurairah berkata: &#8216;Kalian akan menyatakan, bahwa Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadits. <strong>Dan Allahlah tempat (untuk membuktikan) janji</strong>. Juga mengatakan &#8216;Mengapa orang-orang Al Muhajirin dan Ansh</em><em>a</em><em>r tidak banyak meriwayatkan hadits, seperti periwayatan Abu Hurairah?&#8217; Sungguh, saudara- saudaraku dari Muhajirin disibukkan dengan jual-beli di pasar. Sedangkan saudara- saudaraku dari Ansh</em><em>a</em><em>r disibukkan oleh pengelolaan harta mereka. Adapun aku seorang miskin yang selalu mengikuti Rasulullah <strong>selama perutku berisi</strong>. Aku hadir saat mereka tidak hadir, dan aku ingat dan paham saat mereka lupa.&#8221;</em><a name="_ftnref13"></a><em> </em></p>
<p>Pernyataan Beliau di lafadz pertama &#8220;<em>Allah-lah tempat (membuktikan) janji</em>&#8221; pengertiannya, bahwa Allah akan menghisabku jika aku sengaja berdusta, (dan) sekaligus akan menghisab orang-orang yang menuduhku dengan tuduhan yang keji<a name="_ftnref14"></a>. Adapun pernyataan beliau: <strong>&#8220;</strong><em>selama  perutku berisi</em><strong>&#8220;</strong>, yakni merasa telah puas dengan sesuap makanan, sehingga beliau tidak pernah tidak hadir di sisi Nabi<a name="_ftnref15"></a>.</p>
<p>Kalau demikian tuduhan atas beliau sangat dipaksakan sekali dan tidak ilmiah. Hal itu karena Abu Hurairah tidak sekedar menceritakan persahabatannya yang sama-sama dimiliki sahabat lainnya semata. Namun, Beliau dalam pernyatannya tersebut ingin juga menceritakan keistimewaan (yang dimilikinya). Keistimewaan tersebut adalah kebersamaan Beliau bersama Rasulullah yang tidak dimiliki oleh yang lainnya.</p>
<p>Keistimewaan tersebut beliau jelaskan dengan caranya (yang)  <em>tawadhu&#8217;</em>, dengan menyatakan: &#8220;<em>Selama perutku berisi</em>&#8220;, lalu menyebutkan keistimewaan para sahabat lainnya, sebagai orang-orang yang mampu dan kuat mencari penghidupan. Hal ini, demi Allah, merupakan akhlak yang luar biasa.<a name="_ftnref16"></a></p>
<p>Tuduhan Abu Hurairah banyak makan dan bersemangat mendapatkan makanan serta bersahabat dengan Nabi hanya karena makanan, bukan karena hidayah Islam atau kecintaan pada beliau merupakan tuduhan keji yang hanya dilontarkan orang yang hasad atau orang yang memiliki kerusakan syaraf. Jika tidak, bagaimana mungkin seorang yang berakal dapat membenarkan pemahaman, bahwa Abu Hurairah sanggup meninggalkan negerinya, kabilah dan tanah airnya demi menjumpai Rasul hanya (sekadar) untuk makan dan minum semata?</p>
<p>Apakah Abu Hurairah di kabilahnya tidak mendapatkan makan dan minum? Lalu untuk apa Abu Hurairah datang ke Madinah? Apakah di negerinya ia tidak bisa mendapat makanan dan minuman sebagaimana yang diperoleh para petani dan pedagang di sana? Tuduhan ini betul-betul pelecehan terhadap sahabat yang mulia ini. Dan para penuduh lebih layak dilecehkan dan diragukan keikhlasannya dari beliau.                Hingga sampai sejauh inikah kebutaan hati dan kedengkian mereka?</p>
<p>Kemudian dalam pernyataan mereka ini terdapat penyimpangan makna, karena dalam riwayat tersebut bukan dengan lafadz <em>Shuhbah </em>(bersahabat), namun yang benar, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dengan lafadz &#8216;<em>Alzamu</em>&#8216; (<em>selalu menemani dan mengikuti)</em>. Demikian juga Imam Muslim meriwayatkannya dengan lafadz: <em>&#8220;Aku adalah seorang miskin yang melayani Rasul selama perutku berisi&#8221;</em>. Hal ini menunjukkan penyimpangan yang jelas dari pernyataan beliau, sebab kata &#8220;persahabatan&#8221; (<em>shuhbah</em>) tidak sama dengan kta &#8220;<em>mulazamah</em>&#8221; dan &#8220;<em>al khidmah</em>&#8221; (melayani dan membantu). Sehingga pernyataan beliau ini jelas-jelas untuk menjelaskan sebab banyaknya periwayatan beliau terhadap hadits-hadits Nabi seperti telah jelas dari alur pernyataannya. Demikian juga para penuduh ini disamping telah melakukan <em>tahrif</em> (penyimpangan) di atas juga memotong pernyataan beliau yang merubah konotasi maknanya, sehingga terfahami bahwa pendorong utama persahabatan beliau adalah mencari sesuap makanan. Padahal semua itu, beliau katakan untuk menjelaskan sebab pendorong menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Demikianlah, <em>tahrif</em> (menyimpangkan sesuatu dari lafadz atau makna sebenarnya) sudah menjadi adat kebiasaan orang yang menyimpang dari jalan yang lurus dan penyembah hawa nafsu.</p>
<p>Lalu, darimana mereka mengklaim diri mereka mampu mengungkapkan secara benar dan jelas sebab persahabatan Abu Hurairah dengan Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>? Apakah mereka lebih tahu dari Rasulullah yang telah memberikan pengakuan dan pujiannya kepada Abu Hurairah?</p>
<p>Mereka tidak cukup hanya dengan itu, bahkan menyatakan, bahwa makna lafadz (?????) pada perkataan Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> (&#8216;????? ???? ????????) bermakna untuk yang menunjukkan sebab. Ini juga merupakan kedustaan dan penipuan lain, sekaligus sebagai bukti mereka selalu mencari jalan untuk menjatuhkan pribadi Abu Hurairah.</p>
<p>Pernyataan Abu Hurairah ini telah difahami dengan benar oleh para ulama Islam, seperti pernyataan Imam Nawawi ketika menjelaskan perkataan Abu Hurairah (<em>ala mil&#8217;i bathni):</em> &#8220;Maknanya aku senantiasa <em>mulazamah</em> dengan Beliau <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. Aku rela dengan makananku. Aku tidak mengumpulkan harta untuk simpanan dan tidak untuk yang lainnya. Dan akupun tidak berusaha menambah porsi makanan bagiku. sedangkan maksud pernyataan beliau &#8216;<em>melayani</em>&#8216;, bukan sebagai upaya untuk memperoleh gaji atau upah&#8221;<a name="_ftnref17"></a>.</p>
<p>Sehingga jelaslah kebatilan tuduhan ini.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Syubhat 4</span></strong></p>
<p><strong>Mereka berkata: &#8220;Ia mendatangi para sahabat seperti &#8216;Umar dan Abu Bakar dengan berpura-pura meminta dibacakan sebuah ayat Al Qur&#8217;an, menurut pengakuannya sendiri, padahal ia ingin agar ditawari makanan, tetapi tiada seorang sahabatpun menawarkan makanan kepadanya, kecuali Ja&#8217;far bin Abi Thalib, yang langsung mengajak Abu Hurairah ke rumahnya. </strong></p>
<p><strong>Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah: &#8220;Demi Allah, tiada lain kecuali Dia, aku sering menekan perutku ke bumi karena lapar, dan pada suatu hari, karena lapar, aku menekan perutku dengan batu sambil duduk di jalan tempat mereka keluar dari masjid. Aku bertemu Abu Bakar dan aku bertanya kepadanya tentang ayat kitab Allah, dan aku tidak menanyainya kecuali (dengan maksud) agar dia memberi aku makan; tapi ia berlalu dan tidak melakukannya. Dan &#8216;Umar bertemu denganku dan aku bertanya mengenai ayat kitab Allah, aku tidak bertanya (kepadanya) kecuali agar ia mengajak aku makan, dan ia tidak melakukannya.</strong></p>
<p><strong>Bukhari: &#8220;Aku bila bertanya mengenai sebuah ayat (al Qur&#8217;an) kepada Ja&#8217;far (bin Abu Tholib) maka dia tidak akan menjawab kecuali setelah ia mengajakku kerumahnya&#8221;. Dibagian lain: &#8220;Aku meminta kepada Ja&#8217;far bin Abi Thalib untuk membacakan kepadaku ayat (Al Qur&#8217;an) yaitu artinya, agar dia memberi aku makan, dan dia (Ja&#8217;far bin Abu Tholib) adalah orang yang paling baik terhadap orang miskin. Ia mengajak kami ke</strong><strong> </strong><strong>rumahnya dan memberi kami makan seadanya&#8221;.</strong></p>
<p>Bantahan:</p>
<p>Kisah ini dibawakan imam Al Bukhari yang lengkapnya berbunyi:</p>
<p dir="rtl">??????? ??????? ??? ?????? ?????? ???? ???? ?????? ???????????? ????????? ????? ????????? ???? ???????? ?????? ?????? ????????? ????????? ????? ??????? ???? ???????? ???????? ???????? ??????? ????? ??????????? ??????? ??????????? ?????? ??????? ????? ?????? ???????????? ???? ????? ???? ??????? ??????? ??? ?????????? ?????? ????????????? ??????? ?????? ???????? ????? ????? ??? ?????? ???????????? ???? ????? ???? ??????? ??????? ??? ?????????? ?????? ????????????? ??????? ?????? ???????? ????? ????? ??? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????????? ????? ?????? ???????? ??? ??? ??????? ????? ??? ??????? ????? ????? ??? ????? ????? ?????? ????????? ??? ??????? ??????? ????? ??????? ??????? ???????????? ???????? ????????????? ???????? ??? ???????? ???????? ??????? ??? ?????? ??????? ???? ?????? ????? ????????? ??????? ????????? ???? ??????? ???? ????????? ????? ????? ????? ?????? ????????? ??? ??????? ??????? ????? ??????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ??? ????? ???????? ?????????? ????????? ???????????? ??? ????????? ????? ?????? ????? ????? ????? ????? ?????? ????? ???????? ???????? ?????? ????? ?????????? ?????? ??????????? ??????? ??????? ??????? ???????? ????????? ???????? ?????????? ????????? ??????? ?????????????? ?????? ?????????? ?????? ???????? ????? ????? ????????? ??? ?????? ?????????? ?????? ??????? ????? ???? ??????? ???? ????? ????????? ???????? ?????????? ????? ??????? ????? ????????? ???????? ????? ??????????? ????? ????? ???? ??????????? ???? ????? ????????? ?????? ?????? ???? ??????? ??????? ????????? ????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ?????????????? ?????????????? ???????????? ??????????????? ???????? ?????? ?????????? ????????????? ???? ????????? ????? ??? ????? ????? ?????? ????????? ??? ??????? ??????? ????? ???? ???????????? ????? ?????????? ????????? ?????????? ????????? ????????? ?????????? ?????? ??????? ????? ??????? ??????? ????????? ??????????? ????????? ?????????? ?????? ??????? ????? ??????? ??????? ????????? ?????????? ?????? ??????? ????? ??????? ??????? ????????? ?????? ??????????? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ?????? ????????? ????????? ???????? ????????? ?????????? ????? ?????? ???????? ??????? ??????????? ??????? ????? ????? ?????? ????????? ??? ??????? ??????? ????? ??????? ????? ???????? ?????? ???????? ??? ??????? ??????? ????? ??????? ????????? ?????????? ?????????? ??????? ??????? ?????????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ?????? ??? ????????? ???????? ?????????? ??? ?????? ???? ????????? ????? ????????? ?????????????? ????????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????????<strong></strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Demi Allah. Tidak ada sesembahan yang benar, kecuali Dia. Sungguh aku tempelkan perutku ke tanah karena lapar dan aku ganjal perutku dengan batu menahan lapar. Sungguh pada suatu hari aku duduk di jalan yang biasa mereka pakai pulang dari (bertemu) Rasulullah Lalu Abu Bakar melintasi jalan itu. Aku pun bertanya kepadanya tentang satu ayat Al Qur&#8217;an. Dan tidaklah aku menanyakannya, kecuali agar Abu Bakar menjamuku. Beliau pun melewatiku dan tidak berbuat apa-apa. Lalu melintas di jalan itu, Umar bin Al Khaththab. Aku pun bertanya kepadanya satu ayat Qur&#8217;an. Dan tidaklah kutanyakan hal itu, kecuali agar beliau menjamuku. Namun beliau pun melintas dan tidak berbuat apa-apa. Kemudian setelah itu Abul Qasim Muhammad melintas di jalan itu seraya tersenyum ketika memandangku. Beliau mengetahui yang sedang bergejolak dalam hatiku dan yang tersirat dari wajahku. Kemudian Beliau memanggilku,&#8221;Wahai, Abu Hirr,&#8221; aku pun menjawabnya,&#8221;Aku penuhi panggilanmu, wahai Rasulullah.&#8221; Beliau bersabda,&#8221;Ikuti aku.&#8221; Beliau beranjak meninggalkanku dan aku pun mengiringi di belakang Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Beliau masuk rumah dan aku pun meminta izin dan diizinkan. Ketika Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam memasuki rumah, beliau mendapati susu dalam gelas besar (bejana). Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam bertanya, &#8220;Darimana susu ini?&#8221; Mereka (isteri-isteri Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam) Radhiallahu&#8217;anhu menjawab,&#8221;Hadiah dari fulan atau fulanah untuk engkau.&#8221; Beliaupun memanggilku,&#8221;Wahai, Abu Hirr.&#8221; Aku pun menjawabnya,&#8221;Kupenuhi panggilanmu, wahai Rasul.&#8221; Beliau bersabda,&#8221;Temuilah Ahlush Shuffah dan undanglah mereka kesini.&#8221; Kata Abu Hurairah, Ahlush Shuffah adalah tamu Islam. Mereka tidak bersandar kepada keluarga tertentu. Tidak memiliki harta dan famili seorang pun juga. Jika datang kepada Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam shadaqah, Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam kirimkan makanan tersebut kepada mereka dan sama sekali tidak ikut mencicipi makanan tersebut. Jika datang kepada Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam berupa hadiah (untuknya), maka Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam pun mengirimkannya kepada Ahlush Shuffah dan ikut bersama menikmatinya. Hal itu kurang berkenan bagiku, maka aku berkata (dalam hati),&#8221;Apakah susu ini cukup untuk Ahlush Suffah?! Menurutku, akulah yang berhak pertama kali meminum susu agar aku menjadi kuat dengannya. Maka ketika Beliau datang, Beliau memerintahku untuk membagikannya kepada mereka. Padahal, mungkin susu itu tidak akan sampai kepadaku. Namun, mentaati Allah dan RasulNya merupakan keharusan, maka akupun mendatangi dan mengundang mereka. Lalu mereka datang dan mohon izin masuk. Kemudian Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam pun mengizinkannya. Lalu mereka mengambil posisi masing-masing di tempat yang ada di rumah Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Beliau memanggilku,&#8221;Wahai, Abu Hirr.&#8221; Aku pun menjawabnya,</em><em> </em><em>&#8220;Kupenuhi panggilanmu, wahai Rasul &#8230;.&#8221; Beliau bersabda lagi,</em><em> </em><em>&#8220;Ambil dan bagikan kepada mereka.&#8221; Aku pun mengambil gelas dan memberikannya kepada salah seorang (diantara mereka); ia meminumnya hingga puas dan kenyang, lalu ia kembalikan gelas itu dan aku berikan kepada orang lain; lalu meminumnya sampai puas dan kenyang. Begitu seterusnya hingga berakhir kepada Nabi Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam dalam keadaan seluruh Ahlush Shufah kenyang. Lalu Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam mengambil gelas tadi dan meletakkannya di atas tangan Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam seraya memandangku sambil tersenyum dan bersabda, &#8220;Wahai, Abu Hirr. Duduk dan minumlah.&#8221; Akupun duduk dan meminumnya. Lalu Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam bersabda lagi,</em><em> </em><em>&#8220;Minumlah,&#8221; lalu aku minum. Beliau terus memerintahku minum, sehingga aku berkata,&#8221;Cukup. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak lagi aku dapati tempat untuk minuman dalam tubuhku. Beliau bersabda,&#8221;Berikanlah kepadaku,&#8221; aku pun menyerahkan gelas tadi, kemudian Beliau Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam memuji Allah dan meminum susu yang tersisa</em><em>&#8220;</em><em>.</em><a name="_ftnref18"></a></p>
<p>Mereka berdalih dengan kisah ini untuk menguatkan pernyataan mereka terdahulu dalam mencela Abu Hurairah sebagai orang yang beramal untuk sesuap makanan, namun apakah karena kejadian tersebut, lalu kita tolak seluruh hadits beliau? Apalagi sampai menghina beliau sebagai orang yang punya hobi makan dan disebut sebagai pembawa hadits lesung.</p>
<p>Orang yang meneliti kehidupan para sahabat menemukan bahwa beliau dalam hal ini tidak sendirian. Ada diantara sahabat yang berbuat hal yang serupa, diantaranya Watsilah bin Al Asqaa&#8217; sebagaimana diriwayatkan Al Hakim dengan lafadz:</p>
