<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UstadzKholid.com &#187; Aqidah</title>
	<atom:link href="http://ustadzkholid.com/category/aqidah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzkholid.com</link>
	<description>Meniti Sunnah Menggapai Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 02:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tashfiyah dan Tarbiyah Jalan Menuju Kejayaan Umat (Seri-3)</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 04:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2013</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana Dengan Zaman Ini?
Orang yang memperhatikan perjalanan para ulama ahlus sunnah di masa yang lalu dan sekarang akan mendapati bahwa para ulama ahlus sunnah menempuh jalan yang satu dalam berdakwah, di atas ilmu dan bashirah (hujjah/argumentasi yang nyata), seperti dijelaskan Allah,
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَآ أَنَا [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bagaimana Dengan Zaman Ini?</strong></p>
<p>Orang yang memperhatikan perjalanan para ulama <em>ahlus sunnah</em> di masa yang lalu dan sekarang akan mendapati bahwa para ulama <em>ahlus sunnah</em> menempuh jalan yang satu dalam berdakwah, di atas ilmu dan <em>bashirah</em> (<em>hujjah</em>/argumentasi yang nyata), seperti dijelaskan Allah,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَآ أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ</strong></p>
<p>“<em>Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah Subhanahu wa Ta’aladengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.</em>” (QS. Yusuf: 108)</p>
<p>Dakwah mereka mencakup ilmu, belajar (<em>ta’allum</em>) dan mengajar (<em>ta’liim</em>). Metode ini dibangun diatas tiga dasar: mengetahui kebenaran, berdakwah kepadanya, dan teguh di atasnya. Metode ini harus ditempuh dengan <strong><em>tashfiyah dan tarbiyah</em></strong>.<br />
<span id="more-2013"></span><br />
<em>Tashfiyah</em> (pemurnian) adalah memurnikan Islam pada semua bidangnya dari semua perkara yang asing dan jauh darinya.</p>
<p><em>Tarbiyah</em> (pembinaan) adalah membina generasi-generasi Islam di zaman ini, yang sedang tumbuh dengan Islam yang telah dimurnikan. (At-<em>Tashfiyah wat Tarbiyah</em>, hlm.19, karya Syekh Ali bin Hasan al-Halabi)</p>
<p><strong>Mengapa Harus Tashfiyah</strong></p>
<p>Bila kita perhatikan realita umat ini dan hadits-hadits Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang telah disampaikan di atas, kita mendapati bahwa ajaran Islam telah terkotori ke<em>bid’ah</em>an dan perkara-perkara yang justru menyelisihi hakikat ajaran Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang telah dipahami generasi pertama umat ini. Atas dasar itulah, sangat perlu dilakukan pembaruan dan pemurnian ajaran tersebut dari yang mengotorinya.</p>
<p>Syekh Muhammad al-Basyir al-Ibrahimi menjelaskan, “Setelah kita berpikir, meneliti, dan mengkaji keadaan umat dengan tempat tumbuh penyakit-penyakitnya, maka kita benar-benar mengetahui bahwa jalan-jalan <em>bid’ah</em> dalam Islam adalah sebab terpecahbelahnya kaum muslimin, dan kita mengetahui bahwa ketika kita melawannya berarti kita melawan seluruh keburukan.” (<em>Al-Ashalah</em>: 1/34)</p>
<p>Jelaslah, sebab munculnya perpecahan kaum muslimin adalah jauhnya mereka dari ajaran Islam yang benar. Ajaran yang telah menyatukan para sahabat yang sebelumnya mereka bercerai-berai dan saling memusuhi. Kemudian setelah bercampurnya ajaran tersebut dengan ke<em>bid’ah</em>an pada kaum muslimin, terjadilah perpecahan dan permusuhan di antara mereka hingga akhirnya mereka menjadi rendah dan hina seperti sekarang ini.</p>
<p>Sesungguhnya tersebarnya kesesatan akidah, <em>bid’ah-bid’ah</em> ibadah, dan perselisihan dalam agama menjadikan kaum muslimin lepas dari agamanya dan jauh dari dua pondasi utamanya. Itulah yang menjauhkan kaum muslimin dari keistimewaan-keistimewaan agama dan akhlaknya, sehingga sampai kepada kondisi yang kita lihat sekarang.</p>
<p><strong>Oleh karena itu, kaum muslimin tidak mungkin selamat dari bid’ah, kesesatan, atau penyimpangan-penyimpangan kecuali dengan <em>tashfiyah</em> terhadap agama dan hal-hal yang terkait dengannya, dari seluruh noda dan perkara asing yang masuk padanya.</strong></p>
<p><strong>Bidang-Bidang yang Di-<em>tashfiyah</em></strong></p>
<p>Begitu banyak bidang yang perlu di-<em>tashfiyah</em> karena betapa banyak hal baru, kebiasaan dan penyelewengan yang masuk, baik dalam perkara <em>ushuluddin</em> (perkara pokok dalam agama) maupun <em>furu’</em> (cabang)nya.</p>
<p>Syekh Ali bin Hasan al-Halabi <em>hafidzuhullah</em> menyebutkan contoh bidang-bidang yang perlu di<em>tashfiyah</em>, yaitu: (1) Akidah, (2) Hukum, (3) Sunnah, (4) Fikih, (5) Tafsir, (6) Tazkiyah, (7) Pemikiran, (8) Tarikh, (9) Dakwah, dan (10) Bahasa Arab.</p>
<p><strong>Yang Melakukan <em>Tashfiyah</em></strong></p>
<p>Tentulah <em>tashfiyah</em> tersebut dilakukan oleh para ulama yang telah mapan ilmunya. Adapun masyarakat Islam, mereka mengikuti penjelasan ulama. Sesungguhnya, ulama <em>rabbaniyin</em> akan tetap ada sampai akhir zaman yang dikehendaki oleh Allah. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ : يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ وَ إِنْتِحِالَ الْمُبْطِلِيْنَ</strong></p>
<p><em>“Ilmu agama ini akan dibawa oleh orang-orang yang terpercaya pada setiap generasi: mereka akan menolak tahrif (perubahan) yang dilakukan oleh orang-orang yang melewati batas, ta’wil (penyimpangan arti) yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh, dan kedustaan yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat kepalsuan.” </em>(Riwayat Ibnu ‘Adi, Al-Baihaqi, Ibnu ‘Asakir, Ibnu Hibban, dll,; dinyatakan berderajat <em>hasan</em> oleh Syekh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam <em>Hilyatul ‘Alim Al-Mu’allim</em>, hlm.77, juga oleh Syekh Ali bin Hasan di dalam <em>At-Tashfiyah wat Tarbiyah</em>)</p>
<p>Para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “orang-orang yang terpercaya” dalam hadits ini adalah para ulama ahli hadits di setiap zaman.</p>
<p><strong>Mengiringi <em>Tashfiyah</em> dengan <em>Tarbiyah</em></strong></p>
<p><em>Nah</em>, jalan menuju kejayaan harus dimulai dengan mengembalikan ajaran Islam ini seperti <strong><em>perkara pertama</em></strong>nya dengan melakukan <em>tashfiyah, </em>hingga kembali sebagaimana yang dijalani Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya, baik dalam akidah, ibadah, <em>suluk</em> (jalan hidup) dan seluruh perkara yang berkaitan dengan syariat. Namun, tidak hanya berhenti sampai di sini. Hal tersebut harus dilanjutkan dengan <em>tarbiyah</em> (pembinaan) umat di atas dasar ilmu yang sudah <em>shahih</em> dan sudah di-<em>tashfiyah </em>(dimurnikan).</p>
<p>Syekh al-Albani <em>rahimahullah</em> menyatakan, “Apabila kita ingin kejayaan dari Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dan kerendahan diangkat dari kita, serta kita dimenangkan dari musuh-musuh kita, maka untuk mencapai itu semua, seluruh hal yang telah saya isyaratkan&#8211;dari kewajiban meluruskan pemahaman dan menghilangkan pemikiran-pemikiran yang menyelisihi dalil-dalil syar’i&#8211;tidaklah cukup …. Disana ada hal lain yang sangat penting sekali-–inilah inti yang sebenarnya&#8211;dalam meluruskan pemahaman, yaitu beramal; karena ilmu adalah sarana untuk beramal. Apabila seseorang telah belajar dan ilmunya sudah ter-<em>tashfiyah</em>, kemudian dia tidak mengamalkan ilmu tersebut, maka sangat otomatis terjadi ilmu tersebut tidak menghasilkan buah. Oleh karena itu, ilmu harus disertai dengan amalan. Sudah menjadi kewajiban para ulama untuk mengurus pembinaan kaum muslimin yang baru di atas dasar ketetapan yang ada dalam Alquran dan Assunah. Jangan membiarkan manusia berada di atas pemikiran dan kesalahan yang mereka warisi. Sebagiannya pasti batil menurut kesepakatan para ulama, sebagiannya masih diperselisihkan dan memiliki kekuatan dalam penelitian dan ijtihad serta <em>ra’yu </em>(pendapat pribadi), dan sebagian ijtihad dan <em>ra’yu</em> ini menyelisihi sunnah. Setelah dilakukan <em>tashfiyah </em>terhadap perkara-perkara ini dan menjelaskan semua kewajiban memulai dan berjalan padanya, maka harus ada <em>tarbiyah </em>(pembinaan) terhadap orang-orang baru di atas ilmu yang shahih ini. Pembinaan inilah yang akan membentuk masyarakat Islam yang bersih untuk kita dan kemudian akan tegak daulah Islam untuk kita. Tanpa dua hal ini, yaitu ilmu yang shahih dan pembinaan yang benar di atas ilmu yang shahih ini, mustahil-–menurut keyakinan saya&#8211;tiang-tiang Islam akan tegak atau hukum Islam atau negara Islam.” (<em>At-Tashfiyah wat Tarbiyah wa Haajat an-Naas Ilaihaa,</em> hlm.29-31)</p>
<p>Hal ini dijabarkan oleh Syekh Abdurrahman bin Yahya al-Mu&#8217;allimi dalam pernyataan beliau, &#8220;Orang-orang yang mengenal Islam dan ikhlas terhadapnya telah banyak melaporkan bahwa kelemahan dan kemunduran yang menimpa umat Islam hanyalah disebabkan jauhnya mereka dari hakikat Islam.  Aku melihat bahwa hal itu kembali kepada tiga perkara:</p>
<p>-       Pertama: Bercampurnya sesuatu yang bukan berasal dari agama (Islam) dengan sesuatu yang berasal dari agama (Islam).</p>
<p>-       Kedua: Lemahnya keyakinan terhadap sesuatu yang termasuk bagian dari agama (Islam).</p>
<p>-       Ketiga: Tidak mengamalkan hukum-hukum agama (Islam).</p>
<p>Berdasarkan ini, maka mengetahui adab-adab yang benar yang diajarkan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di dalam ibadah dan mu&#8217;amalah, tinggal dan bersafar, bergaul dengan orang lain dan sendirian, gerakan dan diam, bangun dan tidur, makan dan minum, berbicara dan diam, dan selain itu yang ada pada kehidupan manusia, dengan berusaha mengamalkannya sesuai dengan kesanggupan, itu adalah obat satu-satunya untuk penyakit-penyakit itu. Sesungguhnya banyak dari adab-adab itu mudah pada jiwa, maka jika seseorang mengamalkan sesuatu yang mudah baginya, dengan meninggalkan hal yang menyelisihinya, <em>insyaAllah Subhanahu wa Ta’ala </em>tidak lama (kemudian) dia ingin menambah. Sehingga mudah-mudahan tidaklah lewat satu masa tertentu kecuali dia telah menjadi teladan bagi orang lain di dalam hal itu.</p>
<p>Dengan mengikuti petunjuk Nabi yang lurus itu, dan berakhlak dengan akhlak yang agung itu, walaupun sampai batas tertentu, hati akan bersinar, dada akan longgar, jiwa akan tenang, sehingga keyakinan menjadi mendalam, dan amalan menjadi baik. Jika banyak orang yang meniti jalan ini, tidak lama penyakit-penyakit itu akan hilang, <em>insyaallah</em>&#8220;. (Mukaddimah pada kitab <em>Fadhlullahis Shamaad</em> 1/17; dinukil dari <em>At-Tashfiyah wat Tarbiyah</em>, hlm: 19-20, karya Syekh Ali bin Hasan al-Halabi)</p>
<p>Demikian kemudahan yang diberikan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> kepada penulis, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p><em>Alhamdulillaahi Rabbil &#8216;Aalam</em><em>iiin</em></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.<br />
Artikel <a href="http://www.ustadzkholid.com/" target="_blank">www.UstadzKholid.com</a></strong></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;t=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29+-+http://bit.ly/r3ZQ81&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-3%29&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagaimana%20Dengan%20Zaman%20Ini%3F%0D%0A%0D%0AOrang%20yang%20memperhatikan%20perjalanan%20para%20ulama%20ahlus%20sunnah%20di%20masa%20yang%20lalu%20dan%20sekarang%20akan%20mendapati%20bahwa%20para%20ulama%20ahlus%20sunnah%20menempuh%20jalan%20yang%20satu%20dalam%20berdakwah%2C%20di%20atas%20ilmu%20dan%20bashirah%20%28hujjah%2Fargumentasi%20yang%20nyata%29%2C%20seperti%20dijelaskan%20Allah%2C%0D%0A%D9%82%D9%8F%D9" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tashfiyah dan Tarbiyah Jalan Menuju Kejayaan Umat (Seri-2)</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 02:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2011</guid>
		<description><![CDATA[KEMBALI KEPADA ISLAM 
Dengan keadaan yang buruk disebabkan jauhnya dari agama Allah, maka keadaan umat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan kembali menuju agama ini. Solusi ini bukanlah ijtihad (penentuan pendapat oleh ulama tentang hukum suatu hal dalam Islam, berdasarkan Alquran dan Assunah –ed) dari ulama yang berijtihad, namun ketetapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEMBALI KEPADA ISLAM </strong></p>
<p>Dengan keadaan yang buruk disebabkan jauhnya dari agama Allah, maka keadaan umat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan kembali menuju agama ini. Solusi ini bukanlah ijtihad (penentuan pendapat oleh ulama tentang hukum suatu hal dalam Islam, berdasarkan Alquran dan Assunah <sup>–ed</sup>) dari ulama yang berijtihad, namun ketetapan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Oleh karena itu, semua pendapat yang bertentangan dengan <em>nash</em> (dalil tegas) dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah tertolak, karena Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah menjelaskan solusi kemuliaan umat ini, sebagaimana hadits di bawah ini,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ</strong></p>
<p><em>Dari Ibnu Umar, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika kamu berjual-beli &#8216;inah (semacam riba), kamu memegangi ekor-ekor sapi, kamu puas dengan tanaman, dan kamu meninggalkan jihad, maka Allah Subhanahu wa Ta’alapasti akan menimpakan kehinaan kepadamu. Dia tidak akan menghilangkan kehinaan itu sehingga kamu kembali menuju agamamu.’.&#8221;</em> (Riwayat Abu Daud: no.3462; Ahmad: no.4825; dll. Lihat: <em>Ash-Shahiihah</em>: no.11)<br />
<span id="more-2011"></span><br />
Syekh al-Albani menyatakan, “Kalau begitu, satu-satunya terapi adalah <strong><em>kembali menuju agamamu</em></strong>, namun agama ini-–sebagaimana diketahui oleh semua orang khususnya para penuntut ilmu agama&#8211;sangat diperselisihkan. Perselisihan ini tidak hanya terbatas pada permasalahan <em>furu</em>’ (cabang)-–sebagaimana sangkaan banyak penulis dan ulama&#8211;. Akan tetapi, perselisihan ini telah melampaui permasalahan akidah.”</p>
<p>Kemudian beliau mempertanyakan, “Agama mana yang harus kita jadikan tempat kembali?” (<em>At-Tashfiyah wat Tarbiyah wa Haajatul Muslimin Ilaiha</em>, hlm.14-15)</p>
<p>Permasalahan ini dijawab oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, yang disampaikan oleh Abu Waaqid al-Laitsi <em>radhiallahu ‘anhu,</em></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ وَ نَحْنُ جُلُوْسٌ عَلَى الْبِسَاطِ : إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ قَالُوْا : كَيْفَ نَفْعَلُ يَا رَسُوْلَ الله؟ قَالَ : فَرَدَّ يَدَهُ إِلَى الْبِسَاطِ فَأَمْسَكَ بِهِ  قَألَ : تَفْعَلُوْنَ كَذَا<br />
</strong></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>وَذَكَرَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ يَوْمًا أَنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ فَلَمْ يَسْمَعْهُ كَثِيْرٌ منَ النَّاسِ فَقَالَ مُعَاذُ : تَسْمَعُوْنَ مَا يَقُوْلُ رَسُوْلُ اللهِ ؟ قَألُوْا : مَا قَالَ ؟ قَالَ : يَقُوْلُ : إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ قَالُوْا : كَيْفَ بِنَا يَا رَسُوْلَ الله؟ أَوْ كَيْفَ نَصْنَعُ ؟ قَالَ : تَرْجِعُوْنَ إِلَى أَمْرِكُمُ الأَوَّلِ </strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya Rasulullah pernah berkata, sedangkan kami dalam keadaan duduk-duduk di tikar, ‘Akan muncul fitnah.’ Mereka bertanya, ‘Apa yang kami kerjakan, wahai Rasulullah?’.” Abu Waaqid menyatakan, “Lalu beliau mengembalikan tangannya ke tikar lalu memegangnya dan berkata, ‘Kerjakan demikian!’.</em></p>
<p><em>Rasulullah pada satu hari menjelaskan kepada mereka bahwa fitnah (ujian) akan datang, lalu banyak orang yang tidak mendengarnya. Maka Mu’adz berkata, ‘Apakah kalian mendengar apa yang dikatakan Rasulullah?’ Mereka menjawab, ‘Apa yang dikatakannya?’ Mu’adz berkata, ‘Beliau bersabda, ‘Akan muncul fitnah.’ Mereka bertanya, ‘Bagaimana dengan kami, wahai Rasulullah? Atau apa yang harus kami lakukan?’ Beliau menjawab, ‘Kembalilah kepada <strong>perkaramu yang pertama</strong></em>.’.” (lihat: <em>Silsilah Shahiihah</em>: no.11)</p>
<p>Dalam hadis yang mulia ini Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjelaskan terjadinya fitnah, ujian, dan musibah yang menimpa  kaum muslimin. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga menjelaskan jalan keluar dari semua (permasalahan) ini, yaitu dengan kembali kepada <strong><em>perkara pertama</em></strong>, yaitu ajaran Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya g, sebagaimana disampaikan dalam hadits Irbaadh bin Saariyah <em>radhiallahu ‘anhu</em> yang berbunyi,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذِهِ لَمَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا قَالَ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلاَّ هَالِكٌ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِمَا عَرَفْتُمْ مِنْ سُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَعَلَيْكُمْ بِالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّمَا الْمُؤْمِنُ كَالْجَمَلِ اْلأَنِفِ حَيْثُمَا قِيدَ انْقَادَ </strong></p>
<p><em>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menasihati kami dengan sebuah nasihat yang membuat mata kami meneteskan air mata dan membuat hati kami bergetar. Maka kami berkata, ‘Wahai, Rasulullah! Sungguh ini adalah nasihat perpisahan, maka apa yang engkau wasiatkan kepada kami?’ Beliau berkata, ‘Sungguh telah aku tinggalkan kalian di atas jalan yang sangat jelas, siangnya seperti malamnya, tidaklah (seseorang)  berpaling darinya setelahku kecuali (dia) binasa. Barangsiapa diantara kalian yang hidup, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh kepada sunnah (ajaran)ku dan sunnah Khulafaaurraasyidiin (para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus) yang telah kalian ketahui. Gigitlah (sunnah tersebut) dengan gigi geraham. Wajib atas kalian untuk taat (kepada pemerintah), walaupun yang memerintah adalah budak habasyi (budak berkulit hitam), karena sesungguhnya seorang mukmin itu seperti unta yang diberi tali kendali, kemana dia diikat maka ia akan patuh.” </em>(Riwayat Ibnu Majah dan Ahmad)</p>
<p>Dalam riwayat lain dinyatakan,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ </strong></p>
<p><em>“Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin) walaupun (dia) seorang budak habasyi (budak berkulit hitam). Karena sesungguhnya barangsiapa yang hidup setelahku, maka dia akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib kalian untuk berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaaurraasyidiin (para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus). Peganglah dan gigitlah (sunnah tersebut) dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat.” </em>(Riwayat Abu Daud: no.4607; Tirmidzi: 2676; ad-Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Saariyah)</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Rajab <em>rahimahullah</em> menyatakan, “Sabda Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> “<strong>مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي</strong>” berisi berita dari Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentang banyaknya perselisihan dalam masalah <em>ushul</em> (pokok) agama dan <em>furu’</em> (cabang)nya, serta perkataan, perbuatan, dan keyakinan yang menimpa umat ini. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatakan tentang perpecahan umat menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu kelompok yaitu yang berada diatas ajaran Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya <em>radhiallahu ‘anhum</em>. Demikian juga hadits ini berisi perintah untuk berpegang teguh dengan sunnah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan sunnah <em>Khulaafaurraasyidiin</em> setelah beliau, ketika terjadi perpecahan dan perselisihan.</p>
<p><strong>Siapakah yang Berada Di Atas Ajaran Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan Para Sahabatnya <em>radhiallahu ‘anhum</em>?</strong></p>
<p>Orang yang memperhatikan hadits-hadits di atas akan mengetahui dengan benar jalan kembali tersebut. Apalagi hal ini telah diisyaratkan dalam sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ عِمْرَانُ لاَ أَدْرِي أَذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ قَرْنَيْنِ أَوْ ثَلاَثَةً</strong></p>
<p>“<em>Sebaik-baik kalian adalah generasiku (sahabat), kemudian yang menyusul mereka (tabi’in), kemudian yang menyusul mereka (tabi’ut tabi’in).” Imran berkata, ‘Saya tidak ingat dengan benar apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan setelah itu dua generasi atau tiga generasi</em>.” (Riwayat Bukhari)</p>
<p>Bila melihat kepada kejadian dan peristiwa sejarah masa lalu, maka jelaslah bahwa orang yang paling kuat berpegang kepada jalan dan ajaran tiga generasi di atas adalah <em>Ahlususnah</em> dengan berbagai namanya, seperti <em>ahli hadits </em>(orang yang berusaha mempelajari dan mengamalkan hadits Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> <sup>-ed</sup>), <em>salafiyyuun </em>(pengikut para sahabat, tabiin, dan tabi’ut tabi’in <sup>-ed</sup>)<em>,</em> dan <em>al-ghuraba’ </em>(orang-orang yang asing <sup>-ed</sup>).</p>
<p>Imam Abul Qasim Isma’il at-Taimi al-Ashbahani menyatakan,</p>
<p>“Kami mengenal sunnah (ajaran) Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melalui <em>atsar</em> yang diriwayatkan dengan <em>sanad</em> yang shahih. Kelompok ini&#8211;yaitu <em>ash-habul hadits</em>&#8211;adalah orang yang paling semangat menuntutnya, lebih semangat mengamalkannya, dan lebih mengikuti pemiliknya (Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>). Maka wajib bagi kita untuk berpegang teguh dengan Alquran dan Assunah, karena merekalah ahlinya, bukan kelompok yang lainnya. Oleh karena orang yang mengaku ahli dalam bidang tertentu, apabila tidak ada padanya sesuatu yang menunjukkan keahliannya, maka ia telah membatalkan pengakuannya. Keahlian seseorang diketahui dengan alatnya. Apabila engkau melihat seseorang membuka pintu tokonya dengan membawa pemanggang besi (<em>al-kiir</em>), palu, dan lempengan untuk pukulan (<em>sanadan</em>), maka engkau tahu kalau ia adalah pandai besi. Apabila engkau melihat seseorang membawa jarum dan gunting, maka engkau tahu bahwa ia adalah seorang penjahit. Kapan saja seorang penjual kurma berkata kepada penjual minyak wangi, “Saya adalah penjual minyak wangi,” maka ia akan menjawab, “Engkau berdusta, sayalah penjual minyak wangi.” Semua orang umum yang menyaksikan akan membenarkan ucapannya (bahwa penjual kurma itu berdusta). Kami mendapati sahabat-sahabat kami bepergian mencari <em>atsar</em> yang menunjukkan sunnah-sunnah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, lalu mereka mengambilnya dari sumbernya, dan mengumpulkan dari tempat-tempatnya serta menghapalnya. Mereka juga mengajak manusia untuk mengikutinya dan tidak menyelisihinya. Sunnah-sunnah ini (akhirnya) menjadi banyak berada pada mereka dan ditangan mereka hingga mereka terkenal dengannya, sebagaimana terkenalnya tukang roti dengan rotinya, penjual kurma dengan kurmanya, dan penjual minyak wangi dengan minyak wanginya. Sebaliknya, engkau melihat orang-orang lain terbalik pengetahuan dan <em>ittiba’</em> (sikap mengikuti tuntunan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>)nya, mencela sunnah (ajaran Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>), dan memotivasi manusia agar tidak memperhatikan pengumpulan sunnah dan penyebarannya serta menggelari sunnah dan <em>ahli sunnah</em> dengan gelaran yang paling jelek. Maka kami mengetahui dengan indikasi-indikasi ini bahwa mereka yang bersemangat mengumpulkan sunnah, menghapal, dan mengikutinya lebih pantas daripada kelompok-kelompok lain yang tidak memperhatikannya. Hal tersebut karena yang dimaksud <em>ittiba’</em> menurut para ulama adalah mengambil sunnah-sunnah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang telah shahih dan yang diperintahkan untuk mengamalkannya dan berhenti dari larangannya. Indikasi-indikasi ini tampak jelas pada <em>ahli sunnah</em> yang pantas menyandang nama ini.”</p>
<p>Memang demikianlah mereka, seperti yang disampaikan oleh Manshur bin ‘Amaar as-Sulami al-Khurasani, seorang ulama yang hidup ditahun 200-an, dalam penuturannya,</p>
<p>“Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menugaskan penjagaan <em>atsar</em> (peninggalan para sahabat g) yang menafsirkan Alquran dan sunnah-sunnah yang kokoh bangunannya kepada sekelompok orang-orang pilihan. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> memberikan mereka taufik untuk mencarinya dan menuliskannya, dan memberikan kekuatan kepada mereka dalam memelihara dan menjaganya. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> juga memberikan kecintaan membaca dan mempelajarinya kepada mereka, dan menghilangkan dari mereka perasaan lelah dan bosan, duduk dan bepergian, mengorbankan jiwa dan harta dengan menyeberangi hal-hal yang menakutkan. Mereka bepergian dari satu negeri ke negeri lainnya untuk menuntut ilmu di setiap tempat dalam keadaan rambut yang kusut, pakaian compang-camping, perut lapar, mulut kering, wajah pucat karena kelelahan dan kelaparan, dan badan yang kurus. Mereka memiliki satu tekad kuat dan ridha kepada ilmu sebagai petunjuk dan pemimpinnya. Rasa lapar dan haus tidak memutus mereka dari hal itu. Juga musim panas dan dingin, tidak membuat mereka bosan dalam memilah-milah yang shahih dari yang bermasalah, dan yang kuat dari yang lemah (dari sunnah-sunnah) dengan pemahaman yang kuat, pandangan yang luas, dan hati yang sangat mengerti kebenaran. Sehingga (mereka) dapat menjaga dari kesesatan orang yang suka menduga-duga, perbuatan bid&#8217;ah orang-orang <em>mulhid</em> (orang yang menyimpang dari kebenaran <sup>–ed</sup>), dan kedustaan para pendusta. Seandainya engkau melihat mereka (para penjaga <em>atsar</em> <sup>–ed</sup>), mereka menghidupkan malam hari dengan menulis semua yang telah mereka dengar, mengoreksi semua yang telah mereka kumpulkan, dalam keadaan menjauhi kasur empuk dan pembaringan yang menggiurkan. Rasa kantuk pun telah menguasai mereka sehingga menidurkannya dan lepaslah pena-pena dari telapak tangan mereka; namun seketika itu juga mereka tersadar dalam keadaan terkejut.</p>
<p>Kelelahan telah memberikan rasa sakit pada punggung mereka, dan keletihan berjaga waktu malam telah melelahkan akal pikiran mereka, sehingga mereka berusaha menghilangkannya. Untuk mengistirahatkan badan, mereka berusaha berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Untuk menghilangkan rasa kantuk dan tidurnya, mereka memijat-mijat mata dengan tangan mereka, kemudian kembali menulis karena semangat yang tinggi dan antusias mereka kepada ilmu. Hal ini, tentu membuat engkau mengerti, bahwa mereka adalah penjaga Islam dan penjaga gudang ilmu Allah. Apabila mereka telah selesai menunaikan sebagian yang mereka tuntut dari keinginan-keinginannya tersebut, maka mereka pulang menuju negerinya, lalu duduk menetap di masjid-masjid dan memakmurkannya dengan menggunakan pakaian <em>tawadhu`</em> (kerendahan hati), pasrah, dan menyerah. Mereka berjalan dengan rendah hati, tidak mengganggu tetangga dan tidak melakukan perbuatan buruk, hingga apabila ada penyimpangan atau orang yang keluar dari agama, maka mereka keluar sebagaimana keluarnya singa dari kandangnya untuk mempertahankan syiar-syiar Islam.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p><strong>=Bersambung <em>insya Allah</em>=</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.<br />
Artikel <a href="http://www.ustadzkholid.com/" target="_blank">www.UstadzKholid.com</a></strong></p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> <em>Al-Muhaddits al-Fashil Baina ar-Rawi wa al-Wa&#8217;i</em>, hlm. 220-221. Dinukil dari <em>Manhaj al-Muhadditsin fi Taqwiyat al-Ahadits al-Hasanah wa al-Dha&#8217;ifah</em>, hlm.6-7.</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-2%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-2%29" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/&amp;t=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-2%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-2%29+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-2%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-2%29" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-2%29+-+http://bit.ly/nuuswr&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-2%29&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A KEMBALI%20KEPADA%20ISLAM%20%0D%0A%0D%0ADengan%20keadaan%20yang%20buruk%20disebabkan%20jauhnya%20dari%20agama%20Allah%2C%20maka%20keadaan%20umat%20ini%20tidak%20akan%20menjadi%20baik%20kecuali%20dengan%20kembali%20menuju%20agama%20ini.%20Solusi%20ini%20bukanlah%20ijtihad%20%28penentuan%20pendapat%20oleh%20ulama%20tentang%20hukum%20suatu%20hal%20dalam%20Islam%2C%20berdasarkan%20Alquran%20dan%20Assun" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/islam-umat-jaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tashfiyah dan Tarbiyah Jalan Menuju Kejayaan Umat (Seri-1)</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 07:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=2005</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar). Oleh karena itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala memenangkan agama ini di atas seluruh agama, walaupun orang kafir tidak menyukainya. Kemudian dengan berjalannya waktu dan jauhnya masa dari zaman kenabian, umat Islam semakin jauh dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah mengutus Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dengan membawa petunjuk dan agama yang <em>haq</em> (benar). Oleh karena itulah, Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> memenangkan agama ini di atas seluruh agama, walaupun orang kafir tidak menyukainya. Kemudian dengan berjalannya waktu dan jauhnya masa dari zaman kenabian, umat Islam semakin jauh dari agamanya yang <em>haq</em>. Banyak perkara yang bukan agama dianggap sebagai agama. Demikian juga, lemahnya ilmu dan semangat mengamalkan Islam telah banyak menimpa umat ini. Maka tidak aneh, Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menimpakan kehinaan pada umat ini. Kehinaan itu tidak akan hilang sehingga mereka kembali kepada agama-Nya.<br />
<span id="more-2005"></span><br />
<strong>Satu Realita yang Menyedihkan</strong></p>
<p>Keadaan umat dewasa ini termasuk sudah mencapai tingkatan terendah dalam sejarah Islam. Kehinaan, keterbelakangan, dan penjajahan (baik yang terang-terangan maupun samar) tetap melekat pada negara-negara Islam. Tentunya hal ini membuat kita berpikir dan selalu bertanya mengapa demikian dan apa yang membuat kaum muslimin terjerumus ke dalam keadaan seperti ini. Lalu, kita pun bertanya adakah solusi dari ini semua?</p>
<p>Banyak tokoh kaum muslimin mencari solusi menuju kejayaan Islam dengan aneka ragam pemikiran dan konsepnya. Ada yang menjadikan ekonomi sebagai sebab kemunduran dan solusinya adalah mengembangkan perekonomian yang unggul dan maju. Ada juga yang menjadikan partai politik sebagai kendaraan menuju kejayaan tersebut. Ada juga yang hanya memperhatikan adab dan budi pekerti tanpa menyentuh akidah Islam.</p>
<p>Mungkin mereka semua lupa atau belum tahu bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah menjelaskan seluruh kebaikan yang akan membuat umat ini jaya di dunia dan akhirat. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga telah memperingatkan umat ini dari semua hal yang berbahaya dan merugikan bagi dunia dan akhirat mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ </strong></p>
<p>“<em>Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali wajib baginya untuk menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang diketahuinya untuk mereka dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui untuk mereka.</em>”  (HR. Muslim)</p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pun telah menjelaskan keadaan umat secara umum dalam sabdanya,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلاَءٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ اْلآخَرِ</strong></p>
