Post Type

Bulughul Maram (Seri 03-Mengenal Kitab Bulughul-Maram)

Kitab Bulugh Al-Maraam termasuk karya ilmiah terbaik dan terpenting dalam penyusuan dan pengumpulan hadit-hadits ahkam yang ringkas. Memuat sekitar 1520 hadits dan ada yang menyebut jumlahnya 1596 hadits yang menjadi sandaran hukum-

hukum syariat disusun sesuai bab-bab fikih dengan penjelasan martabat hadits dan perawi serta ulama yang mengeluarkannya.

Cetakan kitab Bulugh Al-Maram

Kitab Bulugh Al-Maraam telah dicetak dalam banyak penerbit, diantaranya:

  1. Cetakan Hajariyah di Laktaw tahun 1253 H.
  2. Cetakan Lahore tahun 1305 H.
  3. Cetakan Mathba’ Al-Anshari di Newdelhi, India tahun 1311 H.
  4. Cetakan Mathba’ah At-Tamaddun Ash-Shina’iyah di Mesir tahun 1320 H.
  5. Cetakan Mathba’ah Mushthafa Muhammad di Mesir dengan tash-hih Syeikh Muhammad Haamid Al-Faqi tahun 1348 H., lalu cetakan kedua tahun 1352 H. dengan tambahan dan penomoran hadits dengan jumlah hadits menurut cetakan ini 1596 hadits.
  6. Cetakan Mathba’ah Abdulhamid Hanafi dengan tash-hih Syeikh Abdullah bin Muhammad Ash-Shidiq Al-Ghumari tahun 1372.
  7. Cetakan Dar Al-Kitab Al-‘Arabi tahun 1374 H dengan tash-hih Syeikh Ridhwan Muhammad Ridhwan yang bersandar kepada cetakan lahore tahun 1305 H. Jumlah haditsnya versi beliau adalah 1356 hadits.
  8. Cetakan Dar Al-‘Ahdi dan dipasarkan Maktabah An-Nahdhah Al-Haditsiyah di Makkah pada tahun 1372 H. dengan tash-hih Thoha Muhammad Az-Zaini dan ta’liq As-Sayyid Muhammad Amin Al-Kutubi. Cetakan ini bersandar kepada naskah cetakan Mushthofa Al-Yabi Al-Halabi tahun 1351 H. dan naskah cetakan Mathba’ah Mushthofa Ahmad tahun 1352 H dan ada ta’liq Abdullah Al-Ghumari yang sama persis dengan ta’liq Syeikh Muhammad Haamid Al-faqi dengan dihapus sebagian Muqaddimah-nya saja.
  9. Cetakan Mathabi’ Al-Kitab Al-‘Arabi tahun 1373 H. dengan Tash-hih Syeikh Muhammad Ridhwan.
  10. Cetakan Dar Ihya Al-Ulum di Baerut dengan tahqiq Syeikh Usamah Shalahuddin Manimanah tahun 1412 H.
  11. Cetakan kairo tahun 1414 H. dengan tahqiq dan takhrij Syeikh ‘Ishamuddin Sayyid Ash-Shababathi diterbitkan Dar Al-Hadits di Kairo. Cetakan ini dilengkapi dengan pendapat syeikh Al-Albani tentang hukum haditsnya.
  12. Cetakan Dar Ibnu Katsir Damaskus dengan tahqiq Syeikh Yusuf Ali Badiwi, cetakan keduanya tahun 1415 H.
  13. Cetakan Maktabah Nizar Musthofa Al-Baz di makkah tahun 1417 H. dengan tahqiq Markaz Ad-Dirasat wa Al-Buhuts di penerbit tersebut.
  14. Cetakan maktabah Ad-Dalil di Al-Jubail KSA. tahun 1417 H. dengan tahqiq Samir bin Amin Az-Zuhairi. Pen-tahqiq bersandar kepada dua naskah manuskrip. Kemudian cetakan keduanya dicetak Dar adh-Dhiya’ di Riyadh tahun 1419 H. Sedangkan cetakan ke tujuh tahun 1424 H. dicetak Dar Al-Falaq Riyadh.
  15. Cetakan Dar Al-‘Athar Riyadh tahun 1424 H. dengan tahqiq Abu Mu’adz Thariq bin ‘Audhullah Muhammad. Pentahqiq bersandar kepada empat naskah manuskrip dari kitab ini dengan tambahan takhrij ringkas.
  16. Cetakan maktabah TakhrijRusyd cetakan pertama tahun 1426 H dengan ta’liq Ahmad bin Sulaiman. Ia bersandar kepada 3 naskah manuskrip dengan merujuk kepada naskah yang telah dicetak dengan ta’liq Syeikh Al-faqi dan naskah Subul As-Salam yang telah divetak dengan tahqiq Muhammad Shubhi Halaq.