<p><em>&#8220;Kami bertempat tinggal selama tiga hari. Setiap orang yang menuju masjid mengajak dua dan tiga orang sesuai dengan kemampuannya, dan memberi mereka makan&#8221;. Beliau berkata lagi,&#8221;Aku termasuk yang tidak dibawa selama tiga hari tiga malam. Tiba-tiba aku melihat Abu Bakar di kegelapan malam. Aku pun mendatanginya dan memintanya untuk membacakan surat Saba&#8217; hingga sampai di rumahnya. Aku berharap ia mengundangku makan malam. Lalu beliaupun membacakannya kepadaku hingga depan pintu rumah (beliau) kemudian berhenti  di depan pintu sampai selesai membacakan seluruhnya. Kemudian ia masuk dan meninggalkanku di luar. Kemudian aku menemui Umar. Aku berbuat seperti itu dan beliau (pun) berbuat serupa dengan perbuatan Abu Bakar terdahulu. Keesokan harinya, pagi-pagi aku menemui Rasul Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam dan menceritakan hal tersebut padanya, dan Beliaupun menjamuku.&#8221;</em> <a name="_ftnref19"></a></p>
<p>apakah kita menolak seluruh hadits Waatsilah karena peristiwa ini?</p>
<p>Sedangkan kisah beliau dengan Ja&#8217;far bin Abu Thalib dibawakan Imam Bukhari dengan lafadz:</p>
<p dir="rtl">?????? ???????? ?????????????? ???????? ???? ????? ??????? ?????????? ????? ????????????? ??? ????? ??? ???????? ?????? ???? ????? ?????????? ????????? ?????????? ?????? ?????? ?????? ?????????????? ?????????? ??? ??????</p>
<p><em>Sebaik-baik manusia terhadap orang miskin adalah Ja&#8217;far bin Abu Thalib. Dia terus mengunjungi kami dan memberi makan kami apa yang ada di rumahnya, sampai-sampai membawa tempat makanan tanpa berisi makanan. Kami pun memegangnya, lalu menjilati sisa yang ada di tempat makanan tersebut.</em><a name="_ftnref20"></a></p>
<p>Lihatlah perbedaan dan penukilan ngawur yang menjadi cirri khas ahli bid&#8217;ah dan musuh Islam!!!</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Syubhat 5</span></strong></p>
<p><strong>Mereka menyatakan: &#8220;Keperibadian Abu Hurairah lemah. Tatkala kembali dari Bahrain, Umar bin Kha</strong><strong>tha</strong><strong>b mencurigainya menggelapkan uang baitul mal. &#8216;Umar menuduhnya sebagai pencuri dan menyebutnya sebagai musuh Allah dan musuh kaum muslimin, dalam riwayat lain, musuh Kitab atau musuh Islam. </strong></p>
<p>Bantahan:</p>
<p>Pernyataan mereka ini berdasarkan riwayat yang disampaikan Ibnu Sa&#8217;ad dengan sanad yang shahih tentang kisah kepulangan Abu Hurairah dari tugasnya sebagai amir (gubernur) Bahrain. Beliau menghadap Umar bin Khathab dengan membawa uang sebanyak 400.000 dari Bahrain. Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> bertanya padanya: <em>&#8220;Apakah engkau menzhalimi seseorang?&#8221;</em> Ia menjawab,<em>&#8220;Tidak.&#8221;</em> Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> bertanya lagi,<em>&#8220;Apakah engkau mengambil sesuatu dengan tidak benar?&#8221;</em> Ia menjawab,<em>&#8220;Tidak.&#8221;</em> Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> bertanya lagi, <em>&#8220;Berapa banyak yang engkau bawa untuk pribadi?&#8221;</em> Ia menjawab, <em>&#8220;Sebanyak 20.000.&#8221;</em> Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> bertanya, <em>&#8220;Dari mana engkau mendapatkannya?&#8221;</em> Ia menjawab, <em>&#8220;Aku berdagang.&#8221;</em> Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berkata, <em>&#8220;Hitunglah modal dan rizkimu (gajimu), maka ambillah. Sedang yang lainnya simpanlah diBaitul Mal.&#8221;</em><a name="_ftnref21"></a></p>
<p>Dan dalam lafazh Abu Ubaid, (disebutkan) Umar berkata padanya: <em>&#8220;Wahai, musuh Allah dan musuh KitabNya. Apakah engkau  mengambil (mencuri) harta?&#8221;</em> Ia menjawab, <em>&#8220;Aku bukan musuh Allah dan bukan musuh KitabNya. Akan tetapi aku adalah musuh bagi yang menentang keduanya dan aku tidak mencuri harta Allah.&#8221;</em> Umar bertanya kembali: <em>&#8220;Dari mana berkumpul untukmu uang sejumlah 10.000 dirham?&#8221;</em> Ia menjawab, <em>&#8220;Kudaku berkembang biak. Pemberian untukku selalu aku dapatkan. Begitu juga sahamku (bagianku dari pembagian rampasan perang),</em><em> juga berkembang dan bertambah.&#8221; </em>Lalu Umar mengambilnya dariku. Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berkata, <em>&#8220;Ketika kutunaikan shalat Shubuh, aku mintakan ampunan untuk Amirul mukminin.&#8221;</em><a name="_ftnref22"></a></p>
<p>Kita lihat para musuh Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> mempergunakan perkataan keras Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu </em>ini untuk mencaci Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> dan menuduhnya mencuri dan merampas; padahal permasalahannya tidak demikian. Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> melakukan pengambilan sebagian harta tersebut terhadap sejumlah pejabatnya<a name="_ftnref23"></a> dan tidak mengkhususkan kepada Abu Hurairah dengan perlakuan semacam ini. Sebabnya, ketika Amr bin Ash Sha&#8217;iq melihat harta para pejabat semakin bertambah banyak, ia merasa aneh, lalu menulis surat kepada Umar bin Al Khaththab dalam bentuk bait-bait syi&#8217;ir.<a name="_ftnref24"></a> Lalu Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> pun mengirim utusan kepada para petugas. Diantara mereka adalah Sa&#8217;ad <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, dan Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, lalu ia mengambil harta mereka menjadi setengah bagian<a name="_ftnref25"></a>. Begitu juga ia memutasi Abu Musa Al Asy&#8217;ari dari tugas di Bashrah, dan hartanya dibagi menjadi dua bagian. Demikian juga pada Al Haarits bin Wahb.<a name="_ftnref26"></a></p>
<p>Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> tidaklah menuduh Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, dan tidak juga hanya mengambil harta miliknya saja. Bahkan itulah sistem politik Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> terhadap para pejabatnya; bukan atas dasar <em>syubhat</em>, namun itu merupakan ijtihad dan kehebatan beliau dalam me-<em>manage</em> perkara-perkara kaum muslimin.<a name="_ftnref27"></a> Sungguh Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> sangat mencintai sahabat, sebagaimana ia mencintai dirinya. Dan beliau sangat tidak suka, bila salah seorang dari mereka mendapatkan harta yang berbau <em>syubhat</em>. Berita perbuatan beliau ini banyak diriwayatkan dalam perjalanan hidupnya.<a name="_ftnref28"></a></p>
<p>Khalifah Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> khawatir atas mereka. Jangan-jangan orang <em>bermu&#8217;amalah</em> dalam perdagangan dan usaha dengan mereka karena jabatan yang disandangnya. Karenanya beliau mengambil sebagian dari harta mereka dan meletakkannya di Baitul Mal agar terlepas tanggungjawabnya di hadapan Allah <em>Ta&#8217;ala</em>. Kemudian ia pun memberikannya kepada mereka setelah pengambilan tersebut dari harta Baitul Mal sesuai jumlah yang layak. Dengan demikian menjadi halallah bagi mereka tanpa ada <em>syubhat</em>.<a name="_ftnref29"></a></p>
<p>Para penuduh tersebut hanya memandang dan menukil riwayat ini sesuai dengan keinginannya, lalu menjadikanya sebagai senjata untuk menyerang sahabat Abu Hurairah dan menuduhnya berkepribadian lemah, tanpa menyebutkan riwayat secara lengkap. Padahal dalam riwayat tersebut terdapat bantahan Abu Hurairah Radhiallahu&#8217;anhu terhadap Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, ketika Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berkata padanya<em>&#8220;Wahai, musuh Allah dan musuh kitabNya. Apakah engkau telah mencuri harta Allah?&#8221;</em>, Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> menjawab,<em>&#8220;Aku bukan musuh Allah dan bukan musuh KitabNya. Akan tetapi aku adalah musuh bagi yang menentang keduanya.&#8221; </em></p>
<p>Dengan demikian jelaslah Umar tidak mencurigai dan menuduh Abu Hurairah mencuri. Hal ini dibuktikan dengan keinginan beliau mengangkat kembali Abu Hurairah untuk kedua kalinya. Sebagaiman diriwayatkan Abu Ubaid setelah riwayat diatas dengan bunyi: &#8220;Kemudian, setelah itu Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berkata kepadaku: <em>&#8220;Bukankah engkau mau bertugas kembali?&#8221;</em> Aku menjawabnya: <em>&#8220;Tidak&#8221;.</em> Ia berkata: <em>&#8220;Mengapa,</em> (tidak mau)<em> padahal telah bertugas orang yang lebih baik darimu, yakni Yusuf&#8221;</em>. Akupun menimpalinya,<em>&#8220;Sesungguhnya Yusuf seorang </em><em>N</em><em>abi dan anak seorang N</em><em>abi pula. Sedangkan aku adalah anak Umaimah, dan aku takut tiga dan dua&#8221;</em>. Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> berkata, <em>&#8220;Kenapa engkau tidak berkata lima?&#8221;</em> Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> menjawab, <em>&#8220;Aku takut berbicara tanpa dasar ilmu dan memutuskan tanpa hilm (sabar dan hati-hati).&#8221; </em>Atau ia berkata: <em>&#8220;Aku berkata</em> <em>tanpa hilm (sabar dan hati-hati), dan aku memutuskan perkara tanpa dasar ilmu&#8221;.</em></p>
<p>Seorang perawi (dari Ibnu Sirin) berkata: <em>&#8220;Keraguan ini berasal dari Ibnu Sirin&#8221;.</em> (Lalu Abu Hurairah berkata lagi),<em>&#8220;Dan aku takut akan dipukul punggungku dan dicela kehormatanku dan diambil hartaku dengan paksa.&#8221;</em><a name="_ftnref30"></a><em></em></p>
<p>Seandainya Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> telah mengetahui Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> pernah berkhianat, niscaya tidak akan memakainya sama sekali dan tidak akan memanggilnya untuk kedua kalinya. Seandainya Khalifah Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> meragukan sifat amanah Abu Hurairah <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> sedikit saja, tentu beliau akan menghakimi dan menghukumnya dengan hukuman <em>syar&#8217;i</em>. Akan tetapi, beliau telah mengetahui sifat amanah dan keikhlasannya, maka beliaupun kembali menemui Abu Hurairah meminta menjadi pejabat beliau<a name="_ftnref31"></a>.</p>
<p>[Bersambung..]</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid</a></p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1"></a> Semua tuduhan dan kecaman dalam pembahasan ini diambil dengan huruf per huruf dari buku &#8220;<em>Saqifah, Awal Perselisihan Umat</em>&#8221; karya seorang syiah dari Lampung yang bernama O. Hashem, cetakan ketiga tahun 1415 H -1994 M, terbitan penerbit Al Muntazhar, Jakarta barat. Buku ini sebenarnya hanya menukil tuduhan dan kecaman para pendahulunya dari kalangan orang syiah dan musuh-musuh Islam. <strong>Maka hendaklah kaum muslimin berhati-hati terhadap buku ini karena berisi kebohongan dan kelicikan dalam mengolah kata sehingga dapat mengelabuhi kaum muslimin yang tidak memiliki dasar pengetahuan islam yang baik. </strong></p>
<p>Kemudian jawabannya kami ambilkan dari kitab <em>Difa&#8217;un &#8216;An Abi Hurairah karya Abdul Mun&#8217;im Shalih Al &#8216;Ali Al &#8216;Izzi</em>, tanpa tahun, Dar Al Syuruq, Bairut<em>,  As Sunnah Qabla Al Tadwin</em> karya Dr. Muhammad &#8216;Ajaaj Al Khathib, cetakan kelima tahun 1401 H, Dar El Fikar, Bairut, dan kitab-kitab hadits serta beberapa referinsi lainnya.<strong></strong></p>
<p><a name="_ftn2"></a> Kami gunakan kata &#8216;<strong>mereka</strong>&#8216; disini karena tuduhan ini juga dilontarkan orang lain, baik di Indonesia atau di negara lain agar lebih bersifat umum. Karena penulis buku Saqifah hanya mengekor dan menukil dari orang lain, diantaranya Abu Rayah (dimesir) atau orang-orang syi&#8217;ah lainnya.</p>
<p><a name="_ftn3"></a> <em>Saqifah</em>, op.cit hlm 12</p>
<p><a name="_ftn4"></a> ibid hlm 20.</p>
<p><a name="_ftn5"></a> Dikutip dari kitab <em>Difa&#8217;un &#8216;An Abu Hurairah</em> dari pernyataan Al Ustadz Al Khathib dalam kitab <em>Abu Hurairah Rawiyatul ISlam,</em> halaman 213.<em></em></p>
<p><a name="_ftn6"></a> Dikutip dari pernyataan Dr. As Siba&#8217;i dalam <em>Sunnah Wa Makanatuha,</em> halaman 307.<em></em></p>
<p><a name="_ftn7"></a> Saqifah op.cit hlm 11</p>
<p><a name="_ftn8"></a><em> Siar A&#8217;lami An Nubala,</em> karya Al Dzahabiy, Tahqiq Syu&#8217;aib Al Arnauth, Maktabah Al Risalah, Bairut hlm II/426.</p>
<p><a name="_ftn9"></a> <em>Musnad Ahmad,no. 16793</em>; <em>Abu Dawud</em>, dalam Sunannya, kitab Al Thoharoh, Bab Al Nahyu &#8216;an Dzalika no 73 hlm I/19; <em>Al Nasa&#8217;i</em>, dalam sunannya kitan Al Ziinaah bab Al Akhdzi &#8216;An Al Syaarib no. 4968 hlm I/130 dengan <em>sanad-sanad</em> yang <em>shahih</em>.</p>
<p><a name="_ftn10"></a> Lihat Riwayat-riwayat tersebut dalam kitab Difa&#8217; &#8216;An Abi Hurairoh karya Abdul Mun&#8217;im Al&#8217;Izzi. Hlm 25-26.</p>
<p><a name="_ftn11"></a> Saqifah op.cit 12</p>
<p><a name="_ftn12"></a> ibid hlm 14.</p>
<p><a name="_ftn13"></a> <em>Al Bukhari</em>,dalam Shahihnya, kitab <em>Al Buyu&#8217; Bab Ma Ja&#8217;a Fi Qaulihi Ta&#8217;ala Faidza Qadhaita Al Sholat</em> no. 1906 &#8211; III/135. dan Ahmad bin Hambal dalam <em>Musnad Ahmad</em> hadits no. 7273</p>
<p><a name="_ftn14"></a> <em>Fathul Bari,</em> karya Ibnu Hajar, tanpa tahun, Maktabah Al Salafiyah, hlm V/28.</p>
<p><a name="_ftn15"></a> <em>Fathul Bari,</em> op.cit IV/288.</p>
<p><a name="_ftn16"></a> Dari pernyataan <em>Al Mualimi rahimahullah</em> dalam <em>Al Anwaar Al Kaasyifah,</em> halaman 147.</p>
<p><a name="_ftn17"></a> Syarh An Nawawi terhadap<em> Shahih Muslim, </em>tashhih Syeikh Kholil Ma&#8217;muun Syeihaa, cetakan ketiga tahun 1317 H, Dar Al Ma&#8217;rifah, Baerut hlm XV/270.</p>
<p><a name="_ftn18"></a> <em>Shahih Al Bukhari</em>,dalam Shahihnya kitab Al Riqaaq, Bab <em>Kaifa &#8216;Isy Rasululloh wa Ashhabihi Wa Takhallihim min Al Dunya</em> no. 5971 hlm VIII/120.</p>
<p><a name="_ftn19"></a> Dinukil dari <em>Difaun &#8216;An Abi Hurairoh</em>, op.cit hlm 45-46 dari <em>Al Mustadrak</em>, IV/116.</p>
<p><a name="_ftn20"></a> <em> Al Bukhari</em>, dalam Shahihnya kitab <em>Al Ath&#8217;imah</em>, Bab <em>Al Halwa wa Al Asl</em>, no. 5431 hlm IX/557.</p>
<p><a name="_ftn21"></a> <em>Thabaqaat Ibnu Sa&#8217;ad</em>, IV/336 dengan <em>sanad</em> yang <em>shahih.</em></p>
<p><a name="_ftn22"></a> <em>Al Amwaal</em>, oleh Abu Ubaid, halaman 269.</p>
<p><a name="_ftn23"></a> <em>Al Bidayah Wan Nihayah</em>, VlIII/13.</p>
<p><a name="_ftn24"></a> <em>Al Amwaal</em>, oleh Abu Ubaid, halaman 269. Muhammad &#8216;Ajaj Al Khathib menyebutkan di hlm. 225 dari <em>Thabaqat Ibnu Sa&#8217;ad,</em> 105/J.3/Q.2. pembagian Sa&#8217;ad.</p>
<p><a name="_ftn25"></a> <em>Al Amwaal</em>, oleh Abu Ubaid, halaman 269; dinukil dari Difa&#8217; &#8216;An Abi Hurairoh op.cit hlm 141 dan menyatakan bahwa Muhammad &#8216;Ajaj Al Khathib menyebutkan di halaman 225 dari <em>Tahabaqat lbnu Sa</em>&#8216;<em>ad</em>, 105/J.3/Q.2.</p>
<p><a name="_ftn26"></a> Difa&#8217; &#8216;An Abi Hurairoh op.cit hlm 140 dan menyatakan bahwa Muhammad &#8216;Ajaj mengisyaratkan di halaman 225, bahwa Ibnu Abdi Rabbih menyebutkan berita keduanya dalam <em>Al Aqdu Al Farid</em>, I/33.</p>
<p><a name="_ftn27"></a> <em>Abu Hurairah Rawiyatul Islam</em>, halaman 225; <em>As Sunnah Qabla At Tadwin</em>, halaman 438.</p>
<p><a name="_ftn28"></a> <em>Al Anwaar Al Kasyifah</em>, karya Abdurrahman Al Mu&#8217;allimiy halaman 213.</p>
<p><a name="_ftn29"></a> <em>ibid</em></p>
