You are viewing the Bantahan category

Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (2)

Mencela dan melecehkan para sahabat dengan penghinaan dan tuduhan ngawur merupakan cara-cara pengikut iblis dan musuh-musuh Islam. Tujuan mereka sebenarnya hanyalah berusaha mencela dan merendahkan para saksi kebenaran islam dan hendak mencela Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan menyatakan beliau memiliki sahabat-sahabat yang jelek dan tidak memilih sahabat yang baik saja. Akhirnya dengan cara ini mereka ingin menghancurkan agama islam dan memadamkan cahayanya. Namun Allah tidak ingin cahaya agamaNya padam, bahkan Allah menyempurnakan cahaya agamaNya walaupun kaum kafir pengikut iblis tidak suka dan marah. Biarlah mereka menghadap Alllah dengan membawa kemarahan dan kedengkiannya.

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (1).

Syubhat 6

Mereka menyatakan: “Karena seringnya ia meriwayatkan hadits, Ummul Mukminin ‘A’isyah dan para sahabat yang utama menuduhnya sebagai berbicara tak keruan (mazzah), berbohong (kadzdzab) dan lain-lain.

Umar mengancam akan memukul dan mengasingkannya apabila ia meriwayatkan hadits. Ia sendiri mengaku tidak berani mengucapkan sebuah hadits di zaman Umar. Ummul Mukminin ‘A’isyah mengatakan bahwa ia tidak pernah mendengar Rasul bercerita seperti yang disampaikan Abu Hurairah. ‘Ali menamakannya pembohong umat. Demikian juga tokoh-tokoh yang terdahulu.

Continue Reading

Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (1)

Mencela dan melecehkan para sahabat dengan penghinaan dan tuduhan ngawur merupakan cara-cara pengikut iblis dan musuh-musuh Islam. Tujuan mereka sebenarnya hanyalah berusaha mencela dan merendahkan para saksi kebenaran islam dan hendak mencela Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan menyatakan beliau memiliki sahabat-sahabat yang jelek dan tidak memilih sahabat yang baik saja. Akhirnya dengan cara ini mereka ingin menghancurkan agama islam dan memadamkan cahayanya. Namun Allah tidak ingin cahaya agamaNya padam, bahkan Allah menyempurnakan cahaya agamaNya walaupun kaum kafir pengikut iblis tidak suka dan marah. Biarlah mereka mampus dengan kemarahan dan kedengkiannya.

Mereka hendak memadamkan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan slogan yang tampak luarnya rahmah dan ilmiah namun di dalamnya menyimpan dendam kesumat dan penipuan besar serta kepandiran. Slogan studi kritis hadits, studi ilmiyah dan kebebasan berpendapat, ini semua hanyalah semu dan fatamorgana, tujuannya hanya satu menghancurkan Islam dengan segala cara. Oleh sebab itu berhati-hatilah wahai kaum muslimin dari racun yang mereka tebarkan dimana-mana untuk merusak aqidah dan syariat kita.

Diantara para sahabat yang mereka serang adalah perawi hadits Nabi terbanyak Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dengan melemparkan tuduhan ngawur dan kritikan tanpa dasar, namun dibungkus dengan kata-kata indah dan ilmiyah sehingga banyak menipu kaum muslimin yang belum mengenal aqidah dan syariat islam. Maka dalam makalah singkat ini kita coba mengungkap beberapa tuduhan yang dilontarkan musuh islam kepada tokoh besar kita Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang terzahlimi dengan mencoba membantah dan membedahnya dengan tetap terus memohon kepada Allah kemudahan dan petunjuknya. Continue Reading

Wanita Imami Shalat Jum’at?

Sensasi memang membuat orang terkenal dan hanya untuk itu banyak orang mengorbankan kehormatannya. Demikianlah jaringan iblis senantiasa berusaha menjerat anak manusia kepada kesesatan dan penyimpangan dengan melemparkan senjata pamungkasnya yaitu syubhat dan syahwat.

Dewasa ini ada sekelompok orang yang mengaku Islam bebas menggembar-gemborkan isu kesamaan gender dengan segala cara dan didukung dana besar dari orang kafir. Mereka sengaja ingin mengkaburkan dan meliberalisasikan Islam sehingga menjadi agama yang jauh dari tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan dekat dengan tuntunan musuh-musuh Islam.

Diantara program memuluskan konsep persamaan gender ini adalah upaya mensetarakan laki-laki dan perempuan dalam ibadah dan ketentuanIslam yang sudah jelas dibedakan, seperti hak waris, hak kebebasan berapresiasi dan bekerja dilapangan kerja laki-laki dan lainnya.