Demikian sebagian cetakan yang ada dengan harapan mudah-mudahan bermanfaat.

Keistimewaan kitab Bulugh Al-Maram.

Kitab ini sebagaimana disampaikan penulisnya dalam Muqaddimah kitabnya ini, “Ini adalah ringkasan yang mencakup pokok dalil-dalil dari hadits-hadits berkenaan dengan hukum-hukum syari. Aku pilihkan secara teliti agar orang yang menghafalnya menjadi menonjol diantara sejawatnya dan dapat membantu para pelajar pemula serta para mujtahid tidak akan merasa cukup dengannya…” Ungkapan beliau ini sangat tepat, sebab fikih pasti butuh istidlal dari dalil Al-Qur`an dan Sunnah .

Kitab Bulugh Al-Maram ini memiliki banyak keistimewaan, diantaranya[1]:

1. Beliau menyusun kitab, bab dan hadits-haditsnya sesuai dengan bab-bab fikih. Beliau menyampaikan nama kitab kemudian bab kemudian menyampaikan hadits-hadits yang khusus tentang hal itu. Terkadang menyampaikan nama kitab kemudian menyampaikan hadits-hadits tanpa menyebutkan bab sebagaimana dilakukan pada kitab Al-Janaiz dan awal-awal kitab Az-Zakat, Shiyam dan An-Nikah dan selainnya.

2. Beliau mencukupkan hadits-hadits marfu’ dan tidak memasukkan hadits-hadits mauquf kecuali sedikit, sebagaimana dalam kitab An-Nikah, Bab Al-Iela’, Iddah dan selainnya.

3. Beliau meringkas hadits-hadits yang panjang dengan ringkasan yang indah tidak berubah dengan perubahan ibarat (ungkapan) dengan mencukupkan pada tempat istidlalnya saja. Umumnya beliau mencukupkan dalam menyampaikan hadits bagian yang menjadi dasar satu hukum (Syahid) dan kadang menyampaikan hadits yang asalnya panjang sampai satu halaman dalam sekitar satu baris atau dua baris.

4. Beliau menghapus sanad periwayatan dan mencukupkan dengan perawi yang tertinggi saja dan terkadang menyampaikan perawi sebelum perawi tersebut dengan satu tujuan namun hal itu sedikit sekali.

5. Umumnya beliau menjelaskan derajat hadits dari sisi shahih, hasan atau lemah. Hal ini adakalanya menukil dari selainnya atau menghukum sendiri. Apabila beliau menukil dari ulama lain maka beliau sampaikan nama ulama yang menilai shahih, hasan atau dha’if. Inilah diantaranya keistimewaan yang terpenting dan menjadi ruhnya ilmu hadits, sehingga pembaca mengetahui hadits-hadits yang shahih dari yang lemah. Walaupun beliau tidak menjelaskan sebab yang menjadikan hadits tersebut menjad lemah kecuali sangat sedikit. Ini nampaknya beliau lakukan untuk meringkas dan memudahkan pembaca pemula.