<p><a name="_ftn30"></a> <em>Al Amwaal</em>, oleh Ibnu Ubaid, halaman 269 dengan <em>sanad</em> yang <em>shahih</em> dari jalan Yazid bin Ibrahim At Tasatuni dari lbnu Sirin, dan kisah itu sendiri dalam <em>Al Mustadrak</em>, 11/ 347 dan <em>Uyunu Al Atsaar</em>, I/53. diambil dari AL Difa&#8217; &#8216;An Abu Hurairoh op.cit hlm 142.</p>
<p><a name="_ftn31"></a> <em>As Sunnah Qabla At Tadwin</em>, halaman 438.</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu’anhu/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/&amp;title=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/&amp;title=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/&amp;t=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%281%29+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/&amp;title=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/&amp;title=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%281%29+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Too many connections&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Menjawab+Syubhat+Tentang+Abu+Hurairah+Radhiallahu%E2%80%99anhu+%281%29&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Abu%20Hurairah%20-Radhiallahu%27anhu-%20dituduh%20orang%20yang%20mengikuti%20Rasulullah%20Shallallahu%27alaihi%20Wasallam%20hanya%20untuk%20mencari%20makan%2C%20dituduh%20pembohong%20Islam%2C%20dan%20diragukan%20periwayatan%20haditsnya.%20Simak%20%20artikel%20yang%20menghempas%20tuduhan%20itu%20semua." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah-radhiallahu%e2%80%99anhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Imami Shalat Jum&#8217;at?</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 03:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tri.subekti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[islam liberal]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=793</guid>
		<description><![CDATA[Sensasi memang membuat orang terkenal dan hanya untuk itu banyak orang mengorbankan kehormatannya. Demikianlah jaringan iblis senantiasa berusaha menjerat anak manusia kepada kesesatan dan penyimpangan dengan melemparkan senjata pamungkasnya yaitu syubhat dan syahwat.<br/>
Diantara aksi mereka adalah propaganda persamaan gender yang ingin menabrak beberapa aturan syariat yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Salah satu agenda propaganda tersebut adalah membolehkan wanita untuk mengimami shalat Jum'at.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sensasi memang membuat orang terkenal dan hanya untuk itu banyak orang mengorbankan kehormatannya. Demikianlah jaringan iblis senantiasa berusaha menjerat anak manusia kepada kesesatan dan penyimpangan dengan melemparkan senjata pamungkasnya yaitu syubhat dan syahwat.</p>
<p>Dewasa ini ada sekelompok orang yang mengaku Islam bebas menggembar-gemborkan isu kesamaan gender dengan segala cara dan didukung dana besar dari orang kafir. Mereka sengaja ingin <a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-dan-liberalisme/">mengkaburkan dan meliberalisasikan Islam</a> sehingga menjadi agama yang jauh dari tuntunan Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dan dekat dengan tuntunan musuh-musuh Islam.</p>
<p>Diantara program memuluskan konsep persamaan gender ini adalah upaya mensetarakan laki-laki dan perempuan dalam ibadah dan ketentuanIslam yang sudah jelas dibedakan, seperti hak waris, hak kebebasan berapresiasi dan bekerja dilapangan kerja laki-laki dan lainnya.</p>
<p>Beberapa tahun lalu juga ada upaya mereka memuluskan konsep ini dengan mengangkat berita wanita yang dipanggil dengan nama <em>Amina Wadud</em> yang mengimami shalat jum&#8217;at di sebuah gereja <em>Anglikan the Synod House of Cathedral of St John thi devine</em> di New York.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1">[1]</a> yang dipublikasikan di banyak media cetak dengan dibumbui komentar beberapa &#8216;inteluktual&#8217; dan &#8220;kyai&#8221; yang dikesankan hal itu tidak bertentangan dengan syari&#8217;at Islam. Untuk itulah tampaknya perlu kita komentari komentar mereka tersebut agar masyarakat islam tidak tertipu dan terpedaya syubhat mereka. Walaupun sebenarnya membutuhkan penjabaran yang panjang, namun dalam kesempatan ini kita coba menyampaikannya dengan ringkas saja.<span id="more-793"></span></p>
<p>Untuk mendukung program mereka ini mereka menemukan hadits Ummu Waroqah yang di riwayatkan Imam Abu Daud dalam sunannya yang berbunyi:</p>
<p style="font-size: 16px;text-align: right;">???? ????? ???????? ?????? ?????? ??????? ???? ?????????? ??????? ?????  ?????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????? ??? ????????? ???????? ????? ?????????? ????????? ????? ??????????? ???? ??????? ?????? ???????? ????? ?????? ??????????? ??????? ???????? ???????????? ??????? ????????</p>
<p><em>&#8220;Dari Ummu Waroqah bintu Abdillah bin Al Haarits, beliau menyatakan bahwa Rasulullah mengunjunginya di rumah dan mengangkat untuknya seorang muadzzin yang beradzan untuknya dan memerintahkannya untuk mengimami keluarganya di rumah. Abdurrahman berkata, saya melihat muadzinnya seorang lelaki tua</em>. <strong>(HR Abu Daud)</strong>.<a name="_ftnref2" href="#_ftn2">[2]</a> yang kata mereka lebih kuat keabsahan sanadnya, tentunya apalagi matannya. Mereka mengesankan bahwa hadits ini adalah hadits yang absah tanpa cacat lalu menjadikannya sebagai senjata menyerang ulama dan menghukum bahwa Islam yang kita warisi ini adalah Islam politik, dengan terlebih dahulu menyampaikan pendapat imam Abu Tsaur, Al Muzani dan Ibnu Jarir Al Thobari yang mendukung pendapat mereka. Tentu saja dengan dibumbui komentar untuk menciptakan opini bahwa pendapat mereka ini sejajar dengan pendapat imam madzhab yang empat, dengan menyatakan: &#8216;Perlu diingatkan disini Ibnu Jarir al-Thobari juga seorang mujtahid besar yang kebesarannya sama dengan madzhab fikih empat lainnya&#8217;. Kemudian mereka mencoba membantah pendapat mayoritas ulama Islam yang melarang wanita menjadi imam dalam shalat dengan mengemukakan satu dalil yang lemah yaitu hadits Jabir yang berbunyi:</p>
<p style="font-size: 16px;text-align: right;">??? ?????????? ????????? ??????? ????? ??????? ???????????? ?????????? ?????  ?????? ??????? ?????????</p>
<p><em>&#8220;Janganlah sekali-kali perempuan mengimami laki-laki, Arab badui mengimami muhajir (mereka yang ikut hijrah bersama nabi ke Madinah) dan pendosa mengimami mukmin yang baik&#8221;.</em></p>
<p>Mereka menyatakan, hadits itulah sering dikemukakan dibanyak tempat untuk menopang argumen yag tidak memperbolehkan perempuan mengimami laki-laki dalam shalat.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p><strong><em>Lalu bagaimana sebenarnya permasalahan ini?</em></strong></p>
<p>Hadits yang mereka jadikan penopang argumen mereka dalam membolehkan wanita mengimami laki-laki dan menyetujui serta memuji tindakan Amina Wadud diatas, sebenarnya adalah hadits yang masih diperselisihkan keabsahannya, sebab ada dalam sanadnya perawi yang <em>majhul</em> (tidak jelas kredibilitasnya) yaitu Abdurrahman bin Kholaad, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar Al Asqalaani, seorang ulama besar madzhab Syafi&#8217;iyah pengarang kitab <em>Fathulbari</em> yang sangat tersohor yang meninggal tahun 852 H. Demikian juga pada riwayat yang lebih panjang dan lengkap ada dalam sanadnya Abdurrahman ini dan neneknya Al Walied bin Abdullah bin Jumai&#8217; yang bernama Laila bintu Maalik yang juga <em>majhul</em>.</p>
<p>ehingga banyak juga yang mendhoifkannya seperti Syaikh Musthofa Al Adawi dalam <em>Jami&#8217; Ahkam Al Nisa</em>, (1/244). Seandainya hadits ini shahih pun, sebagaimana dinyatakan Syaikh Al Albani bahwa hadits ini hasan <em>lighoirihi </em>(hadits lemah yang dikuatkan oleh jalan periwayatan lain), namun matannya tidak mendukung pembenaran wanita mengimami shalat jum&#8217;at dihadapan laki-laki yang banyak, sebab Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> hanya memerintahkannya mengimami shalat di rumahnya untuk keluarga dan orang yang dirumahnya. Itupun bisa jadi perintah itu khusus untuknya, sebab tidak disyariatkan adzan dan iqomat pada wanita selain beliau, sehingga kebolehan mengimami tersebut khusus baginya karena Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> mengkhususkan untuknya adzan dan iqamat dan tidak untuk wanita lainnya. <a name="_ftnref4" href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Jadi pernyataan mereka diatas sangat berlebihan, itu semua tidak lain karena hadits ini sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan mereka, sehingga mereka katakan hadits ini lebih shahih daripada hadits pertama tersebut dari sisi sanad, apalagi matan.</p>
<p>Setelah itu merekapun mendapatkan adanya ulama yang mendukung pendapat mereka, lalu tentu saja mereka langsung memuji-mujinya dengan berlebihan agar tampak benar dan kuat argumen mereka, sehingga mereka menyatakan bahwa perlu diingat di sini, Ibnu Jarir At Thabari juga seorang mujtahid besar yang kebesarannya sama dengan madzhab fikih empat lainnya. <em>Subhanallah </em>satu pujian yang sangat tinggi, namun tampaknya ada sesuatu dibalik pujian yang tinggi ini, yaitu agar pendapat tersebut juga diakui sebagai pendapat yang kuat. Namun sebenarnya pendapat ulama tersebut tertuju pada shalat berjamaah biasa dirumahnya, bukan untuk shalat jum&#8217;at yang tentunya beda, karena ada khutbah dan bilangan jamaah yang banyak.</p>
<p>Jadi walaupun mereka paksakan juga hal ini tetap tidak pas, apalagi bila melihat kepada pendapat mayoritas ulama yang melarang dan menyatakan tidak sahnya. Namun sayang hawa nafu dan suguhan program persamaan gender membuat mereka berusaha mengakal-akali semua ini. Diantaranya tidak membawakan semua dalil yang digunakan mayoritas ulama memutuskan larangan tersebut dan hanya membawakan salah satunya saja, itupun dipilihkan yang lemah,  lalu serta merta menuduh para ulama yang tidak cocok dengan mereka telah menerima sedemikian rupa tanpa melakukan analisis kritis terhadap matan atau isi haditsnya. Sebagiannya menuduh dengan menyatakan, uniknya, sisi lemah hadits yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh menjadi imam itupun tidak kita ketahui. Padahal para ulama sejak dulu telah menjelaskannya, diantaranya imam Al Baihaqi, Al Nawawi<a name="_ftnref5" href="#_ftn5">[5]</a> dan Ibnu Hajar<a name="_ftnref6" href="#_ftn6">[6]</a>.</p>
<p>Sebenarnya bila mereka ini melakukan penelitian ilmiyah tentang masalah ini dengan hati dan pikiran yang jernih, tentulah akan membawakan dalil-dalil yang shahih dan tegas yang digunakan mayoritas ulama dalam memutuskan pelarangan ini, sehingga jelas tentunya akan membuat orang yang membaca atau mendengar akan memilih pendapat yang melarang dan menyelesihi mereka. Ini tidak mereka ingingkan. Tampaknya mereka berharap dengan disebutkan dalil yang lemah tersebut (hadits Jabir diatas) akan dapat membuat opini masyarakat tidak menyalahkan mereka bahkan mendukung program mereka merusak ajaran Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> dan agama Islam ini.</p>
<p>Oleh sebab itu, untuk menjelaskan permasalahan ini lebih jelas, maka kami bawakan dalil-dalil wahyu dan dalil akal serta <em>istimbath </em>(pendalilan) pendapat yang melarang wanita menjadi iman laki-laki dalam shalat. Diantara dalil-dalil pendapat ini adalah :</p>
<p>1. Sabda      Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> :</p>
<p style="font-size: 16px;text-align: right;">???? ????? ??????? ????? ??????????? ??????????????? ?????? ????????  ??? ??? ???? ? ??????? ? ???? ????????</p>
<p><em>&#8220;Barang siapa yang mengunjungi satu kaum, maka janganlah ia mengimami mereka shalat dan hendaklah seorang laki-laki dari mereka yang mengimami mereka.&#8221; <a name="_ftnref7" href="#_ftn7">[7]</a></em></p>
<p>Dalam hadits ini Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam </em>mengkhususkan penyebutan kata &#8216;Laki-laki&#8217; dan ini menunjukkan bahwa wanita tidak punya hak dalam mengimami kaum laki-laki.</p>
<p>2. Sabda      Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> :</p>
<p style="font-size: 16px;text-align: right;">??????? ????????? ???????????? ????????? ??????? ?????? ??????? ??? ????????????  ?????? ?????????????? ???????????? ???? ?? ??????? ??? ?????????? ??????? ?????????????? ???????? ????? ??????? ??? ??????????? ??????? ?????????????? ??????? ????? ?????????? ????????? ????????? ??? ??????????? ???? ????</p>
<p><em>&#8220;Hendaklah yang mengimami shalat satu kaum adalah yang paling banyak hafalan Al Qur&#8217;annya, jika mereka dalam hafalan sama banyaknya, maka dahulukan orang yang paling tahu sunnah Rasulullah. Jika mereka juga sama dalam sunnah maka dahulukan yang lebih dahulu berhijrah dan bila sama maka dahulukan yang lebih dahulu masuk Islam dan janganlah seorang laki-laki mengimami shalat seorang laki-laki lainnya di tempat kekuasaannya.<a name="_ftnref8" href="#_ftn8">[8]</a></em></p>
<p>Demikian juga dalam hadits ini Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> mengkhususkan kaum laki-laki ketika berbicara tentang tingkatan hak menjadi imam dalam shalat dan tidak sama sekali memberikan bagian untuk kaum wanita mengimami laki-laki.</p>
<p>3. Sabda      Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> :</p>
<p style="font-size: 16px;text-align: right;">???? ???????? ?????? ???????? ?????????? ?????????  ???? ???????</p>
<p><em>&#8220;Tidaklah beruntung satu kaum yang mengangkat pemimpinnya seorang wanita.&#8221;</em><a name="_ftnref9" href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p>Bila seorang wanita diangkat menjadi imam shalat, itu sama saja menyerahkan kepemimpinan kepadanya, padahal perkara shalat termasuk perkara agama yang terpenting, kalau tidak yang paling penting setelah syahadatain. Oleh Karena itu Rasulullah<em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam </em> sendiri mengambil kepemimpinan sholat karena pentingnya masalah ini, kemudian menunjuk Abu Bakr menggantikannya ketika beliau sakit keras. Dengan demikian tidak boleh seorang wanita menjadi imam shalat jamaah laki-laki karena keumuman hadits diatas.</p>
<p>4. Sabda      Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> :</p>
<p style="font-size: 16px;text-align: right;">?????? ??????? ?????????? ?????????? ?????????? ???????? ???????? ???????  ????????? ????? ??? ?????????? ??????????</p>
<p>&#8220;R<em>asulullah </em><em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em><em> bersabda: Sebaik-baiknya barisan kaum laki-laki adalah yang terdepan dan yang terjelek adalah yang paling akhir sedangkan sebaik-baiknya shof (baridan) wanita adalah yang paling akhir dan yang terjelek adalah yang terdepan.</em><strong>&#8221; </strong><a name="_ftnref10" href="#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Hadits ini menunjukkan bahwa wanita tempatnya dibelakang shaf (barisan) laki-laki, sedangkan imam harus berada didepan semua barisan. Seandainya kita menganggap benarnya pendapat yang mengabsahkan keimaman mereka dalam shalat, tentulah kita harus membaliknya menjadikannya didepan barisan kaum laki-laki dan ini jelas-jelas menyelisihi syari&#8217;at Islam.<a name="_ftnref11" href="#_ftn11">[11]</a></p>
<p>5. Imam Al Bukhari meriwayatkan bahwa:</p>
<p style="font-size: 16px;text-align: right;">????????? ????????? ?????????? ????????? ????????? ???? ???????????</p>
<p><em>&#8220;Dzakwan pernah mengimami A&#8217;isyah  dengan membaca mushhaf.&#8221;<a name="_ftnref12" href="#_ftn12">[12]</a></em></p>