<p>“<em>Dan sesungguhnya (bagi) umat kalian ini, keselamatannya dijadikan di awalnya. Dan di akhirnya, mereka akan ditimpa musibah dan perkara-perkara yang kalian ingkari, sehingga fitnah akan datang lalu sebagiannya menganggap kecil sebagian yang lain. Kemudian datanglah fitnah, seorang mukmin akan berkata, ‘Inilah kebinasaanku.’ Lalu fitnah itu hilang. Kemudian datang lagi fitnah lalu seorang mukmin berkata, ‘Inilah, inilah.’ Barangsiapa yang ingin diselamatkan dari neraka dan masuk ke dalam surga, maka hendaklah kematiannya menjemputnya dalam keadaan ia telah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’aladan hari akhir, dan hendaklah ia bersikap kepada orang lain sebagaimana ia ingin orang lain bersikap demikian terhadapnya. Barangsiapa membai’at (berjanji untuk patuh dan taat dalam kebaikan <sup>-ed</sup>) kepada seorang imam dan ia telah memberikan tepukan tangannya (perjanjiannya) dan buah hatinya, maka hendaklah menaatinya apabila mampu. Apabila ada seseorang menentang imam tersebut, maka bunuhlah.</em>” (Riwayat Muslim)</p>
<p>Dengan demikian, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah menjelaskan kemunduran umat ini, keadaan, sebab, dan solusinya.</p>
<p><strong>R</strong><strong>ealitas Umat</strong><strong> </strong><strong>Dalam Hadits Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></strong></p>
<p>Jika kita melihat kenyataan umat Islam ini dengan pandangan agama Islam, kita akan mendapati realita umat yang terpuruk. Sesungguhnya, hal ini telah diberitakan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Inilah di antara realita umat Islam ini.</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ اْلأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ</strong></p>
<p><em>Dari Tsauban, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hampir-hampir bangsa-bangsa (kafir) saling mengajak untuk memerangi kalian sebagaimana orang-orang yang hendak makan saling mengajak menuju piring besar mereka.’ Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah itu disebabkan sedikitnya jumlah kami pada hari itu?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ’Tidak, bahkan pada hari itu kalian banyak, tetapi kalian adalah buih/sampah bagaikan buih/sampah banjir. Dan Allah Subhanahu wa Ta’alaakan menghilangkan rasa gentar/takut dari dada musuh-musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah Subhanahu wa Ta’alaakan menimpakan ‘<strong>wahn’ (kelemahan)</strong> di dalam hati kalian.’ Seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah yang menyebabkan</em><em> </em><em>kelemahan </em><em>itu?’ Beliau menjawab, <strong>‘Cinta dunia dan membenci kematian</strong>.’.&#8221;</em> (Riwayat Abu Daud: no. 4297; Ahmad: 5/278; Abu Nu&#8217;aim di dalam <em>Hilyatul Auliya&#8217;</em>: 1/182. Hadits ini berderajat <em>shahih lighairihi</em>)</p>
<p>Syekh Salim bin &#8216;Ied al-Hilali <em>hafidzuhullah</em> menjelaskan sebagian kandungan hadits yang mulia ini, “Bahwa umat Islam telah menjadikan dunia sebagai keinginannya yang terbesar dan sebagai puncak ilmunya. Oleh karena itu, mereka membenci kematian dan mencintai kehidupan (dunia), karena mereka membangun dunia tetapi tidak berbekal untuk akhirat.” (<em>Limaadza Ikhtartu al-Manhajas Salafii</em>, hlm.11)</p>
<p>Ini yang Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> takutkan, yaitu bila umat ini telah sampai pada keadaan seperti ini.</p>
<p>Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash <em>radhiallahu ‘anhu</em> dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong> إِذَا فُتِحَتْ عَلَيْكُمْ فَارِسُ وَالرُّومُ أَيُّ قَوْمٍ أَنْتُمْ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ نَقُولُ كَمَا أَمَرَنَا اللَّهُ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ تَتَنَافَسُونَ ثُمَّ تَتَحَاسَدُونَ ثُمَّ تَتَدَابَرُونَ ثُمَّ تَتَبَاغَضُونَ أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ ثُمَّ تَنْطَلِقُونَ فِي مَسَاكِينِ الْمُهَاجِرِينَ فَتَجْعَلُونَ بَعْضَهُمْ عَلَى رِقَابِ بَعْضٍ</strong></p>
<p><em>“Jika negara Parsi dan Romawi telah ditaklukan untuk kalian, kaum apakah kalian?” Abdurrahman bin Auf berkata, “Kami berbuat sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’alaperintahkan kepada kami.”<a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a> Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tidak seperti itu, kalian akan berlomba-lomba kemudian saling hasad (iri hati), kemudian saling membenci lalu saling bermusuhan. Kemudian kalian berangkat ke tempat-tempat tinggal kaum muhajirin dan kalian menjadikan sebagian mereka  membunuh sebagian yang lain.”</em> (Riwayat Muslim)</p>
<p>Oleh karena itu, ketika gudang harta Kisra (Raja Parsi) ditaklukkan, Umar bin Khaththab <em>radhiallahu ‘anhu</em> menangis dan berkata,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>إِنَّ هَذَا لَمْ يَفْتَحْ عَلَى قَوْمٍ قَطْ إِلاَّ جَعَلَ الله ِبَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya ini tidak dibukakan bagi suatu kaum, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan peperangan di antara mereka.”</em></p>
<p>Apa yang ditakutkan oleh khalifah Umar bin al-Khaththab <em>radhiallahu ‘anhu</em> ini pun akhirnya terjadi. Mulailah bermunculan perpecahan yang membuat kaum kafir mampu menghancurkan kaum muslimin. Sebagaimana telah disebutkan dengan jelas dalam hadits Tsauban <em>radhiallahu ‘anhu</em></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي ِلأُمَّتِي أَنْ لاَ يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ بِعَامَّةٍ وَلاَ يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ لِي يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لاَ يُرَدُّ وَلاَ أُهْلِكُهُمْ بِسَنَةٍ بِعَامَّةٍ وَلاَ أُسَلِّطُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِ أَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ بِأَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَحَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يَسْبِي بَعْضًا </strong></p>
<p><em>Dari Tsauban, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya aku memohon kepada Robbku untuk umatku agar Dia tidak membinasakan umatku dengan paceklik yang merata, dan agar Dia tidak menjadikan musuh dari selain mereka menguasai mereka, sehingga musuh itu akan merampas daerah mereka. Dan sesungguhnya Rabbku berkata kepadaku,’Wahai Muhammad, sesungguhnya jika Aku telah menetapkan satu keputusan, maka itu tidak akan ditolak. Dan Aku tidak akan membinasakan mereka (umatmu) dengan paceklik yang merata. Dan Aku tidak akan menjadikan musuh dari selain mereka menguasai mereka, sehingga musuh itu akan merampas daerah mereka, walaupun musuh berkumpul dari berbagai penjuru bumi, sampai sebagian mereka (umatmu) membinasakan sebagian yang lain, dan  sampai sebagian mereka (umatmu) menjadikan tawanan sebagian yang lain.’.” </em>(Riwayat Abu Daud: no.4252; Ahmad: 5/278, 284; Al-Baihaqi: no.3952. Dishahihkan oleh Syaikh Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>ashiruddin al-Albani)</p>
<p>Lalu apa yang membuat kekuatan kaum muslimin dan bentengnya runtuh sehingga mereka terjangkit penyakit cinta dunia dan takut mati? Jawabannya kita dapatkan pada petunjuk kenabian yang ada pada hadits Hudzaifah bin al-Yaman <em>radhiallahu ‘anhu</em>, beliau <em>radhiallahu ‘anhu</em> berkata,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يستنون بغير سنتي ويَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِيإِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ</strong></p>
<p><em>“Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan sedangkan aku bertanya kepadanya tentang keburukan karena aku takut jangan-jangan keburukan itu akan menimpaku. Maka aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami dahulu berada di zaman jahiliyah dan keburukan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’alamemberikan kami kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini ada keburukan?’ Beliau menjawab, ‘Ya.’ Aku bertanya, ‘Dan apakah setelah keburukan itu ada kebaikan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, dan padanya ada kabut (dakhan).’ Aku bertanya lagi, ‘Apa kabut (dakhan) tersebut?’ Beliau menjawab, ‘Satu kaum yang mengikuti teladan selain sunnah (ajaran)ku, dan mengambil petunjuk selain petunjukku, kamu menganggap baik dari mereka dan kamu pun mengingkarinya.’ Aku bertanya lagi, ‘Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan lagi.’ Beliau menjawab, ‘Ya, para dai yang mengajak ke pintu-pintu neraka (jahanam). Barangsiapa yang menerima ajakan mereka, niscaya mereka jerumuskan ke dalam neraka.’ Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami tentang sifat-sifat mereka?’ Beliau menjawab, ‘Mereka dari kaum kita dan berbicara dengan bahasa kita.’ Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya?’ Beliau menjawab, ‘Berpegang teguhlah pada jamaah kaum muslimin dan imamnya,’ Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana jika tidak ada jamaah maupun imam?’ Beliau menjawab, ‘Hindarilah semua kelompok-kelompok itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga kematian menjemputmu dalam keadaan seperti itu.” </em>(Riwayat Muslim)</p>
<p>Syekh Salim bin ‘Ied al-Hilali <em>hafidzuhullah</em> menyatakan, “Sesungguhnya racun berbahaya yang menghancurkan kekuatan kaum muslimin, melumpuhkan gerakan mereka, dan merenggut berkahnya, bukanlah pedang-pedang orang kafir yang berkumpul mengadakan tipu daya terhadap Islam, pemeluknya, dan negaranya. Akan tetapi, dia adalah bakteri penyakit yang keji yang merebak di dalam tubuh Islam yang besar dalam waktu yang sangat lambat tetapi terus menerus dan efektif (berdaya guna). Hal ini menegaskan bahwa penamaan orang-orang Yahudi terhadap negara Islam dengan nama “laki-laki yang sakit” (<em>the sickman</em>) sangat tepat sekali, karena merekalah yang menanamkan bakteri syahwat dan virus <em>syubhat</em> (kerancuan <sup>-ed</sup>) ke dalam tatanan negara Islam, kemudian tumbuh dan berkembang di bawah pemeliharaan dan pembinaan mereka.” (<em>Limaadza Ikhtartu al-Manhajas Salafii</em>)</p>
<p>Dalam hadits di atas telah jelaslah bahwa penyebab kehancuran kaum muslimin adalah kebid’ahan dan dai-dai sesat. Kemudian, dai-dai sesat pembuat fitnah sangat semangat dalam melancarkan program-programnya. Sebaliknya, orang-orang yang berada dalam kebenaran, lengah dan terlelap. Buktinya adalah <em>dakhan</em> (kabut) ini membesar sampai mengalahkan kebenaran, menyerang kebenaran dan ahlinya, menyerahkan urusan kepada selain ahlinya, serta meletakkan kebenaran bukan pada tempatnya. Di sinilah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyampaikan sabdanya,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>سَيَأْتِيْ سَنَوَاتٌ خَدَّعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهِنَّ الْكَاذِبُ وُيُكَذَّبُ فِيْهِنَّ الصَادِقُ وَ يُؤْتَمَنُ الخَائِنُ وَيُخَوَّنُ الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهِنَّ الرُوَيْبِضَةُ فَقِيْل: وَمَا الرُوَيْبِضَةُ ؟ قَالَ: الرَجَلُ التَافَةُ يَتَكَلَّمُ فِيْ أَمْرِ العَامَةِ </strong></p>
<p><em>“Akan datang masa-masa yang menipu. (Pada saat itu), para pendusta dibenarkan dan orang-orang yang jujur didustakan, para pengkhianat diberi amanat dan orang yang (menjaga) amanat dianggap pengkhianat, dan pada masa itu para ruwaibidhah berbicara. Lalu ada yang mengatakan, ‘Siapakah “ruwaibidhah” itu?’ Beliau menjawab, ‘Orang bodoh yang berbicara tentang permasalahan umat.’”</em> (Riwayat Ibnu Majah dan Ahmad)</p>
<p>Syekh Abdurrahman bin Yahya Al-Mu&#8217;allimi <em>hafidzuhullah</em> menyampaikan bahwa realita umat Islam dewasa ini terjadi karena tiga perkara:</p>
<p>-   Pertama: Bercampurnya sesuatu yang bukan berasal dari agama (Islam) dengan sesuatu yang berasal dari agama (Islam).</p>
<p>-   Kedua: Lemahnya keyakinan terhadap sesuatu yang termasuk bagian dari agama (Islam).</p>
<p>-   Ketiga: Tidak mengamalkan hukum-hukum agama (Islam).</p>
<p>Apabila kesimpulan beliau dicermati, ternyata (akar permasalahan) kembali kepada kebid’ahan yang tercampur di dalam agama ini. Kebid’ahan inilah yang melemahkan keyakinan kaum muslimin terhadap ajaran agamanya, sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Hudzaifah. Dari kurang yakinnya kaum muslimin terhadap ajaran Islam, muncullah kecintaan kepada dunia yang mengantarkan mereka untuk meninggalkan hukum-hukum agama yang mulia ini.</p>
<p><strong>=Bersambung <em>insya Allah</em>=</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.<br />
Artikel <a href="http://www.ustadzkholid.com/" target="_blank">www.UstadzKholid.com</a></strong></p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Kami memuji, mensyukuri, dan memohon tambahan keutamaan-Nya. (an-Nawawi: 18/96)</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-1%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-1%29" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/&amp;t=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-1%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-1%29+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-1%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/&amp;title=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-1%29" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-1%29+-+http://bit.ly/oVakgx&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Tashfiyah+dan+Tarbiyah+Jalan+Menuju+Kejayaan+Umat+%28Seri-1%29&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Sesungguhnya%20Allah%20Subhanahu%20wa%20Ta%E2%80%99ala%20telah%20mengutus%20Nabi%20Muhammad%20shallallahu%20%E2%80%98alaihi%20wa%20sallam%20dengan%20membawa%20petunjuk%20dan%20agama%20yang%20haq%20%28benar%29.%20Oleh%20karena%20itulah%2C%20Allah%20Subhanahu%20wa%20Ta%E2%80%99ala%20memenangkan%20agama%20ini%20di%20atas%20seluruh%20agama%2C%20walaupun%20orang%20kafir%20tidak%20menyukainya.%20Kemudian%20deng" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/tashfiyah-dan-tarbiyah-jalan-menuju-kejayaan-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istighfar</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 03:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1935</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian istighfar.
Kata (اسْتَغْفَرَ ) dalam bahasa arab bermakna meminta maghfirah (طَلَبُ الْمَغْفِرَةِ ) dan kata (المَغْفِرَة ) bermakna perlindungan dari kejelekan dosa atau penghapusan dari dosa dan pergantiannya. Pengampunan dosa ada dua jenis:
1.      Penghapusan, sebagaimana sabda rasulullah,
اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah kejelekan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian istighfar.</strong></p>
<p>Kata (اسْتَغْفَرَ ) dalam bahasa arab bermakna meminta maghfirah (طَلَبُ الْمَغْفِرَةِ ) dan kata (المَغْفِرَة ) bermakna perlindungan dari kejelekan dosa atau penghapusan dari dosa dan pergantiannya. Pengampunan dosa ada dua jenis:</p>
<p>1.      Penghapusan, sebagaimana sabda rasulullah,</p>
<p style="text-align: right;">اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ</p>
<p><em>“Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, <span style="text-decoration: underline;">ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya</span> dan pergauli manusia dengan etika yang mulia.”</em><br />
<span id="more-1935"></span><br />
2.      Penggantian, sebagaimana firman Allah,</p>
<p style="text-align: right;">إِلاَّ مَنْ تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا</p>
<p><em>“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu <span style="text-decoration: underline;">kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan</span>.Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” </em>(QS. Al-Furqan: 70)<em>.</em></p>
<p>Inilah yang disebut tingkatan Maghfirah.</p>
<p>Syeikh Ibnu Taimiyah berkata: Kata (الإسْتِغْفَارَ ) dalam bahasa arab bermakna meminta maghfirah (طَلَبُ الْمَغْفِرَةِ ) dan kata (المَغْفِرَة ) bermakna perlindungan dari kejelekan dosa. Kata Al Maghfirah (المَغْفِرَة ) punya makna tambahan dari kata ( السَّتْرُ), karena kata (المَغْفِرَة ) bermakna perlindunagn dari kejelekan dosa, sehingga seorang hamba tidak disiksa lagi. Orang yang diampuni dosanya tidak akan disiksa. Sedangkan sekedar ditutupi (dosa tersebut), masih ada kemungkinan disiksa dalam batin dan orang yang masih disiksa dalam batin atau lahiriyahnya maka ia belum diampuni.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p><strong>Arti penting dan kedudukan Istighfar.</strong></p>
<p>Arti penting dan kedudukan istighfar sangat tinggi karena banyak disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur’an dan hadits nabi baik bersifat perintah, anjuran dan pujian.</p>
<p>Allah memerintahkan Nabi Muhammad beristighfar dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">وَاسْتَغْفِرِ اللهَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا</p>
<p><em>“Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” </em>(QS. An-Nisaa’: 106).<em> </em></p>
<p>Dan firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">فَاعْلَمْ أَنَّهُ لآإِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ</p>
<p><em>“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu&#8217;min, laki-laki dan perempuan.Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” </em>(QS. Muhammad: 19).<em> </em></p>
<p>Juga memerintahkan kaum mukminin dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ</p>
<p><em>“Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” </em>(QS. Al-Muzzammil: 20).<em> </em></p>
<p><strong>Adab Beristighfar.</strong><a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Istighfar memiliki adab-adab yang perlu diperhatikan, diantaranya:</p>
<p>1.      Bersuci sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi,</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ</p>
<p><em>“Tidak ada seorangpun yang berbuat satu dosa kemudian bangkit berwudhu lalu sholat dan beristighfar kecuali Allah Ampuni.” </em>( HR. Al-Tirmidzi).<em> </em></p>
<p>2.      memilih waktu terbaik yang lebih bisa khusu’ dan menhadirkan hati ketika istighfar. Waktu yang terbaik adalah waktu sahar (akhir malam) sebagaimana Allah memuji orang yang beristighfar diwaktu tersebut dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِاْلأَسْحَارِ</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta&#8217;at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur</em>.” (QS. Ali ‘imran: 17).</p>
<p>3.      memperbanyak istighfar.</p>
<p>4.      menjadikannya sebagai penutup perkaranya.</p>
<p><strong>Hasil dan Faedah Istighfar.</strong><a href="#_ftn3">[3]</a><strong> </strong></p>
<p>1.      mendapat ampunan dosa</p>
<p>2.      mendapat keridhoan dan kecintaan Allah</p>
<p>3.      mendapatkan rahmat Allah dengan dalil firman Allah,</p>
<p style="text-align: right;">لَوْلاَ تَسْتَغْفِرُونَ اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ</p>
<p><em>“Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” </em>(QS. An-Naml: 46).</p>
<p>4.      menghilangkan adzab. Istighfar salah satu faktor penting hilangnya adzab sebagaimana firman Allah,</p>
<p style="text-align: right;">وَمَاكَانَ اللهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ وَمَاكَانَ اللهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ</p>
<p><em>“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengajak mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengajak mereka, sedang mereka meminta ampun.” </em>(QS. Al-Anfaal: 33).<em> </em></p>
<p>5.      mendapatkan barokah dan kebaikan yang banyak dengan dalil firman Allah,</p>
<p style="text-align: right;">وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَتَتَوَلُّوا مُجْرِمِين</p>
<p>َ</p>
<p><em>“Dan (dia berkata),’Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu tobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa</em>.’” (QS. Huud: 52).<em> </em></p>
<p>6.      kebersihan hati.</p>
<p>Demikianlah sekelumit faidah istighfar.</p>
<p>Penulis Ustadz Kholid Syamhudi,L.c.<br />
Artikel <a href="http://www.UstadzKholidcom" target="_blank">www.ustadzkholid.com</a></p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Ibnu Taimiyah,<em> Majmu’ Fatawa</em> 10/317.<br />
<a href="#_ftnref2">[2]</a> <em>Muqaddimah Al Istighfar, Ahamiyatuhu Wa Hajatunnas Ilaihi</em>, hal 18-20<br />
<a href="#_ftnref3">[3]</a> <em>ibid</em> hal 21-23</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/&amp;title=Istighfar" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/&amp;title=Istighfar" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/&amp;t=Istighfar" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Istighfar+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/&amp;title=Istighfar" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/&amp;title=Istighfar" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Istighfar+-+http://bit.ly/jgL8o5&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Istighfar&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Pengertian%20istighfar.%0D%0A%0D%0AKata%20%28%D8%A7%D8%B3%D9%92%D8%AA%D9%8E%D8%BA%D9%92%D9%81%D9%8E%D8%B1%D9%8E%20%29%20dalam%20bahasa%20arab%20bermakna%20meminta%20maghfirah%20%28%D8%B7%D9%8E%D9%84%D9%8E%D8%A8%D9%8F%20%D8%A7%D9%84%D9%92%D9%85%D9%8E%D8%BA%D9%92%D9%81%D9%90%D8%B1%D9%8E%D8%A9%D9%90%20%29%20dan%20kata%20%28%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%8E%D8%BA%D9%92%D9%81%D9%90%D8%B1%D9%8E%D8%A9%20%29%20bermakna%20perlindungan%20dari%20kejelekan%20dosa%20atau%20penghapusan%20dari%20dosa%20dan%20pergantiannya.%20Pengampunan%20dosa%20ada%20dua%20jenis%3A%0D%0A" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/istighfar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Kajian Tentang Hak-hak Rasul</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 07:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Download Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1921</guid>
		<description><![CDATA[Allah telah memuliakan umat Islam ini dengan nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam yang  merupakan penutup para nabi, imam orang-orang yang bertakwa, sayyid bani Adam dan pemilik keutamaan dan keistimewaan yang tidak dimiliki  selainnya. Lalu ditambah lagi dengan beraneka ragam keistimewaan yang  lain. Bahkan mereka diberi dua bagian dari rahmat-Nya, sebagaimana  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah telah memuliakan umat Islam ini dengan nabi Muhammad <em>shallallohu ‘alaihi wa sallam </em>yang  merupakan penutup para nabi, imam orang-orang yang bertakwa, <em>sayyid</em> bani Adam dan pemilik keutamaan dan keistimewaan yang tidak dimiliki  selainnya. Lalu ditambah lagi dengan beraneka ragam keistimewaan yang  lain. Bahkan mereka diberi dua bagian dari rahmat-Nya, sebagaimana  firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ  آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ  مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ  لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (28) لِئَلا يَعْلَمَ أَهْلُ الْكِتَابِ  أَلا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَأَنَّ الْفَضْلَ  بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ  (29</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman (kepada  para rasul), bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya,  niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan  untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia  mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Kami  terangkan yang demikian itu) supaya ahli kitab mengetahui bahwa mereka  tiada mendapat sedikit pun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman  kepada Muhammad), dan bahwasannya karunia itu adalah di tangan Allah.  Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah  mempunyai karunia yang besar.</em> (QS. Al-Hadid: 28-29).<br />
<span id="more-1921"></span><br />
Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian tentang &#8220;<strong>Hak-hak Rasul</strong>&#8221;</p>
<p>Mudah-mudah kajian ini bermanfaat bagi kita semua, <em>Amiin.</em> Silahkan download kajiannya di link berikut:</p>
<p><a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Hak%20Hak%20Rasul/Hak%20Hak%20Rasul.mp3?l=12" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Hak-hak Rasul</strong></span></a></p>
<p>Artikel <a href="http://www.UstadzKholidcom" target="_blank">www.UstadzKholid.com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/&amp;title=Download+Kajian+Tentang+Hak-hak+Rasul" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/&amp;title=Download+Kajian+Tentang+Hak-hak+Rasul" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/&amp;t=Download+Kajian+Tentang+Hak-hak+Rasul" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Download+Kajian+Tentang+Hak-hak+Rasul+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/&amp;title=Download+Kajian+Tentang+Hak-hak+Rasul" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/&amp;title=Download+Kajian+Tentang+Hak-hak+Rasul" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Download+Kajian+Tentang+Hak-hak+Rasul+-+http://bit.ly/g672gX&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Download+Kajian+Tentang+Hak-hak+Rasul&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Allah%20telah%20memuliakan%20umat%20Islam%20ini%20dengan%20nabi%20Muhammad%20shallallohu%20%E2%80%98alaihi%20wa%20sallam%20yang%20%20merupakan%20penutup%20para%20nabi%2C%20imam%20orang-orang%20yang%20bertakwa%2C%20sayyid%20bani%20Adam%20dan%20pemilik%20keutamaan%20dan%20keistimewaan%20yang%20tidak%20dimiliki%20%20selainnya.%20Lalu%20ditambah%20lagi%20dengan%20beraneka%20ragam%20keistimewaan%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/download-kajian-tentang-hak-hak-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat-syarat Tawakal</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 02:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1837</guid>
		<description><![CDATA[Tawakal kepada Allah sudah pasti merupakan kekuatan yang mendorong seorang hamba dapat hidup bahagia. Ketika ia beriman, tawakalnya kepada Allah akan mewujudkan semua permintaan dan keinginannya. Maka, ia tidak merasa ada keraguan dalam berusaha mendapatkan keinginan dan kebutuhan tersebut. Hal ini terjadi karena jiwa ketika ingin beramal membutuhkan kekuatan pendorong dari dalam dirinya. Bukankah kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tawakal </em>kepada Allah sudah pasti merupakan kekuatan yang mendorong seorang hamba dapat hidup bahagia. Ketika ia beriman, tawakalnya kepada Allah akan mewujudkan semua permintaan dan keinginannya. Maka, ia tidak merasa ada keraguan dalam berusaha mendapatkan keinginan dan kebutuhan tersebut. Hal ini terjadi karena jiwa ketika ingin beramal membutuhkan kekuatan pendorong dari dalam dirinya. Bukankah kita lihat, seseorang yang sedang menghadapi kejadian atau keadaan yang tidak biasa terjadi akan tampak perasaan, pikiran dan aneka ragam kekuatan mendorongnya untuk menghadapi kejadian tersebut, sehingga kelelahannya lebih besar daripada kelelahan menghadapi keadaan dan kejadian biasa.</p>
<p>Apabila seorang  hamba bertawakal kepada Allah dengan benar-benar ikhlas dan terus mengingat keagungan Allah, maka perasan dan pikirannya serta seluruh kekuatannya semakin kuat mendorongnya melaksanakan semua amalan apa saja meskipun memiliki resiko besar. Ambil sebagai contoh,</p>
<p><span id="more-1837"></span></p>
<p><strong>1. </strong> Mujahid yang berperang membela agamanya      ketika senantiasa ingat dengan firman Alllah,</p>
<p><em>“Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” </em>(QS. At-Taubah: 51)<em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Maka akan maju kemedan perang tanpa memandang resiko bahaya yang akan menimpanya</p>
<p><strong>2. </strong> Seorang      pilot pesawat terbang yang menerbangkan pesawatnya ketika bertawakal      kepada Allah dan ingat bahwa segala sesuatu telah diatur Allah sang Mahapencipta. Ketika ia ingat benar firman Allah di atas, maka merasa tenang      dan berani menerbangkan pesawatnya dalam ketinggian yang beribu-ribu kaki      dari bumi.</p>
<p><strong>3. </strong> Seorang petani ketika ber<em>-tawakal</em> kepada      Allah dalam mencari rejekinya, maka ia lupa dengan resiko rusaknya hasil      pertanian dan tanamannya.</p>
<p>Demikianlah sikap<em> tawakal</em> kepada Allah adalah kekuatan besar yang membedakan seorang muslim dengan selainnya apabila dilakukan dengan ikhlas. Sudah pasti Allah akan merealisasikan semua perkara yang hamba ber-<em>tawakal </em>kepada-Nya. Demikianlah janji Allah dalam firman-Nya,</p>
<p><em>“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. </em><em>Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.</em><em> </em><em>”</em><em> </em>(QS. Ath-Thalaq: 3).<em> </em></p>
<p>Allah pasti tidak akan menyelisihi janjinya.</p>
<p>Untuk mewujudkan<em> tawakal </em>yang benar dan ikhlas diperlukan syarat-syarat. Syarat-syarat ini wajib dipenuhi untuk mewujudkan semua yang telah Allah janjikan. Para ulama menyampaikan empat syarat terwujudnya sikap<em> tawakal</em> yang benar, yaitu:</p>
<p><strong>1. </strong> Membatasi <em>tawakal</em> hanya kepada Allah saja.      Untuk itu Allah berfirman,</p>
<p><em>“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Rabb-mu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” </em>(QS. Huud: 123).</p>
<p>Dan firmanNya,</p>
<p><em>“(Dia-lah) Rabb masyrik dan maghrib, tiada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” </em>(QS. Al-Muzzammil: 9).<em> </em></p>
<p>Pembatasan <em>tawakal</em> hanya kepada Allah dalam ayat ini meniadakan semua tawakal kepada selain Allah dalam semua urusan dunia dan akhirat. Siapa yang ber-<em>tawakal </em>kepada selain Allah dalam satu saja urusan dunia atau akhirat bukanlah termasuk orang yang ber-<em>tawakal </em>dengan benar kepada Allah. Bahkan bisa jadi terjerumus kepada kesyirikan besar atau kecil sesuai dengan keadaan perbuatannya tersebut.</p>
<p><strong>2. </strong> Berkeyakinan yang kuat bahwa Allah Mahamampu      mewujudkan semua permintaan dan kebutuhan hamba-hamba-Nya dan semua yang      didapatkan hamba hanyalah dengan pengaturan dan kehendak Allah.  Untuk itu Allah berfirman,</p>
<p><em>“Mengapa kami tidak bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami.Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri.&#8221; </em>(QS. Ibrahim: 12).</p>
<p>Allah juga berfirman melalui pernyataan Nabi Syu&#8217;aib,</p>
<p><em>“Syu&#8217;aib berkata, ’Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabb-ku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahnya) Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu daripadanya. </em><em>Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.&#8217;&#8221; </em>(QS. Huud: 88).</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>3.</strong> Yakin bahwa Allah akan merealisasikan apa      yang di-<em>tawakal</em>-kan seorang hamba apabila ia mengikhlaskan niatnya dan      menghadap kepada Allah dengan hatinya. Allah berfirman,</p>
<p><em>“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. </em><em>Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.</em><em>&#8220;</em><em> </em>(QS. Ath-Thalaq: 3).</p>
<p><strong>4.</strong> Tidak putus asa dan patah hati dalam semua      usaha yang dilakukan hamba dalam memenuhi kebutuhannya dengan tetap      menyerahkan semua urusannya kepada Allah. Dalam hal ini Allah berfirman,</p>
<p><em>“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki &#8216;Arsy yang agung.’” </em>(QS. At-taubah: 129).</p>
<p>Demikianlah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat bertawakal kepada Allah dengan benar dan mendapatkan janji-janji Allah.<br />
Mari berusaha mendapatkannya!</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.<br />