6. Beliau terkadang menyebutkan permasalahan dalam sanad-sanad berupa irsal (Mursal), inqitha’ (Mungqathi’) atau Waqf (Mauquf) . kadang beliau merojihkan apabila hadits memiliki lebih dari satu sanad. Semua itu diungkapkan dengan ungkapan singkat.

7. Beliau terkadang menyampaikan riwayat-riwayat dan hadits-hadits yang mendukung hadits yang beliau jadikan sebagai asal (pokok). Dan tidak melakukannya kecuali karena faedah berupa taqyîd Al-Muthlaq, Tafshil Al-Mujmal, Taudhih Mughallaq, daf’u Ta’arudh atau sejenisnya.

8. beliau telah mengumpulkan hadits-hadits yang dijadikan oleh para fuqaha’ sebagai tempat pengambilan hukum-hukum fikih dengan menjelaskan setelah setiap hadits para Imam yang meriwayatkan hadits tersebut berikut darajat haditsnya shahih atau dha’if tersusun secara sistematis berdasarkan bab-bab fikih. kemudian dimasukkan juga di bagian akhir buku ini pembagian yang lain tentang hadits adab, Akhlak, zikir dan doa, sehingga hadits di dalamnya mencapai sekitar 1596 Hadits.

9. Kitab ini tidak hanya kitab fikih saja namun juga kitab hadits, dimana penulisnya menyusun kitab ini sesuai bab-bab fikih dimulai dengan kitab thoharah sampai kitab Al-‘Itq kemudian ditutup dengan satu kitab yaitu kitab Jami’ Fi Al-Adab wal Birr Wa Ash-Shilah Wa Al-Wara’ dan At-Tarhib (ancaman) dari akhlak yang buruk dan kitab jami’ ini diakhiri dengan bab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a. Beliau menjelaskan dalil-dalil dari sunnah dengan perhatian besar terhadap siapa yang mengeluarkan hadits dengan menyatakan,

????? ???? ?????

10. Perhatian yang besar terhadap Takhrij Hasits dan pembahasan tentang sanad, perawi dan penjelasan ilah hadits. Juga menyampaikan ulama yang mengeluarkan hadits diluar kutub sittah (6 kitab induk hadits yaitu Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasaa’i dan ibnu Majah) dan tidak mencukupkan hanya dengan menyebut sebagian mereka.

11. Meneliti dan mencari mayoritas atau seluruh jalan periwayatan hadits dengan menjelaskan hukum dan illah yang ada pada jalan periwayatan

12. Menjelaskan tambahan lafadz yang ada atas matan hadits-hadits kutub sittah dan tidak mencukupkan hanya dengan lafadznya tersebut. Juga adanya isyarat dengan menyatakan,

??? ???? ??? atau ??? ???

13. Mendahulukan ashah Al-Ahadits (hadits yang ter-shahih) pada setiap bab dan meninggalkan riwayat yang dilemahkan para ulama.

14. Ringkasnya beliau dalam menjelaskan lafadz jarhu dan ta’diel dengan menyampaikan lafadz yang singkat namun bermakna pas dan benar.

Demikian sebagian dari keistimewaannya sehingga para ulama memberikan perhatian serius terhadap kitab ini.

Syarah Bulugh Al-Maram.

Diantara syarah kitab Bulugh Al-Maraam ada yang telah dicetak dan ada yang masih berupa naskah manuskrip atau dalam bentuk rekaman. Diantara yang telah dicetak adalah:

1. Badru At-Tamaan Syarhu Bulugh Al-Maraam (????? ?????? ??? ???? ??????), karya Syarafuddin Al-Husein bin Muhammad Sa’id bin ‘Isa Al-Laa’i yang dikenal dengan Al-Maghribi wafat tahun 1119 H. Kitab ini pertama kali dicetak tahun 1414 H. di Mathaabi’ hajar di kairo sebagai sebuah skripsi dengan tahqiq Ali bin Abdillah Az-Zabn, namun hanya sampai syarah hadits ke 197 saja. Kemudian Allah berikan kemudahan dengan munculnya cetakan lengkap kitab ini dari Daar Al-Wafa’ di Al-Manshurah, Mesir bekerja sama dengan WAMI dengan tahqiq DR. Muhammad Syahuud Khirfaan dicetak tahun 1425 H dalam lima jilid. Imam Asy-Syaukani dalam Al-Badru Ath-Thaali’ 1/230 menyatakan tentang syarah ini bahwa ia adalah syarah yang berbobot. Beliau menukil semua keterangan yang ada di kitab talkhish Al-Habir atas matan hadits dan sanadnya, kemudian apabila hadits ada di shahih Al-Bukhari maka beliau menukil dari fathu Al-Baari. Apabila ada di shahih Muslim maka menukil syarah An-Nawawi. Terkadang menukil juga dari kitab syarah As-Sunan karya Ibnu Ruslaan, namun secara umum beliau tidak menibatkan pernyataan dan penukilannya kepada ahlinya, padahal ia menyebutkannya persis sama lafadznya. Juga menukil perbedaan ulama dari kitab Al-Bahr Az-Zakhaar dan terkadang dari kitab Nihayah ibnu Rusyd. Kesimpulannya kitab ini adalah syarah yang berfaidah.

2. Subul As-Salaam Syarhu Bulugh Al-Maraam (??? ?????? ??? ???? ??????), karya imam Muhammad bin Isma`il Al-Amir Ash-Shan’aani (1099-1182 H). Inilah syarah yang paling terkenal dan banyak dimiliki para penuntut ilmu. Kitab ini telah dicetak dalam beberapa cetakan diantaranya adalah:

  1. Cetakan Al-Mathba’ Al-Faaruqi di Newdelhi India tahun 1311 H.
  2. Cetakan Al-Mathba’ah Al-Muniriyah di Mesir.
  3. Cetakan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud dalam 4 jilid, cetakan keempatnya ditahun 1408 H dengan tahqiq di jilid pertama DR. Muhammad Muhriz Hasan Sulaami, jilid kedua oleh DR. Khalil Mulaa Khathir, jilid ketiga oleh DR. Husein bin Qasim Al-Husaini.
  4. Cetakan Mathba’ah Al-Istiqamah di Kairo untuk Al-Maktabah At-Tijaariyah Mesir tahun 1368 H.
  5. Cetakan Makyabah Al-Jumhuriyah Al-‘Arabiyah di mesir dengan tahqiq Thoha Abdurrouf Sa’ad tahun 1397 H.
  6. Cetakan Daar Al-Kitaab Al-‘Arabi dengan tahqiq, ta’liq dan Takhrij Fawaaz Ahmad Zamrali dan Ibrohim Muhammad Al-Jamal, cetakan pertama tahun 1405 H. dalam 4 jilid.
  7. Cetakan Daar Ibnu Al-jauzi dengan tahqiq Muhammad Shubhi Hasan Halaaq pada tahun 1418 H. dalam 8 jilid.
  8. Cetakan Daar Al-‘Ashimah dengan tahqiq Thaariq bin ‘Audhullah Muhammad pada tahun 1422 H dalam 5 jilid.

3. Mukhtashar Al-Kalaam ‘Ala Bulugh Al-Maraam (????? ?????? ??? ???? ??????), karya Syeikh Faishal bin Abdilaziz bin Mubaarak wafat tahun 1376 H. dicetak pada tahun 1373 H. di Mathba’ah Mushthofa Al-Baabi Al-Halabi dan diterbitkan Al-Maktabah Al-Ahliyah di Riyadh dalam Al-majmu’ah Al-jalilah yang merupakan kumpulan tiga karya beliau yaitu: Mukhtashar Al-Kaalam ‘Ala Bulugh Al-Maraam, Mahaasin Ad-Din ‘ala Matni Al-Arba’in dan Maqaam TakhrijRasyaad baina At-Taqlid wa Al-Ijtihad. Dicetak kitab ini secara terpisah di Daar Isybiliyaa di Riyadh tahun 1419 H.