<p>A&#8217;isyah jelas lebih utama dan lebih faqieh serta lebih hafal Al Qur&#8217;an, namun mendahulukan Dzakwan yang membaca mushhaf ketika menjadi imam. Tentunya hal ini menunjukkan ketidak bolehan wanita menjadi imam kaum laki-laki dalam shalat.</p>
<p>6. Wanita tidak beradzan untuk laki-laki sehingga juga      tidak berhak menjadi imam.<a name="_ftnref13" href="#_ftn13">[13]</a></p>
<p>7. Para wanita yang dibina dan berada dalam naungan      Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam </em>di rumahnya tidak pernah dinukilkan ada yang mengimami laki-laki      walaupun untuk para mahramnya.</p>
<p>8. Tugas imam dalam shalat termasuk wewenang penting      yang tidak boleh dilalaikan karena memiliki hubungan erat sekali dengan      keabsahan shalat yang merupakan tanda kebaikan umat dan wanita tentunya      tidak memegangnya sebab mereka itu kurang agama dan akalnya, sebagaimana      dinyatakan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> .</p>
<p>9. Wanita yang menjadi imam mesti akan bolos tidak      shalat setiap bulannya karena haidh atau nifas, sehingga akan      menelantarkan jamaah yang ada.</p>
<p>10. Kelemahan hadits Ummu Waraqah dan tidak pernah      dinukil adanya seorang wanita yang menjadi imam shalat jum&#8217;at di zaman      terdahulu. Ini menunjukkan      bahwa ini perkara baru dalam agama. Padahal kata Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> , &#8221;     <em>Berhati-hatilah dari perkara baru dalam agama, karena setiap perkara baru      adalah bid&#8217;ah</em>.&#8221;</p>
<p><strong>Kesimpulannya :</strong></p>
<p>Apa yang dilakukan wanita Amerika tersebut jelas menyelisihi syariat dan upaya <a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-dan-liberalisme/">JIL</a> (baca= Jaringan Iblis Liberal) mendukung dan mencoba memasyarakatkannya merupakan upaya menghancurkan syariat Islam dan mengkaburkannya, oleh sebab itu menjadi kewajiban kita semua untuk menjelaskan kepada masyarakat kesesatan pendapat ini.</p>
<p>Demikian sekilas ulasan tentang masalah ini, mudah-mudahan yang sedikit ini dapat membuka cakrawala berpikir kaum muslimin dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amien.</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid.com</a></p>
<hr size="1" /><small><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> Lihat <em>Jawa Post</em> hari Minggu 20 Maret 2005 M</small></p>
<p><small><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a> Lihat <em>Sunan Abu Daud Kitab Al Shalat</em> Bab <em>Imamat Al Nisaa&#8217;</em> hadits no. 577 dan 578.</small></p>
<p><small><a name="_ftn3" href="#_ftnref3">[3]</a> Lihat selengkapnya wawancara <em>Ulil Abshor Abdalla</em> dari KIUK dengan <em>KH. Husein Muhammad</em> dalam <em>Jawa post</em>, Jum&#8217;at 01 April 2005 M.</small></p>
<p><small><a name="_ftn4" href="#_ftnref4">[4]</a> Lihat  <em>Al Mughnie</em> karya <em>Ibnu Qudamah</em>, <em>tahqiq Abdullah bin Abdulmuhsin AlTurki dan Abdulfatah Al Halwu</em>, cetakan kedua tahun 1412, penerbit <em>Hajar</em>, Kairo, Mesir hal. 3/ 34.</small></p>
<p><small><a name="_ftn5" href="#_ftnref5">[5]</a>Lihat <em>Al Majmu&#8217; Syarhu Al Muhadzdzab</em> 4/255</small></p>
<p><small><a name="_ftn6" href="#_ftnref6">[6]</a> Lihat <em>Al Talkhish Al Habier</em> 2/22</small></p>
<p><small><a name="_ftn7" href="#_ftnref7">[7]</a> <em>HR. Abu Daud</em> kitab<em> Shalat </em>Bab <em>Imamat Al Zaa&#8217;ir</em> no. 596 dan <em>At Tirmidzi</em> dalam kitab <em>As Shalat</em> bab <em>Ma Jaa&#8217;a Fiman Zaara Qauman Laa Yusholli Bihim</em> no. 356. hadits ini dishahihkan <em>Al Albani</em> dalam<em> Shohih Al Tirmidzi</em></small></p>
<p><small><a name="_ftn8" href="#_ftnref8">[8]</a> <em>HR. Muslim</em>, Kitab <em>Al Masaajid</em>, Bab <em>Man Ahaqqa Bil Imamah</em> 5/172 dengan <em>Al Minhaj Syarh Shalih Muslim bin Al Hajjaj.</em></small></p>
<p><small><a name="_ftn9" href="#_ftnref9">[9]</a> <em>HR. Al Bukhari</em>, Kitab <em>Al Maghozi</em>, Bab Kitab <em>Al Nabi Ila Kisra wa Qaishar</em> no. 4425</small></p>
<p><small><a name="_ftn10" href="#_ftnref10">[10]</a>.<em> HR. Muslim</em> 326/1 dan <em>Abu Dawud</em> 678 dan <em>At-Turmudzi</em> 437/1 dan <em>Ibnu Majah</em> 319/1 dan <em>An-Nasai</em> 93/2 dan <em>Ahmad</em> 485 : 247/2.</small></p>
<p><small><a name="_ftn11" href="#_ftnref11">[11]</a> Lihat <em>Syarhu Al Mumti&#8217; &#8216;Ala Zaad Al Mustaqni&#8217;</em>, <em>Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, tahqiq Kholid bin Ali AL Musyaiqih</em>, cetakan kedua tahun 1416 H penerbit <em>Muassasah Aasaan</em> , KSA. Hal. 4/313.</small></p>
<p><small><a name="_ftn12" href="#_ftnref12">[12]</a> Lihat <em>Shahih Al Bukhari</em>, kitab <em>Al Shalat</em>, Bab <em>Imamatul &#8216;Abdi wal Wali Wal Maula.</em></small></p>
<p><small><a name="_ftn13" href="#_ftnref13">[13]</a> <em>Al Mughni </em>hal. 3/33.<br />
</small></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/&amp;title=Wanita+Imami+Shalat+Jum%27at%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/&amp;title=Wanita+Imami+Shalat+Jum%27at%3F" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/&amp;t=Wanita+Imami+Shalat+Jum%27at%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Wanita+Imami+Shalat+Jum%27at%3F+-+http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/&amp;title=Wanita+Imami+Shalat+Jum%27at%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/&amp;title=Wanita+Imami+Shalat+Jum%27at%3F" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Wanita+Imami+Shalat+Jum%27at%3F+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Too many connections&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Wanita+Imami+Shalat+Jum%27at%3F&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Sensasi%20memang%20membuat%20orang%20terkenal%20dan%20hanya%20untuk%20itu%20banyak%20orang%20mengorbankan%20kehormatannya.%20Demikianlah%20jaringan%20iblis%20senantiasa%20berusaha%20menjerat%20anak%20manusia%20kepada%20kesesatan%20dan%20penyimpangan%20dengan%20melemparkan%20senjata%20pamungkasnya%20yaitu%20syubhat%20dan%20syahwat.%0D%0ADiantara%20aksi%20mereka%20adalah%20propaganda%20persamaan%20gender%20yang%20ingin%20menabrak%20beberapa%20aturan%20syariat%20yang%20membedakan%20antara%20laki-laki%20dan%20perempuan.%20Salah%20satu%20agenda%20propaganda%20tersebut%20adalah%20membolehkan%20wanita%20untuk%20mengimami%20shalat%20Jum%27at." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/fiqih/wanita-imami-shalat-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bantahan Tuntas Pengakuan Dusta Seorang Agen MOSSAD [2]</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 01:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Da'wah Salafiyyah dituduh kaki tangan Yahudi, dan penyebaran dan pencetakan buku-buku salafi dikatakan hasil pendanaan Yahudi. Namun kita buktikan, siapa yang mesra terhadap Yahudi?

Dakwah Salafiyyah dituduh sebagai dakwah takfiriyyah, namun kita buktikan siapa yang hobi mengecap kafir secara brutal?

Dakwah Salafiyyah dituduh sebagai dakwah ashobiyyah yang eksklusif dan tertutup, namun kita buktikan siapa yang fanatik buta dan tertutup?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>[4]. Siapa Sebenarnya &#8220;TAKFIR MANIA&#8221; itu?<br />
</strong>Masih dalam pemberitaannya, Suara Hidayatullah menukil hasil wawancara dengan sang Agen: &#8220;<em>Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan (takfir -red) antar pihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingan sesama mereka&#8230;</em>&#8221; [<em>Pengakuan Seorang Agen MOSSAD</em> , paragraf 16, hal. 79].</p>
<p><strong>Bantahan:<br />
</strong>Jika yang dimaksud dengan pernyataan tersebut adalah buku-buku salaf -dan tampaknya itu yang diinginkan sang Agen dan orang-orang yang meng-copy pemberitaan ini- maka ini adalah fitnah klasik yang coba dibangkitkan kembali gaungnya untuk memojokkan da&#8217;wah Salafiyyah.</p>
<p>Baiklah, akan kami perjelas duduk perkara yang sesungguhnya. Akan tetapi kami memberikan kesempatan kepada pembaca untuk menghirup nafas sedalam-dalamnya; karena akan muncul banyak &#8220;kejutan&#8221; dalam jawaban kami terhadap tuduhan dusta tersebut. Sekaligus sebagai &#8220;hidangan penutup&#8221; bagi Suara Hidayatullah dan <em>hizbiyyin</em> (fanatikus golongan) atas sumbangsih mereka dalam menebarkan fitnah keji sang Agen.</p>
<p>Seribu satu macam keheranan telah menghantui kami; tatkala da&#8217;wah Salafiyyah melalui da&#8217;wah dan buku-bukunya diopinikan sebagai biang keladi fitnah dan takfir (pengkafiran) antar sesama muslim. Ini merupakan tikaman yang kedua, setelah sebelumnya pada tikaman yang pertama, hizbiyyin menggerayangi da&#8217;wah Salafiyyah dengan tuduhan buku-buku salaf bersumber dari Yahudi (MOSSAD).<span id="more-675"></span></p>
<p>Insan-insan yang ikhlas dan jujur dalam berusaha menempuh jalan para pendahulu yang shalih, sangatlah berhati-hati dalam memvonis kaum muslimin yang jatuh ke lembah bid&#8217;ah dan kekufuran; sebagai ahlul bid&#8217;ah atau ahlu syirk. Bukanlah dikatakan seseorang itu Salafy jika dia selalu mengumbar kalimat-kalimat takfir (pengkafiran secara sporadis, radikal dan membabi buta -red) tanpa dilandasi ilmu yang kokoh. Justru jama&#8217;ah-jama&#8217; ah yang mengambil bagian dalam penyebaran isu dusta tentang hubungan Salafiyyah dengan Yahudi memiliki karakter yang kental dalam masalah takfir ini. Kami tahu dengan pasti bahwa Suara Hidayatullah dengan latar belakang sejarahnya sampai kini, adalah penggemar-penggemar Sayyid Quthub, seorang tokoh legendaris Ikhwanul Muslimin yang memendam dan menyebarkan bid&#8217;ah takfir (pengkafiran) yang sangat radikal dan sporadis<a name="_ftnref1" href="#_ftn1">[1]</a>.</p>
<p>Tentang takfir ini, Sayyid Quthub mengkafirkan hampir seluruh kaum muslimin, termasuk para muadzin yang selalu mengumandangkan kalimat tauhid. Hal ini dapat dilihat pada tulisannya. Diantara pernyataan dia, ialah :</p>
<p>&#8220;Manusia telah murtad, (keluar dari Islam- red) kepada menyembah mahluk (paganisme) dan berbuat jahat terhadap agama serta telah keluar dari kalimat laa ilaha illa Allah. Walapun sebagian mereka masih mengumandangkan <em>laa ilaha illa Allah</em> di atas tempat beradzan<em>.&#8221;</em> [<em>Fii Zhilalil Qur'an</em> 2/1057, cet.Darusy Syuruq).</p>
<p>Simaklah ucapan Sayyid Quthub tersebut! Kami, kalian dan tidak terkecuali para muadzin di rumah-rumah Allah yang mengumandangkan nama-Nya; mendapat bagian dari rudal-rudal pengkafiran Sayyid Quthub. Dia begitu royal dalam mengkafirkan kaum muslimin secara mutlak dan global; hanya karena perbuatan dosa besar dan tindakan berhukum dengan hukum selain Allah; tanpa memberikan perincian sebagaimana Ahlussunnah memberikan perincian dalam masalah ini. Lalu apa yang dimaksud oleh Sayyid Quthub dengan ungkapan "manusia telah murtad (keluar dari Islam) kepada penyembahan makhluk"? Pernyataannya berikut ini akan memperjelas bagaimana sebenarnya latar belakang pemikiran bid'ah Sayyid Quthub sehingga mencetuskan kalimat pengkafiran tersebut :</p>
<p>"Manusia yang menganggap dirinya muslimah masuk ke dalam masyarakat jahiliyah, bukan karena menyakini uluhiyah kepada selain Allah. Bukan pula karena menunjukkan syiar-syiar peribadatan kepada selain Allah <em>Subhaanahu wa Ta'ala</em>, akan tetapi mereka masuk ke dalam lingkup ini (kekafiran-red) karena tidak beribadah kepada Allah saja dalam hukum-hukum kehidupan (tidak berhukum dengan hukum Allah, dalam kehidupan sehari-hari -red)." [<em>Ma'alim fi Thariq</em>, hal.101, cetakan Darusy Syuruq].</p>
<p>Jelas dari ungkapannya ini, Sayyid Quthub mengarahkan &#8220;bedil takfir&#8221; kepada seluruh kaum muslimin yang tidak sesuai dengan pemikirannya.</p>
<p>Sayyid Quthub menyelisihi Salafus Shalih dengan menganggap sebab kafirnya manusia bukan karena peribadatan kepada selain Allah. Tetapi tidak lain disebabkan oleh berpalingnya manusia dari apa yang diistilahkan dengan &#8220;Tauhid Hakimiyah&#8221;<a name="_ftnref2" href="#_ftn2">[2]</a> ; sebuah istilah baru yang kemudian dipopulerkan oleh &#8220;QFC&#8221; (Quthub Fans Club). Namun sebelum itu semua, kami ingin meyakinkan kepada orang-orang yang menuduh buku-buku salaf sebagai biang fitnah dan pengkafiran (takfir) : &#8220;Justru Sayyid Quthub, tokoh yang kalian elu-elukan sebagai <em>Asy-Syahid</em> adalah seorang &#8220;maniak&#8221; dalam masalah takfir (kafir-mengkafirkan )&#8221;.</p>
<p>Jika kalian butuh bukti, kami harapkan ucapan-ucapan Sayyid Quthub berikut ini akan menyingkap tabir keraguan :</p>
<p>&#8220;Orang yang tidak mentauhidkan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dalam hakimiyah disemua zaman dan tempat adalah orang-orang musyrik. Tidak keluar mereka dari kesyirikan ini, walaupun mereka berkeyakinan terhadap laa ilaaha illallah dan tidak punya syiar (peribadatan) yang mereka tujukan kepada selain Allah subhanu wa ta&#8217;ala&#8221; [<em>Fii Zhilalil Qur'an</em> 2/1492,cetakan Darusy Syuruq].</p>
<p>Masih belum yakin juga? Bagaimana dengan yang ini :</p>
<p>&#8220;<em>Dipermukaan bumi ini, tidak ada satu pun negara Islam dan tidak pula masyarakat muslim</em>&#8221; [<em>Fii Zhilalil Qur'an</em>, 2/2122].</p>
<p>Entah bagaimana harus meyakinkan kalian jika yang satu ini masih juga belum cukup :</p>
<p>&#8220;Manusia telah kembali kepada kejahiliyahan dan keluar dari <em>laa ilaaha illallah</em>&#8230;. Manusia seluruhnya, termasuk orang-orang yang mengumandangkan kalimat <em>laa ilaaha illallah</em> pada adzan di timur sampai barat bumi ini tanpa pengertian dan pembuktian nyata , bahkan mereka ini lebih berat dosa dan adzabnya pada hari kiamat, karena mereka telah murtad kepada penyembahan makhluk, setelah jelas bagi mereka petunjuk dan setelah mereka berada di agama Allah&#8221; [Fii Dzilalil Qur'an 2/1057, cet. Darusy Syuruq].</p>
<p>Lalu siapakah sebenarnya diantara kita yang &#8220;getol&#8221; dalam masalah kafir-mengkafirkan itu?</p>
<p><strong>[5]. Salafiyyin, Antek Zionis (Yahudi)?<br />
</strong>Masih dalam pemberitaan Suara Hidayatullah, sang Agen kembali beraksi dalam drama fitnahnya dengan berkata: &#8220;<em>&#8230;Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis bahwa ini semua dibiayai oleh para donatur Saudi padahal MOSSAD ada dibelakang semua ini.</em>&#8221; [<em>Pengakuan Seorang Agen MOSSAD</em>, paragraf 17 hal. 79].</p>
<p><strong>Bantahan :<br />
</strong>Perkataan ini menimbulkan opini bahwa da&#8217;wah Salafiyyah melalui buku-bukunya, didanai oleh MOSSAD melalui kerajaan Saudi Arabia. Namun orang-orang yang sudah ada penyakit dalam hatinya menafsirkan kalimat-kalimat berbisa dari mulut agen ini sehingga sesuai dengan tuduhan-tuduhan basi mereka.</p>
<p>Fitnah ini pernah diungkapkan oleh Laskar Hikmatiyar, di Harian mereka &#8220;<em>Syahadat</em>&#8220;, no. 338, tanggal 28 Dzul Qo&#8217;dah 1411 H, dibawah judul &#8220;Kesempatan masih ada&#8221; dan pernah pula diucapkan oleh Muhammad Surur Zainal Abidin, dia adalah seorang Ikhwani (kepadanyalah nisbat pemahaman Sururi), yang dengan senang hati pindah dari negara Islam, negara kaum muslimin, negara yang penuh dengan ulama&#8217;, negara yang ada dua kota suci kaum muslimin di dalamnya, negara yang menegakkan Syari&#8217;at Islam (Saudi Arabia) menuju negara kafir, kampung halaman zionis (Inggris) di kota Birmingham dan mendirikan markaz hizbinya yang bernama Al-Muntada Al-Islami, kemudian dari sana dia menghembuskan racun-racun fitnah kesetiap negeri-negeri kaum muslimin, memicu perpecahan antara aktivis-aktivis da&#8217;wah dengan pemerintah, sehingga mereka sibuk mengkafirkan penguasa muslim mereka, dan melupakan menuntut ilmu, dan da&#8217;wah tauhid. Bukankah hal ini akan membuat Yahudi tersenyum gembira ?? Sehingga mereka tidak harus susah payah merogoh kantong untuk membiyai mega proyek dengan tema utama : &#8220;Bagaimana memecah belah kekuatan Islam&#8221;.</p>