Artikel <a href="http://www.ustadzkholid.com" target="_blank">www.ustadzkholid.com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/&amp;title=Syarat-syarat+Tawakal" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/&amp;title=Syarat-syarat+Tawakal" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/&amp;t=Syarat-syarat+Tawakal" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Syarat-syarat+Tawakal+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/&amp;title=Syarat-syarat+Tawakal" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/&amp;title=Syarat-syarat+Tawakal" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Syarat-syarat+Tawakal+-+http://bit.ly/emuQYA&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Syarat-syarat+Tawakal&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Tawakal%20kepada%20Allah%20sudah%20pasti%20merupakan%20kekuatan%20yang%20mendorong%20seorang%20hamba%20dapat%20hidup%20bahagia.%20Ketika%20ia%20beriman%2C%20tawakalnya%20kepada%20Allah%20akan%20mewujudkan%20semua%20permintaan%20dan%20keinginannya.%20Maka%2C%20ia%20tidak%20merasa%20ada%20keraguan%20dalam%20berusaha%20mendapatkan%20keinginan%20dan%20kebutuhan%20tersebut.%20Hal%20ini%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/syarat-syarat-tawakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yakin, Memang Dibutuhkan</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 11:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1820</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat mengambil pelajaran dari sejarahnya. Demikianlah dikatakan sebagian ahli hikmah. Satu ungkapan yang mengajak kita mengenal sejarah kejayaan umat islam yang pernah memenuhi suara dunia. Ternyata setelah melihat kepada penjelasan Rasulullah shallalllahu ‘alahi wa sallam yang berbunyi,
صَلاَحُ أَوَّلِ هَذِهِ الأُمَّةِ بِالزُّهْدِ وَ الْيَقِيْنِ وَ يَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْبُخْلِ وَ الأَمَلِ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat mengambil pelajaran dari sejarahnya. Demikianlah dikatakan sebagian <em>ahli hikmah</em>. Satu ungkapan yang mengajak kita mengenal sejarah kejayaan umat islam yang pernah memenuhi suara dunia. Ternyata setelah melihat kepada penjelasan Rasulullah <em>shallalllahu ‘alahi wa sallam</em> yang berbunyi,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">صَلاَحُ أَوَّلِ هَذِهِ الأُمَّةِ بِالزُّهْدِ وَ الْيَقِيْنِ وَ يَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْبُخْلِ وَ الأَمَلِ .</p>
<p><em>&#8220;Kejayaan awal umat ini dengan sebab sikap zuhud dan yakin. Sedangkan kehancuran akhir umat ini dengan sebab kekikiran dan angan-angan</em>.&#8221; (HR Al-Baihaqi dalam <em>Syu&#8217;abul Iman</em> dan dinilai <em>hasan</em> oleh Al-Albani dalam <em>Shahih Al-Jaami</em>&#8216; no. 3845)</p>
<p><span id="more-1820"></span>Memang sikap yakin menjadi sebab kejayaan dan kesuksesan generasi awal umat ini.</p>
<p>Demikianlah realita yang ada, dahulu generasi awal umat ini dengan keyakinan mereka terhadap janji Allah dan ajaran Rasul-Nya <em>shallalllahu ‘alahi wa sallam</em> menggapai kejayaan dan menaklukan negeri-negeri kafir. Mereka rubah negeri-negeri tersebut menjadi negeri islam yang makmur dan aman. Namun, ketika umat ini sudah sibuk dengan angan-angan dan menjadi bakhil disebabkan cinta dunia dan takut mati, maka merekapun menjadi lemah dan tertindas.</p>
<p>Alangkah butuhnya kita semua dengan rasa yakin yang benar tanpa keraguan terhadap kebenaran janji Allah. Yakin dengan ajaran Rasulullah <em>shallalllahu ‘alahi wa sallam</em> dan semua yang dijanjikannya. Siapa yang yakin dengan benar bahwa Allah akan menghadiahkan surga yang nan indah kepada orang yang mentaatinya, maka ia akan menjual diri, harta dan semua miliknya untuk mendapatkannya. Semua itu muncul karena keyakinannya terhadap janji tersebut. Lihatlah kisah Umair bin al-Humaam al-Anshari dalam perang Badar yang disampaikan imam Muslim dalam kitab <em>Shahih Muslim</em> setelah Rasulullah <em>shallalllahu ‘alahi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">قُومُوا إِلَى جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ يَقُولُ عُمَيْرُ بْنُ الْحُمَامِ الْأَنْصَارِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَنَّةٌ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ قَالَ نَعَمْ فَقَالَ بَخٍ بَخٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَحْمِلُكَ عَلَى قَوْلِكَ بَخٍ بَخٍ قَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا رَجَاءَ أَنْ أَكُونَ مِنْ أَهْلِهَا قَالَ فَإِنَّكَ مِنْ أَهْلِهَا فَأَخْرَجَ تَمَرَاتٍ مِنْ قَرَنِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ مِنْهُنَّ ثُمَّ قَالَ لَئِنْ أَنَا حَيِيتُ حَتَّى آكُلَ تَمَرَاتِي هَذِهِ إِنَّهَا لَحَيَاةٌ طَوِيلَةٌ ثُمَّ رَمَى بِمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ التَّمْرِ ثُمَّ قَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ</p>
<p><em>“Berangkatlah ke surga yang lebarnya selebar langit-langit dan bumi!” Umair bin al-Humaam Al-Anshari bertanya, “Wahai Rasulullah! Surga seluas langit-langit dan bumi?” Beliau jawab, “Ya.” Lalu Umair berkata, “Wah, wah.” Rasulullah shallalllahu ‘alahi wa sallam pun bertanya kepadanya, &#8220;Apa yang membuatmu berkata Wah,wah?” Iapun menjawab, “Demi Allah, Wahai Rasulullah (aku berkata demikian) hanya karena mengharap aku termasuk penghuni surga tersebut.” Maka beliau shalalllahu ‘alahi wa sallam berkata, “Sungguh kamu termasuk penghuninya.” Lalu Umairpun mengeluarkan kurma-kurma dari kantongnya dan mulai memakan beberapa buah darinya, kemudian ia berkata, “seandainya aku masih hidup hingga memakan kurma-kurmaku ini, sungguh itu adalah kehidupan yang lama.” Kemudian ia membuang kurma yang ada padanya lalu memerangi mereka (orang-orang kafir) hingga terbunuh.&#8221;</em></p>
<p>Lihatlah rasa yakin tersebut membuat sahabat yang mulia ini berani mengorbankan jiwanya hingga terbunuh syahid di Perang Badar.</p>
<p>Alangkah butuhnya kita terhadap rasa yakin seperti ini.</p>
<p>Demikian juga dalam berdoa dibutuhkan rasa yakin terhadap firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’&#8221;</em> (QS. Ghafir, 40: 60).</p>
<p>Kita harus yakin dengan <em>ijabah</em> Allah dalam berdoa sebagaimana diperintahkan Rasulullah <em>shallalllahu ‘alahi wa sallam</em> dalam sabdanya,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ</p>
<p><em>&#8220;Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin diterima (ijabahi) dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.&#8221; </em> (HR Al-Tirmidzi)</p>
<p>Pengaruh rasa yakin ini dalam doa dapat digambarkan dalam kisah Ali bin Abi Thahir. Ketika beliau bepergian kenegeri Syam dan menulis banyak hadits maka beliau bawa kitab-kitabnya dalam kotak dan mengarungi lautan. Kemudia kapal yang dinaikinya goyang dan hampir tenggelam sehingga melontarkan kotak kitabnya tersebut kelautan. Kemudian kapalnya pun dapat tenang dan stabil lagi. Setelah keluar dari kapal tersebut beliau tinggal dipantai laut tersebut selama tiga hari berdoa kepada Allah dan bersujud dimalam hari dan berkata. &#8216;Apabila belajarku ini ikhlas karena Engkau dan karena cinta Rasul-Mu maka tolonglah aku dengan mengembalikannya.’ Lalu ia mengangkat kepalanya dan ternyata tiba-tiba kotak kitabnya tersebut terlempar kedekatnya, lalu ia mengambilnya dan bangkit berdiri dengan sangat bahagia. Kemudian orang-orang berdatangan kepadanya untuk mendengar hadits dari beliau namun beliau menolaknya. Beliau menuturkan kembali kisahnya: Lalu aku bermimpi bertemu Rasulullah <em>shallalllahu ‘alahi wa sallam</em> dan Ali bin Abu Thalib bersama beliau. Rasulullah <em>shallalllahu ‘alahi wa sallam</em> berkata, ‘Wahai Ali! Adakah orang yang Allah perlakukan seperti perlakuan-Nya terhadapmu dipantai itu? Jangan mencegah diri dari meriwayatkan hadits-haditsku!’ Maka aku jawab, ‘Aku bertaubat kepada Allah.’ Lalu Rasulullah s<em>hallalllahu ‘alahi wa sallam</em> mendoakan kebaikan kepadaku dan menganjurkanku untuk menyampaikan hadits-haditsnya (lihat<em> Siyar A&#8217;lam Nubala</em> 4/87).</p>
<p>Lihatlah keyakinan ulama ini dalam berdoa sehingga Allah mengabulkan doanya.</p>
<p>Memang kita semua membutuhkan rasa yakin yang membuat kita dapat sempurna bertawakal kepada Allah dalam seluruh sisi kehidupan ini.</p>
<p>Mari kita bina jiwa kita agar menjadi jiwa yang yakin dengan semua janji Allah sang pemelihara alam semesta!</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.<br />
Artikel <a href="http://www.ustadzkholid.com" target="_blank">www.ustadzkholid.com</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/&amp;title=Yakin%2C+Memang+Dibutuhkan" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/&amp;title=Yakin%2C+Memang+Dibutuhkan" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/&amp;t=Yakin%2C+Memang+Dibutuhkan" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Yakin%2C+Memang+Dibutuhkan+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/&amp;title=Yakin%2C+Memang+Dibutuhkan" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/&amp;title=Yakin%2C+Memang+Dibutuhkan" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Yakin%2C+Memang+Dibutuhkan+-+http://bit.ly/fbnKTB&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Yakin%2C+Memang+Dibutuhkan&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bangsa%20yang%20besar%20adalah%20bangsa%20yang%20dapat%20mengambil%20pelajaran%20dari%20sejarahnya.%20Demikianlah%20dikatakan%20sebagian%20ahli%20hikmah.%20Satu%20ungkapan%20yang%20mengajak%20kita%20mengenal%20sejarah%20kejayaan%20umat%20islam%20yang%20pernah%20memenuhi%20suara%20dunia.%20Ternyata%20setelah%20melihat%20kepada%20penjelasan%20Rasulullah%20shallalllahu%20%E2%80%98al" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/yakin-memang-dibutuhkan-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haji, Antara Tauhid Dan Pembinaan Pribadi Muslim</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Thawaf]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=1350</guid>
		<description><![CDATA[Ibadah haji tidak dapat dipisahkan dari ajaran tauhid dan prakteknya, hal ini tampak jelas dalam realitas yang terjadi dalam ibadah tersebut]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alangkah besarnya kebutuhan manusia kepada pembinaan dan pembersihan jiwanya, apalagi ketika dosa bertumpuk-tumpuk dihatinya akibat kemaksiatan dan tingkah polahnya. Alangkah besarnya kebutuhan manusia kepada pembersihan jiwa, ketika akal dan <em>suluk</em>(perilaku)-nya telah dikotori penyimpangan dari jalan Allah.</p>
<p>Ketika itulah terasa betapa besar kebutuhan manusia kepada obat yang dapat menyembuhkan hati dan akalnya. Memang membersihkan jiwa merupakan satu kebutuhan mendesak dan penting yang harus dicari dan dijalankan seorang manusia.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>berfirman:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic"فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا </p>
<p><em>“M</em><em>aka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya</em><em>”</em><em> </em>(QS. Asy Syams:8-10)<em> </em></p>
<p>Ibadah haji yang sudah diambang pintu ini disyariatkan untuk mensucikan jiwa kaum muslimin, sebagaimana disampaikan Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> dalam sabdanya:
</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ </p>
<p><em>“</em><em>Barang siapa berhaqji, lalu tidak berbuat keji dan kefasikan, maka ia keluar dari dosanya seperti ketika ibunya melahirkannya</em><em>”</em><em> </em>(HR. Muslim no.2404)<span id="more-1350"></span></p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menyatakan: “Semua syariat Allah kepada hambanya berupa ketaatan, amalan yang mendekatkan diri (amalan <em>taqarrub</em>) dan hal-hal yang dihalalkan dan diharamkan dari perkataan dan perbuatan diadakan untuk mensucikan jiwa mereka dan memperbaiki masyarakat mereka”.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Demikianlah haji satu syiar Allah yang disyariatkan untuk mensucikan jiwa dan membinanya menjadi seorang yang takwa, sebagaimana firman Allah:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَمَنْ يُعَظِمْ شَعَاائرَ اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَ القُلُوْبِ</p>
<p><em>“</em><em>Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah maka itu termasuk ketakwaan hati</em><em>”</em> (QS. Al Hajj:30)</p>
<p>Apalagi ibadah haji adalah ajaran yang Allah bebankan kepada Nabi Ibrahim dan ibadah yang diwajibkan kepada para hambaNya.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً  </p>
<p><em>“M</em><em>engerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah</em><em>” </em>(QS. Al Imran: 97)<em> </em></p>
<p>dan firmanNya:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ للهِ</p>
<p><em>“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan &#8216;umrah karena Allah” </em>(QS. Al Baqarah:196)<em> </em></p>
<p>Bahkan lebih dari itu, Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> pun menjadikannya sebagai salah satu rukun islam yang lima dalam sabdanya:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ</p>
<p>“<em>Islam dibangun diatas lima perkara, syahadatain, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berhaji dan puasa Ramadhan</em>” (Muttafaqun ‘Alaihi).</p>
<p>Memang pantas, bila haji dapat membina dan membersihkan jiwa seorang muslim, karena berisi tauhid dan pendidikan serta pembinaan yang mengarah kepada pembentukan pribadi muslim yang berakhlak mulia dan luhur.</p>
<h3>Haji dan Tauhid</h3>
<p>Ibadah haji tidak dapat dipisahkan dari ajaran tauhid dan prakteknya, hal ini tampak jelas dalam realitas yang terjadi dalam ibadah tersebut. Hal ini dapat digambarkan dalam amalan-amalannya, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Perintah Allah untuk mengikhlaskan ibadah haji hanya kepadaNya, seperti firman Allah:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ للهِ</p>
<p><em>“</em><em>Dan sempurnakanlah ibadah haji dan &#8216;umrah karena Allah</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Baqarah:196)<em> </em></p>
<p>Hal ini menunjukkan haji dan umroh tidak diterima kecuali harus terwujud keikhlasan yang merupakan realitas tauhid padanya.</li>
<li>Perintah Allah untuk mempersiapkan bekal dan nafaqah sehingga tidak membebani orang lain, seperti firman Allah:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">الْحَجُّ أَشْهُرُُ مَّعْلُومَاتُُ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُوْلِي اْلأَلْبَابِ</p>
<p><em>“</em><em>(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Baqarah: 197)<em> </em></p>
<p>Syaikh DR. Shalih bin Abdillah bin Fauzan menyatakan: “Dahulu banyak orang berhaji tanpa membawa bekal cukup dan beranggapan kami tawakal (kepada Allah saja), akhirnya mereka menjadi tanggungan orang lain. Ketika Allah perintahkan mempersiapkan bekal duniawi (materi) untuk safar dunia, maka Allahpun memerintahkan untuk mempersiapkan bekal maknawi dalam safar akherat ini dalam firmanNya:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى</p>
<p><em>“</em><em>Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Baqarah:197)<em> </em></p>
<p>Siapa yang tidak mempersiapkan sama sekali bekal tersebut, maka akan terputus perjalanannya dan tidak sampai ke Surga. Lalu Allah tutup ayat ini dengan firmanNya:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَاتَّقُونِ يَاأُوْلِي اْلأَلْبَابِ </p>
<p><em>“B</em><em>ertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Baqarah:197)<em> </em></p>
<p>Ini merupakan seruan umum kepada orangyang berakal untuk bedrtakwa dalam ibadah haji dan selainnya”.<a href="#_ftn2">[2]</a></li>
<li>Perintah mengangkat suara dalam <em>talbiyah</em> setelah ihram menunjukkan perintah menampakkan  I’tikadnya tentang tauhid, karena talbiyah berisi tauhid dengan seluruh bagiannya. Tentunya hal ini menunjukkan arti penting tauhid dalam ibadah haji.</li>
<li>Do’a paling utama yang dibaca ketika wukuf di Arafah adalah:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ </p>
<p>sebagaimana sabda Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>: <strong> </strong></p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ </p>
<p><em>“</em><em>Sebaik-baik do’a adalah do’a arofah dan sebaik-baik yang  akudan para Nabi sebelumku baca (waktu itu) adalah:</em></p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</p>
<p>(HR. At Tirmidzi)</p>
<p>Ini merupakan pemberitahuan kepada semua orang pada hari itu tentang masalah tauhid ibadah. Ini dapat dilihat dari makna dan keutamaannya agar setiap muslim yang menunaikan ibadah haji merasakan maknanya lalu memurnikan ibadah dengan ikhlas tanpa dikotori kesyirikan sedikitpun.</li>
<li>Perintah <em>th</em><em>a</em><em>waf</em> di Ka’bah dalam firman-Nya:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ</p>
<p><em>“</em><em>Dan hendaklah mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Hajj: 29)<em> </em></p>
<p>Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa <em>thawaf</em> khusus dilakukan hanya di Ka’bah ini saja, tidak boleh diselainnya, sehingga seluruh <em>thawaf</em> di selain ka’bah adalah batil dan bukan ibadah yang diterima. Demikian juga ketika <em>istilam</em> (menyentuh Hajar Aswad), hendaklah dilakukan dengan keyakinan itu hanyalah syiar Allah yang dilakukan karena mencontoh dan mentaati Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>, sebagaimana dilakukan Khalifah Amirul Mukminin Umar bin Al Khathab ketika menyentuh<strong> </strong>dan menciumnya:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">أَمَ وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّكَ حَجَرلاَ تَنْفَعُ ولاَ تَضُرُّ  لَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ </p>
<p><em>“</em><em>Demi Allah sesungguhnya aku mengetahui engkau sebuah batu yang tidak memberi manfaat dan mudhorot, seandainya aku tidak melihat Rasulullih menciummu tentu aku tidak menciummu</em><em>”</em> (Mutafaqun ‘Alaihi)</p>
<p>Berdasarkan hal ini tidak boleh seorang muslim mengusap-usap batu kuburan, keramat dan sejenisnya karena tidak diperintahkan dan dicontohkan.</li>
<li>Shalat dua rakaat setelah thowaf dengan membaca pada rakaat pertama surat Al Kafirun dan kedua surat Al Ikhlas. Kedua surat ini terkandung seluruh jenis tauhid dan sikap <em>Bara’</em> (berlepas diri) dari agama dan orang musyrik. Dengan demikian seorang yang berhaji dituntut untuk mengenal Rabb-nya dan mengikhlaskan seluruh amalannya hanya kepada Allah serta berlepas dari kesyirikan dan pelakunya.</li>
<li>Demikian juga pada ibadah <em>Sa’i</em> antara Shafa dan Marwa. Seorang hamba melaksanakannya karen perintah Allah dalam firman-Nya:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَأِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ</p>
<p><em>“</em><em>Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syi&#8217;ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber&#8217;umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa&#8217;i di antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Baqarah: 158)</p>
<p>dari sini seorang muslim dapat mengetahui <em>Sa’i</em> hanya dilakukan di Shafa dan Marwa,karena ia merupakan syiar Allah. <em>Sa’i</em> pada tempat ini dilaksanakan karena dasar perintah Allah, sehingga Sa’i di selain tempat ini dilarang.</li>
<li>Ibadah yang disyariatkan pada hari <em>tasyriq</em> berupa dzikir kepada Allah sebagaimana firman-Nya:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ فَمَن تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلآَإِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلآَإِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ</p>
<p><em>“</em><em>Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertaqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketauhilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Baqarah: 203)<em> </em></p>
<p>Dzikir kepada Allah dalam hari-hari ini ditampakkan dengan amalan-amalan agung yang dilakukan di Mina, berupa melempar jumrah, menyembelih kurban, shalat lima waktu. Semua amalan ini merupakan dzikir. Lihat saja dalam melempar jumrah seorang muslim bertakbir setiap kali lemparan. Demikian juga dalam menyembelih kurban merupakan dzikir sebagaimana firman Allah:</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic" لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَارَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ اْلأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ</p>
<p><em>“S</em><em>upaya mereka mempersaksikan berbagai manfa&#8217;at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir</em><em>”</em><em> </em>(QS. AlHajj: 28)<em> </em></p>
<p>dan firmanNya:
</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَآئِرِ اللهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ</p>
<p><em>“</em><em>Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Hajj: 36)<em></em></p>
<p>Dari sini seorang muslim dapat mengetahui bahwa menyembelih kurban termasuk ibadah, tidak boleh dilakukan untuk selain Allah, baik berupa kuburan, para wali yang telah mati, ataupun jin, seperti mempersembahkan kepala kerbau atau menyembelih sembelihan untuk dipersembahkan kepada para jin penunggu laut atau dewi dan dewa atau yang lainnya.</li>
<li>Diantara syiar tauhid yang lainnya yang tampak dalam ibadah haji adalah perintah Allah untuk berdzikir ditengah-tengah manasik dan setelah selesai darinya. Juga larangan dzikir kepada selain Allah seperti dalam firmanNya:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا فَضْلاً مِّن رَّبِّكُمْ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللهَ عِندَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّآلِّينَ</p>
<p><em>“</em><em>Tidak ada dosa bagimu mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Rabbmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari &#8216;Arafat, berzikirlah kepada Allah di Masy&#8217;aril haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allahsebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang -orang yang sesat</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Baqarah:198)<em></em></p>
<p>Demikianlah haji penuh berisitauhid dan syiar-syiarnya. Seharusnya hal ini membuat seorang jamaah haji dapat membina dirinya menjadi seorang <em>muwahid</em> dengan sarana ibadah haji ini.</li>
</ol>
<h3><strong>Haji dan Pembinaan Pribadi Muslim</strong></h3>
<p>Haji merupakan satu ibadah agung yang berisi pembinaan dan pendidikan terhadap seorang muslim agar menjadi hamba Allah yang shalih.</p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata: “Haji merupakan salah satu kewajiban besar bagi para hamba untuk mensucikan dan menyelamatkan jiwa mereka dari permusuhan, kebencian, ambisius dan sikap-sikap jelek lainnya. Juga (disyariatkan) untuk memotivasi jiwa agar mendapatkan pahala Allah dan mengingatkannya pada perjumpaan Allah dihari pembalasan. Ini disebabkan kandungan ibadah haji yang agung berupa penyerahan segala kemampuan dan harta, menahan lelah dan susah dan meninggalkan keluarga, kampung halaman serta pekerjaan duniawi lainnya. Mereka menghadap Allah dengan melaksanakan ketaatan dan ibadah (semata). Juga (dalam ibadah ini) mereka  berkumpul dengan saudara-saudara mereka seagama yang datang dari segala penjuru dunia untuk mendapatkan kemanfaatan (yang berguna) untuk mereka.</p>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ </p>
<p><em>“S</em><em>upaya mereka mempersaksikan berbagai manfa&#8217;at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Hajj: 28)<a href="#_ftn3">[3]</a><em></em></p>
<p>Hal ini dapat dilihat jelas dalam amalan-amalannya,diantaranya:</p>
<ol>
<li>Kesamaan pakainan ihram. Hal ini cukup menjelaskan adanya dasar kesamaan dan persamaan dalam islam. Kesamaan para jamaah haji dalam satu bentuk dan pakaian mendidik jiwa seorang untuk meninggalkan segala bnentuk rasialisme, perbedaaan status sosial, suku, bangsa atau warga negara. Demikian juga ini membina jiwa untuk membeda-bedakan orang karena kekayaan, martabat, jabatan dan lain-0lain. Sehingga ketakwaan dan amal shaleh-lah yang akan membedakan seseorang dengan yang lainnya Allah berfirman:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ </p>
<p><em>“</em><em>Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu</em><em>”</em><em> </em>(QS. Al Hujurat: 13)<em></em></p>
<p>Juga hal ini berisi pendidikan dan pembinaan pribadi muslim diatas dasar makna ibadah, ketaatan yang tulus dan meninggalkan gemerlap dunia dan perhiasannya, karena mereka berada dalam satu tempat, satu ketaatan dan satu tata cara dan pakaian. Tentunya hal ini membina seorang muslim untuk ber-<em>tawadhu’</em> dan merasa sama dengan sesamanya.</li>
<li><em>Talbiyah</em> yang diucapkan para jamaah haji juga mendidik merekea untuk bersdegera memenuhi perintah Allah dengan lisannya, ketika mereka mengucapkan “<em>Labaik Allahumma labaik….</em>”</li>
<li>Para jamaah haji meninggalkan keluarga, kampung halaman, harta, anaknya hanya untuk menghadap Allah dan memenuhi panggilannya. Hal ini dilakukan dengan menempuh perjalanan yangcukup melelahkan. Tentunya semua ini merupakan pembinaan dan pendidikan terhadap peribadi muslim untuk selalu menerima dan memenuhi perintah Allah walaupun hjarus mengorbankan segala sesuatu yang ada. Juga membina untuk bersegera dan langsung melaksanakan perintah Allah.</li>
<li><em>Th</em><em>a</em><em>waf</em> mengelilingi ka’bah mendidik dan membina kaum muslimin agar memiliki kesatuan tujuan dan meninggalkan perpecahan dan perselisihan. Gerakan <em>th</em><em>a</em><em>waf</em> yang mengelilingi satu tempat memberikan isyarat keharusan mengambil satu jalan yaitu jalan yang yang lurus yang tidak ada pernyimpangannya, sebagaimana firman Allah:</li>
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَالِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</p>
<p><em>“</em><em>Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa</em><em>”</em> (QS. Al An’am:153)</p>
<li>Wukuf di Arafah mendidik kaum muslimin untuk menyatukan barisan dan kekuatan serta merapatkan persatuan dan kesatuannya. Mereka tinggal menetap di satu tempat dari berbagai jenis, suku bangsa, warna dan tempat asal hanya untuk satu tujuan dan satu tempat. Hal ini sangat mungkin terjadi karena Rabb, Al Qur’an, Nabi, Aqidah dan panutan mereka satu.</li>
<li>Melempar jumrah mendidik seorang muslim menjauhi dan memerangi syaitan dengan dzikir kepada Allah dalam setiap lemparan batu dan juga mendidik seorang muslim untuk mencontoh dan meneladani Nabi Ibrahim &#8216;<em>Alaihissalam</em>.</li>
<li>Pilihan mencukur gundul rambut atau menipiskannya mendidik seorang muslim untuk dapat memilih sesuai dengan keadaan dan keinginannya. Hal ini juga menunjukkan syariat islam selalu memperhatikan keinginan pribadi dan tabiat manusia dan memotivasi mereka mengambil amalan yang lebih baik dan besar pahalanya.</li>
<li>Kaitan ibadah hati dengan syarat kemampuan mendidik seorang muslim untuk tidak membebeni dirinya dengan sesuatu yang tidak ia mempui. Sehingga dari sini tampak bahwa pendidikan islam selalu memperhatikan kemampuan dan kemudahan.</li>
<li>Rukun haji dan tertib manasiknya membina seorang muslim untuk teliti, tertib dan disiplin baik disiplinb peraturan atau waktu.</li>
<li>Perintah memperbanyak dzikir dan do’a di hari-hari haji membina dan mendidik seorang muslim untuk selalu ingat kebesaran Allah dan selalu berdzikir  dan juga ada anjuran memperbanyak amalan shalih agar senantiasa memiliki hubungan dengan Allah.</li>
<li>Haji hanya diwajibkan bagi yang mampu sekali seumur hidup. Hal ini memberikan kesempatn kepada semua orang untuk berhaji dan memberikan kemudahan kepada kaum muslimin.</li>
<li>Larangan-larangan Ihram dari hal-hal yang mubah seperti <em>jima’</em>, minyak wangi, berpakaian yang dijahit, berburu dan lain-lainnya sangat membina dan mendidik seorang muslim tidak melakukan perbuatan haram dan terlarang dan membina keimanannya kepada perintah Allah sehingga dengan demikian dapat memberikan ketenangan dan keamanan diri dan alam semesta.Dengan demikian ibadah haji memiliki satu arti penting dalam pembinaan dan pendidikan seorang muslim karena berisi tauhid dan syiar-syiarnya serta berisi pendidikan praktis kepada pribadi muslim yang dimudahkan melakukan ibadah ini. Sehingga benarlah sabda Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>:
<p style="font-size:22px;text-align:right;font-family:Traditional Arabic">مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ </p>
<p><em>“</em><em>Barang siapa berhaqji, lalu tidak berbuat keji dan kefasikan, maka ia keluar dari dosanya seperti ketika ibunya melahirkannya</em><em>”</em><em> </em>(HR. Muslim no.2404)</p>
<p>Dengan demikian salahlah mereka yang menunaikan ibadah haji hanya untuk mendapat kehormatan dan kedudukan atau hanya sebagai wisata dan hiburan semata.</li>
</ol>
<p>Marilah kita jadikan haji kita sarana pendidikan dan pembinaan diri untuk mencapai insan yang kamil.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc<br />
Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid.Com</a></p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Majalah <em>At</em><em> Tau’iyah Al Islamiyah</em>, edisi 212/ Dzulhijah 1416 hal 37</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> ibid hal 41</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Majalah <em>At</em><em> Tau’iyah Al Islamiyah</em>, edisi 212/ Dzulhijah 1416 hal 37</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/&amp;title=Haji%2C+Antara+Tauhid+Dan+Pembinaan+Pribadi+Muslim" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/&amp;title=Haji%2C+Antara+Tauhid+Dan+Pembinaan+Pribadi+Muslim" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/&amp;t=Haji%2C+Antara+Tauhid+Dan+Pembinaan+Pribadi+Muslim" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Haji%2C+Antara+Tauhid+Dan+Pembinaan+Pribadi+Muslim+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/&amp;title=Haji%2C+Antara+Tauhid+Dan+Pembinaan+Pribadi+Muslim" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/&amp;title=Haji%2C+Antara+Tauhid+Dan+Pembinaan+Pribadi+Muslim" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Haji%2C+Antara+Tauhid+Dan+Pembinaan+Pribadi+Muslim+-+http://b2l.me/n8udm&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Haji%2C+Antara+Tauhid+Dan+Pembinaan+Pribadi+Muslim&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Ibadah%20haji%20tidak%20dapat%20dipisahkan%20dari%20ajaran%20tauhid%20dan%20prakteknya%2C%20hal%20ini%20tampak%20jelas%20dalam%20realitas%20yang%20terjadi%20dalam%20ibadah%20tersebut" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/haji-antara-tauhid-dan-pembinaan-pribadi-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tugas dan Kekhususan Para Rasul Allah</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 13:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[hak nabi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal para Rasul yang diutus kepada umat manusia merupakan perkara penting dan sangat dibutuhkan kaum muslimin, baik berkenaan dengan iman, tugas, kekhususan dan kehidupan mereka agar dapat dijadikan suri teladan bagi manusia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal para Rasul yang diutus kepada umat manusia merupakan perkara penting dan sangat dibutuhkan kaum muslimin, baik berkenaan dengan iman, tugas, kekhususan dan kehidupan mereka agar dapat dijadikan suri teladan bagi manusia.</p>
<p>Apalagi dimasa kini dan khususnya kaum muslimin yang sudah jauh dari kenabian dan ajarannya. Sehingga sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mengajak saudaranya mengenal kembali permasalahan ini sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan Sunnah.</p>
<p><strong>Tugas </strong><strong>P</strong><strong>ara Rasul</strong><strong></strong></p>
<p>Para rasul memiliki tugas yang banyak, diantaranya:</p>
<p>1. Tugas agung mereka mengajak manusia beribadah kepada Allah dan meninggalkan sesembahan selain-Nya<a name="_ftnref1" href="#_ftn1">[1]</a>. Dakwah kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah merupakan dasar dan jalan dakwah para rasul seluruhnya. Hal ini dikabarkan Allah <em>Ta&#8217;ala</em> dalam firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): </em><em>&#8216;</em><em>Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu</em><em>&#8216; &#8220;</em><em> </em>(QS. An Nahl:36)<span id="more-942"></span></p>