4. Fiqhu Al-Islaam Syahu Bulugh Al-Maraam (??? ??????? ??? ???? ??????), karya Syeikh Abdulqaadir Syaibat Al-Hamd. Kitab ini dicetak di mathaabi’ TakhrijRasyid di kota Madinah dalam 10 juz sebagai wakaf untuk penuntut ilmu. Kemudian dicetak ulang pada tahun 1423 H. oleh Maktabah Al-Ma’aarif di Riyaadh dalam 10 juz dan diakhirnya ada biografi penulis.

5. Taudhih Al-Ahkaam Min Bulugh Al-Maraam (????? ??????? ?? ???? ??????), karya Syeikh Abdullah bin Abdirrahman Alu Basaam. Dicetak pertama kali dalam 6 jilid oleh Daar Al-Qiblat Lits-Tsaqaafah Al-Islamiyah di Jeddah dan Hai’at Al-Ighaatsah kemudian dicetak kedua kalinya tahun 1414 H. Syeikh terus memberikan tambahan hingga keluar cetakan kelima sebelum wafatnya beliau yang diterbitkan oleh Maktabah Al-Asadi di makkah tahun 1423 H.

6. Hidayah Al-Anaam Bi Syarhi Bulugh Al-Maraam (????? ?????? ???? ???? ??????), karya DR. Abdurrasyid Abdulaziz Saalim dicetak di Maktabah Asy-Syuruuq Mesir tahun 1422 H sebagai cetakan pertama.

7. Al-Ifhaam Syarhu Bulugh Al-Maraam (??????? ??? ???? ??????), karya Syeikh Abdulaziz bin Abdillah TakhrijRaajihi dicetak di Daar Al-‘Ashimah Riyadh dalam 2 jilid cetakan pertama tahun 1425 H.

8. I’laam Al-Anaam Syarhu Bulugh Al-Maraam Min Ahadits Al-Ahkam (????? ?????? ??? ???? ?????? ?? ?????? ???????) karya Prof.DR. Nuruddin ‘Itr. Cetakan pertama tahun 1395 H di Daar Al-Fuurfuur di Damaskus dan yang kesembilan tahun 1419 H.

9. Qafwu Al-Atsar Fi Syarhi Bulugh Al-Maraam Bikalaam ibni Hajar (??? ????? ?? ??? ???? ?????? ????? ??? ???), karya Syeikh Abdulmun’im Ibrohim. Dicetak dalam 5 jilid oleh Maktabah Nizaat Mushthofa Al-Baaz tahun 1420 H.

10. Fathu Al-‘Alaam Syarhu Bulugh Al-Maraam (??? ?????? ??? ???? ??????), karya imam Asy-Syarif Shiddiq bin Hasan Khan Al-Bukhari (1248-1307 H). Syarah ini dicetak pertama kali di Al-mathba’ah Al-Amiriyah di Buulaaq Mesir tahun 1302 H, lalu di kopi Daar Shaadir di bairut. Kemudian Markaz Al-‘Alamah Abdulaziz bin Baaz Liddirasaat Al-Islamiyah di kota As-Salaam di India bekerja sama dengan dar Ad-Daa’i di Riyaadh menyetak kitab ini dengan tahqiq Abdulmanaan Abdullathif Al-Madani bersama DR. Muhammad Luqmaan As-Salafi dengan muraja’ah Muhammad Muhsin Ash-Shidiqi dan Muhamma Maa Hataab At-Taimi dicetak tahun 1421 H.

11. Nail Al-Maraam Syarhu Bulugh Al-Maraam (??? ?????? ??? ???? ??????), karya Muhamma bin Yaasin Abdullah seorang ulama kota Al-Maushil Irak. Dicetak di mathba’ah Az-Zahra1 Al-haditsiyah di kota Al-maushil tahun 1983 M.