<p>Muhammad Surur yang bermarkas di Inggris bersama pendahulu-pendahulu nya yang memiliki pemikiran Sayyid Quthub, punya andil besar dalam pertumpahan darah di dunia Islam antara penguasa muslim dan rakyatnya yang muslim. Hal inilah yang terjadi di Mesir, Suriah, Tunisia, Al-Jazair dan hampir terjadi di negeri tauhid Saudi Arabia. Ini semua disebabkan oleh pengkafiran membabi buta terhadap penguasa muslim yang dilakukan oleh para pengagum pemikiran Sayyid Quthub. Akhirnya Yahudi tidak perlu turun tangan untuk menghancurkan kaum muslimin secara langsung.</p>
<p>Muncul sebuah pertanyaan besar yang sangat menggelikan; bagaimana mungkin markas Muhammad Surur ini di biarkan oleh Inggris muncul di salah satu pusat pemerintahan mereka ? Apakah agen-agen zionis Inggris tidak tahu tentang kegiatan da&#8217;wah Al-Muntada ? Atau, apakah Inggris memiliki kepentingan zionisme dengan membiarkan mereka menyerang negeri muslim dengan pemikiran sesat sebagaimana Inggris membiarkan ajaran sesat Ahmadiyah yang merusak aqidah kaum muslimin di seluruh dunia; dimana Ahmadiyah juga bermaskas di Inggris.</p>
<p>Kemudian fitnah ini diadopsi dan disebarkan oleh orang-orang yang tidak suka terhadap da&#8217;wah salafiyyah, sehingga para pemuda yang terburu-buru &#8220;terjun&#8221; ke medan da&#8217;wah dan politik termakan oleh fitnah ini (Bahwa Saudi adalah antek AS-Yahudi). Maka tanyakanlah kepada da&#8217;i-da&#8217;i kalian, bukankah sebagian dari mereka sekolah dengan dana-dana dari Arab Saudi?? Sehingga diantara mereka ada yang kuliah di Saudi dengan beasiswa pemerintah Saudi, bukankah sebagian diantara mereka bekerja di lembaga-lembaga yang dibiayai oleh Arab Saudi? Bukankah sebagian dari mereka mendapat gaji sebagai da&#8217;I dari lembaga-lembaga yang dibiayai oleh Arab Saudi? Seperti Atase Agama Kedutaan Arab Saudi, Robithoh Al-Alam Al-Islamy, Haiatul Igotsah Al-Islamiyyah, Yayasan Al-Haramain. Bahkan ada diantara mereka berangkat menunaikan ibadah haji dengan biaya pribadi Raja Fahd bin Abdul Aziz . Kenapa kalian tidak mengatakan mereka antek-antek zionis karena menggunakan dana-dana Saudi?</p>
<p>Kalian mendirikan sekolah di desa Toya, Lombok Timur (NTB), yang tenaga pengajar sebagian besar adalah da&#8217;i-da&#8217;i kalian, dan siswa-siswanya- pun dari teman-teman kalian. Sekolah ini dibiayai oleh Lajnah-Da&#8217;wah dan Ta&#8217;lim (L-DATA) cabang Jakarta, yang pusatnya di Riyadh-Arab Saudi, tanyakan kepada da&#8217;i-da&#8217;i kalian jika mereka bisa berbicara! Niscaya mereka akan mejawab &#8220;ya&#8221; dengan &#8220;malu-malu&#8221;, atau akan menjawab &#8220;tidak&#8221; (berdusta pada kalian), jika kalian belum puas kami dapat membawakan nama-nama mereka dengan bukti yang akurat. Apakah kalian akan mengatakan mereka (dai-dai kalian) sebagai antek-antek zionis, karena mereka mendapat gaji dari Saudi Arabia?</p>
<p><strong>[6]. Siapa Sebenarnya Yang &#8220;Main Mata&#8221; Dengan Yahudi ??<br />
</strong>Kalian telah menuduh da&#8217;wah Salafiyyah punya hubungan dengan Yahudi. Maka kini kesempatan kami dengan bukti-bukti yang kokoh untuk menunjukkan bagaimana sesungguhnya sikap tokoh-tokoh kalian terhadap Yahudi.</p>
<p>Hasan Al-Banna berkata : &#8220;&#8230;Maka saya mengulangi, sesungguhnya permusuhan kami dengan Yahudi bukan permusuhan agama&#8230;&#8221; [Lihat <em>Al-Ikhwanul Muslimun Ahdatsun Sona'at At-Tarikh </em>(1/409-410)] .</p>
<p>Tidakkah ucapannya ini menyakitkan muslimin dan mujahidin di Palestin yang berjuang untuk meninggikan kalimat Allah ?? Walaupun begitu, Hasan Al-Banna masih tega untuk berkata : &#8220;&#8230;Dan tidaklah gerakan Ikhwanul muslimun itu menentang satu aqidah tertentu (dari aqidah-aqidah yang ada), atau agama tertentu (dari agama-agama yang ada),&#8230;&#8221; [Lihat <em>At-Thoriq ilal Jama'aitil Um</em> 132]</p>
<p>&#8220;&#8230;Bahkan orang-orang Yahudi yang tinggal di sini (Mesir), tidak ada antara kami dan mereka kecuali hubungan baik belaka.&#8221; [Lihat <em>At-Thoriq ilal Jama'aitil Um</em> 132]</p>
<p>Dan Yusuf Qardhawi pun berkata : &#8220;Sesungguhnya kami tidak memerangi Yahudi karena aqidah, akan tetapi hanya karena mereka merampas tanah kami&#8221; [Koran Harian <em>Ar-Royah</em>, Qothar, hal. 17 edisi : 4696 Rabu, 24 Sya'ban 1415 H / 25 Januari 1995 M]</p>
<p>Tidak!! Jangan katakan kami memfitnah sebelum kalian melihat pada sumber-sumber yang kami sebutkan!.Tidak !!, kami tidak menuduh mereka agen zionis seperti kalian menuduh Salafyyin dan Arab Saudi (secara zholim) sebagai agen Zionis. Tapi ada apa dibalik sikap tokoh kalian dengan orang-orang Yahudi?</p>
<p><strong>Bagaimana Dengan Jama&#8217;ah Tabligh?</strong><br />
Dan buat saudara-saudara yang menisbatkan dirinya pada Jama&#8217;ah Tabligh, sesungguhnya kalian pun telah mengadopsi fitnah ini, yang kalian hembuskan sejak dahulu, ketika kalian menjadi dengki sebab banyak dari saudara-saudara kita mendapat hidayah untuk mengikuti sunnah Rasulullah dalam aqidahnya, ibadahnya, dan muamalahnya. Tidak hanya terbatas pada sunnah makan, tidur, dan buang hajat saja ! Kemudian kalian mendapat &#8220;secercah cahaya&#8221; (pemberitaan &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; , yang sebenarnya tidak pantas dikatakan cahaya) ditengah kebingungan kalian mencari bukti.</p>
<p>Cukuplah penjelasan kami pada awal-awal pembahasan ini sebagai bantahannya; bahwa bukti kalian bukanlah bukti, hanya bualan, ; bahwa dalil kalian lebih rapuh dari rumah laba-laba, rapuh dari segala segi, kalau seandainya dalil itu selamat dari satu segi, maka dia tidak akan selamat dari banyak segi. Kalian hanyalah &#8220;burung beo&#8221; dari ucapan sang agen yang sama sekali tidak membawa bukti. Tidakkah kalian mendengar sabda Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>:</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">?????? ??? ?????? ? ????? ??? ?? ????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Hendaklah ada bukti bagi orang yang menuduh dan ada sumpah bagi yang mengingkari</em>&#8221; [Hadits Hasan Riwayat Al-Baihaqi, Lihat kitab <em>Arba'in Nawawiyyah</em> Hadits No.33]</p>
<p>Lantas kenapa kalian tidak mengamalkannya ?? Atau kalian menganggap ini adalah ilmu masail yang tidak perlu dipelajari! Atau kalian tidak paham maknanya? Atau kalian pura-pura tidak tahu akan hadits ini? Atau pura-pura tidak paham maknanya? Karena kalian dengki kepada kami!! Mengapa kalian begitu benci kepada orang yang selalu menasehati kalian dengan ikhlas? Membawakan dalil dari Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah yang shohih, membawa bukti dari kitab-kitab kalian, atau kalian sudah seperti orang-orang Syi&#8217;ah yang 99 % agamanya <em>taqiyyah</em> (bohong) seperti orang-orang munafiq?</p>
<p><strong>Ada Apa Antara Jama&#8217;ah Tabligh Dan Zionis Inggris Di India?<br />
</strong>Kami telah membantah tuduhan Jama&#8217;ah Tabligh (Amir Bid&#8217;i cs.) yang mengaitkan da&#8217;wah Salafiyyah dengan zionis internasional (AS, Yahudi dan Inggris). Kini saatnya kami ingin membalik keadaan melalui beberapa pertanyaan. Pertanyaan tersebut akan muncul setelah kita menilik berita temuan kami berikut ini</p>
<p>Hifdzurrahman As-Sayuharwi, mantan anggota parlemen India menyatakan, &#8220;Dulu, penguasa Inggris di India membantu gerakan Jama&#8217;ah Tabligh di awal perkembangannya dengan harta Haji Rasyid Ahmad, kemudian memutus bantuannya.&#8221; [Lihat: <em>Haqiqah Dakwah Ila Allah</em>, hal. 66 dan <em>Jama'ah Tabligh Fi Qarah Hindiyah</em>, hal. 65. Menukil dari <em>Mukalamah Ash-Shadriyin</em>, hal. 4 Cet. Diyobant India]</p>
<p>Kami tidak akan bersikap zhalim dengan menelan bulat-bulat pemberitaan tersebut. Kami tidak akan mengatakan berita ini shahih, tidak pula dusta. Akan tetapi ini adalah sebuah fakta yang berkembang melalui sebuah buku yang dicetak di India (<em>Diyobant</em>), silahkan cek sendiri kebenarannya, kemudian jelaskanlah secara mendetail kepada ummat : &#8220;Ada hubungan apa gerangan antara Jama&#8217;ah Tabligh dengan Inggris di India&#8230;?&#8221; Sebab tidak akan pernah sirna dari ingatan ummat bagaimana Inggris menjalin hubungan asmara dengan Yahudi dan AS dalam menghancurkan negeri-negeri Islam.</p>
<p><strong>Konsep Jihad Menurut Jama&#8217;ah Tabligh, Sangat Menguntungkan Yahudi.</strong><br />
Jama&#8217;ah Tabligh punya pemahaman yang aneh tentang jihad dalam Islam. Jama&#8217;ah Tabligh meniadakan konsep Jihad dalam artian perang mengangkat senjata melawan musuh-musuh Islam. Bagi mereka, yang dikatakan jihad adalah khuruj (berkelana pindah-pindah dari masjid ke masjid) selama 3 hari, 40 hari dan 4 bulan.</p>
<p>Konsep ini tentu saja membuat Yahudi dan musuh-musuh Islam bersorak-sorai dalam pesta kegembiraan. Betapa tidak; Islam hanya akan jadi boneka mainan AS dan Yahudi jika makna jihad hanya diartikan dengan melancong, ber-<em>jaulah</em> dan hanya berdiam diri masjid.</p>
<p>Seenak perutnya mereka menafsirkan firman Allah:</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">????????????? ????????????? ????????????? ????????????? ????????????? ????????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, memuji (Allah), as-Saaihun, yang ruku&#8217;, yang sujud</em>.&#8221; [QS. At-Taubah ; 112]</p>
<p>Menurut Jama&#8217;ah Tabligh, <em>as-Saaihun</em> (orang-orang yang mengembara) dalam ayat tersebut dimaksudkan kepada orang-orang yang <em>khuruj</em>. Ini adalah kejahilan terhadap Kitabullah. Sebab yang dimaksud dengan <em>As-Saaihuun</em> (orang-orang yang mengembara), ialah orang-orang yang berjihad (perang) di jalan Allah. Ibnu Katsir (Seorang Ahli Tafsir) berkata, &#8220;Ada bukti yang menguatkan, bahwa yang dimaksud dengan <em>siyaahah</em> di sini ialah jihad&#8230;.bukan maksudnya <em>siyaahah</em> yang dipahami oleh sebagian orang yang beribadah hanya dengan melakukan <em>siyaahah</em> (pengembaraan) di muka bumi.&#8221; [Tafsir Ibnu Katsir : II/407]</p>
<p>Hal ini terungkap dari penuturan Nadhar M. Ishaq Shahab, penulis buku &#8220;<em>Khuruj fi Sabilillah</em>&#8221; [hal. 74, penerbit Pustaka Billah] ; dimana dia menganggap pemberangkatan pasukan perang yang dipimpin oleh Usamah <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> sebagai <em>jama&#8217;ah khuruj</em> -<em>na&#8217;udzubillah</em>-. Masih dalam buku yang sama, [hal. 22] penulis berkata : &#8220;Yang bermujahadah untuk mendapatkan kekuatan fisik adalah kaum &#8216;Ad&#8221;</p>
<p><em>Subhaanallah</em>, betapa kejinya ungkapan ini; sebuah sindiran yang halus terhadap para Sahabat yang menjalankan perintah Allah dalam mempersiapkan kekuatan fisik dan material untuk menyambut seruan menuju Syahid (perang di jalan Allah) :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">???????????? ????? ???? ???????????? ???? ??????? ????? ???????? ????????? ??????????? ???? ??????? ?????? ????????????? ?????????? ??? ????????? ??? ??????????????? ?????? ????????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.</em> &#8221; [QS. Al-Anfal: 60]</p>
<p>Jama&#8217;ah Tabligh memalingkan makna hadits yang berbicara tentang keutamaan jihad (perang) kepada pengertian &#8220;<em>khuruj ala Tabligh</em>&#8220;; yaitu &#8220;<em>tamasya da&#8217;wah</em>&#8221; selama 3 hari, 40 hari dan 4 bulan. Sebagaimana yang diungkapkan dalam buku &#8220;<em>Khuruj fi Sabilillah</em>&#8221; [hal. 56].</p>
<p>Demikianlah Jama&#8217;ah Tabligh dalam memahami jihad, sebuah pemahaman yang akan merugikan kaum muslimin diseluruh dunia dan menjadikan musuh-musuh Islam leluasa dalam melakukan makarnya tanpa mengkhawatirkan adanya perlawanan kaum muslimin melalui seruan kalimat-kalimat jihad yang suci.</p>
<p>Syaikh Saifur Rahman bin Ahmad Ad-Dahlawi berkata : &#8220;Salah satu ciri khas jama&#8217;ah ini ialah, mereka meyakini, bahwa siapa yang keluar bersama mereka dalam kerja dakwah berjama&#8217;ah, berarti telah melakukan jihad yang besar bahkan akbar. Mereka beranggapan, keluar bersama mereka dalam kerja dakwah berjama&#8217;ah ini lebih afdhal daripada memerangi musuh-musuh Allah dan RasulNya, lebih afdhal daripada memelihara kemurnian Islam dan keutuhan kaum muslimin. Bukti yang menguatkannya ialah pernyataan seorang &#8216;ulama dan para penuntut ilmu pada masa peperangan jihad Afghanistan melawan komunis, bahwa Jama&#8217;ah Tabligh mendatangi tempat-tempat mereka untuk mengajak mereka khuruj bersama jama&#8217;ah mereka! Barang siapa melakukannya (yakni khuruj -red), berarti ia telah melaksanakan sunnah para nabi dan rasul, telah melaksanakan sunnah <em>sayyidul anbiyaa&#8217; wal mursalin</em>, Muhammad <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>. Bererti ia telah keluar seperti halnya sahabat <em>radhiyallahu &#8216;anhum ajma&#8217;in</em> dalam peperangan medan jihad.&#8221; [<em>I'tibariyah Haula Al-Jama'ah Tablighiyah</em>, hal. 51]</p>
<p>Anehnya, Jama&#8217;ah Tabligh meyakini bahwa inilah &#8220;kerja dakwah&#8221;para Sahabat semasa hidupnya. Kami katakan : Bagaimana mungkin para Sahabat akan mampu menaklukkan kerajaan Persia, Romawi dataran Afrika sampai Eropa timur hanya dengan &#8220;jihad&#8221; berupa pindah-pindah masjid dan ber-jaulah ria tanpa menebar da&#8217;wah tauhid, mengangkat tombak, tanpa bernaung di bawah kilatan pedang, tanpa melesakkan anak-anak panah tepat di jantung-jantung kuffar. Bagaimana mungkin Jama&#8217;ah Tabligh bisa lebih mulia dalam khuruj-nya dibandingkan tentara-tentara Allah yang mempertaruhkan jiwa dan raganya bertempur dan berkemul dengan debu-debu <em>jihad fi abilillah</em>.</p>
<p>Wahai saudara-saudara yang menisbatkan diri pada Jama&#8217;ah Tabligh! Carikan kami dalil sepotong saja yang jelas menceritakan bahwa Rasulullah dan para sahabatnya dahulu pindah dari satu masjid kemasjid yang lain seperti kalian! Padahal dahulu sudah ada Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid Quba&#8217; dan Masjidil Aqso. Mana bukti kalian mengikuti sunnah Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dalam berda&#8217;wah?</p>
<p><strong>[7] Ekslusivisme Dan Fanatisme Ekstrim; Andil Jama&#8217;ah Tabligh Dalam Menimbulkan Perpecahan Ummat</strong><br />
Salah satu senandung Jama&#8217;ah Tabligh dan hizbiyyin yang paling jahat adalah menuduh da&#8217;wah salafiyyah sebagai penyebab perpecahan dalam tubuh ummat Islam.</p>
<p><strong>Bantahan:</strong><br />
Dakwah Salafiyyah adalah dakwah yang menyerukan &#8220;Persatuan Islam&#8221; yang hakiki, yaitu di atas aqidah dan keyakinan yang benar menurut pemahaman Rasulullah dan para sahabatnya. Sebagaimana para sahabat telah membangun asas-asas persatuan tersebut. Allah telah berfirman:</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">?????? ???????? ???????? ??? ??????? ???? ?????? ?????????? ?????? ??????????? ?????????? ???? ??? ??????? ????????????????? ?????? ?????? ?????????? ??????????</p>
<p>Artinya: &#8220;<em>Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu)</em>&#8221; [QS. Al-Baqarah : 137].</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> bersabda :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">???? ?? ??? ???? ????? ???????? ?????? . ?????? ????? ???? ??????? ???????? ??????? ???? ????? ???????? , ?????? ??????? ?????? ??? ?? ?????????</p>