<p>Dalam ayat yang mulia ini Allah menjelaskan tugas, dasar dakwah dan inti risalah para rasul yaitu mengajak kepada tauhid, mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah dan menjauhi segal sesembahan selainNya.<a name="_ftnref2" href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Hal inipun disampaikan dalam firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>وَمَآأَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّنُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لآ إِلَهَ إِلآ أَنَا فَاعْبُدُونِ</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : &#8216;Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku&#8217;&#8221;. </em>(QS. Al Anbiya: 25)<em></em></p>
<p>Hal ini dikarenakan para rasul diutus untuk menjelaskan jalan menuju tujuan penciptaan manusia yang Allah jelaskan dalam firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّلِيَعْبُدُون</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku&#8221; </em>(QS. Adz Dzariyat: 56)</p>
<p>Demikian juga tauhid merupakan asas fitroh manusia yang diperintahkan untuk ditegakkan dalam firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>} فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَتَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُونَ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَلاَتَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertaqwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alla</em><em>h&#8221;</em><em> </em>(QS. Ar Rum: 30-31)</p>
<p>para rasul mengajak umatnya untuk mewujudkan tauhid dalam diri-diri mereka dan mengeluarkan segala kemampuannya untuk merealisikan dakwahnya tersebut. Cukuplah kisah nabi Nuh dalam surat Nuh sebagai contoh kegigihan mereka dalam mendakwahkan tauhid pada kaumnya.</p>
<p>2. Menyampaikan syari&#8217;at Allah kepada manusia dan menjelaskan agama yang diturunkan kepada manusia, sebagaimana firman Allah:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَآأُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir</em><em>&#8220;</em><em>. </em>(QS. Al Ma&#8217;idah:67).</p>
<p>Demikian juga firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>بِالبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَانُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ</strong></p>
<p><em>&#8220;K</em><em>eterangan-keterangan (mu&#8217;jizat) dan kitab-kitab.Dan Kami turunkan kepadamu </em><em>A</em><em>l-Qur&#8217;an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirka</em><em>n&#8221;</em><em> (QS. An Nahl: 44)</em></p>
<p>3. Menunjukkan umat kepada kebaikan dan mengabarkan mereka tentang pahala yang disiapkan bagi pelaku kebaikan dan memperingatkan mereka dari kejelekan dan siksaan yang disiapkan orang-orang yang durhaka, sebagaimana firman Allah:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللهِ حُجَّةُُ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللهُ عَزِيزًا حَكِيمًا</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana</em><em>&#8220;</em><em> </em>(QS. An Nisa: 165)</p>
<p>4. Memperbaiki manusia dengan teladan dan contoh yang baik dalam perkataan dan perbuatan, sebagaimana firman Allah :</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>أُوْلَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ قُل لآأَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلاَّ ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah:&#8221;Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (al-Qur&#8217;an)&#8221;. al-Qur&#8217;an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat</em><em>&#8220;</em><em> </em>(QS. Al An&#8217;am:90)</p>
<p>Juga ditegaskan dalam firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلأَخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alla</em><em>h&#8221;</em><em> </em>(QS.Al Ahzab:21)</p>
<p>5. Menegakkan dan menerapkan syari&#8217;at Allah diantara hamba-hambaNya, firman Allah <em>Ta&#8217;ala</em>:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآأَنزَلَ اللهُ وَلاَتَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَآ أَنزَلَ اللهُ إِلَيْكَ فَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ</strong></p>
<p><em>&#8220;D</em><em>an hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik</em><em>&#8220;</em><em> </em>(QS. Al Ma&#8217;idah:49)</p>
<p>6. Menjadi saksi sampainya penjelasan syariat kepada manusia. Allah <em>Ta&#8217;ala </em>berfirman:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَى هَآؤُلاَءِ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>(Dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka darimereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammmad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (al-Qur&#8217;an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah dir</em><em>i&#8221;</em><em> </em>(QS. An Nahl:89)</p>
<p>dan firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu</em><em>&#8220;</em><em> (</em>QS. Al Baqarah:143)</p>
<p>Imam Abul Qasim Al Ashbahani menyatakan dalam muqaddimah kitab beliau: &#8220;Segala puji bagi Allah yang telah menampakkan tanda-tanda kebenaran lalu menjlaskannya dan telah memunculkan manhaj agama ini lalu menerangkannya. Dialah yang telah menurunkan Al Qur&#8217;an lalu seluruh hujjah ada padanya dan mengutus Muhammad sebagai Rasul, sehingga memutus seluruh alasan (untuk berpaling). Kemudian Rasulullah telah berda&#8217;wah, bersungguh-sungguh dan berjihad serta menjelaskan jalan kebenaran kepada umat ini. Beliau juga menyampaikan syariat kepada mereka syari&#8217;at agar mereka tidak menyatakan: &#8216;Belum datang kepada kami pemberi kabar gembira (<em>Basyir</em>) dan pemberi peringatan (<em>Nadzir</em>)&#8217;.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Demikianlah beberapa tugas penting para Nabi dan Rasul.</p>
<p><strong>Kekhususan </strong><strong>P</strong><strong>ara Nabi dan Rasul</strong><a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><strong></strong><strong>[4]</strong></a><strong></strong></p>
<p>Allah <em>Ta&#8217;ala</em> telah memilih diantara para hambaNya sebagai Nabi dan Rasul dengan memberikan beberapa kekhususan yang tidak dimiliki hamba-hambaNya yang lain. Diantara kekhususan para Nabi dan Rasul tersebut adalah:</p>
<p>1. Wahyu</p>
<p>Allah <em>Ta&#8217;ala</em> telah mengkhususkan mereka dengan wahyu, sehingga mereka menjadi perantara Allah dengan hamba-hambaNya. Hal ini telah ditegaskan dalam firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>قُلْ إِنَّمَآ أَنَا بَشَرٌ مِّثْلَكُمْ يُوحَى إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلاَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Katakanlah</em><em>: </em><em>&#8216;</em><em>Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku:</em><em>&#8216;</em><em>Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa</em><em>&#8216; &#8220;</em><em>. </em>(QS. Al Kahfi: 110)</p>
<p>Demikianlah, diantara Nabi dan Rasul ada yang langsung berbicara dengan Allah dan ada pula yang melalui perantara malaikat Jibril <em>&#8216;Alaihissalam</em>, sehingga mereka dapat mengetahui perkara-perkara gaib dengan wahyu tersebut.</p>
<p>2. Kemaksuman (<em>Al Ishmah</em>).</p>
<p>Seluruh umat sepakat bawha para rasul memiliki kemaksuman dalam menerima risalah Allah, sehingga mereka tidak lupa sedikitpun wahyu yang Allah turunkan kepada mereka dan memiliki kemaksuman dalam penyampaian wahyu tersebut kepada manusia. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>سَنُقْرِئُكَ فَلاَتَنسَى</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Kami akan membacakan (al-Qur&#8217;an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lup</em><em>a&#8221;</em><em> (QS.</em><em> </em>Al A&#8217;laa: 6)</p>
<p>Dan firmanNya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَآأُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ</strong></p>
<p>&#8220;Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir&#8221; (QS. Al Ma&#8217;idah: 67).</p>
<p>Demikian juga Allah mempertegas dengan firmanNya<em>:</em></p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ اْلأَقَاوِيلِ لأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ</strong><em></em></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. (Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu</em><em>&#8220;</em><em> </em>(QS. Al Haaqah:44-47)</p>
<p><em> </em></p>
<p>3. Diberi pilihan ketika akan dicabut nyawanya</p>
<p>Hal ini ditunjukkan oleh hadits &#8216;Aisyah <em>Radhiallahu&#8217;anha</em>, beliau berkata:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ نَبِيٍّ يَمْرَضُ إِلَّا خُيِّرَ بَيْنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَكَانَ فِي شَكْوَاهُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ أَخَذَتْهُ بُحَّةٌ شَدِيدَةٌ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ فَعَلِمْتُ أَنَّهُ خُيِّرَ</strong></p>
<p>&#8220;A<em>ku mendengar Rasululloh </em><em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em><em> bersabda: &#8216;Tidak ada seorang nabipun yang sakit kecuali diminta memilih antara dunia dan akh</em><em>i</em><em>rat&#8217;. Beliau pada sakit mendekati kematian beliau, mengeluarkan suara parau sekali, sehingga aku mendengarnya, beliau mengatakan : &#8216; Bersama orang yang Allah berikan kenikmatan pada mereka dari kalangan para nabi, shidiqin, syuhada dan sholihin&#8217;. Lalu aku tahu beliau sedang diberi pilihan.<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><strong>[5]</strong></a></em><em></em></p>
<p><em> </em></p>
<p>4. Dikuburkan ditempat meninggalnya</p>
<p>Seorang Nabi bila meninggal dunia di suatu tempat, maka ia dikuburkan di tempat tersebut. Hal ini didasari hadits Abu Bakar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em>, beliau berkata:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَنْ يُقْبَرَ نَبِيٌّ إِلَّا حَيْثُ يَمُوتُ فَأَخَّرُوا فِرَاشَهُ وَحَفَرُوا لَهُ تَحْتَ فِرَاشِهِ  رَوَاهُ أَحْمَد</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Aku mendengar Rasululloh </em><em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em><em> bersabda seorang nabi tidak dikuburkan kecuali ditempat kematiannya dengan menyingkirkan pembaringannya dan dibuat lubang dibawah pembaringannya tersebut</em><em>&#8220;</em><a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><em><strong>[6]</strong></em></a><em></em></p>
<p><em> </em></p>
<p>5. Jasadnya tidak dimakan bumi</p>
<p>Allah memuliakan jasad para Nabi dengan membuatnya tidak hancur oleh tanah yang menguburnya walaupun telah berlalu waktu yang sangat lama. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dalam sabdanya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ  </strong></p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta&#8217;ala mengharamkan tanah menghancurkan jasad para nabi&#8221;<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><strong>[7]</strong></a></p>
<p>6. Mata mereka terpejam tidur namun hatinya tetap sadar dan bangun</p>
<p>Demikianlah hal ini dijelaskan dalam hadits Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> yang berbunyi:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>تَنَامُ عَيْنِي وَلَا يَنَامُ قَلْبِي</strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Mataku tidur namun hatiku tidak tidur</em><em>&#8220;</em><a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><em><strong>[8]</strong></em></a><em></em></p>
<p>Berkata Anas bin Malik<em> </em><em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> ketika mengisahkan kisah <em>Isra&#8217; Mi&#8217;r</em><em>a</em><em>j</em> :</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَائِمَةٌ عَيْنَاهُ وَلَا يَنَامُ قَلْبُهُ وَكَذَلِكَ الْأَنْبِيَاءُ تَنَامُ أَعْيُنُهُمْ وَلَا تَنَامُ قُلُوبُهُمْ  </strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Nabi </em><em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em><em> matanya tidur namun hatinya tidak tidur dan demikian juga para nabi mata mereka tidur sedang hati mereka tidak tidur</em><em>&#8220;</em><a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><em><strong>[9]</strong></em></a><em></em></p>
<p>7. Tetap hidup dikuburan mereka</p>
<p>Para Nabi dan Rasul walaupun telah meninggal dunia, namun mereka tetap hidup dikuburannya dalam keadaan shalat, sebagaimana diberitakan Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dalam sabdanya:</p>
<p style="font-size:16px;text-align:right"><strong>الأَنْبِيَاءُ أَحْيَاءٌ فِيْ قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ  </strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Para nabi itu tetap hidup dikuburan mereka dalam keadaan sholat</em><em>&#8220;</em><a name="_ftnref10" href="#_ftn10"><em><strong>[10]</strong></em></a><em></em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Demikianlah tugas dan kekhususan para nabi secara umum dan ringkas, mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan kita dan membawa kita kepada iman yang benar terhadap mereka.</p>
<p><em>Wallahu A&#8217;lam</em>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<p>1.       Tulisan Dr. Abdulaziz Shalih Al Thowiyan dalam pengantar tahqiq kitab <em>Al Nubuwat</em> karya Ibnu Taimiyah, cetakan pertama tahun 1420H, <em>Adwaa Al Salaf</em>, Riyaadh. KSA</p>
<p>2.       <em>Al Rusul wal Risalaah</em>, karya Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar, cetakan ketiga tahun 1405, <em>Maktabah Al Falaah</em>, Kuwait</p>
<p>3.       <em>Usus Manhaj Al Salaf  Fi Dakwah Ila Allah</em> karya Fawaaz Halil Al Suhaimi. cetakan pertama tahun 1423 H, Dar Ibnu Hazm, Kairo, Mesir</p>
<p>4.       <em>Al Hujjah Fi Bayaan Al Mahajjah wa Syarh Aqidah Ahli Sunnah </em>karya Abul Qasim Isma&#8217;il bin Muhammad bin Al Fadhl Al Taimi Al Ashbahani, tahqiq Muhammad bin Al Rabi&#8217; Al Madkhali, cetakan ke-2 tahun 1419 H. <em>Dar Al Raayah</em>, Riyadh, KSA</p>
<p>5.       <em>Sh</em><em>ahih Al Jami&#8217; Al Sh</em><em>aghir</em> karya Syaikh Al Alamah Muhammad Nashiruddin Al Albani, cetakan ketiga tahun 1408 H, <em>Al Maktab Al Islami</em>, Baerut.</p>
<p>6.       CD <em>Al Kutub Al Tis&#8217;ah</em>.</p>
<p>Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid.Com</a></p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> Disarikan dari tulisan DR. Abdul &#8216;Aziz Sholih Al Thawiyan dalam pengantar tahqiq kitab <em>Al Nubuwat</em> karya Ibnu Taimiyah, cetakan pertama tahun 1420H, Penerbit <em>Adwaa Al Salaf</em>, Riyadh. KSA hal 1/28 dan  <em>Al Rusul wal Risalaah</em>, karya DR. Umar Sulaiman Al Asyqar, cetakan ketiga tahun 1405, <em>M</em><em>aktabah Al Falaah</em>, Kuwait hal. 43-45 dengan tambahan dari beberapa referensi yang akan penulis isyaratkan dalam catatan kaki.</p>
<p><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a>. <em>Us</em><em>h</em><em>u</em><em>l</em><em> manhaj </em><em>A</em><em>l Salaf  Fi Dakwah Ila Allah</em> karya Fawaaz Halil Al Suahaimi. Cetakan pertama tahun 1423 H, Dar Ibnu Hazm, Kairo, Mesir hal 85.</p>
<p><a name="_ftn3" href="#_ftnref3">[3]</a> <em>Al Hujjah Fi Bayaan Al Mahajjah wa Syarh Aqidah Ahli Sunnah</em><em>,</em> karya Abul Qasim Isma&#8217;il bin Muhammad bin Al Fadhl Al Taimi Al Ashbahani, tahqiq Muhammad bin Al Rabi&#8217; Al Madkhali, cetakan ke-2 tahun 1419 H. <em>Dar Al Raayah</em>, Riyadh, KSA hal 1/93.</p>
<p><a name="_ftn4" href="#_ftnref4">[4]</a> Disarikan dari <em>Al Rusul wal Risalaah</em>, karya Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar, op.cit hal 90-115</p>
<p><a name="_ftn5" href="#_ftnref5">[5]</a> Diriwayatkan Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya, di kitab <em>Tafsier Al Qur&#8217;an</em><em>,</em> no. 4220.</p>
<p><a name="_ftn6" href="#_ftnref6">[6]</a> Hadits riwayat Ahmad dengan sanad yang shahih. Hadits ini dishahihkan Al Albani dalam kitab <em>Tahdzir Al Saajid</em> hal 10-11 dan <em>Sh</em><em>ahih Al Jami&#8217; Al Sh</em><em>aghir</em> no. 5201, lihat <em>Sh</em><em>ahih Al Jami&#8217; Al Sh</em><em>aghir</em> 2/923.</p>
<p><a name="_ftn7" href="#_ftnref7">[7]</a> Hadits riwayat Abu Daud dalam Sunan-nya, kitab <em>Al Sh</em><em>alat Bab fil Istighfar</em> no. 1308</p>
<p><a name="_ftn8" href="#_ftnref8">[8]</a> Hadits riwayat Al Bukhari dalam kitab <em>Al Manaaqib</em> no. 3304.</p>
<p><a name="_ftn9" href="#_ftnref9">[9]</a> Hadits riwayat Al Bukhari dalam Shahih-nya, kitab <em>Al Manaaqib</em>, Bab <em>An Nabi Tanamu Ainaahu Wala Yanam Qalbuhu</em> no. 3305.</p>
<p><a name="_ftn10" href="#_ftnref10">[10]</a> Hadits shahih, dishahihkan Al Albani dalam <em>Sh</em><em>ahih Al Jami&#8217; Al Shoghir</em> no 2790 dan beliau isyaratkan hadits ini riwayat Al Bazaar, Abu Nu&#8217;aim dan Ibnu Asaakir.</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/&amp;title=Tugas+dan+Kekhususan+Para+Rasul+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/&amp;title=Tugas+dan+Kekhususan+Para+Rasul+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/&amp;t=Tugas+dan+Kekhususan+Para+Rasul+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Tugas+dan+Kekhususan+Para+Rasul+Allah+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/&amp;title=Tugas+dan+Kekhususan+Para+Rasul+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/&amp;title=Tugas+dan+Kekhususan+Para+Rasul+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Tugas+dan+Kekhususan+Para+Rasul+Allah+-+http://b2l.me/n9pn8&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Tugas+dan+Kekhususan+Para+Rasul+Allah&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Mengenal%20para%20Rasul%20yang%20diutus%20kepada%20umat%20manusia%20merupakan%20perkara%20penting%20dan%20sangat%20dibutuhkan%20kaum%20muslimin%2C%20baik%20berkenaan%20dengan%20iman%2C%20tugas%2C%20kekhususan%20dan%20kehidupan%20mereka%20agar%20dapat%20dijadikan%20suri%20teladan%20bagi%20manusia." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/tugas-dan-kekhususan-para-rasul-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flu Babi, Satu Pelajaran Bagi Manusia (2)</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 04:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[Islam tidak hanya mengharamkan dagingnya, namun juga menganjurkan membunuhnya, sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dalam sabda beliau.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perintah Membunuh</strong><strong> Babi</strong></p>
<p>Islam tidak hanya mengharamkan dagingnya, namun juga menganjurkan membunuhnya, sebagaimana disampaikan Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dalam sabda beliau:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>????????? ??????? ???????? ? ???????????? ???? ???????? </strong><strong>???????</strong><strong> ????? ???????? ??????? ????????? ? ?????????? ?????????? ? ?????????? ???????????? ? ???????? ??????????? ? ????????? ???????? ?????? ??? ?????????? ?????? </strong></p>
<p>&#8220;<em>Demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya , sudah dekat turunnya Isa bin Maryam pada kalian sebagai hakim yang adil, lalu beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghilangkan jizyah (upeti) dan harta akan berlebih hingga tidak ada seorangpun yang menerimanya.</em>&#8221; (Muttafaqun &#8216;Alaihi).</p>
<p>Imam an-Nawawi memberikan komentar terhadap hadits ini dengan menyatakan: &#8220;Ada pada hadits ini dalil bagi pendapat yang kuat dari mazhab kami (mazhab Syafi&#8217;i) dan mazhab mayoritas ulama, yaitu kita bila mendapatkan babi di negara kafir atau selainnya dan mampu untuk membunuhnya maka kami akan membunuhnya. Juga ada bantahan untuk pendapat sebgaian ulama syafi&#8217;iyyah yang <em>nyeleneh</em> dan juga selain mereka yang berpendapat bahwa babi dibiarkan apabila tidak ada kebutuhan untuk membunuhnya&#8221;<a name="_ftnref1" href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p align="left"><span id="more-919"></span></p>
<p>Sedangkan al-Khathaabi menyatakan: &#8220;Dalam sabda beliau (<strong>?????????? ????????????</strong>) terdapat dalil kewajiban membunuh babi dan penjelasan bahwa dzatnya adalah najis&#8221;<a name="_ftnref2" href="#_ftn2">[2]</a>. Sedangkan al-Haafizh ibnu hajar menyatakan: &#8220;Mayoritas ulama berpendapat bolehnya membunuh babi secara mutlak.&#8221;</p>
<p>Ibnu Bathaal menyatakan: &#8220;Tidakkah kalian lihat &#8216;Isa bin Maryam membunuhnya ketika turun ke bumi, sehingga membunuhnya adalah wajib.&#8221;</p>
<p><strong>Kaum Yang Dikutuk Menjadi Babi</strong></p>
<p>Allah pernah mengutuk satu kaum menjadi babi, namun mengapa Allah mengutuk mereka? Lihatlah baik-baik hadits-hadits berikut ini:</p>
<p>Hadits Abdurrahman bin Ghanmin al-&#8217;Asy&#8217;ari, beliau berkata:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>?????????? ????? ??????? &#8211; ???? ????? ??????? &#8211; </strong><strong>?????????????</strong><strong> ????????? ??? ????????? ?????? ?????????? ??? ???? ???? ???? ??????? : &#8221; ???????????? ???? ???????? ????????? ?????????????? ??????? ???????????? ??????????? ?????????????? ? ??????????????? ????????? ????? ?????? ?????? ??????? ?????????? ??????????? ?????? ? ??????????? _ ??????? ?????????? _ ????????? ? ???????????</strong><strong> : </strong><strong>??????? ????????? ????? ? ??????????????? ??????? ? ???????? ????????? ? ?????????? ???????? ???????? ???????????? ????? ?????? ???????????? </strong><strong></strong></p>
<p>&#8220;<em>Telah menceritakan kepadaku Abu &#8216;Amir -atau Abu Maalik- al-&#8217;Asy&#8217;ari  -demi Allah ia tidak berdusta kepadaku bahwa ia telah mendengar Nabi Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam bersabda: Akan ada satu kaum dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik. Sungguh satu kaum tinggal di sisi satu tanda yang digunakan mereka untuk menggembalakan ternaknya. Seorang fakir mendatangi mereka meminta karena satu kebutuhan lalu mereka menjawab: &#8216;Kembalilah esok kepada kami&#8217;. Lalu Allah binasakan mereka dan membiarkan tanda tersebut dan merubah sisanya menjadi kera dan babi sampai hari kiamat.</em>&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Hadits Ibnu Abbas dari Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> , beliau bersabda:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>&#8221; ????????? ?????? ????????? ???????? ? ???????????? ????? ???? ???????? ????? ?????? ???????? ? ???????????? ???????? ???????????? ? ?????????????????? ???????????? ? ??????????????? ???????????? ? ???????????? ????????? ? ???????????? ???????? ? ???????????? ??????????</strong><strong>.</strong></p>
<p>&#8220;<em>Demi Allah yang jiwa Muhammad ada ditangannya,  Sebagian umatku tidur malam dalam keadaan bermain-main dan sia-sia, lalu pagi harinya menjadi kera dan babi dengan sebab mereka menghalalkan pernikahan mahram, mengambil para penyanyi, meminum khomr, memakan riba dan mengenakan sutera.</em>&#8221; (HR Ahmad).</p>
<p>Hadits Abu Malik Al-&#8217;Asy&#8217;ari , beliau berkata:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>????? ??????? ??????? ??? ???? ???? ???? : &#8221; ????????????? ????? ???? ???????? ????????? ? ????????????? ???????? ???????? ? ???????? ????? ??????????? ?????????????? ????????????????? ? ???????? ??????? </strong><strong>??????</strong><strong> ???????? ? ?????????? ???????? ??????????? ??????????????? </strong><strong></strong></p>
<p>&#8220;<em>Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam bersabda: Sungguh sekelompok dari umatku minum minuman khomr, mereka menamakannya dengan nama lain, bermain musik dengan alat musik dan para penyanyi. Allah menenggelamkan mereka kedalam bumi dan menjadikan sebagian mereka menjadi kera dan babi.&#8221;</em> (HR Ibnu Maajah, dan dishohihkan al-Albani dalam <em>shohih al-Jaami&#8217;</em> no. 5454)</p>
<p>Hadits Anas bin Malik, belau berkata:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong> ????? ??????? ??????? ??? ???? ???? ???? ????? ???? : ??? ?????? : &#8221; ????? ???????? ???????????? ?????????? ? ??????? ??????? ??????? ??????? ???? ??????????? ???? ????????????? ? ?????? ?????? ???????? ????? ? ???? ??????????? ? ?????????? ???????????? ???????????? ?????????? ??????? ???????????? ? ?????????? ????????????? ? ????????? ??????? ????? ?????? ???????? ???????? ? ???????? ?????????? ??????????? ???????? ???????????? &#8221; [ ???? ??? ???? ????? ???????? ?? ???? ?????? ???? </strong><strong>7859 ] .</strong></p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda kepada beliau: &#8216;Wahai Anas sesungguhnya manusia akan membangun kota-kota. Sungguh  ada satu kota yang dinamakan al-Bashroh atau al-Bushairoh. Apabila kamu melewatinya atau memasukinya, maka hati-hati dari pusat kota, pinggiran sungai dan pasar serta pintu istana keamirannya, wajib bagimu meilih pinggirannya, karena akan terjadi padanya tenggelam ditanah,  angin yang sangat dingin dan gempa serta kaum yang bermalam lalu paginya menjadi kera dan babi&#8217; </em>&#8221; (HR Abu Daud, dan di-shahihkan al-Albani dalam <em>shohih al-Jaami&#8217;</em> no 7859)</p>
<p>Hadits-hadits ini menunjukkan adanya sekelompok manusia yang melakukan pelanggaran dan berbuat maksiat, lalu Allah rubah mereka menjadi kera dan babi. <em>Wal &#8216;Iyadzu billahi min dzalika</em>.</p>
<p>Karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk semangan beramal sholeh dan ketaatan kepada Allah dan berhati-hati serta menjauhi kemaksiatan. Bersegeralah bertaubat kepada Allah sebelum kematian menjemput.</p>
<p><strong>Melarang </strong><strong>J</strong><strong>ual </strong><strong>B</strong><strong>eli</strong><strong> Babi</strong><a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><sup></sup><sup>[3]</sup></a><strong></strong></p>
<p>Apabila sudah jelas pengharaman babi dan bahaya yang timbul dari babi, maka alangkah aneh keberadaan sebagian muslimin yang menjual babi dan dagingnya, seperti di negara indonesia ini.</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> sendiri bersabda:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>????? ????? ??????? ????????? ??????????? ? ????????? ??????????? ??????????? ? ????????? ????????????? ?????????? &#8221; </strong><strong></strong></p>
<p>&#8220;<em>Allah mengharamkan khamar dan hasil jual belinya, mengharamkan bangkai dan </em><em>harta hasil penjualannya dan mengharamkan </em><em>babi dan harta hasil penjualannya</em>&#8221; (HR Abu Daud dan dishohihkan al-Albani)</p>
<p>Tentu saja hal ini menunjukkan pengharaman jual beli babi dan dagingnya serta seluruh anggota tubuhnya walaupun sudah diusahakan untuk mengubahnya dalam bentuk-bentuk lain, misalnya sebagai katalisator atau dicampur dengan daging lainnya. Hal ini juga ditegaskan Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> dalam sabdanya:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>???? ??????? ???? ?????? ??????? ?????? ??????? ????????? ??????? ??????</strong><strong> ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ????? ????????? ?????? ????????? ????? ??????? ??????????? ??????? ?????? ????????? ????????????? ?????????????? ?????????????? ??????? ??? ??????? ??????? ?????????? ??????? ??????????? ?????????? ??????? ????? ????????? ?????????? ????? ?????????? ?????????????? ????? ???????? ??????? ??? ???? ??????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ?????? ??????? ??????? ?????????? ????? ??????? ?????? ??????? ?????????? ????????? ????? ???????? ?????????? ????????</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Dari Jabir bin Abdullah beliau mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda pada tahun penaklukan Mekkah dan beliau waktu itu berada di Mekkah: &#8220;Sesungguhnya Allah telah mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi dan patung-patung.&#8221; Lalu ada yang bertanya: &#8220;Wahai Rasulullah Apakah boleh (menjual) lemak bangkai, karena ia dapat digunakan untuk mengecat perahu dan meminyaki kulit serta dipakai orang untuk bahan bakar lampu?&#8221; Maka beliau menjawab: &#8220;Tidak boleh, ia tetap haram.&#8221; Kemudian Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda lagi ketika itu: &#8220;Semoga Allah memusnahkan orang Yahudi, sungguh Allah telah mengharamkan lemaknya lalu mereka rubah bentuknya menjadi minyak kemudian menjualnya dan memakan hasil penjualannya.&#8221;</em><em>&#8221; </em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Oleh karena itu ibnu Bathaal berkata: &#8220;Para ulama berijma bahwa jual beli babi adalah haram.</p>
<p>Babi dalam syari&#8217;at Nabi Isa <em>&#8216;Alaihissalam</em> diharamkan dan sikap nabi Isa membunuh babi menjadi pendustaan terhadap orang nashrani yang menghalalkan babi dalam syari&#8217;atnya. Ibnu Qudamah menyatakan: Mereka berijma&#8217; mengharamkan jual beli babi. Hal itu karena hadits Jabir&#8221; <a name="_ftnref4" href="#_ftn4">[4]</a>.</p>
<p>Pelarangan jual beli babi juga disampaikan Abdullah bin Umar <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> dalam pernyataan beliau:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>????? ?????????? ?????? ????? ???????? ?????????  ????? ???? ?????? ????????? ? ???????? ????????????? ? ???????? ????????? ? ?????? ?????? ???????? ? ?????? ?????? ????????? </strong><strong> </strong><strong></strong></p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya Nabi melarang jual beli anjing, babi, khomr dan melarang hasil bayaran pelacur serta bayaran perkawinan hewan.&#8221;</em> (HR Ath-Thabrani dalam <em>al-Ausaath</em> dan dishahihkan al-Albani dalam <em>Shahih al-Jaami&#8217;</em> no. 6948)</p>
<p><strong>Melarang </strong><strong>M</strong><strong>emelihara dan </strong><strong>M</strong><strong>emilikinya</strong></p>
<p>Seorang muslim dilarang memiliki dan memelihara babi, karena ia najis dan diharamkan jual beli, makan dan menjadikannya obat.  Namun ironisnya masih banyak negara islam yang memperbolehkan pemeliharaan dan ternak babi, seperti di Indonesia.  Jelas ini menyelisihi perintah al-Qur&#8217;an dan sunnah Rasululloh. Padahal sepantasnya mereka berpegang teguh kkepada syari&#8217;at islam yang indah nan agung ini dan berhukum kepada hukum islam.</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh -mufti agung Saudi Arabia dahulu- menyatakan: &#8220;Seorang muslim dilarang untuk mengimpor daging babi dan tidak membiarkan ada ditangan muslim. Bahkan seharusnya wajib baginya untuk memusnahkannya karena daging tersebut terlarang dan najis. Dihukum orang yang mengimpornya dan orang yang memilikinya atau bekerja pada (usaha jual beli babi)&#8221; <a name="_ftnref5" href="#_ftn5">[5]</a>.</p>
<p>Para ahli fikih sepakat bahwa tidak ada ganti rugi dan kewajiban menjamin atas orang yang mencuri atau membinasakan babi seorang muslim karena ia tidak berharga dan tidak bernilai. Hal ini disebabkan larangan memiliki, menjual dan memeliharanya. Demikian juga babi miliki non muslim baik ia tampakkan atau sembunyikan babi tersebut.<a name="_ftnref6" href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p><strong>Menjelaskan </strong><strong>B</strong><strong>ahayanya.</strong></p>
<p>Islam menghalalkan yang baik dan manfaat dan mengharamkn yang jelek dan merugikan. Hal ini juga berlaku pada larangan makan daging babi, karena ia adalah najis dan kotor bahkan sampai-sampai larangannya dalam bentuk larangan memelihara, memiliki dan menjual belikannya. Tentulah larangan ini memiliki hikmah dan manfaat bagi manusia. Lalu bagaimana kenyataannya?</p>