12. Ibaanah Al-Ahkaam Syarhu Bulugh Al-Maraam (????? ??????? ??? ???? ??????), karya Hasan Sulaiman An-Nuri dan ‘Alwi Abaas Al-Maaliki. Dicetak Daar Al-Fikr tahun 1424 H.

13. Tashiil Al-Ilmaam Bi Fiqhi Al-Ahadits Min Bulugh Al-Maraam (????? ??????? ???? ???????? ?? ???? ??????), karya Syeikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah alifauzaan anggota majelis ulama besar saudi Arabiya (Hai’at Kibaar Al-Ulama). Dicetak dalam 7 jilid cetakan pertama tahun 1427 H. oleh Abdussalaam bin Abdillah alsulaiman.

14. Basyiir Al-Kiraam bi Bulugh Al-Maraam (???? ?????? ????? ??????) karya Syeikh Muhammad Amien Al-Kutubi.

15. Ittihaaf Al-Kiraam Bi At-Ta’liiq ‘ala Bulugh Al-Maraam (????? ?????? ???????? ??? ???? ??????), karya Syeikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuuri. Dicetak pertama kali di Al-Mathba’ah As-Salafiyah di Banares, India pada tahun 1403 H kemudian dicetak ulang di Daar As-Salaam di Riyadh pada tahun 1413H bekerja sama dengan Daar Al-faihaa1 di Damaskus.

16. Hasyiyah Ad-Dahlawi ‘ala Bulugh Al-Maraam (????? ??????? ??? ???? ??????), karya Syeikh Ahmad bin Hasan Ad-dahlawi wafat tahun 1338 H. Dicetak di India tahun 1325 H. kemudian dicetak Al-Maktab Al-Islami tahun 1394 H. dalam 2 jilid.

17. Syarhu Bulugh Al-Maraam (??? ???? ??????), karya Abu Qutaibah Nazhar Muhammad Al-Faariyaabi diterbitkan Daar Ash-Shumai’i di Riyaadh dalam dua jilid tahun 1418 H.

18. Tuhfat Al-Kiraam Syarhu Bulugh Al-Maraam (???? ?????? ??? ???? ??????), karya DR. Muhammad Luqmaan As-Salafi. Dicetak cetakan pertama tahun 1421 H di Daar Ad-Da’i di Riyadh bekerjasama dengan Markaz Bin Baaz Liddirasaat Al-Islamiyah di India.

19. Hasyiyah Asy-Syeikh Abdulaziz bin Abdullah binBaaz, di susun Syeikh Abdulaziz bin Ibrohim bin Qaasim seorang Qadhi di mahkamah TakhrijRiyadh Al-Kubro. Cetakan pertama dalam dua jilid dicetak tahun 1424 H oleh Daar Al-Imtiyaaz.

20. Fathu Al-Wahaab Syarhu Bulugh Al-Maraam (??? ?????? ??? ???? ??????), karya Syeikh Muhammad Ahmad TakhrijRaah Asy-Syinqithi dicetak Dar Al-Fikr tahun 1404 H.

21. Fathu Dzi Al-Jalaal wa Al-Ikraam Bisyarhi Bulugh Al-Maraam (??? ?? ?????? ???????? ???? ???? ??????), karya Syeikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin wafat tahun 1421 H.

22. Haasayiyah Syeikh Abdulaziz bin Abdillah bin Baaz ‘Ala Bulugh Al-Maraam Min Adillat Al-Ahkam. Murajaah Syeikh Abdulaziz bin Ibrahim bin Qaasim, cetakan pertama tahun 1424 H. Daar Al-Imtiyaaz, Riyaadh.

Syarah Bulugh Al-Maraam yang masih berupa naskah manuskrip.