<p>Artinya: &#8220;<em>Barang siapa yang hidup sesudahku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnah-ku dan sunnah-sunnah Khulafa&#8217; Ar-Rasyid yang terbimbing dan lurus sesudahku. Gigitlah ia dengn gigi geraham kalian. Dan awaslah kalian terhadap setiap perkara baru yang diada-adakan (bid&#8217;ah-red) , karena setiapnperkara yang diada-adakan adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.</em>&#8221; [Hasan Shohih, H.R. An-Nasai dan At-Tirmidzi] .</p>
<p>Jika seseorang telah menyimpang dari aqidah yang benar, tidak berpegang teguh kepada sunnah dan pemahaman Rasulullah dan para sahabatnya, maka sungguh ia berada dalam permusuhan dengan Rasulullah dan para sahabatnya dan orang orang yang berpegang teguh dengan sunnahnya (mengikuti mereka dengan baik).</p>
<p>Justru Jama&#8217;ah Tabligh dengan banyak penyimpanganya dalam masalah aqidah dan manhaj, telah memposisikan dirinya sebagai penyebab perpecahan ummat. Salah satu ajaran Shufi yang sangat populer ialah ketundukan mutlak kepada pemimpin atau guru, benar atau pun salah perintah gurunya itu. Ali Wafa berkata, &#8220;Murid yang sejati dalam berperilaku di hadapan Syaikhnya, laksana mayat yang terbaring di hadapan petugas yang memandikannya. &#8221;</p>
<p>Kelihatannya, prinsip taklid buta ini juga dipegang oleh Jama&#8217;ah Tabligh. Dalam buku <em>Hikmah Usaha Hidayat</em>, karangan Muhammad Yunus Suraji Panidi, hal.102 disebutkan, &#8220;Jama&#8217;ah manapun yang datang dari luar negeri sekalipun, apabila mengusulkan atau mengajukan sesuatu yang baru dalam hal kerja Tabligh ini, hendaklah segera menghubungi <em>Nizhamuddin</em> (Markas besar mereka di India), sebelum menerima dan mengamalkan apapun dari usulan itu, walaupun kelihatan baik.&#8221;</p>
<p>Dan Jama&#8217;ah Tabligh sangat fanatik pada usaha &#8220;khuruj&#8221;-nya, dan mereka menangisi orang-orang yang meninggalkan &#8220;khuruj&#8221; bersama mereka, seolah-olah mereka tidak melihat adanya usaha da&#8217;wah diluar Jama&#8217;ah mereka, padahal &#8220;khuruj&#8221; ini hanya hasil pemikiran pendiri Jama&#8217;ah ini. Hal ini jelas menunjukkan kefanatikan mereka yang ekstrim. Bentuk fanatisme seperti ini, bukankah akar dari setiap perpecahan dan pertikaian di mana setiap kelompok bangga dengan kelompoknya. Ini adalah sikap orang-orang musyrik sebagaimana yang dikabarkan Allah dalam firman-Nya : &#8221;</p>
<p dir="rtl">????? ????????? ???? ????????????? ????? ????????? ????????? ????????? ????????? ??????? ????? ?????? ????? ?????????? ?????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.</em>&#8221; [QS. Ar-Ruum : 31-32]</p>
<p>Kefanatikan Jama&#8217;ah Tabligh juga terlihat dari cara mereka yang melampaui batas dalam mengkultuskan kitab Fadhail Amal. Mereka lebih suka &#8220;ber-bayan ria&#8221; dalam setiap kali <em>khuruj</em> ketimbang mempelajari Al-Qur&#8217;an dan kitab-kitab hadits yang shahih untuk diamalkan dan dida&#8217;wahkan. Padahal dalam kitab tersebut banyak hadits-hadits dhoif, dan palsu, serta cerita-cerita hayalan kaum sufi yang sama sekali bertentangan dengan nash-nash Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah. Salah satu diantara &#8220;1001&#8243; khurafat yang terdapat dalam Fadhail Amal pada bab keutamaan haji adalah kisah tentang Ahmad Rifa&#8217;i yang mengunjungi makam Rasulullah pada tahun 555 H; dimana dia berdiri di depan makam Rasulullah dan membacakan dua bait syi&#8217;ir, lalu Rasulullah mengeluarkan tangannya dari dalam kubur yang selanjutnya dicium oleh Ahmad Rifa&#8217;i. Lihatlah, bagaimana mereka membawakan cerita, yang para sahabat dan Imam-imam pun belum pernah mengalami hal sehebat Ahmad Rifa&#8217;I ini.</p>
<p>Masih dalam kerangka fanatisme dan ekslusivisme yang memecah belah ummat ; Jama&#8217;ah Tabligh mengikat para anggotanya dengan sumpah setia (bai&#8217;at) yang menyimpang dari Sunnah. Pada tahun 1315 H, Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi -pendiri Jama&#8217;ah Tabligh- memberikan bai&#8217;at shufiyah kepada Rasyid Ahmad Al-Kankuwi yang sangat dicintainya. Setelah meninggalnya Rasyid Al-Kankuwi, kemudian beliau memperbaharui bai&#8217;at-nya kepada Kholil Ahmad As-Saharunfuri yang memberikan izin kepadanya mem-bai&#8217;at orang lain ala manhaj shufi. [<em>Jama'ah Tabligh Fi Syibhil Qarah Hindiyah</em>, karya Sayid Thalibur Rahman hal. 21 dan <em>Haqiqat Da'wah Ila Allah</em> karya Sa'ad Al-Husein hal. 62]</p>
<p><strong>[8] Sisi Kemiripan Jama&#8217;ah Tabligh Dengan Yahudi</strong><br />
Semua ini berawal dari tuduhan dusta Jama&#8217;ah Tabligh terhadap da&#8217;wah Salafiyyah sebagaimana yang telah jelas bagi pembaca. Maka dihalaman terakhir ini, kami ingin mengungkap sesuatu yang tersembunyi bagi para pembaca; tentang &#8220;Tiga Belas Asas Da&#8217;wah Jama&#8217;ah Tabligh&#8221;. Ada satu poin dari 13 asas tersebut yang justru menunjukkan &#8220;kemiripan&#8221; Jama&#8217;ah Tabligh dengan Yahudi. Entah mereka sadar akan hal ini atau tidak.</p>
<p>Nadhar M. Ishaq Shahab dalam bukunya &#8220;<em>Khuruj fii Sabilillah</em>&#8221; [hal. 27, penerbit Pustaka Billah, Bandung], membawakan 13 asas Da&#8217;wah (menurut Jama&#8217;ah Tabligh). Pada poin yang ke-5 dia berkata : &#8220;Amar ma&#8217;ruf, bukan nahi munkar&#8221;</p>
<p>Prinsip inilah yang menyebabkan hancurnya Bani Israil. Entahlah, Jama&#8217;ah Tabligh dan Yahudi dalam hal yang satu ini, tampaknya ada kemiripan. Allah telah berfirman tatkala menggambarkan prinsip dan sikap Yahudi : &#8221;</p>
<p dir="rtl">?????? ????????? ????????? ??? ????? ???????????? ????? ??????? ???????? ???????? ????? ???????? ?????? ????? ?????? ??????????? ??????????? ???????? ??? ????????????? ??? ???????? ????????? ???????? ??? ???????? ???????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Telah dilaknati orang -orang kafir dari bani Israil dengan lisan Daud dan &#8216;Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu</em>&#8221; [QS. Al-Maidah: 78-79]</p>
<p>Sungguh menakjubkan, begitu cepat Yahudi mengetahui rahasia dari sebuah &#8220;chaos&#8221; (malapetaka yang dahsyat). Prinsip yang telah menyebabkan kehancuran peradaban inilah yang coba mereka tembakkan ke negeri-negeri kaum muslimin. Agar umat Islam tidak lagi menegur saudaranya yang menyimpang dari aqidah dan sunnah yang lurus, agar kaum muslimin tidak lagi mencegah saudaranya yang berbuat syirik, bid&#8217;ah dan maksiat. Jika hal ini telah merata di bumi-bumi Islam maka tunggulah kehancuran. Prinsip ini juga membuktikan bahwa Jama&#8217;ah Tabligh bukanlah Jama&#8217;ah yang membawa kebaikan justru membawa kerusakan dengan tidak memperdulikan kemungkaran yang bertengger di depan hidungnya.</p>
<p>Dan membuktikan pula bahwa Jama&#8217;ah ini bukanlah Jama&#8217;ah yang membawa ilmu, yang dipuji oleh Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dalam sabdanya :</p>
<p>Artinya: &#8220;<em>Yang akan terus menerus membawa ilmu agama ini pada setiap generasi adalah orang-orang yang adil dan terpercaya ilmu agamanya dan perangainya. Mereka yang membawa ilmu agama dengan kriteria demikian itu melakukan gerakan-gerakan : (1) Meluruskan kembali penyimpangan kalangan ekstrimis dalam memahami agama. (2) Membantah kedustaan para pendusta yang ingin mengekspliotasi agama demi kepentingan pribadi atau golongannya. (3) Meluruskan kembali kesalahan penafsiran agama yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh</em> &#8221; [Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam <em>Al-Jarh wa Ta'dil</em> 1/1/17 dan Al-Baihaqi dalam <em>Sunanul Kubra</em> 10/209]</p>
<p>Dan Jama&#8217;ah Tabligh telah membuktikan prinsip tersebut dengan masih menjamurnya simbol-simbol kesyirikan dan bid&#8217;ah di India, Pakistan -negeri kayangan yang dielu-elukan Jama&#8217;ah Tabligh-. Padahal jumlah mereka yang keliling dunia hampir jutaan. Bukankah syirik dan bid&#8217;ah adalah dua dosa besar yang bertengger di papan atas yang mengalahkan dosa-dosa kelas kaliber lainnya ? Inilah akhir dari bantahan kami.</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">??? ?? ???? ????? ?? ???</p>
<p>Artinya: &#8220;<em>Jika engkau tidak merasa malu, maka berbuatlah sekehendakmu</em>&#8221; [HR. Bukhori, <em>Arbain Nawawi</em> No. 20]</p>
<p>[Disalin dari Risalah Dakwah <em>Al-Hujjah</em>, Edisi Khusus/Rabi' ul Akhir/1424H Islamic Center Al-Hunafa' Masjid 'Aisyah Lt II, Jl Soromandi No.1A Lawata - Mataram Tlp 0370-642405]</p>
<p>Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=802&amp;bagian=0" target="_blank">http://almanhaj. or.id/index. php?action= more&amp;article_ id=802&amp;bagian= 0</a></p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> Kami membedakan antara pengekor hizby (kelompok / jama&#8217;ah) dengan tokoh-tokohnya, dan prinsip dasar jama&#8217;ah itu sendiri. Kritikan-kritikan pedas para ulama&#8217; Ahlussunnah hanya ditujukan kepada tokoh-tokoh hizby dan prinsip-prinsip mendasar hizby yang menyimpang, dikarenakan bahaya pemikiran dan da&#8217;wah mereka bagi umat Islam. Sedangkan pengekor hizby adalah sekumpulan pemuda-pemuda Islam yang terbakar semangatnya dikarenakan pengaruh pemikiran tokoh-tokoh hizby dan tanpa sadar telah mempraktekkan prinsip-prinsip hizby yang menyimpang. Mereka ini tidak tahu menahu tentang hakikat hizby yang sesungguhnya. Kepada mereka tidak boleh bersikap keras; da&#8217;wah dan nasehat kepada mereka haruslah sesuai dengan asal prinsip dak&#8217;wah Ahlussunnah yaitu : &#8220;Lemah Lembut&#8221; . Kaidah ini berlaku bagi setiap jama&#8217;ah bid&#8217;ah lainnya</p>
<p><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a> Apa dan bagaimana Tauhid Hakimiyah menurut Quthbiyyin (pengekor Sayyid Quthub)? Bagaimana pemahaman yang lurus menurut Al-Qur&#8217;an dan hadits serta penjelasan salaf ? Insya Allah <em>Al-Hujjah</em> akan menerbitkan risalah khusus tentang takfir; kaidah Ahlussunnah dan hukum-hukum yang berkaitan tentangnya</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/&amp;title=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B2%5D" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/&amp;title=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B2%5D" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/&amp;t=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B2%5D" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B2%5D+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/&amp;title=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B2%5D" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/&amp;title=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B2%5D" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B2%5D+-+http://b2l.me/n99pz&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B2%5D&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Da%27wah%20Salafiyyah%20dituduh%20kaki%20tangan%20Yahudi%2C%20dan%20penyebaran%20dan%20pencetakan%20buku-buku%20salafi%20dikatakan%20hasil%20pendanaan%20Yahudi.%20Namun%20kita%20buktikan%2C%20siapa%20yang%20mesra%20terhadap%20Yahudi%3F%0D%0A%0D%0ADakwah%20Salafiyyah%20dituduh%20sebagai%20dakwah%20takfiriyyah%2C%20namun%20kita%20buktikan%20siapa%20yang%20hobi%20mengecap%20kafir%20secara%20brutal%3F%0D%0A%0D%0ADakwah%20Salafiyyah%20dituduh%20sebagai%20dakwah%20ashobiyyah%20yang%20eksklusif%20dan%20tertutup%2C%20namun%20kita%20buktikan%20siapa%20yang%20fanatik%20buta%20dan%20tertutup%3F" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bantahan Tuntas Pengakuan Dusta Seorang Agen MOSSAD [1]</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 16:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[zionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[<p>Orang-orang yang menebarkan isu dusta tentang adanya hubungan Dakwah Salafiyyah dengan zionis Yahudi (MOSSAD) melandaskan tuduhan mereka pada bukti-bukti dan cara pengambilan dalil yang keji, sekaligus konyol dan menggelikan</p>
<p>Dan sejenak lagi Anda akan simak bagaimana kami menelanjangi pemeran-pemeran utama dalam aksi dagelan ini, sehingga kebenaran terungkap. Tidak lain hal ini kami lakukan untuk menutup pintu-pintu fitnah, berusaha semaksimal mungkin menetralisir keadaan sehingga bara fitnah ini tidak berkobar menjadi api yang membumbung diantara sesama Muslim, sekaligus sebagai nasihat bagi "Suara Hidayatullah" dan orang-orang yang ikut andil dalam menyebar fitnah ini.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-size:18px;text-align:right;">???? ????? ???? ???? ?????? ????? ???????????? ???????? ???????? ???????? ???? ????????????? ??? ?????????? ?????? ???????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak berkata (sesuatu) kecuali dusta</em>&#8221; [QS. Al-Kahfi : 5]</p>
<p>Orang-orang yang menebarkan isu dusta tentang adanya hubungan Dakwah Salafiyyah dengan zionis Yahudi (MOSSAD) melandaskan tuduhan mereka pada bukti-bukti dan cara pengambilan dalil yang keji, sekaligus konyol dan menggelikan. Dalam hal ini, dua bentuk dagelan telah dipertontonkan secara vulgar tanpa malu :</p>
<p>1.      Pertama: Adalah &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; , sebuah media masa yang cukup tersohor di tanah air. Dalam pemberitaannya [edisi 01/XVI/Rabiul Awwal 1424 hal.78-79 "<em>Pengakuan AGEN MOSSAD</em>"] telah memuat nukilan-nukilan sampah yang berisi fitnah batil tentang adanya hubungan Dakwah Salafiyyah dengan Zionis Yahudi (MOSSAD). -<em>na&#8217;udzubillah</em>-</p>
<p>2.      Kedua: Seorang pentolan Jama&#8217;ah Tabligh bernama &#8220;Amir Sunni&#8221; -yang lebih pantas disebut &#8220;Amir Bid&#8217;i&#8221;- juga telah menebarkan isu serupa di sebuah situs internet [file-nya ada pada kami-red]. Amir Bid&#8217;i yang telah lama berkecimpung dalam dunia <em>khuruj</em> (ala Jama&#8217;ah Tabligh), mimpi dan bualan-bualan antik kaum shufi, telah berkata dalam tulisannya yang ditujukan kepada kami: &#8220;<em> &#8230;.YAHUDI senang dengan Gerakan kalian. Sebab banyak mulut sedikit amalan. Ada juga yang NATO -Non Action Talking Only- dan saya juga mendengar bahwa kalian&#8230; Wahai saudaraku yang Salafy&#8230; adalah antek-antek Yahudi&#8230;.</em>&#8220;.<span id="more-673"></span></p>
<p>Inilah dua bentuk dagelan yang kami maksudkan. Dan sejenak lagi Anda akan simak bagaimana kami menelanjangi pemeran-pemeran utama dalam aksi dagelan ini, sehingga kebenaran terungkap. Tidak lain hal ini kami lakukan untuk menutup pintu-pintu fitnah, berusaha semaksimal mungkin menetralisir keadaan sehingga bara fitnah ini tidak berkobar menjadi api yang membumbung diantara sesama Muslim, sekaligus sebagai nasihat bagi &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; dan orang-orang yang ikut andil dalam menyebar fitnah ini.</p>
<p>Sebelum masuk pada inti bantahan; kami ingin merunut kronologi fitnah ini.</p>
<p>1.      Pertama, sang Agen MOSSAD menebarkan benih fitnah dan kedustaan.</p>
<p>2.      Kedua, pengakuan sang Agen Yahudi dimuat oleh Suara Hidayatullah (tanpa mencari kebenaran).</p>
<p>3.      Yang ketiga; Jama&#8217;ah Tabligh, <em>hizbiyyin</em> -fanatikus golongan- dll, menyambut gembira pemberitaan tersebut. Tiba-tiba mereka tergopoh-gopoh meng-copy, menyebarkannya, menempelnya di papan-papan kampus; bahkan seorang aktivis Jama&#8217;ah Tabligh (JT) dengan bangga mengirimkannya kepada kami.</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">????????? ???????? ???????? ???????? ???? ??????? ???????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Dan siapa diantara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar.&#8221;</em> [QS. An-Nuur : 11].</p>