<p>A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov dalam tulisannya pada Buku : Adaptive physiology on mammals and birds menerangkan bahwa babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor, Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri &amp; kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada pada tempat yang kotor, tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering. Babi hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan), tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak gesit, tapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika tambah umur, jadi makin malas &amp; lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri). Suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urin babi merembes ke daging). Lemak punggung babi tebal, babi memiliki <em>back fat</em> (lemak punggung) yang lumayan tebal. Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis, karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami <em>oxidative rancidity</em>, sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.</p>
<p>Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan.</p>
<p>Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur &amp; Barat, yaitu Cina dan Swedia.Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) &amp; Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan: &#8220;Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus &amp; kolon (usus besar)&#8221;.</p>
<p>Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60 ?C lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi &amp; tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).</p>
<p>Lebih lagi daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kolesterol! Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (<em>angina pectoris</em>) , dan radang pada sendi-sendi. Sekitar tahun 2001 pernah terjadi para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (<em>ham</em> = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi). Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Telur cacing tsb menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan disfungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak. Penyakit-penyakit &#8220;cacing pita&#8221; merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar &#8220;1000 ekor dengan panjang antara 4 &#8211; 10 meter&#8221;, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar). Hal ini ditambah lagi dengan munculnya flu babi yang telah membunuh ratusan jiwa di Meksiko.</p>
<p>DR Murad Hoffman, Daniel S Shapiro, MD, seorang Pengarah <em>Clinical Microbiology Laboratories</em>, <em>Boston Medical Center,</em> Massachusetts, dan juga merupakan asisten Profesor di <em>Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine</em>, Massachusetts, Amerika menyatakan terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa dijangkiti dari babi<a name="_ftnref7" href="#_ftn7">[7]</a>. Di antaranya: <em><a title="Anthrax" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anthrax">Anthrax</a> , <a title="Ascaris suum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ascaris_suum&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ascaris suum</a> , <a title="Botulism (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Botulism&amp;action=edit&amp;redlink=1">Botulism</a> , <a title="Brucella suis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Brucella_suis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Brucella suis</a> , <a title="Cryptosporidiosis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cryptosporidiosis">Cryptosporidiosis</a> , <a title="Entamoeba polecki (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Entamoeba_polecki&amp;action=edit&amp;redlink=1">Entamoeba polecki</a> , <a title="Erysipelothrix shusiopathiae (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Erysipelothrix_shusiopathiae&amp;action=edit&amp;redlink=1">Erysipelothrix shusiopathiae</a> , <a title="Flavobacterium group IIb-like bacteria (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Flavobacterium_group_IIb-like_bacteria&amp;action=edit&amp;redlink=1">Flavobacterium group IIb-like bacteria</a> , <a title="Influenza" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Influenza">Influenza</a> , <a title="Leptospirosis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leptospirosis">Leptospirosis</a> , <a title="Pasteurella aerogenes (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasteurella_aerogenes&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pasteurella aerogenes</a> , <a title="Pasteurella multocida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasteurella_multocida">Pasteurella multocida</a> , <a title="Pigbel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pigbel&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pigbel</a> , <a title="Rabies" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rabies">Rabies</a> , <a title="Salmonella cholerae-suis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salmonella_cholerae-suis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Salmonella cholerae-suis</a> , <a title="Salmonellosis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salmonellosis">Salmonellosis</a> , <a title="Sarcosporidiosis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarcosporidiosis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sarcosporidiosis</a> , <a title="Scabies (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Scabies&amp;action=edit&amp;redlink=1">Scabies</a> , <a title="Streptococcus dysgalactiae (group L) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Streptococcus_dysgalactiae_%28group_L%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">Streptococcus dysgalactiae (group L)</a> , <a title="Streptococcus milleri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Streptococcus_milleri&amp;action=edit&amp;redlink=1">Streptococcus milleri</a>, <a title="Streptococcus suis type 2 (group R) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Streptococcus_suis_type_2_%28group_R%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">Streptococcus suis type 2 (group R)</a> , <a title="Swine vesicular disease (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Swine_vesicular_disease&amp;action=edit&amp;redlink=1">Swine vesicular disease</a> , <a title="Taenia solium (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taenia_solium&amp;action=edit&amp;redlink=1">Taenia solium</a> , <a title="Trichinella spiralis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trichinella_spiralis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Trichinella spiralis</a> , <a title="Yersinia enterocolitica (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yersinia_enterocolitica&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yersinia enterocolitica</a> dan <a title="Yersinia pseudotuberculosis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yersinia_pseudotuberculosis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yersinia pseudotuberculosis</a></em>.</p>
<p>Syaikh Prof. DR. Shalih Al Fauzaan seorang anggota majlis ulama besar Saudi Arabia (<em>Hai&#8217;ah Kibaar al-&#8217;Ulama</em>) menyatakan: &#8220;Babi adalah hewan yang sudah terkenal menyukai kotoran dan hal-hal yang hina.  Allah haramkan memakannya karena berisi banyak madhorat yang besar dan mengakibatkan penyakit yang berbahaya, sebagaimana ditetapkan para dokter. Hal ini karena babi membawa virus dan penyakit berbahaya yang telah ditemukan dan akan terus ditemukan. Allah tidaklah mengharamkan sesuatu pada hambanya kecuali berisi madhorat untuk mereka&#8221;<a name="_ftnref8" href="#_ftn8">[8]</a>.</p>
<p>Abu Hayyan menjelaskan bahwa diantara implikasi buruk daging babi terhadap kesehatan adalah pernyataan para ahli medis (kedokteran) bahwa babi bisa menghasilkan cacing otot (<em>A</em>d<em>-Duud al-&#8217;Adhol</em>). Cacing umumnya dikenal berada di lambung dan diobati dengan obat tertentu dan bisa hilang, sampai-sampai cacing pita yang panjangnya bisa mencapai 12 meter juga hidup dilambung dan bisa keluar dengan obat tertentu. Adapun cacing yang berada di jaringan otot baik dipaha atau di tangan , maka harus dikeluarkan dengan menyobek otot tersebut dan mencabutinya satu persatu. Ini adalah musibah besar.<a name="_ftnref9" href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p>Demikian banyak penyakit yang dapat muncul disebabkan memakan daging babi. Apakah masih ada orang yang berakal memakannya?</p>
<p>Lajnah Daimah menyatakan:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px">
<p><strong>??????? ??? ??? ? ?? ???? ?? ????? ?????? ??????? ?????? ???????? ??????? ???????? ??? ??? ?? ???? ??? ?? ??? ???? ?? ??? ???????? ? ??? ??? ??? ??????? </strong></p>
<p>&#8220;Tidak boleh berniaga barang yang telah Allah haramkan berupa bahan makanan atau yang lainnya, seperti khomr, babi walaupun untuk orang kafir, karena adanya hadits shahih dari Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> bahwa beliau bersabda:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>?? ???? ??? ??? ????? ??? ????</strong></p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan sesuatu maka ia haramkan juga jual belinya</em>&#8221; (Muttafaqun &#8216;Alaihi).&#8221; [<em>Fatawa al-Lajnah ad-Daa'imah Lilbuhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta'</em> (komite tetap untuk penelitian ilmiah dan fatwa di Saudi Arabia), 13/14-15]<br />
demikian juga muncul fatwa dari lembaga ini yang berbunyi:</p>
<p>&#8220;Diharamkan bekerja dan mengambil penghasilan dengan membantu pengadaan barang terlarang seperti khamr dan daging babi. Juga diharamkan gaji atas hal tersebut; karena ini termasuk tolong menoong dalam dosa dan kejahatan (<strong>??????? ??? ????? ????????</strong>) dan Allah melarang hal itu dalam firmanNya:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ </strong></p>
<p>&#8220;<em>Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran</em>&#8221; (QS. Al-Maaidah: 2).</p>
<p>Kami nasehati agar menjauhi bekerja di rumah makan yang demikian dan sejenisnya, karena hal itu menjadikannya keluar dari membantu adanya sesuatu yang  Allah haramkan.</p>
<p>Diharamkan seorang muslim menjual barang haram seperti babi dan khamr. Rezeki dan larisnya dagangan itu adanya di tangan Allah dan bukan pada penjualan barang haram. Oleh karenanya seorang muslim hendaknya bertakwa kepada Allah dengan mengamalkan perintah dna menjauhi larangan Allah. Allah telah berfirman:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ </strong></p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.&#8221;</em> (QS. At-Thalaq :2-3) <a name="_ftnref10" href="#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Tidak hanya demikian, bahkan dilarang kita melakukan investasi atau membeli sahan di perusahaan yang menjual babi atau dagingnya. Hal ini dijelaskan dalam Fatwa lajnah ad-Daa&#8217;imah (komite tetap untuk peneliktian ilmiyah dan fatwa di Saudi Arabia) dibawah ini:</p>
<p>Tidak diperbolehkan bermuamalah dalam jual dan beli saham perusahaan yang bermuamalah dengan riba atau menjual barang haram seperti daging babi dan khomr serta lainnya atau yang berkecimpung dalam asuransi konvensional, karena berisi gharar dan ketidak jelasan serta riba<a name="_ftnref11" href="#_ftn11">[11]</a>.</p>
<p><strong>Hikmah Pengharaman Daging Babi</strong></p>
<p>Islam agama yang sempurna telah mengharamkan daging babi dengan hikmah yang hanya Allah ketahui dan Allah nampakkan sebagiannya kepada kita. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -<em>Rahimahullah</em>- mufti Agung Arab Saudi terdahulu menyatakan: &#8220;Sesungguhnya Allah mengetahui secara lengkap segala sesuatu dan rahmat, hikmah dan keadilannya mencakup segala sesuatu, karena Dia maha mengetahui kemaslahatan hambaNya, meha penyayang dan maha bijaksana dalam semua penciptaan, pengaturan dan syari&#8217;atNya. Allah memerintahkan manusia dengan perkara yang membuat mereka bahagia didunia dan akherat dan menghalalkan untuk mereka semua yang baik yang bermanfaat serta mengharamkan semua keburukan yang memberikan madhorat kepada mereka. Allah telah  haramkan memakan babi dan menjelaskan bahwa ia adalah najis. Allah berfirman:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>قُلْ لا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</strong></p>
<p>&#8220;<em>Katakanlah: &#8220;Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi &#8211; karena Sesungguhnya semua itu kotor &#8211; atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221;</em>&#8221; (QS. Al-An&#8217;aam: 145). Jelas di sini babi adalah najis yang buruk dan Allah telah mengharamkan semua yang buruk</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ </strong></p>
<p>&#8220;<em>Dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk</em>&#8221; (QS. Al-A&#8217;raf: 157)</p>
<p>Sudah pasti dengan dilihat bahwa makanan babi adalah kotoran dan najis dan itu adalah makanan yang paling digemarinya, ia mencari dan senang sekali dengan tempat-tempat kootoran tersebut. Para pakar telah menjelaskan bahwa makanannya menghasilkan cacing dalam perutnya dan memberikan pengaruh dalam melemahkan <em>ghirah</em> (kecemburuan) dan menghilangkan sifat menjaga kehormatan (<em>al-Iffah</em>). Daging babi juga memiliki implikasi buruk lainnya seperti sulit dicerna dan mencegah sebagian anggota tubuh dalam dari memisahkan sarinya untuk mmbantu mencerna makanan. Apabila semua yang mereka sampaikan tersebut maka ia termasuk <em>madharat</em> dan keburukan yang menjadi hikmah pengharamannya. Apabila semua itu tidak benar maka seorang yang berakal tentunya mempercayai berita dan hukum Allah bahwa babi adalah najis, beriman tentang pengharaman memakannya dan pasrah menerima hukum Allah dalam hal ini. Karena Allah lah yang menciptakannya dan paling tahu semua yang Dia biarkan. Firman Allah :</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ</strong></p>
<p>&#8220;<em>Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?&#8221;</em> (al-Mulk/67 :14) <a name="_ftnref12" href="#_ftn12">[12]</a>.</p>
<p><strong>Hewan Yang Diberi Makan Daging Babi</strong></p>
<p>Tentang hal ini ada pertanyaan diajukan kepada <em>lajnah ad-Daa&#8217;imah</em> (komite tetap untuk fatwa kerajaan saudi arabia) yang berbunyi:</p>
<p>Ada sebagian burung atau hewan, diantaranya ayam yang diberi makan dengan makanan yang beraneka ragam, diantara makanan tersebut ada tepung yang terbuat dari daging bangkai dan juga daging babi. Apakah ayam yang dikasih pakan dari daging seperti ini hukumnya halal atau haram? Apa hukum telurnya?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Apabila realitanya seperti yang dijelaskan, maka para ulama berbeda pendapat tentang hukum memakan daging dan telornya. Imam Maalik dan sejumlah ulama menyatakan memakan daging dan telurnya adalah mubah, karena makanan yang najis menjadi suci dengan perubahan bentuknya menjadi daging dan telur. Sejumlah ulama diantaranya imam at-Tsauri, asy-Syafi&#8217;i dan Ahmad mengharamkan memakan daging dan telurnya serta meminum susunya. Ada yang menyatakan apabila mayoritas pakannya adalah najis maka ia adalah Jilaalah dan tidak dimakan dan bila pakannya yang dominan suci maka ia suci dan boleh dimakan. Para ulama yang mengahramkannya berdalil dengan hadits yang diriwayatkan imam Ahmad, Abu daud, an-Nasaa&#8217;i dan at-Tirmidzi dari ibnu Abas, beliau berkata:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>????? ?????????? ??? ???? ???? ???? ????? ???? ?????? ?????????????</strong></p>
<p>&#8220;<em>Sungguh Nabi Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam melarang dari susu al-Jalaalah</em>&#8221;</p>
<p>Juga hadits yang diriwayatkan Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari ibnu Umar beliau berkata:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>????? ??????? ??????? ??? ???? ???? ???? ???? ?????? ????????????? ??????????????</strong></p>
<p>&#8220;<em>Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam melarang makan Al-Jalaalah dan susunya</em>&#8221;</p>
<p>Yang dimaksud dengan <em>Al-Jalaalah</em> adalah hewan yang memakan kotoran dan semua najis. Yang rojih adalah pendapat yang memerinci dan ia kedua dari yang terdahulu<a name="_ftnref13" href="#_ftn13">[13]</a>.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Demikianlah beberapa permasalahan berkenaan dengan babi yang ditetapkan syari&#8217;at islam. Hal ini menjelaskan kesempurnaan dan keindahan islam yang memerintahkan seluruh kebaikan dan melarang seluruh keburukan. Diantara keburukan tersebut adalah babi yang ternyat terungkap dalam penelitian para pakar memang berbahaya bagi kesehatan manusia.</p>
<p>Mudah-mudahan kita semua bisa membuka mata hati kita melihat kembali syari&#8217;at yang mulia ini dan meyakini semua musibah yang menimpa manusia ini sudah menjadi ketetapan Allah dengan sebab jauhnya manusia dari petunjuk ilahi. Dari sini marilah kita bertakwa kepada Allah dengan belajar syari&#8217;at islam dan mengamalkannya. Bila perintah segera menjalankannya dan bila larangan segera menjauhi dan meninggalkannya.</p>
<p><em>Wabillahit taufiq</em>.</p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> <em>Syarh Shahih Muslim,</em> 1/281</p>
<p><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a> <em>Hayaat al-hayawaan</em>, 1/290</p>
<p><a name="_ftn3" href="#_ftnref3">[3]</a> lihat <a href="../../../../../fiqih/pengharaman-babi/">http://ustadzkholid.com/fiqih/pengharaman-babi/</a> dengan penambahan dari beberapa referensi.</p>
<p><a name="_ftn4" href="#_ftnref4">[4]</a> <em>Al-Mughni</em> 8/473 dan haditsnya adalah yang telah disebutkan diatasnya.</p>
<p><a name="_ftn5" href="#_ftnref5">[5]</a> <em>Fatawa wa Rasaa&#8217;il Syaikh Muhammad bin Ibrahim</em>, 12/212</p>
<p><a name="_ftn6" href="#_ftnref6">[6]</a> <em>Mausu&#8217;ah Al-Fiqhiyah,</em> 20/27</p>
<p><a name="_ftn7" href="#_ftnref7">[7]</a> Lihat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Babi">http://id.wikipedia.org/wiki/Babi</a></p>
<p><a name="_ftn8" href="#_ftnref8">[8]</a> <em>Al-Muntaqa Min Fatwa Alifauzan</em>, 1/94</p>
<p><a name="_ftn9" href="#_ftnref9">[9]</a> <em>Syarah Bulugh Al-Maram</em>, Syaikh &#8216;Athiyah Muhammad Saalim, 3/175.</p>
<p><a name="_ftn10" href="#_ftnref10">[10]</a> <em>Fatawa Lajnah Ad-Daa&#8217;Imah</em>, 13/16</p>
<p><a name="_ftn11" href="#_ftnref11">[11]</a> <em>Fatwa Lajnah Ad-Daa&#8217;Imah</em>, 14/395</p>
<p><a name="_ftn12" href="#_ftnref12">[12]</a> <em>Fatawa Islamiyah</em>, 3/545</p>
<p><a name="_ftn13" href="#_ftnref13">[13]</a> <em>Fatawa Islamiyah</em>, 3/550</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/&amp;title=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/&amp;title=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/&amp;t=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%282%29+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/&amp;title=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/&amp;title=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%282%29+-+http://b2l.me/n9pn9&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%282%29&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Islam%20tidak%20hanya%20mengharamkan%20dagingnya%2C%20namun%20juga%20menganjurkan%20membunuhnya%2C%20sebagaimana%20disampaikan%20Rasulullah%20Shallallahu%27alaihi%20Wasallam%20dalam%20sabda%20beliau." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flu Babi, Satu Pelajaran Bagi Manusia (1)</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 04:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=914</guid>
		<description><![CDATA[Dunia seluruhnya dengan aneka ragam media masanya saat ini sedang memperhatikan fenomena menyebarnya virus flu babi. Sebenarnya ini hanyalah satu dari sekian peringatan Allah Ta'ala kepada umat manusia agar kembali bertaubat dan berjalan diatas petunjukNya. Sekali lagi kemaksiatan menjadi biang penyebab kemurkaan Allah dan menjadi sebab kehancuran umat manusia ini. Namun ironisnya manusia lupa terhadap ini semua, mereka hanya menyandarkan hal itu kepada bencana dan sebab materi saja]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia seluruhnya dengan aneka ragam media masanya saat ini sedang memperhatikan fenomena menyebarnya virus flu babi. Sebenarnya ini hanyalah satu dari sekian peringatan Allah <em>Ta&#8217;ala</em> kepada umat manusia agar kembali bertaubat dan berjalan diatas petunjukNya. Sekali lagi kemaksiatan menjadi biang penyebab kemurkaan Allah dan menjadi sebab kehancuran umat manusia ini. Namun ironisnya manusia lupa terhadap ini semua, mereka hanya menyandarkan hal itu kepada bencana dan sebab materi saja.<span id="more-914"></span> Bukankah flu babi ini bukan yang pertama kali terjadi? Sudah diketahui jauh sebelum ini namun masih dapat diisolasikan. Contohnya jenis virus ini (type A H1N1 virus) pertama kali di isolasi dari babi pada tahun 1930. Di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> sendiri, subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.</p>
<p>Namun kasus kematian manusia dengan sebab virus flu babi ini memang baru menyebar dengan sangat bombastis di beberapa waktu ini. Sebut saja Meksiko, korban mencapai jumlah 150-an orang meninggal dan masih akan bertambah. Akhirnya sebagian orang menamakannya flu Meksiko. Karena itulah presiden Meksiko memerintahkan untuk menghentikan seluruh pekerjaan dan aktifitas diluar rumah dan melarang orang keluar rumah selama lima hari untuk mengatasi bahaya penyakit ini dan menghalangi penularannya serta upaya untuk memberantas dan mencegahnya. Akibatnya kerugian pun diderita negara Meksiko. Maskapai penerbangan merugi milyaran dolar dengan sebab berhenti dan ditundanya penerbangan dari luar negeri ke Meksiko dan dari Meksiko keluar negeri. Wabah flu babi ini pun mulai merebak di negara-negara lainnya dengan sebab pernafasan dan interaksi sehingga mengkhawatirkan mereka. Hal ini nampak dari upaya-upaya preventif mereka dengan memeriksa orang asing yang masuk kenegaranya.</p>
<p>Nah dalam tulisan singkat ini saya ingin menyampaikan sikap syari&#8217;at islam terhadap Babi dan permasalahan yang timbul darinya, termasuk didalamnya flu Babi.</p>
<p><strong>Mengenal Flu Babi</strong></p>
<p><strong><em>Flu babi</em></strong> atau <strong><em>influenza babi</em></strong>, dalam bahasa inggris dinamakan <strong><em>Swine influenza</em></strong><em> </em>dan dalam bahasa Arabnya <strong><em>Influenza Khinzir</em></strong> adalah penyakit saluran pernafasan pada babi yang disebabkan oleh virus <a title="Orthomyxoviridae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orthomyxoviridae">Orthomyxoviridae</a> yang <a title="Endemik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Endemik">endemik</a> pada populasi <a title="Babi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Babi">babi</a>. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai <a title="Influenzavirus C (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Influenzavirus_C&amp;action=edit&amp;redlink=1">Influenzavirus C</a> atau subtipe genus <a title="Influenzavirus A" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Influenzavirus_A">Influenzavirus A</a><sup> </sup><a name="_ftnref1" href="#_ftn1">[1]</a><sup> </sup></p>
<p>Virus flu ini menyebabkan kesakitan yang berat pada babi, tetapi angka kematiannya rendah. Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia.</p>
<p>Seperti semua virus influenza, virus flu babi berubah secara konstan. Babi bisa terinfeksi virus <em>avian influenza</em> (virus flu burung) dan virus flu manusia. Jika berbagai virus ini menyerang babi, maka virus ini akan mampu membentuk spesies-spesies virus baru, yang merupakan gabungan virus avian, manusia dan swine. Sampai saat ini sudah berhasil diisolasi sebanyak 4 sub-type A: H1N1, H1N2, H3N2, and H3N1. H1N1 merupakan virus jenis baru yang baru saja ditemukan pada babi. Adanya flu babi dapat diketahui dengan sebab adanya virus influenza A subtipe H1N1, <a title="H1N2 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=H1N2&amp;action=edit&amp;redlink=1">H1N2</a>, <a title="H3N2 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=H3N2&amp;action=edit&amp;redlink=1">H3N2</a>,<a name="_ftnref2" href="#_ftn2">[2]</a> <a title="H3N1 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=H3N1&amp;action=edit&amp;redlink=1">H3N1</a>,<a name="_ftnref3" href="#_ftn3">[3]</a>dan <a title="H2N3 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=H2N3&amp;action=edit&amp;redlink=1">H2N3</a>.<a name="_ftnref4" href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Virus <em>Swine flu</em> sebetulnya secara normal tidak menginfeksi manusia. Namun secara sporadis dilaporkan adanya infeksi virus ini pada manusia seperti yang terjadi di US dan Meksiko. Seringnya orang yang terkena adalah orang-orang yang bekerja pada peternakan/industri yang berhubungan dengan babi. Juga dilaporkan adanya penyebaran antar manusia.</p>
<p>Dahulu CDC menerima laporan hanya 1-2 kasus flu ini setiap 1 sampai 2 tahun. tetapi sejak Desember 2005 s/d Februari 2009, 12 kasus telah dilaporkan. Bahkan dalam bulan April 2009 dilaporkan terjadi kejadian luar biasa (<em>out break</em>) seperti tabel dibawah.</p>
<table border="1" cellpadding="0" width="657">
<tbody>
<tr>
<td width="108"><strong>Negara </strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak"><strong><img src="file:///C:/Users/MEDIU/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="?" width="12" height="14" /></strong></a><strong></strong></td>
<td width="225"><strong>Laboratorium Konfirmasi cases </strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak"><strong><img src="file:///C:/Users/MEDIU/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="?" width="12" height="14" /></strong></a><strong></strong></td>
<td width="168"><strong>Kasus lain yg mungkin </strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak"><strong><img src="file:///C:/Users/MEDIU/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="?" width="12" height="14" /></strong></a><strong></strong></td>
<td width="140"><strong>Jumlah kematian </strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak"><strong><img src="file:///C:/Users/MEDIU/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="?" width="12" height="14" /></strong></a><strong></strong></td>
<td><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak"><strong><br />
</strong></a><strong></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="108"><a title="2009 swine flu outbreak in Mexico" href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak_in_Mexico">Meksiko</a></td>
<td width="225">172</td>
<td width="168">1,995</td>
<td width="140">152</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108"><a title="2009 swine flu outbreak in the United States" href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak_in_the_United_States">United States</a></td>
<td width="225">50</td>
<td width="168">212+</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108"><a title="2009 swine flu outbreak in Canada" href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak_in_Canada">Canada</a></td>
<td width="225">6</td>
<td width="168">28+</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108"><a title="2009 swine flu outbreak in the United Kingdom" href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak_in_the_United_Kingdom">United Kingdom</a></td>
<td width="225">2</td>
<td width="168">21</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108"><a title="2009 swine flu outbreak in Spain" href="http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak_in_Spain">Spain</a></td>
<td width="225">1</td>
<td width="168">39</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">New Zealand</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">67</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Australia</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">40</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Colombia</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">12</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Brazil</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">11</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Chile</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">8</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Switzerland</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">5</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Denmark</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">4</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Ireland</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">4</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Czech Republic</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">3</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Poland</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">3</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">France</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">3</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Guatemala</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">3</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Israel</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">2</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">South Korea</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">2</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Argentina</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">1</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Costa Rica</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">1</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Peru</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">1</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Russia</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">1</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108">Norway</td>
<td width="225">0</td>
<td width="168">1</td>
<td width="140">0</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td width="108"><strong>Total</strong></td>
<td width="225"><strong>231</strong></td>
<td width="168"><strong>2,467</strong></td>
<td width="140"><strong>152</strong></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>(catatan dari www.detiknews.com: data ini semakin bertambah setiap harinya, seperti yang terjadi hingga tanggal 12 Mei 2009 ada 4694 kasus yang dilaporkan ke WHO, dengan laporan kasus di Meksiko mencapai 1626 kasus dan USA mencapai 2600 kasus termasuk 3 kematian. Canada melaporkan 284 kasus termasuk 1 kematian)<br />
<strong>Gejala Utama </strong><strong>dan Penularan </strong><strong>Virus<br />
</strong></p>
<p>Menurut CDC (<em>Centers for Disease Control and Prevention</em>) sebuah Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala flu babi ini mirip dengan influenza. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.<a name="_ftnref5" href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Gejala swine flu pada manusia mirip dengan gejala virus influenza manusia berupa: demam, pegel2, lemes, hilang nafsu makan, dan batuk. Beberapa pasien yang terkena swine flu mengeluhkan pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah dan diare.<br />
Dapat disimpulkan gejala virus ini termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian<a name="_ftnref6" href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Menurut mereka, Virus <em>swine influenza</em> tidak ditularkan melalui makanan. Memasak makanan sampai suhu 160°F akan mematikan virus ini. Virus influenza bisa menular dari babi ke manusia atau sebaliknya. Infeksi pada manusia terjadi terutama jika berada dekat dengan babi yang terinfeksi seperti berada dalam kandang babi, dll. Infeksi dari manusia ke manusia lain juga bisa terjad, mirip sperti flu manusia, yaitu melalui bersin atau batuk. Bisa juga lewat sentuhan tangan, kemudian tangan tersebut menyentuh mulut atau hidung.</p>
<p>Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat &#8220;apakah jangkitan flu babi pada pasien yang di diagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang di tetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di <a title="Meksiko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meksiko">Meksiko</a> dalam jangka waktu tujuh hari sebelum bermulanya penyakit mereka.&#8221;<a name="_ftnref7" href="#_ftn7">[7]</a> <a title="Diagnosa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diagnosa">Diagnosa</a> bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji laboratorium bagi contoh pernapasan. Dengan membutuhkan koleksi spesimen dari saluran nafas dalam 4-5 hari pertama. Spesimen ini kemudian diperiksakan di Laboratorium.<br />