Beberapa tahun lalu juga ada upaya mereka memuluskan konsep ini dengan mengangkat berita wanita yang dipanggil dengan nama Amina Wadud yang mengimami shalat jum’at di sebuah gereja Anglikan the Synod House of Cathedral of St John thi devine di New York.[1] yang dipublikasikan di banyak media cetak dengan dibumbui komentar beberapa ‘inteluktual’ dan “kyai” yang dikesankan hal itu tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Untuk itulah tampaknya perlu kita komentari komentar mereka tersebut agar masyarakat islam tidak tertipu dan terpedaya syubhat mereka. Walaupun sebenarnya membutuhkan penjabaran yang panjang, namun dalam kesempatan ini kita coba menyampaikannya dengan ringkas saja. Continue Reading

Bantahan Tuntas Pengakuan Dusta Seorang Agen MOSSAD [2]

[4]. Siapa Sebenarnya “TAKFIR MANIA” itu?
Masih dalam pemberitaannya, Suara Hidayatullah menukil hasil wawancara dengan sang Agen: “Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan (takfir -red) antar pihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingan sesama mereka…” [Pengakuan Seorang Agen MOSSAD , paragraf 16, hal. 79].

Bantahan:
Jika yang dimaksud dengan pernyataan tersebut adalah buku-buku salaf -dan tampaknya itu yang diinginkan sang Agen dan orang-orang yang meng-copy pemberitaan ini- maka ini adalah fitnah klasik yang coba dibangkitkan kembali gaungnya untuk memojokkan da’wah Salafiyyah.

Baiklah, akan kami perjelas duduk perkara yang sesungguhnya. Akan tetapi kami memberikan kesempatan kepada pembaca untuk menghirup nafas sedalam-dalamnya; karena akan muncul banyak “kejutan” dalam jawaban kami terhadap tuduhan dusta tersebut. Sekaligus sebagai “hidangan penutup” bagi Suara Hidayatullah dan hizbiyyin (fanatikus golongan) atas sumbangsih mereka dalam menebarkan fitnah keji sang Agen.

Seribu satu macam keheranan telah menghantui kami; tatkala da’wah Salafiyyah melalui da’wah dan buku-bukunya diopinikan sebagai biang keladi fitnah dan takfir (pengkafiran) antar sesama muslim. Ini merupakan tikaman yang kedua, setelah sebelumnya pada tikaman yang pertama, hizbiyyin menggerayangi da’wah Salafiyyah dengan tuduhan buku-buku salaf bersumber dari Yahudi (MOSSAD). Continue Reading

Bantahan Tuntas Pengakuan Dusta Seorang Agen MOSSAD [1]

???? ????? ???? ???? ?????? ????? ???????????? ???????? ???????? ???????? ???? ????????????? ??? ?????????? ?????? ???????

Artinya : “Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak berkata (sesuatu) kecuali dusta” [QS. Al-Kahfi : 5]

Orang-orang yang menebarkan isu dusta tentang adanya hubungan Dakwah Salafiyyah dengan zionis Yahudi (MOSSAD) melandaskan tuduhan mereka pada bukti-bukti dan cara pengambilan dalil yang keji, sekaligus konyol dan menggelikan. Dalam hal ini, dua bentuk dagelan telah dipertontonkan secara vulgar tanpa malu :

1. Pertama: Adalah “Suara Hidayatullah” , sebuah media masa yang cukup tersohor di tanah air. Dalam pemberitaannya [edisi 01/XVI/Rabiul Awwal 1424 hal.78-79 "Pengakuan AGEN MOSSAD"] telah memuat nukilan-nukilan sampah yang berisi fitnah batil tentang adanya hubungan Dakwah Salafiyyah dengan Zionis Yahudi (MOSSAD). -na’udzubillah-

2. Kedua: Seorang pentolan Jama’ah Tabligh bernama “Amir Sunni” -yang lebih pantas disebut “Amir Bid’i”- juga telah menebarkan isu serupa di sebuah situs internet [file-nya ada pada kami-red]. Amir Bid’i yang telah lama berkecimpung dalam dunia khuruj (ala Jama’ah Tabligh), mimpi dan bualan-bualan antik kaum shufi, telah berkata dalam tulisannya yang ditujukan kepada kami: “ ….YAHUDI senang dengan Gerakan kalian. Sebab banyak mulut sedikit amalan. Ada juga yang NATO -Non Action Talking Only- dan saya juga mendengar bahwa kalian… Wahai saudaraku yang Salafy… adalah antek-antek Yahudi….“. Continue Reading