<p>Maka jangan terkejut jika kami akan membagi-bagikan bantahan kepada mereka yang telah memberi sumbangsih bagi menyebarnya fitnah dusta yang sangat mengerikan ini.</p>
<p><strong>Suara Salafiyyin Buat &#8220;Suara Hidayatullah&#8221;<br />
</strong>Majalah &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; dalam tajuk yang telah kami sebutkan, menukil hasil wawancara yang dilakukan oleh harian <em>Al-Hayat</em>, London dan televisi LBC, Beirut yang kemudian hasil wawancara tersebut diterbitkan oleh Tabloid <em>An-Naas</em> no. 127. Kemudian Tabloid <em>Al-Basya&#8217;ir</em> edisi akhir Shafar 1424 atau awal April 2003 yang terbit di Sana&#8217;a, Yaman, kembali menurunkan wawancara tersebut yang selanjutnya dimuat oleh Suara Hidayatullah dengan judul : &#8220;<em>Pengakuan Seorang Agen MOSSAD</em>&#8220;. Agen biadab yang punya saham atas meninggalnya banyak muslimin di Palestina tersebut mengaku bahwa Dakwah Salafiyyah diperalat oleh Yahudi -<em>ya Allah hancurkanlah kedustaan ini</em>-. Berikut adalah bantahan kami terhadapnya yang kami susun dalam beberapa sub-judul :</p>
<p><strong>[1]. Metode Pengambilan Dalil Yang Rusak<br />
</strong>Harian <em>Al-Hayat</em>, <em>Al-Basya&#8217;ir</em> dan termasuk Suara Hidayatullah, mengambil berita dari seorang pengkhianat Agama yang fasiq lagi pendosa. Dia adalah seorang Palestin yang sudi bergabung dengan Zionis MOSSAD untuk menyembelih saudara sendiri demi wanita dan uang. Simaklah pengakuannya: &#8220;<em>Di sana mereka (MOSSAD-red) menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan. Tetapi mereka merekam saya ketika saya berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita, hal ini sebagai salah satu cara mereka memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari</em>.&#8221; [<em>Pengakuan Seorang Agen MOSSAD</em>, paragraf 7. hal.78]</p>
<p><strong>Bantahan:</strong><br />
Pengakuannya yang seolah-olah tanpa dosa, menunjukkan kehidupan Agen biadab tersebut selalu ditemani oleh lumpur kemaksiatan. Akan tetapi Suara Hidayatullah -<em>entah karena kebodohan atau dengan sengaja ingin meniup bara-bara kebencian diantara kaum muslimin</em>- menukil lalu menyemprotkannya kepada khalayak tanpa <em>tabayyun</em> (mencari kejelasan) terlebih dahulu terhadap kebenaran pengakuan seorang pendosa yang kelewat fasiq itu. Padahal Allah mengecam sikap seperti ini dalam firman-Nya.:</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">??? ???????? ????????? ??????? ??? ???????? ??????? ???????? ????????????? ??? ????????? ??????? ??????????? ???????????? ????? ??? ?????????? ??????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keaadannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu</em>&#8221; [QS. Al-Hujurat : 6]</p>
<p>Ketahuilah bahwa seorang yang fasiq apalagi pengkhianat agama tidak diterima kesaksiannya. Lihat penjelasan tentang hal ini dalam <em>Kitabul Majmu&#8217; Syarhul Muhadzdzab </em>oleh Imam Nawawi 23/16 &#8220;<em>Kitabu asy-Syahadah</em>&#8221; cetakan Beirut Libanon 1422 H / 2001.</p>
<p>Imam Muslim dalam muqaddimah <em>shahih</em>-nya mengatakan setelah membawakan ayat tersebut: &#8220;Ayat ini menunjukkan bahwa berita seorang yang fasiq, gugur tidak diterima&#8221; [Kitab <em>Shahih Muslim</em>, Muqaddimah : I/23 cet. Dar Ibnu Hazm, Beirut].</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> bersabda :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">?????? ???? ?? ???? ??? ?? ??? ???</p>
<p>&#8220;<em>Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika dia menceritakan setiap apa yang dia dengar (tanpa mencari kejelasan)</em>&#8221; [Shahih Muslim I/24, cet. Dar Ibnu Hazm, Beirut].</p>
<p>Sikap Suara Hidayatullah yang melansir berita tanpa mencari kejelasan terlebih dahulu, merupakan gambaran sikap para pendusta sebagaimana yang diisyaratkan oleh hadits tersebut. Hal ini tentu tidak lebih baik ketimbang tabloid-tabloid seronok yang memuat gosip, dan menebar racun di tengah-tengah kaum muslimin untuk meraup keuntungan. Sebaiknya Suara Hidayatulah mengganti judul pemberitaannya dengan kalimat berikut ini &#8220;<em>Asalkan menyudutkan Salafy, berita dari Agen MOSSAD..kenapa tidak !!</em>&#8220;.</p>
<p>Tidakkah kalian curiga terhadap agen ini, bukankah ia hasil binaan Yahudi?? Apakah kalian tidak curiga dalam kepalanya masih tersisa virus-virus pemikiran Yahudi?? Apakah kalian tidak mengira bahwa Yahudi jauh sebelumnya, telah mempersiapkan agen berkebangsaan Palestina ini sebagai bom terakhir jika tertangkap? Bom yang akan meledak (tanpa kita sadari) jika ditanya? Kenapa kalian bisa tertipu? Bukankah kalian orang yang -<em>mengaku</em>-lebih mengerti tentang politik dan <em>fiqhul waqi&#8217;</em>?</p>
<p>Alangkah mudahnya &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; mengutip berita tanpa merasa curiga sama sekali terhadap wawancara dan hasilnya tersebut, yang dimuat oleh harian <em>Al-Hayat</em>; dimana harian tersebut tumbuh di kampung halaman zionis (Inggris-London), negara musuh Islam, negara pelopor dan pendukung berdirinya &#8220;Israel Raya&#8221;, negara yang punya andil dalam pembantaian kaum muslimin dan ulama&#8217;-ulama&#8217; Islam dari zaman Bani Umayyah di Andalus, negara pelopor perang salib, negara penghancur Daulah Utsmaniyyah di Turki, negara penjajah negeri-negeri Islam, negara yang selalu memata-matai kaum muslimin, negara yang selalu membuka kancah &#8220;Ghazwul Fikri&#8221; (perang pemikiran) di tengah-tengah kaum muslimin dan yang belum hilang bayangannya dari pelupuk mata, negara ini telah merebut Afghanistan dan Iraq dari pangkuan Islam, membantai kaum muslimin di rumah-rumah mereka sendiri dan merebut harta kekayaan mereka.</p>
<p>Kalau seandainya harian ini (<em>Al-Hayat</em>) harian yang bernafaskan Islam, maka Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> telah berlepas diri dari mereka :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">??? ??? ?? ?? ???? ???? ??? ???? ????????</p>
<p>Artinya: &#8220;<em>Aku berlepas diri dari seorang muslim yang tinggal bersama dengan orang-orang Musyrik -kafir</em>- &#8221; [Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud, <em>Kitabul Jihad</em>, bab larangan membunuh orang yang menyelamatkan diri dengan bersujud. Dan At-Tirmidzi, <em>Kitabus Siar</em>, bab makruhnya tinggal di antara orang-orang musyrik]</p>
<p>Mengapa? Karena mereka rawan termakan syubhat dan propaganda orang-orang kafir, Jika seandainya badai &#8220;Ghazwul Fikri&#8221; (perang pemikiran), di negeri kaum muslimin begitu dahsyatnya, sampai -sampai serangan pemikiran mereka (barat) meracuni dan membinasakan sebagian besar kaum muslimin, dan media-media masa kaum muslimin, maka bayangkanlah jik a hal ini berlangsungdisarang orang-orang kafir, bayangkan jika seseorang berada di pusat badai &#8220;Ghazwul Fikri&#8221; katakan demi Rabb-mu apakah mereka akan selamat ??</p>
<p><em>Wallahi</em>, sungguh pendalilan kalian dengan ucapan Agen fasiq lagi pengkhianat, merupakan pendalilan yang sangat rapuh dari segala sisi !! Lebih rapuh dari rumah laba-laba :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">??????? ???????? ?????????? ???????? ????????????? ???? ??????? ???????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui</em>&#8221; [QS. Al-'Ankabut : 41]</p>
<p>Sungguh mengherankan, kami suguhkan kepada kalian (hizbiyyin); mutiara-mutiara petunjuk dari ayat-ayat Allah, hadits-hadits Rasul-Nya, penjelasan ulama-ulama salaf yang <em>zuhud</em> dan <em>wara&#8217;</em>, dengan hati yang tulus, ikhlas karena Allah semata, dan mengharap kebaikan bagi kalian;</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">??????? ???? ?????????? ?????????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Akan tetapi kalian tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat</em>&#8221; [QS. Al-A'raaf : 79]</p>
<p>Maka tiba-tiba kalian geram dan berpaling, namun tatkala muncul satu fitnah dari seorang pengkhianat fasiq yang menyudutkan da&#8217;wah Salafiyyah, kalian terburu-buru untuk senyum dan tidak malu untuk berstatus &#8220;Aktivis dan da&#8217;i biang gosip&#8221;. Sebenarnya kalian pilih yang mana? Al-Qur&#8217;an dan Hadits ataukah kata si fulan,..kata si fulan..? Yang notebene fasiq dan mengkhianati Islam itu?</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">????????????????? ??????? ???? ??????? ????????? ???? ??????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?</em>&#8221; [QS. Al-Baqarah : 61].</p>
<p><strong>[2]. Buku-Buku Salafy Dibiayai Yahudi ?</strong><br />
Dalam pengakuan Agen tersebut, (secara tidak langsung) memberikan opini kepada kaum muslimin bahwa pencetakan dan penyebaran buku-buku Salafy bersumber dari biaya Yahudi dan konco-konconya; yang dieksploitir untuk menyerang aktivis dakwah lainnya terutama Syi&#8217;ah. [<em>Pengakuan Seorang Agen MOSSAD</em>, paragraf 13 hal. 79]</p>
<p><strong>Bantahan:<br />
</strong>Sungguh kami masih ragu apakah Agen yang diwawancarai tersebut telah bertaubat sepenuh hati, -<em>kami berharap dia benar-benar bertaubat</em>-, karena tidak ada ungkapan yang jelas dari lisannya bahwa ia telah insaf. Yang ada hanyalah ungkapannya : <em>&#8220;&#8230;Apa gunanya penyesalan..</em>.&#8221; [<em>Pengakuan Seorang Agen MOSSAD</em>, paragraf 22, hal.79]. Seolah-olah agen fasiq ini putus asa dari rahmat Allah,</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">??????? ??? ???????? ??? ??????? ?????? ?????? ????????? ?????????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir</em>&#8221; [QS. Yusuf : 87]</p>
<p>Memang dia mengungkapkan kesedihannya tentang pembantaian muslimin oleh Yahudi yang bermula dari aksi spionase (mata-mata)- nya, namun sungguh sangat aneh, dari mulutnya justru keluar kalimat-kalimat propaganda MOSSAD; berupa fitnah taqrib (penyatuan sunni dan syi&#8217;ah) dan fitnah takfir (pengkafiran) yang diopinikan sebagai hasil perbuatan fanatikus sunnah (Salafy-red).</p>
<p>Kami justru masih diselimuti dugaan yang kuat bahwa sang agen adalah seorang pendukung Syi&#8217;ah yang berusaha membela Syi&#8217;ah dengan memfitnah dan memecah belah sunni, atau ia tidak mengerti perbedaan prinsip dasar antara Agama Islam dan Agama Syi&#8217;ah,atau ia masih menjalankan tugas spionasenya dari MOSSAD untuk semakin menambah keruh suasana, sekalipun telah tertangkap. Hal ini terlihat dari ungkapannya diatas yang menuduh buku-buku Salafy disokong oleh Yahudi.</p>
<p>Bagaimana mungkin Yahudi berada dibalik pencetakan dan penyebaran buku-buku Salafy, sementara kebanyakan buku-buku Salafy melaknat Yahudi, mencela sifat-sifat mereka, dan menjanjikan kehancuran bagi mereka di akhir zaman nanti. Jangankan berlindung di bawah payung Yahudi, bahkan buku-buku Salaf dengan membawa hadits-hadits shahih, menjatuhkan vonis &#8220;haram&#8221; dalam mengikuti gaya hidup Yahudi-Nashrani dalam ritual dan muamalah yang sudah menjadi ciri khas mereka. Seperti misalnya kitab &#8220;<em>Iqtidho&#8217; Shirothil Mustaqiim</em>&#8221; yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan ribuan buku salaf lainnya yang membahas <em>Al-Wala&#8217; wal Baro&#8217;</em>.</p>
<p>Dan bagaimana mungkin buku-buku salaf yang menyerang Syi&#8217;ah dibiayai oleh MOSSAD, sementara ulama salaf telah menulis bantahan terhadap Syi&#8217;ah sejak awal mula munculnya Syi&#8217;ah. Diantara mereka adalah Imam madzhab yang empat terutama Imam Ahmad dan Imam Syafi&#8217;i melalui murid-muridnya pada awal abad ke-3 H, Al-Imam Abu Hasan Al-Asy&#8217;ary (<em>Maqolatul Islamiyyin,</em> dan <em>Al-Ibanah</em>), Ibnu Taimiyah melalui kitabnya <em>Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah Fi Naqdhi Kalamisy Syi&#8217;ah Wal Qodariyyah</em>, Ibnu Hajar Al-Asqalany melalui kitabnya <em>At-Tahdzib</em> (2/49), Ibnu Qayyim dan Adz-Dzahabi (hampir disetiap bukunya menyindir, dan membantah mereka) pada abad ke-7 H, dan puluhan imam salaf lainnya (dalam buku-buku aqidah mereka). Lalu, apakah MOSSAD telah lahir dan telah menjalankan aksinya pada kurun waktu tersebut?? Dan sang agen sendiri tidak membawa bukti dan data-data yang akurat (hitam diatas putih), hanya bualan berbau busuk yang dengan senang hati ditelan mentah-mentah oleh orang-orang yang kelewat bodoh, pandir, yang tidak kritis, tidak obyektif, tidak punya prinsip yang pasti dalam mengambil dalil dan hujjah, yang dadanya telah sempit oleh dengki, iri, dan hasad, yang senang menebar fitnah, yang benci da&#8217;wah tauhid, yang benci kembalinya ummat ini kepada kejayaan diatas Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah yang suci, yang hatinya penuh dengan noda-noda hitam yang menutupi mereka dari nasehat-nasehat, ayat-ayat Allah dan sabda-sabda Rasul-Nya <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>.</p>
<p>Dakwaan belaka tanpa mendatangkan bukti yang kokoh, ibarat engkau mengayunkan pedang tumpul. Hanya bisa menimbulkan kepanikan dan kerisauan namun tak mampu unjuk gigi. Ibarat serigala tua yang ompong, hanya bisa melolong. Sungguh dia telah berdusta terhadap dakwah para Nabi, dan cukuplah itu dikatakan sebagai bentuk kedustaan atas nama Allah :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">?????? ???????? ?????? ?????? ????? ???????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah ?</em>&#8220;. [QS. Az-Zumar: 32].</p>
<p>Dari sini jelas bahwa Agen fasiq tersebut menginginkan berkobarnya api fitnah dan peperangan di dalam tubuh Islam, sebagaimana yang dikehendaki &#8220;Sang Tuan&#8221; (MOSSAD), dengan cara menciptakan opini, menyemai prasangka buruk dihati-hati kaum muslimin, sehingga menumbuhkan perselisihan dan pertumpahan darah dikalangan sunni sendiri, dan ujung-ujungnya mematikan dan menjauhkan kaum muslimin dari dakwah tauhid dan usaha mengembalikan ummat kepada sunnah yang suci, yang sangat diperjuangkan oleh Da&#8217;wah Salafyyah, yang merupakan pondasi dasar bagi berdirinya daulah Islamiyyah yang kokoh.</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">?????? ??????? ????????? ??????? ??????? ?????????? ????????????? ???????????????????? ??? ????????? ????? ??????????? ????????? ??? ?????????? ???????????????? ?????? ????????? ??????? ???????? ?????? ??????????????????? ???? ?????? ?????????? ??????? ?????????????? ??? ??????????? ??? ??????? ????? ?????? ?????? ?????? ???????????? ???? ?????????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku, dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik</em>&#8221; [QS. An-Nuur : 55]</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> bersabda :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">???? ???? ????? ?? ????? ????? ( ?? ?????? ???? ) ???? ???? ?????</p>
<p>Artinya: &#8220;<em>Telah kutinggalkan bagi kalian dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh kepada keduanya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, (yaitu) Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam</em>&#8221; [Al-Muwatho' , Imam Malik 2/299, tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi, cetakan Beirut Libanon]</p>
<p><strong>[3]. Justru Syi&#8217;ah, Agen Yahudi Nomor Wahid!<br />
</strong>Sang Agen juga mengatakan bahwa buku-buku salaf dibiayai oleh MOSSAD untuk menimbulkan pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi&#8217;ah dan Sunnah [<em>Pengakuan Seorang Agen MOSSAD</em> , paragraf 14 hal. 79]. Lebih lanjut &#8220;Sang Agen&#8221; menuturkan: &#8220;<em> hati mereka (salafiyyin) penuh dengan kebencian terhadap saudara muslim baik Sunnah maupun Syi&#8217;ah</em>.&#8221; [<em>Pengakuan Seorang Agen MOSSAD</em> , paragraf 16 hal. 79].</p>