<strong>Peringatan Dunia Dari Penyakit Ini</strong></p>
<p>Peringatan dari penyakit mematikan ini telah dikategorikan berskala 5 dari enam skala, berarti keadaan penyakit ini telah menjadi wabah dunia. Sebagaimana disampaikan sebagian ahli medis kedokteran, bahwa tidak ada satu negarapun yang selamat dari terkena penyakit ini, sebab penyakit ini menular melalui manusia. Sudah jelas manusia tidak akan lepas dari pergaulan dan kumpul-kumpul serta interaksi sesame mereka. Oleh karena itu, sudah menjadi satu keniscayaan penyebaran penyakit ini keseluruh Negara dunia. Pantaslah WHO sebagai badan resmi dunia langsung menanganinya dan mengganti namanya dengan nama lain agar orang tidak meninggalkan daging Babi. Sungguh aneh membrantas penyakit tanpa menghilangkan sumber dan tempat bercokolnya virus tersebut.</p>
<p>Alangkah indah dan sempurna serta hebatnya syari&#8217;at islam yang telah melakukan upaya prefentif dalam menangani hal-hal seperti  ini sejak lebih dari 14 abad silam dengan beberapa tindakan:</p>
<ul type="disc">
<li>Mengharamkan daging      babi</li>
<li>Perintah membunuhnya</li>
<li>Melarang jual      belinya</li>
<li>Melarang      memelihara dan memilikinya</li>
<li>Menjelaskan      bahayanya</li>
</ul>
<p>Sungguh semua ini menunjukkan syari&#8217;at islam adalah syari&#8217;at ilahi yang maha mengetahui dan pemurah bagi para hambaNya. Adakah orang yang mau berpikir lalu mengamalkan syari&#8217;at islam dengan utuh??</p>
<p><strong>Sebab Munculnya Penyakit</strong><strong></strong></p>
<p>Manusia terkadang karena kesombongan dan kejahilannya memandang wabah dan bencana hanya disebabkan faktor alam dan materi saja. Mereka lupa kepada Dzat yang maha kuasa yang telah menciptakan semua yang ada jagat alam raya ini. Mereka lupa atau tidak tahu kalau tidak ada satupun di dunia ini tanpa izin dan kehendakNya. Terkadang Allah memperingatkan manusia agar tidak lalai dengan berbagai cobaan dan musibah yang beraneka ragam jenis dan bentuknya. <em>Nah</em> bila dilihat kepada tinjauan syari&#8217;at maka sebab penyakit adalah kemaksiatan kepada Allah. Setiap kali manusia bermaksiat kepada Allah maka Allah berhak memberikan bencana kepada mereka, baik berupa penyakit atau bencana alam atau yang lain yang tidak mereka sukai. Semua itu agar manusia melakukan intrispeksi diri dan meninggalkan kemaksiatan serta kembali bertaubat kepad Allah yang telah menciptakan, member rezeki dan menganugerahkan semua yang dibutuhkan mereka dari kebaikan dan kenikmatan. Lihatlah hadits dibawah ini:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>???? ?????? ??????? ???? ?????? ??? ???? ????? ????? : ???????? ????????? ??????? ??????? ??? ???? ???? ???? ??????? : &#8221; ??? ???????? ??????????????? ? ?????? ????? ???????????? ??????? ? ????????? ????????? ???? ?????????????? : ???? ???????? ???????????? ??? ?????? ????? ? ?????? ?????????? ????? ? ?????? ????? ??????? ??????????? ? ????????????? ??????? ???? ?????? ?????? ??? ????????????? ????????? ??????? ? ?????? ?????????? ???????????? ????????????? ? ?????? ???????? ???????????? ? ????????? ??????????? ? ???????? ???????????? ?????????? ? ?????? ?????????? ??????? ????????????? ? ?????? ???????? ????????? ???? ?????????? ? ????????? ???????????? ???? ?????????? ? ?????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ? ?????? ??????? ??????? ?????????? ???????? ???? ?????????? ? ?????????? ?????? ??? ??? ??????????? ? ????? ???? ???????? ????????????? ????????? ??????? ? ??????????????? ?????? ???????? ??????? ? ?????? ?????? ??????? ?????????? ?????????? &#8220;</strong></p>
<p>&#8220;<em>Dari Abdullah bin Umar beliau berkata: Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam menghadap ke arah kami dan bersabda: &#8216;Wahai sekalian kaum muhajirin lima perkara apabila kalian tertimpanya dan aku berlindung kepada Allah untuk kalian tidak mendapatkannya, yaitu :</em></p>
<p><em>Tidak akan muncul perzinahan pada satu kaum hingga mereka menampakkannya kecuali akan menyebar pada mereka penyakit tha&#8217;un (lepra) dan penyakit yang tidak pernah ada pada pendahulu mereka yang telah berlalu.</em></p>
<p><em>Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa kelaparan dan pacekilik yang parah serta penguasa yang lalim.</em></p>
<p><em>Tidaklah mereka menahan (tidak mengeluarkan) zakat harta mereka kecuali akan ditahan hujan dari langit, seandainya bukan karena hewan ternak tentulah tidak akan turun hujan</em></p>
<p><em>Tidaklah mereka melanggar perjanjian Allah dan perjanjian RasulNya kecuali akan dikuasai musuh dari selain mereka (asing), lalu mengambil sebagian yang dimiliki mereka.</em></p>
<p><em>Tidaklah Pemimpin mereka melakukan tindakan menolak berhukum kepada  Kitabullah dan memilih yang lainnya dari yang telah Allah turunkan, kecuali Allah jadikan mereka saling berperang diantara mereka (berpecah belah). &#8216;</em> &#8221;</p>
<p>(HR Ibnu Majah, dan dihasankan al-Albani dan beliau berkata dalam <em>Shohih At-Targhib Wa At-Tarhib</em> dan <em>Sisilah Ash-Shohihah</em> : &#8216;Hadits ini shahih lighairihi&#8217; ).</p>
<p>Dengan ini jelaslah kemaksiatan adalah sumber bencana dan kehancuran umat manusia.</p>
<p><strong>Sikap Islam Dalam Hal Ini</strong></p>
<p>Islam sebagai agama yang memiliki kesempurnaan dalam semua sisinya telah memberikan perhatian serius terhadap babi dan bahayanya. Hal ini nampak dalam hal-hal berikut ini:</p>
<p><strong>Al-Qur&#8217;an menyebutkan prihal babi ini dalam lima ayat:</strong></p>
<p>Firman Allah <em>Ta&#8217;ala</em> dalam surat Al-Baqarah ayat 173 :</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</strong><strong></strong></p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</em></p>
<p>Firman Allah dalam surat al-Maaidah ayat 3:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالأزْلامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لإثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</strong><strong> </strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221;</em></p>
<p>Firman Allah dalam surat al-Maaidah ayat 60 :</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, Yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan <strong>babi</strong> dan (orang yang) menyembah thaghut?&#8221;. mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus&#8221;</em></p>
<p>Firman Allah dalam surat an-Nahl ayat 115:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi Barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak Menganiaya dan tidak pula melampaui batas, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221;</em></p>
<p>Firman Allah dalam surat al-An&#8217;aam ayat 145:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>قُلْ لا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8216;Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi &#8211; karena Sesungguhnya semua itu kotor &#8211; atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8217; &#8220;</em><em></em></p>
<p><strong>P</strong><strong>engharaman daging babi</strong> <a name="_ftnref8" href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Syariat islam mengharamkan daging babi dengan dasar al -Qur&#8217;an dan Sunnah serta ijma&#8217;. Di antaranya:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</strong><strong></strong></p>
<p><em> </em> &#8220;<em>Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; </em> (QS. Al Baqarah: 173)</p>
<p>Firman-Nya:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ </strong><strong> </strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.&#8221;</em> (QS. Al Maa&#8217;idah: 3)</p>
<p>Dan firman-Nya:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi Barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak Menganiaya dan tidak pula melampaui batas, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221; </em>(QS. An Nahl: 115)</p>
<p>Demikian juga sabda Nabi <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>???? ????? ?????????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ?????????</strong><strong> ????? ????? ??????? ??????? ????????? ??????????? ????????? ??????????? ??????????? ????????? ???????????? ??????????</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8216;Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta mengharamkan babi dan hasil penjualannya.&#8217;</em> &#8220;(HR. Abu Daud)</p>
<p>Demikian juga para ulama kaum muslimin sepakat tentang keharamannya.</p>
<p><strong>Pengharaman lemak babi</strong></p>
<p>Haramnya daging babi sudah jelas, namun apakah hal ini juga mencakup larangan memakan lemaknya?</p>
<p>Syeikh Muhammad bin Shalih al-&#8217;Utsaimin menjelaskan: &#8220;Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa lemak babi hukumnya haram, walaupun Allah hanya menyebut daging babi dalam al-Qur&#8217;an yaitu firmanNya:</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong>حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ </strong><strong> </strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.&#8221;</em> (QS. Al Maa&#8217;idah: 3)</p>
<p>Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di antara ulama tentang keharaman lemak babi.&#8221;<a name="_ftnref9" href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p><strong>Pengharaman berobat dengan daging babi</strong></p>
<p>Terkadang ada yang ingin berusaha sembuh dari sakitnya dengan segala cara, apakah diperbolehkan menggunakan daging babi dan barang terlarang lainnya untuk obat? Hal ini dijawab oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika ditanya tentang orang yang berobat dengan khamr, daging babi dan selainnya dari barang-barang terlarang. Apakah diperbolehkan karena darurat atau tidak? Apakah firman Allah :<strong> { ?????? ??????? ?????? ??? ??????? ?????????? ????? ??? ?????????????? ??????? }</strong>turun untuk kemubahan hal itu atau tidak?</p>
<p>Beliau menjawab:  &#8220;Tidak boleh berobat dengan barang haram, bahkan telah ada dalam hadits yang shohih dari Nabi n bahwa beliau ditanya tentang khomr yang digunakan untuk obat. Beliau menjawab: <strong>??????? ????? ?????????? ?????????</strong> (sungguh itu adalah penyakit bukan obat). Diriwayatkan dalam kitab sunan bahwa beliau melarang berobat dengan yang <strong><em>khobits</em></strong> (menjijikkan dan jelek). Dan Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em> bersabda :</p>
<p style="text-align:right;font-size:16px"><strong> ???? ??????? ???? ???????? ??????? ???????? ?????? ??????? ?????????</strong></p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat umatku ini dari barang haram&#8221; </em></p>
<p>hal ini bukanlah darurat karena tidak diyakini menjadi obat bagi penyakitnya tersebut, sebagaimana diyakini kenyang dengan memakan daging yang haram. Juga karena obat kesembuhan tidak hanya satu bahkan didapatkan dengan beragam jenis obat dan selainnya, berbeda dengan kelaparanm karena ia tidak hilang kecuali dengan makan&#8221;<a name="_ftnref10" href="#_ftn10">[10]</a></p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> <a title="http://www.vetscite.org/publish/articles/000041/print.html" href="http://www.vetscite.org/publish/articles/000041/print.html">Veterinary Sciences Tomorrow</a>, artikel <em>Swine influenza: a zoonosis</em> ditulis oleh Paul Heinen tanggal 15 September 2003 menyatakan: &#8220;Influenza B and C viruses are almost exclusively isolated from man, although influenza C virus has also been isolated from pigs and influenza B has recently been isolated from seals. &#8221;   (http://www.vetscite.org/publish/articles/000041/print.html)</p>
<p><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a> <em>Swine Diseases (Chest) &#8211; Swine Influenza</em>, <a title="Iowa State University (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iowa_State_University&amp;action=edit&amp;redlink=1">Iowa State University</a> College of Veterinary Medicine (<a title="http://www.vetmed.iastate.edu/departments/vdpam/swine/diseases/chest/swineinfluenza/" href="http://www.vetmed.iastate.edu/departments/vdpam/swine/diseases/chest/swineinfluenza/">http://www.vetmed.iastate.edu/departments/vdpam/swine/diseases/chest/swineinfluenza/</a>)</p>
<p><a name="_ftn3" href="#_ftnref3">[3]</a> <em>Tips from the Journals of the American Society for Microbiology</em> &#8211; Novel H3N1 Swine Influenza Virus Identified in Pigs in Korea (<a href="http://www.eurekalert.org/pub_releases/2006-11/asfm-tft111706.php">http://www.eurekalert.org/pub_releases/2006-11/asfm-tft111706.php</a> )</p>
<p><a name="_ftn4" href="#_ftnref4">[4]</a> <em>Identification of H2N3 influenza A viruses from swine in the United States</em>, 18 Desember 2007, (<a href="http://www.pnas.org/content/104/52/20949.full">http://www.pnas.org/content/104/52/20949.full</a> )</p>
<p><a name="_ftn5" href="#_ftnref5">[5]</a> <em>H1N1 Flu (Swine Flu) and You</em>, 8 Mei 2009, (<a href="http://www.cdc.gov/h1n1flu/qa.htm">http://www.cdc.gov/h1n1flu/qa.htm</a> )</p>
<p><a name="_ftn6" href="#_ftnref6">[6]</a> . <em>More cases of swine flu reported; WHO warns of &#8216;health emergency</em>, 25 April 2009, (<a href="http://www.cnn.com/2009/HEALTH/04/25/swine.flu/index.html">http://www.cnn.com/2009/HEALTH/04/25/swine.flu/index.html</a> )</p>
<p><a name="_ftn7" href="#_ftnref7">[7]</a> Centers for Disease Control and Prevention. <a title="http://www.cdc.gov/swineflu/HAN/042609.htm" href="http://www.cdc.gov/swineflu/HAN/042609.htm">CDC Health Update: Swine Influenza A (H1N1) Update: New Interim Recommendations and Guidance for Health Directors about Strategic National Stockpile Materiel</a>. Health Alert Network.</p>
<p><a name="_ftn8" href="#_ftnref8">[8]</a> lihat <a href="../../../../../fiqih/pengharaman-babi/">http://ustadzkholid.com/fiqih/pengharaman-babi/</a></p>
<p><a name="_ftn9" href="#_ftnref9">[9]</a> <em>Majmu&#8217; Fatawa Wa Rasa&#8217;il Ibnu Utsaimin,</em> 11/140 .</p>
<p><a name="_ftn10" href="#_ftnref10">[10]</a> <em>Al-Fataawa al-Kubro</em>, 3/328</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/&amp;title=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/&amp;title=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/&amp;t=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%281%29+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/&amp;title=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/&amp;title=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%281%29+-+http://b2l.me/n9ppb&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Flu+Babi%2C+Satu+Pelajaran+Bagi+Manusia+%281%29&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Dunia%20seluruhnya%20dengan%20aneka%20ragam%20media%20masanya%20saat%20ini%20sedang%20memperhatikan%20fenomena%20menyebarnya%20virus%20flu%20babi.%20Sebenarnya%20ini%20hanyalah%20satu%20dari%20sekian%20peringatan%20Allah%20Ta%27ala%20kepada%20umat%20manusia%20agar%20kembali%20bertaubat%20dan%20berjalan%20diatas%20petunjukNya.%20Sekali%20lagi%20kemaksiatan%20menjadi%20biang%20penyebab%20kemurkaan%20Allah%20dan%20menjadi%20sebab%20kehancuran%20umat%20manusia%20ini.%20Namun%20ironisnya%20manusia%20lupa%20terhadap%20ini%20semua%2C%20mereka%20hanya%20menyandarkan%20hal%20itu%20kepada%20bencana%20dan%20sebab%20materi%20saja" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/flu-babi-satu-pelajaran-bagi-manusia-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Menjaga Kesehatan Manusia</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 11:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan haram]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[Islam itu mudah dan lengkap, serta senantiasa menjaga keselamatan jiwa, badan, dan akal manusia. Islam menghalalkan yang baik untuk jiwa, badan dan akal, sebaliknya mengharamkan yang buruk dan merusak, sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya):<br />
<em>"Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu."</em> (QS. Al Baqarah:168)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel yang lalu telah diutarakan tentang <a href="http://ustadzkholid.com/akhlaq/dampak-buruk-makanan-haram-bagi-seorang-muslim/">urgensi makanan halal dan usaha yang halal, serta bahaya makanan haram dan usaha yang haram</a>. Demikian juga perlu dibahas mengenai langkah yang harus ditempuh dalam permasalahan ini, yaitu konsep Islam tentang makanan dan usaha.</p>
<p>Konsep Islam dalam permasalahan ini sama dengan permasalahan lainnya, bahwa Islam itu mudah dan lengkap, serta senantiasa menjaga keselamatan jiwa, badan, dan akal manusia. Islam menghalalkan yang baik untuk jiwa, badan dan akal, sebaliknya mengharamkan yang buruk dan merusak, sebagaimana dalam firman Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ</span></p>
<p><em>&#8220;Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.&#8221; </em>(QS. Al Baqarah:168)</p>
<p align="left"><span id="more-883"></span></p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ</span></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.&#8221; </em>(QS. Al-Baqarah:172)</p>
<p>Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> juga menjelaskan dalam kitab Taurat dan Injil tentang salah satu ciri Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, yaitu menghalalkan hal-hal yang baik dan mengharamkan segala yang buruk, sebagaimana firman-Nya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">لَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ</span></p>
<p><em>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma&#8217;ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.&#8221; </em>(QS. Al A&#8217;raf:157)</p>
<p>Demikianlah Islam melarang semua makanan yang merusak badan dan akal manusia atau dapat membunuhnya, seperti racun dan narkoba dan ini dijelaskan dalam firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا</span></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.</em><em>&#8220;</em><em> </em>(QS. An Nisaa:29-30)</p>
<p>Segala sesuatu yang merusak dilarang memakannya termasuk juga larangan memakan barang-barang najis seperti bangkai dan sejenisnya. Semua ini menunjukkan kemudahan Islam dan perhatian yang besar terhadap keselamatan manusia.</p>
<p><strong>Jangan berlebihan dan mengada-ada</strong></p>
<p>Namun tentunya semua ini dilakukan sesuai kebutuhan, tanpa berlebih-lebihan (<em>Israf</em>) dan kikir (<em>bakhil</em>). Oleh karena itu, kita dilarang mengharamkan sesuatu yang telah diperbolehkan Islam. Sebaliknya, kita juga dilarang menghalalkan sesuatu yang sudah diharamkan, karena penghalalan dan pengharaman merupakan hak Allah dan Rasul-Nya, tidak semua orang boleh menetapkannya. Allah berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ</span></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Katakanlah: &#8220;Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah di keluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik.&#8221; Katakanlah:&#8221;Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.&#8221;</em><em>&#8220;</em>(QS.Al A&#8217;raf: 32) <em></em></p>
<p><em></em></p>
<p>dan firman-Nya<em>:</em></p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلالا قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَشْكُرُونَ</span></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Katakanlah: &#8220;Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.&#8221; Katakanlah: &#8220;Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?&#8221; Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).</em><em>&#8220;</em><em> </em>(QS. Yunus: 59-60)</p>
<p><em></em></p>
<p>Untuk itulah Allah berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلالا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ</span></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.&#8221; </em>(QS. Al Mai&#8217;dah:87-88)<em></em></p>
<p><em></em></p>
<p><strong>Celaan Allah terhadap orang yang menghalalkan yang haram, dan sebaliknya</strong></p>
<p>Pelanggaran perintah Allah dalam permasalahan ini, bila sampai menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal merupakan perkara besar yang sangat tercela. Lihatlah Allah mencela orang Yahudi dan Nashrani yang mentaati para tokoh agama dan pendeta mereka dalam penghalalan yang haram dan pengharaman yang halal seperti dalam firman-Nya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ</span></p>
<p><em>&#8220;Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.&#8221; </em>(QS. At Taubah:31)<em></em></p>
<p><em></em></p>
<p>Demikian juga mencela orang-orang jahiliyah yang telah menghalalkan bangkai yang telah Allah haramkan dan mengharamkan beberapa jenis binatang ternak yang Allah halalkan karena fanatik buta pada nenek moyang mereka dan mengikuti hawa nafsu. Hal ini Allah jelaskan dalam firman-Nya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلا سَائِبَةٍ وَلا وَصِيلَةٍ وَلا حَامٍ وَلَكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَأَكْثَرُهُمْ لا يَعْقِلُونَ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ</span></p>
<p><em>&#8220;Allah sekali-kali tidak pernah mensyari&#8217;atkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. Apabila dikatakan kepada mereka: &#8216;Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.&#8217; Mereka menjawab: &#8216;Cukuplah untuk kami apa yang kamu dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.&#8217; Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk&#8221; </em>(QS. Al Ma&#8217;idah:103-104)</p>
<p><em></em>Marilah kita taati semua perintah dan larangan Allah agar selamat dari celaan dan siksaan Allah.</p>
<p><strong>Bersyukurlah atas nikmat ini</strong></p>
<p>Semua ini Allah tetapkan agar manusia bersyukur. Allah berfirman:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ</span></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.&#8221; </em>(QS. Al Baqarah:172)<em></em></p>
<p><em></em></p>
<p>Bersyukur dengan tiga rukun yaitu mengakui dengan hatinya bahwa semua itu berasal dari Allah, lalu menampakkannya dengan lisannya dan menjadikannya sebagai sarana mencapai ketaatan kepada Allah. Dengan terealisasinya rukun-rukun syukur ini maka rasa syukur akan menjadi sempurna. Dengan syukur ini Allah akan menganugerahkan kembali kenikmatan yang berlipat, sehingga makanan tersebut menjadi tonggak tercapainya kehidupan yang bahagia di dunia dan akherat. Apabila rasa syukur ini tidak terwujud, bisa jadi semua itu menjadi sebab kehancuran manusia, sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ</span></p>
<p><em>&#8220;Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu mema&#8217;lumkan: &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&#8221; </em>(QS. Ibrahim:7)</p>
<p>Dan firman-Nya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ</span></p>
<p><em>&#8220;Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.&#8221; </em>(QS. Al Mu&#8217;minun:55-56)<em></em></p>
<p><em></em></p>
<p>Mudah-mudahan semua ini menjadikan kita segera bersyukur atas semua nikmat Allah.</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi Lc</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/&amp;title=Islam+Menjaga+Kesehatan+Manusia" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/&amp;title=Islam+Menjaga+Kesehatan+Manusia" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/&amp;t=Islam+Menjaga+Kesehatan+Manusia" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Islam+Menjaga+Kesehatan+Manusia+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/&amp;title=Islam+Menjaga+Kesehatan+Manusia" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/&amp;title=Islam+Menjaga+Kesehatan+Manusia" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Islam+Menjaga+Kesehatan+Manusia+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Too many connections&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Islam+Menjaga+Kesehatan+Manusia&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Islam%20itu%20mudah%20dan%20lengkap%2C%20serta%20senantiasa%20menjaga%20keselamatan%20jiwa%2C%20badan%2C%20dan%20akal%20manusia.%20Islam%20menghalalkan%20yang%20baik%20untuk%20jiwa%2C%20badan%20dan%20akal%2C%20sebaliknya%20mengharamkan%20yang%20buruk%20dan%20merusak%2C%20sebagaimana%20dalam%20firman%20Allah%20Subhanahu%20wa%20Ta%27ala%20%28yang%20artinya%29%3A%0D%0A%22Hai%20manusia%2C%20makanlah%20yang%20halal%20lagi%20baik%20dari%20apa%20yang%20terdapat%20di%20bumi%20dan%20janganlah%20kamu%20mengikuti%20langkah-langkah%20syaithan%3B%20karena%20sesungguhnya%20syaithan%20adalah%20musuh%20yang%20nyata%20bagimu.%22%20%28QS.%20Al%20Baqarah%3A168%29" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/mengenal-islam/islam-menjaga-kesehatan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pohon di Kuburan Meringankan Siksa?</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 10:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tri.subekti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Kuburan]]></category>
		<category><![CDATA[Siksa Kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=849</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang memiliki kepercayaan bahwa pohon tertentu yang ditanam di atas atau di dekat kuburan dapat meringankan siksa si penghuni kubur. Mereka pun berdalil dengan sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Benarkan kepercayaan yang demikian?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="TEXT-ALIGN: right; FONT-SIZE: 16px" align=right><font size=5 face="times, times new roman, serif">عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا</font></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<em>Dari Ibnu Abbas Radhiallahu &#8216;anhu , beliau berkata, &#8220;Rasulullah </em><em>shallallahu&#8217;alaihi wassalam melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda, &#8216;Sungguh keduanya sedang disiksa, mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari  kencing, sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namimah.&#8217; Kemudian beliau mengambil pelepah basah, beliau belah jadi dua, lalu beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya, &#8216;Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini ?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Semoga mereka diringankan siksaannya selama keduanya belum kering.&#8221; &#8220;</em></p>
<p align="left"><span id="more-849"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Takhrij</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hadits ini diatas dikeluarkan oleh:</p>
<ul>
<li>Imam Bukhari dalam <em>Al Jami&#8217; As Shahih</em> (1/317-Fathul Baari) No. 216, 218, 1361, 1378, 6052 dan 6055</li>
<li>Imam Muslim dalam <em>As Shahih</em> (3/200 &#8211; syarah Imam Nawawi) No. 292</li>
<li>Imam Tirmidzi dalam <em>Al Jami</em>&#8216; (1/102) No. 70, dan beliau mengatakan, &#8220;Hadits Hasan Shahih&#8221;</li>
<li>Imam Abu Daud dalam <em>As Sunan</em> (1/5) No. 20</li>
<li>Imam Nasa&#8217;I dalam <em>Al Mujtaba</em> (1/28)</li>
<li>Imam Ibnu Majah dalam As Sunan (1/125) No. 237</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemahaman Yang Benar Terhadap Hadits</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sabda beliau, <strong> إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ</strong> (Sesungguhnya mereka berdua sedang disiksa.). Kata ganti (mereka berdua-pent) adalah kata ganti untuk kubur, (namun) yang dimaksudkan adalah penghuni kubur.</p>
<p style="text-align: justify;">Sabda beliau, <strong>وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ</strong> (Mereka berdua disiksa bukan karena perkara besar(dalam pandangan keduanya)). Dalam riwayat lain Imam Bukhari,</p>
<p style="font-size:16px;text-align: right;">يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ وَإِنَّهُ لكَبِيْرٌ</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Mereka berdua disiksa karena perkara besar (dalam pandangan keduanya) namun sungguh itu adalah perkara besar.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Shahih Bukhari juga dalam Kitab Wudhu terdapat lafadz,</p>
<p style="font-size:16px;text-align: right;">وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ بَلْ إِنَّهُ كَبِيْرٌ</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Mereka berdua tidak disiksa karena perkara besar(dalam pandangan keduanya), bahkan  sungguh itu adalah perkara besar.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan dua tambahan lafadz yang shahih ini, dapat ditetapkan bahwa penyebabnya adalah dosa besar. Maka sabda Rasulullah s<em>hallallahu &#8216;alaihi wassalam</em>, &#8220;Mereka berdua disiksa bukan karena perkara besar.&#8221; Perlu di jelaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> dalam <em>Syarah Shahih Muslim</em> (3/201) mengatakan, para ulama telah menyebutkan dua penafsiran dalam hadits ini</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong>, itu bukanlah perkara besar dalam pandangan mereka berdua.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>, meninggalkan kedua perkara ini bukanlah sesuatu yang besar (susah). <strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Al Qadli Iyadh menyampaikan tafsir <strong>ketiga</strong> yaitu, tidak termasuk dosa besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya (Syaikh Raid) katakan, berdasarkan tafsir ketiga ini, maksud hadits ini adalah larangan dan memberikan peringatan yang keras kepada orang lain selain dua penghuni kubur ini, agar tidak mengira bahwa adzab Allah itu hanya ada akibat dari dosa besar yang membinasakan, karena adzab itu (kadang) ada akibat dari selainnya. <em>Wallahu a&#8217;lam</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab kedua perbuatan ini (yaitu tidak menjaga diri dari air kencing dan namimah-pent) menjadi dosa besar adalah  perbuatan tidak bersih dari kencing mengakibatkan batalnya shalat. Sehingga tidak diragukan lagi tidak membersihkan diri dari kencing merupakan perbuatan dosa besar. Demikian juga menebar namimah (adu domba) dan berusaha berbuat kerusakan termasuk perbuatan yang paling buruk, apalagi jika bersesuaian dengan sabda beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> yang menggunakan kata <em>YAMSYI</em> (<em>fi&#8217;il mudhari&#8217;</em>) yang biasanya menunjukkan keadaan yang terus berkelanjutan (artinya dia terus-terus melakukannya selama hidupnya-pent).</p>
<p style="text-align: justify;">Sabda beliau <strong>لَا يَسْتَتِرُ</strong> . Al Hafiz Ibnu Hajar dalam <em>Fathul Baari</em> mengatakan, &#8220;Beginilah dalam kebanyakan riwayat yaitu dengan dua huruf yang bertitik dua diatas (dua huruf Ta&#8217;-pent), huruf pertama difathahkan dan huruf kedua dikasrahkan. Dalam riwayat Ibnu Asakir<a name="_ftnref4" href="#_ftn4">[1]</a> <strong>يَسْتَبْرِئُ</strong> (membesihkan diri-pent) dengan huruf <em>ba&#8217;</em> disukunkan, berasal dari kata <strong>اسْتِبْرَاءُ</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hadist riwayat Imam Muslim dan Abu Dawud dari hadits Al A&#8217;masy<a name="_ftnref5" href="#_ftn5">[2]</a> <strong>يَسْتَنْزِهُ</strong> dengan huruf <em>nun </em>yang disukunkan, setelah itu huruf <em>zai</em> lalu huruf <em>ha</em>. Makna kata  <strong>لَا يَسْتَتِرُ</strong> adalah tidak membuat antara dia dengan kencingnya sesuatu yang bisa melindunginya dari percikan kencing. Dengan demikian, maka maknanya sejalan dengan riwayat  <strong>يَسْتَنْزِهُ</strong> .</p>