Disamping kitab-kitab syarah Bulugh Al-Maraam yang sudah dicetak, ada juga yang masih tersimpan berupa naskah manuskrip, diantaranya:

  1. Ifhaam Al-Afhaam Syarhu Bulugh Al-Maraam (????? ??????? ??? ???? ??????), karya As-Sayyid Yusuf bin Muhammad Al-Ahdal wafat 1242 H.
  2. Syarah Syeikh Muhammad bin Ahmadin .
  3. Syarah Syeikh Muhammad ‘Abid Al-Anshari.
  4. ‘Iddatu Al-Hukaam Fi Syarhi Bulugh Al-Maraam (??? ?????? ?? ??? ???? ??????), karya Al-Fairuzabaadi.
  5. Tanwier Al-Afhaam Syerh Bulugh Al-Maraam (????? ??????? ??? ???? ??????), karya Syeikh Haasyim Sa’id Al-Buqmi.
  6. Syarahu bulugh am-Maraam, karya Ibrahim bin Abbu Qaasim bin Ibrahim bin Abdullah bin Jum’aan wafat tahun 922 H.
  7. Manhat Al-Kalaam Syarhu Bulugh Al-Maraam (???? ?????? ??? ???? ??????), karya Jamaluddin Yusuf bin Syaahin Sibti ibnu Hajar Al-‘Asqalani wafat tahun 899 H.
  8. Hasyiyah ‘ala Bulugh Al-Maraam, karya Abdurrahman bin Muhammad aiJimi At-Tamimi wafat tahun 1068 H.
  9. Fathu Al-‘Alaam Syarhu Bulugh Al-Maraam (??? ?????? ??? ???? ??????), karya Syeikh Muhammad Yaasin Al-Fadaani

Kitab-kitab Takhrij hadits-hadits Bulugh Al-Maraam.

Para ulama dan penuntut ilmu memberikan perhatian dalam Takhrij dan hukum atas hadits yang ada di kitab Bulugh Al-Maraam disamping syarah-nya. Diantara kitab-kitab Takhrij ini adalah:

  1. At-Tibyaan Fi Takhriij Ahaadits Bulugh Al-Maraam (??????? ?? ????? ?????? ???? ??????), karya Khalid bin Dhaifullah Asy-Syalaahi yang dicetak dalam 8 jilid di Muassasah Takhrij Risaalah tahun 1421 H.
  2. Khulashah Al-Kalaam Fi Takhriij Ahadits Bulugh Al-Maraam (????? ?????? ?? ????? ?????? ???? ??????), karya Khalid bin Dhaifullah dicetak di Maktabah Takhrij Rusyd tahun 1425 H. dalam 3 jilid dan merupakan tahdzib dan pilihan dari kitab diatas.
  3. Tambih Al-Kiraam ‘Ala Ahaadits Fi Bulugh Al-Maraam (????? ?????? ??? ?????? ?? ???? ??????), karya Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailaan.

Demikiankanlah sebagian usaha dan perhatian ulama terhadap kitab ini mudah-mudahan memotivasi kita untuk memeperlajarinya.

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.
Artikel www.ustadzkholid.com


[1] Disusun secara bebas dari kitab Ar-Raudh Al-Basâm Fi Dzikri Mazâyâ wa Fadhâ`il Bulugh Al-Marâm, karya Hasan bin Shidiq Hasan Khaan hal. 52-53.

About The Author

6 comments

  1. Assalamu`alaikum
    Ustadz Kholid sekedar info tambahan saja untuk kitab Bulughul Maram yang pertama mengalihbahasakan ke Indonesia/Melayu adalah Al Ustadz Ahmad Hasan(salah satu guru/ustadz terkemuka dari Persatuan Islam) dan ana pernah tanya kepada beberapa ustadz salafi dan thalibul ilmi bahwa A.Hassan,Ahmad Surkati,K.H.Ahmad Dahlan termasuk penyebar dakwah dakwah salaf di Indonesia terlepas dari ketergelinciran mereka masing-masing. Semoga Allah membalas kebaikan kepada semua kontributor dakwah salaf. Aamiin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*