<p><strong>Bantahan :</strong><br />
Jawaban kami dalam masalah ini akan memakan halaman yang panjang, maka simaklah! Kami berharap ada diantara kalian yang sudi membuka jendela hati untuk menerima hujjah. Karena jika tidak, maka ketahuilah bahwa :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">?????????? ??? ??????? ???????????? ??????? ??????? ?????????? ??????? ??? ??????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.</em>&#8221; [QS. Al-Hajj : 46].</p>
<p>Ada satu hal yang mesti dikritisi dari ucapan &#8220;Sang Agen&#8221;. Perkataan itu memberikan kesan kepada kaum muslimin bahwa Syi&#8217;ah adalah bagian dari Islam, dan seorang muslim bersaudara dengan orang Syi&#8217;ah.</p>
<p>Maka kami katakan, Demi Dzat yang menguasai hari pembalasan, Syi&#8217;ah Rafidhah yang banyak tersebar di zaman ini (Sebagian besar Syi&#8217;ah pada zaman ini adalah Rofidhoh) telah dikafirkan oleh ribuan ulama Ahlussunnah wal Jama&#8217;ah sejak dulu sampai saat ini. Allah sendiri telah mengakfirkan mereka melalui firman-Nya :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">?????????? ???????? ??????? ??????????? ?????? ????????? ????? ??????????? ???????? ?????????? ????????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ????? ??????? ???????????? ?????????? ??? ?????????? ????? ?????? ?????????? ?????? ?????????? ??? ???????????? ???????????? ??? ??????????? ???????? ???????? ???????? ????????? ????????????? ?????????? ????? ??????? ???????? ??????????? ????????? ?????? ???????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia (para Sahabat-red) adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka; kamu lihat mereka ruku&#8217; dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu&#8217;min)</em>&#8220;[QS. Al- Fath : 29].</p>
<p>Berdalil dengan ayat ini, Imam Malik menegaskan tentang kafirnya kaum Syi&#8217;ah Rafidhah,karena mereka begitu jengkel dan benci terhadap sebagian besar Sahabat; bahkan mereka mengkafirkan para sahabat [Lihat <em>Tafsir Ibnu Katsir</em> 7 : 3259 cet. Daar Ibn Hazm].</p>
<p>Seorang pentolan Syi&#8217;ah telah mengukir &#8220;puisi-puisi kebencian dan cacian&#8221; terhadap Umar bin Khattab dalam bukunya yang diberi judul : &#8220;<em>&#8216;Iqdud Durar fi Syarhi Baqri Bathni &#8216;Umar</em>&#8221; (Rangkaian Mutiara dalam penjelasan kasus robeknya Perut Umar); Dan lihat pula Kitab <em>Tuhfat &#8216;Awam Maqbul</em> yang di dalamnya terdapat do&#8217;a la&#8217;nat bagi 2 berhala Quraisy (yg dimaksud adalah Abu Bakr Ash Shiddiq dan Umar Bin Khattab), buku ini telah direkomendasikan oleh Al-Khumaini. Sebuah ungkapan yang hanya muncul dari mulut-mulut berlidah iblis.</p>
<p>Bahkan Abu Hafs Ibn Syahin (wafat 385 H/995 M) mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib membakar sejumlah orang ekstrim Syi&#8217;ah dan mengasingkan sebagian besar mereka. Diantara yang diasingkan tersebut terdapat Abdullah bin Saba&#8217; [1]. Mereka lebih na&#8217;jis dan lebih berbahaya ketimbang Yahudi, karena mereka adalah produk Yahudi yang dikemas dengan pakaian Islam, merupakan virus ganas yang disemprotkan Yahudi untuk menghancurkan Islam. Kami tidak ragu untuk mengatakan: &#8220;Syi&#8217;ah adalah Yahudi plus&#8221;.</p>
<p><strong>Sekilas Tentang Syi&#8217;ah..</strong><br />
Agar pembaca mengetahui, bahwa sang deklarator Agama Syi&#8217;ah adalah Abdullah bin Saba&#8217;; seorang gembong Yahudi yang berpura-pura masuk Islam di zaman kekhalifahan Utsman Bin Affan. Dengan kedok kecintaan terhadap Ali, ia mulai menebarkan jentik-jentik kesesatan di tengah kaum muslimin waktu itu. Keberadaan Abdullah bin Saba&#8217; sebagai seorang Yahudi, diakui sendiri oleh petinggi-petinggi Syi&#8217;ah dalam buku-buku mereka seperti &#8220;<em>Firaq Asy-Syi&#8217;ah</em>&#8221; [hal. 43-44. Cet Al-Haidariyah, Najef 1379 H], begitu pula dalam kitab mereka yang tersohor &#8220;<em>Rijal Al-Kasysyi</em>&#8221; [hal. 101. <em>Mu'assasah Al-A'lami</em>. Karbala Iraq].</p>
<p>Syi&#8217;ah dan Yahudi adalah &#8220;dua sejoli&#8221; yang sangat lengket dan mesra. Berikut adalah beberapa kemiripan diantara mereka berdua :</p>
<p>1.      Yahudi telah mengubah-ubah Taurat, begitu pula Syi&#8217;ah; mereka mempunyai Al-Qur&#8217;an hasil kerajinan tangan mereka sendiri yakni &#8220;<em>Mushaf Fathimah</em>&#8221; yang tebalnya 3 kali Al-Qur&#8217;an kaum Muslimin. Mereka menganggap ayat Al-Qur&#8217;an yang diturunkan berjumlah 17.000 ayat, dan menuduh Sahabat menghapus sepuluh ribu lebih ayat.</p>
<p>2.      Yahudi menuduh Maryam yang suci berzina [QS. Maryam : 28], Syi&#8217;ah melakukan hal yang sama terhadap istri Rasulullah Ummul Mu&#8217;minin &#8216;Aisyah <em>Radhiallahu &#8216;anha</em> sebagaimana yang diungkapkan Al-Qummi (pembesar Syi&#8217;ah) dalam &#8220;<em>Tafsir Al-Qummi</em> (II 34)&#8221;</p>
<p>3.      Yahudi mengatakan, &#8220;<em>Kami tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja</em>&#8220;. [QS. Al-Baqarah : 80] Syi&#8217;ah lebih dahsyat lagi dengan mengatakan, &#8220;Api neraka telah diharamkan membakar setiap orang Syi&#8217;ah&#8221; sebagaimana tercantum dalam kitab mereka yang dianggap suci &#8220;<em>Fashl Khithab</em> (hal.157)&#8221;</p>
<p>4.      Yahudi meyakini bahwa, Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak tahu, begitu juga dengan Syi&#8217;ah</p>
<p>5.      Yahudi berkeyakinan bahwa ucapan &#8220;Amin&#8221; dalam shalat adalah membatalkan shalat. Syi&#8217;ah juga beri&#8217;tiqod yang sama.</p>
<p>6.      Yahudi berkata, &#8220;Allah mewajibkan kita lima puluh shalat&#8221; Begitu pula dengan Syi&#8217;ah.</p>
<p>7.      Yahudi keluar dari shalat tanpa salam, cukup dengan mengangkat tangan dan memukulkan pada lutut. Syi&#8217;ah juga mengamalkan hal yang sama.</p>
<p>8.      Yahudi miring sedikit dari kiblat, begitu pula dengan Syi&#8217;ah.</p>
<p>9.      Yahudi tidak menetapkan adanya jihad hingga Allah mengutus Dajjal.Syi&#8217;ah Rafidhah mengatakan, &#8220;Tidak ada jihad hingga Allah mengutus Imam ghaib Syi&#8217;ah yang ditunggu-tunggu&#8221;</p>
<p>10.  Yahudi menghalalkan darah setiap muslim. Demikian pula Syi&#8217;ah, mereka menghalalkan darah Ahlussunnah.[Lihat kitab <em>Badzl Al-majhud fi Itsbat musyabahah Ar-Rafidhah lil Yahud</em>, oleh Abdullah Al-Jumaily].</p>
<p>Ahmad bin Yunus (wafat 227 H) <em>rahimahullah</em>, salah seorang tokoh ulama Ahlus Sunnah di Kufah telah berkata: &#8220;Seandainya; seorang Yahudi menyembelih seekor binatang, dan seorang Rafidhi (Syi&#8217;ah) menyembelih seekor binatang, niscaya aku hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau memakan sembelihan si Rafidhi karena dia telah murtad dari Islam (namun masih mengaku Islam-red).&#8221; [<em>Ash-Sharimul Maslul</em>, hal. 570].</p>
<p>Imam Bukhari <em>rahimahullah</em> berkata : &#8220;Bagiku sama saja, apakah aku sholat dibelakang orang yang berfaham Jahmiyyah atau Syi&#8217;ah Rafidhah, atau aku sholat dibelakang orang Yahudi atau Nashrani. Dan seorang muslim tidak boleh memberi salam kepada mereka, menjenguk mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi, dan memakan sembelihan mereka.&#8221;[<em>Khalqu Af'alil 'Ibad</em> hal:125, karya Imam Bukhari ].</p>
<p>Ada sebuah tanda tanya besar yang sangat menggelitik; Mengapa Agen tersebut &#8220;terburu-buru&#8221; membeberkan propaganda-propagan da MOSSAD, sementara di satu sisi dia mengangkat opini bahwa Syi&#8217;ah adalah saudara bagi umat Islam ?? Dan bersamaan dengan itu dia mengecam dakwah Salafiyyah yang membongkar &#8220;permainan mata&#8221; antara Yahudi dan Syi&#8217;ah ??&#8221;. Ini tidak lain dia lakukan untuk menutupi kedok Syi&#8217;ah sehingga artileri ganas Yahudi tersebut tetap eksis. Hal inilah yang tidak disadari oleh Suara Hidayatullah.</p>
<p>Telah jelas betapa berbahanya slogan-slogan yang menyerukan taqrib, dan kami harapkan hizbiyyin tidak akan terkejut jika kami akan menampilkan &#8220;tokoh-tokoh&#8221; , yang mereka masuk dalam jajaran inspirator taqrib (pendekatan) antara Sunnah dan Syi&#8217;ah. Salim Al-Bahnasawi (penasehat Al-Ikhwanul Muslimin) dalam kitabnya <em>As-Sunnah Al-Muftaro &#8216;Alaiha</em> halaman 57 berkata : &#8220;Semenjak berdirinya forum pendekatan antara madzhab Islam yang memiliki andil di dalamnya Hasan Al-Banna, dan Al-Kummi (tokoh Syi&#8217;ah -red), dan kerja sama terjadi antara Ikhwanul Muslimin dan Syi&#8217;ah; yang menghasilkan kunjungan Imam Nawwab Shofawi (tokoh Syi&#8217;ah -red) tahun 1954 ke Kairo&#8221;.</p>
<p>Lagi-lagi kasus taqrib ini diangkat ke permukaan oleh Umar Tilmisani (mursyid ke-3 Al-Ikhwanul Muslimin) melalui penjelasannya tentang usaha pendekatan Sunnah dan Syi&#8217;ah yang dilakukan oleh Hasan Al-Banna dalam kitabnya &#8220;<em>Al-Mulham Al-Mauhub Hasan Al-Banna</em> halaman 78.&#8221;</p>
<p>Wahai Muslimin! Jika telah jelas bagi kita bahwa Syi&#8217;ah berasal dari Yahudi dan menjalankan misi Yahudi untuk menikam Islam dari dalam, maka tindakan Suara Hidayatullah dan orang-orang yang menanam investasi dalam penyebaran fitnah dusta pemberitaan tersebut, memutlakkan beberapa konsekuensi yang sangat buruk sebagai berikut :</p>
<p>1.      Sadar atau tidak sadar, pemberitaan &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; telah membantu merusak Islam dari dalam, karena membiarkan berkembangnya opini bahwa Syi&#8217;ah yang notabene merupakan kloning Yahudi adalah saudara kita. Padahal mereka adalah musuh-musuh Islam. Allah berfirman :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">????? ???????????? ????? ???????? ??????????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran</em>&#8220;[QS. Al-Maidah : 2].</p>
<p>2.      Sadar atau tidak sadar, pemberitaan &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; telah melemahkan kekuatan kaum Muslimin di hadapan Yahudi karena telah menjembatani taqrib; sebuah usaha untuk mengkompromikan Sunnah dan Syi&#8217;ah. Jika ini terwujud, maka mau tidak mau umat Islam harus toleran terhadap Syi&#8217;ah yang menganggap tidak ada Jihad selama Imam &#8220;khayal&#8221; mereka belum diutus. Terhapusnya kalimat-kalimat jihad dari kamus Islam merupakan impian Yahudi sepanjang zaman. Dan &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; tanpa disadari telah membantu untuk mengikis kalimat-kalimat itu sedikit demi sedikit dari kamus Islam.-<em>na&#8217;udzubillah</em>-.</p>
<p>3.      Pemberitaan &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; berdampak buruk bagi kelangsungan jiwa Ahlussunnah dan umat Islam secara umum. Karena telah diketahui bersama bahwa Syi&#8217;ah menghalalkan darah Ahlussunnah dan mengkafirkannya sebagaimana Yahudi menghalalkan darah kaum Muslimin.</p>
<p>4.      Pemberitaan &#8220;Suara Hidayatullah&#8221;, telah menanam prasangka buruk orang-orang awam dan dapat mengakibatkan menjauhnya ummat dari dakwah Salafiyyah yaitu dakwah yang mengajak kepada persatuan Islam dibawah naungan Tauhid, Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah menurut apa yang dipahami oleh para sahabat, dan hal ini telah menjadi kenyataan ketika sebagian masyarakat awam menolak buku-buku tauhid yang dibagikan secara gratis.</p>
<p>5.      Dengan pemberitaan tersebut, maka akan semakin mengaburkan jurang perbedaan antara Sunnah dan Syi&#8217;ah, dan ini sangatlah berbahaya. Sebab, kaum muslimin akan digiring kepada sebuah pemahaman bahwa Syi&#8217;ah bersama atribut aqidah dan ritual mereka yang busuk merupakan bagian dari Islam. Yang berarti aqidah Sunnah dan aqidah Syi&#8217;ah sama saja, mau pilih Sunnah atau Syi&#8217;ah boleh-boleh saja. Padahal Allah berfirman :</p>
<p style="font-size:18px;text-align:right">???????????? ?????????????? ????????????????</p>
<p>Artinya : &#8220;<em>Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?</em>&#8221; [QS. Al-Qalam: 35]</p>
<p>6.      Sadar atau tidak sadar &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; telah menyebarkan fitnah dan kedustaan. Media massa yang seperti ini tidak bisa dijadikan sumber ilmu dalam memahami Islam, sebagaimana perkataan Imam Muhammad Ibnu Sirin yang dilansir oleh Imam Muslim dalam muqodimmah kitab <em>Shahih</em>-nya: &#8220;Sesungguhnya ilmu (Syar&#8217;i) ini adalah agama, maka hendaklah kalian melihat (berhati-hati), dari siapa kalian mengambil agama kalian&#8221; [MuqoddimahShohih Muslim,hal 28, cet. Daar Ibn Hazm]</p>
<p>Maka kami nasehatkan kepada kaum muslimin untuk berhati-hati dari bahaya pemberitaan yang dibawa oleh &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; .</p>
<p>Kami tidak akan mencabut pernyataan kami ini kecuali &#8220;Suara Hidayatullah&#8221; mau mengklarisifikasi pemberitaan- pemberitaan yang memojokkan da&#8217;wah Salafiyyah, dan mau kembali kepada Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, sesuai dengan pemahaman sahabat Rasulullah.</p>
<p>Bersambung ke <strong>Bantahan Tuntas Pengakuan Dusta Seorang Agen MOSSAD [2]</strong></p>
<p>[Disalin dengan sedikit editing dari Risalah Dakwah <em>Al-Hujjah</em>, Edisi Khusus/Rabi' ul Akhir/1424H Islamic Center Al-Hunafa' Masjid 'Aisyah Lt II, Jl Soromandi No.1A Lawata - Mataram Tlp 0370-642405]</p>
<p>Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=802&amp;bagian=0" target="_blank">http://almanhaj. or.id/index. php?action= more&amp;article_ id=802&amp;bagian= 0</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/&amp;title=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B1%5D" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/&amp;title=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B1%5D" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/&amp;t=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B1%5D" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B1%5D+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/&amp;title=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B1%5D" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/&amp;title=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B1%5D" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B1%5D+-+http://b2l.me/n96wZ&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Bantahan+Tuntas+Pengakuan+Dusta+Seorang+Agen+MOSSAD+%5B1%5D&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Orang-orang%20yang%20menebarkan%20isu%20dusta%20tentang%20adanya%20hubungan%20Dakwah%20Salafiyyah%20dengan%20zionis%20Yahudi%20%28MOSSAD%29%20melandaskan%20tuduhan%20mereka%20pada%20bukti-bukti%20dan%20cara%20pengambilan%20dalil%20yang%20keji%2C%20sekaligus%20konyol%20dan%20menggelikan%0D%0ADan%20sejenak%20lagi%20Anda%20akan%20simak%20bagaimana%20kami%20menelanjangi%20pemeran-pemeran%20utama%20dalam%20aksi%20dagelan%20ini%2C%20sehingga%20kebenaran%20terungkap.%20Tidak%20lain%20hal%20ini%20kami%20lakukan%20untuk%20menutup%20pintu-pintu%20fitnah%2C%20berusaha%20semaksimal%20mungkin%20menetralisir%20keadaan%20sehingga%20bara%20fitnah%20ini%20tidak%20berkobar%20menjadi%20api%20yang%20membumbung%20diantara%20sesama%20Muslim%2C%20sekaligus%20sebagai%20nasihat%20bagi%20%22Suara%20Hidayatullah%22%20dan%20orang-orang%20yang%20ikut%20andil%20dalam%20menyebar%20fitnah%20ini." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/bantahan-tuntas-pengakuan-dusta-seorang-agen-mossad-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