<p style="text-align: justify;">Al hafizh Ibnu Hajar <em>rahimahullah</em> dalam <em>Fathul Baari</em> (1/318) menyatakan, &#8220;Dalam riwayat Abu Nu&#8217;aim berbunyi <strong>لاَيَتَوَقَّى</strong> <strong> </strong>(tidak menjaga diri-pent) dan kata ini merupakan penjelas maksud (kata-kata diatas-pent).  Sebagian para ulama memberlakukan kata  <strong>لَا يَسْتَتِرُ</strong> sesuai zhahirnya. Mereka mengatakan, bahwa arti kata itu adalah tidak menutup auratnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sabda beliau <strong>يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ</strong> yaitu mengutip dan menceritakan perkataan seseorang dengan tujuan mencelakakan. Adapun jika tujuannya untuk mewujudkan satu kemaslahatan atau menghindari kerusakan secara syar&#8217;i maka hal itu dibenarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> dalam <em>Syarh Muslim</em> (3/201) mengatakan, &#8220;(<strong>Namiimah</strong>) adalah menceritakan perkataan seseorang ke orang lain dengan tujuan merusaknya (Adu domba).&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan perbuatan <em>Nabi shallallahu &#8216;alaihi</em> <em>wassalam</em> menaruh dua potong pelepah basah diatas dua kubur, menurut pandangan para ulama, perbuatan beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> itu dipahami bahwa beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam </em>memintakan syafa&#8217;at untuk penghuni kubur itu, lalu permintaan beliau s<em>hallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> dikabulkan dengan diberi keringanan adzab kepada kedua penghuni kubur itu sampai kedua potong pelepah itu kering.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Muslim <em>rahimahullah</em> menyebutkan di akhir kitab Shahih-nya sebuah hadits yang panjang yaitu hadits Jabir tentang dua penghuni kubur, (beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> bersabda-pent):</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<em>&#8230; maka syafa&#8217;atku untuk meringankan adzab dari kedua penghuni kubur itu dikabulkan selama dua batang kayu ini masih basah</em>.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hadits tersebut tidak ada isyarat yang menunjukkan bolehnya menanam pelepah kurma atau yang lainnya di atas kuburan. Itu merupakan (kekhususan) Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em>, karena Allah <em>Ta&#8217;ala </em>memperlihatkan kepada beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> keadaan dua penghuni kubur tersebut dan adzab yang mereka alami. Ini merupakan kekhususan diantara kekhususan-kekhususan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> sebagaimana penjelasan yang akan datang insya Allah <em>Ta&#8217;ala</em> .</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemahaman keliru tentang hadits ini</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang memahami hadits diatas dengan pemahaman keliru. Sebagian mereka berdalil (berargumentasi) dengan hadits ini, tentang bolehnya menanam kurma dan pepohonan diatas kuburan. Mereka mengatakan bahwa <em>illah </em>(penyebab) diringankan adzab dari kedua penghuni kubur ini adalah dua pelepah yang masih basah karena keduanya senantiasa bertasbih kepada Allah selama masih basah sedangkan yang kering tidak bertasbih.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendapat ini menyelisihi firman Allah<em> Ta&#8217;ala</em> ,</p>
<p style="font-size:16px;text-align: right;">وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّيُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِن لاَّتَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Dan tak ada suatupun melainkan nertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.&#8221;</em> (QS Al Isra&#8217; 44)</p>
<p style="text-align: justify;">Kalaulah seandainya, penyebab diringankan adzab adalah tasbih, tentu tidak ada seorangpun yang mendapatkan siksa di dalam kuburnya karena debu dan bebatuan yang berada di atas mayit bertasbih kepada Allah <em>Ta&#8217;ala</em> .<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Syaikh kami Al Albani <em>rahimahullah</em> mengatakan dalam <em>Ahkamul Janaaiz </em>(hal. 201), &#8220;Kalau seandainya kondisi basah pelepah itu yang dimaksud, pasti para salafus shalih telah memahaminya  dan mengamalkan penunjukkannya serta telah meletakkan pelepah atau batang pohon di atas kubur ketika mereka berziarah. Kalau seandainya mereka melakukan hal tersebut, tentu beritanya akan masyhur kemudian dinukil para perawi terpercaya kepada kita. Karena ini termasuk perkara yang menarik perhatian dan mesti dinukil. Jika tidak dinukil, maka menunjukkan bahwa hal itu tidak  pernah terjadi. Cara seperti ini dalam mendekatkan diri kepada Allah adalah bid&#8217;ah&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun hadits Buraidah Al Aslamiy <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> yang berisi bahwa beliau berwasiat agar ditaruhkan dua pelepah diatas kuburnya. Maka hal ini merupakan hasil ijtihad beliau semata dan ijtihad itu kadang benar dan kadang salah. Dan kebenaran bersama orang yang meninggalkan perbuatan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Syaikh Ibnu Baaz <em>rahimahullah</em> dalam komentar beliau atas kitab <em>Fathul Baari </em>(3/223) mengatakan, &#8220;Pendapat yang mengatakan bahwa hal itu merupakan kekhususan Nabi merupakan pendapat yang benar. Karena Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> tidak pernah menanamkan pelepah kecuali di atas kuburan yang beliau ketahui penghuninya sedang disiksa dan tidak melakukan hal itu kepada semua kuburan. Kalau seandainya perbuatan itu sunnah, tentu Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> akan melakukannya kepada semua kuburan. Juga karenakan para khulafa&#8217; Ar Rasyidin dan tokoh besar shahabat tidak pernah melakukan hal itu. Kalau seandainya itu disyari&#8217;atkan tentu mereka akan segera melakukannya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Bukhari <em>rahimahullah</em> membuat satu bab dalam kitab shahihnya (3/222) <strong>Bab Al Jariidati Ala Al Qabri</strong><strong>.</strong><strong> </strong>Ibnu Rusydi mengatakan, tampaknya dari penjelasan Imam Bukhari <em>rahimahullah</em> bahwa hal itu khusus untuk dua orang itu saja, oleh karena itu beliau melanjutkannya dengan membawakan perkataan Ibnu Umar <em>radliallahu &#8216;anhuma</em> ketika melihat sebuah tenda di atas kuburan Abdurrahman,</p>
<p style="font-size:16px;text-align: right;">انْزِعْهُ يَا غُلَامُ فَإِنَّمَا يُظِلُّهُ عَمَلُهُ</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Wahai anak muda, cabutlah itu! Hanya amal perbuatannya saja yang (bisa) menaunginya&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Para ahli ilmu menjelaskan bahwa ini adalah satu kejadian khusus yang mungkin dikhususkan kepada orang-orang yang Allah perlihatkan kepada Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> keadaan sang mayit.</p>
<p style="text-align: justify;">Al Khathabi berkata dalam <em>Ma&#8217;alimus Sunan</em> (1/27) mengomentari hadits ini, &#8220;Ini termasuk bertabarruk (mengharapkan barakah-pent) dengan atsar dan do&#8217;a beliau shallallahu &#8216;alaihi wa sallam agar diringankan adzab dari keduanya. Seakan-akan beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menjadikan waktu basahnya ranting itu sebagai batas dari permintaan keringanan adzab dari beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> , bukan karena pelepah basah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki pelepah kering.  Kebanyakan orang di banyak negara menanam pepohonan di atas kubur-kubur mereka, saya lihat mereka melakukan ini tidak mengambilnya dari sisi ini&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Syaikh Ahmad Syakir dalam komentar beliau terhadap Sunan Tirmidzi (1/103) berkata setelah hadits ini: &#8220;Benarlah (apa yang dikatakan-pent) Al Khattaby. Kebanyakan orang semakin menjadi-jadi melakukan amal yang tidak ada dasarnya ini dan berlebih-lebihan dalam hal ini. terutama di negeri Mesir, karena taklid kepada orang-orang nasrani, sampai-sampai mereka meletakkan bunga-bunga diatas pekuburan, saling menghadiahkan bunga diantara mereka. Lalu mareka taruh diatas pusara keluarga dekat mereka dan kenalan mereka sebagai penghormatan kepada penghuni kubur dan sikap pura-pura baik kepada yang masih hidup. Bahkan kebiasaan ini menjadi setengah resmi dalam acara persahabatan  antar bangsa. Engkau dapatkan, para pembesar Islam, jika berkunjung ke salah satu negara Eropa pergi ke kuburan para pembesar negera itu atau ke kubur yang mereka sebut <strong>kuburan pahlawan tak dikenal</strong> dan menabur bunga diatasnya. Sebagian mereka meletakkan bunga plastik yang tidak ada unsur basah padanya karena ikut-ikutan orang Prancis dan mengikuti perbuatan-perbuatan Nashara dan Yahudi. Dan  para ulama tidak mengingkar mereka atas perbuatan tersebut apalagi orang awam, bahkan engkau melihat mereka sendiri meletakkan di kuburan orang mati mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tahu kebanyakan wakaf-wakaf yang mereka namakan wakaf khairiyah ditanami pohon kurma dan bunga-bunga yang berbau harum yang diletakkan di atas kuburan. Semua ini adalah perbuatan bid&#8217;ah dan mungkar yang tidak memiliki dasar sama sekali, tidak memiliki sandaran dari Al-Qur&#8217;an maupun Sunnah. Para ahli ilmu wajib mengingkari dan memberantas kebiasaan-kebiasaan ini sesuai dengan kemampuan masing-masing.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Syaikh kami Al Albani mengatakan dalam kitab <em>Ahkaamul Janaiz</em> (hal. 201),</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada beberapa perkara yang menguatkan (pendapat yang mengatakan) bahwa meletakkan  pelepah di atas kuburan merupakan kekhususan Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> dan peringanan adzab bukan disebabkan  pelepah yang beliau n bagi dua. -beliau t menyebutkan, diantaranya:</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits Jabir radhiallahu &#8216;anhu yang terdapat dalam shahih Muslim , Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Sesungguhnya aku melewati dua kuburan yang sedang disiksa, maka dengan syafa&#8217;atku aku ingin agar adzabnya diperingan dari keduanya selama dua ranting ini masih basah.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ini jelas sekali, (menerangkan) bahwa keringanan adzab itu disebabkan oleh syafa&#8217;atnya <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> dan do&#8217;anya n bukan karena unsur basah (yang ada pada ranting itu-pent), baik kisah Jabir <em>radhiallahu &#8216;anhu </em> ini satu kejadian dengan kisah Ibnu Abbaz <em>radhiallahu &#8216;anhu </em>yang terdahulu sebagaimana yang dirajihkan oleh Al &#8216;Aini atau yang ulama lain, ataupun dua kejadian yang berbeda sebagaimana dirajihkan oleh Ibnu Hajar dalam <em>Fathul Baari.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun berdasarkan kemungkinan pertama (yaitu kisah J<em>abir radhiallahu &#8216;anhu</em> satu kejadian dengan kisah Ibnu Abbas <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> ) maka cukup jelas. Adapun berdasarkan kemungkinan kedua, karena penelitian yang benar menunjukkan bahwa penyebabnya satu dalam dua kisah tersebut karena adanya kemiripan yang ada dalam dua kisah tersebut. Juga karena keberadaan pelepah basah sebagai sebab diringankan adzab dari mayit ini termasuk perkara yang tidak diketahui secara syar&#8217;i atau akal. Kalau seandainya hal ini benar, tentu orang yang paling ringan adzabnya adalah orang-orang kafir yang menanamkan pepohonan dikuburan seperti layaknya sebuah taman karena banyaknya tanaman dan pepohonan yang selalu hijau di musim panas ataupun dingin. Ditambah juga bahwa sebagian ulama seperti Imam Suyuthi t menjelaskan  bahwa sebab pengaruh pelepah basah dalam peringanan adzab adalah karena dia bertasbih kepada Allah <em>Ta&#8217;ala</em> . mereka mengatakan, &#8220;Jika hilang sifat basah dari pelepah itu dan kering, maka berhentilah dari tasbih!.</p>
<p style="text-align: justify;">Alasan ini menyelisihi keumuman firman Allah Ta&#8217;ala ,</p>
<p style="font-size:16px;text-align: right;">وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّيُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِن لاَّتَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ<em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;</em><em>Dan tak ada suatupun melainkan nertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.</em><em>&#8220;</em><em> </em>(QS. Al Isra&#8217;:44)</p>
<p style="text-align: justify;">Jika hal ini sudah jelas, maka mudah untuk memahami kebathilan qiyas lemah yang dikutip oleh Imam Suyuthi <em>rahimahullah</em> dari orang yang tidak beliau sebutkan, &#8220;<strong>Jika adzab kubur diringankan dari keduanya dengan sebab tasbbih pelepah tersebut, maka bagaimana pula dengan al-Qur&#8217;an yang dibacakan seorang mukmin ? Dia mengatakan, &#8220;Hadits ini merupakan dalil menanam pohon di kuburan&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya (Syaikh Al Albani) mengatakan, &#8220;Kokohkan dulu kursi singgasana baru dipahat&#8221;<a name="_ftnref6" href="#_ftn6">[3]</a>, Apakah (mungkin) bayangan sesuatu itu lurus sementara batang (empunya bayangan) bengkok. Kalau seandainya qiyas ini benar, tentulah para salafusshalih akan bersegera melakukannya karena mereka lebih bersemangat dalam kebaikan dibandingkan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Keterangan yang telah lewat menunjukkan bahwa meletakkan pelepah di kuburan itu merupakan kekhususan Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam </em>dan rahasia peringanan adzab dari dua penghuni kubur diatas bukan karena pelepah yang basah akan tetapi karena syafa&#8217;at dan do&#8217;a Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> . Kejadian ini termasuk kejadian yang tidak mungkin terulang lagi setelah beliau n wafat dan tidak juga orang lain setelah Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> , karena mengetahui adzab kubur termasuk kekhususan Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> . Hal ini termasuk perkara ghaib yang tidak akan diketahui kecuali oleh Rasul, sebagaimana berita dalam firman Allah Ta&#8217;ala ,</p>
<p style="font-size:16px;text-align: right;">عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;</em><em>(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.</em><em>&#8220;</em><em> (</em>QS.Al Jin:26)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">[Diterjemahkan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. dari kitab <em>Tashihul Akhtha' wal Auhaam all Waqi'ah fi fahmi Ahaditsin Nabi alaihis shalatu was salam,</em> Syaikh Raid Shabri Bin Abu Alfah, hal 72-78] <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"></a></p>
<p style="text-align: justify;">Artikel <a href="http://ustadzkholid.com">UstadzKholid.com</a></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align: justify;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4">[1]</a> Penerjemah juga menemukan beberapa riwayat lain yang menggunakan kalimat <strong>????????????</strong><em> </em>seperti riwayat Imam Nasa&#8217;I berikut</p>
<p style="font-size:16px;text-align: right;">???? ????? ???????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ???????  ?????? ????????? ???????????? ??????? ?????????? ?????????????? ????? ???????????? ??? ??????? ?????? ??????????? ??????? ??? ???????????? ???? ???????? ???????? ???????? ??????? ??????? ?????????????? ????? ?????? ????????? ???????? ?????????? ?????????? ????? ?????? ??? ????? ?????? ????????? ????????? ??? ??????? ??????? ???? ???????? ????? ??????? ???????????? ???? ????????? ????????? ??? ???? ?????????</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari Ibnu Abbas , beliau berkata, &#8220;Rasulullah </em><em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em><em> melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda, &#8216;Sungguh Keduanya sedang disiksa, mereka disiksa bukan karena dosa besar. Salah satu dari dua orang ini, tidak menjaga diri dari  kencing, sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar <strong>namiimah</strong>.&#8217; Kemudian beliau mengambil ranting basah, beliau patahkan jadi dua, lalu beliau tancapkan diatas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya, &#8216;Wahai Rasulullah, kenapa Rasul melakukan ini ?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Semoga mereka diringankan siksaannya selama kedua ranting itu beum kering.<strong></strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5">[2]</a> Riwayat selengkapnya,</p>
<p style="font-size:16px;text-align: right;">????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ?????????? ??????? ?????????? ???????????? ????? ???????????? ??? ??????? ?????? ????? ??????? ??? ???????????? ???? ????????? ???????? ????? ??????? ??????? ?????????????? &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Rasulullah </em><em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em><em> melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda, &#8216;Sesungguhnya Keduanya sedang disiksa, mereka disiksa bukan karena dosa besar, orang ini tidak membersihkan  diri dari  kencing, sedangkan yang ini dia keliling menebar <strong>namiimah&#8230;</strong></em><strong><em>&#8220;</em></strong><strong><em> </em></strong><strong>(HR. Abu Dawud)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6">[3]</a> Ini peribahasa yang bermakna buktikan dulu kebenaran satu masalah baru dipakai sebagai ukuran. (pent)</p>
<p style="text-align: justify;">


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/&amp;title=Pohon+di+Kuburan+Meringankan+Siksa%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/&amp;title=Pohon+di+Kuburan+Meringankan+Siksa%3F" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/&amp;t=Pohon+di+Kuburan+Meringankan+Siksa%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Pohon+di+Kuburan+Meringankan+Siksa%3F+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/&amp;title=Pohon+di+Kuburan+Meringankan+Siksa%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/&amp;title=Pohon+di+Kuburan+Meringankan+Siksa%3F" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Pohon+di+Kuburan+Meringankan+Siksa%3F+-+http://b2l.me/n9ppd&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Pohon+di+Kuburan+Meringankan+Siksa%3F&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Sebagian%20orang%20memiliki%20kepercayaan%20bahwa%20pohon%20tertentu%20yang%20ditanam%20di%20atas%20atau%20di%20dekat%20kuburan%20dapat%20meringankan%20siksa%20si%20penghuni%20kubur.%20Mereka%20pun%20berdalil%20dengan%20sebuah%20hadits%20yang%20diriwayatkan%20Imam%20Bukhari%20dan%20Imam%20Muslim.%20Benarkan%20kepercayaan%20yang%20demikian%3F" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/pohon-di-kuburan-meringankan-siksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Dan Karakteristik Aqidah Salaf</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 10:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Allah telah melihat hati para hamba-Nya, dan mendapatkan hati Muhammad sebaik-baiknya hati mereka, lalu memilihnya dan mengutusnya membawa risalah. Kemudian melihat kepada hati para hamba setelah hati Muhammad dan mendapatkan hati para sahabat sebaik-baiknya hati para hamba, lalu menjadikan mereka sebagai pendamping nabi-Nya. Mereka berperang membela agama-Nya, sehingga apa yang dipandang kaum muslimin sebaagi kebaikan maka ia baik disisi Allah dan apa yang dipandang mereka sebagai kejelakan maka ia adlah kejelekan disisi Allah. Diriwayatkan Imam Ahmad]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak disangsikan lagi, kesempurnaan agama ini adalah nikmat Allah yang paling besar bagi umat ini. Agama Islam yang ditinggalkan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam keadaan lengkap, sempurna dan menyeluruh, sehingga terang benderang tidak ada kesamaran sama sekali pada ajarannya. Binasalah orang yang menyimpang darinya dan tidak mau berjalan diatas manhaj rabbaniy, manhaj Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya. Demikianlah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah menjelaskan kepada kita, seluruh kebaikan yang dapat mendekatkan kesyurga dan telah memperingatkan seluruh kejelekan yang menjauhkan diri kita dari surga. Semua ini agar binasalah orang yang binasa diatas hujjah dan hiduplah orang yang mengikutinya diatas hujjah juga. <span id="more-864"></span><br />
Mengenal aqidah yang benar merupakan satu keharusan bagi setiap muslim. Apalagi dimasa seperti ini, masa yang penuh dengan usaha penyesatan dan pemurtadan baik melalui kebidahan yang samar sampai kepada kekufuran yang paling jelas. Semuanya berkembang dan tumbuh subur dengan pemeliharaan para musuh Allah dari kalangan syaithan manusia dan jin. Ditambah dengan cara yang mereka tempuh untuk mensukseskan program mereka ini. Sungguh mengerikan dan membuat seorang muslim mengelus dada dan mengerenyutkan dahinya, khawatir dipagi hari jadi seorang muslim dan disore harinya menjadi kafir. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan ada didepan mata kita semua.<br />
Lalu bila menengok keadaan kaum muslimin secara khusus, didapatkan mereka dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Perselisihan, perpecahan dan permusuhan terus tumbuh berkembang dengan suburnya. Mereka tidak ingat akan peringatan Allah dalam Al Qur’an:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ </span></p>
<p><em>Dan ta&#8217;atlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmt dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. </em>Al Anfaal: 46<br />
Juga tidak ingat akan perintah Allah untuk mengembalikan perselisihan dan perbedaan pendapatnya kepada Al Qur’an dan sunnah, sebagaimana firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا [?:??]</span></p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, ta&#8217;atilah Allah dan ta&#8217;atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur&#8217;an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.</em>  An Nisaa’: 59</p>
<p>Demikianlah seharusnya, sebagaimana telah jelas dalam manhaj para sahabat dan tabiin serta orang yang mengikuti jejak mereka dalam berislam. Apalagi dalam permasalahan aqidah, permasalahan yang sangat besar bagi seorang muslim. Tentunya harus mendapatkan perhatian serius jangan sampai menyelisihi ajaran Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya <em>radhiyallahu &#8216;anhum</em>.<br />
Sudah sepantasnya seorang yang ingin memperjari aqidah salaf mengetahui arti penting (urgensi) aqidah tersebut. Semua ini untuk memberikan gambaran kedudukan aqidah tersebut dan dapat dapat mendorong untuk lebih semangat mempelajarinya. Terlebih-lebih pada masa sekarang ini; dimana banyak kaum muslimin yang melalaikan hal ini dan tenggelam dalam lautan syahwat dan syubhat.<br />
Arti penting mempelajari aqidah salaf terlahir dari arti penting aqidah itu sendiri. Juga kepada kewajiban bersungguh-sungguh bekerja untuk mengembalikan manusia kepada aqidah tersebut. Hal ini karena beberapa hal:</p>
<p>1. Barisan kaum muslimin dan para da’inya hanya dapat bersatu diatas aqidah ini. Demikian juga kekuatan mereka, tanpa aqidah ini mereka akan berpecah belah. Hal ini dikarenakan aqidah salaf adalah aqidah Al Quran dan sunah serta aqidah generasi pertama umat ini dari kalangan para sahabat. Sehingga seluruh kesatuan dan persatuan yang tidak berlandaskan aqidah ini hasilnya hanyalah kegagalan dan perpecahan.</p>
<p>2. Aqidah salaf membuat seorang muslim mengagungkan nash Al Qur’an dan Sunnah dan melindunginya dari penolakan makna atau bermain-main dalam menafsirkannya sesuai hawa nafsu dan keinginannya.<br />
3. Aqidah salaf mengikat seorang muslim kepada para salaf dari kalangan sahabat dan yang mengikuti mereka, sehingga menambah kemuliaan, iman dan kehormatannya. Hal ini karena para salaf tersebut adalah para wali Allah dan imam-imam yang bertaqwa. Hal ini seperti disampaikan oleh Ibnu Mas’ud <em>radhiyallahu anhu</em>:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">????? ????? ?????? ??? ??????? ?????????? ???????? ?????? ????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ??????? ?????????? ???????????? ?????????? ????????????? ????????????? ????? ?????? ??? ??????? ?????????? ?????? ?????? ????????? ???????? ??????? ??????????? ?????? ?????? ?????????? ???????????? ????????? ????????? ???????????? ????? ??????? ????? ????? ?????????????? ??????? ?????? ?????? ??????? ?????? ????? ??????? ???????? ?????? ?????? ?????? ???????</span></p>
<p><em>Sesungguhnya Allah telah melihat hati para hamba-Nya, dan mendapatkan hati Muhammad sebaik-baiknya hati mereka, lalu memilihnya dan mengutusnya membawa risalah. Kemudian melihat kepada hati para hamba setelah hati Muhammad dan mendapatkan hati para sahabat sebaik-baiknya hati para hamba, lalu menjadikan mereka sebagai pendamping nabi-Nya. Mereka berperang membela agama-Nya, sehingga apa yang dipandang kaum muslimin sebaagi kebaikan maka ia baik disisi Allah dan apa yang dipandang mereka sebagai kejelakan maka ia adlah kejelekan disisi Allah. Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya 1/379 dan dishohihkan sanadnya oleh Syeikh Ahmad Syaakir no. 3600. Syeikh Abu Usamah Saliim bin ‘ied Al Hilaliy: “Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad dalam musnadnya 3/179, Ath Thoyaalisiy dalam musnadnya hal 23 dan Al Khothib Al baghdadiy dalam Al Faqiih wal Mutafaqqih 1/166 secara mauquf dengan sanad hasan.</em> (Limadza Ikhtartu Al manhaj As Salafiy (edisi Bahasa Arab) hal 88.</p>
<p>4. Aqidah salaf memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh yang lainnya, yaitu kejelasannya. Aqidah salaf menjadikan Al Qur’an dan sunnah sebagai sumber gambaran dan pemahamannya, jauh dari ta’wil, ta’thil dan tasybih. Demikian juga aqidah ini dapat menyelamatkan orang yang berpegang teguh (komitmen) kepadanya dari kerancuan pembicaraan tentang dzat Allah, menemtang nas Al Qur’an dan sunnah nabi-Nya. Dari sana aqidah salaf memberikan pemiliknya sikap ridho dan tenang menerima taqdir Allah dan mengagungkan keagungan Allah serta tidak membebani akal untuk berfikir tentang sesuatu diluar kemampuannya, seperti masalah-masalah ghaib. Maka aqidah salaf sangat mudah sekali dan jauh dari kerancuan dan ketidak mampuan memahaminya. (Dari kata pengantar Syeikh ‘Alwi Abdil Qadiir As Saqaf pada kitab Syarah Al Aqidah Al Wasitiyah hal 6-7 dengan pengurangan).</p>
<p><strong>Keistimewaan dan Karakteristik Aqidah salaf</strong></p>
<p>Diantara kekhususan dan keistimewaan aqidah salaf, adalah:</p>
<p>1. Aqidah salaf bersumber kepada sumber yang asli dan suci yaitu Al Qur’an dan sunnah dan jauh dari hawa nafsu dan syubhat.</p>
<p>2. Aqidah salaf memberikan ketenangan dan kemantapan jiwa dan menjauhkan pemiliknya dari keraguan dan kerancuan.</p>
<p>3. Aqidah salaf menjadikan sikap seorang muslim selalu mengagungkan nas-nas Al Qur’an dan sunnah, karena ia mengetahui kebenaran dan hak hanya ada padanya. Inilah keselamatan dan keistimewaan yang penting.</p>
<p>4. aqidah salaf dapat mewujudkan sifat yang Allah ridhoi dalam firmanNya:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</span></p>
<p><em>Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.</em> Annisaa’ : 65</p>
<p>5. Aqidah salaf mengikat seseorang dengan para salaf sholeh.</p>
<p>6. Aqidah salaf menyatukan barisan kaum muslimin dan persatuannya, karena ini merupakan perwujudan firman Allah:</p>
<p align="right"><span style="font-family: times, times new roman, serif; font-size: large;">وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ </span></p>
<p><em>Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.</em>  Alimran:103</p>
<p>7. Aqidah salaf menjadikan orang yang berpegang teguh (komitmen) dengannya selamat dan masuk dalam janji Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> mendapatkan pertolongan dan kemenangan disunia dan keselamatan diakherat.</p>
<p>8. Berpegang teguh kepadanya merupakan sebab terpenting keistiqomahan agama seseorang.</p>
<p>9. Aqidah salaf memiliki pengaruh besar dalam perbaikan suluk (prilaku) dan akhlak orang yang berpegang teguh (komitmen) dengannya.</p>
<p>10. Berpegang teguh dan mengamalkan aqidah salaf termasuk sebab terpenting yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh keridhoannya. (Lihat: Mudzakirot “Manhaj As Salaf” hasil ceramah Syeikh Abdullah Al Ubailaan. Hal 5-6).</p>
<p>11. Aqidah salaf adalah aqidah yang konsisten tidak berubah dengan tempat dan zaman.</p>
<p>Melihat ini semua tentunya memotivasi kita untuk mempelajarinya, sebab kebahagian dan keselamatan ada pada aqidah tersebut. Oleh karena itu marilah kita bersungguh-sungguh mengkaji dan berusaha istiqomah diatasnya. Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi Lc</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/&amp;title=Arti+Dan+Karakteristik+Aqidah+Salaf" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/&amp;title=Arti+Dan+Karakteristik+Aqidah+Salaf" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/&amp;t=Arti+Dan+Karakteristik+Aqidah+Salaf" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Arti+Dan+Karakteristik+Aqidah+Salaf+-+http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/&amp;title=Arti+Dan+Karakteristik+Aqidah+Salaf" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/&amp;title=Arti+Dan+Karakteristik+Aqidah+Salaf" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Arti+Dan+Karakteristik+Aqidah+Salaf+-+http://b2l.me/n9ppe&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Arti+Dan+Karakteristik+Aqidah+Salaf&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Sesungguhnya%20Allah%20telah%20melihat%20hati%20para%20hamba-Nya%2C%20dan%20mendapatkan%20hati%20Muhammad%20sebaik-baiknya%20hati%20mereka%2C%20lalu%20memilihnya%20dan%20mengutusnya%20membawa%20risalah.%20Kemudian%20melihat%20kepada%20hati%20para%20hamba%20setelah%20hati%20Muhammad%20dan%20mendapatkan%20hati%20para%20sahabat%20sebaik-baiknya%20hati%20para%20hamba%2C%20lalu%20menjadikan%20mereka%20sebagai%20pendamping%20nabi-Nya.%20Mereka%20berperang%20membela%20agama-Nya%2C%20sehingga%20apa%20yang%20dipandang%20kaum%20muslimin%20sebaagi%20kebaikan%20maka%20ia%20baik%20disisi%20Allah%20dan%20apa%20yang%20dipandang%20mereka%20sebagai%20kejelakan%20maka%20ia%20adlah%20kejelekan%20disisi%20Allah.%20Diriwayatkan%20Imam%20Ahmad" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/aqidah/arti-dan-karakteristik-aqidah-salaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Syiah Sebuah Realita</title>
		<link>http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/</link>
		<comments>http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 09:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tri.subekti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Syiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzkholid.com/?p=727</guid>
		<description><![CDATA[Bahaya Syiah terhadap kaum muslimin merupakan satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh setiap muslim lebih-lebih yang telah meneliti dan membaca sejarah mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewasa ini kebid&#8217;ahan telah merebak di dalam tubuh kaum muslimin sedemikian hebatnya sehingga banyak kaum muslimin yang tidak mengerti bahaya kebid&#8217;ahan padahal kebid&#8217;ahan tersebut dapat merusak mereka dan merusak keutuhan dan persatuan kaum muslimin bahkan banyak negara Islam yang hancur lantarannya seperti daulah bani Umayah yang jatuh disebabkan kebid&#8217;ahan Ja&#8217;d bin  Dirham (Jahmiyah) lihatlah pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika mengomentari sejarah keruntuhan bani Umayah: &#8220;Sesungguhnya daulah bani Umayah hancur disebabkan oleh Ja&#8217;ad Al Mu&#8217;athil.&#8221;<a name="_ftnref1"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn1">[1]</a> Dan berkata:&#8221;Jika muncul kebid&#8217;ahan-kebid&#8217;ahan yang menyelisihi Rasulullah maka Allah akan akan membalas (dengan kejelekan) pada orang yang menyelisihi Rasul dan memberi kemenangan kepada yang lainnya.&#8221;<a name="_ftnref2"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn2">[2]</a>.</p>
<p>Dan dalam tempat yang lain beliau berkata: &#8220;Maka iman kepada Rasul dan Jihad membela agamanya adalah sebab kebaikan dunia dan akhirat dan sebaliknya kebid&#8217;ahan dan penyimpangan agama serta penyelisihan terhadap sunnah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> adalah sebab kejelekan dunia dan akhirat.&#8221;<a name="_ftnref3"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Bahaya syiah terhadap kaum muslimin merupakan satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh setiap muslim lebih-lebih yang telah meneliti dan membaca sejarah mereka sejak masa awal pertumbuhan dan perkembangannya sampai saat ini, rentang waktu yang cukup panjang dengan segala peristiwa berdarah yang telah menumpahkan darah ribuan bahkan jutaan kaum muslimin.<span id="more-727"></span></p>
<p>Mengenal dan meneliti bahaya dan implikasi syiah merupakan pembahasan yang cukup luas dan panjang lagi penting agar setiap muslim dapat mengambil pelajaran, kemudian tidak terperosok dalam satu lubang berkali-kali. Apalagi dimasa sekarang mereka telah berusaha dengan segala sarana dan prasarana yang mereka miliki untuk menyebarkan dakwah mereka di seluruh pelosok dunia dengan perlahan-lahan namun pasti yang pada akhirnya mereka akan menampakkan hakikatnya bila telah mencapai apa yang menjadi tujuan mereka. Oleh sebab itu memahamkan masyarakat Islam tentang bahaya mereka dalam ideologi, politik, ekonomi dan sosial kaum muslimin saat ini merupakan hal yang mendesak, karena besarnya bahaya syiah terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat dan Negara Islam, apalagi di Indonesia yang kebanyakan kaum muslimin belum mengenal siapa mereka dan bagaimana bahaya mereka terhadap kaum muslimin ditambah lagi dengan munculnya nama-nama baru perwujudan dari syiah ini seperti IJABI (Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia)<a name="_ftnref4">,</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn4">[4]</a> yang telah mulai menancapkan kuku-kuku beracunnya ke dalam tubuh kaum muslimin dengan tameng kecintaan <em>ahlil bait</em>. Mudah-mudahan dengan pembahasan ini dapat memberikan peringatan kepada segenap kaum muslimin dan menjadi teguran kepada sebagian kaum muslimin yang mencoba menganggap syiah sebagai kawan dan sahabat,  dan menganggap mereka tidak membahayakan dan merugikan kaum muslimin.</p>
<p><strong>Bahaya Syiah terhadap Ideologi dan Pemikiran Kaum Muslimin</strong></p>
<p>Bahaya mereka dalam bidang ini banyak sekali, diantaranya:</p>
<p>1. Memasukkan kesyirikan kedalam masyarakat Islam bahkan sebagian Ahlil Ilmu menetapkan mereka sebagai orang yang pertama membuat kesyirikan dan penyembahan kubur pada umat Islam.</p>
<p>Hal ini terjadi lantaran sikap ekstrim mereka dalam mencintai para imam Syiah, sehingga membawa mereka kepada sikap ekstrim terhadap kuburan, dan membuat riwayat-riwayat yang dijadikan oleh mereka sebagai dasar amalan tersebut.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam <em>Ar Rodd Alal Akhnaa&#8217;iy</em> hal.47 : &#8220;Orang pertama yang memalsukan hadits-hadits pembolehan bepergian untuk menziarohi keramat-keramat yang ada diatas kuburan adalah ahlil bidah dari kalangan <em>Rafidh</em><em>a</em><em>h</em> (Syiah) dan yang sejenisnya dari orang-orang yang meninggalkan masjid dan mengagungkan tempat keramat yang ada padanya kesyirikan, kedustaan dan kebid&#8217;ahan terhadap agama Islam yang tidak ada padanya hujjah dari Allah Ta&#8217;ala , karena <em>Al kitab</em> dan <em>As Sunnah</em> hanya menyebutkan ibadah di masjid-masjid dan tidak di tempat-tempat keramat.&#8221;</p>
<p>Sekarang tempat-tempat keramat dan tempat-tempat ziaroh syiah menjadi tempat kesyirikan dan paganis, dan ini dapat dilihat di negeri-negeri Syiah seperti Iran demikian juga buku-buku mereka memperbolehkan bahkan menyeru kepada kesyirikan tersebut.</p>
<p>Syaikh Musa Jaarullah berkata, setelah menziarohi negara Iran dan Irak dan tinggal disana beberapa bulan bahwa dia telah melihat tempat-tempat keramat dan kuburan-kuburan ditempat mereka disembah.</p>
<p>Syaikh Abul Hasan Annadwiy berkata tentang bangunan keramat di kuburan Ali Ar Ridha dalam makalahnya <em>Min Nahri Kaabul Ila Nahri Al Yarmuuk</em> hal 93 majalah <em>Al I&#8217;tishom</em>, tahun (41) edisi ke-3 setelah menziarohi Iran : &#8220;Setiap orang asing yang menziarohi keramat Ali Ar Ridho akan merasa seakan-akan di dalam masjid Al Haram, dia mendengar teriakan, tangisan dan desis ratapan, dipenuhi oleh laki-laki dan perempuan , dihiasi dengan hiasan-hiasan yang megah yang dibuat dengan harta benda yang sangat banyak sekali<a name="_ftnref5">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Imam Al Aluusiy pengarang kitab<em> At Tuhfah Al Itsba Asyariyah</em> menyatakan, bahwa mereka (kaum syiah) selalu ekstrim menyembah dan menthawaf-i kuburan para imam mereka bahkan sampai shalat menghadapnya tidak menghadap Ka&#8217;bah dan masih banyak lagi yang lainnya yang pernah dilakukan oleh kaum musyrikin terhadap berhala mereka. <a name="_ftnref6"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Kemudian beliau berkata:  &#8220;Jika ada padamu keraguan tentang hal itu silahkan pergi ke sebagian tempat keramat-keramat mereka agar kamu melihat kenyataan ini dengan kedua matamu<a name="_ftnref7">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Inilah persaksian mereka yang telah melihat langsung keadaan mereka akan tetapi amat disayangkan musibah dan bencana ini akhirnya terbawa dan masuk kenegeri-negeri Islam dan menjadi kebiasaan sebagian kaum muslimin sehingga merusak aqidah dan ideologi mereka.</p>
<p>2. Merusak agama Islam dan menyesatkan kaum muslimin</p>
<p>Demikianlah pemikiran syiah dengan segala keanehan dan kesesatannya terus didakwahkan dan disebarkan dengan segala sarana yang mereka miliki untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang yang akan mengikutinya dan semakin banyak orang yang meninggalkan agama Islam yang shahih dengan segala provokasi para syaikh mereka yang selalu berusaha memperbanyak jumlah pengikut mereka. Provokasi ini didasarkan diatas kedustaan dan penipuan yang mereka pakai dalam menipu pengikut mereka dan orang-orang awam dari kaum muslimin diantaranya adalah slogan tidak ada perbedaan antara <em>Sunni</em> dan <em>Syiah</em> dan pernyataan mereka bahwa keganjilan ajaran syiah sesungguhnya ada dasarnya di dalam riwayat-riwayat ahli sunnah.</p>
<p>Tidak diragukan lagi dakwah dan penyebaran aqidah Syiah dan provokasi yang berisi ketetapan syiah merupakan bagian dari Islam adalah salah satu sebab penting dalam usaha merusak dan menyesatkan kaum muslimin, apalagi sekarang ada <em>Negara Ayatullah</em> di Iran yang mereka jadikan sarana untuk menghadapi kemunculan dan kebangkitan Islam karena munculnya Negara yang merusak citra keindahan dan kesempurnaan Islam, dan memberi gambaran yang berlawanan dengan keinginan dan kebangkitan Islam yang sejati akan menghapus dan mengendorkan semangat dan keinginan untuk bangkit mendirikan kekhilafahan yang berdasarkan kepada Al Quran dan As Sunnah.  Di dada para pemuda Islam, hal ini telah dimanfaatkan oleh para penjajah (kolonialis) dan mereka sangat bergembira dan memperhatikan kemunculan pemikiran dan ajaran-ajaran kebid&#8217;ahan melalui orang-orang yang dinamakan <em>Orientalis</em> yang memiliki kedudukan, seperti penasehat bagi kementrian luar negeri mereka dan mereka tidak pernah lupa dengan sejarah mereka terhadap kaum muslimin.</p>
<p>Bagaimanapun juga, munculnya Syiah dengan ajaran-ajaran anehnya tanpa diragukan lagi menghambat manusia untuk berjalan dijalan Allah dan menyesatkan kaum muslimin dari agamanya yang lurus.</p>
<p>3. Penyebab munculnya Golongan Zindiq</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan dasar kesesatan<em> Ismailiyah</em> dan <em>Nusairiyah</em> dan sekte-sekte lainnya dari orang-orang mulhid dan zindiq adalah pembenaran berita dan riwayat dusta<em> Rafidhah Syiah</em> yang mereka paparkan dalam menafsirkan Al Quran dan hadits, beliau berkata: &#8220;Para pemimpin <em>Ubaidiyiin</em> (bani Ubaid) hanya menegakkan dasar dakwahnya dengan kedustaan-kedustaan yang dibuat-buat oleh kaum Rafidhah, agar pengikut syiah yang sesat dapat menerimanya. Kemudian orang-orang tersebut berpindah dari mencela para sahabat kepada mencela Ali kemudian mencela Allah, oleh karena itu ajaran <em>Syiah Rafidhah</em> adalah pintu dan jalan yang menghantar kepada kekufuran dan penyimpanga.&#8221; <a name="_ftnref8"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Bahkan Syaikh Muhibuddib Al khothib mencatat bahwa <em>tasayu&#8217;</em> (ajaran Syiah) menjadi satu faktor pendukung tersebarnya ajaran <em>komunis</em> dan <em>bahaiyah</em> di Iran<a name="_ftnref9"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn9">[9]</a>.</p>
<p>4. Berusaha menyesatkan kaum muslimin dengan merusak sunnah Rasululloh <em>shallalahu &#8216;alaihi wassalam</em>.</p>
<p>Ini merupakan usaha yang mereka lakukan untuk menyesatkan kaum muslimin, sehingga mereka masuk ke kalangan ahlil hadits dan setelah itu memasukkan riwayat-riwayat palsu mereka sehingga banyak para ulama Islam yang terkecoh dengannya, akan tetapi Alhamdulillah Allah tidak membiarkan begitu saja bahkan membangkitkan para imam ahlil hadits untuk membongkar makar busuk mereka itu. Syaikh As Suwaidiy berkata : &#8220;Sebagian Ulama mereka bergelut dengan ilmu hadits , mendengar hadits-hadits dari para ahli tsiqat dari ahli sunnah serta menghapal sanad-sanad periwayatan ahli sunnah yang shahih, lalu menghiasi diri dengan ketakwaan dan wara&#8217; sehingga mereka diakui termasuk kalangan ahli hadits kemudian mereka meriwayatkan hadits-hadits yang shahih dan hasan dan memasukkan hadits-hadits palsu mereka.<a name="_ftnref10"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Al Alusiy menyatakan bahwa diantara mereka itu adalah Jaabir Al Ju&#8217;fiy <a name="_ftnref11"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn11">[11]</a>, bahkan Ibnul Qayim menjelaskan bahwa Syiah telah memalsukan hadits tentang Ali dan ahlil bait sebanyak lebih dari 3000 hadits.<a name="_ftnref12"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn12">[12]</a></p>
<p><strong>Bahaya Syiah terhadap Kaum Muslimin dalam Bidang Politik</strong></p>
<p>Syiah seperti telah ditandaskan dalam kitab-kitab pokok mereka tidak meyakini keabsahan negera apapun juga di dunia Islam kecuali kekhilafahan Ali bin Abi Thalib dan anaknya Al Hasan dan menganggap khalifah di dunia Islam ini adalah Thaghut dan negaranya tidak sah sebagaimana dalam riwayat-riwayat mereka: &#8220;Setiap panji yang ditegakkan sebelum bangkit imam yang ditunggu-tunggu kebangkitannya, maka pelakunya adalah thoghut.</p>
<p>Oleh Karena itu jadilah syiah tempat yang mapan bagi musuh-musuh Islam dan orang-orang yang berkonspirasi menghancurkan Islam sampai sekarang, dan itu terbukti dengan pengakuan dari mereka seperti duta besar Rusia di Iran Kanyaz Dakurki yang mengambil nama samaran Syaikh Isa sebagaimana dijelaskan oleh majalah yang diterbitkan kementrian rusia tahun 1924-1925, demikian juga Jenderal berkebangsaan Inggris Juaifir Alikhaan dan lain-lainnya.</p>
<p>Syaikhul Islam menyatakan: &#8220;Kebanyakan penganut agama Syiah tidak beriman kepada Islam, akan tetapi menampakkan diri sebagai orang Syiah karena dangkal dan bodohnya akal Syiah untuk mengantarkan mereka kepada tujuan-tujuan kepentingan mereka. (<em>Minhajus Sunnah</em> 2/48)</p>
<p>Orang yang mengerti sejarah Islam akan berpendapat para pengaku Syiah ternyata adalah musuh yang paling berbahaya yang menyerang negara Islam, karena mereka itu secara lahiriyah adalah muslimin akan tetapi di bathinnya menyimpan kekufuran dan permusuhan yang besar sekali terhadap Islam, sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: &#8220;Sesungguhnya asal setiap fitnah dan bencana adalah Syiah, dan orang yang mengikuti mereka dan kebanyakan pedang yang menumpahkan darah kaum muslimin adalah dari mereka dan pada mereka bersembunyi para zindiq<a name="_ftnref13">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn13">[13]</a>.</p>
<p>Dan karena mereka menganggap kaum muslimin lebih kufur dari yahudi dan nashrani, sehingga mereka bersama bahu membahu dalam menghancurkan umat Islam , Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: &#8220;Sungguh kami dan kaum muslimin telah melihat apabila kaum muslimin diserang musuh kafir maka Syiah bersama mereka menghadapi kaum muslimin<a name="_ftnref14">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn14">[14]</a></p>
<p>Lihatlah kisah masuknya <em>Hulaghu Khan</em> (raja Tartar Mongol) ke negeri Syam tahun 658 H, dimana kaum Syiah menjadi penolong dan pembantu mereka yang paling besar dalam menghancurkan Negara Islam dan menegakkan Negara mereka. Dan ini telah diketahui dengan jelas dalam buku-buku sejarah khususnya di Iraq dimana menteri khalifah waktu itu yang bernama Ibnul Alqaamiy dan kaum Syiah menjadi pembantu Hulaghu Khan dalam menaklukkan Iraq dan menumpahkan darah kaum muslimin yang tidak terhitung jumlahnya. Ringkas kejadiannya Ibnul Alqaamiy adalah seorang menteri pada khalifah bani Abasiyah yang bernama Al Mu&#8217;tashim seorang Ahli Sunnah, akan tetapi dia lengah dan tidak memperhatikan bahaya Syiah sehingga mengangkat seorang Syiah sebagai menterinya, padahal menterinya ini telah merencanakan makar busuk dalam rangka menghancurkan negaranya dan kaum muslimin serta menegakkan Negara Syiah, ketika mendapat jabatan tinggi tersebut maka dia memanfaatkannya untuk merealisasikan makarnya menghancurkan Negara Islam dengan melakukan tiga marhalah:</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>: melemahkan tentara muslimin dengan menghapus gaji dan bantuan kepada para tentara dan mengurangi jumlahnya. Ibnu Katsir berkata: &#8220;Menteri Ibnul Alqaamiy berusaha keras untuk menyingkirkan para tentara dan menghapus namanya dari dewan kerajaan. Pada akhir masa pemerintahan Al Muntashir<a name="_ftnref15">,</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn15">[15]</a> tentara kaum muslimin mendekati jumlah seratus ribu tentar, dan dia terus berusaha menguranginya sehingga tidak tinggal kecuali sepuluh ribu orang tentara saja.<a name="_ftnref16"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn16">[16]</a></p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong> : menghubungi Tartar, Ibnu Katsir memaparkan bahwa dia menghubungi Tartar dan memotivasi mereka untuk merebut wilayah Islam serta mempermudah mereka untuk itu lalu dia menceritakan keadaan yang sesungguhnya dan menceritakan kelemahan-kelemahan para tokoh pemimpin Islam<a name="_ftnref17">.</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn17">[17]</a></p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>: melarang orang memerangi Tartar dan menipu khalifah dan masyarakat Islam, Ibnul Alqoomiy melarang orang untuk memerangi Tartar dan menipu khalifah dan para penasehatnya, dengan mengatakan bahwa Tartar tidak ingin perang akan tetapi ingin membuat perjanjian damai dengan mereka dan meminta khalifah untuk menyambut mereka untuk kemudian berdamai dengan memberi separuh hasil pemasukan negeri Iraq untuk tartar dan separuhnya untuk khalifah.  Lalu khalifah berangkat bersama tujuh ratus orang dari para hakim, ahli fiqih, amir-amir dan pembantu-pembantunya&#8230; lalu dengan tipu daya ini terbunuhlah khalifah dan orang yang bersamanya dari para panglima tentara dan prajurit pilihannya tanpa susah payah dari Tartar. Sedang orang-orang Syiah lainnya menasehati Hulaghu Khan untuk tidak menerima perdamaian kholifah dengan mengatakanbahwa kalau terjadi perdamaianpun tidak akan bertahan kecuali setahun atau dua tahu saja kemudian kembali seperti sebelumnya dan memotivasi Hulaghu khan untuk membunuh Kholifah, dan dikisahkan yang menyuruh membunuh khalifah adalah Ibnul Alqaamiy dan Nushair Ath Thusiy.<a name="_ftnref18"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn18">[18]</a></p>
<p>Kemudian mereka masuk ke negeri Iraq dan membunuh semua orang yang dapat dibunuh dari kalangan laki-laki, perempuan, anak-anak, orang jompo, dan tidak ada yang lolos kecuali <em>ahli dzimmah</em> dari kalangan Nashrani dan Yahudi serta orang-orang yang berlindung kepada mereka dan ke rumah Ibnul Alqaamiy .<a name="_ftnref19"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn19">[19]</a></p>
<p>Dalam peristiwa tragis tersebut, terbunuh lebih dari belasan juta orang dan belum ada dalam sejarah Islam bencana seperti bencana yang ditimbulkan orang tartar mongol, mereka membunuhi orang-orang bani Haasyim, menawan para wanita Abasyiyah dan selain Abasyiyah. Lalu apakah ada orang yang berloyalitas kepada ahli bait Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> lalu memudahkan kaum Kafir untuk membunuh dan menawan mereka dan kaum muslimin?<a name="_ftnref20"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn20">[20]</a></p>
<p>Lihatlah dan renungkanlah kejadian besar ini dan ambillah pelajaran wahai Ahli Sunnah dalam melakukan pendekatan terhadap mereka!<a name="_ftnref21">!!!</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn21">[21]</a></p>
<p><strong>Bahaya Syiah dalam Bidang Sosial</strong></p>
<p>Orang Syiah yang hidup bersama kaum muslimin selalu menyembunyikan hakikatnya dan selalu menggunakan tipu daya, khianat dan berbuat jahat cukuplah pernyataan Syaikh Islam ibnu Taimiyah tentang mereka menjadi saksi akan hal tersebut sejak dahulu kala dan dapat dirasakan di zaman kita ini, berkata Syaikhul Islam: &#8220;Adapun Rafidhah (Syiah), mereka tidak berinteraksi sosial dengan orang lain kecuali menggunakan kenifakan karena agama yang ada dihatinya adalah agama yang rusak yang membawanya untuk berdusta, khianat, menipu, dan berbuat jahat terhadap orang sehingga dia melakukan kejahatan apa saja.<a name="_ftnref22"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn22">[22]</a></p>
<p>Ini persaksian seorang tokoh Sunni, mungkin ada yang mengatakan: &#8220;Itukan hanya tuduhan belaka tanpa bukti. Akan tetapi, jika kita melihat kembali kekitab-kitab rujukan mereka didapatkan pemaparan beliau ini sesuai. Lihatlah dalam kitab<em> Rijal Al Kisysyiy</em> ada kisah seorang Syiah kepada imamnya bagaiman dia membunuh sejumlah orang yang menyelisihinya, ia berkata: &#8220;Diantara mereka ada yang saya naik ke atap rumahnya dengan tangga dan saya bunuh, ada yang saya ajak keluar di malam hari, ketika dia keluar pintu langsung saya bunuh, ada yang saya temani dalam perjalannya,lalu ketika bersendirian saya bunuh<a name="_ftnref23">.</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn23">[23]</a></p>
<p>Syaikh Syiah yang bernama Ni&#8217;matullah Al Jazaairiy bercerita tentang menteri Ar Rasyid yang bernama Ali bin Yaqthiin, dia di penjara bersama sejumlah orang yang menyelisihinya (dalam madzhab), lalu dia memerintahkan para budaknya untuk merobohkan atap penjara tempat mereka lalu mereka mati seluruhnya, dan jumlah mereka waktu itu lima ratus orang, kemudian dia ingin mengelak dari tuntutan darah mereka lalu dia mengutus orang ke Imam Maulana Al kaadzim dan sang imam membalas dengan menulis jawabannya: &#8220;Seandainya engkau telah memberitahukan saya sebelum membunuh mereka, maka kamu lolos dari tuntutan darah tersebut dan ketika kamu tidak memberitahukan saya terlebih dahulu, maka bayarlah sebagain tebusannya satu kambing untuk setiap orang dan seekor kambing itu lebih baik daripada mereka<a name="_ftnref24">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn24">[24]</a></p>
<p>Lihatlah bagaimana mereka tinggal ditengah-tengah kaum muslimin, bagaimana imam mereka menyetujui pembunuhan lima ratus orang, hanya sekedar mereka bukanlah orang syiah dan hanya memerintahkan membayar satu kambing per orang lantaran tidak izin dahulu kepada imam mereka dan jika sudah izin kepada imam mereka atau wakilnya yaitu para <em>faaqiih</em> maka bisa berbuat semaunya.</p>
<p>Kemudian tokoh Syiah ini berkomentar tentang kisah tersebut: &#8220;Lihatlah tebusan yang rendah ini yang tidak sampai menyamai tebusan (diyat) adik mereka yaitu anjing buruan karena diyatnya (tebusan) dua puluh dirham dan tidak pula diyat (tebusan) kakak mereka yaitu orang Yahudi atau Majusi karena diyatnya (tebusannya) delapan ratus dirham<a name="_ftnref25">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn25">[25]</a></p>
<p>Sejarah membuktikan bahwa mereka banyak menyulut fitnah dikalangan kaum muslimin, karena mereka berani mencela dan melecehkan para sahabat dalam setiap pertemuan tahunan mereka, dan kalau kita melihat sejarah terjadinya pertumpahan darah antara Syiah dengan Ahlis Sunnah yang pertama di Baghdad adalah tahun 238 H, kemudian berlanjut fitnah-fitnah yang telah benyak memakan korban dari kalangan kaum muslimin.</p>
<p>Diantara bahaya Syiah terhadap tatanan social masyarakat Islam adalah pembolehan nikah <em>Mut&#8217;ah</em> yaitu kesepakatan rahasia untuk melakukan hubungan suami istri kepada wanita yang telah sepakat dengannya walaupun dari kalangan Pekerja Seks Komersil (PSK) atau wanita yang masih bersuami, lihat pendapatnya Ath Thusiy, ia berkata: &#8220;Tidak mengapa bermut&#8217;ah dengan wanita<em> fajiroh</em><a name="_ftnref26"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn26">,26]</a> dan <em>khumainiy </em>juga berfatwa bolehnya bermut&#8217;ah dengan pezinah<a name="_ftnref27">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn27">[27]</a> Oleh karena itu, mereka mungkin bersepakat untuk sehari, dua hari atau sekali dan dua kali.</p>
<p>Al Aluusy berkata: &#8220;Barangsiapa yang melihat keadaan orang-orang Syiah sekarang dalam masalah <em>Mut&#8217;ah</em> tidak butuh dalam menghukum mereka berzina kepada bukti-bukti karena seorang wanita berzina dengan dua puluh laki-laki dalam satu hari satu malam dan mengatakan bahwa dia berbuat mut&#8217;ah. Dan buat mereka tersedia lokalisasi-lokalisasi untuk Mut&#8217;ah yang berpajangan, disana para wanita dan mereka memiliki mucikari-mucikari yang menghubungkan laki-laki dengan para wanita atau para wanita dengan para laki-laki sehingga mereka memilih yang mereka senangi dan memberikan upahnya dan menarik para wanita tersebut kepada laknat Allah<a name="_ftnref28">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn28">[28]</a></p>
<p>Bukankah ini semua merupakan bahaya yang sangat besar, ambillah pelajaran wahai <em>U</em><em>lil </em><em>A</em><em>bshar</em><em>!</em></p>
<p><strong>Bahaya Syiah dalam Bidang Ekonomi</strong></p>
<p>Demikian pula Syiah memiliki pengaruh jelek dalam bidang ekonomi bagi kaum muslimin, hal ini cukup jelas kalau di pandang dari bahaya mereka dalam bidang-bidnag yang lain, sebab kerusakan politik, ideologi, dan pemikiran serta tatanan sosial amat berpengaruh dalam bidang ekonomi, lihatlah fitnah-fitnah yang mereka timbulkan banyak menghabiskan harta benda, nyawa, dan waktu sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi musuh-musuh Islam menghancurkan ekonomi dan budaya kaum muslimin. Apalagi dipandang dari sudut aqidah, mereka yang menganggap harta dan jiwa kaum muslimin yang bertentangan dengan mereka adalah harta yang boleh dirampas dan diambil dengan dakwaan yang dusta, bahwa hal itu adalah hak ahlil bait padahal harta-harta tersebut dipergunakan untuk merealisasikan keinginan-keinginan khusus mereka dan untuk menjalankan makar dan tipu daya mereka dalam menghadapi umat Islam .</p>
<p>Dr Ali Assaalus berkata: &#8220;Dari kenyataan madzhab <em>Ja&#8217;fariyah </em>pada saat-saat ini kita dapatkan orang yang ingin berhaji harus menghitung jumlah hartanya semua, kemudian membayar seperlima harga hartanya untuk diserahkan kepada para ahli fiqih, yang berfatwa kewajiban <em>khumus</em> dan yang tidak membayarnya tidak dibolehkan haji dengan demikian para ahli fiqih Syiah tersebut telah menghalalakan pengambilan harta dengan kebatilan<a name="_ftnref29">.&#8221;</a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn29">[29]</a></p>
<p>Berkata Syaikhul Islam : &#8220;Adapun pendapat Rafidhah bahwa Khumus hasil pendapatan kaum muslimin diambil dari mereka dan dibayarkan kepada orang yang mereka anggap sebagai pengganti imam yang maksum atau kepada yang lainnya, adalah pendapat yang tidak pernah dikatakan oleh seorang sahabatpun, tidak juga Ali, dan yang lainnya serta tidak dikatakan oleh seorang tabiin dan dari kerabat bani Hasyim atau yang lainnya.</p>
<p>Semua penukilan dari Ali atau Ulama ahlil bait seperti Al Hasan, Al Husein, Ali bin Al Husein, Abu Ja&#8217;far Al baaqir, Ja&#8217;far bin Muhamad adalah kedustaan karena itu menyelisihi riwayata yang mutawatir dari sejarah Ali bin Abi Thalib, karena beliau memerintah kaum muslimin selama empat tahun dan belum pernah mengambil dari kaum muslimin sedikitpun hartanya, bahkan tidak ada dimasa pemerintahannya pembagian khumus sama sekali. Adapun kaum muslimin tidak diambil khumus hartanya oleh beliau atau orang lain, dan kaum kufarlah yang kapan dirampas dari harta mereka diambil seperlimanya dengan dasar <em>Al Kitab</em> dan <em>As Sunnah,</em> akan tetapi di zaman beliau kaum muslimin tidak melakukan peperangan dengan kaum kufar, disebabkan adanya perselisihan diantara mereka dari fitnah dan perpecahan. Demikian juga telah diketahui secara pasti, bahwa Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> tidak pernah mengambil khumus harta kaum muslimin dan tidak juga meminta dari seorang muslim pun khumus hartanya.<a name="_ftnref30"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftn30">[30]</a></p>
<p>Demikianlah, mereka mengambil khumus dalam rangka untuk memenuhi kepentingan dan keinginan ulama-ulama mereka dan inilah selintas tentang bahaya Syiah yang telah menjadi satu kenyataan, dan bukan untuk menjelaskan keseluruhannya dan cukuplah kitab-kitab para ulama Islam telah menjelaskan semuanya dan kita hanya dituntut unruk membaca kembali dan berhati-hati dari mereka dan gerakannya.</p>
<p>Semoga Allah menjaga kita dari mereka,  dan menunjuki kita ke jalan yang lurus.</p>
<p>Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel <a href="../../../../../">UstadzKholid.com</a></p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref1">[1]</a> Lihat <em>Majmu&#8217; Fatawa</em> 13/182</p>
<p><a name="_ftn2"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref2">[2]</a> <em>Ibid</em> 13/177</p>
<p><a name="_ftn3"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref3">[3]</a> <em>Ibid</em> 13/179</p>
<p><a name="_ftn4"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref4">[4]</a> . Nama ini juga dikenal dalam istilah internasional dengan <em>Jam&#8217;iyah Ahlil Bait</em><em>, </em>yang menunjukkan bahwa gerakan ini bersifat internasional dan bukan hanya nasional saja dan sebenarnya mereka tidak pantas dijadikan sebagai jamaah ahlil bait karena mereka telah mencela para Istri Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wassalam</em> yang merupakan ahli baitnya beliau, maka berhati-hatilah!!!.</p>
<p><a name="_ftn5"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref5">[5]</a> Lihat lebih detail lagi dalam kitab <em>Ushul Madzhab Syiah Al Itsna Asyarah</em> hal 1071-1072</p>
<p><a name="_ftn6"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref6">[6]</a> <em>Mukhtashor At</em><em>-</em><em>Tuhfah Al Itsna Asyarah</em> hal.300</p>
<p><a name="_ftn7"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref7">[7]</a><em> Ibid</em></p>
<p><a name="_ftn8"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref8">[8]</a> <em>Minhajus Sunnah</em> 4/3</p>
<p><a name="_ftn9"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref9">[9]</a> Lihat dalam <em>Al</em><em>-</em><em>Khuthuth Al</em><em>-</em><em>Aridhoh</em> hal. 44- 45</p>
<p><a name="_ftn10"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref10">[10]</a> Dinukil oleh penulis <em>Ushul Madzshab Syiah Itsna Asyara</em> dari <em>Naqdhi Aqaaidi Syiah</em>, lihat <em>Ushul Madzhab</em> hal 1194.</p>
<p><a name="_ftn11"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref11">[11]</a> <em>Suyuf Al</em><em>-</em><em>Musyriqah</em> hal.50</p>
<p><a name="_ftn12"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref12">[12]</a> Lihat kitab <em>Manaarul Muniif</em>. Hal.116</p>
<p><a name="_ftn13"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref13">[13]</a> <em>Minhajus Sunnah</em> 3/243</p>
<p><a name="_ftn14"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref14">[14]</a> <em>Ibid</em> 4/110.</p>
<p><a name="_ftn15"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref15">[15]</a> <em>Kholifah</em> sebelum <em>Al Mu&#8217;tashim</em></p>
<p><a name="_ftn16"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref16">[16]</a> <em>Al</em><em>-</em><em>Bidayah Wan Nihaayah</em> 13/202.</p>
<p><a name="_ftn17"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref17">[17]</a><em> Ibid</em></p>
<p><a name="_ftn18"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref18">[18]</a> Lihat kisah lengkapnya di <em>Al Bidayah Wan Nihayah</em> 13/201.</p>
<p><a name="_ftn19"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref19">[19]</a> <em>Al</em><em>-B</em><em>idayah Wan Nihayah</em> 13/201-202.</p>
<p><a name="_ftn20"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref20">[20]</a> Lihat <em>Minhajus Sunnah</em> 3/38.</p>
<p><a name="_ftn21"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref21">[21]</a> Dan masih banyak kisah-kisah lainnya seperti kisah <em>Daulah Shofawiyah</em> dll, yang sangat penjang sekali untuk diceritakan dalam kesempatan yang sempit ini.</p>
<p><a name="_ftn22"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref22">[22]</a> <em>Minhajus Sunnah</em> 3/260.</p>
<p><a name="_ftn23"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref23">[23]</a> <em>Rijal Al Kisyi</em> hal 342-343 (dinukil dari <em>Ushul Madzhab Syiah</em> hal 1232)</p>
<p><a name="_ftn24"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref24">[24]</a> <em>Al Anwaar An</em><em>-</em><em>Nu&#8217;maniyah</em> 2/308</p>
<p><a name="_ftn25"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref25">[25]</a> <em>Ibid</em></p>
<p><a name="_ftn26"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref26">[26]</a> <em>An</em><em>-</em><em>Niyaahah</em> hal.490</p>
<p><a name="_ftn27"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref27">[27]</a> <em>Tahriril Wasilah</em> 2/292</p>
<p><a name="_ftn28"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref28">[28]</a> Dinukil dari <em>Ushul Madzhab Syiah</em> hal. 1235-1236</p>
<p><a name="_ftn29"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref29">[29]</a> <em>Atsar Al</em><em>-</em><em>Imamah </em><em>f</em><em>il Fiq</em><em>i</em><em>h J</em><em>a</em><em>&#8216;fari</em> hal.391</p>
<p><a name="_ftn30"></a><a href="../../../../../manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/#_ftnref30">[30]</a> <em>Minhajus Sunnah</em> 3/154</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/&amp;title=Bahaya+Syiah+Sebuah+Realita" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/&amp;title=Bahaya+Syiah+Sebuah+Realita" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/&amp;t=Bahaya+Syiah+Sebuah+Realita" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Bahaya+Syiah+Sebuah+Realita+-+http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/&amp;title=Bahaya+Syiah+Sebuah+Realita" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/&amp;title=Bahaya+Syiah+Sebuah+Realita" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Bahaya+Syiah+Sebuah+Realita+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Can't connect to local MySQL server through socket '/var/run/mysqld/mysqld.sock' (11)&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Bahaya+Syiah+Sebuah+Realita&amp;body=Link: http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bahaya%20Syiah%20terhadap%20kaum%20muslimin%20merupakan%20satu%20kenyataan%20yang%20tidak%20dapat%20dipungkiri%20oleh%20setiap%20muslim%20lebih-lebih%20yang%20telah%20meneliti%20dan%20membaca%20sejarah%20mereka." rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzkholid.com/manhaj/bahaya-syiah-sebuah-realita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

